fatwa ulama thd sayyid quthb

Post on 30-May-2018

226 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    1/41

    @

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    2/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 1 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    @ @

    Alih Bahasa : Abu Salma al-Atsari

    Publication : 1428, Syaban 18/ 2007, Agustus 31FATWA ULAMA UMAT TERHADAP SAYYID QUTHB

    Dicuplik dari Baro atu Ulama`il Ummah min Tazkiyati Ahlil Bidahwal Madzmumah Karya Syaikh Isham bin Abdillah as-Sinaani

    Dimurojaah oleh Al-Allamah Asy-Syaikh Shalih Fauzan al-FauzanDirekomendasi oleh Al-Allamah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih

    al-Utsaimin rahimahullahu . Copyright terjemahan bagi ummat I slam. Risalah ini boleh

    diperbanyak, dicetak dan disebarkan dalam berbagai bentuk apapunselama tidak untuk tujuan komersial dan menyebutkan sumber.

    Artikel ini didownload dari Ebook Center Abu Salma (http://dear.to/abusalma]

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    3/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 2 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    FATWA IMAM ABDUL AZIZ BIN BAZ

    Fatwa Pertama :

    Sayyid Quthb -semoga Alloh mengampuninya- berkatadi dalam Fi Zhilalil Quran (menafsirkan) firman AllohTaala :

    Ar-Rahman (Alloh yang Maha Pemurah) yangber istiwa` di atas Arsy . [Thoha : 5]

    Beliau berkata : Adapun istiwa` di atas Arsy dapatkita katakan bahwasanya istiwa` ini merupakankinayah (kiasan) dari al-Haimanah (penguasaan) atasmakhluk (ciptaan)-Nya ini. [ Azh-Zhilal (4/2328),(6/3408) cet. Ke-12, 1406, Darul Ilmi].

    Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu berkata :

    Ini semua adalah ucapan yang fasid (rusak), (ia

    mengatakan) hal ini ( istiwa` ) maknanya adalahpenguasaan, dan ia tidak menetapkan istiwa` . Iniartinya ia mengingkari istiwa` yang telah maruf (diketahui maknanya), yaitu al-Uluw (ketinggian) diatas Arsy . Pendapatnya ini batil menunjukkan bahwadirinya adalah miskin (lemah) dan dhoyi (kosongilmu) terhadap tafsir.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    4/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 3 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Tatkala salah seorang dari hadirin berkata kepadasyaikh yang mulia bahwa ada sebagian ulama yangmenasehatkan untuk senantiasa membaca kitab ini,Samahatusy Syaikh Ibnu Baz menukas : Orang yangmengatakan demikian gholath (keliru)... tidak... iakeliru... yang mengatakan demikian keliru, kelak kamiakan menulis tentangnya insya Alloh . 1

    Fatwa Kedua :

    Sayyid Quthb berkata di dalam bukunya at-Tashwir al-Fanni fil Qur`an tentang Musa alaihis Salam :

    Kita ambil contoh Musa, sesungguhnya beliau adalahcontoh figur seorang pemimpin yang emosional,fanatik dan ingin menang sendiri...

    Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika

    penduduknya sedang lengah, Maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi,yang seorang dari golongannya (Bani Israil) danseorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Makaorang yang dari golongannya meminta pertolongankepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari

    1 Sumber : Pelajaran Syaikh mulia di kediaman beliau di Riyadh tahun1413 H, rekamanMinhahus Sunnahdi Riyadh.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    5/41

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    6/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 5 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Fatwa Ketiga :Berkata Sayyid Quthb di dalam bukunya Kutub waSyakhshiyat (hal. 242) tentang Muawiyah bin AbiSufyan dan Amr bin Ash radhiyallahu anhuma :

    Sesungguhnya Muawiyah dan rekannya Amr,keduanya tidaklah dikatakan dapat mengalahkan Alihanya karena keduanya adalah orang yang lebihmemahami tentang seluk-beluk kejiwaan ketimbang

    Ali dan lebih berpengalaman darinya tentang aktivitasyang lebih menguntungkan pada waktu yang tepat.Namun, hal ini lebih lebih dikarenakan keduanya lebihmahir di dalam menggunakan berbagai senjata,sedangkan Ali terikat dengan akhlak beliau di dalammemilih sarana-sarana untuk bertempur. Dan tatkalaMuawiyah dan rekannya lebih condong untuk me-lakukan dusta, tipu daya, kecurangan, kemunafikandan penyuapan serta jual beli darah, Ali tidak me-miliki kemampuan untuk berlaku serupa apalagi per-buatan yang paling rendah dari ini. Oleh karena itutidaklah heran apabila keduanya berhasil sedangkanAli gagal. Namun sungguh kegagalan ini jauh lebihmulia daripada segala bentuk keberhasilan.

    Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu ketikaditanyakan tentang ucapan ini dan dibacakan kepadabeliau mengatakan :

    Ini adalah perkataan jelek!! Ini perkataan yangsunguh jelek, yaitu mencela Muawiyah dan Amr bin

    Ash. Semua ucapan ini adalah ucapan yang jelek danucapan yang mungkar. Muawiyah, Amr dan orang-orang yang beserta mereka adalah para mujtahid

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    7/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 6 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    yang tersalah3

    . Dan para mujtahid itu apabila tersalahmaka semoga Alloh mengampuni kita dan mereka.

    Berkata seorang penanya : ucapan Sayyid sesungguhnya keduanya telah berlaku munafik bukankah ini termasuk pengkafiran?

    Syaikh Abdul Aziz rahimahullahu menjawab : Inisalah dan keliru namun tidak menjadikan kafir.Sesungguhnya pencelaan terhadap sebagian sahabatatau salah seorang sahabat adalah suatukemungkaran dan kefasikan yang harus diberihukuman atas pelakunya kami memohonkeselematan kepada Alloh-, akan tetapi apabila iamencela mayoritas sahabat atau menfasikkan mereka,maka ia telah murtad dikarenakan mereka parasahabat- adalah pembawa syariat. Apabila ia mencelamereka maka ini artinya sama dengan mencelasyariat.

    Seorang penanya berkata : Tidakkah lebih baik buku-buku yang di dalamnya terdapat ucapan-ucapansemisal ini dilarang saja?

    Samahatusy Syaikh Abdul Aziz rahimahullahu berkata: Bahkan lebih tepat disobek-sobek. Kemudian Syaikh berkata : Apakah ucapan initerdapat di surat kabar?

