jejak-jejak cahaya nabi muhammad saw jejak cahaya nabi muhammad... · sejarah nabi muhammad saw...

Download JEJAK-JEJAK CAHAYA NABI MUHAMMAD SAW Jejak Cahaya Nabi Muhammad... · Sejarah Nabi Muhammad saw II.…

Post on 09-Mar-2019

235 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

JEJAK-JEJAK CAHAYA NABI MUHAMMAD SAW

(Kontekstualisasi Hadis)

Dr. Jafar Assagaf, M.A

HALAMAN PERSEMBAHAN

Persembahan tulisan kepada:

Ayahanda Syeikh bin Abu1. > Bakar Assagaf (w. 1990 M) dan ibunda Alwiyyah binti Idru>s Alba>r (w. 1998 M)

Maya-Miya, dua puteriku tercinta2.

Semua saudari kandungku3.

JEJAK-JEJAK CAHAYA NABI MUHAMMAD SAW

(Kontekstualisasi Hadis)

Jejak-jejak Cahaya Nabi Muhammad saw (Kontekstualisasi Hadis)Dr. Jafar Assagaf, M.APenulis, 2015

Hak cipta Dilindungi oleh undang-undang.

Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.

Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT)

Jejak-jejak Cahaya Nabi Muhammad saw (Kontekstualisasi Hadis)/Jafar Assagaf.-- cet. 1.--Sukoharjo: FATABA Press, 2015.x + 220 hal., 24 cm.ISBN: 978-602-1242-19-3

1. Sejarah 2. Sejarah Nabi Muhammad sawII. Judul

Cetakan I: April 2015 FATABA Press, 2015Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SurakartaJl. Pandawa, Pucangan Kartasura Sukoharjo, IndonesiaTelp: (0271) 781516 Fax: (0271) 782774Website: www.fataba.iain-surakarta.ac.idE-mail: fataba_press@yahoo.co.id

PENGANTAR PENULIS

Alhamdulillah, segala pujian dan sanjungan hanyalah milik Allah swt semata. Salawat dan salam senantiasa dihaturkan pada junjungan kita Nabi besar Muhammad saw beserta keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikutinya sampai hari kiamat.

Hadis berfungsi mengokohkan, merinci bahkan menetapkan aturan yang tak terdapat dalam al-Quran telah diyakini oleh mayoritas umat Islam sejak zaman Rasulullah saw sampai sekarang. Hadis diambil dari totalitas kehidupan Nabi saw terkait dengan masa dan tempat munculnya Islam sebagai agama yang membawa kasih sayang untuk alam semseta. Kasih sayang berlandaskan ajaran universal Islam untuk siapapun dan dimanapun berada, sehingga pesan-pesan agama yang tertuang dalam al-Quran maupun hadis dapat dirasakan secara nyata oleh semua orang.

Hadis lebih terkait dengan konteks saat disabdakan perlu dikaji melalui misi universal Islam sebagai agama rah}matan li al-a>lami>n dan alasan diutusnya Nabi saw di dunia sebagai penyempurna akhla>q manusia. Dua pijakan utama tersebut menjadikan hadis-hadis Nabi saw dapat dianalisa secara kontekstualisasi dalam upaya membumikan nilai-nilai hadis.

Buku ini merupakan hasil dari pikiran, pemahaman dan pengajaran berlandaskan temuan-temuan dan penjelasan ulama terhadap hadis-hadis Nabi saw yang kerap kali penulis diskusikan dengan kolega, teman sejawat maupun kawan-kawan mahasiswa. Keinginan menuangkan hasil pemahaman hadis-hadis Nabi saw secara konteks mendorong penulis untuk mengumpulkan hadis-hadis Nabi saw berdasarkan topik atau tema yang senantiasa

vi

aktual dibicarakan di tengah-tengah masyarakat. Persoalan dasar keberagamaan, interaksi sosial maupun tradisi akademik termasuk topik yang tak ketinggalan untuk selalu dibahas baik oleh masyarakat umum terlebih oleh mereka yang berkecimpung di dunia akademik. Dosen, mahasiswa dan masyarakat umum layak untuk membaca buku ini sebagai pengetahuan maupun sebagai bahan komparatif dengan pemahaman yang telah dimiliki selama ini.

Akhirnya semoga buku kesatu dari tiga buku yang direncanakan ini, diharapkan mampu menampilkan misi universal Islam atau setidaknya dapat menelusuri jejak-jejak cahaya dalam hadis Nabi saw yang syarat dengan pesan mulia untuk dipedomani oleh siapapun yang mengaku sebagai Muslim.

vii

T R A N S L I T E R A S I

a = r = = gb = z = = ft = = s = qs = \ = sy = kj = = s } = lh = } = d { = mkh = = t } = nd = = z } = wz = \ = = h

= y

DAFTAR ISI

Halaman Persembahan ................................................................ iiPengantar Penulis .......................................................................... vTransliterasi ...................................................................................... viiDaftar Isi .......................................................................................... ix

BAGIAN I DASAR BERAGAMA .................................................. 3-59Niat Ikhlas Beramal1. .............................................. 3Menjauhi Syirik Kecil (2. Riya>) ............................... 21Tiga Pilar Agama; Iman, Islam dan Ihsan3. ....... 33Islam4. itu Mudah .................................................... 59

BAGIAN II INTERAKSI SOSIAL ................................................... 79-165Menghindari 5. Syubhat .......................................... 79Realisasi Iman dalam Bermasyarakat6. .............. 95Hak-hak Muslim 7. dan Tujuh Larangan ............. 115Etika Bertetangga dan Menghormati Tamu8. .. 145Perang dalam Islam9. .............................................. 165

BAGIAN III TRADISI AKADEMIK ............................................... 179-203Kejujuran10. Ilmiah dalam Menyampaikan Ilmu 179Menulis Ilmu Pengetahuan 11. ............................... 193Profesionalisme12. ..................................................... 203

BIODATA PENULIS ............................................................................. 219

BAGIAN I

DASAR BERAGAMA

3

MATERI PERTAMANIAT IKHLAS BERAMAL

PendahuluanI.

