kmb dhf > 100.000

Click here to load reader

Post on 09-Jun-2015

1.218 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1. MATA KULIAH : KEPERAWATAN MATERNITASDOSEN PENGAJAR: HERTY HAERANI , S. Kep , Ns DHF > 100.000 OLEH KELOMPOK IIALFRIDA BATTIAGUSTINA AGUSTINA BAHMAD HAERULAINUL MAFRISAAISYAH NURLIANA RAKBARALWAN AMASAEAMELIA FRANSISCAANASANDI AHDANIAR ANDI AMALIAANDI ANNA OKTAVIANA S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NANI HASANUDDIN MAKASSAR 2012[Type text] Page 1

2. KATA PENGANTARAssalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu..Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat,berkah,dannikmat yang diberikannya kepada kita semua khususnya kepada kelompok kamisehingga apa yang menjadi tugas kami sebagai mahasiswa dapat terlaksanakandengan baik walaupun tidak sesempurna seperti yang kita harapkan.Shalawat sertasalam tak lupa kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikanrisalah islam dan membawa ummatnya dari alam kegelapan menuju alam yang terangbenderang.Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah KEPERAWATANMEDIKAL BEDAH II dengan tema DHF > 100.000 . Selanjutnya kami mengucapkanterima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak-pihak yang terlibat dalampenyusunan makalah ini, khususnya kepada orang tua kami yang senantiasamendukung segala bentuk aktivitas kami, dengan doanya kami haturkan pula terimakasih kepada dosen kami yang senantiasa memfasilitasi serta membimbing kami dalammenyelesaikan makalah ini.Akhir kata, kritik dan saran dari para pembaca makalah ini sangat diharapkan.Makassar, 28 April 2012PenyusunKelompok II[Type text] Page 2 3. DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISIBAB I : PENDAHULUANA. LATAR BELAKANGB. TUJUANBAB II: TINJAUAN PUSTAKAA. ANATOMI FISIOLOGIB. DEFINISIC. ETIOLOGID. PATOFISIOLOGIE. MANISFESTASI KLINISF. PEMERIKSAAN PENUNJANGG. PEMERIKSAAN MEDISH. PENCEGAHANBAB III : ASUHAN KEPERAWATANA. PENGKAJIANB. DIAGNOSA KEPERAWATANC. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAND. EVALUASIBAB IV: PENUTUA. KESIMPULANB. SARANDAFTAR PUSTAKA[Type text] Page 3 4. BAB IPENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Sampai saat ini telah di ketahui beberapa nyamuk sebagai vector dengue, walaupun Ae.aegypti di perkirakan sebagai vector utama penyakit dengue hemorrahagic fever (DHF), pengamatan epidemiologis dan percobaan penularan di laboratorium membuktikan bahwa Ae.Scuttelaris dan Ae.Polinesiensis yang terdapat di kepulauan pasifik selatan dapat menjadi vector demam dengue. Di kepulauan Rotuma di daerah Fiji padawa itu terjadi wabah demam dengue pada tahun 1971 1972. Ae.retumae di laporkan satu-satunya vector yang ditemukan. Di pulauponape, kepulauan caroline sebelah timur pada tahun 1974 terjadi letupan wabah dengue; virus dengue tipe 1 telah berhasil diisolasi pada stadium akut dari darah penderita dan ternyata Ae.hakansoni merupakan vektornya. Ae, cooki di duga merupakan vector pada waktu terjadi pada wabah demam dengue diniue. Di Indonesia, walaupun vector DHF belum di selidiki secara luas. Ae.Aegypti diperkirakan sebagai vector terpenting di daerah perkotaan, sedangkanAe.albopictus di daerah pedesaan Di Indonesia Dengue Hemorrhagic Fever pertama kali di curigai di Surabaya pada tahun 1968, tetapi konfirmasi virology baru di peroleh pada tahun 1970. Setelah itu berturut-turut di laporkan kasus dari kota di Jawa maupun dari luar Jawa, dan pada tahun 1994 telah menyebar keseluruh propinsi yang ada. Pada saat ini Dengue Hemorrhagic Fever sudah endemis di banyak kota besar, bahkan sejak 1975 penyakit ini telah berjangkit di daerah pedesaan. Oleh karena itu sudah seharusnya semua tenaga medis yang bekerja di Indonesia untuk mampumengenali dan mendiagnosisnya, kemudian dapat melakukan penatalaksanaan, sehingga angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue dapat tekan .