    3Berkata Fadhilatusy Syaikh Shalih al-Fauzan : Pemastian akan kesalahankeduanya adalah tidak jelas. Sekiranya dikatakan : mereka adalah mujtahidyang apabila benar mendapatkan dua pahala dan apabila salah merekamendapatkan satu pahala dan kesalahan mereka terampuni, niscaya yangdemikian ini lebih baik dan lebih obyektif.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    8/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 7 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Penanya menjawab : Di dalam sebuah buku (wahaiSyaikh) semoga Alloh berbuat kebaikan kepada anda.

    Berkata Syaikh Abdul Aziz : karangan siapa?

    Penanya menjawab : karangan Sayyid Quthb.

    Syaikh Abdul Aziz berkata : ini ucapan yang buruk

    Penanya berkata : di dalam bukunya Kutub waSyakhshiyat . 4

    ******

    4 Sumber : Syarh Riyadhish Shalihinyang diasuh oleh Samahatusy Syaikhpada tanggal 18/7/1416 H.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    9/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 8 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    FATWA AL-ALLAMAH AL-MUHADDITS

    MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI

    Fatwa Pertama :

    Berkata al-Allamah al-Muhaddits MuhammadNashiruddin al-Albani rahimahullahu mengomentaripenutup buku al-Awashim mimma fi Sayyid Quthbminal Qawashim :

    Semua apa yang anda bantah dari Sayyid Quthbadalah haq dan benar. Darinya akan menjadi jelasbagi setiap pembaca sebagai suatu tsaqofah(wawasan) islamiyyah bahwasanya Sayyid Quthbtidaklah mengetahui Islam baik ushul maupun furu -nya. Semoga Alloh mengganjar anda dengan ganjaranyang baik wahai saudara Rabi atas upaya anda didalam menunaikan kewajiban menjelaskan danmenyingkap kejahilan dan penyimpangan SayyiqQuthb terhadap Islam. 5

    Fatwa kedua :Berkata al-Allamah al-Muhaddits MuhammadNashiruddin al-Albani rahimahullahu di dalam suatupercakapan diskusi dengan seseorang :

    5 Sumber : Dari sebuah kertas dengan tulisan tangan Syaikh al-Albanirahimahullahu yang beliau tuliskan pada akhir hayat beliau.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    10/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 9 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Aku pernah berkata pada suatu hari terdahulu yangberkaitan tentang Sayyid Quthb. Engkau mendengardari Syaikh Abdullah Azzam?

    Penanya berkata : iya

    Syaikh berkata : Semoga Alloh membalas andadengan kebaikan. Abdullah Azzam dahulunya di sinitermasuk al-Ikhwanil Muslimin. Dan semenjak hampirtujuh atau delapan tahunan, al-Ikhwanul Muslimunmembuat suatu keputusan untuk mengisolir al-Albani,mengisolir pelajaran-pelajarannya dan mengisolirsemua orang yang berafiliasi kepada dakwahnya.Ketahuilah, Abdullah Azzam ini dulunya adalah satu-satunya orang dari Ikhwanul Muslimin yang apabila iamendengar bahwa Syaikh al-Albani memiliki majelispengajian di suatu daerah ini, pastilah ia menjadiorang yang pertama kali hadir di majelis itu denganmembawa buku catatan kecil dan pena yang sangatkecil, ia menulis di dalamnya kesimpulan-kesimpulan(pengajian).

    Orang yang tersayang ini, benar-benar, tatkala keluarkeputusan Ikhwanul Muslimin untuk mengisolir al-Albani, ia tidak pernah hadir kembali di majelis al-Albani sama sekali. Aku bertemu dengannya di MasjidShuhaib dan kami ketika itu sedang keluar dari Masjid.Aku memberikan salam padanya sebagaimanabiasanya, dan ia membalas salamku dengan sedikitmalu-malu, dikarenakan ia tidak mau menyelisihikeputusan (Ikhwanul Muslimin).

    Aku berkata kepadanya : Apa-apaan ini wahai syaikh,apakah begini Islam memerintahkan anda? Ia yaitu

    Abdullah Azzam- menjawab : Awan musim kemarauyang sebentar lagi ini akan lenyap.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    11/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 10 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Syaikh kembali melanjutkan perkataannya : Hari-haritelah berlalu dan datang hari-hari lainnya. Suatu hariia datang mengunjungiku di rumah namun ia tidakmenjumpaiku.

    Singkat cerita ia mencari berita tentangku lalu iamengetahui bahwa diriku sedang berada di rumahNizham (menantu Syaikh al-Albani) dimana rumahnyaberada di dataran rendah. Ia mengetuk pintu lalu

    masuk, Ahlan wa Sahlan (selamat datang), lalu iaberkata : aku mendatangi rumah anda namun akutidak menjumpai anda. Aku sebagaimana andaketahui, benar-benar antusias untuk mengambil faidahdari ilmu anda dari percakapan ini. Aku berkatakepadanya : aku tahu tentang hal ini, tapi kenapakoq sampai ada pengisoliran terhadapku segala?

    Ia (Abdullah Azzam) berkata : Anda telahmengkafirkan Sayyid Quthb dan ini adalah buktinya-. Aku berkata kepadanya : Bagaimana akumengkafirkannya? Ia berkata : Anda mengatakanbahwa ia (Sayyid Quthb) pertama- menetapkanaqidah Wihdatul Wujud di dalam tafsir surat al-Hadid menurut perkiraanku -, dan yang kedua, dalam suratQul huwallohu ahad .

    Aku (Syaikh al-Albani) berkata : Benar, ia (Sayyid)mencuplik ucapan-ucapan Shufiyah yang tidakmungkin difahami darinya melainkan ia berpendapatdengan wahdatul wujud . Akan tetapi kami dengankaidah kami sedangkan engkau adalah manusia yangpaling mengetahui hal ini karena engkau selalumengikuti majlisku- kami tidak mengkafirkan seorangmanusia walaupun ia jatuh ke dalam kekufurankecuali setelah ditegakkan hujjah.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    12/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 11 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Bagaimana bisa kalian mengumumkan pengisoliran inisedangkan aku berada bersama kalian... (ucapan tidak jelas). Anda, apabila tidak bisa datang, maka andabisa mengutus seseorang untuk menverifikasikebenaran tentang apakah saya mengkafirkan SayyidQuthb.

    Suatu hari, ketika ia bersama Nizham datang saudarakita Ali as-Sathiri. Aku berkata kepadanya : Sayyid

    Quthb begini berkata di dalam surat ini. Kemudian iabangkit sembari membuka di tempat lain (dalam bukuSayyid Quthb untuk menunjukkan, pent. ) bahwasanyaorang tersebut (Sayyid Quthb) adalah orang yangmengimani Alloh, Rasul-Nya, tauhid... dst.

