laporan farkog hampir jadi

Upload: nurmaningtyas-fitri-rahmawati

Post on 10-Feb-2018

298 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    1/32

    http://andre2341.blogspot.com/search?q=kaempferia+galanga&x=12&y=7

    KAEMPFERIA GALANGA

    CIRI MORFOLOGI&DISKRIPSI

    Habitus :semak,semusim,tinggi 30-70cm Akar :bergerombol,bercabang-cabang,serabut putih,cokelat

    gelap,berkesan mengkilap.

    Batang :lunak,berpelepah,membentuk rimpang,hitam keabu-

    abuan.

    Daun ;tunggal,lanset,ujung runcing,pangkal berpelepah,tulang

    menonjol,panjang kira-kira 70cm,hijau muda,jumlah

    helaian daun tidak lebih dari 2-3lembar,dengan susunan

    berhadapan,bulat,melebar,ujung mengecil,berwana hijau

    gelap

    Bunga ;majemuk,berbentuk tabung,kelopak lanset,panjang kira-

    kira 4cm,lebar 2-3,5cm,mahkota panjang 10-

    19cm,benang sari,putik kecil,putih,tersusun dengan

    setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah

    antara 4-12 buah,bibir bunga berwarna lembayung

    dengan warna putih dominan.

    Daging buah :mempunyai daging buah paling lunak,tidak

    berserat,berwarna putih,kulit luar berwarna coklat.

    Habitat :tumbuh subur di dataran rendah atau pegunungan yang

    tanahnya gembur&tidak terlalu banyak air,dapat ditanam

    pada pot atau kebun yang cukup sinar matahari,tidak

    terlalu basah&di tempat terbuka.

    ANATOMY KAEMPFERIA GALANGA (KENCUR)

    Kaempferia galangal (kencur) termasuk dalam tanaman monokotil. Memiliki anatomi

    yang berbeda dengan tanaman dikotil. Berikut Ini akan dibahas anatomi Kaempferia galangal

    secara makroskopik dan mikroskopik:

    Makroskopik

    Kepingan : pipih;bentuk hamper bundar sampai jorong atau tidak beraturan;tebal

    keeping 1mm sampai 4mm;panjang 1cm sampai 5cm;lebar 0.5 cm

    sampai 3cm;bagian tepi berombak dan berkeriput;warna coklat sampai

    coklat kemerahan;bagian tengah berwarna putih sampai putih kecoklatan.

    Korteks : sempit;lebar kurang lebih 2mm;warna putih;berkas pembuluh tersebar

    tampak sebagai bintik-bintik warna kelabu atau keunguan.

    Silinder pusat : lebar;banyak tersebar berkas pembuluh seperti korteks.

    Berkas patahan: rata;berdebu;berwarna putih.

    Mikroskopik

    Periderm : terdiri dari 5 sampai 7 lapis sel;sel berbenuk segi panjang berdinding

    tipis.Jaringan : terdapat dibawah periderm;sel parenkim isodiametrik

    http://andre2341.blogspot.com/2012/06/anatomy-kaempferia-galanga-kencur.htmlhttp://andre2341.blogspot.com/2012/06/anatomy-kaempferia-galanga-kencur.html
  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    2/32

    Korteks ;berdinding tipis;berisi butir-butir pati;sel idioblas minyak

    Parenkim berbentuk hamper bulat dan berdiameter 50 milimikron sampai 100 mili

    mikron,dalam idioblas terdapat minyak tidak berwarna sampai berwarna

    putih kekuningan.

    Butir pati : umumnya tunggal;besar;bentuk bulat;bulat telur atau bulat telur tidak

    beraturan dengan salah satu ujungnya mempunyai outing;lamella danhilus tidak jelas;panjang butir pati umumnya 25milimikron;lebarnya 23

    milimkron.

    Berkas : tersebar dalam korteks dan silinder pusat;pembuluh kayu terdiri dari

    Pembuluh pembuluh spiral,pembuluh tanggadan pembuluh jala;tidak berlignin.

    Endodermis : mempunyai dinding radial yang agak menebal tidak berisi butir pati dan

    idioblas minyak pada korteks,berkas pembuluh di bawah endodermis

    tersusun teratur dalam suatu lingkaran dan berdekatan satu sama lain.

    Serbuk : warna putih,putih keoklatan sampai coklat.

    Anatomi dari akar,batang dan daun: .

    A. Anatomi AkarSusunan akar dari bagian luar kedalam adalah sebagai berikut: epidermis (pada akar

    muda, jika tua digantikan oleh peridermis berupa jaringan gabus), kadang dijumpai pula

    jaringan hipodermis sebagai derivat epidermis, parenkim korteks, selapis sel endodermis, dan

    stele akar. Pada akar ditemui tipe stele ataktostele,yaitu banyak berkas pengangkut tersebar.

    1. Tudung Akar

    Terdapat pada ujung tanaman. Berfungsi sebagai pelindung yang senantiasa diperbaharui

    apabila meristem akar primer di dorong ke dalam tanah. Sel-sel pada tudung akar adalah

    sederhana dan membentuk jaringan parenkimatis homogen yang umurnya pendek. Mempuyai

    stuktur yang terus berkembang,sel-sel tuanya mati dan saling melepaskan ikatannya dan

    hilang,digantikan sel-sel baru.

    2. Epidermis

    Epidermis terdiri dari selapis sel diantara sl-sel itu tidak terdapat antar sel. Dinding selnya

    tipis dan mudah memasikan air. Tak jauh dari ujung akar terdapat sel epidermis yang

    berbentuk pipa dan menjulang keluar. Sel-sel ini menjadi bulu akar.

    3. Bulu Akar

    Sifat khusus dari epidermis akar ialah dinding sel yang tidak berkutikula,kurangnya kutikula

    dan bulu akar ,yang berfungsi sebagai organ penyerap.Bulu akar tidak berumur panjang,yangsudah tua dan mati akan digantikan dengan yang baru. Bulu akar ini melekat pada bagian-

    bagian tanah itu,menjadi satu dengan tanah seolah-olah menambat tumbuhan itu dalam tanah.

    4. Endodermis

    Lapisan ini merupakan lapisan batas antara kulit dan bagian pusat. Di dalam dindingnya yang

    melintang pada bagian tengah,terdapat bahan gabus,hingga tak dapat kemasukan air.

    Dinding-dinding endodermis yang sejajar dengan bagian tengah tidak mengandung gabus

    sehingga tidak merintangi jalannya air.Karena itu jalannya air terpaksa melalui protoplast

    hidup. Protoplast ini dapat mengatur jalannya air.

    5. Silinder Pusat

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    3/32

    Bagian yang terpenting dalam silinder pusat ialah pembuluh-pembuluh. Ikatan pembuluh

    kayu yang tersusun atas jari-jari.letaknya bergiliran dengan ikatan buluh tapis,di antaranya

    terdapat parenkim.

    Akar monokotil tidak bertambah besar,dibagian-bagian yang lebih tua,dinding sel

    endodermis bertambah tebal serta terendam bahan kayu,sehingga tidak dapat kemasukan air.Akan tetapi beberapa yang letaknya berhadapan dengan buluh kayu,dindingnya tidak

    bertambah tebal dan memungkinkan air masuk dari kulit ke dalam buluh kayu.

