direktori sni wajib 2015

of 99 /99

Author: muhammad-bahrudin

Post on 14-Jan-2017

227 views

Category:

Business


8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [vii]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [i]

    Muhammad Bahrudin Nursidik Fadillah

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [ii]

    Direktori SNI Wajib 2015

    Penyusun : Muhammad Bahrudin dan Nursidik Fadillah

    BSN 2015

    Hak cipta dilindungi undang-undang

    Badan Standardisasi Nasional (BSN)

    Gedung BPPT I Lantai 9-14

    Jl. MH. Thamrin 8, Kebon Sirih

    Jakarta 10340 - Indonesia

    Telp. + 62 21 3927422

    Fax. + 62 21 3927527

    E-mail : [email protected]

    http://www.bsn.go.id

    Diterbitkan di Jakarta

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [iii]

    SEKILAS TENTANG PEMBERLAKUAN SNI WAJIB

    Pemberlakuan standar secara mandatory/compulsory/wajib adalah penerapan standar yang diatur berdasarkan suatu

    regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah (regulator). Pemberlakuan standar secara wajib dilakukan dengan pertimbangan

    untuk melindungi masyarakat dari bahaya keselamatan, keamanan, kesehatan serta melindungi fungsi lingkungan hidup

    (Article 2.2 TBT Agreement). Penerapan standar secara wajib bersifat mengikat, yaitu: harus dipenuhi oleh seluruh pihak

    yang terkait, yaitu produsen, pengedar barang/jasa atau pengguna standar lain. Konsekuensi penerapan standar secara

    wajib adalah semua produk yang beredar di wilayah Indonesia harus memenuhi persyaratan standar tersebut, dan

    merupakan tindakan yang tidak legal apabila beredar produk tanpa memenuhi persyaratan standar. Pemberlakuan standar

    secara wajib harus dipertimbangkan secara baik oleh pembuat regulasi karena bisa mendistorsi pasar, yaitu menimbulkan

    dampak negatif bagi perkembangan iklim usaha dan persaingan yang sehat, menghambat perkembangan dunia usaha, dan

    menimbulkan pelanggaran terhadap perjanjian regional dan internasional yang telah diratifikasi atau telah disepakati.

    Sampai dengan September 2015, sejumlah 198 SNI telah diberlakukan secara wajib oleh pemerintah Indonesia (rincian

    pada Tabel 1).

    Direktori SNI Wajib 2015 ini disusun untuk memudahkan stakeholder dalam mengakses informasi seputar standar,

    khususnya terkait SNI yang diberlakukan secara wajib. Dengan adanya direktori ini diharapkan masyarakat semakin sadar

    tentang manfaat dan pentingnya SNI dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk peningkatan daya saing maupun menjaga

    integritas mutu barang/jasa yang diproduksi ataupun yang dikonsumsinya.

    Direktori SNI Wajib 2015 akan terus diupdate mengikuti perkembangan standar yang ada. Saran dan masukan yang

    membangun kami harapkan dari berbagai pihak guna menyempurnakan direktori ini.

    Penyusun,

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [iv]

    Tabel 1. Rekapitulasi SNI Wajib Berdasarkan Instansi Teknis*

    No Instansi Teknis Jumlah SNI yang telah

    diregulasi

    1 Kementerian Perindustrian 102

    2 Kementerian Kelautan dan Perikanan 0

    3 Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral

    23

    4 Kementerian Pertanian 3

    5 BPOM 1

    6 Kementerian Perhubungan 14

    7 Kementerian Pekerjaan Umum 55

    Jumlah Total 198

    *Sumber data: Pusat Sistem Penerapan Standar-BSN, 2015

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [v]

    DAFTAR ISI

    Sekilas tentang Pemberlakuan SNI Wajib. iii

    Rekapitulasi SNI Wajib Berdasarkan Instansi Teknis. iv

    Direktori SNI Wajib yang Diregulasi oleh Kementerian Perindustrian.. 1

    Direktori SNI Wajib yang Diregulasi oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.. 43

    Direktori SNI Wajib yang Diregulasi oleh Kementerian Pertanian.. 57

    Direktori SNI Wajib yang Diregulasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan 61