    Kami berkata kepadanya : wahai saudaraku, kamitidak mengingkari kebenaran yang diucapkannya(Sayyid Quthb) ini. Akan tetapi kami mengingkarikebatilan yang diucapkan olehnya. Walaupun denganadanya pertemuan ini, namun setelah berlalunyawaktu, ia menyebarkan dua makalah atau tiga secaraberturut-turut di Majalah al-Mujtama 6 di Kuwaitdengan judul yang besar Syaikh Albani mengkafirkanSayyid Quthb. Kisah di dalam majalah itu sangatpanjang sekali, namun dimana bukti di dalamnya?

    Kami berkata demikianlah dan demikianlah, makabarangsiapa yang memahami bahwa sesungguhnyaSayyid Quthb dikafirkan oleh al-Albani sebagaimana ia(Abdullah Azzam) memahaminya, sesungguhnya demi Alloh- Syaikh Albani telah memuji Sayyid Quthbpada tempat tertentu.

    6 Majalah Ikhwanul Muslimin

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    13/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 12 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Mereka semua adalah ahlul ahwa` wahai saudaraku!Mereka, tidak ada jalan bagi kami untuk mensikapicara mereka ini melainkan dengan mendoakan bagimereka saja. Apakah anda mampu memaksa manusiaagar mereka semua menjadi orang mukmin? 7

    ******

    7 Maksudnya : biar bagaimanapun cara kita menjelaskan, apabila merekatidak faham maka mereka tidak bakal mau faham, kewajiban kita hanyamenyampaikan adapun hasil bukanlah tanggung jawab kitapent.Sumber : Kaset rekaman syaikh yang berjudul Mafahim Yajibu anTushohah.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    14/41

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    15/41

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    16/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 15 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Arsy dapat kita katakan bahwasanya istiwa` inimerupakan kinayah (kiasan) dari al-Haimanah (penguasaan) atas makhluk (ciptaan)-Nya ini. [ Azh-Zhilal (4/2328), (6/3408) cet. Ke-12, 1406, Darul

    Ilmi].

    Fadhilatusy Syaikh al-Allamah Muhammad bin Shalihal-Utsaimin rahimahullahu ditanya tentang penuliskitab Fi Zhilalil Quran dan manhajnya di dalam tafsir?

    Beliau menjawab : Bahwasanya telah banyakperbincangan terhadap orang ini dan bukunya. Buku-buku tafsir lainnya semisal tafsir Ibnu Katsir, TafsirIbnu Sadi, Tafsir al-Qurthubi selain dari tasahul (sikap terlalu mudahnya) beliau di dalam (menilai)hadits- dan Tafsir (Abu Bakar) al-Jaza`iri lebih kayadan lebih mencukupi seribu kali daripada buku ini ( Fi Zhilalil Quran ). Sebagian ulama semisal ad-Duwaisydan al-Albani telah menyebutkan beberapa koreksiatas buku ini, dan koreksian ini telah dicetak dandibukukan.

    Aku belum menelaah buku ini secara sempurna, hanyasaja yang telah aku baca adalah tafsirnya tentangsurat al-Ikhlash, dan ia telah berkata denganperkataan yang dahsyat yang di dalamnya menyelisihi(aqidah) ahlus sunnah wal jamaah, dimanatafsirannya terhadap ayat itu menunjukkan bahwadirinya berkata dengan wahdatul wujud .

    Demikian pula dengan tafsirannya terhadap istiwa` yang dimaknai dengan al-Haimanah (pemeliharaan)dan as-Saithoroh (penguasaan). Perlu diketahui,bahwasanya buku ini bukanlah buku tafsir. Penulisnyasendiri saja menyebutnya sebagai Zhilalul Qur`an .

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    17/41

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    18/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 17 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    kepada Alloh agar mengampuninya. Di dalam tafsirnyaada kekeliruan seperti tafsirnya tentang istiwa` ,tafsirnya tentang surat qul huwallohu ahad , dandemikian pula dengan pensifatannya kepada sebagianrasul dengan sifat yang tidak layak. 1 1

    ******

    11 Sumber : Kaset Aqwalul Ulama` fi Ibthalil Qowa`id wa Maqolat AdnanArur kemudian syaikh menandatanginya pada tanggal 24/2/1421.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    19/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 18 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    FATWA AL-ALLAMAH ASY-SYAIKHSHALIH BIN FAUZAN AL-FAUZAN

    Fatwa Pertama :

    Sayyid Quthb berkata di dalam Fi Zhilalil Qur`an tentang tafsir firman Alloh Taala : Dan(memerdekakan) hamba sahaya :

    Dan demikianlah, ketika perbudakan dulunyamerupakan peraturan dunia yang interaksiberlangsung di dalamnya, berupa perbudakan yangterjadi antara kaum muslimin dengan musuh- musuh

    mereka, akan tetapi Islam tidak mengharuskanmenggunakan sistem muamalah yang serupa, sampaidunia akhirnya mengetahui peraturan lain selainperbudakan. [ Azh-Zhilal (3/169), dan beliaumengulanginya lagi di dalam tafsir surat al-Baqoroh(I/230), surat al-Muminun (4/2455) dan suratMuhammad (6/3285).

    Seorang penanya berkata : Fadhilatusy Syaikh , ada

    sebagian penulis kontemporer yang beranggapanbahwa agama ini terpaksa menerima hukumperbudakan jahiliyah pada permulaannya.

    Fadhilatusy Syaikh Shalih berkata : Audzubillah (Aku memohon perlindungan kepada Alloh).

    Penanya itu menyempurnakan pertanyaannya denganmengatakan : Hanya saja dia berpendapat seperti ini

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    20/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 19 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    untuk meminimalisir cara yang dapat membuka pintubagi orang-orang kafir untuk mengobarkanpermusuhan terhadap syariat, (dengan anggapan)bahwa memerdekakan budak wajib secara bertahapsampai selesai/berakhir. Selanjutnya (ia beranggapan)bahwa maksud Sang pemberi syariat (Alloh) adalahmenghilangkan hukum ini secara bertahap. Apaarahan anda (terhadap ucapan ini)?

    Syaikh Shalih Fauzan menanggapi : Ini adalahucapan yang batil waliyadzubillah - walau ironinyahal ini senantiasa diulang-ulang oleh banyak penulisdan pemikir tanpa ada penukilan dari ulama, hanyapenukilan dari para pemikir sebagaimana merekamenyebutnya. Sayangnya lagi, hal ini juga diucapkanoleh para duat dan hal ini ada di dalam tafsir SayyidQuthb di dalam Fi Zhilalil Qur`an .

