kisah nabi nuh as

Click here to load reader

Post on 13-Apr-2017

1.914 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Kisah Nabi Nuh A.S

Andrew Filbert DaryKesyad JoandaNarits Muhammad SyafruddinRobiah WulandariKisah Nabi Nuh A.S

XI IPA 1http://soft-technick.blogspot.com/

Rumusan masalah

Bagaimana dakwah Nabi Nuh A.S. kepada kaumnya?Apa yang membuat Nabi Nuh A.S. berputus asa terhadap kaumnya?Apa wahyu Allah untuk Nabi Nuh A.S. ?Apa azab dari Allah yang dijanjikan?Bagaimana nasib keluarga nabi Nuh A.S. saat badai di kapal terjadi?

http://soft-technick.blogspot.com/

Dakwah Nabi Nuh A.SNabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dalam masa "fatrah" masa kekosongan di antara dua rasul di mana biasanya manusia secara beransur-ansur melupakan ajaran agama kembali bersyirik meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan. Ketika Nabi Nuh datang di tengah-tengah mereka, mereka sedang menyembah berhala ialah patung-patung yang dibuat oleh tangan-tangan mereka sendiri disembahnya sebagai tuhan. Inti ajaran Nabi Nuh adalah tauhid, shalat, puasa, amar makruf, dan nakhyi munkar, namun dakwah dibalas dengan angkara murka.Hanya sedikit yang menerima dakwah Nabi Nuh A.S, itupun hanya dari golongan sosial lemah. Sedangkan orang-orang kaya, terpandang di masyarakat membangkang terhadap ajaran yang dibawa Nabi Nuh A.S.http://soft-technick.blogspot.com/

Nabi Nuh Berputus Asa Dari KaumnyaHarapan Nabi Nuh akan kesedaran kaumnya ternyata makin hari makin berkurangan dan bahawa sinar iman dan takwa tidak akan menebus ke dalam hati mereka yang telah tertutup rapat oleh ajaran dan bisikan Iblis. Kemudian Ia memohon kepada Allah agar menurunkan Azab-Nya di atas kaumnya yang berkepala batu seraya berseru: "Ya Allah! Janganlah Engkau biarkan seorang pun daripada orang-orang kafir itu hidup dan tinggal di atas bumi ini. Mareka akan berusaha menyesatkan hamba-hamba-Mu, jika Engkau biarkan mereka tinggal dan mereka tidak akan melahirkan dan menurunkan selain anak-anak yang berbuat maksiat dan anak-anak yang kafir seperti mereka."Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh Allah dan permohonannya diluluskan dan tidak perlu lagi menghiraukan dan mempersoalkan kaumnya, karena mereka itu akan menerima hukuman Allah dengan mati tenggelam.http://soft-technick.blogspot.com/

Wahyu Untuk Membuat PerahuSetelah mengetahui bahwa tidak akan ada satupun dari umatnya yang beriman, Nabi Nuh A.S berdoa memohon kepada Allah agar membinasakan orang-orang kafir dari kaumnya dan mengampuni kesalahannya, kedua orang tuanya dan orang-orang yang bersamanya (QS. 71: 26-28).Lalu Allah mengabulkan doa Nabi Nuh dan mewahyukan kepadanya: Buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. 11:37)Maka Nabi Nuh Alaihis Salam mengambil tempat yang jauh dari kota, dan mulai membuat perahu, akan tetapi dia tidak luput dari olokan dan ejekan kaumnya.Akan tetapi Nabi Nuh berpaling dari ejekan mereka, dan berkata: Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) akan mengejekmu sebagai-mana kalian telah mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa adzab yang menghinakan dan yang akan ditimpa azab yang kekal. (QS. 11: 38-39)http://soft-technick.blogspot.com/

Adzab Dari Allah Yang DijanjikanBenarlah apa yang diancamkan oleh Allah, seketika saja angkasa dipenuhi awan tebal, lalu langit menurunkan hujan dan bumi mengeluarkan air yang banyak, maka terjadilah banjir besar yang tidak pernah dikira, dan Nabi Nuh Alaihis Salam telah berada di bahtera bersama mereka yang telah beriman serta sepasang dari setiap binatang serta mengucapkan: Bismillahi majreha wa murseha, terkadang bahteranya dibawa oleh angin yang lembut terkadang dengan angin yang kencang. Sementara itu orang-orang yang kafir terus bergelut dengan air bah, mereka berusaha mengalahkan kematian namun kematian mengalahkan mereka, mereka berusaha membanting ombak namun ombaklah yang membanting mereka hingga akhirnya mereka hilang ditelan air dan lenyap dari pandangan, menghilang sebagaimana rahasia yang selalu tersimpan dalam hati. Ombak telah menjadi kuburan bagi mereka sedangkan buih menjadi kain kafannya.http://soft-technick.blogspot.com/

Gunung Ararat, Turki, sebuah tempat yang dianggap bahtera Nabi Nuhhttp://soft-technick.blogspot.com/

BESAR BAHTERA NABI NUHhttp://soft-technick.blogspot.com/

Putera Nabi Nuh Alaihis SalamDari atas kapal Nabi Nuh melihat puteranya Kanan yang tidak beriman kepadanya sedang berjuang keras melawan ombak dan berusaha untuk berlindung di sebuah gunung, lalu beliau memanggilnya dan mengajak-nya untuk bergabung kepadanya dengan beriman terhadap apa yang dibawanya, beliau berkata: Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang yang kafir. (QS. 11:42)Akan tetapi seruan dan ajakan tersebut sama sekali tidak mendapat-kan tempat di hati Kanan dan dia menyangka bahawa dia akan selamat dari apa yang dihadapinya dan berkata: Menjauhlah engkau dariku kerana aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!Lalu Nabi Nuh berkata kepadanya sedangkan dia telah dirundung kesedihan dan diliputi oleh kepedihan: Wahai anakku! Tidak ada yang melindungi hari ini dari adzab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang.Namun Kanan tetap keras kepala, nasihat sang ayah yang mencintainya tak dihirau, lalu tiba-tiba saja ombak besar menimpa Kanan dan memisahkan keduanya. Nabi Nuh sedih akan hal itu, namun Allah SWT berfirman bahwasanya Kanan itu bukanlah termasuk keluarga Nabi Nuh yang akan diselamatkan. Pada saat itulah Nabi Nuh menyedari bahawa rasa kasih sayangnya dan perasaannya telah memalingkannya dari kebenaran, maka dia pun mohon ampun kepada Allah dan perlindungan dari kemurkaan-Nya.Akhirnya bahtera Nabi Nuh pun berlabuh di atas gunung Judiy, dan dikatakan kepada Nuh: Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mumin) dari orang-orang yang bersamamu. . (QS. 11:48).

http://soft-technick.blogspot.com/

KesimpulanNabi Nuh terkenal sebagai nabi yang fasih berbicara, bijaksana, dan sabar dalam menjalankan tugas risalahnya. Oleh karena itu, kita patut untuk meneladani sikap Nabi Nuh AS dalam berbagai aktivitas kita di kehidupan sehari-hari.Terkadang rasa kasih sayang dan perasaan dapat memalingkan kita jauh dari kebenaran. Maka sesungguhnya hanya kepada Allah-lah kita berserah diri dan mendapatkan petunjuk akan jalan kebeneran.

http://soft-technick.blogspot.com/

Terima Kasih Atas Perhatiannya, Wassalamualaikum W W

http://soft-technick.blogspot.com/