kerajaan makassar dan kerajaan mataram

Click here to load reader

Post on 14-Feb-2017

86 views

Category:

Education

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Kerajaan Mataram Islam

KERAJAAN MAkassarKELOMPOK 6:M.Isra HadiNadilaNurul meliza ulfa

Di Sulawesi Selatan pada awalnya berdiri beberapa kerajaan seperti Gowa, Tallo, Luwu, Bone dan Sopeng. Kemudian, kerajaan Soppeng,Wajo, dan Bone bergabung menjadi satu dengan nama Tellum Pacceu, sedangkan kerajaan Gawo, dan Tallo bergabung menjadi satu dengan nama Kerajaan Makassar. Letak Kerajaan Makassar sangat strategis yaitu berada di jalur lalu lintas pelayaran antara Malaka dan Maluku , dengan pusat pemerintahannya terletak di Sombaopu. A. Letak Geografis

B. Kehidupan PolitikPenyebaran Islam di Sulawesi Selatan dilakukan oleh Datuk Robandang/Dato Ri Bandang dari Sumatera, sehingga pada abad 17 agama Islam berkembang pesat di Sulawesi Selatan, bahkan raja Makasar pun memeluk agama Islam. Raja Makasar yang pertama memeluk agama Islam adalah Karaeng Matowaya Tumamenanga Ri Agamanna (Raja Gowa) yang bergelar Sultan Alaudin, Sejak pemerintahannya pula kerajaan Makassar berkembang sebagai kerajaan maritim dan berkembang pesat pada masa pemerintahan raja Muhammad Said . Selanjutnya kerajaan Makasar mencapai puncak kebesarannya pada masa pemerintahan Sultan Hasannudin yang berhasil memperluas wilayah kekuasaannya. Sultan Hasannudin menentang kehadiran dan monopoli yg dilakukan VOC , sehingga terjadilah perperangan. Upaya Belanda untuk mengakhiri perang tersebut yaitu dengan cara adu-domba politik antara Makassar dengan Kerajaan Bone. Raja Bone (aru palaka) bersekutu dengan VOC. Akibat persekutuan tersebut Kerajaan Makassar harus mengakui kekalahannya dan menandatangai perjanjian Bongaya tahun 1667 yang isinya tentu sangat merugikan kerajaan Makasar.

Isi dari perjanjian Bongaya antara lain:a. VOC memperoleh hak monopoli perdagangan di Makasar.b. Belanda dapat mendirikan benteng di Makasar.c. Makasar harus melepaskan daerah-daerah jajahannya seperti Bone dan pulau-pulau di luar Makasar.d. Aru Palaka diakui sebagai raja Bone.

Walaupun perjanjian telah diadakan, tetapi perlawanan Makasar terhadap Belanda tetap berlangsung. Bahkan pengganti dari Sultan Hasannudin yaitu Mapasomba (putra Hasannudin) meneruskan perlawanan melawan Belanda. Raja-Raja yg pernah memerintah Kerajaan Makassar:Sultan Alauddin (Tahun 1591-1639)Sultan Muhammad Said (Tahun 1639-1653)Sultan Hasanuddin (Tahun 1653-1669)Raja Mapasomba

C. Ekonomi

Letak Kerajaan Makassar sangat strategis yaitu berada di jalur lalu lintas pelayaran atau perdagangan antara Malaka dan Maluku, sehingga Kerajaan tersebut berkembang pesat menjadi pusat perdagangan. Kegiatan perekonomian masyarakat Makassar pun bertumpu pada perdagangan dan pelayaran dan hal tersebut juga menjadikan Makassar sebagai pelabuhan Internasional yg disinggahi banyak oleh pedagang-pedagang asing. Kemudian dibuatlah hukum perniagaan untuk mengatur pelayaran dan perdagangan di wilayah tersebut yang di beri nama Ade Allopiloping Bicaranna Pabbahie.Selain perdagangan dan pelayaran , sebagian masyarakat Makassar juga melakukan kegiatan pertanian.

