filsafat ilmu power point.pptx

Click here to load reader

Download FILSAFAT ILMU Power Point.pptx

Post on 26-Oct-2015

171 views

Category:

Documents

11 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ilmu filsafat

TRANSCRIPT

Slide 1

Sejarah manusia dari zaman ke zamanTahapan sejarah kehidupan manusiaZaman pra yunani (kuno)Zaman yunani kunoZaman pertengahanZaman RenaissanceZaman ModernZaman KontemporerPRA YUNANI KUNOMengapa zaman ini disebut zaman batu?Pada zaman ini orang belum dapat mengolah mineral, mengapa?Apakah mereka sudah hidup menetap?Apakah mereka sudah mengenal bercocok tanam?22YUNANI KUNOSudahkah digunakan api?Bagaimana mereka menemukan api?Apakah peralatan dari batu yang mereka pergunakan makin canggih?Bagaimana mereka mengolah mineral dapat menjadi logam?Dari ketiga logam: besi, perunggu dan tembaga, mana yang terakhir diolah? Mengapa demikian?YUNANI KUNOApakah cara berfikir mereka masih dalam belenggu mistis?Menurut pengamatan anda, apakah sekarang belenggu mistis itu masih meninggalkan sisa-sisa?Mengapa setiap zaman pengetahuan tentang kedokteran selalu ada?Sebelum masyarakat hidup menetap,apakah sudah dikenal bercocok tanam?YUNANI KUNODi Babilonia dan Mesir telah mulai berkembang kebudayaan yang meninggalkan zaman batuTelah dikenal alat transportasi, seperti perahu layar dan roda.Mengapa kebudayaan berkembang selalu mulai dari tepi sungai?Di India telah berkembang ilmu pengetahuan tentang berhitung dengan angka nol.Perkembangan pengetahuan di Cina ,telah mengenal percetakan dan pengolahan logam.ZAMAN PERTENGAHANPerkembangan ilmu pengetahuan di dunia barat mulai berkurang, di dunia timur mulai berkembang.Dikenal tokoh-tokoh ilmiah/ahli ilmu pengetahuan dari timur antara lain:Muhammad Ahmad Al-Khawarizmi (menyusun buku aljabar) Omar Khayam (seorang penyair, ahli perbintangan dan ahli matematikAda ahli yang datang dari barat: Johannes Kepler, Tycho Brace, Galileo-Galilei.

