keseimbangan tubuh

Click here to load reader

Post on 24-Sep-2015

38 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kedokteran

TRANSCRIPT

Kerja Organ Keseimbangan Tubuh ManusiaSharon Lorisa Simamora-102011115Anna Gracia-102013189Yogi Adhitya Arganatha-102013240Yolanda Erizal-102014024Chrisanto-102014046Yussi Septiana-102014079Fatimah Hartinah Faradillah-1020140143Mohammad Yanuar Prasetyo-102014191Balqis Binti Bashapudin-102014234Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510Email: [email protected]

Pendahuluan Pada dasarnya setiap manusia dapat melakukan aktivitas, bernafas, mencerna, bergerak, melihat, mendengar, menanggapi suatu rangsangan dan lainnya. Semua gerakan dan juga respon yang ditimbulkan ini bergantung dari pengolahan di otak. Tanpa adanya sistem pengolahan di otak baik sinaps maupun impuls yang disalurkan ke otak, manusia tidak akan mampu bereaksi atau menanggapi suatu rangsangan, baik yang berasal dari dalam tubuh maupun yang berasal dari luar tubuh. Salah satu peran otak adalah mengatur keseimbangan tubuh yang merupakan peran dari Cerebellum (otak kecil). Otak kecil tidak bekerja sendiri namun membutuhkan bantuan dari telinga yang memiliki komponen untuk mengatur keseimbangan tubuh. Semua ini terkoordinasi dengan baik dan juga sangat kompleks, sehingga apabila bagian kepala kita ada yang terkena benturan ataupun trauma baik ringan ataupun berat dapat menyebabkan terganggunya sistem koordinasi otak kita sehingga dapat menggangu fisiologis keseimbangan tubuh kita.Pembagian Sistem Saraf pada Tubuh Manusia Sistem saraf adalah suatu struktur yang terdiri dari komponen-komponen sel saraf. Fungsi sistem saraf adalah mengkoordinasi seluruh kegiatan organ di seluruh tubuh seperti denyut jantung, pernafasan, pergerakan, sekresi kelenjar dan lain-lain. Sistem saraf dibagi menjadi sistem saraf pusat (SSP) dan sistem saraf perifer.1 Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan medula spinalis sedangkan sistem saraf perifer terdiri atas saraf somatik dan saraf otonom yang dibedakan atas saraf simpatik dan saraf parasimpatik.Mekanisme Organ KeseimbanganAda 2 organ yang bekerja untuk mengatur keseimbangan tubuh kita,yaitu cerebellum dan telinga yang dibantu oleh divisi vestibular dari saraf VIII(Vestibulocochlearis).1. Cerebellum Cerebellum adalah bagian otak yang seukuran dengan bola kasti dan sangat berlipat serta terletak di bawah lobulus oksipitalis korteks dan melekat ke punggung bagian atas batang otak. Cerebellum terdiri dari tiga bagian yang secara fungsional berbeda beda dengan peran berbeda. Secara spesifik, bagian-bagian cerebellum tersebut ialah yang pertama vestibulocerebelum penting untuk mempertahankan keseimbangan dan kontrol gerakan mata, yang berfungsi untuk mempertahankan postur tubuh. Bagian ini membantu mempertahankan ekulibrium tubuh. Informasi sensorik dari telinga dalam dibawa ke lobus serebelum. Kedua yaitu spinocerebelum meningkatkan tonus otot dan mengkoordinasikan gerakan volunter agar terampil. Dan yang ketiga yaitu cerebrocerebelum berperan dalam perencanaan dan inisiasi aktivitas volunter dengan memberikan masukan ke daerah motorik korteks. 2

Gambar 1. Anatomi Cerebellum.3

2. Telinga Telinga merupakan organ pendengaran sekaligus juga organ keseimbangan yang terdiri dari tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Teliga luar dibatasi mulai dari daun telinga hingga membrane tympani, telinga tengah mulai dari membrane tympani hingga ke tuba eustachii.2 Pada telinga tengah juga terdapat 3 buah tulang kecil yaitu malleus, incus dan stapes sedangkan pada telinga dalam dibatasi mulai dari cochlea hingga ke oval window(membrane tekroria).