    B. Anatomi Batang

    Bagian dari suatu batang secara berturutan dari luar ke dalam: epidermis batang

    (kadang sudah digantikan fungsinya oleh jaringan gabus), jaringan korteks, berkas

    pengangkut dan empulur batang. Pada batang monokotil jaringan pengangkut tersusun dalam

    berkas-berkas dan tersebar di seluruh permukaan batang. Diantara berkas-berkas pengangkut

    tersebut dikelilingi oleh jaringan parenkim.

    Daerah parenkim kortek banyak ditemukan variasi sel parenkim baik sebagai parenkim

    penimbun, sel batu ataupun parenkim kelenjar. Sel dan kelenjar minyak, sel dan ruang lendir,benda-benda ergastik banyak ditemukan di daerah kortek ini. Sel sklerenkim (serabut) dan sel

    sklereida (sel batu) kadang ditemukan juga.

    1. Kulit Luar

    Kulit luar terdiri dari selapis sel,antar sel tidak terdapat. Bagian luar biasanya dindingnya

    lebih tebal,dengan demikian kulit luar melindungi jaringan-jaringan yang lebih lembut.

    Dinding luar, kutikula diliputi semacam bahan gabus,yang disebut kutin. Kutikula tidak dapat

    kemasukan air dan melindungi batang agar tidak cepat kering.

    2. Parenkim

    Parenkim berdinnding tipis,antar sel berguna untuk pemasukan gas,terutama zat asam yang

    perlu untuk bernafas. Kerap kali juga terdapat rongga-rongga hawa yang lebih besar. Di

    laptsan luar,di bawah kulit luar terdapat jaringan penunjang guna menambah kekuatan

    tanaman.

    3. Ikatan pembuluh

    Pada tanaman monocotil jalannya ikatan pembuluh tidak sejajar dengan muka batang. Kalau

    kita ikuti jalannya ke bawah maka akan tampak hal-hak sebagai berikut: dari daun ikatan

    pembuluh tersebut menuju ke tengah-tengah batang dan membelok dan dengan jalan serong

    menuju muka batang,makin ke bawah ikatan pembuluh makin bertambah kecil. Di dalampenampang melintang tampak pembuluh-pembuluh besar di muka batang,sedangkan di

    mukabatang tampak pembuluh yang lebih kecil. Letak ikatannya tersebar.

    Batang Monocotil

    Pertumbuhan sekunder biasanya tidak begitu tampak pada batang monocotil. Pada

    umumnya ikatan pembuluh tersebar pada seluruh stele. Endodermis kurang,batas antara

    korteks,pericycle,dan empulur tidak jelas.Pertumbuhan sekunder pada monocotil,di sini

    jaringan sekunder yang terbentuk sangat berbeda dengan dikotil. Kambium tidak membentuk

    xylem dan floem ke dalam tetapi membentuk ikatan pembuluh kolateral atau amphiyasal

    dalam jaringan parenkimatis.

    C. Anatomi Daun

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    4/32

    Daun terdiri dari jaringan epidermis, daging daun (mesofil) dan berkas pengangkut.

    Epidermis daun memiliki banyak variasi bentuk dan derivatnya. Pada kenampakan melintang,

    sel epidermis daun yang terletak paling luar dilapisi oleh selapis kutikula. Mesofil daun yang

    terdiri dari sel-sel parenkim, pada tumbuhan monokotil tidak dijumpai adanya differensiasi

    spons parenkim dan parenkim palisade seperti halnya pada daun tumbuhan dikotil.

    1. Epidermis

    Epidermis menyelubungi jaringan daun sebagai lapisan pelindung yang hanya terbuka pada

    stomata dan hydatoda. Epidermis sangat penting karena jaringan mesofil sangat lunak dan

    mudah rusak. Fungsi epidermis ini dalah pelindung dari kekeringan, penunjang jaringan

    palisade dan menyalurkan produk antara mesofil dan tulang daun.

    2. Mesofil

    Jaringan fotosintetik antara epidermis atas dan bawah disebut jaringan mesofil dan tersusun

    oleh sel-sel parenkim berdinding tipis.Bentuk dan susunan sel mesofil bervariasi,tetapi pada

    umumnya dapat dikelompokan menjadi dua yaitu: sel palisade dan spon. Sel palisade,sel nyamemanjang dan silindris dan tersusun secara teratur berdempetan. Pada jaringan spon,bentuk

    selnya agak tidak teratur dan mempunyai rongga udara cukup besar.Khloroplast pada mesofil

    umumnya terletak pada seberang dinding sel.

    3. Berkas Pengangkut

    Berkas pengangkut terdapat di dalam tulang daun,bercabang banyak,pada beberapa cabang

    berhubungan membentuk sebuah jala. Di seluruh daun terdapat pipa-pipa kecil,yang

    mengurus pengangkutan air dan bahan-bahan organic yang dibuat di dalam daun untuk

    disalurkan ke bagian-bagian lain.

    FISIOLOGI KAEMPFERIA GALANGA (KENCUR)

    Fotosintesis

    Kaempferia galangal termasuk dalam sintesis C4. Sintasis C4 diawali

    fiksasi CO2 oleh enzim karboksilase PEP ke PEP (fosfenol piruvat) di khloroplast

    jaringan mesofil. Produk fiksasi CO2 adalah oksaloasetat yaitu asam berkarbon

    empat:

    PEP + CO2 oksaloasetat

    Oksaloasetat diubah menjadi malat,aspartat asam malat, atau

    aspartat,kemudian ditranspor dari khloroplast ke berkas selubung. Malat

    kemudian diubah menjadi piruvat dengan membebaskan CO2. Molekul CO2

    masuk ke dalam siklus Calvin,sedangkan piruvat berdifusi ke jaringan mesofil

    dan bergabung dengan sebuah fosfat yang berasal dari ATP untuk

    memperbaharui PEP.

    Pada suhu 45C atau lebih tinggi,tumbuhan dengan sintesis C4

    menghasilkan enam kali lebih banyak glukosa daripada tumbuhan C3 pada

    lingkungan yang kekurangan air dan nutrisi yang terbatas.

    http://andre2341.blogspot.com/2012/06/fisiologi-kaempferia-galanga-kencur.htmlhttp://andre2341.blogspot.com/2012/06/fisiologi-kaempferia-galanga-kencur.html
  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    5/32

    Perbedaan tumbuhan C3 dan C4 adalah cara kedua tumbuhan memfiksasi

    CO2. Pada tumbuhan C3,CO2 hanya difiksasi RuBP leh karboksilase RuBP.

    Karboksilase RuBP hanya bekerja apabila CO2 jumlahnya berlimpah. Tetapi pada

    sintesis C4,enzim karboksilase PEP memfiksasi CO2 pada akseptor karbon lain

    yaitu PEP. Karboksilase PEP memiliki daya ikat yang lebih tinggi terhadap CO2

    daripada karboksilase RuBP. Oleh karena itu,tingkat CO2 menjadi sangat rendahpada tumbuhan C4,jauh lebih rendah daripada konsentrasi udara normal dan

    CO2 masih dapat terfiksasi ke PEP oleh enzim karboksilase PEP. Sistem

    perangkap C4 bekerja pada konsentrasi CO2 yang jauh lebih rendah.

    Tumbuhan C4 teramat khusus teradaptasi pada habitat dengan suhu siang

    yang tinggi,kelembaban tanah yang rendah,dan sinar matahari yang terik.Daun

    tumbuhan C4 memiliki cirri-ciri khusus yang disebut anatomy kranz. Daun

    tersebut mengandung mesofil dan berkas sel selubung. Kedua jenis sel tersebut

    mengandung khoroplast. Berkas sel selubung pada tanaman C3 dan CAM tidak

    mengandung khloroplat.

