laporan faqih ok

Download Laporan FAQIH Ok

If you can't read please download the document

Post on 13-Feb-2016

227 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PELAPISAN DAN PERLAKUAN PANAS

LAPORAN PRAKTIKUMUNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAHTeknik Pelapisan dan Perlakuan Panasyang dibina oleh Bapak Wahono

Oleh :Faqih Fadillah130511616241

UNIVERSITAS NEGERI MALANGFAKULTAS TEKNIKJURUSAN TEKNIK MESIN2015LEMBAR KERJA MATAKULIAH PERLAKUAN PANAS DAN PERMUKAAN

Jenis Material: Baja AssabKomposisi Kimia: 0,03%C; 0,30%Mn; 0,30%Si; 12,00%Cr; 1,6 %Al; 9,2 Ni ; 1,40%MoUkuran: 1,5 Cm

I. MENGIDENTIFIKASI SIFAT MIKROSKOPIK DAN MEKANIK MATERIAL SEBELUM DI TREATMENT

A. Langkah Pemerisaan Mikroskopik dan Pengujian KekerasanLakukan kegiatan seperti ditulis dalam table berikut:Tabel 1. Tahap Pemeriksaan Mikroskopik dan Kekerasan Spesimen sebelum di-treatment

LANGKAH KEDESKRIPSI KEGIATANTUJUANALAT DAN BAHAN

1.Potong specimen dengan gergaji dan beri pendingin air selama proses pemotongan Baja Gergaji Air

2.Haluskan salah satu permukaan dengan kertas gosok mulai dari grade 200, 500, 600, 800, 1000, 1200 dan beri pendingin air terusmenerus selama penghalusan Kertas gosok grade 200, 500, 600, 800, 1000, 1200 Mesin polesh

3.Teruskan penghalusan permukaan pada tahap 2 dengan menggunakan kain katoon yang diolesi pasta AI2 O3 dan beri pendingin air terus menerus selama penghalusan Kain katoon AI2 O3 Mesin polesh

4.Keringkan permukaan hasil penghalusan dengan kain katoon dan usap dengan kain katoon kering Kain katoon

5.Periksa permukaan yang telah dikeringkan di bawah mikroskop dengan pembesaran 400 sampai dengan 800 kali Mikroskop

6.Lakukan ulang penghalusan permukaan specimen jika masih tampak garis-garis bekas goresan Kain katoon AI2 O3 Mesin polesh

7.Periksa kembali dan sterusnya. Hingga diperoleh permukaan yang halus tanpa bekas goresan, expose pada aliran air bersih yang mengalir, usap dengan kain katoon kering , dan jangan tersentuh tangan Mikroskop Air kran

8.Ekspose permukaan yang dihasilkan pada tahap 9 ke dalam larutan H NO3 dengan permukaan menghadap ke bawah selama antara 30 s.d 60 detik. HNO3 Timer

9.Ekspose permukaan hasil tahap 8 ke dalam alcohol secukupnya Alkohol

10.Keringkan permukaan yang telah diekspose alcohol dengan hair dryer Hair dryer

11.Periksa permukaan yang telah dikeringkan di bawah mikrosko dengan pembesaran 1000 kali Mikroskop

12.Foto dengan kamera, simpan di memory card, copy di word, cetak dan dokumentasikan Kamera Kertas Cardreader Flashdisk Printer

13.Uji tingkat kekerasan yang halus dengan metode kekerasan yang sesuai pada 5 titik yang berbeda Universal hardeness tester

14.Catat, tabelkan, dan hitung rata-rata hasil pengujian kekerasan Kertas Bolpoint

B. Fotomikro Spesiesmen Tanpa Treatment

C. Data hasil Pengujian KekerasanIsikan data hasil pengujian ke dalam table berikut :Tabel 2. Data Hasil Uji kekerasanTINGKAT KEKERASAN (HRB) PADA TITIK KE

12345Rata-rata

77,59091,59089,587,7

HRBHRBHRBHRBHRB

II. HEAT TREATMENT MATERIALHeatreatment yang dipilih: Pemanasan menggunakan dapurTemperature Pemanasan: 900 0 CLama Holding: 30 menitJenis Media Pendinginan: Udara

