kelompk 14

of 19/19
ASUHAN BBL DALAM 2 JAM PERTAMAD I S U S U N Oleh:  TA W ARINA GINTING  AULIA RAHMI  FIKA RAHMA NODI DOSEN PEMBIMBING: NURAINI SITORUS,SST AKADEMI KEBIDANAN PEMKO TEBING TINGGITAHUN AJARAN 201!201"

Post on 06-Jul-2018

215 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

D
I
S
U
S
U
http://slidepdf.com/reader/full/kelompk-14 2/19
KATA PENGANTAR 
Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-Nya saya dapat
menyelesaikan makalah ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing
saya yang telah membimbing saya. Dimana saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Yang mana makalah kami ini berjudul !suhan "ebidanan Persalinan dan ##$. Dengan adanya
makalah ini saya berharap kepada seluruh %anita khususnya %anita hamil dapat mengetahui
asuhan apa yang layak diberikan.
&ntuk selanjutnya saya mengharapkan kritik maupun saran dari pembaca sebagai masukan bagi
saya dalam penulisan makalah yang lebih baik. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Tebing Tinggi September '()*
A#$h%& Ke'()%&%& P%)% B%*( B%+$ L%h(+ )%l% 2 -%
Pe+.%%
A/ Pe%&.%$%& '%*( '%+$ l%h(+ #el%% 2 -% e+.%%
Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk mengetahui akti+itas bayi normal atau tidak dan identi,ikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan
 penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan.
  D$% -% e+.%% #e#$)%h l%h(+
Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya.
) Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah
kesehatan yang memerlukan tindak lanjut seperti ukuran bayi yang kecil untuk masa kehamlan
atau bayi kurang bulan gangguan pernapasan pada bayi hipotermia in,eksi cacat ba%aan dan
trauma lahir yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir 
' "aji kesadaran dan reaksi respon terhadap ransangan sakit atau suara yang ada disekelilingnya.
"eakti,an dalam gerakan anggota tubuhnya seperti tangan dan kaki menjadi sesuatu kajian yang
 penting pula mengingat gerakan badan harus seimbang atau simetris. "esimetrisan dapat dilihat
dari dari letak kepala muka %ajah mata mulut leher dada abdomen punggung tangan dan
kaki.
* Pengkajian terhadap kulit bayi baru lahir pun perlu diperhatikan terutama %arnanya apakah
 ber%arna kemerahan atau kebiruan. Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah dari segi asupan
nutrisi bayi yang berhubungan dengan kelancaran menghisap air susu dan mencerna makanan.
Setelah itu baru kaji pola eliminasi bayi dalam ' jam pertama. /aspada bila terjadi perut yang
tiba- tiba membesar tanpa keluarnya tinja disertai muntah dan mungkin dengan kulit kebiruan.
Pemantauan tanda 0 tanda +ital ##$.
1 &kur suhu tubuh bayi melalui anus atau ketiak bayi. Pada pernapasan normal perut dan dada
 bergerak hampir bersaman tanpa adanya retraksi tanpa terdengar suara pada %aktu inspirasi
maupun ekspirasi. 2erakan pernapasan *( 0 1( kali permenit. Nadi dapat dipantau disemua titik 
8/17/2019 kelompk 14
http://slidepdf.com/reader/full/kelompk-14 4/19
nadi peri,er. Sedangkan tekanan darah dipantau hanya bila ada indikasi. 3atat hasil pengkajian
tersebut dan dokumentasikan.(Saifuddin, 2006: 136)
%/  Re%.((.%# I (The First Period Of Reactivity)
Dimulai pada masa persalinan dan berakhir setelah *( menit. Selama periode ini detak
 jantung cepat dan pulsasi tali pusat jelas. /arna kulit terlihat
sementara sianosis atau akrosianosis. Selama periode ini mata bayi membuka dan bayi
memperlihatkan perilaku siaga. #ayi mungkin menangis terkejut atau terpaku. Selama periode
ini setiap usaha harus dibuat untuk memudahkan kontak bayi dan ibu. Membiarkan ibu untuk
memegang bayi untuk mendukung proses pengenalan. #eberapa bayi akan disusui selama
 periode ini. #ayi sering mengeluarkan kotoran dengan seketika setelah persalinan dan suara usus
 pada umumnya terdengar setelah usia *( menit. #unyi usus menandakan sistem pencernaan
 ber,ungsi dengan baik. "eluarnya kotoran sendiri tidak menunjukkan kehadiran
'((.
