laporan akuntabilitas kinerja badan karantina pertanian ( · pdf filelakip badan karantina...

Click here to load reader

Post on 07-Apr-2019

225 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

LAKIP Badan Karantina Pertanian 2014

i

Puji Syukur kehadirat Allah SWT berkat rahmat dan hidayah-Nya maka Laporan Akuntabilitas Kinerja Badan Karantina Pertanian (LAKIP BARANTAN) Tahun 2014 telah dapat diselesaikan dengan baik

Laporan akuntabilitas ini merupakan bentuk pertanggungjawaban Kepala Badan dalam melakukan pengelolaan anggaran Badan Karantina Pertanian tahun 2014. Dalam rangka mendukung kinerja Kementerian Pertanian, Badan Karantina Pertanian telah melakukan upaya untuk mengoptimalkan kinerja dari aspek teknis maupun non-teknis.

Pada tahun 2014 Kepala Badan telah melakukan kontrak kinerja dengan Menteri Pertanian dalam bentuk Penetapan Kinerja Badan Karantina Pertanian. Oleh karena itu LAKIP Badan Karantina Pertanian berisikan realisasi target dari penetapan kinerja berikut evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerjanya.

Upaya peningkatan kinerja Badan Karantina Pertanian telah dilakukan secara berkesinambungan. Berbagai hambatan dan tantangan yang muncul memicu Badan Karantina Pertanian untuk selalu meningkatkan kinerja sesuai dengan target. Sebagai suatu unit kerja yang memberikan pelayanan ingin melakukan kinerja yang lebih terukur sehingga pelayanan kepada publik dapat lebih optimal.

Dengan berakhirnya pelaksanaan kegiatan pada Tahun 2014 berarti Badan Karantina Pertanian telah menyelesaikan kegiatan untuk tahun terakhir dari Rencana Strategis Badan Karantian Pertanian tahun 2010 -2014 sebagai acuan bagi pelaksanaan kegiatan- kegiatan untuk mencapai Visi dan Misi.

Kami menyadari bahwa LAKIP BARANTAN ini masih ada kekurangannya, sehingga saran dan masukan demi perbaikan laporan sangat diperlukan. Saran dan masukan diharapkan dapat memberikan pertanggungjawaban pemanfaatan anggaran yang dapat lebih akuntabel dimasa mendatang.

Jakarta, Januari 2015

Kepala Badan Karantina Pertanian,

Ir. Banun Harpini, M.Si

NIP 19601019 198503 2 001

KATA PENGANTAR

LAKIP Badan Karantina Pertanian 2014

ii

Hal KATA PENGANTAR .............................................................................. i

DAFTAR ISI ........................................................................................... ii

IKHTISAR EKSEKUTIF ......................................................................... 1

I PENDAHULUAN .......................................................................... 6

1.1. Latar Belakang................................................................... 6

1.2. Kedudukan, Tugas, Fungsi dan kewenangan ................... 7

1.3. Organisasi dan Tata Kerja ................................................. 7

1.4. Landasan Hukum Pelaksanaan Tugas.............................. 8

II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA........................... 9

III AKUNTABILITAS KINERJA ......................................................... 22

3.1. Pengukuran Kinerja............................................................ 22

3.2 Evaluasi dan Analisis Akuntabilitas Kinerja........................ 23

IV PENUTUP .................................................................................... 49

LAMPIRAN .

1. PENETAPAN KINERJA 2. PENGUKURAN KINERJA

DAFTAR ISI

LAKIP Badan Karantina Pertanian 2013

1

Dalam perjalanan kinerja Badan Karantina Pertanian tahun 2013 telah berhasil melakukan pencegahan masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) asal luar negeri. Sebagai pendukung terhadap susksesnya pencegahan masuk dan tersebar HPHK/OPTK telah terefleksi dalam program dan kegiatan Badan Karantina Pertanian sebagai upaya pencapaian visi dan misi.

Dalam rangka menjalankan tupoksinya Badan Karantina Pertanian pada tahun 2013 telah melakukan sertifikasi karantina komoditas tumbuhan dan produknya, dengan total frekuensi 446.994 kali dan melakukan sertifikasi karantina komoditas hewan dan produknya, dengan total frekuensi 413.280 kali, sehingga secara keseluruhan total sertifikasi ada 866.274 kali. Hal ini menurun apabila dibandingkan pada tahun 2012 yaitu 911.893 kali, terutama di kegiatan impor. Keadaan ini tentunya mendukung terhadap efektifitas pengendalian risiko masuk dan menyebarnya HPHK/OPTK ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia. Dari hasil pemeriksaan terhadap media pembawa HPHK/OPTK serta pengawasan keamanan pangan terhadap pangan segar asal tumbuhan (PSAT), maka telah terdeteksi dan tertangkal sejumlah HPHK/OPTK serta media pembawa yang membawa cemaran tidak aman bagi manusia. Beberapa HPHK yang terdeteksi positif dan tertangkal sebagai berikut : Brucellosis, Rabies, Surra, Enzootic Bovine Leukosis (EBL), Infectious Bovine Rhinotacheitis (IBR), Bovine Viral Diarrhea (BVD) dan Leptospira dan OPTK yang terdeteksi positif dan tertangkal sebagai berikut : Burkholderia glumae yang terinfestasi pada benih padi asal Filipina melalui BBKP Tanjung Priok; Pantoea stewartii yang terinfestasi pada benih jagung asal Thailand melalui BBKP Tanjung Priok; Rhadococcus fascians yang terinfestasi pada bibit begonia asal Belanda melalui BBKP BBKP Soekarno-Hatta; Pseudomonas syringae pv syringae yang terinfetasi pada benih Chaisim asal New Zealand melalui BBKP Tanjung Priok dan yang terinfestasi melalui benih Lettice dan bunga kol asal Cina melalui BBKP Surabaya; Clavibacter michiganensis subsp. michiganensis yang terinfestasi pada benih Paprika asal Italia melalui BBKP Tanjung Priok. Adapun cemaran-cemaran pangan yang melebihi BMR pada Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang tertangkal adalah Formalin pada Kismis asal Inggris melalui BBKP Soekarno-Hatta; Cadmium (logam berat) pada cabe kering asal Belanda melalui BBKP Soekarno-Hatta Sesuai dengan rencana strategis Badan Karantina Pertanian bahwa sasaran Badan Karantina Pertanian tahun 2010-2014 adalah : Meningkatnya Efektifitas Pelayanan Karantina dan Pengawasan Keamanan Hayati Untuk mencapai sasaran tersebut maka dapat diketahui dengan indikator dan target tahun 2013 sebagai berikut :

