laporan fix sken. d, blok 15, l1-1.doc

Download LAPORAN fix sken. d, blok 15, L1-1.doc

Post on 02-Jan-2016

90 views

Category:

Documents

9 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

gagal jantung, pasien merasa sesak dan membutuhkan lebih dari stu bantal ketika akan tidur, dan juga tidak sanggup untuk berjalan jauh

TRANSCRIPT

LAPORAN TUTORIAL B

LAPORAN TUTORIAL DBLOK 15disusun oleh:

Kelompok I

Anggota:

Suci Fahlevi Masri04111001001Astary Utami

04111001004Inne Fia Mariety

04111001005Nurul Hayatun Nupus04111001008Kadek Martha

04111001012KM Dimas Alphiano04111001021Meylinda

04111001028Laode M. Hidayatullah04111001029Vindy Cesariana

04111001037Pratiwi RaissaW

04111001122Januar Antoni

04111001126Ramadan AD

04111001129Bhisma SM

04111001140Randa Deka Putra

04111001141 Tutor: dr. Arisman, MB, M.KesPENDIDIKAN DOKTER UMUM

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas ridho dan karunia-Nya laporan Tutorial ini dapat terselesaikan dengan baik.

Adapun laporan ini bertujuan untuk memenuhi rasa ingin tahu akan penyelesaian dari skenario yang diberikan, sekaligus sebagai tugas tutorial yang merupakan bagian dari sistem pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

Tim Penyusun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan laporan ini.

Tak ada gading yang tak retak. Tim Penyusun menyadari bahwa dalam pembuatan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik pembaca akan sangat bermanfaat bagi revisi yang senantiasa akan penyusun lakukan.

Tim Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul

Kata Pengantar.............................................................................................. 1

Daftar Isi....................................................................................................... 2

Pembahasan Skenario:

I. Skenario..............................................................................................3

II. Klarifikasi Istilah................................................................................3III. Identifikasi Masalah...........................................................................4IV. Analisis Masalah................................................................................5V. Hipotesis............................................................................................39VI. Learning Issue....................................................................................39VII. Sintesis...............................................................................................39VIII. Kerangka Konsep..............................................................................70IX. Kesimpulan.........................................................................................70Daftar Pustaka..............................................................................................71I. SKENARIO

Mr. Manaf, a 57 year-old man, an accountant, comes to MH hospital because of shortness of breath since 3 hours ago. In the last 3 weeks he became easily tired in daily activities. He also had night cough, nausea, and lost of appetite, seven months ago he was hospitalized due to chest discomfort.Past medical history: treated hypertension, heavy smoker, rarely exercised

Family history: no history op premature coronary diseasePhysical Exam:Orthopneu, height 167 cm, body weight 79 kg, BP 180/110 mmHg, HR 122 x/min irregular, PR 102 x/min, irregular, unequal, RR 32 x/min.

Pallor, JVP (5+0) cm H2O, rales (+), wheezing (+), liver: palpable 2 fingers below the costal arch, and minimal ankle edema

Laboratory result:Hemoglobin: 12,8 g/dl, WBC:8.500/mm3, Diff count: 0/2/10/60/22/6, ESR 20 mm/jam, Platelet: 225.000/mm3.

Total cholesterol 325 mg/dl, LDL 215 mg/dl, HDL 35 mg/dl, trygliceride 210 mg/dl, blood clucose 110 mg/dl.

SGOT 55 U/L, SGPT 45 U/L, CKNAC 92 U/L, CK MB 14 U/L, troponin I 0,1 ng/ml.

Additional examinations:ECG: atrial fibrillation, LAD, HR 120 x/min, QS pattern V1-V4, LV strain

Chest X-ray: CTR > 50%, shoe-shaped cardiac, Kerleys line (+), signs of chephalizationII. KLARIFIKASI ISTILAH

1. Shortness of breath: pernapasan yang sesak atau sukar

2. Chest discomfort:perasaan tidak nyaman pada bagian dada

3. Premature coronary disease: aterosklerosis arteri koronaria yang dapat disebabkan oleh angina pektoris infark miokard dan kematian mendadak

4. Orthopneu: Pernapasan yang sulit kecuali pada posisi tegak.

5. Rales: bising terputus-putus yang terdiri atas serangkaian bising pendek, terdengar pada saat inhalasi

6. Kerleys line: garis yang menggambarkan infiltrat interstisial yang muncul pada hasil foto rongen thorax, biasanya timbul pada keadaan tertentu, seperti gagal jantung

7. QS Pattern: tidak adanya gelombang R pada kompleks QRS pada lead V1-V4 dalam EKG

8. Atrial fibrilation: aritmia atrial yang ditandai oleh kontraksi acak dan cepat pada daerah yang kecil dari miokardium atrial, menimbulkan laju ventrikular yang tidak teratur sama sekali dan sering kali cepat

9. Signs of cephalization: ukuran pembuluh darah pada bagian apex sama bahkan lebih besar daripada pembuluh pada basis10. SGPT:serum glutamik piruvic transaminase, (alanin transaminase) enzim yang banyak ditemukan pada sel hati, efektif untuk mendiagnosis destruksi hepatoseluler