$ebih jelas dapat dilihat secara karakteristiknya yaitu6
) Tanda-tanda +ital bayi baru lahir sebagai berikut6 ,rekuensi nadi apikal yang cepat dengan irama
yang tidak teratur ,rekuensi perna,asan mencapai 7(89menit irama tidak teratur dan beberapa
 bayi mungkin dilahirkan dengan keadaan perna,asan cuping hidung ekspirasi mendengkur serta
adanya retraksi.
'  Fluktuasi %arna dari merah jambu pucat ke sianosis.
* #ising usus biasanya tidak ada bayi biasanya tidak berkemih ataupun tidak mempunyai
 pergerakan usus selama periode ini.
#ayi baru lahir mempunyai sedikit jumlah mukus menangis kuat re,lek isap yang kuat. Tip
khusus 6 selama periode ini mata bayi terbuka lebih lama dari pada hari-hari selanjutnya saat ini
adalah %aktu yang paling baik untuk memulai proses periode perlekatan karena bayi baru lahirdapat mempertahankan kontak mata untuk %aktu yang lama.
8/17/2019 kelompk 14
#erlangsung selama *( menit sampai ' jam persalinan. Tingkat tari, perna,asan menjadi
lebih lambat. #ayi dalam keadaan tidur suara usus muncul tapi berkurang. :ika mungkin bayi
tidak diganggu untuk pengujiaan utama dan jangan memandikannya. Selama masa tidur 
memberikan kesempatan pada bayi untuk memulihkan diri dari proses persalinan dan periode
transisi ke kehidupan di luar uterin. 45arney Mid%i,ery. '((
3/  Pe+(4)e Re%.((.%# II (The Second Period Of Reaktivity) ! .+%&#(#( e5III/
#erlangsung selama ' sampai ; jam setelah persalinan. :antung bayi labil dan terjadi
 perubahan %arna kulit yang berhubungan dengan stimulus lingkungan. Tingkat perna,asan
 ber+ariasi tergantung pada akti+itas. Neonatus mungkin membutuhkan makanan dan harus
menyusu. Pemberian makan a%al penting dalam pencegahan hipoglikemia dan stimulasi  pengeluaran kotoran dan pencegahan penyakit kuning. Pemberian makan a%al juga menyediakan
kolonisasi bakteri isi perut yang mengarahkan pembentukan +itamin " oleh traktus
intestinal . Neonatus mungkin bereaksi terhadap makanan pertama dengan cara memuntahkan
susu bersama mucus. <bu harus diajari cara menyenda%akan bayinya. Setiap mucus yang
terdapat selama pemberian makan a%al dapat berpengaruh terhadap kecukupan pemberian
makanan terutama jika mucus berlebihan. "ehadiran mucus yang banyak mungkin
mengindikasikan masalah seperti esofagial atresia mucus bernoda empedu menunjukkan
adanya penyakit pada bayi dan pemberian makan perlu ditunda sehingga penyebabnya diselidiki secara menyeluruh.
Periode transisi ke kehidupan ekstrauterin berakhir setelah periode kedua reakti+itas. =al
ini terjadi sekitar '-; jam setelah persalinan. "ulit dan saluran pencernaan neonatal belum
terkolonisasi oleh beberapa tipe acteria. >leh karena itu neonatal jangan diproteksi
dari acteria menguntungkan. Semua pera%at harus mencuci tangan dan lengan ba%ah selama *
menit dangan sabun antiakteria sebelum menyentuh bayi. !kti+itas ini merupakan proteksi
yang berguna terhadap in,eksi neonatal . !P2!? S3>?E harus dinilai selama periode ini.