Sebagian orang mungkin menganggap kalau suatu amalan baik secara lahir dan orang tertentu melakukannya tentu akan mendapat pahala selama orang tersebut melakukan kebajikan. Mungkin tidak keliru asumsi tersebut apalagi pelaku kebajikan termasuk dari komunitas orang berduit, berkedudukan, memiliki titel dan status sosial yang cukup terpandang di tengah masyarakat. Fenomena demikian sering kali terjadi karena manusia secara umum tertarik dengan sesuatu yang bersifat materi; kebendaan. Dalam al-Quran telah disinyalir mengenai sifat manusia bergantung pada benda nyata, misalnya kisah Nabi Mu>sa> as yang ingin melihat Allah swt (QS:al-Ara>f; 143) dan keyakinan manusia akan benar-benar sampai pada puncak, ketika dia melihat janji Allah setelah kematiannya (QS:al-Taka>s|ur).

Dalam menyikapi sikap dan sifat manusia yang cenderung bergantung pada benda, Allah swt menegaskan berulang kali bahwa hasil amalan apapun yang manusia lakukan harus dilandasi dengan keikhlasan, misalnya QS: al-Ara>f;29, QS: al-Ankabu>t; 65 dan al-Bayyinah; 5. Keikhlasan yang menjadi barometer Allah

1

4

Materi Pertama Niat Ikhlas Beramal

swt memuliakan manusia menjadi hamba-Nya yang bertaqwa. Sekalipun keikhlasan sebagai dasar utama diterima amalan seseorang namun dalam praktek, niat tetap membutuhkan tindakan riil. Bukan berarti tindakan nyata orang yang melakukan kebajikan tidak diperlukan, tetapi tindakannya harus benar-benar didasari niat yang tulus. Disini letak keterkaitan perintah Allah swt pada hamba-Nya untuk ikhlas tersebut dengan sabda Rasulullah saw:

1Sungguh Allah swt tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian, akan tetapi Dia selalu melihat pada hati (niat ikhlas) dan amalan kalian.

Hadis ini menegaskan Allah swt tidak melihat semua bentuk lahir perbuatan seseorang, namun Allah menilai perbuatan orang tersebut yang dilandasi hati yang tulus.

Hadis tentang niat yang menjadi topik pertama buku ini berbicara pada dua aspek; pertama, tentang niat yang hanya untuk Allah swt dan Rasul-Nya atau ikhlas dan kedua, hijrah sebagai praktek amalan lahir yang layaknya berlandaskan niat ikhlas ketika melakukannya.

Pembahasan II.

Matan Hadis dan TerjemahnyaA.

)

, (2 1 Muslim bin H}ajja>j bin Muslim al-Naisa>bu>riy al-Qusyairiy (206-261 H),

S}ah}i>h Muslim (Beirut: Da>r al-Fikr, 1993), jilid II, h. 518 (no. 2564). 2 Muh}ammad bin Isma>i>l al-Bukha>riy (194-256 H), S}ah}i>h} al-Bukha>riy bi

H}a>syiah al-Sindiy (Beirut: Da>r al-Fikr, 1995), juz IV, h. 178 (no. 6689); Muslim, S}ah}i>h, Jilid II, h. 223 (no. 1907).

5

Jejak-jejak Cahaya Nabi Muhammad saw (Kontekstualisasi Hadis)

Umar bin Khat}t}ab ra berkata: saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Bahwasanya beragam amal itu disertai dengan satu niat, dan bagi seseorang sesuai dengan apa yang dia niatkan. Maka barang siapa yang berhijrah kepada (tujuannya) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya pada Allah dan Rasul-Nya. Namun siapa saja yang berhijrah kepada dunia yang dia peroleh atau wanita yang ingin dia nikahi, maka hijrahnya tersebut pada apa yang dia niatkan saat hijrah padanya.

Makna Global dan Kandungan Utama HadisB.

Hadis ini menginformasikan pada kaum Muslim kalau semua amal perbuatan diawali dengan niat. Niat merupakan pokok pangkal amalan seseorang dinilai dan pada akhirnya diterima atau ditolak amalan tersebut. Dalam mengerjakan suatu perbuatan, orang berniat memperoleh sesuatu dari perbuatannya maka ia akan mendapatkan sesuai niatnya tersebut. Dalam penggalan hadis di atas terdapat dua model niat yang menjadi contoh yaitu: (1) niat mengerjakan hijrah hanya karena Allah swt dan Rasul-Nya; (2) niat mengerjakan hijrah karena sesuatu terkait dengan dunia. Hadis ini juga mengajarkan agar setiap orang senantiasa melakukan suatu pekerjaan hendaklah ia berusaha mencapai tingkat maksimal yaitu ikhlas beramal untuk mencari ridha Allah swt dan Rasul-Nya.

Analisa Hadis C.

Niat1.

Hadis mengenai niat adalah hadis utama bahkan imam Sya>fiiy (150-204 H) menganggap hadis tentang niat memuat sepertiga dari keseluruhan ajaran Islam,3 maka tak heran ulama seperti imam al-Bukha >riy (194-256 H