11. SGOT: Serum glutamik oksaloacetic transaminase, (aspartat transaminase) enzim yang selalu berada di hati atau jantung, dilepaskan ke dalam darah ketika hati atau jantung rusak

12. CK NAC: kreatin kinase N asetil cystein, enzim berkonsentrasi tinggi pada jantung dan otot rangka

13. CK MB: kreatinin kinase muskular brain, isoenzim kardiologis yang meningkat pada infark miokard

1. Troponin I: kompleks protein otot yang jika bergabung dengan kalsium mempengaruhi tropomiosin untuk memicu kontraksi III. IDENTIFIKASI MASALAHI. Anamnesis

1. Masalah 1 : Mr. Manaf, 57 tahun, seorang akuntan, 7 bulan yang lalu ia dirawat karena mengalami ketidaknyamanan pada bagian dada

2. Masalah 2: sejak 3 minggu yang lalu mengeluh mudah lelah pada aktivitas sehari-hari, ia juga mengalami batuk pada malam hari, mual, dan kehilangan nafsu makan

3. Masalah 3: sejak 3 jam yang lalu, ia mengalami shorness of breath

4. Past medical history : pernah treatment hipertensi, perokok berat, jarang olahraga

5. Family history: tidak ada riwayat penyakit jantung prematur

II. Pemeriksaan fisik

III. Hasil laboratorium

IV. Pemeriksaan tambahan

IV. ANALISIS MASALAHI. Anamnesis

1. Masalah 1

a. Apa yang menyebabkan chest discomfort pada skenario?

Nyeri dada atau ketidaknyamanan pada dada yang sering diungkapkan oleh pasien ini bisa disebabkan karena ketidakseimbangan pasokan oksigen miokard (aliran darah koroner) dengan kebutuhannya ( konsumsi oksigen miokard)b. Bagaimana mekanisme chest dicomfort pada skenario?

Dalam keadaan normal, seseorang tidak dapat merasakan jantungnya, tetapi otot jantung yang iskemik seringkali menimbulkan sensasi nyeri. Penyebab pastinya masih belum diketahui, tetapi dianggap bahwa iskemi menyebabkan otot membebaskan zat-zat asam, seperti asam laktat, atau produk-produk yang menimbulkan nyeri lainnya, seperti histamine, kinin, atau enzim proteolitik seluler, yang tidak cepat dibawa pergi oleh aliran darah coroner yang bergerak lambat. Konsentrasi yang tinggi dari produk abnormal ini akan merangsang ujung-ujung saraf nyeri di otot jantung yang menghantarkan impuls nyeri melalui serabut saraf aferen sensorik ke dalam system saraf pusat.c. Bagaimana hubungan jenis kelamin, umur, dan pekerjaan dengan gejala yang dialami (chest discomfort)?

UsiaSebagian nyeri dada terjadi pada laki-laki umur 35-44 tahun dan meningkat dengan bertambahnya umur. Juga didapatkan hubungan antara umur dan kadar kolesterol yaitu kadar kolesterol total akan meningkat dengan bertambahnya umur. Di Amerika Serikat kadar kolesterol laki-laki dan perempuan mulai meningkat pada umr 20 tahun. Pada laki-laki kolesterol akan meningkat sampai umur 50 tahun dan akhirnya akan turun sedikit setelah umur 50 tahun. Kadar kolesterol perempuan sebelum menopause ( 45 60 tahun ) lebih rendah daripada laki-laki dengan umur yang sama. Setelah menopause kadar kolesterol perempuan biasanya akan meningkat menjadi lebih tinggi daripada laki-laki.

Jenis Kelamin

Di Amerika Serikat gejala PJK sebelum umur 60 tahun didapatkan 1 dari lima laki - laki dan 1 dari 17 perempuan. Ini berarti bahwa laki-laki mempunyai factor risiko 2 3 kali lebih besar daripada perempuan. Pada beberapa perempuan pemakaian oral kontrasepsi dan selama kehamilan akan meningkatkan kadar kolesterol. Pada wanita hamil kadar kolesterolnya akan menurun 20 minggu setelah melahirkan. Angka kematian pada laki-laki didapatkan lebih tinggi daripada perempuan , tetapi setelah menopause hamper tidak didapatkan perbedaan dengan laki-laki. Selain itu dipengaruhi juga bahwa perempuan mempunyai hormone estrogen yang mencegah untuk terjadinya koagulasi atau thrombosis.

Aktivitas

Olahraga atau exercise dapat meningkatkan kadar HDL kolesterol dan memperbaiki kolateral koroner sehingga risiko PJK dapat dikurangi. Exercise bermanfaat karena dapat memperbaiki fungsi paru dan pemberian oksigen ke miokard, menurutkan BB sehingga lemak tubuh yang berlebihan berkurang bersama-sama dengan menurunnya LDL kolesterol, menurunkan kolesterol, trigliserida, dan kadar gula darah pada penderita DM, menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesegaran jasmani.2. Masalah 2

a. Apa penyebab, mekanisme, dan hubungan dengan gejala sebelumnya (chest discomfort)? mudah lelah

Atherosklerosis ( PJK ( iskemik otot (membebaskan zat-zat asam (as. Laktat, histamin, kinin) ( fatigue Fatigue juga disebabkan oleh :

Timbul akibat turunnya CO penghantaran O2 ke otot skele