    Kandungan Kimia

    Saponin,flavanoid,polifenol,minyak atsiri.Rimpang kencur mengandung

    alkaloid,minyak atsiri,mineral,gom. Disamping itu kencur juga mengandung etil

    asetat,p-metoksiteren,paraffin,kamfen,Karen dan borneol.

    Kegunaan Kencur

    Kencur terutama dipakai sebagai rempah-rempah dalam pembuatan beberapa

    jenis makanan dan kedua sebagai obat. Orang sunda memakan bagian muda di

    bawah tanah sebagai lalab. Kencur Dapat juga dioleskan pada bengkak-bengkak

    dan sakit reumatik otot. Di campur dengan tepung beras lalu dipersas airnya

    dapat digunakan sebagai obat batuk. Selain iti kencur juga dapat untuk obat

    sakit perut.

    http://www.farmasi.usd.ac.id/projects/simplisia/index.php/detail_simplisia/61

    Kaempferiae Rhizoma (Kencur) erma putri

    Nama Daerah

    Sumatra : Ceuko (Aceh), Tekur (Gayo), Kaciwer (Batak), Cakue (Minangkabau), Cokur

    (Lampung)

    http://www.farmasi.usd.ac.id/projects/simplisia/index.php/detail_simplisia/61http://www.farmasi.usd.ac.id/projects/simplisia/index.php/detail_simplisia/61
  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    6/32

    Jawa : cikur (Sunda),Kencur (Jawa), Kencor (Madura)

    Nusa Tenggara : Cekuh (Bali), Cekur (Sasak), Cekir (Sumba)

    Sulawesi : Kencur, cekuru (Makasar), ceku (bugis)

    Irian : Ukap (Marind)

    Pemerian

    Bau khas aromatik; rasa pedas, hangat, agak pahit. Akhirnya menimbulkan rasa tebal

    Pemeriksaan Makroskopik

    Kepingan : Pipih : bentuk hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan; tebal keping 1

    mm sampai 4 mm, panjang 1 cm sampai 5 cm, lebar 0,5 cm sampai 3 cm; bagian tepi

    berombak dan berkeriput, warna coklat sampai coklat kemerahan, bagian tengah berwarna

    putih sampai putih kecoklatan. Korteks : sempit, lebar lebih kurang 2 mm; warna putih;

    berkas pembuluh tersebar tampak sebagai bintik-bintik berwarna kelabu atau keunguan.

    Silinder pusat : lebar, banyak tersebar berkas pembuluh seperti pada korteks. Berkas

    patahan : rata, berdebu, berwarna putih.

    Pemeriksaan Mikroskopik

    Periderm : terdiri dari 5 sampai 7 lapis sel, sel berbentuk segi panjang berdinding tipis.

    Jaringan parenkim korteks : terdapat dibawah periderm, sel parenkim isodiametrik,

    berdinding tipis, berisi butir-butir pati, sel idioblas minyak berbentuk hampir bulat danbergaris tengah 50 m sampai 100 m, dalam idioblas minyak terdapat minyak yang tidak

    berwarna sampai berwarna putih semu kekuningan. Butir pati : umumnya tunggal, besar,

    bentuk bulat, bulat telur atau bulat telur tidak beraturan dengan salah satu ujungnya

    mempunyai puting, lamela dan hilus tidak jelas; panjang butir pati 10 m sampai 40 m,

    umumnya 25 m. Berkas pembuluh : tersebar dalam korteks dan silinder pusat; pembuluh

    kayu terdiri dari pembuluh spiral, pembuluh tangga dan pembuluh jala, tidak berlignin.

    Endodermis : mempunyai dinding radial yang berisi butir pati dan idiobals minyak seperti

    pada korteks, berkas pembuluh dibawah endodermis tersusun teratu dalam satu lingkaran dan

    berdekatan satu sama lainnya.

    Serbuk : warna putih, putih kecoklatan sampai ciklat. Fragmen pengenal adalah butir patiyang hampir bulat dengan puting atau sisi bersudut; idioblas minyak; oleoresin berbentuk

    gumpalan atau tetesan kecil yang dengan yodium LP warnanya menjadi coklat kekuningan:

    fragmen periderm: pembuluh kayu.

    Cara Identifikasi

    a. Pada 2 mg serbuk rimpang tambahkan 5 tetes asam sulfat P : terjadi warna coklat tua

    b. Pada 2 mg serbuk rimpang tambahkan 5 tetes asam sulfat encer P ; terjadi warna coklat.

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    7/32

    c. Pada 2 mg serbuk rimpang tambahkan 5 tetes larutan kalium hidroksida P 5% b/v; terjadi

    warna kuning coklat.

    d. Pada 2 mg serbuk rimpang tambahkan 5 tetes larutan natrium hidroksida P 5% b/v; terjadi

    warna kuning jingga

    e. Pada 2 mg serbuk rimpang tambahkan 5 tetes amonia (25%) P; terjadi warna kecoklatan

    Uji Kemurnian Klik untuk melihat.

    Kadar abu tidak lebih dari 8%

    Kadar abu yang tidak larut dalam asam tidak lebih dari 2,2 %

    Kadar sari yang tidak larut dalam air tidak kurang dari 14%

    Kadar sari yang larut dalam etanol tidak kurang dari 4%

    Bahan organik asing tidak lebih dari 2%

    Kegunaan

    Roboransia

    Kandungan Senyawa

    minyak atsiri 2,4% sampai 3,9%

    http://abuanjeli.wordpress.com/2010/10/17/a048/

    KAPULAGA

    KAPULAGA (Amomum cardamomum Willd.)17 Oktober 2010 abuanjeli

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    8/32

    Botani

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    9/32

    Sinonim : Amomum kapulaga Sprague

    Amomum compactum Solad ex Maton

    Alpinia striata Horst.

    Cardamomum minum Rumph.

    Elettaria cardamomum Maton

    Elettaria majorSmith.

    Klasifikasi

    Divisi : SpermatophytaSub Divisi : AngiospermaeKelas : MonocotyledoneaeBangsa : ZingiberalesSuku : Zingiberaceae

    Marga : AmomumJenis :Amomum cardamomum Willd.

    Nama

    Umum/Dagang: Kapulaga.Sumatera : Roude cardemom (Aceh); Kapulaga (Melayu); Pelaga

    puwar (Minangkabau).Jawa : Kapol, Kapol sebrang, Pelaga Palago (Sunda);

    Kapulaga; Kapulogo sabrang, Pulogo, Kapol sabrang

    (Jawa); Kapulaga; Kapolagha, Palagha (Madura).Bali : Kapolagha, korkolaka.Sulawesi : Kapulaga (Makasar); Gandimong, Gandimong (Bugis).Asia : Pelaga (Malaysia), Luk grawan (Thailand).Eropa : Cardamom (Inggris).

    Deskripsi

    Habitus : Tumbuhan berupa herba tahunan, tingginya dapat

    mencapai 1 5 meter.Batang : Semu, bulat, membentuk anakan, hijau.Daun : Daun tunggal, tersebar, berwarna hijau tua. Helai

    daun licin atau agak berbulu, berbentuk lanset atau

    tombak, dengan pangkal dan ujung runcing, dan tepi

    daun rata. Panjang daun sekitar 30 60 cm, dan

    lebarnya 10 12 cm. Pertulangan menyirip.

    Tangkai daun sangat pendek. Panjang pelepah dan

    tangkai daun sekitar 1 1 meter. Antara palepah

    dan helai daun terdapat lidah yang ujungnya tumpul,panjang sekitar cm.