    Ia berkata tentang hal ini : sesungguhnya Islam tidakmenetapkan adanya perbudakan dan sesungguhnyaIslam menetapkan hal ini hanya karena takut akanserangan dan pengingkaran manusia dikarenakanmanusia (dulu) telah terbiasa dengan perbudakan.Islam menetapkannya sebagai bentuk mujamalah (bersikap baik) yaitu seakan-akan Alloh perluber mujamalah terhadap manusia, kemudian iamengisyaratkan atas diangkatnya (hukum

    perbudakan) secara bertahap hingga akhirnyaberhenti. Ucapan ini adalah ucapan yang batil danilhad (menyimpang) waliyadzubillah -. Ini adalahilhad dan tuduhan terhadap Islam.

    Sekiranya tidak diberi udzur (apologi) ataskejahilannya (maka mereka telah kafir), hanya sajamereka semua ini kita beri udzur atas kejahilannya

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    21/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 20 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    oleh karena itu kami tidak mengatakan mereka inikafir, dengan sebab mereka jahil atau hanya bertakliddengan menukil pendapat ini tanpa memikirkannyasehingga kami memberi mereka udzur (atas hal ini).

    Apabila tidak, ucapan yang bahaya ini jika diucapkanoleh seseorang secara sengaja maka ia telah murtadkeluar dari Islam. Tapi kami berpendapat mereka ini

    jahil, karena mereka hanyalah sekedar seorang

    sasterawan atau penulis yang tidak mengetahui, lalumereka mendapatkan ucapan ini dan merekabergembira dengannya dan mereka membantah kaumkafir dengan ucapan ini.

    Hanya karena orang kafir mengatakan : Sesung-guhnya agama Islam itu memperbolehkan manusiadijadikan sebagai hak milik (properti), Islam mencuri(hak) manusia, Islam begini dan begini, lantas mereka(para pemikir dan penulis ini) ingin membantah orangkafir tadi dengan kebodohan. Dan orang jahil itu,apabila membantah seorang musuh, maka ia me-nyebabkan musuh itu malah bertambah menjadiburuk dan semakin berpegang dengan kebatilannya.

    Membantah itu haruslah dengan ilmu, tidak denganluapan perasaan (emosi) atau dengan kejahilan,namun haruslah dengan ilmu dan burhan (argumentasi yang terang). Apabila tidak, maka wajibbagi seseorang untuk diam dan tidak berbicara didalam perkara yang riskan sedangkan ia tidakmengetahui (ilmu)nya.

    Ucapan ini adalah ucapan batil dan barangsiapamengucapkannya dengan sengaja maka ia kafir.Adapun orang yang mengatakannya karenakejahilannya atau taklid, maka ia diberi udzur atas

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    22/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 21 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    kejahilannya dan kejahilan itu adalah penyakit yangmembinasakan waliyadzubillah -. Islam menetapkanperbudakan dan perbudakan itu telah ada semenjakdulu sebelum Islam, ada di dalam agama-agamasamawi dan senantiasa ada selama masih tegaknya

    jihad fi sabilillah .

    Sesungguhnya perbudakan akan senantiasa adakarena perbudakan senantiasa menyertai jihad fi

    sabilillah Azza wa Jalla , dan yang demikian inilahhukum Alloh Jalla wa Ala tanpa ada di dalamnyamuhaabah (kecondongan cinta) dan mujamalah (kecondongan bersikap baik) terhadap seorang pun.

    Islam itu bukanlah agama yang lemah di dalammenjelaskan dan menyatakan ini batil,sebagaimana sikap Islam terhadap peribadatankepada berhala-berhala, riba, zina, kejahatan

    jahiliyah, dll. Islam adalah agama yang berani yangtidak bersikap dan berbuat baik kepada manusia(hanya untuk mendapatkan simpati manusia, pent. ),namun Islam tegas membantah kebatilan danmenolak kebatilan.

    Ini adalah hukum Alloh Subhanahu wa Taala , kalausekiranya perbudakan itu batil niscaya t idak ada sikapbaik manusia di dalamnya. Bahkan mengatakan hal iniadalah batil dan tidak boleh, karena perbudakanadalah hukum syari yang akan senantiasa ada selama

    jihad fi sabilillah ditegakkan baik mereka kehendakimaupun mereka enggan.

    Iya, alasan adanya perbudakan ini adalah kekufurankepada Alloh dan perbudakan ini merupakan hukumanbagi orang yang tetap bersikeras di dalam kekufurandan bersikap sombong dari beribadah hanya kepada

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    23/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 22 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Alloh Azza wa Jalla saja dan tidak akan terangkat(status budaknya) kecuali dengan memer-dekakannya. 1 2

    Fatwa Kedua :

    Syaikh al-Allamah Shalih Fauzan al-Fauzan ditanyatentang (hukum) membaca buku Zhilalul Qur`an ,

    maka syaikh menjawab : Membaca buku azh-Zhilal perlu dilihat dulu,dikarenakan buku azh-Zhilal mengandung perkara-perkara yang di dalamnya banyak sekali hal yangperlu ditinjau lagi, dan hal ini dapat menyebabkan kitamengikatkan para pemuda dengan buku azh-Zhilal, sehingga mereka mengambil pemikiran-pemikiranyang perlu ditinjau kembali di dalamnya.

    Hal ini bisa jadi menyebabkan dampak yang burukbagi pemikiran para pemuda. Masih ada buku tafsirIbnu Katsir dan tafsir-tafsir ulama salaf sangatlahbanyak, yang mana tafsir-tafsir ini lebih memadaidaripada tafsir semisal ini ( Zhilalul Qur`an ).

    Buku ini pada hakikatnya bukanlah buku tafsir, namunhanyalah buku yang membahas makna ayat secaraglobal pada tiap-tiap suratnya, atau makna al-Quran

    secara umum. Buku ini bukanlah tafsir dengan artianyang difahami para ulama zaman dahulu, yangmenjelaskan makna- makna Al-Qur`an dengan atsar (riwayat), dan menjelaskan apa yang tersembunyi di

    12 Sumber : Kaset rekaman pada hari Selasa, 4/8/1416 kemudian dikoreksisendiri oleh Syaikh.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    24/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 23 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    baliknya dari sisi bahasa dan balaghoh danmenjelaskan apa yang ada di dalamnya berupahukum- hukum syariat. Dan sebelum hal itu semua,penjelasan yang dimaksud oleh Alloh Subhanahu waTaala adalah (berangkat) dari ayat-ayat dan surat-surat yang lain (yang saling menafsirkan, pent. ).

    Adapun Zhilalul Qur`an maka ia merupakan tafsiryang global, mungkin kita dapat menyebutnya dengan

    tafsir maudhui (tafsir tematik) yang ia termasuk tafsirtematik yang terkenal di zaman ini.

    Namun tafsir ini tidak mutamad (tidak dapat dijadikansandaran) oleh sebab adanya pemahaman shufiyah didalamnya, dan ungkapan-ungkapan yang tidak layakbagi Al-Qur`an, seperti mensifati al-Qur`an denganmusik dan not-not nada.

    Demikian pula tafsir ini tidak memahami tauhid

    uluhiyah, dan mayoritas yang disebutkan adalahtauhid rububiyah. Sekiranya ia menyebutkan sesuatutentang tauhid uluhiyah maka ia menfokuskannyapada tauhid hakimiyah. Dan tauhid hakimiyah itu tidakdiragukan lagi adalah bagian dari tauhid uluhiyah,namun (tauhid hakimiyah) bukanlah satu-satunyauluhiyah yang dituntut.

    Ia juga menakwilkan sifat-sifat dengan metode kaum

    yang sesat. Oleh karena itu buku ini tidak bisadijadikan sepadan dengan Ibnu Katsir dan selainbeliau di dalam masalah tafsir.

    Inilah pendapatku dan sekiranya dipilih dari buku-buku salaf dan buku-buku yang spesifikmembicarakan masalah aqidah, tafsir Al-Qur`an dan

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    25/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 24 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    hukum- hukum syariat, maka niscaya yang demikianini lebih layak bagi para pemuda. 1 3

    Fatwa Ketiga :

    Berkata seorang penanya menukilkan ucapan saudara Adnan Arur semoga Alloh memberinya petunjuk-yang mengatakan : Kenapa kita tidak mencela Imam

    Ahmad ketika beliau mengkafirkan orang yangmeninggalkan sholat namun mencela Sayyid Quthbketika keluar darinya beberapa ungkapan/perkataan(yang bernada takfir , pent.) dan kita katakan, orangini (Sayyid) mengkafirkan masyarakat, namun kitatidak mencela Imam Ahmad rahimahullahu yang telahmenghukumi bangsa ini kafir semuanya (yaitudikarenakan mayoritas mereka tidak menegakkansholat). Apa komentar anda wahai syaikh yang

    mulia?Fadhilatusy Syaikh Shalih al-Fauzan menjawab :

    Imam Ahmad adalah seorang alim yang berilmu yangmengetahui dalil-dalil dan metode ber istidlal (menggunakan dalil) sedangkan Sayyid Quthb adalahseorang yang jahil yang tidak berilmu, tidak memilikipengetahuan dan tidak memiliki dalil-dalil atas apayang ia katakan. Maka menyepadankan antara ImamAhmad dan Sayyid Quthb adalah suatu kezhaliman,dikarenakan Imam (Ahmad) memiliki dalil-dalil yangbanyak dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah atas

    13 Sumber : Kaset Kumpulan ucapan Ibnu Baz tentang nasehat beliausecara umum, pertemuan bersama Fadhilatusy Syaikh Shalih Fauzan,Makkah Mukarra mah, 9/8/1412, kemudian dikoreksi kembali oleh Syaikh.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    26/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 25 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    kafirnya orang yang meninggalkan sholat dengansengaja, sedangkan Sayyid tidak memiliki dalilsatupun atas apa yang ia ucapkan di dalampengkafirannya terhadap kaum muslimin secaraumum, bahkan dalil-dalil yang ada menyelisihi apayang ia katakan.

    Ia (Adnan Arur) berkata kembali : tidak seorangpunaku ketahui yang berbicara masalah manhaj serupa

    dengan apa yang dikatakan oleh Sayyid Quthb, danhampir keseluruhan buku yang ditulisnya merupakan(bukti) kebenaran hal ini. Adnan ditanya tentangperkataannya ini lalu ia menjawab : Kata minhaj disini yang aku maksudkan adalah perkara : taghyir (perubahan), intikhobat (pemilu) ightiyalat (revolusi)dan yang aku maksudkan dengan di zamannya adalahpada tahun 50-an.

    Syaikh Shalih menjawab : Dia tidak tahu bahwadirinya ini jahil sedangkan kita walillahil hamd -mengetahui bahwa para ulama yang sezaman dansetelah Sayyid Quthb, mereka semua ini menyelisihiSayid Quthb. Iya. 1 4

    Fatwa Keempat :

    Apakah boleh dikatakan bahwa Sayyid Quthb apabilaia seorang mujtahid maka ia mendapatkan ganjaranatas hal itu?

    14 Sumber : Kaset Ucapan para ulama di dalam membatalkan kaidah danucapan Adnan Arur.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    27/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 26 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Fadhilatusy Syaikh Shalih hafizhahullahu menjawabhal ini : Sayid Quthb tidaklah termasuk ahli ijtihadsampai-sampai ia dikatakan seperti itu. Namun kitakatakan : sesungguhnya ia jahil dan diberi udzur ataskejahilannya. Kemudian tentang permasalahan aqidahbukanlah bidang yang ijtihad berperan di dalamnya,dikarenakan aqidah itu tauqifiyah (tidak ditetapkanmelainkan dengan dalil Al-Qur`an dan As-Sunnahyang shahih, pent. ). 1 5

    ******

    15 Sumber : komentar Syaikh Shalih hafizhahullahu dengan tulisantangannya terhadap catatan kaki bukuBaro`atu Ulama`il Ummah.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    28/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 27 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    FATWA AL-ALLAMAH ASY-SYAIKH

    SHALIH BIN MUHAMMAD AL-LUHAIDAN

    Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Muhammad al-Luhaidanditanya :

    Apakah ada di dalam juz Zhilalil Qur`an karya SayyidQuthb suatu yang meragukan atau membimbangkandi dalam perkara yang terkait dengan aqidah, danapakah anda menasehatkan untuk menelaah buku iniataukah t idak?

    Syaikh menjawab :

    Bahkan buku ini dipenuhi dengan hal-hal yangmenyelisihi aqidah. Orang ini (Sayyid Quthb) -semogaAlloh merahmatinya dan kami memohon kepada Allohagar merahmati semua kaum muslimin yang telahmeninggal- ia bukanlah ulama.

    Ia adalah seorang ahli dalam studi peradaban dan ahlisastera. Ia memiliki buku-buku terdahulu sebelumturut terjun bergabung di dalam ikhwanul muslimin. Iadulunya seorang yang ahli sastera, ia memiliki bukuHishod Adabi , al-Athyaf al-Arbaah dan selainnya, jugaThiflu minal Qoryah dan masih banyak lagi buku-bukusejenis ini. Kemudian dengan kehendak Alloh Jalla waAla ia berubah haluan dari sikap yang ia dulu beradadi atasnya.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    29/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 28 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Di saat manusia sedang giat-giatnya di dalamberbicara namun sedikit beramal, saat itu ucapan-ucapan tersebut memberikan pengaruh padanya dankemudian terjadilah apa yang terjadi, kemudian iamenulis buku ini yang berjudul Fi Zhilalil Qur`an .