    Direktori SNI Wajib yang Diregulasi oleh Kementerian Perhubungan.. 65

    Direktori SNI Wajib yang Diregulasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. 71

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [vi]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [1]

    DIREKTORI SNI WAJIB YANG DIREGULASI OLEH KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [2]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [3]

    No Nomor SNI Judul SNI Peraturan Pemberlakuan Status SNI

    1 SNI 04-3560-1994 Lampu pijar (performance)

    256/M/SK/II/1979 SNI 04-3560-1994 telah diabolisi

    2 SNI 09-1411-1989 (SII 1820-88)

    Kendaraan bermotor, Nomor identifikasi

    84/M/SK/8/1990 SNI 09-1411-1989 telah direvisi menjadi SNI 09-1411-2000

    3 SNI 01-3556-1994 Garam konsumsi beryodium

    29/M/SK/2/1995 SNI 01-3556-1994 telah direvisi menjadi SNI 3556:2010

    4 SNI 04-6504-2001 (dan revisinya)

    Lampu swa ballast untuk pelayanan pencahayaan umum-Persyaratan keselamatan

    442/MPP/Kep/5/2002 perubahan atas SK 337/mpp/kep/11/2001

    SNI 04-6504-2001 telah direvisi menjadi SNI IEC 60968:2015

    5 SNI 15-0048-2005 (dan revisinya)

    Kaca pengaman diperkeras untuk kendaraan bermotor

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 34/M-IND/PER/4/2007

    SNI 15-0048-2005 masih berlaku (dan revisinya)

    6 SNI 15-1326-2005 (dan revisinya)

    Kaca pengaman berlapis (Laminated glass) untuk Kendaraan bermotor

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 34/M-IND/PER/4/2007

    SNI 15-1326-2005 masih berlaku (dan revisinya)

    file:///H:/2.%20PERMEN/LAMPU%20PIJAR%201979.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/GARAM%20KONSUMSI.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/LAMPU%20SWABALLAST%202002.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/LAMPU%20SWABALLAST%202002.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20PENGAMAN%202007.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20PENGAMAN%202007.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20PENGAMAN%202007.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20PENGAMAN%202007.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20PENGAMAN%202007.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20PENGAMAN%202007.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [4]

    7 SNI 1811-2007(atau revisinya)

    Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 40/M-IND/PER/4/2009 perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 40/M-IND/PER/6/2008 Tanggal 25 Juni 2008

    SNI 1811-2007 dilengkapi dengan SNI 1811-2007/Amd1:2010

    8 SNI 01-3140.2-2006 (atau revisinya)

    Gula Kirstal Rafinasi Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 83/M-IND/PER/11/2008

    SNI 01-3140.2-2006 telah direvisi menjadi SNI 3140.2:2011

    9 SNI 04-2051.1-2004 (dan revisinya)

    Baterai Primer-Bagian 1: Umum

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 101/M-IND/PER/10/2009 Tanggal 9 Oktober 2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri perindustrian No 36/M-IND/PER/3/2009 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Baterai Primer Secara Wajib

    SNI 04-2051.1-2004 masih berlaku (dan revisinya)

    file:///H:/2.%20PERMEN/HELM%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/HELM%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/HELM%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/HELM%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/HELM%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/HELM%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/HELM%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/GULA%20KRISTAL%20RAFINASI.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/GULA%20KRISTAL%20RAFINASI.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/GULA%20KRISTAL%20RAFINASI.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [5]

    10 SNI 04-2051.2-2004(dan revisinya)

    Baterai Primer-Bagian 2: Spesifikasi Fisik dan Listrik

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 101/M-IND/PER/10/2009 Tanggal 9 Oktober 2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri perindustrian No 36/M-IND/PER/3/2009 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Baterai Primer Secara Wajib

    SNI 04-2051.2-2004 masih berlaku(dan revisinya)

    11 SNI 0111-2009 (dan atau revisinya)

    Sepatu Pengaman dari Kulit dengan Sol Karet Sistem Cetak Vulkanisasi

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 164/M-IND/PER/12/2009 Tanggal 8 Desember 2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 37/M-IND/PER/3/2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia(SNI) Sepatu Pengaman Secara Wajib