Tabel 3. Langkah Proses Heat TreatmentLANGKAH KEDESKRIPSI KEGIATANTUJUANALAT DAN BAHAN

1Potong specimen dengan gergaji sepanjang 1,5 cm dan beri pendingin air selama proses pemotongan Baja assab Gergaji Air

2Beri gantungan dengan menggunakan kawat Kawat Tang Baja assab

3Hancurkan arang kayu dan masukkan ke dalam box Arang kayu Box Palu

4.Letakkan spesimen ke dalam box serta berikan jarak antar specimen Baja assab Box Arang

5.Siapkan dapur dan Panaskan hingga suhu mencapai 9000 C Dapur pemanasan

6.Masukkan box ke dalam tungku Penjepit Box Arang Baja assab Dapur pemanas

7.Tunggu hingga 30 menit Timer

8.Siapkan media pendinginan (air, air garam, air sabun, oli) Kaleng Air Sabun Garam Oli Pengaduk

9.Angkat benda dengan hati-hati dan satu persatu yang kemudian di celupkan pada media pendingin Baja assab Penjepit

10.Biarkan spesimen hingga memiliki temperatur seragam dengan suhu lingkungan Baja assab

III. MENGIDENTIFIKASI SIFAT MIKROSKOPIK DAN MEKANIK MATERIAL SETELAH DI TREATMENT

A. Langkah Pemeriksaan Mikroskopik dan Pengujian Kekerasan Lakukan langkah seperti pada tabel 1 dan tuliskan di tabel 3 berikut:

Tabel 3. Tahap pemeriksaan mikroskopik dan kekerasan specimen setelah di treatment

LANGKAH KEDESKRIPSI KEGIATANTUJUANALAT DAN BAHAN

1.Siapkan spesimen yang telah di treatment, lepas kawat pengikatnya Tang

2.Haluskan salah satu permukaan dengan kertas gosok mulai dari grade 200, 500, 600, 800, 1000, 1200 dan beri pendingin air terusmenerus selama penghalusan Kertas gosok grade 200, 500, 600, 800, 1000, 1200 Mesin polesh

3.Teruskan penghalusan permukaan pada tahap 2 dengan menggunakan kain katoon yang diolesi pasta Al2O3 dan beri pendingin air terus menerus selama penghalusan Kain katoon AI2O3 Mesin polesh

4.Keringkan permukaan hasil penghalusan dengan kain katoon dan usap dengan kain katoon kering Kain katoon

5.Periksa permukaan yang telah dikeringkan di bawah mikroskop dengan pembesaran 400 sampai dengan 800 kali Mikroskop

6.Lakukan ulang penghalusan permukaan specimen jika masih tampak garis-garis bekas goresan Kain katoon AI2 O3 Mesin polesh

7.Periksa kembali dan sterusnya Hingga diperoleh permukaan yang halus tanpa bekas goresan, expose pada aliran air bersih yang mengalir, usap dengan kain katoon kering , dan jangan tersentuh tangan Mikroskop Air kran

8.Ekspose permukaan yang dihasilkan pada tahap 9 ke dalam larutan H NO3 dengan permukaan menghadap ke bawah selama anatara 30 s.d 60 detik. H NO3 Timer

9.Ekspose permukaan hasil tahap 8 ke dalam alcohol secukupnya Alkohol

10.Keringkan permukaan yang telah diekspose alcohol dengan hair dryer Hair dryer

11.Periksa permukaan yang telah dikeringkan di bawah mikrosko[ dengan pembesaran 1000 kali Mikroskop

12.Foto dengan kamera, simpan di memory card, copy di word, cetak dan dokumentasikan Kamera Kertas Cardreader Flashdisk Printer

13.Uji tingkat kekerasan yang halus dengan metode kekerasan yang sesuai pada 5 titik yang berbeda Universal hardeness tester

14.Catat, tabelkan, dan hitung rata-rata hasil pengujian kekerasan Kertas Bolpoint

B. Fotomikro Spesien Setelah Treatment

(Media Pendingin Air)

