gerakan tajdid

Click here to load reader

Post on 29-Nov-2015

35 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Muhammadiyah

TRANSCRIPT

Slide 1

Assalamualakum. Wr. Wb

Gerakan Tajdid dan Dakwah dalam KemuhammadiyahanDisusun oleh :Mohamad FachrodzadKhairunnisa NoviantriNana CahyadiNuranisyahA. Pengerian TajdidPengertian tajdid secara bahasa diambil dari bahasa Arab Tajdid yang berkata dasar jaddada-yujaddidu-tajdiidan yang artinya memperbarui.Dari segi bahasa, tajdid berarti pembaharuan. Dari segi istilah tajdid memiliki dua arti yaitu:(1)Permurnian (2)Peningkatan, pengembangan, modernisasi dan yang semakna dengannya. B. Pembahuruan islam periode klasik sampai modernIbnu Taimiyah1263Lahir1268Dibawa ayahnya pindah ke Damaskus1280berfatwa, terutama dalam bidang ilmu tafsir, ilmu ushul, dan semua ilmu-ilmu lain.1328Wafat

Pada umurnya yang ke-17, Ibnu Taimiyah sudah siap mengajar dan berfatwa, terutama dalam bidang ilmu tafsir, ilmu ushul, dan semua ilmu-ilmu lain, baik pokok-pokoknya maupun cabang-cabangnya. ''Ibnu Taimiyah mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai *rijalul hadis* (mata rantai sanad,periwayat), ilmu *al-Jahru wa al-Ta'dil*, thabaqat sanad, pengetahuan tentang hadis sahih dan dlaif, dan lainnya,'' ujar Adz-Dzahabi.Karena dianggap berbahaya, termasuk oleh penguasa setempat, ia kemudian dizalimi dan dimasukkan ke dalam penjara. Di penjara, ia justru merasakan kedamaian, sebab bisa lebih leluasa mengungkapkan pikirannya dan menuangkannya dalam tulisan-tulisan. Beberapa karyanya berasal dari ide-idenya selama di penjara.Di penjara, ia juga banyak menyampaikan persoalan-persoalan keagamaan. Hingga akhirnya, banyak narapidana yang belajar kepadanya. Beberapa diantaranya, yang diputuskan bebas dan berhak keluar dari penjara, malah menetap dan berguru kepadanya.Ia wafat di dalam penjara *Qal'ah Dimasyqy* pada 20 Dzulhijah 728 H (1328 M), dan disaksikan salah seorang muridnya, Ibnu al-Qayyim. Bersama Najamuddin At-Tufi, mereka dijuluki sebagai trio pemikir bebas. Ibnu Taimiyah berada di dalam penjara selama 27 bulan (dua tahun tiga bulan) lebih beberapa hari.2. Muhammad Abduh Lahir Dimasukan sekolah agama, kemudian ia keluar dari sekolah.1865 Masuk kembali etapi pada Tahun berikutnya ia belajar di Al-Azhar kairoDitahun 1872 Abduh berkenalan dengan Al-Afghani, dan kemudian memperkenalkan karya penulis barat yang telah dterjemahkan kedalam Bahasa Arab, serta tentang masalah politik dan sosial yang tengah dihadapi oleh rakyat Mesir sendiri maupun umta Islam pada umumnya.Menurut Abduh, untuk dapat memulihkan kejayaan umat islam harus kembali kepada ajaran islam yang masih murni seperti yang dulu diamalkan oleh generasi islam yang pertama (salafiyah)Melawan kezaliman penguasa, lebih-lebih terhadap imperialis dan kolonialis barat, namun pendidikan juga sangat diperlukan untuk mengembalikan kejayaan islam, dan tidak ada salahnya jika kita belajar dari barat yang unggul dalam bidang ilmu, teknologi dan organisasi.Pada tahun 1889 Abduh diangkat menjadi hakim pada Tribunaux indigine (pengadilan untuk pribumi), 1891 diangkat sebagai penasihat Cour dappel sampai ia meninggal pada tahun 1905.3. Rasyid RidhaNama lengkap Muhammad Rasyid bin Ali Ridha bin Syamsuddin bin Baharudin Al-Qalmuni Al Husaini, Lahir pada tahun 1865 di Tripoli, Mesir.Rasyid adalah seorang intelektual muslim yang mengembangkan gagasan modernisme islam yang awalnya digagas oleh Jamaludin Al-Afghani dan Muhammad Abduh, dan ia mempelajari kelemahan-kelemahan masyarakat muslim pada saat itu dibandingkan masyrakat kolonialis Barat.Menurut Rasyid Ridha, kelemahan tersebut antara lain kecendrungan umat untuk mengikuti tradisi secara buta (taqlid), dan ia berpendapat bahwa kelemahan ini dapat diatasi dengan kembali ke prinsip-prinsip dasar Islam dan melakukan ijtihad dalam menghadapi realita modern.Ridha mencoba menerapkan ide-ide tersebut namun upayanya ini mendapat tentangan dari kerajaan Turki utsmani. Dan pada akhirnya pada 1898 Ridha mengikuti gurunya pindah ke Mesir yang telah lama tinggal disana.C. Latar Belakang Pembaharuan Islam