45arney Mid%i,ery. '((
8/17/2019 kelompk 14
1/2 Pe&6e+.(%& N(l%( A6%+
Skor !pgar atau nilai !pgar 4 bahasa <nggris6 !pgar score adalah sebuah metode yang
diperkenalkan pertama kali pada tahun )@1' oleh Dr. 5irginia !pgar  sebagai sebuah metode
sederhana untuk secara cepat menilai kondisi kesehatan bayi baru lahir  sesaat setelah kelahiran.
Penilaian !P2!? adalah sebuah tes cepat yang dilakukan pada menit pertama dan kelima pasca kelahiran skor pada menit ke-) memberi gambaran seberapa baik bayi melakukan
toleransi terhadap proses kelahiran. Menit ke-1 skor memberikan penilaian akan bagaimana bayi
 beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Nilai !pgar ditentukan dengan menilai denyut
 jantung perna,asan ketegangan otot %arna kulit dan respon terhadap rangsangan
4re,leksA masing-masing diberi nilai ( ) atau '. Total Skor bernilai antara ) sampai dengan )(
dengan nilai )( memberikan gambaran bayi yang paling sehat.
a. Tujuan Menge+aluasi Nilai !pgar 
Penilaian ini dibuat untuk menolong tenaga kesehatan dalam mengkaji kondisi secara umum bayi
 baru lahir dan memutuskan untuk melakukan tindakan darurat atau tidak. Penilaian ini bukan
ditujukan sebagai prediksi terhadap kesehatan bayi atau perilaku bayi atau bahkan status
intelegensia9kepandaian. #eberapa bayi dapat mencapai angka )( dan tidak jarang bayi yang
sehat memiliki skor yang lebih rendah dari biasanya terutama pada menit pertama saat baru
lahir.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai kemampuan laju jantung kemampuan berna,as
kekuatan tonus otot kemampuan re,leks dan %arna kulit. 3aranya6
a. $akukan penilaian apgar Score dengan cara menjumlahkan hasil penilaian tanda seperti laju
 jantung kemampuan berna,as kekuatan tonus otot kemampuan re,leks dan %arna kulit.
 b. Tentukan hasil penilaian sebagai berikut 6
  !daptasi baik 6 skor B-)(
  !s,iksia ringan-sedang 6 skor -;
  !s,iksia berat 6 skor (-*
N(l%( 0 N(l%( 1 N(l%( 2 A+4&(
W%+&% $l(. seluruhnya
Re#4&# +e7le#
Pe+&%%#%& tidak ada
lemah atau tidak
1/ Pe&6e+.(%& Pee+(#%%& F(#( %.%$ Pee+(#%%& Kl(&(#
Pemeriksaan ,isik atau pemeriksaan klinis adalah sebuah proses dari seorang ahli medis
memeriksa tubuh pasien untuk menemukan tanda klinis penyakit. hasil pemeriksaan akan di catat
dalam rekam medis. ?ekam medis dan pemeriksaan ,isik akan membantu dalam penegakkan
diagnosis dan perencanaan pera%atan pasien. pemeriksaan ,isik pada bayi dapat dilakukan oleh
 bidan pera%at atau dokter untuk menilai status kesehatannya.
/aktu pemeriksaan dapat di lakukan saat bayi baru lahir ' jam setelah lahir 4sesaat
sesudah bayi lahir pada saat kondisi atau suhu tubuh sudah stabil dan setelah di
lakukanpembersihan jalan na,as9resisutasi pembersihan badan bayi pera%atan tali pusat dan
akan pulang pulang dari rumah sakit.
a. Tujuan dari Pemeriksaan isik 
Tujuan Dari Pemeriksaan isik adalah 6
). &ntuk menentukan status kesehatan klien
'. Mengidenti,ikasi masalah
. &ntuk untuk mengenal dan menemukan kelainan yang perlu mendapat tindakan
segera.
1. &ntuk menentukan data objekti, dari ri%ayat kepera%atan klien.
Sebelum melakukan pemeriksaan ,isik pada bayi baru lahir ada beberapa hal yang perlu di perhatikan antara lain 6
). #ayi sebaiknya dalam keadaan telanjang di ba%ah lampu terang sehingga bayi tidak mudah
kehilangan panas atau lepaskan pakaian hanya pada daerah yang di periksa.
