kisah nabi ibrahim a.s. - .kisah nabi ibrahim a.s. nabi ibrahim adalah putera aaazar ... musuh...

Download KISAH NABI IBRAHIM A.S. - .KISAH NABI IBRAHIM A.S. Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar ... musuh kepada

Post on 08-Jul-2018

233 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • w w w . D u n i a p u s t a k a . c o m | T e m p a t D o w n l o a d B u k u G r a t i s

    Page 1

    KISAH NABI IBRAHIM A.S.

    www.DuniaPustaka.com

    2012

    http://www.duniapustaka.com/

  • w w w . D u n i a p u s t a k a . c o m | T e m p a t D o w n l o a d B u k u G r a t i s

    Page 2

    KISAH NABI IBRAHIM A.S.

    Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar {Tarih} bin Tahur bin Saruj bin Rau' bin Falij

    bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S. Ia dilahirkan di

    sebuah tempat bernama "Faddam A'ram" dalam kerajaan "Babylon" yang pada

    waktu itu diperintah oleh seorang raja bernama "Namrud bin Kan'aan."

    Kerajaan Babylon pada masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup

    senang, sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang mahupun pandangan

    serta saranan-saranan yang menjadi keperluan pertumbuhan jasmani mereka.

    Akan tetapi tingkatan hidup rohani mereka masih berada di tingkat jahiliyah.

    Mereka tidak mengenal Tuhan Pencipta mereka yang telah mengurniakan mereka

    dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mereka

    adalah patung-patung yang mereka pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari

    lumpur dan tanah.

    Raja mereka Namrud bin Kan'aan menjalankan tampuk pemerintahnya dengan

    tangan besi dan kekuasaan mutlak. Semua kehendaknya harus terlaksana dan

    segala perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dapat dilanggar atau di

    tawar. Kekuasaan yang besar yang berada di tangannya itu dan kemewahan hidup

    yang berlebuh-lebihan yang ia nikmati lama-kelamaan menjadikan ia tidak puas

    dengan kedudukannya sebagai raja.

    Ia merasakan dirinya patut disembah oleh rakyatnya sebagai tuhan. Ia berfikir jika

    rakyatnya mahu dan rela menyembah patung-patung yang terbina dari batu yang

    tidal dapat memberi manfaat dan mendtgkan kebahagiaan bagi mereka, mengapa

    bukan dialah yang disembah sebagai tuhan.

  • w w w . D u n i a p u s t a k a . c o m | T e m p a t D o w n l o a d B u k u G r a t i s

    Page 3

    Dia yang dapat berbicara, dapat mendengar, dapat berfikir, dapat memimpin

    mereka, membawa kemakmuran bagi mereka dan melepaskan dari kesengsaraan

    dan kesusahan. Dia yang dapat mengubah orang miskin menjadi kaya dan orang

    yang hina-dina diangkatnya menjadi orang mulia. di samping itu semuanya, ia

    adalah raja yang berkuasa dan memiliki negara yang besar dan luas.

    Di tengah-tengah masyarakat yang sedemikian buruknya lahir dan dibesarkanlah

    Nabi Ibrahim dari seorang ayah yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang

    patung.

    Ia sebagai calon Rasul dan pesuruh Allah yang akan membawa pelita kebenaran

    kepada kaumnya,jauh-jauh telah diilhami akal sihat dan fikiran tajam serta

    kesedaran bahwa apa yang telah diperbuat oleh kaumnya termasuk ayahnya

    sendiri adalah perbuatan yang sesat yang menandakan kebodohan dan kecetekan

    fikiran dan bahwa persembahan kaumnya kepada patung-patung itu adalah

    perbuatan mungkar yang harus dibanteras dan diperangi agar mereka kembali

    kepada persembahan yang benar ialah persembahan kepada Tuhan Yang Maha

    Esa, Tuhan pencipta alam semesta ini.

    Semasa remajanya Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan

    patung-patung buatannya namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan

    oleh Tuhan kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan barang-barang itu

    bahkan secara mengejek ia menawarkan patung-patung ayahnya kepada calon

    pembeli dengan kata-kata:" Siapakah yang akan membeli patung-patung yang

    tidak berguna ini? "

  • w w w . D u n i a p u s t a k a . c o m | T e m p a t D o w n l o a d B u k u G r a t i s

    Page 4

    Nabi Ibrahim Ingin Melihat Bagaimana Makhluk Yang Sudah Mati Dihidupkan

    Kembali Oleh Allah

    Nabi Ibrahim yang sudah berketetapan hati hendak memerangi syirik dan

    persembahan berhala yang berlaku dalam masyarakat kaumnya ingin lebih dahulu

    mempertebalkan iman dan keyakinannya, menenteramkan hatinya serta

    membersihkannya dari keragu-raguan yang mungkin esekali mangganggu

    fikirannya dengan memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya

    bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati.

    Berserulah ia kepada Allah: " Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana

    engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati.

    "Allah menjawab seruannya dengan berfirman: Tidakkah engkau beriman dan

    percaya kepada kekuasaan-Ku? "

    Nabi Ibrahim menjawab:" Betul, wahai Tuhanku, aku telah beriman dan percaya

    kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu, namun aku ingin sekali melihat itu

    dengan mata kepala ku sendiri, agar aku mendapat ketenteraman dan

    ketenangan dan hatiku dan agar makin menjadi tebal dan kukuh keyakinanku

    kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu."

  • w w w . D u n i a p u s t a k a . c o m | T e m p a t D o w n l o a d B u k u G r a t i s

    Page 5

    Allah memperkenankan permohonan Nabi Ibrahim lalu diperintahkanlah ia

    menangkap empat ekor burung lalu setelah memperhatikan dan meneliti

    bahagian tubuh-tubuh burung itu, memotongnya menjadi berkeping-keping

    mencampur-baurkan kemudian tubuh burung yang sudak hancur-luluh dan

    bercampur-baur itu diletakkan di atas puncak setiap bukit dari empat bukit yang

    letaknya berjauhan satu dari yang lain.

    Setelah dikerjakan apa yang telah diisyaratkan oleh Allah itu, diperintahnyalah

    Nabi Ibrahim memanggil burung-burung yang sudah terkoyak-koyak tubuhnya

    dan terpisah jauh tiap-tiap bahagian tubuh burung dari bahagian yang lain.

    Dengan izin Allah dan kuasa-Nya datanglah berterbangan empat ekor burung itu

    dalam keadaan utuh bernyawa seperti sedia kala begitu mendengar seruan dan

    panggilan Nabi Ibrahim kepadanya lalu hinggaplah empat burung yang hidup

    kembali itu di depannya.

    Dilihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah YAng Maha Berkuasa

    dapat menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati sebagaimana Dia

    menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada.

    Dan dengan demikian tercapailah apa yang diinginkan oleh Nabi Ibrahim untuk

    mententeramkan hatinya dan menghilangkan kemungkinan ada keraguan di

    dalam iman dan keyakinannya, bahwa kekuasaan dan kehendak Allah tidak ada

    sesuatu pun di langit atau di bumi yang dapat menghalangi atau menentangnya

    dan hanya kata "Kun" yang difirmankan Oleh-Nya maka terjadilah akan apa yang

    dikenhendaki " Fayakun".

  • w w w . D u n i a p u s t a k a . c o m | T e m p a t D o w n l o a d B u k u G r a t i s

    Page 6

    Nabi Ibrahim Berdakwah Kepada Ayah Kandungnya

    Aazar, ayah Nabi Ibrahim tidak terkecuali sebagaimana kaumnya yang lain,

    bertuhan dan menyembah berhala bah ia adalah pedagang dari patung-patung

    yang dibuat dan dipahatnya sendiri dan daripadanya orang membeli patung-

    patung yang dijadikan persembahan. Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban

    pertama yang harus ia lakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah

    menyedarkan ayah kandungnya dulu orang yang terdekat kepadanya bahwa

    kepercayaan dan persembahannya kepada berhala-berhala itu adalah perbuatan

    yang sesat dan bodoh.

    Beliau merasakan bahawa kebaktian kepada ayahnya mewajibkannya memberi

    penerangan kepadanya agar melepaskan kepercayaan yang sesat itu dan

    mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa. Dengan sikap yang sopan

    dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak terhadap orang tuanya dan

    dengan kata-kata yang halus ia dtg kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia

    diutuskan oleh Allah sebagai nabi dan rasul dan bahawa ia telah diilhamkan

    dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya.

    Ia bertanya kepada ayahnya dengan lemah lembut gerangan apakah yang

    mendorongnya untuk menyembah berhala seperti lain-lain kaumnya padahal ia

    mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak berguna sedikit pun tidak dapat

    mendtgkan keuntungan bagi penyembahnya atau mencegah kerugian atau

    musibah. Diterangkan pula kepada ayahnya bahwa penyembahan kepada

    berhala-berhala itu adalah semata-mata ajaran syaitan yang memang menjadi

    musuh kepada manusia sejak Adam diturunkan ke bumi lagi.

  • w w w . D u n i a p u s t a k a . c o m | T e m p a t D o w n l o a d B u k u G r a t i s

    Page 7

    Ia berseru kepada ayahnya agar merenungkan dan memikirkan nasihat dan

    ajakannya berpaling dari berhala-berhala dan kembali menyembah kepada Allah

    yang menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan memberi

    mereka rezeki dan kenikmatan hidup serta menguasakan bumi dengan segala

    isinya kepada manusia.

    Aazar menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata-kata

    seruan puteranya Nabi Ibrahim yyang ditanggapinya sebagai dosa dan hal yang

    kurang patut bahwa puteranya telah berani mengecam dan menghina

    kepercayaan ayahnya bahkan mengajakkannya untuk meninggalkan kepercayaan

    itu dan menganut kepercayaan dan agama yang ia bawa. Ia tidak

    menyembunyikan murka dan marahnya tetapi dinyatakannya dalam kata-kata

    yang kasar dan dalam maki hamun seakan-akan tidak ada hunbungan diantara

    mereka.

    IA berkata kepada Nabi Ibrahim dengan nada gusar: " Hai Ibrahim! Berpalingkah

    engkau dari kepercayaan dan persembahanku ? Dan kepercayaan apakah yang

    engkau berikan kepadaku yang menganjurkan agar aku mengikutinya?

    Janganlah engkau membangkitkan amarahku dan cuba mendurhakaiku.

Recommended

View more >