konvergensi psak-ifrs presentasi

Download Konvergensi psak-ifrs presentasi

Post on 21-Nov-2014

4.965 views

Category:

Business

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

TRANSCRIPT

  • 1. Persiapan KonvergensiPSAK - IFRS INDRA YUSPIAR ,SE,Ak,M.Ak
  • 2. Alasan PerlunyaStandar Akuntansi Internasional Peningkatan daya banding laporan keuangan dan memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan. Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis. Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju best practise.
  • 3. Persiapan KonvergensiPSAK - IFRS Pertengahan Agustus 2004, Dirjen Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai mengundang DPN-IAI, kompartemen IAI, DSAK-IAI, DSPAP-IAI KAP, Bapepam, KSAPPD untuk mendiskusikan kesiapan profesi akuntan melakukan konvergensi standar yang berlaku internasional. Sebagai full m e m be rs the I rna tio na l Fe d e ra tio n o f nte A c o unta nt (I C), I I be rke wa jiba n m e m e nuhi butir- c FA A butir s ta te m e nts o f m e m be rs hip o blig a tio n (SM )O diantaranya penerapan IFRS Dari hasil diskusi dicapai kesepakatan bahwa penyusunan SAK tidak berubah. Penyusunan SAK mengacu ke IAS yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
  • 4. Persiapan Konvergensi PSAK - IFRS Assessment Implementasi Disain Mobilisasi Tim inti Mobilisasi dept. Mengelola proses Assesmen financial keuangan & IT implementasi statements & dampak Persiapan materi Uji paralel bisnis Opening balance sheet Assesmen dampak pelatihan Persiapan template & comparative financial berbagai proses & perangkat (kebijakan statements sistem bisnis IFR S financial Identifikasi kebutuh-an keu., mockup fin. sta- tements, laporan) statements pelatihan rancang kustomisasi Pengelolaan bisnis Susun budget & sistem & change mgt. sesuai IFRS rencana konversi pengujian awal sistem & Pelatihan proses IFRS Pelatihan
  • 5. Permasalahan Yang Dihadapi DalamImplementasi Dan Adopsi IFRS Translasi Standar Internasional Ketidaksesuaian Standar Internasional dengan Hukum Nasional Struktur dan Kompleksitas Standar Internasional Frekuensi Perubahan dan Kompleksitas Standar Internasional
  • 6. Berbagai Isu Implementasi IFRS Treasury Management Valuation Distribution Hedge Accounting Fair valuation approach 2010-11 profit will change Investments Fair valuation methodologies Dividend policy Debt Covenants Investor IAS 1 relations Changes in EPS requirements EU experience Mergers & Acquisitions IT Systems ORGANISATION Control Disclosures (IFRS Goodwill 7) Capital reserve Hedge accounting IFRS 1 option Data collection Management HR Compensation Training ESOP fair value Revised CTC Targets not achievable MIS Director Tax Implication Increased volatility remuneration Fair value adjustment Fluctuations outside Investors Most item will flow control through P & L Fair value adjustment
  • 7. Translasi Standar Internasional Terdapat kesulitan dalam penerjemahan IFRS (bahasa Inggris) ke bahasa masing-masing negara 1. Penggunaan kalimat bahasa Inggris yang panjang 2. Ketidakkonsistenan dalam penggunaan istilah 3. Penggunaan istilah yang sama untuk menerapkan konsep yang berbeda 4. Penggunaan istilah yang tidak terdapat padanan dalam terjemahannya 5. Keterbatasan pendanaan untuk penterjemahan
  • 8. Ketidaksesuaian Standar Internasional denganHukum Nasional Pada beberapa negara, standar akuntansi sebagai bagian dari hukum nasional dan ditulis dalam bahasa hukum. Disisi lain, standar akuntansi internasional tidak ditulis dengan bahasa hukum sehingga harus diubah oleh dewan standar masing-masing negara Terdapat transaksi-transaksi yang diatur hukum nasional berbeda dengan yang diatur standar internasional. Misal: transaksi ekuitas untuk perusahaan di Indonesia berbeda perlakuan untuk PT, Koperasi atau badan hukum lainnya.
  • 9. Struktur dan Kompleksitas StandarInternasional Adanya kekhawatiran bahwa standar internasional akan semakin kompleks dan rule s - ba s e d a p p ro a c h. Standar mengatur secara detil setiap transaksi sehingga penyusun LK harus mengikuti setiap langkah pencatatan. Penerapan standar sebaiknya menggunakan principles-based approach. Standar hanya mengatur prinsip pengakuan, pengukuran, dan pencatatan suatu transaksi
  • 10. Frekuensi Perubahan dan Kompleksitas StandarInternasional Standar akuntansi internasional perlu dipahami secara jelas sebelum diterapkan. Tentunya butuh cukup waktu bagi penyusun laporan keuangan, auditor, dan pengguna laporan keuangan untuk memahami suatu standar akuntansi. Bila standar akuntansi sering berubah-ubah maka akan sangat sulit dipahami apalagi diterapkan.
  • 11. Standar Akuntansi Keuangandi Indonesia Terdapat tiga tonggak sejarah dalam pengembangan standar akuntansi di Indonesia (Ahmadi Hadibroto) Menjelang diaktifkan Pasar Modal pada tahun 1973, dibentuk cikal bakal badan penyusun standar akuntansi yang menghasilkan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) Komite PAI yang dibentuk tahun 1974 melakukan revisi mendasar PAI 73 untuk menyesuaikan ketentuan akuntansi dengan dunia usaha. Hasil revisi ini dikodifikasi dalam Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 Pada tahun 1994, komite PAI melakukan revisi total terhadap PAI 1984. hasil revisi ini dikodifikasi dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) per 1 Oktober 1994
  • 12. Standar Akuntansi Keuangandi Indonesia Selanjutnya periode 1994-1998, nama komite PAI diubah menjadi komite Standar Akuntansi Indonesia (SAK). Mulai 1994, IAI memutuskan untuk melakukan harmonisasi dengan standar akuntansi internasional dengan melakukan revisi dua kali SAK 1994, yaitu pada 1 Oktober 1995 dan 1 Juni 1996 Pada periode 1998-2002, DSAK yang menggantikan komite SAK, melakukan dua kali revisi PSAK, yaitu revisi per 1 Juni 1999 dan 1 April 2002
  • 13. Pemutakhiran SAK Menurut DSAK, pemutakhiran SAK didasarkan pada tiga hal: Mendukung harmonisasi dan konvergensi PSAK dengan IFRS Dalam perumusan SAK, selain menggunakan referensi IFRS, juga mempertimbangkan berbagai