'. $akukan prosedur secara berurutan dari kepala ke kaki atau lakukan prosedur yang memerlukan
obser+asi ketat lebih dahulu seperti paru jantung dan abdomen.
*. $akukan prosedur yang menggangu bayi seperti pemeriksaan re,leks pada tahap akhir bicara
lembut pegang tangan bayi di atas dadanya atau lainnya.
  b. Prinsip Pemeriksaan isik #ayi #aru $ahir 
). :elaskan prosedur pada orang tua dan minta persetujuan tindakan .
'. 3uci dan keringkan tangan pakai sarung tangan .
*. Pastikan pencahayaan baik.
.Periksa apakah bayi dalam keadaan hangat buka bagian yangg akan diperiksa4jika bayi telanjang
 pemeriksaan harus diba%ah lampu pemancar dan segera selimuti kembali dengan cepat.
8/17/2019 kelompk 14
c. Peralatan dan Perlengkapan 6
a. "apas alkohol dalam tempatnya.
 b. #ak instrumen
e. Senter 
r. #uku catatan
d. Pemeriksaan isik 
Pemeriksaan ,isik bayi baru lahir dimulai dari pengukuran berat badan panjang badan dan
lingkar kepalanya. #ayi baru lahir normal memiliki ciri-ciri sebagai berikut 6
 #erat badan '1(( 0 ((( gram
Panjang badan 7 0 1' cm
$ingkar kepala ** 0 *1 cm
$ingkar dada *( 0 *7 cm
1/ Ke%l%
  $akukan <nspeksi pada daerah kepala. ?aba sepanjang garis sutura dan ,ontanel apakah
ukuran dan tampilannya normal. Sutura yang berjarak lebar mengindikasikan bayi pretermmoulding
yang buruk atau hidrose,alus. Pada kelahiran spontan letak kepala sering terlihat tulang kepala tumpang tindih yang disebut moulding9moulase. "eadaan ini normal kembali setelah beberapa hari
sehingga ubun-ubun mudah diraba. Perhatikan ukuran dan ketegangannya. ontanel anterior harus
diraba ,ontanel yang besar dapat terjadi akibat prematuritas atau hidrosefalus, sedangkan yang
terlalu kecil terjadi pada mikrose,ali. :ika ,ontanel menonjol hal ini diakibatkan peningkatan
tekanan intakranial sedangkan yang cekung dapat tejadi akibat deidrasi. Terkadang teraba ,ontanel
ketiga antara ,ontanel anterior dan posterior hal ini terjadi karena adanya trisomi ').
 Periksa adanya tauma kelahiran misalnyaA caput suksedaneum se,al hematoma perdarahan
subaponeurotik9,raktur tulang tengkorak.
2/ W%-%h
• /ajah harus tampak simetris. Terkadang %ajah bayi tampak asimetris hal ini dikarenakan
 posisi bayi di intrauteri.
• Perhatikan kelainan %ajah yang khas seperti sindrom do%n atau sindrom piere robin.
• Perhatikan juga kelainan %ajah akibat trauma lahir seperti laserasi paresi N.,asialis.
/ M%.%
• $akukan inspeksi daerah mata. Periksa jumlah posisi atau letak mata
• Perksa adanya strabismus yaitu koordinasi mata yang belum sempurna
• Periksa adanya glaukoma kongenital mulanya akan tampak sebagai pembesaran
kemudian sebagai kekeruhan pada kornea
• "atarak kongenital akan mudah terlihat yaitu pupil ber%arna putih. Pupil harus tampak 
 bulat. Terkadang ditemukan bentuk seperti lubang kunci 4kolobama yang dapat
mengindikasikan adanya de,ek retina
• Periksa adanya trauma seperti palpebra perdarahan konjungti+a atau retina
• Periksa adanya sekret pada mata konjungti+itis oleh kuman gonokokus dapat menjadi
 pano,talmia dan menyebabkan kebutaan
• !pabila ditemukan epichantus melebar kemungkinan bayi mengalami sindrom do%n.