    Insya Alloh buku ini memiliki beberapa kebaikan, akantetapi buku ini memiliki kesalahan-kesalahan dalamhal aqidah dan terhadap hak para sahabat, suatu

    kesalahan yang sangat berbahaya sekali. Dansampailah ia pada apa yang dikemukakan dan kamimemohon kepada Alloh agar mengampuni diri kamidan beliau.

    Dan adapun buku-buku beliau, maka buku-bukutersebut tidak mengajarkan aqidah dan tidak pulamenetapkan hukum- hukum, oleh karena itu tidakboleh dijadikan sandaran dalam masalah tersebut.Tidaklah sepatutnya bagi para penuntut ilmu yangantusias dan bersemangat menjadikannya sebagaibuku-buku ilmu yang dijadikan sandaran. Karena ilmuitu memiliki buku-bukunya dan memiliki orang-orangnya (yang memang ahli).

    Saya nasehatkan bagi para penuntut ilmu untukmembaca buku-buku ulama terdahulu seperti buku-buku imam yang empat, para tabiin, ahli kebenarandan ulama Islam yang dikenal akan keselamatanaqidahnya dan kedalaman ilmunya di dalam tahqiq(meneliti) dan menjelaskan maksud- maksud syariat.

    Dan para ulama seperti ini walillahil hamd - sangatlahbanyak dan buku-buku mereka terpelihara bihamdillah - dan sebagai sumber rujukan di dalammasalah ini seluruhnya dihadapkan dengan ucapanmanusia- hanyalah dari Kitabullah dan Sunnah Nabi-

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    30/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 29 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Nya Shallallahu alaihi wa Salam serta ucapan salaf (sahabat) yang mana mereka adalah kaum yang lebihmengetahui dan mengenal pemahaman akanKalamullah dan ucapan nabi-Nya.

    Semuanya ini walillahil hamd terhimpun di dalambuku-buku para ulama, seperti kitab Shahih, Sunan dan buku-buku atsar seperti mushonnaf dan lainsebagainya. Oleh karena itu tidak ada udzur bagi

    penuntut ilmu untuk meremehkan (hal ini) dantidaklah benar menjadikan buku-buku kontemporersebagai hakim pemutus terhadap buku-buku ulamaterdahulu. Iya.

    Seorang penanya berkata : Seorang penuntut ilmubermajlis dengan ahlis sunnah dan ahli bidah, dan iaberkata : cukuplah umat ini telah berpecah belah danaku bermajlis dengan semuanya.

    Syaikh menjawab : orang ini adalah mubtadi (pelakubidah). Barangsiapa yang tidak membedakan antarakebenaran dan kebatilan, dan mendakwakanbahwasanya hal ini semua (ia lakukan) untukmempersatukan kalimat maka inilah bentuk perbuatanbidah yang mengada-ada tersebut. Semoga Allohmemberikannya petunjuk. Iya. 1 6

    ******

    16 Sumber : Kaset pelajaran selepas sholat Shubuh di Masjid Nabawitanggap 23/10/1418.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    31/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 30 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    FATWA AL-ALLAMAH ASY-SYAIKH

    ABDULLAH AL-GHUDAYYAN

    Seorang penanya berkata :

    Adnan Arur berkata : Tidak seorangpun aku ketahuiyang berbicara masalah manhaj serupa dengan apayang dikatakan oleh Sayyid Quthb, dan hampirkeseluruhan buku yang ditulisnya merupakan (bukti)kebenaran hal ini. Diantara buku-buku utama beliauadalah Fi Zhilalil Qur`an, Maalim alath Thoriq danLimadza Adamuni . Padahal di kesempatan lain ia(Adnan) secara tegas-tegas menyatakan bahwasanyaia belum membaca buku-buku ini namun iamenganjurkan para pemuda untuk membacanya. Apatanggapan yang mulia (terhadap hal ini)?

    Fadhilatusy Syaikh Abdullah al-Ghudayyan menjawab:

    Jawabanku adalah bahwasanya para pemudadianjurkan untuk tidak membaca buku-buku ini danmereka dicukupkan hanya pada dalil-dalil Al-Qur`an,

    as-Sunnah dan apa yang para khalifah yang empat,para sahabat dan para tabiin berada di atasnya. 1 7

    ******

    17 Sumber : Kaset Ucapan para ulama di dalam membatalkan kaidah danucapan Adnan Arur.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    32/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 31 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    FATWA AL-ALLAMAH ASY-SYAIKH

    ABDUL MUHSIN AL-ABBAD

    Seorang Alim dari Madinah, Syaikh Abdul Muhsin al- Abbad ditanya tentang kitab Zhilalul Qur`an , lantasbeliau menjawab :

    Buku Zhilalul Qur`an atau Fi Zhilalil Qur`an karyaSayyid Quthb rahimahullahu termasuk buku tafsirkontemporer yang dibangun di atas royi (akal) bukandibangun di atas naql (dalil wahyu) dan atsar . Sudahmaklum bahwa shohibur royi (pemikir/rasionalis) danorang-orang yang berbicara dengan rayi (akal) danuslub (cara/metode) mereka bisa salah dan bisabenar, bisa betul dan bisa keliru.

    Adapun seseorang yang tidak memiliki pemahaman(yang baik) dan tidak pula mumpuni (di dalammemilah- milah) yang lebih benar darinya, maka

    janganlah ia merujuk kepadanya dan cukuplah iamerujuk kepada buku-buku para ulama mutabar (terkemuka), seperti Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu

    Jarir dan Tafsir Syaikh Abdurrahman as-Sadi dizaman ini, karena tafsir-tafsir ini adalah tafsir paraulama (bukan para tafsir para pemikir, pent. ).

    Adapun Syaikh Sayyid Quthb rahimahullahu , makabeliau termasuk penulis dan sasterawan, maksudnyabeliau menulis dengan metode dan lafazh sasteraserta berkata-kata dengannya. Ucapan beliau tidak

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    33/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 32 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    dibangun di atas atsar , oleh karena itu apabilaseseorang yang membaca tulisan beliau, dia tidakakan mendapatkan beliau mengatakan : Fulanberkata, Fulan mengatakan, Rasulullah bersabdademikian dan demikian... dan seterusnya, yaitu diatidak mendapati kumpulan atsar dan perhatiannyadengan atsar, dikarenakan beliau tidak membangun(hujjahnya) dengan atsar, namun dibangun di atasakal dan berpendapat dengan fikiran, oleh sebabitulah ia banyak mengemukakan pendapat yang tidakshahih dan tidak benar.

    Untuk inikah kita menyibukkan diri?... padahal umuritu pendek dan seorang manusia tidak akan bisamembaca segala sesuatu semuanya dan hal ini akantetap demikian. Oleh karena itu ketika membaca,maka hendaklah membaca sesuatu yang bermanfaatdan faidah di dalamnya lebih jelas dan juga

    (membaca) ucapan para ahli ilmu... ahli ilmu adalahmereka dari kalangan para ulama bukan dari kalanganpara penulis.

    Para penulis itu bukanlah ulama dan seorang penulisitu bukanlah seorang yang alim. Seorang penulis ituadalah seorang sasterawan, yang dia memilikikemampuan di dalam menulis dan mengarang sertaberkata-kata dengannya, sehingga muncul dari

    perkataannya sesuatu yang benar dan sesuatu yangsalah, dan terkadang ia mengungkapkan sesuatu dansalah di dalam pengungkapannya dan diamenggunakan ungkapan yang tidak baik dan tidaklayak yang disebabkan oleh cara penguraian ucapandan pengungkapan ibarat-ibaratnya.

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    34/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 33 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Oleh karena itulah, banyak terdapat di dalam ucapanSayyid Quthb rahimahullahu ucapan-ucapan yangtidak layak, juga terdapat di dalam di dalam karya-karya tulis beliau dan selainnya ucapan-ucapan yangtidak pantas, tidak layak dan tidak sepatutnya bagiseorang muslim melakukan dan mengatakannya.

    Adapun pendapat yang menyatakan bahwa tidak ada(seorangpun) yang menjelaskan tauhid sebagaimana

    Sayyid Quthb, maka ini adalah pernyataan yang tidakbenar sama sekali. Tauhid tidak diambil dari pendapatSayyid Quthb, namun diambil dari perkataan paraulama muhaqqiqin (peneliti) seperti al- Bukhari danselain beliau yang menggunakan sanad dan hadits-hadits dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam ,yang menjelaskan tauhid, mengetahui tauhid danhakikat tauhid.

    Demikianlah para ulama, pengetahuan merekatentang tauhid tidaklah (dibangun) di atas karangandan metode karang mengarang ataupun penulisansastera, namun mereka membangunnya di atasucapan para ulama, di atas atsar , Kalamullah danucapan Rasulullah -semoga shalawat, salam danberkah senantiasa tercurahkan kepada beliau-. Inilahhakikat ulama sebenarnya, yang menulis danmenyibukkan diri dengan tauhid. 1 8

    ******

    18 Sumber : Pertanyaan kepada beliau selepas pelajaran Sunan an-Nasa`i di Masjid Nabawi pada tanggal 7/11/1414)

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    35/41

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    36/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 35 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Zhilalil Qur`an ini mengandung lebih banyakpenyelewengan dibandingkan dengan buku ash-Shobuni. Diantara contohnya adalah : beliaumenakwilkan kata istiwa` .

    Contoh lain lagi adalah dapat dirasakan bahwa didalam (menafsirkan) surat al-Ikhlas, beliau memilikikecenderungan kepada sebagian madzhab sufi yangberpendapat dengan wahdatul wujud atau semisalnya

    yang dapat difahami (dari ungkapannya), kami tidakmengatakan hal ini adalah zhahir dan terang namun(kami katakan) dapat difahami dari ungkapannya.

    Diantara penyelewengan lainnya adalah beliau ber-kata: Sesungguhnya pembahasan bertambah danberkurangnya iman itu adalah termasuk pembahasanKalamiyah yang tidak masuk di dalam pembahasanaqidah. Beliau mengatakan hal ini di dalam catatankaki ketika menafsirkan surat al-Anfal firman Alloh :

    : Dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada merekamaka bertambahlah keimana mereka .

    Contoh lainnya adalah beliau menafsirkan kata Rabb dengan Ilah dan Ilah dengan Rabb , maksudnya tauhid ar-Rububiyah menurut beliau sama dengan tauhid al-Uluhiyyah dan tauhid al-Uluhiyyah itu sama dengantauhid ar-Rububiyah . Ia memahami kedua tauhid inisecara terbalik, Rabb itu menurutnya adalah Dzatyang berhak untuk disembah dan Ilah adalah SangPencipta Sang pemberi Rezeki.

    Hal ini tidak diragukan lagi dapat menyebabkan orangyang mengikuti suatu pendapat darinya tentang

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    37/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 36 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    masalah itiqad (keyakinan) dapat menyimpang dariberpegang dengan pendapat ulama salaf.

    Termasuk penyimpangan beliau juga adalah di dalammasalah ketaatan kepada kaum musyrikin, dimanabeliau tidak memahami tafshil (perincian) para ulamamengenainya, sehingga dapat di fahami dari zhahirucapan beliau adanya keselarasan dengan sebagianpendapat kaum ghulat (ekstrimis) di dalam masalah

    ketaatan tersebut, yaitu ketaatan kepada kaummusyrikin atau ketaatan kepada para pendeta danrahib-rahib.

    Seperti misalnya apa yang beliau sebutkan di dalamsurat al-Anam ketika menafsirkan firman Alloh :

    Dan jika kamu mentaati mereka tentulah kamu akanmenjadi orang-orang musyrik .

    Lalu beliau menyebutkan sesuatu hal yang beliaumasukkan ke dalamnya (ke dalam masalah ketaatan,pent. ) sebagaimana yang saya ingat- yaitu masalahpakaian wanita yang memiliki desain dan model- modelyang diproduksi oleh perusahaan desain di Paris, danbeliau berkata : mereka adalah orang-orang yangmensyariatkan bagi kaum wanita secara umum untukmenggunakan pakaian semisal ini di waktu pagi,seperti ini di waktu sore, seperti ini pada tengahmalam, seperti ini pada saat bekerja... danseterusnya.

    Sayyid Quthb mengatakan : Sesungguhnya kaumseperti ini, yaitu desainer model pakaian wanita,sesungguhnya mereka adalah sesembahan-

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    38/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 37 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    sesembahan dikarenakan mereka menghalalkan yangharam lalu mereka ditaati, dan mengharamkan yanghalal lalu ditaati.