ZAMAN RENAISSANCEZaman kebangkitan kembali.Melepaskan diri dari pemikiran bebas dari dogma-dogma agamaMuncul ahli-ahli ilmu pengetahuan : Johannes Kepler, Tycho Brace, Galileo-Galilei, Francis Bacon, Nicolas Copernicus. Copernicus menyatakan bahwa pusat sistem tata surya bukan bumi tetapi matahariZAMAN MODERNTokoh ilmuwan yang penting pada masa ini ialah Rene Descartes, Thomas Hobbes. Isaac Newton, Charles Darwin, Hegel dan Aguste ComtePendekatan baru pengembangan ilmiah ialah cara rasional dan empirisIlmu diperkembangkan tidak saja atas hasil penalaran/rasio, tetapi disempurnakan dengan kenyataan di lapangan (secara empiris)ZAMAN KONTEMPORERTokoh-tokoh yang berada pada zaman ini adalah Albert Einstein (teori relativitas), Hubble (teropong bintang), Max Planck (teori kwantum), Rutherford, Bohr, Pauli, Schrodinger (ketiganya banyak memberi pengayaan tentang struktur atom)Rekayasa biologi dan kedokteran mengalami kemajuan yang pesat. Rekayasa genetika dan penemuan kloning untuk menghasilkan individu yag sama dengan induknya merupakan penemuan yang spektakulerPerkembangan ilmu dan semakin cepat pada masa ini dimungkinkan karena adanya metode ilmiah dan komunikasi antar ilmuwan.Semuanya itu didukung oleh kemajuan IT (teknologi informasi yang canggih, misalnya internet)DASAR-DASAR PENGETAHUANPenalaran, merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu kesim-pulan yang berupa pengetahuan (pengetahuan yang benar).Ciri berfikir logis. Bersifat jamak, bersifat analitisAda berfikir dengan penalaran dan yang tidak menggunakan nalar (intuisi) dan perasaan, disamping adanya wahyu.DASAR-DASAR PENGETAHUANFaham rasionalisme berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran. Mereka yang menyatakan bahwa fakta yang terungkap lewat pengalaman manusia menganut faham empirisme. Penalaran ilmiah merupakan gabungan antara penalaran deduktif dan penalaran induktifApakah metode deduktif dan induktif itu?DASAR-DASAR PENGETAHUANPenarikan kesimpulan secara deduktif menggunakan pola berfikir silogisme. Memiliki premis mayor, premis minor dan penarikan kesimpulan.Sumber pengetahuan dari rasio dan pengalaman.Rasio secara apriori. Pengalaman manusia didapatkan lewat pengalaman rasional secara apriori.Ide bukan ciptaan pikiran manusia Ide ini sudah ada jauh sebelum manusia berusaha memikirkannya. Paham ini dikenal dengan nama idealisme.Paham empirisme berpendapat bahwa pengetahuan manusia lewat pengalaman yang konkritDASAR-DASAR PENGETAHUANTeori kebenaran dengan menarik kesimpulan secara konsisten dengan kesimpulan terdahulu yang telah benar disebut teori koherensi.Teori korespondensi (berhubungan). Sesuatu dianggap benar kalau pernyataan tadi berhubungan dengan obyek yang dituju.Teori koheransi dan korespondensi, keduanya digunakan dalam berfikir ilmiah.Teori pragmatis (filsafat Amerika), bahwa kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.PENGETAHUANASUMSIAsumsi harus merupakan pernyataan yang kebenarannya secara empiris dapat diuji (harus dibuktikan kebenarannya).Kalimat berikut menyatakan apa itu asumsi. Marilah kita asumsikan bahwa aturan yang tidak tampak/pungli itu memang ada.PENGETAHUANPengetahuan merupakan sari penjelasan tentang alamSifat pengetahuan keilmuan ialah umum dan impersonalSeni sifatnya personal dan menyeluruhSetiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri yang spesifikApa itu = ontologiBagaimana itu diperleh = epistemologiUntuk apa itu = aksiologiPENGETAHUANBerkembanglah tumbuhnya pengetahuan yang disebut seni terapan (applied arts), yang mempunyai kegunaan langsung dalam kehidupan sehari-hariSeni terapan berakar pada pengalaman berdasar akal sehat didukung oleh metode coba-coba (trial and error).Disamping itu ada seni halus yang bertujuan memperkaya spiritual.

PENGETAHUANAkal sehat dan coba-coba mempunyai peranan penting dalam usaha manusia untuk mencari penjelasan tentang berbagai gejala alam.Di samping rasionalisme dengan pemikiran deduktif berkembanglah empirismeBerkembanglah metode eksperimen yang merupakan jembatan antara penjelasan teoritis (rasional) dengan pembuktian yang dilakukan secara empiris.PENGETAHUANManusia sudah keluar dari belenggu mitosManusia mencoba menafsirkan dunia ini terlepas dari belenggu mitos.Berkembanglah pengetahuan yang mempunyai kegunaan paktis (membuat tanggul, bercocok tanam, pembasmian hama dll)PENGETAHUANAkal sehat dan coba-coba mempunyai peranan penting dalam usaha manusia untuk mencari penjelasan tentang berbagai gejala alam.Di samping rasionalisme dengan pemikiran deduktif berkembanglah empirismeBerkembanglah metode eksperimen yang merupakan jembatan antara penjelasan teoriitis (rasional) dengan pembuktian yang dilakukan secara empiris.