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    10/32

    Bunga : Perbungaan berupa bulir (bongkol) yang kecil terletak

    di ujung batang, berwarna putih atau putih

    kekuningan. Tangkai bunga muncul dari umbi batang,

    menjuntai, ramping. Kelopak panjang, lebih kurang 1 1 cm, berbulu, berwarna hijau. Bunga berwarna

    putih, bergaris-garis lembayung, dengan

    warna kemerah-merahan di bagian tengahnya.

    Mahkota berbentuk tabung, panjang 1 1 cm,

    berwarna putih atau putih kekuningan. Taju biasanya

    lebih panjang dari tabungnya. Bibir bunga berwarna

    biru berlajur putih, tepinya kuning. Benang sari

    panjangnya 1 1 cm, kepala sari bentuk

    elips, panjang sekitar 2 mm. Tangkai putik tidak

    berbulu, kepala putik berbulu, berbentuk mangkok.Buah : Buahnya berupa buah kotak, terdapat, dalam tandan

    kecil-kecil dan pendek. Buah bulat memanjang,

    berlekuk, bersegi tiga, agak pipih, kadang-kadang

    berbulu, berwarna putih kekuningan atau kuning

    kelabu. Buah beruang 3, setiap ruang dipisahkan oleh

    selaput tipis setebal kertas. Tiap ruang berisi 5 - 7 biji

    kecil-kecil, berwarna coklat atau hitam, beraroma

    harum yang khas. Dalam ruang biji-biji ini tersusun

    memanjang 2 baris, melekat satu sama lain.Biji : Kecil, hitam.Akar : Akar serabut, berwarna putih kotor. Rimpang bulat

    panjang, bercabang simpodial, berwarna putih

    kekuningan. Pada awalnya cabang-cabang rimpang ini

    dibungkus oleh sisik-sisik yang pendek. Semua

    bagian dari tumbuhan ini berbau harum..

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    11/32

    Gambar 48.Amomum cardamomum Willd.

    Ekologi dan PersebaranTumbuh bergerombol, membentuk banyak anakan. Batang semu

    yang tersusun oleh pelepah-pelepah daun, berbentuk silindris,

    berwarna hijau. Umbi batang agak besar dan gemuk. Tumbuh liar di

    hutan primer dan hutan jati, di daerah pegunungan yang rendah dan

    tanahnya agak basah, bercurah hujar tinggi, atau di daerah yang

    selalu berawan, pada ketinggian 200 1.000 m di atas permukaan

    laut.

    Tumbuh subur di bawah naungan pohon-pohon kayu hutan, di

    tempat-tempat yang sangat terlindung. Tumbuhan ini juga banyak

    dibudidayakan, sebab buahnya dipergunakan sebagai rempah pada

    berbagai jenis masakan.

    Tumbuhan ini tersebar hampir di seluruh Indonesia, terutama di

    Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Selain di Indonesia, kapulaga

    banyak ditemukan di Srilangka, India, Guatemala, Tanzania, Papua

    Nugini, dan Malabar.

    Penggunaan Tradisional

    Air rebusan seluruh bagian tanaman digunakan untuk obat kuat

    bagi orang yang merasa lemas atau lemah akibat kecapaian. Juga

    berguna bagi orang yang berpenyakit encok atau rematik. Kadang-

    kadang juga digunakan sebagai afrodisiaka (untuk meningkatkan

    libido). Air rebusan batang digunakan sebagai obat menurunkan panas

    http://abuanjeli.files.wordpress.com/2010/10/a-048.jpg
  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    12/32

    (demam). Buahnya dipergunakan untuk bahan penyedap dan penyegar

    makanan dan minuman.

    Buah juga berkhasiat menghilangkan rasa gatal pada

    tenggorokan, sebagai obat batuk, dan obat sakit perut.

    Rimpang sering digunakan untuk menghilangkan bau mulut, untuk

    obat batuk, dan menurunkan panas (sebagai antipiretikum). Rimpang

    yang dikeringkan, digiling, 1alu direbus dapat menjadi minuman

    penghangat bagi orang yang kedinginan, terutama bagi yang tinggal di

    pegunungan, di daerah beriklim dingin atau di hutan yang sangat

    lembab. Minuman ini sekaligus dapat mengobati sakit panas dalam.

    Khasiat

    Semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan mulai dari batang,

    buah, hingga rimpang. Buah Amomum cardamomum berkhasiat

    sebagai obat batuk dan obat perut kembung.

    Obat batuk : a) Dipakai 6 gram buah Amomum cardamomum, dicuci

    dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan

    diminum sekaligus.; b) Biji kapulaga dicuci, dikunyak-kunyah.

    Cairannya ditelan.

    Batuk pada anak-anak : 15 butir buah kapulaga, 2 cabai jawa, 10 iris

    lempuyang, 5 cm kayu manis dicuci. Dua bawang merah dikupas,

    dicuci, diparut. Diseduh dengan liter air, tutup tempatnya. Diminum

    setiap 2 jam sampai sembuh.

    Perut kembung : 5 biji kapulaga dicuci, 5 iris jahe dicuci sebelum

    diiris. Rebus dengan segelas air sampai airnya tinggalsetengah. Setelah dingin diminum satu kali sehari.

    Mual : 5 biji kapulaga, sepotong kencur 3 cm, cuci, lumatkan. Seduh

    dengan segelas air Sesudah dingin disaring dan airnya diminum.

    Radang tenggorok : 10 buah kapulaga, sepotong kunyit 5 cm dicuci,

    dimemarkan, diseduh dengan segelas air. Setelah dingin disaring,

    airnya separuh diminum pagi, separuh lagi malam. Diulangi selama

    beberapa hari.

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    13/32

    Bau mulut : 8 buah kapulaga, 1 cangkir daun pegagan dicuci lalu

    diseduh dengan gelas air, tutupi. Setelah dingin, disaring dan

    diminum pagi-pagi pada saat perut masih kosong.

    Perut mulas karena kedinginan : 4 buah kapulaga dicuci, direbus

    dengan segelas air sampai airnya tinggal setengah. Saring, minum

    hangat-hangat.

    Kandungan Kimia

    Buahnya mengandung minyak atsiri yang terutama mengandung

    sineol, terpineol, dan borneol. Kadar sineol dalam buah lebih kurang

    12%. Di samping itu buah kapulaga banyak mengandung saponin,

    flavonoida, senyawa-senyawa polifenol, mangan, pati, gula, lemak,

    protein, dan silikat.

    Biji mengandung 3 7% minyak atsiri yang terdiri atas terpineol,

    terpinil asetat, sineol, alfa borneol, dan beta kamfer. Di samping itu

    biji juga mengandung minyak lemak, protein, kalsium oksalat, dan

    asam kersik. Dengan penyulingan dari biji diperoleh minyak atsiri yang

    disebut Oleum Cardamomi yang digunakan sebagai stimulans dan

    pemberi aroma.