(Media Pendingin Oli)

(Media Pendingin Udara)

(Media pendingin Air Garam)

(Media Pendingin Air Sabun)

C. Hasil Pengujian Kekerasan Spesimen Setelah di treatmentTabel 5. Data Hasil Uji Kekerasan

TINGKAT KEKERASAN (BAJA ASSAB PENDINGINAN OLI) PADA TITIK KE

12345Rata-rata

HRCHRCHRCHRCHRC

TINGKAT KEKERASAN (BAJA ASS PENDINGINAN AIR GARAM) PADA TITIK KE

12345Rata-rata

HRCHRCHRCHRCHRC

D. Grafik Kekerasan Spesimen Sebelum dan Setelah di Treatment1. Sebelum di treartment

IV. PEMBAHASAN PERLAKUAN PANAS ATAU HEAT TREATMENTProses perlakuan panas atau heat treathment adalah suatu proses mengubah sifat logam dengan cara mengubah struktur mikro melalui proses pemanasan dan pengaturan kecepatan pendinginan dengan atau tanpa merubah komposisi kimia logam yang bersangkutan. Tujuan proses perlakuan panas untuk menghasilkan sifat-sifat logam yang diinginkan. Perubahan sifat logam akibat proses perlakuan panas dapat mencakup keseluruhan bagian dari logam atau sebagian dari logam. Dalam hubungan iniditemukan perletakan atom menurut tiga jenis :BESI ALFADelapanatom terletakpada pojokdadudansebuahatom ke9ditengah-tengahdadu (di pusat ruang).Susunanatom ini disebutjugakisi terpusatruang sampaisuhuruangan7080C, besialfabersifatmagnetis.Dari7680Csampai 9110 C, besi terpusat ruang menjadi tidak magnetis dan dahulu disebut juga besi.BESI GAMMAPada 9110 C, ikatan kisi terpusat ruang menjelma menjadi besi gamma terpusat bidang : padasetiap pojok dadu beradasebuah atomdan 6 atomlainnya beradadipetengahanke 6bidangbujursangkarpermukaandadu.Karenasebuah dadu gamma menampung 14 atom, sedangkan jumlah keseluruhan atom besi tentunya tidak akan bertambah akibat pemanasan, maka dadu gamma lebih besar dari dadu alfa.

BESI DELTAPada 13920 C, besi gamma yang terpusat bidang berubah wujud kambalimenjadibesiterpusatruangyangdisebutbesidelta(gambar2c). Besidelta berbeda dari besi alfa dalam jarak atomnya yang lebih besar.Proses perlakuan panas ada dua kategori, yaitu:1. Softening(Pelunakan): Adalah usaha untuk menurunkan sifat mekanik agar menjadi lunak dengan cara mendinginkan material yang sudah dipanaskan didalam tungku (annealing) atau mendinginkan dalam udara terbuka (normalizing).2. Hardening(Pengerasan): Adalah usaha untuk meningkatkan sifat material terutama kekerasan dengan cara selup cepat (quenching) material yang sudah dipanaskan ke dalam suatu media quenching berupa air, air garam, maupun oli.

Austenisasi Pada Perlakuan PanasTujuan proses austenisasi adalah untuk mendapatkan struktur austenit yang homogen. Kesetimbangan kadar karbon austenit akan bertambah dengan naiknya suhu austenisasi, ini mempengaruhi karakteristik isothermal. Bila kandungan karbon meningkat maka temperatur Ms menjadi rendah, selain itu kandungan karbon akan meningkat pula jumlah grafit akan membentuk senyawa karbida yang semakin banyak. Proses perlakuan panas selalu diawali dengan transformasi dekomposisi austenit menjadi struktur mikro yang lain. Struktur mikro yang dihasilkan lewat transformasi tergantung pada parameter proses perlakuan panas yang diterapkan dan jenis proses proses perlakuan panas. Struktur mikro yang berubah melalui transformasi dekomposisi austenit menjadi struktur mikro yang lain, dimaksudkan untuk memperoleh sifat mekanik dan fisik yang diperlukan untuk suatu aplikasi proses pengerjaan