hukum rokok

Click here to load reader

Post on 25-Jun-2015

712 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

TUGAS TERSTRUKTUR DOSEN PENGASUH

: PERBANDINGAN MAZHAB :

HUKUM MEROKOK MENURUT PARA ULAMA

Oleh: BAITI NAJIHAH : 10.12.2412

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM DARUSSALAM MARTAPURA

2

2010 M / 1431 H

3

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .. BAB I BAB II : PENDAHULUAN ... : HUKUM MEROKOK A. Sejarah Rokok B. Kandungan Rokok ... C. Bahaya Rokok . D. Pendapat Ulama tentang Rokok ... BAB III : PENUTUP/KESIMPULAN 30

1 2

3 4 5 9

DAFTAR PUSTAKA ... 31

4

BAB I PENDAHULUAN

Kegemaran mengisap rokok jumlah orangnya cukup banyak di dalam masyarakat. Kelihatannya sebagian besar pria, namun wanita pun tidak sedikit yang mengisapnya. Lewat media massa, tidak sedikit ulasan yang kita lihat dan baca, tentang bahaya merokok. Hal ini tentu dikemukakan oleh para ahlinya yang berkecimpung dalam dunia kesehatan (dokter). Dari satu segi rokok itu membahayakan kesehatan clan pada umumnya orang mengatakan demikian. Tetapi dipihak lain orang amat gemar menghisapnya clan malahan didorong dan didukung oleh iklan-iklan rokok dalam dan luar negri. Berapa banyak dana yang dikeluarkan setiap ha -i untuk mengundang penyakit itu, sukar kita menghitungnya. Dilihat dari pemasukan negara, memang cukup banyak jumlahnya. Hal ini berarti, bahwa kita telah terlibat dalam pergolakan antara kepentingan materi dan menghindari penyakit. Kalau kita umpamakan, hati nuraru orang mengatakan, bahwa prostitusi itu membawa bahaya, namun tidak sedikit orang yang melakukannya. Penyakit AIDS itu mengundang maut, tetapi manusia tidak jera juga melakukan penyebabnya. Hal ini sekedar analogi dan bahasan topik ini. Karena itu, melalui makalah ini penulis akan menguraikan pendapat ulama tentang hukum merokok.

5

BAB II HUKUM MEROKOK

A. Sejarah Rokok. Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan sematamata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.1 B. Kandungan Rokok Terdapat dua bahan utama zat yang terkandung dalam setiap batang rokok yakni nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik Selain kedua zat tersebut, masih terdapat zat-zat lain yang terkandung dalam rokok dan berakibat buruk terhadap sistem tubuh. Nainggolan (2000) mengungkapkan zat lain tersebut di antaranya: 1. Karbonmonoksida: merupakan sejenis gas yang tidak berbau yang dihasilkan dari pembakaran zat arang atau karbon yang tidak sempurna. Gas ini memiliki sifat racun yang dapat mengurangi kemampuan darah membawa oksigen.1

http://id.wikipedia.org/wiki/rokok.

6

2. Arsenic: sejenis unsur kimia yang digunakan untuk membunuh serangga. Nitrogen oksida: Unsur kimia ini dapat mengganggu saluran pernafasan bahkan merangsang kerusakan dan perubahan kulit tubuh. 3. Ammonium karbonat: zat ini membentuk plak kuning pada permukaan lidah dan menggangu kelenjar makanan dan perasa yang terdapat dipermukaan lidah. 4. Ammonia: merupakan gas yang tidak berwarna yang terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Zat ini sangat tajam baunya dan sangat merangsang. Ammonia ini sangat mudah memasuki sel-sel tubuh. 5. Formic acid: jenis cairan yang tidak berwarna yang bergerak bebas dan dapat mengakibatkan lepuh. Cairan ini sangat tajam dan baunya menusuk. 6. Acrolein: sejenis zat tidak berwarna, seperti aldehid. Zat ini diperoleh dengan mengambil cairan dari gliserol dengan metode pengeringan. Cairan ini sangat menganggu bagi kesehatan. 7. Hydrogen cyanide: sejenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak memiliki rasa. Zat ini merupakan zat yang paling ringan, mudah terbakar dan sangat efisien untuk menghalangi pernapasan. 8. Cyanide adalah salah satu zat yang mengandung racun yang sangat berbahaya. Sedikit saja cyanide dimasukkan langsung ke dalam tubuh dapat

mengakibatkan kematian. 9. Nitrous oksida: sejenis gas yang tidak berwarna, dan bila terisap dapat menyebabkan hilangnya pertimbangan dan mengakibatkan rasa

sakit.Formaldehyde: zat yang banyak digunakan sebagai pengawet dalam laboratorium (formalin).