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    14/32

    Guazuma ulmifolia

    Guazuma Ulmifolia Lamk

    A. Nama Tumbuhan

    1. Nama Ilmiah : Guazuma Ulmifolia Lamk

    2. Sinonim : Guazuma tementosa Kunth

    3. Nama Lokal : Jati Belanda, Jati londo

    4. Familia : Sterculiaceae

    5. Ordo : Malvales

    6. Simplisia : Guazumae Folium

    B. Ciri Umum 1. Habitus : Pohon tinggi dapat mencapai

    10 m 2. Batang : Keras, bulat permukaan kasar

    warna hijau keputihan banyak alur

    berkayu 3. Percabangan : Monopodial

    C. Daun

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    15/32

    1. Jenis Daun :Tunggal

    2. Filotaksis : Ovalis

    3. Bentuk & Ukuran : Ovalis panjang 10-16 cm, lebar 3-6,5 cm

    4. Margo Folii : Bergerigi (serratus)

    5. Basis Folii : Melekuk

    6. Apex Folii : Runcing (Acutus)7. Permukaan Daun a. Warna : atas : Hijau

    bawah : Hijau lebih muda b. Tekstur : atas :

    Kasar bawah : Kasar

    8. Nervatio : Penninervis

    9. Stipulae : Stipula intrapetioler

    10. Catatan Tambahan : Daunnya rasanya kelat

    D. Bunga

    1. Bentuk Bunga : Bunga bulat, aktinomorf

    2. Jumlah & warna sepal : 3-5

    3. Jumlah & warna petal : Petal kecil (direduksikan)4. Jumlah Stamen :Dua lingkaran yang luar menjadi staminodia

    5. Kedudukan Ovarium : Superior

    6. Infloresensi : -

    7. Braktea/Brakteola : -

    8. Rumus Bunga : -

    E. Buah

    1. Tipe Buah : Drupa

    2. Bentuk & Ukuran : Bulat,keras

    3. Warna : bila masih muda hijau bila sudah tua hitam

    F. Lain-lain1. Getah & Warna Getah : -

    2. Bau (aromatik dll) : -

    3. Sulur : -

    4. Duri : -

    5. Umbi : -

    6. Rhizoma : - Pembahasan Guazuma ulmifolia Lamk atau

    yang dikenal di Indonesia dengan nama jati belanda, merupakan tanaman yang

    tumbuh baik di iklim tropis seperti negara kita ini. Tanaman dari kelas

    Dicotyledonae ini termasuk dalam ordo Malvales famili Sterculiaceae. Tanaman

    ini tumbuh di dataran rendah sampai dengan ketinggian 800 mdpl. Jati belandabiasanya ditanam sebagai pohon peneduh, tanaman pekarangan atau tumbuh

    liar begitu saja.

    Jati belanda atau jati londo dalam bahasa Jawa, dan dikenal dengan nama

    bastard cadar dalam bahasa Inggris, merupakan pohon dengan tinggi kurang

    lebih 10 m yang berbatang keras, berkayu bulat dengan permukaan batang

    yang kasar, dan berwarna coklat kehijauan, banyak alur berkayu dan

    percabangan monop[odial. Daunnya berbentuk bulat telur berwarna hijau

    dengan pinggiran bergerigi, permukaan kasar, ujung rucing, pangkal berlekuk,

    pertulangan menyirip berseling, dan berukuran panjang10-16 cm serta lebar 3-6 cm ada stipula intrapetiolus. Bunganya,berbentuk bulat

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    16/32

    aktinomorf, jumlah sepal 3-5, petal kecil/direduksikan, Stamen membentuk dua

    lingkaran dengan lingkaran yang luar menjadi staminodia ,ovarium superior .

    Buah dari tanaman ini berbentuk bulat, keras(drupa), memiliki lima ruang,

    permukaan tidak rata berwarna hijau ketika muda dan berubah menjadi cokelat

    kehitaman setelah tua.

    Nama Tumbuhan: Guazuma Ulmifolia

    1. Frekuensi pemakaian (jarang, sering, sering sekali) Sering bila digunakan

    sebagai pelangsing dan obat diare (2 kali sehari pagi dan sore)

    2. Formula dalam Ramuan -

    Melasingkan badan. a. Daun

    7 lembar ditambah sepotong rimpang bengle,cuci lalu rebus dengan 1,5 gelas

    air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin disaring, bagi untuk dua kali minum,

    pagi dan sore hari. b. Daun dikeringkan, digiling jadi serbuk. Ambil 20 gram

    serbuk, sedu dengan air panas, saring, minum, sehari dua kali. -

    Diare, sakit perut,kolera, penyembelit. a. Biji disangrai, ditumbuk halus,direbus, minum. b. Daun jati belanda kering digiling untuk dijadikan serbuk.

    Ambil 20 gr serbuk ini dan seduh dengan air panas. Kemudian saring dan minum

    dua kali sehari. Jika suka, bisa dicampur kencur dan madu secukupnya. Catatan:

    Orang yang bermasalah dengan ginjal sebaiknya menghindari ramuan ini. -

    Peluruhkolesterol

    Ambil beberapa lembar daun jati belanda kering. Seduh dengan air panas

    secukupnya, seperti membuat teh. Saring sebelum diminum. Agar tidak hambar,

    tambahkan satu sendok madu atau gula batu. -

    Astringens Kulit dalam, kulit danbiji. Dengan jalan direbus -

    Batuk. Makan buah jati belandamasak yang berwarna hitam. -Perut kembung, rasa sesak di daerah lambung

    12 biji dibakar,ditumbuk, tambah 1 tetes minyak adas, minum.

    3. Kultivasin dan Pemanenan Tanaman ini biasanya diperbanyak dengan biji,

    cara memperbanyak dengan cangkok masih sulit dilakukan dengan tingkat

    keberhasilan 50 persen. Ditambah lagi, cara setek dengan perlakuan khusus

    sekalipun belum banyak membantu. Daun Jati belanda akan siap dipanen ketika

    pohon sudah berumur 2-3 tahun dan akan berbuah setelah berumur kurang lebih

    5-6 tahun dan dapat terus dipanen bila daunnya sudah terbuka secara

    sempurna.

    4. Kandungan senyawa Kimia Kandungan utamanya yaitu tanin dan musilago.Kandungan lainnya yaitu damar, resin, flavonoid, karotenoid, asam fenolat, zat

    pahit, karbohidrat, kafein, terpen, juga senyawa senyawa lain seperti sterol,

    beta-sitosterol, friedelin-3-alfa-asetat, friedelin -3-beta-ol, alkoloida serta

    karbohidrat dan minyak lemak.

    5. Efek Farmakologi Daun guazuma memiliki efek melangsingkan tubuh

    dengan mekanisme Tanin yang banyak terkandung di bagian daun,

    mampu mengurangi penyerapan makanan dengan cara mengendapkan mukosa

    protein yang ada dalam permukaan usus. Sementara itu, musilago yang

    berbentuk lendir bersifat sebagai pelicin. Dengan adanya musilago, absorbsi

    usus terhadap makanan dapat dikurangi. Daun Guazuma sebagai penurunakoleestrol dijelaskan dalam beberapa teori antara lain: , kolesterol yang

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    17/32

    terbentuk menjadi asam empedu berikatan dengan damar dan segera dieksresi

    melalui feses. Cepatnya asam empedu dieksresikan oleh tubuh akan disertai

    oleh cepatnya pembentukan asam empedu sehingga kolesterol dalam tubuh

    segera diubah menjadi asam empedu. Dengan demikian, proses ini akan

    mengurangi kadar kolesterol. Sementara itu, bahan simplisia yang

    digunakan berkhasiat meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakarantimbunan lemak dalam tubuh akan meningkat. Dengan demikian akan

    mengurangi kadar lemak tubuh. Ini berarti akan mengurangi terbentuknya

    kolesterol karena lemak merupakan faktor risiko tinggi terhadap kolesterol.

    Pemberian ekstrak daun jati belanda juga berdampak pada peningkatan HDL.