Gambar 2. Anatomi Telinga.4 Pada telinga luar terdapat daun telinga/aurikula yang berfungsi mengumpulkan gelombang suara dan menyalurkannya ke meatus auditorius eksternus/saluran telinga dan menggetarkan membran timpani. Didalam saluran telinga dijaga oleh kulit yang mengandung kelenjar keringat modifikasi yang menghasilkan serumen/kotoran kuping untuk mencegah partikel asing masuk atau mencederai membran timpani dan mengganggu pendengaran.5 Membran timpani yang bergetar ketika terkena gelombang suara akan meneruskan getaran tersebut ke telinga bagian tengah.6 Telinga tengah bertugas memindahkan gerakan bergetar membran timpani ke cairan telinga dalam. Pemindahan ini dimudahkan oleh adanya tiga tulang,yaitu Maleus, Incus, Stapes. Telinga tengah juga memiliki peran proteksi karena terdapat tuba eustachii yang menghubungkan telinga tengah ke faring. Dalam keadaan normal,tuba eustachii ini akan tertutup,tetapi dapat membuka oleh gerakan menguap, mengunyah, dan menelan. Pembukaan tuba eustachii ini akan menyebabkan tekanan udara di telinga tengah menyamai tekanan atmosfer diluar, sehingga tekanan di kedua sisi membran timpani sama.6

Gambar 3. Struktur Maleus, Incus, Stapes. Telinga dalam terdiri dari berbagai rongga yang menyerupai saluran-saluran dalam tulang temporalis, rongga ini disebut sebagai labirin tulang yang dilapisi oleh membrane dan membentuk labirin membranosa.2 Saluran-saluran membrane ini berisi cairan dan ujung-ujung akhir saraf pendengaran dan keseimbangan.

Gambar 4. Struktur Telinga Dalam. Labirin tulang terdiri dari tiga bagian:5a.Vestibulla Ini merupakan bagian tengah dari labirin tulang dan tempat bersambungnya bagian lain. b.Saluran setengah lingkaran Saluran ini bersambung dengan vestibulla dan memilki tiga jenis saluran yaitu saluran superior, posterior dan lateral. Pada salah satu ujung setiap saluran terdapat penebalan yang dinamakan dengan ampula. (Gerakan cairan yang merangsang ujung saraf dalam ampula inilah yang menyebabkan kesadaran akan kedudukan kita. Bagian telinga dalam juga berfungsi untuk membantu Cerebellum dalam mengendalikan keseimbangan).c. Kokhlea Sebuah tabung berbentuk spiral yang membelit dirinya sendiri seperti rumah siput. Cairan didalam labirin disebut dengan endolimfe, sementara itu cairan diluar labirin membranosa disebut dengan perilimfe.

Gambar 5. Anatomi Kokhlea Diuraikan.7 Kokhlea dibagi menjadi tiga kompartemen longitudinal berisi cairan. Duktus kokhlearis yang buntu, yang juga dikenal sebagai skala media membentuk kompartemen tengah. Skala vestibule sebagai kompartemen atas, dan skala timpani, kompartemen bawah. Skala media mengandung cairan disebut endolimfe. Sedangkan skala vestibula dan timpani mengandung cairan perilimfe. Daerah ujung skala media terdapat tempat cairan perilimfe skala vestibule dan skala timpani berhubungan disebut helikotrema.2 Di dalam kokhlea getaran dapat dialirkan melalui cairan perilimfe, yang kemudian akan menggetarkan cairan endolimfe. Didalam duktus kokhlearis terdapat lantai. yaitu membran basilaris yang memisahkannya dari skala timpani. Sedangkan membran basilaris mengandung organ corti yang juga mengandung sel rambut yang merupakan reseptor suara. Sel rambut di organ corti bertugas untuk mengubah getaran cairan koklea tersebut menjadi potensial aksi yang akhirnya akan menyampaikan pesan pendengaran suara ke korteks serebri melalui Nerves Vestibulocochlearis(VIII).6 Nerves ini terdiri dari dua bagian, selain untuk menghantarkan gelombang bunyi juga memiliki fungsi sensibilitas terhadap bagian vestibular yang berhubungan dengan keseimbangan. Nerves vestibularis merupakan saraf yang berperan dalam keseimbangan. Saraf ini tersebar hingga kanalis semisirkularis yang menghantarkan impuls-impuls menuju otak. Impuls dapat terjadi karena adanya perubahan kedudukan cairan dalam saluran tersebut.8 Nerves vestibularis (nerves VIII) membawa informasi sensorik dari organ vestibular pada telinga dalam yaitu labirin yang terdiri dari makula statika (utrikulus dan sakulus ) dan krista ampularis (kanalis semisirkularis) ke nucleus vestibular di batang otak dan cerebellum. Impuls yang diterima akan dihantarkan oleh akson perifer neuron bipolar dari ganglion vestibularis (Scarpae) yang berada pada meatus akustikus internus dan selanjutnya akan dibawa menuju ke central sebagai nerves vestibularis.8

