laporan 1 tanaman obat

Click here to load reader

Post on 17-Oct-2015

193 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Laporan PraktikumBudidaya Tanaman Hias dan Obat

TANAMAN OBAT

Oleh:

SINTA

G1 11 11 338

KELOMPOK 5PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGIJURUSAN AGRONOMI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

20114BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan kekayaan alam. Hal ini tentunya didukung oleh iklim tropis yang dimiliki Indonesia sehingga memungkinkan beraneka ragam tumbuhan hidup dan berkembang. Sebagian dari tumbuh-tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan yang dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit, tumbuhan tersebut biasa disebut sebagai tanaman obat. Faktor biotik maupun abiotik akan menunjang keberlangsungan hidup dari tanaman tersebut.

Tanaman obat merupakan salah satu tanaman yang sensitif terhadap lingkungan tumbuh. Lingkungan tumbuh yang tidak sesuai akan mengurangi kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan tanaman obat baik ripang, daun, maupun batangnya. Kandungan senyawa aktif yang ada pada tanaman obat sensitif terhadap lingkungan tumbuhnya. Lingkungan tumbuh yang dimaksud meliputi tanah, iklim maupun curah hujan.

Tanaman yang bermanfaat sebagai obat sangat beragam, antara lain temulawak, sambiloto, lempuyang, kunyit, kumis kucing, kapulaga, jahe, broto wali, iler, lavender, kemuning dan masih banyak tanaman lain. Setiap tanaman obat memiliki kebutuhan lingkungan tumbuh yang berbeda-beda. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan praktikum budidaya tanaman obat dan hias ini agar mahasiswa dapat mengetahui cara-cara dalam pembudidayaan tanaman-tanaman obat yang baik dan sesuai agar pertumbuhannya dapat maksimal.1.2 Tujuan dan Kegunaan

1.2.1 Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui cara pembudidayaan tanaman khususnya tanaman obat yang baik dan sesuai agar dapat menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya baik dan maksimal.1.2.2 Kegunaan

Adapun kegunaan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui teknik budidaya tanaman yang baik dan sesuai khususnya pada tanaman obat sehingga menghasilkan tanaman yang pertumbuhannya maksimal.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Morfologi Tanaman2.1.1 Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)Menurut Anonim (2013) yang menyatakan bahwa kedudukan tanaman Kumis Kucingdalam sistematika tumbuhan (taksonomi) diklasifikasikan sebagai berikut:Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Divisi

: Spermatophyta

Subdivisi: Angiospermae (Menghasilkan biji)

Kelas

: Dicotyledoneae (Biji berkeping 2)

Subkelas: Asteridae

Ordo

: Lamiales

Famili

: Lamiaceae

Genus

:OrthosiphonSpesies

:Orthosiphon aristatusKumis kucing merupakan tanaman terna yang tumbuh tegak, pada bagian bawah berakar di bagian buku-bukunya, tinggi sampai 2 m, batang bersegi empat agak beralur, berambut pendek atau gundul. Helai daun berbentuk bundar telur lonjong, lanset, bundar telur atau belah ketupat yang dimulai dari pangkalnya, lancip atau tumpul, panjang 1 cm sampai 10 cm, lebar 7,5 mm sampai 5 cm; urat daun sepanjang tepi berambut tipis atau gundul, kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak, panjang tangkai 3 cm. Perbungaan berupa tandan yang keluar di ujung cabang, panjang 7 cm sampai 29 cm, di tutupi oleh rambut pendek berwarna ungu dan kemudian menjadi putih; gagang berambut pendek dan jarang, panjang 1 mm sampai 6 mm. Kelopak bunga berkelenjar, urat dan pangkal berambut pendek dan jarang sedangkan di bagian yang paling atas gundul. Bunga bibir, mahkota berwarna ungu pucat atau putih, panjang 13 mm sampai 27 mm, di bagian atas di tutupi oleh rambut pendek yang berwarna ungu atau putih, panjang tabung 10 mm sampai 18 mm, panjang bibir 4,5 mm sampai 10 mm, helai bunga tumpul, bundar. Benang sari lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. Buah geluk berwarna coklat gelap, panjang 1,75 mm sampai 2 mm. (Anonima, 2011). 2.1.2 Kunyit Putih (Curcuma zedoaria)Menurut Plantamor (2008) klasifikasi tanaman kunyit putih adalah sebagai berikut:

