kisah nabi muhammad saw.docx

Download Kisah Nabi Muhammad SAW.docx

Post on 05-Jan-2016

259 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Kisah Nabi Muhammad SAWNabi Muhammad SAW

(Pamungkas Para Nabi dan Rasul)

Muhammad berasal dari suku Quraisy. Beliau lahir pada 12 Rabi Al-Awwal 570 M. Nasab beliau bersambung ke lsmail bin lbrahim.Leluhur beliau adalah penjaga Kabah. Mereka sangat terhormat sebab tak sembarang orang bisa menjadi penjaga Kabah, harus orang-orang pilihan. Salah seorang kakek beliau bernama Abdul Muthalib. la mewarisi kehormatan sebagai penjaga Kabah.Nama Abdul Muthalib semakin terkenal. Terutama, setelah ia dan anaknya, Harits, berhasil menemukan kembali sumur Zamzam. Waktu itu sumur Zamzam sempat hilang. Sekian lama tak diketahui karena tertimbun tanah.Suatu ketika, Abdul muthalib mengumbar janji. Jika punya sepuluh orang anak, ia akan mengorbankan menyembelih seorang di antaranya. Saat anak kesepuluh lahir, ia pun bermaksud menunaikan janjinya.Maka, kemudian ia mengundi anak-anaknya. Yang terpilih yang akan dikorbankan. Alhasil, Abdullah yang terpilih. Beberapa kali undian dilakukan hasilnya tetap nama Abdullah yang keluar.Rencana pengorbanan itu ditentang oleh orang-orang Quraisy, mereka menyarankan agar Abdul Muthalib menemui seorang ahli nujum. Menurut ahli nujum, korban boleh diganti dengan unta. Syaratnya, unta dan Abdullah tetap harus diundi.Awalnya, sepuluh ekor unta yang dipertaruhkan. Abdullah dan sepuluh ekor unta itu diundi. Namun, hasil undian tetap menunjukkan Abdullah yang terpilih.Jumlah unta ditambah sepuluh lagi, hasilnya tetap sama. Ditambah sepuluh lagi, tetap sama. Begitu seterusnya. Setelah jumlah unta mencapai seratus ekor, barulah unta yang terpilih dalam undian itu. Untuk lebih meyakinkan, undian diulang sampai tiga kali. Hasilnya, tetap unta yang terpilih, Abdullah pun urung dikurbankan.

Tahun GajahSebuah peristiwa besar terjdai menjelang kelahiran Muhammad. Kabah hendak dihancurkan. Pelakunya ialah Abrahah. Raja yang beragama Nasrani ini sangat kejam dan serakah.Abrahah sangat berkuasa. Wilayah kerajaan Yaman semakin luas. Angkatan bersenjata kerajaan Yaman sangat kuat. Terutama divisi tentara bergajah yang sangat terkenal.Namun, ada satu hal yang selalu mengganggu pikiran Abrahah. la merasa iri dengan kota Makkah. Semua orang berziarah ke sana, mereka beribadah di depan Kabah.Lalu, Abrahah membangun Kabah baru di Yaman. Bangunan Kabah baru ini sangat megah. Harapan Abarahah, Kabah baru ini menjadi tujuan ibadah semua orang.Akan tetapi, Kabah baru itu tetap sepi. Tidak ramai dikunjungi, hal ini membuat Abrahah geram, hatinya panas. la semakin tidak senang dengan keberadaan Kabah di Makkah. Sebab dari tahun ke tahun, semakin banyak saja yang berkunjung ke sana.

