laporan antasida fix

Download laporan antasida fix

Post on 05-Jul-2018

247 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/15/2019 laporan antasida fix

    1/43

    PENDAHULUAN ANTASIDA

     Antasida ialah obat yang menetralkan asam lambung sehingga berguna

    untuk menghilangkan nyeri tukak peptic. Antasid tidak mengurangi volume HCL yang

    dikeluarkan lambung, tetapi peninggian pH ajan menurunkan pepsin. Beberapa antasid

    misalnya Al(OH)3  diduga menghambat pepsin secara langsung. Maka kerja antasid

    sangat bergantung pada kelarutan dan kecepatan pengsongan lambung sangat

    menentukan masa kerjanya.

    Umumnya antasid merupakan basa lemah. Basa yang kuat seperti

    Magnesium hidorksida secara teoritis dapat meninggikan pH sampai 9, tetapi

    kenyataannya tidak terjadi. Semua antasid meningkatkan produksi HCL berdasarkan

    kenaikan pH yang meningkatkan aktivitas gastrin. Antasid dibagi dalam dua gologan

    yaitu antasid sistemik dan antasid non sistemik. Antasid sistemik diabsorpsi dalam usus

    halus sehingga menyebabkan urine bersifat alkalis. Antasid non sistemik hampir tidak di

    absorpsi dalam usus sehingga tidak menimbulkan alkalosis metabolik. Contoh antasid

    non sistemik adalah sediaan magnesium, aluminium dan kalsium.

    (Farmakologi dan Terapi edisi 5, FK UI, 2012, p. 518)

  • 8/15/2019 laporan antasida fix

    2/43

    PERSYARATAN UMUM

    Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut

    yang terdispersi dalam fase cair. Beberapa suspense dapat langsung digunakan,

    sedangkan yang lain berupa campuran padatan yang harus direkonstitusikan terlebih

    dahulu dengan pembawa yang sesuai segera sebelum digunakan.

    Suspensi yang dinyatakan digunakan dengan cara tertentu harus

    mengandung zat antimikroba yang sesuai untuk melindungi kontaminasi bakteri, ragi

    dan jamur. Partikel yang terdapat dalam suspense dapat mengendap pada dasar

    wadah bila didiamkan, yang paling penting adalah bahwa suspense harus dikocok baik

    sebelum digunakan untuk menjamin distribusi bahan padat yang merata dalam

    pembawa, hingga menjamin keseragaman dan dosis yang tepat. Suspense harus

    disimpan dalam wadah tertutup rapat.

    (Farmakope Indonesia Edisi IV hal 17-18)

    Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung bahan obat padat dalam

    bentuk halus dan tidak larut terdispersi dalam cairan pembawa. Persyaratan :

    1. Zat yang terdispersi harus halus

    2. Tidak boleh cepat mengendap

    3. Jika dikocok perlahan-lahan, endapan halus segera terdispersi kembali

    4. Mengandung zat tambahan bila dibutuhkan untuk stabilitas suspense

    5. Kekentalan tidak boleh terlalu tinggi agar sediaan mudah dikocok dan dituang

    (Farmakope Indonesia Edisi III hal 32)

    Suspensi adalah system dua fase mengandung partikel padat (fase

    terdispersi) terdispersi dalam cairan (media disperse). Suspense dibagi menjadi dua,

    yaitu suspensi koloid (diameter partikel 1nm-1µm) dan suspensi kasar (ukuran partikel

    diameter > 1µm). Persyaratan sediaan :

    1. Bisa dituang dan diatur dosisnya

    2. Partikel mudah terdispersi kembali bila terjadi pengendapan

    3. Distribusi ukuran partikel tetap dan sama

    4. Tahan terhadap kontaminan mikroba

    (The Pharmeutical Codex 12th ed. p. 72)

  • 8/15/2019 laporan antasida fix

    3/43

    Suatu suspensi dalam bidang farmasi adalah disperse kasar partikel zat

    padat yang tidak larut terdispersi dalam suatu media cair. Partikel-partikel tersebut

    kebanyakan mempunyai diameter > 0,1µm, dan beberapa dari partikel tersebut

    diselidiki dibawah mikroskop menunjukkan adanya gerak brown, jika disperse

    mempunyai viskositas rendah. Suspense antasida dan suspesi radiopaque umumnya

    mengandung zat padat yang terdispersi dalam konsentrasi yang tinggi. Suatu suspensi

    dapat diterima apabila mempunyai kualitas tertentu yang diinginkan yaitu :

    - Zat yang tersuspensi (disuspensikan) tidak boleh cepat mengendap.

    - Partikel tersebut walaupun mengendap pada dasar wadah tidak boleh

    membentuk suatu gumpalan padat tapi harus dengan cepat terdisperi kembali

    menjadi suatu campuran homogeny bila wadah dikocok.

    - Suspensi tersebut tidak boleh terlalu kental untuk dituang dengan mudah dari

    botolnya atau untuk mengalir melewati jarum injeksi.

    (Farmasi Fisik Edisi Ketiga, Jilid 2, Alfred Martin hal 1125)

    Bentuk sediaan terpilih : Suspensi

     Alasan :

    Bahan aktif yang digunakan yaitu Al(OH)3 dan Mg(OH)2 yang bersifat

    praktis tidak larut dalam air, namun di kehendaki bentuk sediaan cair. Hal ini

    dikarenakan luas permukaan bahan aktif pada sediaan suspensi lebih luas daripada

    luas permukaan sediaan tablet sehingga lebih cepat memberikan efek menetralkan

    asam lambung karena kontak dengan medium lebih besar.