D. Sosial dan BudayaMasyarakat Makassar sangat giat berusaha atau bekerja untuk meningkatkan taraf kehidupannya, bahkan tidak jarang mereka merantau untuk menambah kemakmuran hidupnya. Walaupun masyarakat Makasar memiliki kebebasan untuk berusaha dalam mencapai kesejahteraan hidupnya, tetapi dalam kehidupannya mereka sangat terikat dengan norma adat yang mereka anggap sakral. Norma kehidupan masyarakat Makasar tersebut diatur berdasarkan adat dan agama Islam.Masyarakat Kerajaan Makassar dibedakan menjadi 3 lapisan yaitu:Kareng yang terdiri dari kaum Bangsawan. Tumasaraq gelar untuk rakyat biasa.Ata untuk Hamba SahayaMasyarakat Makassar pada saat itu umumnya menghasilkan kebudayaan yang berkaitan dengan dunia pelayaran seperti alat penangkap ikan .Selain itu mereka juga mengembangkan Seni Sastra.

E. KeruntuhanUpaya Belanda untuk mengakhiri peperangan dengan Makasar yaitu dengan melakukan politik adu-domba antara Makasar dengan kerajaan Bone. Raja Bone yaitu Aru Palaka yang merasa dijajah oleh Makasar bersekutu dengan VOC untuk menghancurkan Makasar.Akibat persekutuan tersebut akhirnya Belanda dapat menguasai ibukota kerajaan Makasar. Dan secara terpaksa kerajaan Makasar harus mengakui kekalahannya dan menandatangai perjanjian Bongaya tahun 1667 yang isinya sangat merugikan kerajaan Makasar.Walaupun perjanjian telah diadakan, tetapi perlawanan Makasar terhadap Belanda tetap berlangsung. Bahkan pengganti dari Sultan Hasannudin yaitu Mapasomba (putra Hasannudin) meneruskan perlawanan melawan Belanda.Untuk menghadapi perlawanan rakyat Makasar, Belanda mengerahkan pasukannya secara besar-besaran. Akhirnya Belanda dapat menguasai sepenuhnya kerajaan Makasar, dan Makasar mengalami kehancurannya.

Kerajaan Mataram Islam

Kelompok 6:Muhammad isra hadiNadilaNurul meliza ulfa

8

Letak kerajaan mataramLetak kerajaan mataram di jawa tengah bagian selatan dengan pusat kerajaan di kotagede atau di pasar gede dekat daerah yogyakarta. Dari daerah ini kerajaan berkembang sampai menjadi kerajaan besar dengan wilayah kekuasaan meliputi jawa tengah,jawa timur,dan sebagian daerah jawa barat.kerajaan mataram ini tidak ada hubungannya dengan kerajaan mataram zaman hindu-budha.

Luas Wilayah Kerajaan Mataram Islam

10

Sistem pemerintahanSutawijaya ( 1586-1601 m) adalah raja pertama kerajaan mataram islam dan sekaligus pendiri kerajaan mataram islam yang berlokasi di kota gede yogyakarta.Raden mas rangsang ( sultan agung) mataram mencapai puncak kejayaannya.Amangkurat 1 orang belanda (voc)mulai masuk ke daerah kerajaan mataram, bahkan amangkurat 1 menjalin hubungan dengan belanda .

Amangkurat II wilayah kekuasaan kerajaan semakin sempit. Akibat amangkuarat ll sangat patuh terhadap voc.Amangkurat lll wilayah kerajaan terbagi menjadi 2 kesultanan karna perjanjian giyanti. Dan ini merupakan faktor kemunduran kerajaan mataram islam.

Kehidupan ekonomi dan kebudayaanKemajuan dalam bidang ekonomi meliputi hal-hal berikut ini: Sebagai negara agraris, Mataram mampu meningkatkan produksi beras dengan memanfaatkan beberapa sungai di Jawa sebagai irigasi. Mataram juga mengadakan pemindahan penduduk (transmigrasi) dari daerah yang kering ke daerah yang subur dengan irigasi yang baik. Dengan usaha tersebut, Mataram banyak mengekspor beras ke Malaka.