    SNI 0111-2009 masih berlaku (dan atau revisinya)

    file:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BATERAI%20PRIMER%20Okt%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [6]

    12 SNI 7037-2009(dan atau revisinya)

    Sepatu Pengaman dari Kulit dengan Sistem Goodyear Welt, Mutu dan Cara Uji

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 164/M-IND/PER/12/2009 Tanggal 8 Desember 2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 37/M-IND/PER/3/2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia(SNI) Sepatu Pengaman Secara Wajib

    SNI 7037-2009 masih berlaku(dan atau revisinya)

    13 SNI 7079-2009 (dan atau revisinya)

    Sepatu Pengaman dari Kulit dengan Sol Poliuretan dan Termoplastik Poliuretan Sistem Cetak Injeksi

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 164/M-IND/PER/12/2009 Tanggal 8 Desember 2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 37/M-IND/PER/3/2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia(SNI) Sepatu Pengaman Secara Wajib

    SNI 7079-2009 masih berlaku (dan atau revisinya)

    file:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPATU%20PENGAMAN%202009.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [7]

    14 SNI 2801-2010 Pupuk urea Peraturan Menteri Perindustrian No. 26/M-IND/PER/4/2013 Tentang Pembelakuan Standar nasional Indonesia Pupuk Anorganik Tunggal Secara Wajib,menggantikan Peraturan Menteri Perindustrian No. 16/M-IND/PER/2/2012 revisi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 3

    SNI 2801-2010 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [8]

    15 SNI 02-1760-2005 Pupuk amonium sulfat Peraturan Menteri Perindustrian No. 26/M-IND/PER/4/2013 Tentang Pembelakuan Standar nasional Indonesia Pupuk Anorganik Tunggal Secara Wajib,menggantikan Peraturan Menteri Perindustrian No. 16/M-IND/PER/2/2012 revisi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 37/M-IND/PER/3/2010 Tanggal 6 April 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 19/M-IND/PER/2/2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Pupuk Anorganik Tunggal Secara Wajib

    SNI 02-1760-2005 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [9]

    16 SNI 02-0086-2005 Pupuk triple superfosfat (TSP)

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 26/M-IND/PER/4/2013 Tentang Pembelakuan Standar nasional Indonesia Pupuk Anorganik Tunggal Secara Wajib,menggantikan Peraturan Menteri Perindustrian No. 16/M-IND/PER/2/2012 revisi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 37/M-IND/PER/3/2010 Tanggal 6 April 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 19/M-IND/PER/2/2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Pupuk Anorganik Tunggal Secara Wajib

    SNI 02-0086-2005 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [10]

    17 SNI 02-2805-2005 Pupuk kalium klorida (KCl)

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 26/M-IND/PER/4/2013 Tentang Pembelakuan Standar nasional Indonesia Pupuk Anorganik Tunggal Secara Wajib,menggantikan Peraturan Menteri Perindustrian No. 16/M-IND/PER/2/2012 revisi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 37/M-IND/PER/3/2010 Tanggal 6 April 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 19/M-IND/PER/2/2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Pupuk Anorganik Tunggal Secara Wajib

    SNI 02-2805-2005 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [11]

    18 SNI 02-3769-2005 Pupuk Super Pospat (SP - 36)

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 26/M-IND/PER/4/2013 Tentang Pembelakuan Standar nasional Indonesia Pupuk Anorganik Tunggal Secara Wajib,menggantikan Peraturan Menteri Perindustrian No. 16/M-IND/PER/2/2012 revisi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 37/M-IND/PER/3/2010 Tanggal 6 April 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 19/M-IND/PER/2/2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Pupuk Anorganik Tunggal Secara Wajib

    SNI 02-3769-2005 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [12]

    19 SNI 02-3776-2005 Pupuk fosfat alam untuk pertanian

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 26/M-IND/PER/4/2013 Tentang Pembelakuan Standar nasional Indonesia Pupuk Anorganik Tunggal Secara Wajib,menggantikan Peraturan Menteri Perindustrian No. 16/M-IND/PER/2/2012 revisi Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 37/M-IND/PER/3/2010 Tanggal 6 April 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 19/M-IND/PER/2/2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Pupuk Anorganik Tunggal Secara Wajib