"/ H()$&6
• "aji bentuk dan lebar hidung pada bayi cukup bulan lebarnya harus lebih dari '1 cm.
#ayi harus bernapas dengan hidung jika melalui mulut harus diperhatikan kemungkinan
8/17/2019 kelompk 14
http://slidepdf.com/reader/full/kelompk-14 11/19
ada obstruksi jalan napas akarena atresia koana bilateral ,raktur tulang hidung atau
ense,alokel yang menonjol ke naso,aring.
• Periksa adanya sekret yang mukopurulen yang terkadang berdarah hal ini kemungkinan
adanya si,ilis congenital.
Periksa adanya pernapasa cuping hidung jika cuping hidung mengembang menunjukkan adanya gangguan pernapasan.
1. M$l$.
• $akukan <nspeksi apakah ada kista yang ada pada mukosa mulut.
• Perhatikan mulut bayi bibir harus berbentuk dan simetris. "etidaksimetrisan bibir 
menunjukkan adanya palsi %ajah. Mulut yang kecil menunjukkan mikrognatia$
• Periksa adanya bibir sumbing adanya gigi atau ranula 4kista lunak yang berasal dari
dasar mulut
• Periksa keutuhan langit-langit terutama pada persambungan antara palatum keras dan
lunak. • Perhatikan adanya bercak putih pada gusi atau palatum yang biasanya terjadi
akibat %pistein&s pearl atau gigi.
• Periksa lidah apakah membesar atau sering bergerak. #ayi dengan edema otak atau
tekanan intrakranial meninggi seringkali lidahnya keluar masuk 4tanda foote.
;. Tel(&6%
• Pada bayi cukup bulan tulang ra%an sudah matang.
• Daun telinga harus berbentuk sempurna dengan lengkungan yang jelas dibagia atas.
• Perhatikan letak daun telinga. Daun telinga yang letaknya rendah 4lo' set ears terdapat
 pada bayi yangmengalami sindrom tertentu 4Pierre-robin.
• Perhatikan adanya kulit tambahan atau aurikel hal ini dapat berhubungan dengan
abnormalitas ginjal.
• #unyikan bel atau suara. !pabila terjadi re,leks terkejut maka pendengarannya baik
kemudian apabila tidak terjadi re,leks maka kemungkinan terjadi gangguan
 pendengaran.
 baik. :ika terdapat keterbatasan pergerakan kemungkinan ada kelainan tulang leher.
• Periksa adanya trauma leher yang dapat menyebabkan kerusakan pad ,leksus brakhialis
• $akukan perabaan untuk mengidenti,ikasi adanya pembengkakan.periksa adanya
 pembesaran kelenjar tyroid dan +ena jugularis
• !danya lipata kulit yang berlebihan di bagian belakang leher menunjukkan adanya
kemungkinan trisomi ').
http://slidepdf.com/reader/full/kelompk-14 12/19
• ?aba seluruh kla+ikula untuk memastikan keutuhannya terutama pada bayi yang lahir 
dengan presentasi bokong atau distosia bahu. Periksa kemungkinan adanya ,raktur.
7. D%)%, P%+$ )%& J%&.$&6
• Periksa kesimetrisan gerakan dada saat bernapas. !pabila tidak simetris kemungkinan
 bayi mengalami pneumotoraks paresis diafragma atau hernia diafragmatika. Pernapasan bayi yang normal dinding dada dan abdomen bergerak secara bersamaan.
Tarikan sternum atau interkostal pada saat bernapas perlu diperhatikan. rekuensi
 pernapasan bayi normal antara (-;( kali permenit. Perhitungannya harus satu menit
 penuh karena terdapat periodic breathin! dimana pola pernapasan pada neonatus
terutama pada premature ada henti na,as yang berlangsung '( detik dan terjadi secara
 berkala. Pada bayi cukup bulan puting susu sudah terbentuk dengan baik dan tampak 
simetris
• Payudara dapat tampak membesar tetapi ini normal.
• $akukan palpasi pada daerah dada untuk menentukan ada tidaknya ,raktur kla+ikula
dengan cara meraba ict"s cordis dengan menentukan posisi jantung.