    HDL dapat menurunkan kadar kolesterol dalam sel dengan cara mengambil

    kelebihan kolesterol dari jaringan untuk kemudian diproses di hati lalu dibuang

    bersama cairan empedu. Efek Farmakologi yang lain adalah: astringen,

    ekspektoran, antidiare, diaforetik, elephantiasis, antidiare, karmin

    Guazuma ulmifolia Lamk. (Jati Belanda)

    Klasifikasi:

    Regnum : Plantae

    Divisio : Spermatophyta

    Sub Divisio : Angiospermae

    Kelas : Dicotyledoneae

    Sub Kelas : Dialypetalae

    Bangsa : Malvales/Colunniferae

    Famili : Sterculiaceae

    Genus : Guazuma

    Spesies : Guazuma ulmifolia Lamk.

    http://3.bp.blogspot.com/-VixLL0N4sMg/T9v9LDg3MkI/AAAAAAAABmA/zXDbJ3LvK68/s1600/Guazuma+ulmifolia+Lamk..jpg
  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    18/32

    Deskripsi:

    Termasuk dalam famili Sterculiaceae, nama daerah jenis ini di Sumatera: jati

    belanda (Melayu); Jawa: jati londo (Jawa Tengah). Tumbuhan ini berhabituspohon, tinggi bisa mencapai 20 m, ditanam sebagai pohon peneduh, tanaman

    pekarangan atau tumbuhan liar. Tumbuh pada daerah dataran rendah sampai

    ketinggian 800 mdpl. Daun tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat penurun

    kadar kolesterol dengan kandungan kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin,

    lendir dan damar. Ramuan: 20 gram daun dan 1 gelas air. Cara pembuatan dan

    pemakaian: ambil 20 gram serbuk daun Guazuma ulmifolia, diseduh dengan 1

    gelas air matang panas, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sehari

    dua kali sama banyak pagi dan sore. Jati belanda atau jati londo dalam bahasa

    Jawa, dan dikenal dengan nama bastard cadar dalam bahasa Inggris, merupakan

    pohon yang berbatang keras bercabang, berkayu bulat dengan permukaanbatang yang kasar, dan berwarna coklat kehijauan. Daunnya berbentuk bulat

    telur berwarna hijau dengan pinggiran bergerigi, permukaan kasar, ujung rucing,

    pangkal berlekuk, pertulangan menyirip berseling, dan berukuran panjang 10-16

    cm serta lebar 3-6 cm. Bunganya, berwarna kuning, berbau wangi serta memiliki

    titik merah di bagian tengah, berbentuk mayang dan muncul di ketiak daun.

    Buah dari tanaman ini berbentuk bulat, keras, memiliki lima ruang, permukaan

    tidak rata berwarna hijau ketika muda dan berubah menjadi cokelat kehitaman

    setelah tua.Tanaman ini biasanya diperbanyak dengan biji, cara memperbanyak

    dengan cangkok masih sulit dilakukan dengan tingkat keberhasilan 50 persen.

    Ditambah lagi, cara setek dengan perlakuan khusus sekalipun belum banyakmembantu. Daun Jati belanda akan siap dipanen ketika pohon sudah berumur 2-

    3 tahun dan akan berbuah setelah berumur kurang lebih 5-6 tahun.

    Guazuma ulmifoilia Lamk (Daun Jati Belanda)

    Nama Daerah

    Sumatra : jati Belanda (Melayu); Jawa : Jati Londa, jatos landi (jawa)

    http://4.bp.blogspot.com/-NRng-KuOnl0/T9v9SIGUzSI/AAAAAAAABmI/tL522jjG2Z4/s1600/guazuma_ulmifolia.jpg
  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    19/32

    Pemerian

    Pemerian bau aromatik lemah; rasa agak kelat

    Pemeriksaan Makroskopik Klik untuk melihat.

    Makroskopik daun tunggal, bentuk bundar telur sampai lanset, panjang helai daun 4 cm

    sampai 22,5 cm, lebar 2 cm sampai 10 cm, pangkal daun berbentuk jantung yang kadang-

    kadang tidak setangkup, ujung daun meruncing, pinggir daun bergerigi, permukaan daun

    kasar, warna hijau kecoklatan sampai coklat muda; tangkai daun panjang 5 mm sampai 25

    mm.

    Pemeriksaan Mikroskopik Klik untuk melihat.

    Mikroskopik epidermis atas terdiri dari 1 lapis sel, berambut penutup dan berambut kelenjar.

    Sel epidermis besar, pada penampang tangensial tampak bentuk poligonal; kutikula agak

    tebal, tidak berstomata. Epidermis bawah terdiri dari 1 lapis sel, berstomata, berambut

    penutup dan berambut kelenjar. Sel epidermis bawah lebih kecil daripada epidermis atas,pada penampang tangensial tampak dinding samping bergelombang. Stomata tipe anisosotik,

    bentuk jorong, panjang 20 m sampai 40 m. Rambut penutup bentuk menyerupai bintang,

    terdiri dari beberapa rambut bersel tunggal yang berimpit pada bagian pangkalnya, dinding

    tebal tidak berwarna, panjang berbeda-beda, ruang rambut berwarna coklat. Rambut kelenjar

    terdiri dari 2 sampai 3 sel tangkai dan 3 sel kepala, 1 sel kepala lebih besar dari 2 sel lainnya.

    Mesofil terdiri dari jaringan palisade dan jaringan bunga karang. Di dalam mesofil terdapat

    hablur kalsium oksalat berbentuk prisma. Jaringan bungakarang tersusun rapat terdiri dari 2

    sampai 4 lapis sel. Berkas pembuluh tipe kolateral, disertai serabut sklerenkim dan serabut

    hablur yang berisi hablur kalsium oksalat berbentuk prisma. Hablur kalsium oksalat terdapat

    lebih banyak pada tulang daun daripada di mesofil. Pada parenkim tulang daun terdapat sel

    lendir atau saluran lendir.

    Serbuk : warna hijau tua kecoklatan. Fragmen pengenal adalah rambut penutup berbentuk

    bintang; rambut kelenjar; hablur kalsium oksalat berbentuk prisma; fragmen epidermis atas

    dan epidermis bawah; pembuluh kayu dengan penebalan tangga.

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    20/32

    Cara Identifikasi Klik untuk melihat.

    A. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes asam sulfat P; terjadi warna hitam coklat.

    B. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes asam sulfat 10 N; terjadi warna hijau muda.

    C. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes asam klorida pekat P; terjadi warna hijau.

    D. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes asam klorida encer P; terjadi warna hijau.

    E. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes larutan natrium hidroksida P 5%b/v; terjadi

    warna coklat kuning.

    F. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes larutan kalium hidroksida P 5% b/v; terjadi

    warna coklat hijau.

    G. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes amonia (25%) P; terjadi warna hijau.

    H. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes larutan kalium yodida P 6% b/v; terjadi warna

    coklat hijau

    I. Pada 2 mg serbuk daun tambahkan 5 tetes larutan besi (III) kloroda P 5% b/v; terjadi warna

    hijau.

    Uji Kemurnian Klik untuk melihat.

    Kadar abu tidak lebih dari 10,4%

    Kadar abu yang tidak larut dalam asam tidak lebih dari 2,3%

    Kadar sari yang larut dalam air tidak kurang dari 7,2%

    Kadar sari yang larut dalam etanol tidak kurang dari 3,7%

    Bahan organik asing tidak lebih dari 2%

    Kegunaan

    Penggunaan simplisia astringen

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    21/32

    Kandungan Senyawa

    Isi simplisia tanin, lendir, damar

    Referensi

    Data belum tersedia.