METODE ILMIAHProses logiko-hipotetiko-verifikatif adalah bentuk tahapan untuk mengubah pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan (ilmu).Ada lima tahapan: (1) Perumusan masa-lah; (2) Penyusunan kerangka berfikir dalam pengajuan hipotesis: (3) Perumus-an hipotesis: (4) Pengujian hipotesis: (5) Penarikan kesimpulanMETODE ILMIAHMenurut Bronowski metode ilmiah mempunyai sifat sistematis dan eksplisit. Eksplisit sudah diketahui masyarakat ilmuwan bagaimana cara memperoleh ilmu.Sistematis, cara memperolehnya mengalami tahapan mulai dari yang sederhana ke yang komplek.Ilmu lalu menjadi milik umum dan dimanfaatkan secara komunal.Deformation professionelle terjadi perubahan bentuk, dilihat dari kacamata karena ilmuwan harus membagi semua hasil ilmiah menjadi lebih sempit/kecil supaya terjadi kejelasan kawasannya. Yaitu menempatkan ilmu pada tempat yang sewajarnya.STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAHPostulat = dalam mengajukannya tidak memerlukan bukti tentang kebenarannya.Hukum adalah pernyataan suatu kaitan tentang sebab-akibat.Teori = pengetahuan ilmiah yang berisi penjelasan suatu sektor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAHPenjelasan keilmuan memungkinkan kita meramal dan akhirnya dapat mengontrol.Masukan baru dipakai dalam mendeduk-sikan prediksi baru, maka secara komulatif ilmu menjadi berkembang.Ada perkembangan ilmu dikembangkan secara deduktif-deterministik, induktif-probabilistik, fungsional/genetik.STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAHAlam rasional, masih dalam pemikiran/teoritisAlam nyata = empirisUntuk menyambung teoritis dengan praktis/empiris, orang harus melakukan kajian (eksperimen) yang merupakan jembatan. STRUKTUR PENGETAHUAN ILMIAHLogiko-hipotetiko-verifikatif. Untuk menyusun hipotetis, digunakan logika dan pengalaman, artinya dengan melihat adanya kenyataan, dengan menggunakan metode deduktif dan induktifTeori untuk mencari kebenaran ialah teori koherensi dan korespondensi.Teori koherensi(konsistensi) antara yang sudah dinyatakan sebelumnya, dengan apa yang dicari kebenarannya.Teori korespondensi, dianggap benar kalau hal itu mempunyai kenyataan yang ada di lapangan.BAHASABahasa tidak termasuk kawasan ilmu, dan perolehannya juga tidak melalui logiko hipotetiko verifikatif atau dengan perkatan lain tidak melalui metode ilmiahBahasa merupakan sarana berfikir. Tanpa bahasa manusia tidak dapat mengembangkan ilmu.Fungsi bahasa: simbolik, emotif dan afektif.

BAHASASarana berfikir ilmiah merupakan alat bagi metode ilmiah dalam melakukan fungsinya.Sarana berfikir ilmiah meliputi bahasa (verbal dan non verbal), matematika dan statistika (bahasa artifisial).Beberapa kekurangan bahasa: bahasa bersifat multi fungsi.Dalam bahasa verbal ketiga unsur emotif, afektif dan simbolik tidak dapat dipisahkan.

BAHASADalam bahasa ilmiah yang digunakan hanya bahasa yang sifatnya simbolik saja.Bagaimana mengurangi bahasa yang sifatnya emotif dan afektif?Dengan berbagai penjelasan bahasa simbolik, akhirnya masalah itu dapat dipecahkan.Bahasa ilmiah pada hakekatnya haruslah bersifat obyektif, harus bersifat antiseptik dan reproduktif.

BAHASAAntiseptik artinya jangan dikotori oleh arti lain, dan reproduktif ialah apa yang dihasilkan harus dapat disampaikan kepada pengguna lain yang isinya 100% seperti aslinya.Kekurangan lainnya arti yang tidak eksak. Contohnya mengetahui arti istilah ilmu, Akan sangat sukar menjelaskan apa itu ilmu seeksak mungkin. Misalnya kita coba mendefinisikan apa itu ilmu. Imu sebagai pengetahuan yang disusun secara konsisten dengan menggun