Maka, Abrahah punya rencana. la akan menyerang kota Makkah. Kabah yang ada di Makkah harus dihancurkan.Tak tanggung-tanggung, pasukan bergajah dipersiapkan. Abrahah sendiri yang memimpin pasukan. Pasukan bergajah terus begerak. Jarak ke kota Makkah semakin dekat.Tiba di Makkah, tentara Abrahah langsung beraksi, mereka menghancurkan rumah-rumah penduduk. Ternak-ternak dirampas. Banyak orang yang luka dan terbunuh. Penduduk lari tunggang langgang, mereka bersembuyi di gunung-gunung.Kemudian, Abrahah mengirim seorang utusan. la menugasi hunata untuk menemui Abdul muthalib. Saat itu Abdul muthalib yang sudah berusia tujuh puluh tahun tidak gentar. la malah minta bertemu dengan Abrahah. la ingin berbicara langsung dengan Abrahah.Hunata bersedia, Abdul muthalib kemudian dibawa ke hadapan Abrahah. Kenapa kau kemari, bukannya lari? tanya Abrahah dengan nada sinis.Unta-unta saya dijarah. Jumlahnya dua ratus ekor. Saya mau meminta kembali unta-unta itu, jawab Abdul muthalib tenang.Berani benar orang ini pikir Abrahah, Kau ini pengurus Kabah, bukan?Benar.Kenapa kau tidak memedulikan Kabah? Kau malah memikirkan unta-unta yang tak seberapa. Tujuanku ke Sini untuk menghancurkan Kabah.Unta-unta itu milik saya. Oleh karena itu, saya harus menjaganya. Adapun Kabah, itu milik Allah. Allah yang akan menjaganya.Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan. lntinya, Abrahah jangan mengganggu warga. Terserah kalau mereka mau menghancurkan Kabah.Abdul muthalib pasrah. Tak bisa berbuat apa-apa. Abrahah terlalu kuat. melawan tentara bergajah sama saja dengan bunuh diri. Abdul muthalib menyerahkan persoalan Kabah itu kepada Allah. Toh, Kabah adalah rumah Allah. Pasti Allah akan menjaganya.Pasukan gajah lantas bergerak. Bleg! Bleg! Bleg! Kaki-kaki gajah menginjak bumi, diiringi sorak-sorai bala tentara Abrahah. Sorak-sorai tentara bergajah terdengar menakutkan, mereka semakin mendekat Kabah.Dan terjadilah apa yang terjadi. Pasukan bergajah yang perkasa itu binasa. Sangat mengenaskan. Tubuh mereka seperti dedaunan digerogoti ulat. ltu terjadi setelah mereka dilempari batu batu yang panas terbakar. Batu-batu itu dilemparkan oleh segerombolan burung Ababil.

Kelahiran Manusia AgungSaat kejadian itu, Abdullah, putra Abdul muthalib telah beristri. lstri Abdullah bernama Aminah. Keluarga Aminah sangat terpandang. la adalah putri Wahab bin Abdu manaf.Abdullah bekerja sebagai pedagang. Suatu hari, ia berpamitan kepada istrinya. la hendak berdagang ke Syria. Waktu itu Aminah sedang hamil. Kandungannya telah berusia sekitar enam bulan.Ternyata, kepergian Abdullah kali ini untuk selamanya. Dalam perjalanan pulang, ia jatuh sakit. Sakitnya semakin parah. Akhirnya, dalam usia 25 tahun ia mengembuskan napas yang terakhir. la wafat di madinah.Harta warisan Abdullah tidak terlalu banyak. la hanya meninggalkan lima ekor unta, sejumlah kambing, dan seorang budak perempuan. Budak perempuan ini bernama Ummu Aiman. Kelak ia termasuk salah seorang pengasuh Muhammad.Tak lama setelah Abdullah wafat, Muhammad lahir. Tepatnya 12 Rabi Al- Awwal 570 M. Tahun kelahiran beliau ini disebut Tahun Gajah. Sebab tahun itulah terjadi penyerbuan tentara bergajah pimpinan Abrahah.Muhammad dilahirkan di rumah kakeknya, Abaul Muthalib. Rumah kakeknya tak jauh dari Masjidil Haram. Bayi itu kemuaian dibawa Abdul Muthalib ke Kabah. Di sanalah, bayi mungil itu diberi nama Muhammad. Muhammad berarti orang yang terpuji.

Ditinggal Mati Ibu TercintaMuhammad tidak langsung disusui oleh Aminah. Selama beberapa hari, beliau disusui oleh Tsuwaiba. Setelah itu, disususi oleh Halimah. Halimah membawa Muhammad ke rumahnya di kampung Bani Saad.Tak terasa Muhammad sudah berumur lima tahun. Hati Halimah sangat sedih. Masalahnya, ia harus mengembalikan beliau kepada Aminah. Mau tidak mau Halimah harus menyerahkan kembali Muhammad kepada ibunya di Makkah.Usia enam tahun, Muhammad diajak ibunya ke Madinah. Mereka hendak berziarah ke makam sang ayah, Abdullah. Perjalanan sangat jauh. Mereka harus menempuh jarak sekitar enam ratus kilometer. Ditemani Ummu Aiman, mereka berangkat bersama kafilah dagang yang menuju ke Syam.Dalam per jalanan pulang, terjadi lagi musibah. Aminah jatuh sakit tak lama kemudian, Aminah meninggal dunia. Ketika itu rombongan Aminah baru sampai di Abwa, sekitar 37 kilometer dari Madinah.Kini, Muhammad tak punya ayah dan ibu. Beliau menjadi yatim piatu. Sang kakek, Abdul Muthalib, kemudian mengurus beliau. ltu pun tidak lama. Saat beliau berumur delapan tahun, Abdul Muthalib meninggal dunia.