    CENGKEH EUGENIA CARYOPHYLLATA

    Eugenia aromatica

    Kerajaan : Plantae

    Filum : Magnoliophyta

    Kelas : Magnoliopsida

    Ordo : Myrtales

    Familia : Myrtaceae

    Genus : Syzygium

    Spesies : Syzygium aromaticum

    Cengkeh (Syzygium aromaticum, syn. Eugenia aromaticum)

    Tinggi : 10-20 m

    Lokal: cengkeh

    Sinonim : Eugenia caryophyllata thumb; caryophyllus aromaticus L;jambusa

    caryophyllus N. D.Z; syzygium aromaticum (L).

    Kandungan kimia : kuncup bunga dan daun Eugenia aromatika menggandung

    saponin,flavonoida dan tanin, di samping minyak atsiri.

    Khasiat : Sebagai pelega perut,obat batuk,dan sakit gigi berlubang. buah untuk.

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    22/32

    Daun : berbentuk bulat telur atau memanjang, dengan pangkal yang sering

    memeluk batang.

    Batang : pohon yang gemang 40 cm dan tinggi hingga 20 m .

    Akar : Tunggang.coklat.

    Bunga : majemuk malai,tumbuh di ujung batang kelopak berbentuk corong,pangkal

    berlekatan,mahkota bentuk bintang,panjang 4-5 mm,benang sari

    banyak,panjang + 5 mm, tangkai putik pendek, masih muda berwarna hijau setelah

    tua berwarna merah.

    Buah : buni,bulat telur,panjang 2-2,5 cm merah kehitaman.

    Biji : Kecil,diameter + 4 mm coklat muda.

    FISIOLOGI Eugenia Auromatica

    Fotosintesis

    Fotosintesis merupakan proses penmbentukan(sintesa) bahan organic dari

    bahan-bahan anorganik dengan bantuan tenaga cahaya.Eugenia Auromatica

    berfotosintesis sama seperti tumbuhan C3. Pada tumbuhan C3, fiksasi karbon

    awal terjadi melalui rubisko, enzim siklus Calvin yang menambahkan CO2 pada

    ribulosabisfosfat. Tumbuhan ini disebut tumbuhan C3 karena produk fiksasi

    karbon organic pertama ialah senyawa berkarbon tiga, 3-fosfogliserat.

    Tumbuhan ini memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada

    hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan

    mengurangi bahan ke siklus calvin. Hal ini membuat rubisko menerima O2 sebagai

    pengganti CO2. Karena konsentarsi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang

    udara di dalam daun, rubisko menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya

    CO2. Produknya kemudian terurai dan satu potong senyawa berkarbon dua dikirim

    keluar dari kloroplas. Mitokondria dan peroksisom kemudian memecah molekul

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    23/32

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    24/32

    c. Endodermis

    d. Silinder Pusat/Stele

    a. Epidermis

    Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah

    dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas

    menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas

    permukaan akar.

    b. Korteks

    Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga

    banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.

    c. Endodermis

    Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel

    endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan

    membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan

    selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder

    pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel

    U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-selendodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke

    silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.

    c.Silinder Pusat/Stele

    Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.

    Terdiri dari berbagai macam jaringan :

    - Persikel/Perikambium

    Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan

    persikel ke arah luar.

    - Berkas Pembuluh Angkut/Vasis

    Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari.

    Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.

    - Empulur

    Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari

    jaringan parenkim.

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    25/32

    1. Batang Dikotil

    Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :

    a. Epidermis

    Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel.

    Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang

    mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan

    gabus yang dibentuk dari kambium gabus.

    b. Korteks

    Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yangdekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam

    tersusun atas jaringan parenkim.

    c. Endodermis

    Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel,

    merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan

    Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis

    tumbuhan Gymnospermae.

    d. Stele/ Silinder Pusat

    Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut

    perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral

    yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan

    floem sebelah luar.

    Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan

    selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkutjuga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya

    dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah

    besarnya diameter batang.

    Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan

    menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air

    dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi

    pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    26/32

    lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-

    lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

    Anatomi daun dapat dibagi menjadi 3 bagian :

    1. Epidermis

    Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis

    bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi

    oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapat

    stoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas

    dari dan ke luar tubuh tumbuhan.

    2. Parenkim/Mesofil

    Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons

    (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. Jaringan pagar sel-

    selnya rapat sedang jaringan bunga karang sel-selnya agak renggang, sehingga

    masih terdapat ruang-ruang antar sel. Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada

    jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.

    3. Jaringan Pembuluh

    Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat didalam tulang daun dan urat-urat daun.

    http://toiusd.multiply.com/journal/item/55/Foeniculum-Vulgare068114048?

    &show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

    FoeniculumVulgare

    Nama spesies: Foeniculum vulgare Mill.

    Nama lokal: Adas

    Deskripsi

    Tanaman : Perdu, tahunan, tingi 2 m.

    Batang :Berlubang, beruas, beralur, percabangan monopodial, hijau keputih-putihan.

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    27/32

    Daun :Majemuk, menyiripganda, benluk jarum, ujung dan

    pangkal runcing, tepi rata. panjang 30-50 cm, lebar

    15-25 cm, panjang pelepah 5-7 cm, hijau muda,

    htjau.

    Letak daun :berseling, majemuk menyirip ganda dua

    Bunga :Majemuk, bentuk payung, lumbuh di ujung balang,

    kelopak bentuk tabung, hijau, daun mahkota lima,

    kuning.

    Batang :Bentuk lonjong, beralur, panjang 6-10 m, lebar

    3-4 mm, masih muda hijau setelah tua hijau keabuabuan.

    Akar :Tunggang, putih.

    AnatomiFoeniculum vulgare

    Makroskopik. Kremokarp berbentuk memanjang,ujung pipih,gundul,stilopodium pendek

    bercabang dua, buah yang utuh umumnya bertangkai,warna coklat kehijauan atau coklat

    kekuningan hingga coklat,panjang sampai 10 mm,lebat sampai 4mm. Merikarp mempunyai 5

    rusuk primer, menonjol, warna kekuningan, prmukaan bidang lekat merikarp tidak beralur.

    Perikarp pada irisan melintang tampak 2 saluran tampak 2 saluran minyak pada bidang lekat

    merikarp dan 4 saluran minyak pada lekukan yang terdapat diantara rusuk primer,pada tiap

    rusuk terdapat satu berkas pembuluh. Embrio kecil, terletak pada ujung atas endosperm.

    Endosperm berisi banyak minyak.

    Makroskopik. Epikarp terdiri dari 1 lapis sel tetrahedral atau polyhedral, kutikula tidak

    bergaris, stomata bertipe anomositik(Ranucunlaceae). Mesokarp umumnya parenkimatik, di

    mesokarp daerah rusuk terdapat berkas pembuluh fibrovasal dengan serabut sklerenkim

    bernoktah sempit dan berlignin. Di sekitar berkas pembuluh terdapat parenkim berwarna

    kecoklatan dengan diding sel berpenebalan jala dan berlignin. Saluran minyak atau vitae

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    28/32

    dengan satu lapis epithelium berwarna coklat endocarp terdiri dari 1 lapis sel pipih. Pada

    penampanag tagensial tampak sebagai sel-sel berbentuk tersusun dalma kelompok-kelompok

    sel yang berlawana arah. Kulit terdiri dari ilapis sel terentang tagensial. Endosperm terdiri

    dari sel-sel parenkim bentuk polyhedral, dinding tebal tidak berlignin , berisi minyak lemak

    dan butir-butir aleueron yang berisi hablur kalsium oksalat berbentuk roset.

