keteladanan nabi ibrahim (khutbah iedul adha 1430 h)

Click here to load reader

Post on 13-Jun-2015

744 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ini adalah isi teks khutbah idul adha di lapangan desa Gendong Babat Lamongan 1430 H semoga bermanfaat.

TRANSCRIPT

KETELADANAN NABI IBRAHIM )(KHUTBAH IEDUL ADHA 1430 HLapangan Desa Gendong Babat

Oleh: dr. M Faiq Sulaifi ,

1

Para hadirin jamaah shalat Iedul Adlha yang dirahmati Allah! Kita bersyukur kepada Allah yang telah memutar siang dan malam, hari demi hari berjalan sehingga kita bisa menjumpai lagi hari raya Iedul Adlha tahun ini yaitu 1430 H dengan sehat wal afiyat. Berbagai macam ibadah telah rasulullah ajarkan pada bulan Dzulhijjah yang mulia ini. Dimulai dari ibadah haji, ibadah qurban, puasa sunnah, shadaqah, takbir, dzikir dan sebagainya, terutama pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah Hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dari Ibnu Abbas :

: (( . )) : )) (969)24/2 (( Tidak ada sekumpulan hari yang mana amal shalih pada hari-hari itu lebih dicintai oleh Allah dari pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya: Tidak juga jihad di2

jalan Allah, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang berangkat dengan membawa dirinya dan hartanya kemudian ia tidak kembali lagi dengan itu semua. (HR. Bukhari)

, Para hadirin jamaah shalat Iedul Adlha yang dirahmati Allah! Sebuah keharusan bagi seseorang yang telah bertauhid, seseorang yang telah menyatakan: LAA ILAAHA ILLALLAAH, seseorang yang telah berikrar bahwa Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang hak, untuk menjadikan Nabiyullah Ibrahim sebagai teladan, sebagai idola, sebagai sosok yang dianut. Allah berfirman:

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (QS. AlMumtahanah: 4) Pada ayat tadi terdapat beberapa pelajaran: 1. Wajibnya menjadikan Ibrahim dan para nabi yang lainnya sebagai teladan dan panutan. 2. Setelah seseorang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAAH wajib baginya untuk berlepas diri dari kesyirikan dan pelakunya. Ia harus meninggalkan nyadran, ndukun, gugon tuhon, percaya hari baik dan buruk, mengalungkan jimat dan sebagainya.3

3. Semua ucapan, doa, perbuatan, dari Nabi Ibrahim seperti berkhitan, manasik haji, kurban, menjamu tamu dan lain-lain boleh kita tiru kecuali mendoakan ampunan bagi orang tua yang kafir maka tidak boleh ditiru.

, , Para hadirin jamaah shalat Iedul Adlha yang dirahmati Allah! Ketika Allah memerintahkan kita untuk meneladani Nabi Ibrahim , tentunya kita pun bertanya: Siapa sosok Ibrahim itu? Bagamana biografinya? Bagaimana reputasinya? Pertanyaan di atas tentu wajar sekali. Ketika kita mengidolakan seseorang, menjadikan seseorang sebagai panutan, tentunya berdasar latar belakang seseorang tersebut yang kita ketahui sangat terpuji. Untuk menjadikan kita semakin mantap mengikuti Ibrahim , Allah menerangkan kepada kita tentang sosok dan profil Nabi Ibrahim secara ringkas. Allah berfirman:

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. (QS. An-Nahl: 120-122)

Para hadirin jamaah sholat iedul Adlha yang dirahmati Allah! Mari kita kupas point-point dari sosok dan profil Ibrahim dalam ayat di atas! Nabiyullah Ibrahim memiliki sifat-sifat terpuji berikut ini:4

1. Beliau seorang ummat yang berarti seorang imam yang dijadikan rujukan sekaligus panutan bagi generasi setelahnya. Gelar imam ini tentunya setelah Ibrahim lulus menjalani ujian dari Allah sebagaimana dalam surat AlBaqarah. 2. Beliau termasuk seorang yang qoonit yaitu khusyu dan taat dalam beribadah kepada Allah. 3. Beliau seorang yang hanif yang berarti lurus, menghadap Allah berpaling dari selain-Nya. 4. Beliau bukan termasuk orang-orang yang musyrik baik dalam hal keyakinan, ucapan maupun perbuatan. Ini menunjukkan kemaksuman beliau dari perbuatan syirik. Akan tetapi meskipun demikian beliau tetap memohon perlindungan kepada Allah dari perbuatan syirik. Apalagi kita yang tidak maksum. 5. Beliau pandai bersyukur terhadap sedikit nikmat Allah , apalagi jika mendapat nikmat yang banyak. Begitulah seharusnya kita harus qonaah dan bersyukur kepada Allah . 6. Beliau dipilih oleh Allah sebagai nabi, rasul bahkan sebagai khalil (kekasih dekat). 7. Beliau diberi petunjuk oleh Allah ke jalan yang lurus baik dalam ilmu maupun amal. 8. Allah memberinya kebaikan di dunia. Ini meliputi rizqi yang luas, istri yang cantik, keturunan yang shalih. 9. Beliau di akhirat termasuk orang-orang yang shalih.

, Para hadirin jamaah shalat Iedul Adlha yang dirahmati Allah! Di antara peristiwa penting yang dialami oleh Nabi Ibrahim yang berkaitan dengan ibadah qurban adalah perintah Allah kepadanya untuk menyembelih putranya yaitu Nabi Ismail . Allah mengabadikan peristiwa ini di dalam firman-Nya:

5

Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS. Ash-Shaffat: 101-107).

Para hadirin jamaah shalat iedul Adha yang dirahmati Allah! Apakah pelajaran yang dapat kita ambil dari penyembelihan Ismail di atas? Kisah tersebut memberikan pelajaran yang berharga bagi kita sebagai berikut: 1. Keshalihan Ismail karena beliau disebut sebagai ghulam haliim (anak yang sabar dan santun). Dan keshalihan ini tidaklah lepas dari doa Ibrahim dalam ayat sebelumnya. 2. Adanya faedah penting dalam dunia pendidikan yaitu seorang pendidik atau orang tua atau guru tidak boleh bersifat dictator dan semena-mena kepada anak atau sang murid. Tetapi ajaklah mereka bermusyawarah. Kalau dalam perintah Allah yang bersifat wajib saja Nabi Ibrahim masih mengajak putranya bermusyawarah apalagi dalam hal yang bersifat duniawi seperti jodoh, pekerjaan, pilihan sekolah dan sebagainya. 3. Mimpi para nabi adalah wahyu Allah . Ini berbeda dengan mimpi kita yang harus dikonfirmasi dulu dengan Al-Quran dan As-Sunnah.6

4. Cepat tanggapnya Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah tanpa pertimbangan ini dan itu. Dan begitulah seharusnya kita sebagai seorang muslim jika ada perintah dari Allah dan rasul-Nya, maka kita langsung menyatakan: SAMINAA WA ATHONAA (KAMI MENDENGAR DAN KAMI TAAT) tanpa berpikir-pikir panjang. 5. Sifat tawakkal yang dimiliki oleh seorang Ibrahim . Dan begitulah seharusnya seorang mukmin harus bertawakkal kepada Allah . 6. Seorang yang memiliki derajat yang tinggi tentunya tingkat ujian dan musibahnya juga besar dan tinggi seperti Ibrahim . 7. Semua perintah dan ajaran Allah dan rasul-Nya jika kita laksanakan dengan sungguh-sungguh maka akan membawa kebaikan yang besar meskipun dari luarnya perkara tersebut kita benci.

, Para hadirin jamaah sholat Iedul Adha yang dirahmati Allah! Satu lagi pesan khutbah ini, yaitu ketika kita menyembelih kurban hendaknya tetaplah memelihara prinsip taqwa. Perhatikan tatacara kurban! Apa sudah sesuai dengan petunjuk rasulullah ? Kapan waktunya? Apa saja criteria hewan kurban? Dan sebagainya. Ini semuanya termasuk prinsip taqwa. Taqwa selain ikhlas juga harus sesuai dengan petunjuk rasulullah . Allah berfirman:

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. (QS. Al-Hajj: 37) Ketika kedua anak