Kebudayaan yang berkembang pesat pada masa Kerajaan Mataram berupa seni tari, pahat, suara, dan sastra. Bentuk kebudayaan yang berkembang adalah Upacara Kejawen yang merupakan akulturasi antara kebudayaan Hindu-Budha dengan Islam.Di samping itu, perkembangan di bidang kesusastraan memunculkan karya sastra yang cukup terkenal, yaitu Kitab Sastra Gending yang merupakan perpaduan dari hukum Islam dengan adat istiadat Jawa yang disebut Hukum Surya Alam.

Kehidupan sosialKehidupan masyarakat di kerajaan Mataram, tertata dengan baik berdasarkan hukum Islam tanpa meninggalkan norma-norma lama begitu saja. Dalam pemerintahan Kerajaan Mataram Islam, Raja merupakan pemegang kekuasaan tertinggi, kemudian diikuti oleh sejumlah pejabat kerajaan. Di bidang keagamaan terdapat penghulu, khotib, naid, dan surantana yang bertugas memimpin upacara-upacara keagamaan. Di bidang pengadilan, dalam istana terdapat jabatan jaksa yang bertugas menjalankan pengadilan istana.Untuk menciptakan ketertiban di seluruh kerajaan, diciptakan peraturan yang dinamakan anger-anger yang harus dipatuhi oleh seluruh penduduk.

Faktor kemunduranMeninggalnya raja mataram yaitu sultan agung Masuknya kolonial Belanda ke nusantara yang berusaha untuk melemahkan kekuasaan kesultanan Mataram. Dipecahnya Mataram menjadi 2 kerajaan, berdasarkan perjanjian Giyanti. Perpecahan yang terjadi di dalam kesultanan Mataram. Berdasarkan perjanjian salatiga.

Bendera kerajaan mataram islam

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

18

I. Sumber- Sumber Berita:Babad Tanah DjawiBabad MeinsmaSerat KandhaSerat CentiniSerat CabolekSerat Dharma Wirayat (yang sangat populer sebagai karya Sri Paku Alam III.)Serat NitiprajaBabad SangkalaBabad Sankalaniang MomanaSadjarah Dalem

19

II. Seni dan TradisiSastra Ghending karya Sultan AgungTahun SakaPada tahun 1633, Sultan Agung mengganti perhitungan tahun Hindu yang berdasarkan perhitungan matahari dengan tahun Islam yang berdasarkan perhitungan bulanKerajinan PerakPerak Kotagede sangat terkenal hingga ke mancanegara, kerajinan ini warisan masyarakat mataram.

20

Kalang ObongUpacara tradisional kematian orang Kalang, upacara ini seperti Ngaben di Bali, tetapi upacara Kalang Obong ini bukan mayatnya yg dibakar melainkan pakaian dan barang-barang peninggalannya

Kue KipoMakanan tradisional ini sangat khas dan hanya ada di Kotagede, terbuat dari kelapa, tepung, dan gula merah.yang dinilai ini adalah makanan pada zaman kerajaan.

21

III. Bangunan- Bangunan, Benda Pusaka, dan Lainnya:Segara Wana dan Syuh BrataAdalah meriam- meriam yang sangat indah yang diberikan oleh J.P. Coen (pihak Belanda) atas perjanjiannya dengan Sultan Agung. Sekarang meriam itu diletakkan di depan keraton Surakarta dan merupakan meriam yang paling indah di nusantara.

22

Batu Datar di Lipura yang tidak jauh di barat YogyakartaBaju keramat Kiai Gundil atau Kiai AntakusumaMasjid Agung NegaraMasjid Agung dibangun pada tahun 1763 dan selesai pada tahun 1768.

23

Masjid Jami PakuncenMasjid Jami Pekuncen yang berdiri di Tegal Arum, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, merupakan salah bangunan peninggalan Islam yang dibuat Sunan Amangkurat I sebagai salah satu tempat penting untuk penyebaran Islam kala itu.Gerbang Makam Kota Gede.

24

8. Masjid Makam Kota GedeSebagai kerajaan Islam, Mataram memiliki banyak peninggalan masjid kuno, inilah masjid di komplek makam Kotagede yang bangunannya bercorak Jawa.9. Bangsal Duda10.