• $akukan !uskultasi paru dan jantung dengan menggunakan stetoskop untuk menlai
,rekuensi dan suara napa9jantung. Secara normal ,rekuensi denyut jantung antara )'(-
);( 8 9 menit.
@. A')4e&
• !bdomen harus tampak bulat dan bergerak secara bersamaan dengan gerakan dada saat
 bernapas. "aji adanya pembengkakan
• $akukan pemeriksaan pada tali pusat bertujuan untuk menilai ada tidaknya kelainan
 pada tali pusat seperti ada tidaknya +ena dan arteri tali simpul pada tali pusat dan lain-
lain.
lainnya
om,aloentriskus persisten.
• $akukan !uskultasi adanya bising &sus.
• $akukan perabaan hati umumnya teraba '-* cm di ba%ah arkus kosta kanan. $impa
teraba ) cm di ba%ah arkus kosta kiri.
• $akukan palpasi ginjal dengan cara atur posisi terlentang dan tungkai bayidi lipat agar 
otot-otot dinding perut dalam keadaan relaksasi batas ba%ah ginjal dapat di raba
setinggi umbilikus di antara garis tengah dan tepi perut bagian ginjal dapat di raba
sekitar '-* cm. !danya pembesaran pada ginjal dapat di sebabkan oleh neoplasma
kelainan ba%aan atau trombosis +ena renalis
8/17/2019 kelompk 14
)(. E#.e+(.%# A.%#
• "edua lengan harus sama panjang periksa dengan cara meluruskan kedua lengan ke
 ba%ah
• "edua lengan harus bebas bergerak jika gerakan kurang kemungkinan adanya kerusakan
neurologis atau ,raktur  • Periksa jumlah jari. Perhatikan adanya polidaktili atau sidaktili
• Telapak tangan harus dapat terbuka garis tangan yang hanya satu buah berkaitan dengan
abnormaltas kromosom seperti trisomi ')
• Periksa adanya paronisia pada kuku yang dapat terin,eksi atau tercabut sehingga
menimbulkan luka dan perdarahan.
• Periksa kesimetrisan tungkai dan kaki. Periksa panjang kedua kaki dengan meluruskan
keduanya dan bandingkan
"edua tungkai harus dapat bergerak bebas. "uraknya gerakan berkaitan dengan adanya trauma misalnya ,raktur kerusakan neurologis.
• Periksa adanya polidaktili atau sidaktili padajari kaki.
)'. S(&%l
• Periksa spina dengan cara menelungkupkan bayi cari adanya tanda-tanda abnormalitas
seperti spina bi,ida pembengkakan lesung atau bercak kecil berambut yang dapat
menunjukkan adanya abdormalitas medula spinalis atau kolumna +ertebra
)*. Ge&e.%l(%
• Pada bayi laki-laki panjang penis *- cm dan lebar )-)* cm.Periksa posisi lubang uretra.
Prepusium tidak boleh ditarik karena akan menyebabkan ,imosis • Periksa adanya hipospadia dan epispadia
• Skrotum harus dipalpasi untuk memastikan jumlah testis ada dua
• Pada bayi perempuan cukup bulan labia mayora menutupi labia minora
• $ubang uretra terpisah dengan lubang +agina
• Terkadang tampak adanya sekret yang berdarah dari +agina hal ini disebabkan oleh
 pengaruh hormon ibu ('ithdra'l edding)
). A&$# )%& Re3.$

Mekonium secara umum keluar pada ' jam pertama jika sampai 7 jam belum keluar  kemungkinan adanya mekonium plug s#ndrom, megakolon atau obstruksi saluran
 pencernaan
• Periksa adanya pembekakan
8/17/2019 kelompk 14
http://slidepdf.com/reader/full/kelompk-14 14/19
• Perhatinan adanya +ernik kaseosa 4 Gat yang bersi,at seperti lemak ber,ungsi sebagai
 pelumas atau sebagai isolasi panas yang akan menutupi bayi cukup bulan.