    Suspensi adalah sediaan cair yang mengandung partikel padat tidak larut

    yang terdispersi dalam fase cair. Sediaan yang digolongkan sebagai suspense adalah

    sediaan seperti tersebut diatas, dan tidak termasuk kelompok suspense yang lebih

    spesifik, seperti suspensi oral, suspensi topical, dan lain-lain. Suspensi ini tidak boleh

    diinjeksikan secara intravena dan intratekal.

    Suspensi oral adalah sediaan cair mengandung partikel padat yang

    terdispersi dalam pembawa cair dengan bahan pengaroma yang sesuai dan ditujukan

    untuk penggunaan oral. Beberapa suspense yang diberi etiket sebagai susu atau

    magma termasuk dalam kategori ini.

    (Farmakope Indonesia Edisi V hal 51)

  • 8/15/2019 laporan antasida fix

    4/43

    TINJAUAN BAHAN AKTIF SEDIAAN ANTASIDA

    Senyawa

    Aktif

    Karakteristik

    Fisika Karakteristik Kimia Keterangan

    Aluminium

    Hidroksida

    koloidal

    - Serbuk halus,

    mengandung

    sedikit gumpalan,

    putih, tidak

    berbau, tidak

    berasa.

    - Kelarutan : praktis

    tidak larut dalam

    air dan dalam

    etanol (95%) p,

    larut dalam larutan

    alkali hidroksida

    berlebihan.

    (FI III hal 80)

    - pH suspesi 4,0% /v dalam air

    bebas kabon dioksida p tidak lebih

    dari 10,0

    - seperti senyawa aluminium

    lainnya, aluminium hidroksida

    merupakn astringent dan bisa

    menyebabkan konstipasi. Garam

    aluminium umumnya absorbsinya

    tidak baik pada GIT dan efek

    sistemik jarang terjadi pada

    pasien dengan ginjal normal.

    - Digunakan sebagai antasid,

    diberikan oral sampai 1 g antara

    makan dan waktu tidur. Untuk

    mengurangi efek konstipasi,

    sering dikombinasikan dengan magnesium yang mengandung

    antasid seperti magnesium

    hidroksida atau magnesium

    oksida.

    - Farmakokinetik : Aluminium

    hidroksida berekasi perlahan

    dengan HCL membentuk

    aluminium klorida yang larut.

     Adanya makanan dan factor lain

    bisa menurunkan waktu

    pengosongan lambung.

    (Martindale 36th ed. p. 1706)

  • 8/15/2019 laporan antasida fix

    5/43

    Magnesium

    Trisilikat

    BM : 260.86

    Kalsium

    Karbonat

    (CaCO3)

    BM : 100.09

    - Serbuk halus,

    putih, tidak

    berbau, tidak

    berasa, tanpa

    butiran

    (FI V hal 797)

    - Kelarutan : tidak

    larut dalam air dan

    dalam etanol,

    terurai oleh asam

    mineral.

    - Stabilitas: stabil

     jika disimpan

    dalam wadah

    tertutup baik,

    sejuk dan kering.

    (HPE 6th  ed page

    408)

    - Serbuk halus

    mikro hablur,

    putih, tidak

    berbau, tidak

    berasa, stabil di

    udara.

    - Kelarutan : praktis

    tidak larut dalam

    air, kelarutan

    dalam air

    meningkat dengan

    adanya sedikit

    - Inkompatibel : pengawet seperti

    paraben kemungkinan tidak aktif

     jika ada penambahan magnesium

    trisilikat.

    - Inkompatibel dengan asam dan

    garam ammonium.

  • 8/15/2019 laporan antasida fix

    6/43

    gaam ammonium

    atau karbon

    dioksida, adanya

    alkali hidoksida

    menurunkan

    kelarutan, tidak

    larut dalam etanol,

    larut dalam asam

    asetat 1N, asam

    kloida 3N dan

    asam nitrat 2N

    dengan

    membentuk

    gelembung gas.

    (FI V hal 592)

    - Stabilitas: stabil

    disimpan dalam

    wadah tertutup

    baik, sejuk dan kering.

    - Keamanan :

    banyak digunakan

    pada formula

    obat-obatan oral.

    Jika digunakan

    secara oral bisa

    menimbulkan

    konstipasi dan

    flatulence. Dosis

    sekitar 1,5 g

    sebagai antasid.

  • 8/15/2019 laporan antasida fix

    7/43

    Magnesium

    Hidroksida

    (Mg(OH)2)

    BM :58.32

    (HPE 6 ed page

    86)

    - Sebuk putih,

    ringan

    - Kelarutan : praktis

    tidak larut dalam

    air dan dalam

    etanol, larut dalam

    asam encer.

  • 8/15/2019 laporan antasida fix

    8/43

    EFEK FARMAKOLOGI

    1. Aluminium Hidroksida (Al(OH)3)

    Daya menetralkan asam lambungnya lambat, tetapi masa kerjanya lebih

    panjang. Al(OH)3 dan sediaan Al lainnya bereaksi dengan fosfat membentuk

    aluminum fosfat