7

10. Phenol: merupakan campuran yang terdiri dari kristal yang dihasilkan dari destilasi beberapa zat organic seperti kayu dan arang, selain diperoleh dari ter arang. Phenol terikat dengan protein dan menghalangi aktivitas enzim. 11. Acetol: hasil pemanasan aldehyde (sejenis zat yang tidak berwarna yang bebas bergerak) dan mudah menguap dengan alkohol. 12. Hydrogen sulfide: sejenis gas yang beracun yang gampang terbakar dengan bau yang keras. Zat ini menghalangi oxidasi enzim (zat besi yang berisi pigmen). 13. Pyridine: cairan tidak berwarna dengan bau yang tajam. Zat ini dapat digunakan untuk mengubah sifat alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama. 14. Methyl chloride: adalah campuran dari zat-zat bervalensi satu dimana hidrogen dan karbon merupakan unsurnya yang utama. Zat ini adalah merupakan compound organic yang dapat beracun. 15. Methanol: sejenis cairan ringan yang gampang menguap dan mudah terbakar. Meminum atau mengisap methanol dapat mengakibatkan kebutaan dan bahkan kematian.

C. Bahaya Merokok Kerugian yang ditimbulkan rokok sangat banyak bagi kesehatan. Tapi sayangnya masih saja banyak orang yang tetap memilih untuk menikmatinya. Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua di antaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik.2 Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8 20 mg nikotin2

Asril Bahar, Harian Umum Republika, Selasa 26 Maret 2002, h. 19.

8

dan setelah di bakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25 persen. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia. Nikotin itu di terima oleh reseptor asetilkolinnikotinik yang kemudian membaginya ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Efek dari rokok atau tembakau memberi stimulasi depresi ringan, gangguan daya tangkap, alam perasaan, alam pikiran, tingkah laku dan fungsi psikomotor. Jika dibandingkan zat-zat adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya, maka ketergantungan pada rokok tidak begitu dianggap gawat.3 Berbagai penyakit mulai dari rusaknya selaput lendir sampai penyakit keganasan seperti kanker dapat ditimbulkan dari perilaku merokok. Beberapa penyakit tersebut antara lain: 1. Penyakit paru Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas besar, sel mukosa membesar (hipertrofi) dan kelenjar mukus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan kerusakan alveoli. 2. Penyakit jantung koroner. Seperti yang telah diuraikan diatas mengenai zat-zat yang terkandung dalam rorok. Pengaruh utama pada penyakit jantung terutama disebakan oleh dua bahan kimia penting yang ada dalam rokok, yakni nikotin dan3

Roan, Ilmu Kedokteran Jiwa, (Jakarta: Psikiatri, 1979), h. 33.

9

karbonmonoksida. Dimana nikotin dapat mengganggu irama jantung dan menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah jantung, sedangkan CO menyebabkan pasokan oksigen untuk jantung berkurang karena berikatan dengan Hb darah. 3. Impotensi Tjokronegoro, seorang dokter spesialis andrologi universitas Indonesia mengungkapkan bahwa, nikotin yang beredar melalui darah akan dibawa keseluruh tubuh termasuk organ reproduksi. Zat ini akan menggangu proses spermatogenesis sehingga kualitas sperma menjadi buruk. Sedangkan Taher menambahkan, selain merusak kualitas sperma, rokok juga menjadi faktor resiko gangguan fungsi seksual terutama gangguan disfungsi ereksi (DE). Dalam penelitiannya, sekitar seperlima dari penderita DE disebabkan oleh karena kebiasaan merokok. 4. Kanker kulit, mulut, bibir dan kerongkongan. Tar yang terkandung dalam rokok dapat mengikis selaput lendir dimulut, bibir dan kerongkongan. Ampas tar yang tertimbun merubah sifat selsel normal menjadi sel ganas yang menyebakan kanker. Selain itu, kanker mulut dan bibir ini juga dapat disebabkan karena panas dari asap. Sedangkan untuk kanker kerongkongan, didapatkan data bahwa pada perokok

kemungkinan terjadinya kanker kerongkongan dan usus adalah 5-10 kali lebih banyak daripada bukan perokok. 5. Merusak otak dan indera. Sama halnya dengan jantung, dampak rokok terhadap otak juga

10

disebabkan karena penyempitan pembuluh darah otak yang diakibatkan karena efek nikotin terhadap pembuluh darah dan supply oksigen yang menurun terhadap organ termasuk otak dan organ tubuh lainnya. Sehingga sebetulnya nikotin ini dapat mengganggu seluruh system tubuh. 6. Mengancam kehamilan. Hal ini terutama ditujukan pada wanita perokok. Banyak hasil penelitian yang menggungkapkan bahwa wanita hamil yang merokok meiliki resiko melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah, kecacatan, keguguran bahkan bayi meninggal saat dilahirkan.

11

D. Hukum Merokok Menurut Ulama. Menurut Muhammad bin Jamil Zainu: Pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memang rokok itu belum ada, namun sesungguhnya Islam datang dengan pokok yang umum, mengharamkan segala sesuatu yang membahayakan tubuh, mengganggu orang di dekatnya, atau menyia-nyiakan harta. Inilah dalil-dalil yang menunjukkan hukum rokok. 1. Allah taala berfirman: