fiana2013.4.047.0001.1.001678.rasm usmani.tugas ulumul qur'an

Download Fiana2013.4.047.0001.1.001678.rasm usmani.tugas ulumul qur'an

Post on 22-Jul-2015

243 views

Category:

Art & Photos

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

14RASM USMANIM A K A L A HDiajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata KuliahUlumul Quran 2Dosen Pengampu :Afiful ikhwan, M.pd.I

Oleh :Fiana Wulanndari2013.4.047.0001.1.001678PAI SMT 3JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAMCABANG CAMPURDARATSEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) MUHAMMADIYAHOktober 20114

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.Shalawat dan salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya yang telah memperjuangkan Agama Islam.Kemudian dari pada itu, kami sadar bahwa dalam menyusun makalah ini banyak yang membantu terhadap usaha saya, mengingat hal itu dengan segala hormat kami sampaikan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :1. Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIM) Tulungagung Bapak Nurul Amin M.Ag2. Dosen pengampu yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan makalah ini Bapak Afiful Ikhwan M.Pd I3. Teman teman dan seluruh pihak yang ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah.

Atas bimbingan, petunjuk dan dorongan tersebut kami hanya dapat berdo'a dan memohon kepada Allah SWT semoga amal dan jerih payah mereka menjadi amal soleh di mata Allah SWT. Amin.Dan dalam penyusunan makalah ini kami sadar bahwa masih banyak kekurangan dan kekeliruan, maka dari itu kami mengharapkan kritikan positif, sehingga bisa diperbaiki seperlunya.Akhirnya kami tetap berharap semoga makalah ini menjadi butir-butir amalan kami dan bermanfaat khususnya bagi kami dan umumnya bagi seluruh pembaca. Amin Yaa Robbal 'Alamin. (PENYUSUN)

ii

DAFTAR ISI

Halaman Judul... iKata Pengantar... iiDaftar Isi... iii

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah ...1B. Rumusan Masalah ..2C. Tujuan Masalah 2

BAB IIPEMBAHASANMEMAHAMI RASM USMANI A. Pengertian Rasm Usmani 3B. Karakteristik Penulisan Mushaf Usmani 5C. Hukum Menulis Al-quran Sesuai dengan Rasm Usmani 9D. Penjelasan Rasm Usmani Mencakup Seluruh Tujuh Huruf 6

BAB IIIPENUTUPKesimpulan .11

DAFTAR PUSTAKA 12

iiiBAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Al-Quran sebagai kitab suci terakhir dimaksudkan untuk menjadi petunjuk, bukan saja bagi anggota masyarakat tempat kitab diturunkan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat manusia hingga akhir zaman. Al-Quran juga merupakan salah satu sumber hukum islam yang menduduki peringkat teratas. Autensitas serta orisinilitas Al-Quran benar-benar dapat dipertanggung jawabkan. Karena ia merupakan kalam Allah baik dari segi lafadz maupun dari segi maknanya. Sejak awal hingga akhir turunnya, seluruh ayat Al-Quran telah ditulis dan didokumentasikan oleh para tulis wahyu yang ditunjuk oleh Rasulullah SAW. Disamping itu seluruh ayat Al-Quran dinukilkan atau diriwayatkan secara mutawattir baik secara hafalan maupun tulisan ditulis dan dibukukan dalam satu mushaf. Al-Quran yang dimiliki ummat Islam sekarang mengalami proses sejarah yang unik penulisan untuk dikumpulkan dalam satu mushaf. Akan tetapi hanya ditulis dalam kepingan-kepingan tulang, pelapah-pelapah kurma, dan batu-batu sesuai dengan kondisi peradaban masyarakat pada waktu itu yang belum mengenal adanya alat tulis menulis seperti kertas. Untuk menfungsikan Al-Quran dan memahami isi serta kandungannya maka diperlukan suatu ilmu yang terkait salah satunya adalah ilmu rasm Usmani.

1

B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan rasm usmani?2. Apa karakteristik penulisan rasm usmani?3. Bagaimana hukum menulis al-quran sesuai dengan rasm usmani?4. Apakah penulisan rasm usmani mencakup seluruh tujuh huruf?

C.Tujuan Masalah1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan rasm usmani.2. Untuk mengetahui karakteristik penulisan rasm usmani.3. Untuk mengetahui hukum menulis al-quran sesuai dengan rasm usmani.4. Untuk mengetahui penulisan rasm usmani mencakup seluruh tujuh huruf.

2

BAB IIPEMBAHASAN

A. Pengertian Rasm Al-quran Rasm berasal dari kata " "__yang berarti menggambar atau melukis.[footnoteRef:1]Kata rasm ini juga biasa diartikan sebagai sesuatu yang resmi atau menurut aturan. Jadi rasm berarti tulisan atau penulisan yang mempunyai metode tertentu. Adapun yang dimaksud rasm dalam makalah ini adalah pola penulisan al-quran yang mengumpulkan dan membukukan dalam satu mushaf yang dikenal dengan mushaf usmani. Karena pembukuan al-quran secara resmi pada masa khalifah usman atas intruksi beliau sehingga dikenal dengan mushaf usmani. Ada pula yang menyebutnya rasmul utsmani. [1: 1Ahmad Warson Munawir, Kamus Al-Munawir (Yogyakarta: t.p 1954), hal. 533.]

Ada ulama yang mempersempit pengertian rasm usmani yaitu apa yang ditulis oleh para sahabat nabi menyangkut sebagian lafadz-lafadz al-quran dalam mushhaf usmani, dengan pola tersendiri yang menyalahi kaidah-kaidah penulisan bahasa arab.[footnoteRef:2] Dan tulisan al-quran banyak berbeda dengan tulisan Arab biasa karena masing masing mempunya kaidah tersendiri. Misalnya dalam penulisan kata Bismillah dalam rasm usmani (tulisan huruf ba tidak disertai dengan huruf Alif) tetapi menurut tulisan Arab biasa ba harus disambung dengan huruf alif (). [2: Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, (Jilid I; Cet. V; Jakarta: UI Press, 1985), hlm. 28.]

Pemeliharaan rasm utsmani merupakan jaminan kuat bagi penjagaan al-quran dari prubahan dan pergantian huruf-hurufnya.Mushaf usmanilah yang mayoritas dipedomani oleh kaum mumin dan muslim didunia.

3B. Karakteristik Rasm Usmani Di dalam mushaf Ustmani yang telah ditulis oleh Zaid bin Tsabit dan tiga orang sahabatnya yang ditunjuk dan diangkat oleh Ustman bin Affan terdapat beberapa karakteristik sebagai berikut :1. Kaidah Pertama: tentang membuang huruf ( ).Di antara pembahasan rumusan kaidahnya adalah bahwa semua lafal ditulis dengan membuang huruf alif sesudah huruf ta, kecuali di empat tempat, yaitu:- Q.S. Al-Rad (13) : 38.- Q.S. Al-Hijr (15) : 4.- Q.S. Al-Kahfi (18) : 27.- Q.S. Al-Naml (27) : 1.2. Kaidah Kedua: tentang penambahan huruf ( )Di antara penambahan huruf yang dapat dirumuskan dalam suatu kaidah, yaitu bahwa sesudah waw al-Jam diakhir fil, harus ditambah alif, kecuali - yang terdapat dalam Q.S. Saba (34) : 5dan .3. Kaidah Ketiga: tentang penulisan Hamzah.Di antara penulisan huruf yang dirumuskan dalam kaidah adalah bahwa huruf hamzah al-Mutaharrikah pada akhir kata penulisannya dibuang(tidak ditulis) misalnya , kecuali pada lafal (Q.S. al-Qasas {28} :76) dan (Q.S. al-Maidah {5}: 29).4. Kaidah Keempat: tentang penggantian huruf ( )Di antara penggantian huruf yang dirumuskan dalam kaidah adalah bahwa semua alif pada lafal dan yang tidak di-mudaf-kan, diganti dengan waw, ( menjadi ).5. Kaidah Kelima: tentang wasl dan fasl.Di antara wasl (disambung) dan fasl (terpisah) yang dirumuskan dalam kaidah adalah bahwa:- Semua lafal yang dibaca kasrah hamzahnya, ditulis dengan wasl kecuali yang di Q.S. al-Rad (13) : 40, sebab ia ditulis fasl, yakni .- Semua ditulis dengan fasl, kecuali yang terdapat pada Q.S. al-Naml (27) : 76 dan yang di Q.S. al-Baqarah (2) : 115.6. Kaidah Keenam: tentang lafal yang mempunyai dua macam qiraat atau lebih.Di antara lafal/kalimah yang mempunyai dua qiraat atau lebih dan tidak termasuk qiraat Syazzah, yang dirumuskan dalam sebuah kaidah, adalah: pada surat Al-Fatihah oleh karena mempunyai dua qiraat ( dan ) maka ditulis salah satunya, yaitu dengan (tanpa alif sesudah mim). Demikian juga 455

oleh karena ada qiraat lain , maka ditulis salah satunya, yaitu dengan (tanpa alif sesudah kha). Perlu diketahui bahwa apabila disebut rasm Usmani, adalah sebuah tulisan tanpa titik dan tanda baca, seperti harakat fathah, kasrah, dammah, sukun dan tasydid.[footnoteRef:3] [3: Jalaluddin Abd al-Rahman Al-Suyuti, Al-Itqan fi Ulum al-Quran (Kairo: Maktabat wa Mathbaat Al-Masyhad al-Husaini, 1967), hal. 147-156.]

C. Hukum Menulis Al-quran Sesuai dengan Rasm UsmaniKedudukan rasm Usmani diperselisihkan para ulama, apakah pola penulisan merupakan petunjuk Nabi atau hanya ijtihad kalangan sahabat. Adapun pendapat mereka adalah sebagai berikut:

Kelompok pertama, (jumhur ulama) bahwa pola rasm Usmani bersifat taufiqi dengan alasan bahwa para penulis wahyu adalah sahabat-sahabat yang ditunjuk dan dipercaya Nabi SAW. Pola penulisan tersebut bukan merupakan ijtihad para sahabat,Nabi, dan para sahabat tidak mungkin melakukan kesepakatan (ijma) dalam hal-hal yang bertentangan dengan kehendak dan restu Nabi.Pola penulisan tersebut juga dipertahankan para sahabat dan tabiin.[footnoteRef:4] [4: M.Quraish Shihab, dkk, Sejarah dan Ulum Al-Quran (Cet. III; Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001), h. 95. ]

Mereka mengatakan bahwa Nabi pernah berkata kepada Muawiyah, salah seorang petugas pencatat wahyu : Ambillah tinta, tulislah huruf dengan qalam (pena), rentangkan huruf baa, bedakan huruf siin, jangan merapatkan lubang huruf miim, tulis lafadz Allah yang baik, panjangkan lafadz Ar-Rahman, dan tulislah lafadz Ar-Rahim yang indah kemudian letakkan qalam-mu pada telinga kiri, ia akan selalu mengingat Engkau. Ibnu Mubarak termasuk orang yang paling bersemangat mempertahankan pendapat seperti itu.

6

Dalam bukunya yang berjudul Al-Ibrizt ia mencatat apa yang dikatakan oleh gurunya.Abdul Aziz Ad-Dabbagh, yang mengatakan sebagai berikut : Tidak seujung rambutpun dari huruf Quran yang ditulis oleh seorang sahabat Nabi atau lainnya. Rasm Qurani adalah tauqif dari Nabi (yakni atas dasar petunjuk dan tuntunan langsung dari Rasulullah SAW). Beliaulah yang menyuruh mereka (para sahabat) menulis rasm qurani itu dalam bentuk yang kita kenal, termasuk tambahan huruf alif dan pengurangannya, untuk kepentingan rahasia yang tidak dapat dijangkau aka