    SNI 02-3776-2005 masih berlaku

    20 SNI 2803-2012 Pupuk NPK padat (Pupuk anorganik majemuk)

    Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 08/M-IND/PER/2/2014

    SNI 2803-2012 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PUPUK%20ANORGANIK%202013.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [13]

    21 SNI 3747-2009 Kakao Bubuk Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 60/M-IND/PER/6/2010 Tanggal 1 Juni 2010 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 45/M-IND/PER/5/2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Kakao Bubuk Secara Wajib

    SNI 3747-2009 telah direvisi menjadi SNI 3747:2013

    22 SNI 19-7120-2005 (dan revisinya)

    Keselamatan korek api gas

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 72/M-IND/PER/7/2010 Tentang pemberlakuan SNI Keselamatan korek api gas secara wajib

    SNI 19-7120-2005 masih berlaku (dan revisinya)

    23 SNI 7276:2008 (dan revisinya)

    Plastik-Tangki Air Silinder Vertikal-Polietilena (PE)

    Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 81/M-IND/PER/7/2010 Tentang pemberlakuan wajib SNI Plastik-Tangki Air Silinder Vertikal-Polietilena (PE) secara wajib

    SNI 7276:2008 telah direvisi menjadi SNI 7276:2014

    file:///H:/2.%20PERMEN/KAKAO%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAKAO%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAKAO%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAKAO%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAKAO%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAKAO%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAKAO%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAKAO%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAKAO%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAKAO%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOREK%20API%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOREK%20API%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOREK%20API%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOREK%20API%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOREK%20API%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TANGKI%20AIR%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TANGKI%20AIR%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TANGKI%20AIR%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TANGKI%20AIR%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TANGKI%20AIR%202010.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [14]

    24 SNI 1049:2008(dan revisinya)

    Sepeda -Syarat Keselamatan terhadap produk Sepeda Roda Dua

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 114/M-IND/PER/10/2010 Tentang pemberlakuan SNI Sepeda roda dua secara wajib

    SNI 1049:2008 masih berlaku(dan revisinya)

    25 SNI 3751:2009 Tepung Terigu sebagai bahan makanan

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor No 59/M-IND/PER/7/2015 Perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No.35/M-IND/PER/3/2011

    SNI 3751:2009 masih berlaku

    26 SNI 15-0047-2005 Kaca lembaran Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 44/M-IND/PER/4/2011 Tanggal 15 April 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 4/M-IND/PER/1/2010 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Kaca Lembaran secara Wajib

    SNI 15-0047-2005 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/SEPEDA%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPEDA%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPEDA%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPEDA%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SEPEDA%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TEPUNG%20TERIGU%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TEPUNG%20TERIGU%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TEPUNG%20TERIGU%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TEPUNG%20TERIGU%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TEPUNG%20TERIGU%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TEPUNG%20TERIGU%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20LEMBARAN%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20LEMBARAN%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20LEMBARAN%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20LEMBARAN%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20LEMBARAN%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20LEMBARAN%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20LEMBARAN%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20LEMBARAN%202011.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KACA%20LEMBARAN%202011.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [15]

    27 SNI 1896:2008 Pelek kendaraan bermotor kategori M, N dan O

    Peraturan Menteri Perindustrian No 113/M-IND/PER/12/2012 Tentang perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No 59/M-IND/PER/5/2012 Perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 53/M-IND/PER/5/2011 tanggal 19 Mei 2011 tentang pe

    SNI 1896:2008 masih berlaku

    28 SNI 4658:2008 Pelek kendaraan bermotor kategori L

    Peraturan Menteri Perindustrian No 113/M-IND/PER/12/2012 Tentang perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No 59/M-IND/PER/5/2012 Perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 53/M-IND/PER/5/2011 tanggal 19 Mei 2011 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No.120/M-IND/PER/11/2010

    SNI 4658:2008 telah direvisi menjadi SNI 4658:2015

    file:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PELEK_Des%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [16]

    29 SNI 2547:2008(dan revisinya)

    Spesifikasi meter air minum

    Peraturan Menteri Perindustrian No 07/M-IND/PER/1/2012Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 122/M-IND/PER/11/2010 Tentang Perberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Spesifikasi Meter Air Minum Secara Wajib.