    Lalu beliau berkata : Wanita muslimah yang turutmentaati mereka di dalam masalah berpakaian ini,maka sungguh telah menjadikan mereka sebagaisesembahan-sesembahan dikarenakan ia mentaatinyadi dalam menghalalkan yang haram dan

    mengharamkan yang halal. Dan hal ini tidak diragukan lagi merupakan ucapanyang batil, karena seorang wanita apabilamenggunakan pakaian yang haram yang dihasilkanoleh para desainer pakaian seperti itu, tidaklahotomatis artinya ia berkeyakinan bahwa hal ini halal.

    Masalah takfir (penvonisan kafir) adalah ketikameyakini bahwa sesuatu yang diharamkan oleh Alloh

    Jalla wa Ala ini adalah halal. Adapun apabila iamentaati mereka dengan tanpa berkeyakinan bahwaini halal..., seperti misalnya seorang wanita yangberpakaian dengan pakaian yang terbuka bagian dadadan kakinya di depan lelaki ajnabi (asing) karena latahdengan trend para desainer, apabila ia meyakinibahwa perbuatannya itu haram atau semisalnya,namun ia dikalahkan hawa nafsunya dan karenakeimanannya yang lemah, maka hal ini bukanlahkekufuran dan ia tidak menjadikan mereka sebagaisesembahan.

    Beliau (Sayyid Quthb) di dalam masalah ini telahmenjadikan ketaatan sebagai perkara yangmengkafirkan. Sebagian jamaah mengambil pendapatbeliau ini, dan mereka telah melampaui batas di dalammasalah berhukum dengan apa yang diturunkan Alloh

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    39/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 38 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    dan masalah ketaatan, yaitu ketaatan kepada kaummusyrikin, para desainer dan penentu masalahtersebut... dan seterusnya.

    Juga termasuk diantara penyimpangan yangterkandung di dalam buku Fi Zhilalil Qur`an adalahbahwasanya tidak tampak pada beliau adanyaperhatian tehadap apa yang ditetapkan oleh ahlussunnah, maksudnya : seakan-akan pemikiran beliau

    tidak terfokus pada suatu masalah tertentu secaraspesifik, dalam artian pada arah tertentu beliaumenghendaki supaya bukunya menjadi buku dakwahsebagaimana yang beliau anggap sesuai dengankondisi zaman ini, namun buku ini mengandungsesuatu yang telah saya sebutkan dan selainnya.

    Juga diantara sesuatu yang beliau lain dengan lainnyaadalah, ketika beliau menyebutkan di dalam suratYusuf, beliau menyebutkan bahwa mereka yangbertanya tentang hukum- hukum Islam sedangkanmereka adalah masyarakat jahiliyah, mereka ini hanyabermaksud melecehkan Islam, dan para ulama yangmenjawab pertanyaan mereka, maka berarti turutserta di dalam pelecehan. Inilah makna (yangdifahami) dari perkataannya.

    Kenapa demikian? Beliau berkata : Karena hukum-hukum Islam dan fikih Islami tidaklah datangmelainkan untuk menyetujui keadaan realita seorangmuslim.

    Adapun masyarakat jahiliyah ini menurut definisibeliau sesungguhnya tidak menerima hukum- hukumIslam sekalipun seorang alim bersungguh-sungguh didalam menjelaskan hukum- hukum ini!

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    40/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    - 39 dari 40 -Fatwa Ulama Ummat Terhadap Sayyid Quthb

    Hal ini, tidak diragukan lagi merupakan suatugambaran dari penyelewengan dari manhaj yang haq,dikarenakan hukum-hukum Islam itu dapat dijelaskanpada suatu negeri yang ada kaum muslimin didalamnya, bahkan walaupun yang ada hanya seorangmuslim saja. Apabila ia bertanya tentang agamanyamaka diterangkan padanya dan diterangkan tentangIslam dan hukum-hukumnya, walaupun ia berada dinegeri Jahiliyah.

    Adapun pengumuman beliau bahwa semua negerikaum muslimin adalah negeri jahiliyah, maka ini tidakragu lagi merupakan sikap melampaui batas,maksudnya : (beliau mengkafirkan) semuanya menurut definisi yang beliau buat-.

    Termasuk pula masalah yang beliau lain dari yang lainadalah, beliau memilah- milah fikih menjadi duamacam di dalam surat Yusuf : yaitu (pertama) fiqhul auraq (fikih kertas atau teori) dan (kedua) fiqhul waaqi (fikih realitas) dan termasuk pula fiqhul harokah (fikih pergerakan).

    Yang beliau maksudkan dengan fiqhul auraq adalahfikih yang ada di tengah-tengah kita ini berupa fikihulama Islam, sedangkan yang beliau maksudkandengan fiqhul waaqi adalah realita yang dihadapiharokah , seputar harokah dan semisalnya, maksudnyayaitu seputar pengorganisasian jamaah dankelompok.

    Beliau berkata : Sesungguhnya, tanggung jawab kitasekarang adalah memperhatikan fikih harokah danfiqhul waaqi . Adapun fiqhul auraq , tidaklahberkembang melainkan di dalam masyarakat madani,karena haruslah ada masyarakat yang

  • 8/14/2019 Fatwa Ulama Thd Sayyid Quthb

    41/41

    http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari

    mempraktekkannya. Apabila kita tidak menemukanmasyarakat yang mempraktekkannya, maka kita tidakperlu lagi memperhatikannya, sebagaimana studi-studi dan selainnya yang diarahkan dengan perhatianyang besar kepadanya. Perhatian besar kita haruslahtertujui pada fiqhul waaqi , karena fikih inilah yangumat lebin membutuhkannya dan semisalnya.

    Beliau memiliki banyak pemikiran yang menyimpang

    apabila anda memperhatikan hal yang telahdisebutkan. Seorang penuntut ilmu yang antusias didalam menuntut ilmu yang bermanfaat hanyalah maumenelaah buku-buku salaf shalih dan buku-buku yangdapat memberikan manfaat ilmu yang bersih lagimurni baginya.

    Adapun buku-buku yang mengandung kebatilan,mengandung penyelewengan, mengandung pemi-kiran-pemikiran individu yang tidak dibangun dengandalil-dalil terang dari al-Qur`an dan as-Sunnah, yangtidak menyepakati ulama ahlus sunnah wal jamaah,maka sesungguhnya seorang penuntut ilmu -terutamayang masih pemula-, maka pada saat membacanyadapat menyebabkan ketergelinciran dan menyusupnyasyubhat di dalam hatinya. Padahal orang yangantusias di dalam mempelajari agamanya tidak akanmenjatuhkan dan membiarkan dirinya tergelincir dan

    disusupi oleh syubhat. 1 9

    19 Sumber : Kaset Syarh Masa`ilil Jahiliyahkarya Syaikhil IslamMuhammad bin Abdil Wahhab, kaset ke-7, side B.