);. Re7le#5Re7le#
#erkedip Sorotkan cahaya ke
sepanjang tepi luar di
#ila pengembangan
ekstrapiramidal.
$engan Ekstensi jari-
sedikit ekstensi
menggenggam tulang
ekstens. $ebih kuat
respon tidak simetris
atau cidera ,leksus
 ba%ah adanya
tidak ada berikan bayi
mengeluarkan re,leks.
:ari-jari bayi
dari sisi ulnar re,leks
leksi yang tidak
 pipi yang di gores re,leks ini menghilang  pada umur *- bulan.
Tetapi bias menetap
tidur.
"aget 4startle #ertepuk tangan #ayi mengekstensi Tidak adanya re,leks
8/17/2019 kelompk 14
terhadap suara yang
menghilang setelah umur bulan.
#ayi menghisap dengan kuat dalam
 berespons terhadap
terjadi selama tidur
menunjukkan
kelambatan
). #!Y< #!?& $!=<? N>?M!$4ESENS<!$
Pengertian  bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dari kehamilan *B minggu sampai
dengan ' minggu dan berat badan lahir '1(( gr sampai dengan ((( gr 4!suhan kesehatan
!nak dalam konteks keluarga )@@' 6 @*.
Semua bayi diperiksa segera setelah lahir untuk memastikan bah%a transisi ke kehidupan
ekstraeterin telah berlangsung mulus dan tidak terdapat kelainan mayor. Pemeriksaan medis yang
komprehensi, dalam ' jam setelah lahir harus dilakukan.Tujuannya adalah6
). Mendeteksi setiap kelainan suatu anomaly congenital yang signi,ikan terjadi saat
lahir pada )(-'( kasus per )((( kelahiran hidup.
'. Mengkon,irmasi dan9 mempertimbangkan penatalaksanaan lebih lanjut untuk setiap
kelainan yang terdeteksi sebelum lahir.
*. Mempertimbangkan masalah potensial yang terkait dengan ri%ayat kehamilan
maternal atau gangguan ,amilial.
kepada bayi mereka.
1. Menentukan apakah terdapat perhatian khusus oleh pengasuh mengenai pera%atan
 bayi setelah pulang.
8/17/2019 kelompk 14
1/1 Pe'e+(%& I&-e#( (. K %)% B%*( B%+$ L%h(+
Semua bayi baru lahir harus diberikan +itamin ") injeksi ) mg <M di paha kiri segera mungkin untuk mencegah perdarahan bayi baru lahir akibat de,esiensi +itamin " yang
dapat dialami oleh sebagaian bayi baru lahir. I jam setelah lahir di injeksi +itamin ".
). $atar belakang pemberian 5<T " pada #ayi #aru lahir 
a  ;BJ !ngka "ematian #ayi merupakan kematian neonatus diantaranya
 perdarahan akibat de,isiensi 5it " 
c  "ejadian 6 terjadi pada usia ' minggu 0 ; bulan
d  Pendarahan intrakranial 6 komplikasi tersering 4;*J
aktor resiko antara lain6
a  ?endahnya kandungan +it " ) dlm !S<
 b  #elum sempurnanya ,ungsi hati pada bayi baru lahir terutama prematur.
c  "onsumsi obat 0 obatan selama hamil
d  !danya diare 9 sindrom malabsorpsi
'. Tujuan Pemberian 5itamin "6
a  Sebagai pro,ilaksis pada bayi baru lahir 
 b  5it " dapat mencegah6 4PD5"9 Penyakit yang dapat dicegah dengan 5it "6
4)  Perdarahan spontan atau akibat trauma
4'  &mum6pendarahankulitmatahidungdansalurancernahepatomegali
ringan
<munisasi adalah merupakan bagian dari pemberian +aksin 4+irus yang
dilemahkan kedalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap
 penyakit tertentu. <munisasi merupakan suatu sistem kekebalan yang diberikan
 pada manusia dengan tujuan melindungi indi+idu tersebut dari penyakit yang
dapat membahayakan ji%a. <tulah yang dimaksud dengan pengertian tujuan 
imunisasi yang kita berikan kepada anak-anak kita melalui petugas kesehatan atau
 pun di tempat pemberi pelayanan kesehatan.