[Type text]Page 4 5. Infeksi virus dengue pada manusia terutama pada anak mengakibatkan suatu spectrum manifestasi klinis yang bervariasi antara penyakit ringan (mild undifferentiated febrile illness), dengue fever, dengue hemorrhagic fever (DHF) dan dengue shock syindrome (DSS); yang terakhir dengan mortalitas tinggi di sebabkan renjatan dan perdarahan hebat . gambaran manifestasi klinis yang bervariasi ini dapat di samakan dengan sebuah gunung es. DHF dan DSS sebagai kasus - kasus yang dirawat di rumah sakit merupakan puncak gunung es yang kelihatan di atas permukaan laut, sedangkan kasus - kasus dengue ringan (demam dengue dan silent dengue infection) merupakan dasar gunung es. Di perkirakan untuk setiap kasus renjatan yang dijumpai di Rumah sakit, telah terjadi150 200 kasus silent dengue infection. Demam dengue adalah demam virus akut yang di sertai sakit kepala, nyeri otot, sendi dan tulang, penurunan jumlah sel darah putih dan ruam-ruam. Demam berdarah dengue/dengue hemorrhagic fever (DHF) adalah demam dengue yang di sertai pembesaran hati dan manifestasi perdarahan. Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam syok hipovolemik akibat kebocoran plasma. Keadaan ini di sebut dengue shock syndrome (DSS). B. Tujuan 1.Tujuan umum Setelah membuat makalah ini, di harapkan mahasiswa dapat memberikana asuhan keperawatan pada anak dengan penyakit DHF (dengue hemorrhagic fever) 2.Tujuan khusus[Type text] Page 5 6. Mahasiswa dapat memahami anatomi fisiologi system hematologiMahasiswa dapat men jelaskan Definisi penyakit DHFMahasiswa dapat menjelaskan etiologi DHFMahasiswa dapatmen jelaskan manifestasi klinis DHFMahasiswa dapat menjelaskan patofisiologi DHFMahasiswa dapat menyebutkan pemeriksaan penunjang penyakit DHFMahasiswa dapat menjelaskan pencegahan penyakit DHFMahasiswa dapat Menerapkan penatalaksanaan penyakit DHFMahasiswa dapat memberikan asuhan keperawatan pada anak denganpenyakit DHF[Type text]Page 6 7. BAB IITINJAUAN PUSTAKA A. Anatomi FisiologiDarah merupakan salah satu komponen penting Yang ada di dalam tubuh manusia. Sebab darah berfungsi, mengalirkan zat zat atau nutrisi yang di butuhkan tubuh, kemudian mengalirkan karbondioksida hasil metabolisme untuk di buang. ada empat fungsi utama darah, yaitu memberikan suplai oksigen keseluruh jaringan tubuh, membawa nutrisi, membersihkan sisa-sisa metabolisme dan membawa zat antibody.Komposisi darah Darah kita mengandung beberapa jenis sel yang yang tersangkut di dalam cairan kuning yang disebut plasma darah. Plasma darah tersusun atas 90% air yang mengandung sari makanan, protein, hormone, dan endapan kotoran selain sel-sel darah.Ada 3 jenis sel darah yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keeping darah (trombosit).Sel darah merah dan sel darah putih di sebut juga korpuskel 1. Sel darah merahSel darah merah berbentuk piringan pipih yang menyerupai donat. 