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)Kelas

: Liliopsida (berkeping satu/monokotil)Sub Kelas: CommelinidaeOrdo

: ZingiberalesFamili

: Zingiberaceae (suku jahe-jahean)Genus

: CurcumaSpesies: Curcuma zedoariaTanaman ini termasuk tanaman terna. Batangnya semu, berbentuk silindris, lunak. Batang di dalam tanah membentuk rimpang berwarna hijau pucat. Herba setahun, dapat lebih dari 2 m. Batang sesungguhnya berupa rimpang yang bercabang di bawah tanah, berwama coklat muda coklat tua, di dalamnya putih atau putih kebiruan dan memiliki umbi bulat. Daun tunggal, lonjong, di bagian ujung meruncing, sedangkan di pangkal tumpul. Panjang daun bisa mencapai 0,6 - 1 meter dan lebar 10 - 20 sentimeter. Pelepah daun membentuk batang semu, berwarna hijau coklat tua, helaian 2 - 9 buah, bentuk memanjang lanset 2,5 kali lebar yang terlebar, ujung runcing-meruncing, berambut tidak nyata, hijau atau hijau dengan bercak coklat ungu di tulang daun pangkal, 43 - 80 cm atau lebih. Pertulangan menyirip, tipis, berbulu halus, hijau dan bergaris ungu. Daun pelindung berjumlah banyak, spatha dan brachtea; rata-rata 3 - 8 x l,5 - 3,5cm. Bunga majemuk, di ketiak daun, panjang 7 - 15 sentimeter. Bunga majemuk susunan bulir,diketiak rimpang primer, tangkai berambut. Benang sari melekat pada mahkota dengan panjang sekitar 0,5 sentimeter, tangkai putik panjang dua sentimeter. Benang sari 1 buah, tidak sempuma, bulat telur terbalik, kuning terang, 12 - 16 x 10 - 115 mm, tangkai 3 - 5 x 2 - 4 mm, kepala sari putih, 6 mm.Kelopak 3 daun, putih atau kekuningan, bagian tengah merah atau coklat kemerahan, 3 - 4 cm. Mahkota: 3 daun, putih kemerahan, tinggi rata-rata 4,5 cm mahkota lonjong panjang 7 - 15 sentimeter. Bibir bibiran membulat atau bulat telur terbalik, ujung 2 lobe, kuning atau putih, tengah kuning atau kuning jeruk, 14 - 18 x 14 - 20 mm. Buah berbentuk kotak dan bulat. Rimpang dan daun Curcuma zedoaria mengandung saponim, flanoida, dan polifenol (Anonim, 2013).

2.1.3 Jahe (Zingiber officinale)Menurut Plantamor (2008) klasifikasi tanaman kunyit putih adalah sebagai berikut:

Divisi : Spermatophyta

Sub-divisi : Angiospermae

Kelas : Monocotyledoneae

Ordo : Zingiberales

Famili : Zingiberaceae

Genus : Zingiber

Species :Zingiber officinaleJahe merupakan tanaman berbatang semu,tinggi 30 cm sampai dengan 1 m, tegak, tidak bercabang, tersusun atas lembaran pelepah daun, berbentuk bulat, berwarna hijau pucat dan warna pangkal batang kemerahan. Akar jahe berbentuk bulat, ramping, berserat, berwarna putih sampai coklat terang.Tanaman ini berbunga majemuk berupa malai muncul di permukaan tanah, berbentuk tongkat atau bulat telur yangsempit, dan sangat tajam. Tanaman jahe membentuk rimpang yang ukurannya tergantung pada jenisnya. Bentuk rimpang pada umumnya gemuk agak pipih dan tampak berbuku - buku.Rimpang jahe berkulitagak tebal yang membungkus daging rimpang, yang kulitnya mudah dikelupas. Berdasarkan bentuk, ukuran dan warna rimpang, jahe dibedakan atas tiga kultivar, yaitu jahe badak atau jahe gajah, jahe merah dan jahe emprit. Jahe merah memiliki rimpang kecil, ramping, kurang mengandung air, berwarna merah atau jingga, dan rasanya pedas.Jahe ini juga dikenal dengan sebutan jahe sunti. Kadar minyak atsiri pada jahe pedas di atas 3 ml tiap 100 gram rimpang. Jahe ini merupakan bahan penting dalam industri jamu tradisional. Umumnya dipasarkan dalam bentuk rimpang segar dan jahe kering (Kemal, 2000).2.1.4 Lengkuas (Alpinia galanga)Menurut Plantamor (2008) klasifikasi tanaman kunyit putih adalah sebagai berikut:

Divisi

: SpermatophytaSub-divisi

: AngiospermaeKelas

: MonocotyledoneaeOrdo

: ZingiberalesFamili

: ZungiberaceaeGenus

: AlpiniaSpesies

: Alpinia galangaLaos atau lengkuas merupakan salah satu tanaman obat yang juga banyak dimanfaatkan dalam dunia kuliner. Tanaman ini memiliki beragam nama antara lain laja (sunda), java galangal, greater galangal, laos root, languas, kha, hong do kuo dan lain-lain. Dalam kajian ilmiah sendiri, lengkuas dikenal dengan nama latin Alpinia galanga (L.) Sw. Dalam kehidupan sehari-hari, lengkuas dimanfaatkan dengan cara sederhana yakni dengan dibersihkan kemudian dimemarkan dan selanjutnya dimasukkan ke dalam masakan atau racikan obat. Berdasarkan beberapa sumber, jenis lengkuas yang populer digunakan dalam dunia pengobatan adalah Alpinia purpurata K Schum atau lengkuas merah. Memang dalam dunia ilmiah terdapat klasifikasi lengkuas dengan tujuan agar lebih mudah saat diidentifikasi (Anonim, 2010).2.1.5 Sereh (Cymbopogon citratus)Menurut Plantamor (2008) klasifikasi tanaman kunyit putih adalah sebagai berikut:

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)Sub-Kingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)Divisi

: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)Kelas

: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)Subkelas: CommelinidaeOrdo

: PoalesFamili

:Poaceae(suku rumput-rumputan)Genus

:CymbopogonSpecies:Cymbopogon citratusTanaman sereh atau sering juga disebut sereh wangi, sereh dapur; merupakan keluarga Gramineae. Nama botani untuk sereh adalah Cymbopogon citratus (DC.) Stapf. Tanaman sereh yang banyak dijumpai di Indonesia adalah dari species yang dikenal sebagai West Indian Lemongrass. Cymbopogon citratus (DC.) Stapf. diperkirakan merupakan tanaman asli di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Indonesia, juga di India bagian selatan, Srilang