    Serbuk: warna coklat kekuningan. Fragmen pengenal adalah jaringa endosperm berdinding

    tebal, berisi minyak lemak dan butir-butir aleuron yang berisi hablur kalsium oksalat

    berbentuk roset kecil; saluran minyak berwarna kuninga atau kecoklatan parenkim

    berpenebalan jala berwarna kecoklatan, serabut bernoktah sempit; endocarp dengan

    kelompok sel-sel berbentuj hamper tetrahedral tersusun berlainan arah. Tidak terdapat rambut

    atau pati.

    Superregnum: Eukarya

    Regnum: Plantae

    Divisio: Magnoliophyta

    Classis: Magnoliopsida

    Ordo: Apiales

    Familia: Apiaceae

    Subfamilia: Apioideae

    Tribus: Incertae sedis

    Genus: Foeniculum

    Species: F. vulgare

    Subspecies: F. v. subsp. piperitum - F. v. subsp. vulgare - F. v. subsp. vulgare - F. v. subsp. vulgar

    Buah ADAS

    Botani

    Klasifikasi :Divisi : Spermatophyta

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    29/32

    Sub divisi : Angiospermae

    Kelas : Dicotyledonae

    Bangsa :Umbellales

    Suku : Umbelliferae

    Marga : Foeniculum

    Jenis : Foeniculum vulgare Mill.Nama umum/dagang : Adas

    Nama daerah

    Sumatera : Das-pedas (Aceh) Adas (Melayu) Adas manis (Minangkabau)

    Jawa : Hades (Sunda) Adas (Jawa Tengah) Adhas (Madura)

    Bali : Adas

    Nusa Tenggara : Walawunga (Sumba)

    Sulawesi : Rempusa (Makasar) Adase (Bugis)

    Deskripsi

    Habitus : Perdu, tahunan, tinggi 2 m.

    Batang : Berlubang, beruas, beralur, percabangan monopodial, hijau keputih-

    putihan.

    Daun : Majemuk, menyirip ganda, benluk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi

    rata. panjang 30-50 cm, lebar 15-25 cm, panjang pelepah 5-7 cm, hijau muda,

    hijau.

    Bunga : Majemuk, bentuk payung, lumbuh di ujung balang, kelopak bentuk

    tabung, hijau, daun mahkota lima, kuning.

    Buah : Bentuk lonjong, beralur, panjang 6-10 mm, lebar 3-4 mm, masih muda

    hijau setelah tua hijau keabu-abuan.

    Akar : Tunggang, putih.

    KhasiatBuah Foeniculum vulgare berkhasiat sebagai obat batuk, obat perut kembung,

    obat sariawan dan obal haid tidak teratur. Untuk obat batuk dipakai 5 gram

    serbuk buah Foeniculum vulgare, diseduh dengan 1/2 gelas air matang panas,

    setelah dingin disaring. Hasil saringan ditambah 1 sendok teh madu, diaduk

    sampai rata diminum sekaligus.

    Kandungan kimia

    Buah Foeniculum vulgare mengandung minyak atsin di samping itu juga

    mengandung saponin, flavonoida dan polifenol.

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    30/32

    Adas(Anethum graveolens L)

    Sistematika:

    Kingdom Plantae

    Divisio Magnoliophyta

    Classis Magnoliopsida

    Ordo Apiales

    Familia Apiaceae

    Genus Anethum

    Species Anethum graveolens L.

    (Arisandi, 2008).

    Nama lokal:

    Hades (sunda); adas londa, adas landi (jawa); adas (madura)-adas (Bali); wala

    wungu (Sumba); Daun pedas (melayu); adeh, Manih (minangkabau); papaato

    (manado); popoas (alfuru); denggu-denggu (gorontalo); papaato (Buol); porotomo

    (Baree); Kumpasi (sangir Talaud); adasa, rempasu (makasar); adase (Bugis); Hsiao

    hui (cina); Phong karee, mellet karee (Thailand); Jintann Mapis (malaysia);

    Barisaunf, Madhurika (Ind.I Park); Fennel, commaon fennel, sweet fennel, Fenkel,

    spigel (1)

    http://www.plantamor.com/index.php?plantsearch=Apiaceaehttp://www.plantamor.com/index.php?plantsearch=Anethumhttp://www.plantamor.com/index.php?plantsearch=Apiaceaehttp://www.plantamor.com/index.php?plantsearch=Anethum
  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    31/32

    Deskripsi Tumbuhan:

    A. Habitat

    Tumbuhan adas (Foeniculum vulgare Mill) ini dapat hidup di dataran rendah

    hingga ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut. Namun akan tumbuh lebih baik di

    dataran tinggi (Arisandi, 2008).

    B. Habitus

    Menurut Arisandi (2008), menyatakan bahwa adas termasuk jenis tumbuhan

    terna berumur panjang, dengan tinggi mencapai 50 cm-2 m, tumbuh merumpun.

    Satu rumpun biasanya terdiri dari 3-5 batang.

    C. Morfologi Secara Umum

    1. Daun (Folium)

    Daun Adas (Foeniculum vulgare Mill) termasuk dalam daun majemuk menyirip

    ganda dengan sirip-sirip yang sempurna dan letak daunnya berseling. Daun adas ini

    dapat tumbuh sepanjang 40 cm (Agoes, 2010).

    Sifat sifat daun yang di miliki oleh jambu adalah sebagai berikut

    (Tritosoepomo, 2005):

    a. Bangun/bentuk daun (Circumscriptio)

    Daun Adas mempunyai bentuk daun seperti jarum atau disebut bangun jarum

    (acerosus), serupa dengan bangun paku, lebih kecil,dan meruncing panjang.

    b. Ujung (Apek Folli)

    Ujung daun adas berbentuk runcing (acutus), jika kedua tepi daun di kanan dankiri

    ibu tulang sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuannya pada puncak daun

    membentuk suatu sudut lancip (lebih kecil dari 900.)

    c. Pangkal Daun (Basis Folli)

    Sama seperti ujung daun adas, pangkal daun adas juga berbentuk runcing (acutus),

    yang biasanya juga terdapat pada daun bangun memnajang, lanset, belah ketupat,

    dll.

    d. Susunan Tulang-tulang Daun (Nervatio atau Venatio)

    Tumbuhan adas mempunyai susunan tulang daun sejajar. Hal ini dapat diketahui

    dari bentuk daun tumbuhan adas yang berbentuk pita.

    e. Tepi Daun (Margo Folli)

  • 7/22/2019 laporan farkog hampir jadi

    32/32

    Daun adas (Foeniculum vulgare Mill) memiliki tepi daun yang rata (integer)

    f. Daging Daun (Intervenium)

    Daun adas (Foeniculum vulgare Mill) tumbuh sepanjang 40 cm, berbentuk pita,

    dengan segmen terakhir dalam bentuk rambut, kira-kira selebar 0,5 mm. Letak daun

    berseling dan termasuk dalam dalam daun mejemuk menyirip ganda dengan sirip-

    sirip yang sempurna bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang

    warna putih. Seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi (Arisandi,

    2008)

    2. Batang (Caulis)

    Batang tumbuhan adas berwarna hijau kebiruan, beralur, dan beruas serta ,

    berlubang. Selain itu, batang tumbuhan adas juga berbau sedap dan wangi, serta

    batang membentuk percabangan yang cukup banyak 90 (Arisandi, 2008).