    SNI 2547:2008 masih berlaku(dan revisinya)

    30 SNI 1591:2008 Katup tabung baja LPG Peraturan Menteri Perindustrian No 09/M-IND/PER/1/2012 Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 129/M-IND/PER /12/2010 Tanggal 13 Desember 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 85/M-IND/PER/11/2008 (dicabut)

    SNI 1591:2008 telah direvisi menjadi SNI 1591:2012

    file:///H:/2.%20PERMEN/SPESIFIKASI%20METER%20AIR%20MINUM%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SPESIFIKASI%20METER%20AIR%20MINUM%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SPESIFIKASI%20METER%20AIR%20MINUM%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SPESIFIKASI%20METER%20AIR%20MINUM%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SPESIFIKASI%20METER%20AIR%20MINUM%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SPESIFIKASI%20METER%20AIR%20MINUM%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SPESIFIKASI%20METER%20AIR%20MINUM%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SPESIFIKASI%20METER%20AIR%20MINUM%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SPESIFIKASI%20METER%20AIR%20MINUM%202010.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KATUP%20TABUNG%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KATUP%20TABUNG%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KATUP%20TABUNG%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KATUP%20TABUNG%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KATUP%20TABUNG%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KATUP%20TABUNG%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KATUP%20TABUNG%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KATUP%20TABUNG%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KATUP%20TABUNG%20LPG%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [17]

    31 SNI 7369:2012 Regulator tekanan rendah untuk tabung baja LPG

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 15/M-IND/PER/3/2013 Menggantikan Peraturan Menteri Perindustrian No 10/M-IND/PER/1/2012 (dicabut)Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 129/M-IND/PER /12/2010 Tanggal 13 Desember 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 85/M-IND/PER/11/2008 (dicabut)

    SNI 7369:2012 masih berlaku

    32 SNI 04-6292.2.41-2003

    Peranti listrik rumah tangga dan sejenisnya - Keselamatan - Bagian 2.41 : Persyaratan khusus untuk pompa

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 17/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian No.84/M-IND/PER/8/2010

    SNI 04-6292.2.41-2003 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%202013.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [18]

    33 SNI 04-6292.2.3-2003

    Peranti listrik rumah tangga dan sejenisnya - Keselamatan - Bagian 2.3 : Persyaratan khusus setrika Listrik

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 17/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian No.84/M-IND/PER/8/2010

    SNI 04-6292.2.3-2003 masih berlaku

    34 SNI 04-6253-2003 Peralatan audio, video dan elektronika sejenis - persyaratan keselamatan

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 17/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian No.84/M-IND/PER/8/2010

    SNI 04-6253-2003 masih berlaku

    35 SNI 15-0129-2004 Semen portland putih Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 67/M-IND/PER/8/2014 Tentang Perubahan atas Perarturan Menteri Perindustrian No. 18/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Bersama Menteri Perindustrian RI Nomor 35/M-IND/PER/4/2007 Tanggal 17 April 2007

    SNI 15-0129-2004 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [19]

    36 SNI 15-0302-2004 Amd.1 2010

    Semen portland pozolan Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 67/M-IND/PER/8/2014 Tentang Perubahan atas Perarturan Menteri Perindustrian No. 18/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Bersama Menteri Perindustrian RI Nomor 35/M-IND/PER/4/2007 Tanggal 17 April 2007

    SNI 15-0302-2004 Amd.1 2010 telah direvisi menjadi SNI 0302:2014

    37 SNI 15-2049-2004 Semen portland Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 67/M-IND/PER/8/2014 Tentang Perubahan atas Perarturan Menteri Perindustrian No. 18/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Bersama Menteri Perindustrian RI Nomor 35/M-IND/PER/4/2007 Tanggal 17 April 2007