<munisasi bisa meningkatkan imunitas tubuh dan menciptakan kekebalan terhadap
 penyakit tertentu dengan menggunakan sejumlah kecil mikroorganisme yang
dimatikan atau dilemahkan. Tujuan imunisasi merupakan upaya yang dilakukan
untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan +aksin ke
dalam tubuh agar tubuh membuat Gat anti untuk mencegah terjadinya penyakit
tertentu.
:enis +aksin dan man,aatnya untuk imunisasi dasar ini terdiri dari 6
). 5aksin #32 4#acillus 3almette 2uerin. Diberikan untuk mencegah  penyakit tuberkulosis paru 4T#3.
'. 5aksin DPT diberikan dalam rangka untuk mencegah penyakit Di,teri Pertusis dan
Tetanus. *. 5aksin Polio diberikan dalam rangka untuk untuk mencegah penyakit poliomilitis.
. 5aksin 3ampak diberikan dalam rangka untuk untuk mencegah penyakit campak .
1. 5aksin =epatitis # diberikan dalam rangka untuk untuk mencegah  penyakit hepatitis #.
Dosis pemberian immunisasi #326
&mur 6 ( 0 )) bln
:umlah suntikan 6 Satu kali 
J$l%h Pe'e+(%& I$&(#%#( B9G
3ukup ) kali saja tak perlu diulang 4booster. Sebab +aksin #32 berisi kuman hidup sehingga antibodi yang dihasilkannya tinggi terus. #erbeda dengan +aksin berisi kuman
mati sehingga memerlukan pengulangan.
U#(% Pe'e+(%& I$&(#%#( B9G
Diba%ah usia ' bulan. :ika baru diberikan setelah usia ' bulan disarankan tes +antou 4tuberkulin dahulu untuk mengetahui apakah si bayi sudah kemasukan
kuman +#croacterium tuerculosis atau belum.
L4%#( e&*$&.(%&
$engan kanan atas sesuai anjuran /=>. Meski ada juga petugas medis yang melakukan
 penyuntikan di paha. Dan dapat juga dilakukan pada bagian <ntradermaljarum disuntikkan  pada kulit diatas insersi otot deltoid 4suntikan di puncak pundak memberi risiko keloid.
E7e S%(&6
&mumnya tidak ada. Namun pada beberapa anak timbul pembengkakan kelenjar getah
 bening di ketiak atau leher bagian ba%ah 4atau selangkangan bila penyuntikan dilakukan di
 paha. #iasanya akan sembuh sendiri.
  T%&)% Ke'e+h%#(l%&
  Muncul bisul kecil dan bernanah di daerah bekas suntikan setelah -; minggu. Tidak
menimbulkan nyeri dan tidak diiringi panas. #isul akan sembuh sendiri dan meninggalkan luka  parut.
  :ika bisul tak muncul jangan cemas. #isa saja dikarenakan cara penyuntikan yang salah
mengingat cara penyuntikan perlu kehlian khusus karena +aksin harus masuk ke dalam kulit. !palagi bila dilakukan di paha proses menyuntiknya lebih sulit karena lapisan lemak di ba%ah
kulit paha umumnya lebih tebal.
  :adi medki bisul tak muncul antibodi tetap terbentuk hanya saja dalam kadar rendah.<munisasi #32 pun tak perlu diulang karena di daerah endemis T# in,eksi alamiah akan selalu ada. Dengan kata lain anak akan mendapat +aksinasi alamiah.
  I&)(%#( K4&.+%
  Tak dapat diberikan pada anak berpenyakit T# atau menunjukkan +antou positi,.
8/17/2019 kelompk 14
http699ilmukebidanandankesehatananak.blogspot.com9'()'9(19pemberian-+aksin-
 Nur Muslihatun/a,i '()( !S&=!N NE>N!T&S #!Y< D!N
#!$<T!Yogyakarta6 itramaya
?ukiyah!i Yeyehdkk. '())!S&=!N "E#<D!N!N << 4PE?S!$<N!N
:akarta6 Trans in,o Media