IKHTISAR EKSEKUTIF

LAKIP Badan Karantina Pertanian 2013

2

1) Efektifitas pengendalian ancaman resiko yang berhubungan dengan masuk dan menyebarnya HPHK dan OPTK, serta bahan pangan yang tidak sesuai dengan standar keamanan pangan nasional (85 %)

2) Efektifitas pelayanan ekspor terhadap komoditas pertanian dan produk tertentu yang dipersyaratkan (90 %)

3) Tingkat kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina terhadap pengawasan dan pelayanan karantina pertanian (90 %)

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja melalui 3 (tiga) indikator di atas dapat diketahui bahwa capaian sasaran kinerja Badan Karantina Pertanan pada tahun 2013 dengan hasil sebagai berikut :

Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi %

Meningkatnya efektitas pelayanan karantina dan pengawasan keamanan hayati

Efektifitas pengendalian resiko masuk dan keluarnya HPHK dan OPTK, serta pengawasan keamanan hayati

85 % 90,83% 106,86

Efektifitas pelayanan tindakan karantina dan pengawasan keamanan hayati terhadap ekspor MP OPTK dan keamanan hayati

90 % 99,926 % 111,03

Tingkat kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina pertanian

90 % 99,77 % 110,85

Sehingga rata-rata total nilai presentase capaian kinerja program dengan sasaran meningkatnya efektitas pelayanan karantina dan pengawasan keamanan hayati adalah 109,58 %. Apabila capaian kinerja ini kita bandingkan dengan tahun 2012 lebih kecil nilai presentasenya (tahun 2012 : 111,82 %), akan tetapi tetap melebihi target yang kita harapkan. Salah satu penyebab turunnya skor karena target IKU yang pertama, yaitu : Efektifitas pengendalian ancaman resiko yang berhubungan dengan masuk dan menyebarnya HPHK dan OPTK, serta bahan pangan yang tidak sesuai dengan standar keamanan pangan nasional naik menjadi 85 %, dimana tahun sebelumnya 80 %. Selain cegah tangkal HPHK/OPTK terdapat beberapa keberhasilan kinerja manajerial Badan Karantina Pertanian tahun 2013 antara lain : Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) : 82,03 (Sangat Baik), Indeks Penerapan Nilai-Nilai Dasar Budaya Kerja (IPNBK) : 79,75 (Baik), Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Eselon I Barantan : 78,00 (Sangat Baik), Website Badan Karantina Pertanian mendapatkan peringkat 1 lingkup Kementerian Pertanian, Anugerah SPI Eselon I Barantan dengan predikat terbaik ke-3 lingkup Kementerian Pertanian, bertambahnya UPT yang mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2008 (Mutu Pelayanan) dimana tahun 2013 terdapat 30 UPT (sebelumnya tahun 2012 : 28 UPT) dan Sertifikat ISO 17024 :

LAKIP Badan Karantina Pertanian 2013

3

2008 (Akreditasi Laboratorium) dimana tahun 2013 terdapat 10 UPT (sebelumnya tahun 2012 : 8 UPT). Namun demikian beberapa hambatan-hambatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di lapangan yang muncul sebagai berikut : 1) Perubahan lingkungan strategik yang dinamis dan terkadang sulit diprediksi

tentunya akan berdampak terhadap pengaturan-pengaturan lalu lintas media pembawa HPHK/OPTK, yang terkadang mengganggu terhadap prioritas penyiapan kebijakan yang telah direncanakan sebelumnya. Selain itu juga implementasi kebijakan perkarantinaan pertanian dan keamanan hayati sering bermasalah dilapangan mengingat adanya irisan-irisan kebijakan dengan instansi terkait.

2) Dalam rangka peningkatan dukungan akselerasi ekspor terkait dengan sertifikasi ekspor masih dijumpai beberapa produk pertanian mendapatkan complain dinegara tujuan. Hal ini kemungkinan karena kualitas pengawasan dan tindakan karantina pra pengapalan kurang optimal.

3) Dalam ra