kimia akibat konversi hutan

Click here to load reader

Post on 16-Apr-2017

151 views

Category:

Engineering

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Teknik Industri

    AKIBAT KONVERSI HUTANAziz Kurniawan, NIM 41615110016Arga Jatmika, NIM 41614110005

  • Pendahuluan Definisi Konversi Hutan Akibat Konversi Hutan KesimpulanMateri Bahasan

  • Pendahuluan

  • Salah satu fungsi hutan adalah sebagai paru paru dunia, maksudnya adalah hutan dapat menyerap gas karbondioksida yang berbahaya bagi manusia dan menghasilkan gas oksigen yang sangat diperlukan manusia. Hutan juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan air dengan volume yang sangat besar. Air hujan yang jatuh ke bumi akan disimpan dalam akar akar pohon yang ada dihutan. Manfaat ini sangat terasa ketika musim hujan, hutan bisa dijadikan sebagai pengendali banjir.

  • Pemerintah melalui lembaga kehutanan pada tahun 1950 pernah merilis peta vegetasi yang berisi informasi bahwa sekitar 84 persen luas daratan Indonesia (162.290.000 hektar) tertutup hutan primer dan sekunder, termasuk seluruh tipe perkebunan. Peta tersebut juga menyebutkan luas hutan per pulau secara berturut-turut, Kalimantan memiliki areal hutan seluas 51.400.000 hektar, Irian Jaya 40.700.000 hektar, Sumatera 37.370.000 hektar, Sulawesi 17.050.000 hektar, Maluku 7.300.000 hektar, Jawa 5.070.000 hektar serta terakhir Bali dan Nusa Tenggara seluas 3.400.000 hektar (WRI, 2002).

  • Luas hutan alam asli Indonesia menyusut dengan kecepatan yang sangat mengkhawatirkan. World Resource Institute menyatakan hingga saat ini Indonesia telah kehilangan hutan aslinya sebesar 72 persen. Pada periode 19972000, ditemukan fakta baru bahwa penyusutan hutan meningkat menjadi 2,8 juta hektar per tahun, dua kali lebih cepat dibandingkan tahun 1980. Ini menjadikan Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerusakan hutan tertinggi di dunia.

  • Pada tahun 2003, data dari Departemen Kehutanan menunjukkan tutupan hutan hanya sekitar 94 juta hektar atau sekitar setengah dari total luas lahan di Indonesia.

    Pada tahun 2005, analisis FAO (Food and Agricultural Organisation) mengatakan bahwa tutupan hutan Indonesia pada tahun 2005 hanya sekitar 88,5 juta hektar atau sekitar 48,8% dari total luas lahan dan 46,5% dari total luas wilayah.

    Pada tahun 2007, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada tahun melakukan interpretasi citra satelit Landsat 7 ETM+, dengan menggunakan data perekaman citra satelit tahun 2004 2006 yang digeneralisasi menjadi data tahun 2005. Hasilnya menunjukan bahwa tutupan hutan seluruh wilayah Indonesia berkurang menjadi sekitar 83 juta hektar.

  • Hutan Konversi

  • Hutan Konversi adalah penggunaan lahan hutan untuk berbagai tujuan dan kepentingan pembangunan diluar bidang kehutanan seperti; transmigrasi, pertambangan, perkebunan, peternakan, pencetakan sawah baru, dll (deforestasi).

  • 09/16/15

  • 09/16/15

  • 09/16/15

  • Hutan tanaman industri (juga umum disingkat HTI) adalah sebidang luas daerah yang sengaja ditanami dengan tanaman industri (terutama kayu) dengan tipe sejenis dengan tujuan menjadi sebuah hutan yang secara khusus dapat dieksploitasi tanpa membebani hutan alami.

    Hasil hutan tanaman industri berupa kayu bahan baku pulp dan kertas (jenis tanaman akasia) serta kayu pertukangan (meranti). di Indonesia mulai dikembangkan sejak tahun 1990-an di Sumatera Selatan dan Riau.

  • Apabila hutan alam dikonversikan menjadi hutan tanaman industri (HTI) dengan jenis pohon yang tumbuh cepat,karbon yang tersimpan dalam HTI pada kondisi stedy state akan lebih kecil dari pada karbon yang tersimpan dalam hutan alam. Oleh karena itu cara ini merugikan dari segi pemanasan global. Akan tetapi jika HTI itu di bangun dari hutan belukar dan dari padang rumput,kandungan karbon dari HTI pada kandisi stedy state akan lebih tinggi dari pada hutan belukar dan padang rumput sehingga menguntungkan dari segi penangkalan pemanasan global.

  • Konversi hutan alam tidak selalu berdampak buruk, bahkan tidak sedikit kisah sukses konversi hutan menjadi tata guna lahan yang lebih produktif dan lestari seperti konversi hutan alam menjadi lahan sawah, perkebunan teh, karet dan berbagai bentuk wana-tani, termasuk pekebunan kelapa sawit di Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

  • Akibat Konversi Hutan

  • Dari sisi hidrologi telah banyak kajian dan penelitian yang menerangkan bahwa secara umum perubahan fungsi hutan terutama hutan tropis akan berpengaruh terhadap komponen hidrologi seperti curah hujan, total debit tahunan, distribusi musiman aliran sungai, erosi dan sedimentasi.

  • Dampak nyata yang dapat dirasakan diantaranya berupa:

    1. berkurangnya curah hujan suatu wilayah yang luasan tutupan hutannya berkurang secara signifikan2. meningkatnya debit puncak aliran sungai dibandingkan kondisi sebelum hutan dialihfungsikan, meskipun dengan kondisi curah hujan yang relatif tetap. Hal ini merupakan salah satu pemicu terjadinya banjir.3. Terjadinya kekeringan atau menurunnya debit sungai saat musim kemarau dibandingkan kondisi awal sebelum hutan dikonversi.4. Meningkatnya erosi dan sedimentasi.5. Meningkatnya frekuensi kejadian longsor terutama longsor dangkal

  • 6 dampak buruk yang disebabkan adanya perkebunan kelapa sawit:

    1. Kerusakan ekosistem hayati2. Pembukaan lahan dengan cara dibakar3. Kerusakan unsur hara dalam tanah4. Munculnya hama imigran baru yang sangat ganas5. Terjadinya konflik vertikal dan horizontal dengan warga6. Bencana banjir dan kekeringan

  • Kesimpulan

  • Secara keseluruhan, konversi hutan dapat menyebabkan banyak kerugian. Dengan cara yang tepat, dampak negatif dari konversi hutan dapat diminimalisir, akan lebih baik jika penggunaan lahan untuk tujuan tertentu digunakan di kawasan terbuka seperti padang rumput atau semak belukar.

  • https://www.academia.edu/8585258/ALIH_FUNGSI_KONVERSI_KAWASAN_HUTAN_INDONESIA_TINJAUAN_ASPEK_HIDROLOGI_DAN_KONSERVASI_TANAH

    http://www.mongabay.co.id/wp-content/uploads/2014/03/Kelapa-sawit-Greenpeace2-Kampanye-Kalteng-PG.jpg

    Sumber

  • Terima Kasih