45% darah tersusun atas sel darah merah yang di hasilkan di sumsum tulang. Dalam setiap 1 cm kubik darah terdapat 5,5 juta sel. Jumlah sel darah merah yang diproduksi setiap hari mencapai 200.000 biliun, rata-rata umurnya hanya 120 hari. Semakin tua semakin rapuh, kehilangan bentuk dan ukurannya menyusun menjadi sepertiga ukuran mula-mula.[Type text]Page 7 8. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang kaya akan zat besi. Warnanya yang merah cerah disebabkan oleh oksigen yang di serap dari paru- paru. Pada saat darah mengalir ke seluruh tubuh, hemoglobin melepaskan oksigen ke sel dan mengikat karbondioksida. Sel darah merah yang tua akhirnya akan pecah menjadi partikel-partikel kecil di dalam hati dan limpa. Sebagian besar sel yang tua dihancurkan oleh limpa dan yang lolos dihancurkan oleh hati. Hati mentimpan kandungan zat besi dari hemoglobin yang kemudian di angkut oleh darah ke sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah yang baru. Persediaan sel darah merah di dalam tubuh diperbarui setiap empat bulan sekali. 2. Sel darah putihSel darah putih jauh lebih besar dari pada sel darah merah jumlahnya dalam setiap 13 darah adalah 4000-10.000 sel. Tidak seperti sel darah merah, sel darah putih memiliki inti (nucleus). Sebagian sel darah putih bisa bergerak di dalam aliran darah, membuatnya dapat melaksanakan tugas sebagai system ketahanan tubuh.Sel darah putih adalah bagian dari sistem ketahanan tubuh yang penting. Sel darah putih yang terbanyak adalah neutrofil (+60%). Tugasnya adalah memerangi bakteri pembawa penyakit yang memasuki tubuh. Mula mula bakteri dikepung, lalu butir-butir didalam sel segera melepaskan zat kimia untuk menghancurkan dan mencegah bakteri berkembangbiak. Sel darah putih mengandung +5% eosinofil. Fungsinya adalah memerangi bakteri, mengatur pelepasan zat kimia saat pertempuran, dan membuang sisa- sisa sel yang rusak.Basofil yang menyusun 1% sel darah putih, melepaskan zat untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah di dalam pembuluhnya. 20 sd 30% kadungan sel darah putih adalah trombosit. Tugasnya adalah menghasilkan antibody, suatuprotein yang membantu tubuh memerangipenyakit.[Type text] Page 8 9. Monosit bertugas mengepung bakteri. Kira-kira ada 5 sampai 10% di dalam sel darah putih. Tubuh mengatur banyak sel darah putih yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan. Jika kita kehilangan darah, tubuh akan segera membentuk sel-sel darah untuk menggantinya. Jika kita mengalami infeksi, maka tubuh akan membentuk lebih banyakseldarahputih untuk memeranginya. Pembekuan darah Proses yang mencegah kehilangan darah dari badan melalui luka disebut hemostasis dan proses ini terdiri dari tiga stadium yang bekerja bersama-sama, yaitu : Spasme vaskuler : penyempitan lumen pembuluh darah yang putus untuk mengurangi aliran darah yang hilang. 1.Pembentukan sumbat trombosit : untuk menghentikan kebocoran darah. 2.Pembekuan fibrin disekitar sumbat trombosit dan reaksi fibrin: untuk merekat pembuluh yang putus dan menarik sisi pinggirnya supaya merapat (Watson, 2001) Fungsi darah Fungsi darah dalam metabolisme tubuh kita antara lain sebagai alat pengangkut (pengedar), pengatur suhu tubuh dan pertahanan tubuh. Peredaran oksigen pada tubuh : 1.Oksigendiedarkanke seluruhtubuholeh sel darah merah 2.Darah yang di pompa dari bilik kanan jantung menuju paru-paru melepaskan CO2 dan mengambil O2 dibawa menuju serambi kiri. 3.O2 dari