Bersua Seorang PendetaSelanjutnya, Muhammad tinggal bersama Abu Thalib. Paman beliau ini adalah anak bungsu Abdul Muthalib. Abu Thalib punya banyak anak. Salah seorangnya ialah Ali.Abu Thalib juga bukan orang kaya. Meskipun demikian, Abu Thalib pandai mendidik anak. Keluarga Abu Thalib serba kekurangan. Hidup mereka paspasan. Oleh karena itu, Muhammad tidak tinggal diam. Beliau turut bekerja. Sehari-hari beliau menggembala kambing.Muhahmmad tidak suka berfoya-foya, hari-harinya banyak digunakan untuk bekerja dan belajar. Banyak orang yang menyukai beliau. Sikap beliau sangat santun. Kata-katanya selalu sopan. Sayang kepada yang kecil. hormat kepada besar. Sekali pun tak pernah berbohong. Bukan hal aneh kalau beliau mendapat sebutan AI-Amin orang yang sangat tepercaya.Muhammad sudah berusia dua belas tahun. Suatu ketika, beliau melihat Abu Thalib sedang sibuk. Sang paman hendak pergi berdagang. Jauh ke negeri Syam. Beliau tertarik ingin ikutPaman, boleh Ananda ikut!Jangan, Nak. Ananda masih kecil.Perjalanan ke Syam sang at jauh. Nanti Ananda nggak kuatAnanda ingin melihat negeri orang. Boleh, ya, Paman!Paman tak melarang. Asalkan Ananda kuat berjalan jauh.Siap, Paman. Beliau sangat senang. Senang karena bisa melihat negeri orang. Bisa menambah pengalaman.Kafilah dagang ke Syam sangat besar. Unta-unta berbaris penuh dengan muatan. Rombongan bergerak menuju ke arah Syam. Membawa banyak barang dagangan.

Perjalanan sangat berat, tidak hanya jauh, tapi cuaca juga sangat panas. Walaupun demikian, Muhammad tidak kepanasan, ada awan yang selalu menaungi beliau. Ke mana pun beliau pergi, awan itu selalu mengikuti. Mengherankan.Di suatu tempat rombongan beristirahat. Tak jauh dari tempat itu, seseorang mengawasi. Keningnya berkerut heran, kok, ada awan yang selalu menaungi anak remaja itu. Pasti ia bukan anak sembarangan, pikirnya.Orang itu merasa penasaran. la ingin tahu lebih jauh perihal anak remaja yang tadi dilihatnya. la pun merencanakan sesuatu. Tujuannya ingin mengorek keterangan lebih jauh. Kemudian, ia mengundang rombongan tersebut. Tentu saja, Abu Thalib merasa heran.Kok, ada orang tak dikenal mengundang. Namun, ia tak menolak. Lagi pula, nggak ada salahnya datang. Toh, di sana pun hanya makan-makan.Silakan duduk. Tuan-tuan pasti lelah. Jangan sungkan. Anggap saja di rumah sendiri, kata Si empunya rumah dengan ramah.Ehmmm , kalau boleh tahu, Tuan ini siapa? tanya Abu Thalib.Oo, iya, hampir lupa. Perkenalkan, nama saya Buhaira. Saya ini seorang pendeta Nasrani. Tuan-tuan silakan mencicipi hidangan ala kadarnya.Abu Thalib dan rombongan semakin heran. Pendeta ini begitu ramah. Padahal, mereka sama sekali tidak kenal. Mereka berbisik-bisik satu sama lain.Saat itulah, Pendeta Buhaira menghampiri Muhammad.Siapa namamu, Nak? tanya Buhaira sopan.Saya Muhammad.Ayahmu ti