Yang mendorong timbulnya pembaharuan dan kebangkitan islam adalah :PertamaPaham tauhid yang dianut kaum muslimin telah bercampur dengan kebiasaan-kebiasaan yang dipengaruhi oleh tarekat tarekat, pemujaan terhadap orang-orang yang suci dan hal lain yang membawa kekufuran.KeduaSifat jumud membuat umat islam berhenti berfikir dan berusaha, umat islam maju di zaman klasik karena mereka mementingkan ilmu pengetahuan, oleh karena itu selama umat islam masih bersifat jumud dan tidak mau berijtihad, tidak mungkin mengalami kemajuan, untuk itu adanya pembaharuan yang berusaha mmberantas kejumudan.KetigaUmat islam selalu berpecah belah, maka umat islam tidaklah akan mengalami kemajuan. Umat islam maju karena adanya persatuan dan kesatuan, karena adanya persaudaraan yang diikat oleh tali ajaran islam. Maka untuk mempersatukan kembali umat islam bangkitlah suatu gerakan pembaharuan.KeempatTajdid atau pembaharuan dalam islam khususnya Muhammadiyah memang perlu terus dilakukan oleh kader-kader Muhammadiyah. Hal ini untuk melindungi ajaran-ajaran agama yang semakin hari luntur oleh fenomena modern yang berkembang di masyarakat. Pola kehidupan masyarakat modern yang memiliki budaya baru yang lebih bebas cenderung melupakan ajaran-ajaran agama yan sebenarnya.PertanyaanBu Fadliah : Visi Jil yang ditentang oleh tokoh umat islam?Visi dan Misi JIL :Pertama: memperkokoh landasan demokrasi melalui penanaman nilai-nilai pluralisme, inklusivisme, dan humanisme.Kedua: membangun kehidupan keagamaan yang berdasarkan pada penghormatan atas perbedaan (Islam Liberal, hal.8)2. Ratih : Korelasi Tajdid dalam Al-Quran dan Hadist?Al-Quran : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.(Q.S Al-Imran : 104)Hadist : Sesungguhnya Allah akan mengutus untuk ummat ini pada setiap pengujung seratus tahun orang yang akan melakukan tajdid (pembaharuan) terhadap agamanya. (HR. Abu Dawud , no. 3740)3. Neng : Kronologi Muhammad Abduh diampuni?Setelah Revolusi Urabi tahun 1882 (yang berakhir dengan kegagalan), Muhammad Abduh yang ketika itu masih memimpin surat kabar Al-Waqa'i, dituduh terlibat dalam revolusi tersebut, sehingga pemerintah Mesir memutuskan untuk mengasingkannya selama tiga tahun dengan memberi hak kepadanya memilih tempat pengasingan, dan ia memilih Suriah.

Di Negara ini Muhammad Abduh menetap selama setahun. Kemudian ia menyusul gurunya, Jamaluddin Al-Afghani, yang ketika itu berada di Paris. Di sana mereka berdua menerbitkan surat kabar Al-'Urwah al-Wutsqa, yang bertujuan mendirikan Pan-Islam dan menentang penjajahan Barat, khususnya Inggris.Terakhir, ia ditugaskan di Pengadilan Abidin, Kairo. Kemudian, pada 1899 ia diangkat menjadi Mufti Kerajaan Mesir dan pada tahun yang sama Muhammad Abduh juga menjabat sebagai anggota Majelis Syura Kerajaan Mesir, seksi perundang-undangan.Pada tanggal 11 Juli 1905, saat masa puncak aktivitasnya membina umat, Muhammad Abduh meninggal dunia di Kairo, Mesir. Yang menangisi kepergiannya bukan hanya umat Islam, tetapi ikut pula berduka di antaranya sekian banyak tokoh non-Muslim.Pada 1888, Muhammad Abduh kembali ke tanah airnya dan oleh pemerintah Mesir ia diberi tugas sebagai hakim di Pengadilan Daerah Banha. Walaupun ketika itu Muhammad Abduh sangat berminat untuk mengajar, namun pemerintah Mesir agaknya sengaja merintangi, agar pikiran-pikirannya yang mungkin bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah ketika itu tidak dapat diteruskan kepada putera-puteri Mesir.