Gambar 6. Percabangan Nerve Vestibular dan Auditory.4 Fungsi nerves vestibular memungkinkan manusia untuk menyadari kecepatan dan derajat percepatan pergerakan serta memungkinkan kita untuk menyadari persepsi statis dari badan atau bagian-bagiannya dalam ruang. Kanalis semisirkularis berfungsi untuk mendeteksi akselerasi atau deselerasi kepala rotasi, misalnya ketika kita mulai atau berhenti berputar, jungkir-balik, atau menengok. Sedangkan dibawahnya terdapat makula statika atau otolit (sakulus dan utrikulus) yang berfungsi mendeteksi perubahan pada gerakan horizontal, misalnya ketika berjalan lurus ke depan, ke belakang, melompat..61. Kanalis semisirkularis Pada bagian dalam kanalis semisirkularis terdapat sel rambut reseptif yang terletak pada ampula, sel rambut ini terbenam di dalam lapisan gelatinosa diatasnya yaitu kupula yang menonjol ke dalam endolimfe di dalam ampula. Kupula ini akan bergoyang mengikuti arah gerakan cairan endolimfe seperti rumput laut yang mengikuti gelombang laut.6

Gambar 7. Struktur sel rambut reseptif.4

Ketika kepala melakukan rotasi, akan menyebabkan cairan endolimfe bergerak pula, namun tidak searah dengan gerakan rotasi kepala akibat inersia. Karena endolimfe bergerak, maka kupula pun akan mengikuti gerakan arah dari endolimfe yang berlawanan dengan arah rotasi kepala, menekuk rambut-rambut sensorik yang ada di dalam kupula. Kemudian, jika rotasi kepala berlanjut dengan kecepatan yang sama, maka endolimfe akan menyusul dan bergerak bersamaan dengan rotasi kepala, sehingga kupula akan kembali ke posisinya semula yang tidak melengkung. Ketika rotasi kepala melambat dan berhenti, terjadi situasi yang berbalik. Cairan endolimfe akan tetap melanjutkan gerakan kearah rotasi kepala namun hanya sesaat dan melambat dan akhirnya berhenti. Akibatnya, kupula dan rambutnya akan melengkung kea rah sebelumnya seperti saat akselerasi rotasi kepala. 6

Gambar 8. Pola Gerakan Kupula.4 Rambut didalam dari rambut vestibular terdiri satu silium yang disebut dengan kinosilium bersama dengan 20-50 mikrovilus atau stereosilia yang bersusun dalam barisan yang semakin tinggi.2 Pada saat stereosilia mengalami defleksi oleh gerakan endolimfe maka akan terjadi tegangan di ujung sel rambut yang akan menarik pintu kanal ion di sel rambut. Selanjutnya sel rambut akan mengalami depolarisasi atau hiperpolarisasi bergantung pada tebuka atau tertutupnya pintu kanal ion.6 Ketika stereosilia akan menekuk ke arah kinosilium, maka akan terjadi depolarisasi dan sebaliknya ketika stereoslia akan menekuk ke arah menjauhi kinosilium, maka akan terjadi repolarisasi Sel-sel rambut ini akan membentuk suatu sinaps dengan ujung terminal neuron aferen yang aksonnya akan menyatu dengan akson struktur vestibularis selanjutnya akan membentuk nervus vestibularis.2

Gambar 9. Kinosilium dan stereosilia.4 2. Organ otolit Organ otolit yang tersusun atas utrikulus dan sakulus memiliki struktur berbentuk kantung yang berada di dalam suatu ruang bertulang yang terletak diantara kanalis semisirkularis dan cochlea.5 Sel rambut pada organ otolit juga menonjol ke dalam suatu lembaran gelatinosa di atasnya yang gerakannya menggeser rambut dan akan menyebabkan terjadinya perubahan potensial. Rambut utrikulus bergerak setiap kali ada perubahan pada gerakan linier horizontal, misalnya bergerak lurus ke depan, ke belakang, atau kesamping. Sewaktu anda mulai berjalan maju, membran otolit mula-mula tertinggal di belakang endolimfe dan sel rambut karena inersianya yang lebih besar. Jika anda mempertahankan kecepatan langkah anda maka lapisan gelatinosa tersebut segera menyamai dan bergerak degan kecepatan yang sama dengan kepala anda sehingga rambut tudak lagi tertekuk. Ketika anda berhenti berjalan, lembar otolit tetap bergerak maju sesaat sewaktu anda melambat dan berhenti, menekuk rambut ke depan. Karena itu, sel-sel rambut utrikulus mendeteksi akselerasi dan deselerasi linier arah horizontal, tetapi tidak memberi informasi mengenai gerakan dalam arah lurus dengan kecepatan tetap.6 Sakulus berfungsi serupa dengan utrikulus, kecuali bagian ini berespon secara selektif terhadap gerakan miring kepala menjauhi posisi horizontal, misalnya bangun dari tempat tidur, dan terhadap akselerasi dan deselerasi linier bertika, misalnya meloncat naik turun atau naik tangga berjalan.

Gambar 10. Pola Gerakan Organ Otolit.4 Meskipun organ vestibular dan bahkan sebagian besar informasi proprioseptif tubuh hilang atau rusak, ternyata seseorang masih bisa menggunakan mekanisme visualnya walaupun tidak terlalu efektif untuk menjaga keseimbangan. Bahkan gerakan linear atau gerakan rotasi tubuh akan segera menggeser bayangan penglihatan yang ada di retina, dan selanjutnya informasi ini akan dipancarkan ke pusat keseimbangan.2Kesimpulan Seseorang bisa menjaga keseimbangan dengan baik ketika organ keseimbangannya tidak terdapat masalah. Terdapat dua organ dalam tubuh kita yang menjaga keseimbangan, yaitu telinga dan otak kecil. Telinga yang berfungsi untuk mendengar, juga mempunyai fungsi sebagai pemberi informasi bagaimana posisi tubuh kita dan akan dikirimkan melalui saraf ke otak kecil yang akhirnya kita bisa menjaga keseimbangan kita.

Daftar Pustaka1. Fawcett DW, Bloom. Buku ajar histologi. Edisi ke-12. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2002.h.277-328.2. Pearce EC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama ; 2009. h. 383-3983. Diunduh dari: www.mindsmachine.com; 27 April 2015.4. Diunduh dari: www.virtualmedicalcentre.com; 27 April 2015.5. Pearce EC. Anatomi dan fisiologi untuk paramedis. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama ; 2000. h. 327-96. Sherwood L. Fisiologi manusia : dari sel ke sistem. Edisi ke-6. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC ; 2011. h. 234-243.7. Diunduh dari: www.medicinisia.com; 27 April 2015.8. Ginsberg L. Lectures notes : Neurologi. Edisi ke-8. Jakarta : Penerbit Erlangga ; 2005. h. 36.1