    SNI 15-2049-2004 telah direvisi menjadi SNI 2049:2015

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [20]

    38 SNI 15-3500-2004 Semen portland campur Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 67/M-IND/PER/8/2014 Tentang Perubahan atas Perarturan Menteri Perindustrian No. 18/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Bersama Menteri Perindustrian RI Nomor 35/M-IND/PER/4/2007 Tanggal 17 April 2007

    SNI 15-3500-2004 masih berlaku

    39 SNI 15-3758-2004 Semen masonry Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 67/M-IND/PER/8/2014 Tentang Perubahan atas Perarturan Menteri Perindustrian No. 18/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Bersama Menteri Perindustrian RI Nomor 35/M-IND/PER/4/2007 Tanggal 17 April 2007

    SNI 15-3758-2004 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [21]

    40 SNI 15-7064-2004 Semen portland komposit

    Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 67/M-IND/PER/8/2014 Tentang Perubahan atas Perarturan Menteri Perindustrian No. 18/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Bersama Menteri Perindustrian RI Nomor 35/M-IND/PER/4/2007 Tanggal 17 April 2007

    SNI 15-7064-2004 telah direvisi menjadi SNI 7064:2014

    41 SNI 7213:2014 Selang karet untuk kompor gas LPG

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 15/M-IND/PER/1/2015 Tentang Pemberlakuan SNI selang kompor LPG secara wajib

    SNI 7213:2014 masih berlaku

    42 SNI 7322:2008 Produk Melamin - Perlengkapan makan dan minum

    Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 20/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 55/M-IND/PER/5/2009 Tanggal 27 Mei 2009

    SNI 7322:2008 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/SELANG%20KARET%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SELANG%20KARET%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SELANG%20KARET%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SELANG%20KARET%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/SELANG%20KARET%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MELAMIN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MELAMIN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MELAMIN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MELAMIN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MELAMIN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MELAMIN%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [22]

    43 SNI 07-2052-2002 Baja tulangan beton Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 37/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 06/M-IND/PER/2/2008 Tanggal 13 Februari 2008

    SNI 07-2052-2002 telah direvisi menjadi SNI 2052:2014

    44 SNI 07-0065-2002 Baja tulangan beton hasil canai ulang

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 37/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 06/M-IND/PER/2/2008 Tanggal 13 Februari 2008

    SNI 07-0065-2002 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [23]

    45 SNI 07-0954-2005 Baja tulangan beton dalam bentuk gulungan

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 37/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 06/M-IND/PER/2/2008 Tanggal 13 Februari 2008

    SNI 07-0954-2005 masih berlaku

    46 SNI 07-2053-2006 Baja lembaran lapis seng Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 38/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 07/M-IND/PER/2/2008 Tanggal 13 Februari 2008

    SNI 07-2053-2006 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20SENG%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [24]

    47 SNI 4096:2007 Baja Lembaran dan Gulungan Lapis Paduan Aluminium - Seng (Bj.L AS)

    Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 39/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 39/M-IND/PER/3/2009 Tanggal 27 Maret 2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian No.02/M-IND/PER/1/2009

    SNI 4096:2007 masih berlaku

    48 SNI 07-0601-2006 Baja Lembaran, Pelat dan Gulugan Canai Panas (Bj.P)

    Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36/M-IND/PER/5/2014

    SNI 07-0601-2006 masih berlaku

    49 SNI 07-3567-2006 Baja Lembaran dan Gulungan Canai Dingin (Bj. D)

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 41/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 90/M-IND/PER/8/2010

    SNI 07-3567-2006 dilengkapi dengan SNI 3567:2006/Amd1:2011

    50 SNI 1155:2011 Kawat Baja Tanpa Lapisan untuk Konstruksi Beton Pratekan

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 83/M-IND/PER/10/2014

    SNI 1155:2011 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20ALUMINIUM%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20ALUMINIUM%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20ALUMINIUM%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20ALUMINIUM%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20ALUMINIUM%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20ALUMINIUM%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20ALUMINIUM%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LAPIS%20ALUMINIUM%20SENG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LEMBARAN,%20PELAT%20DAN%20GULUNGAN%20CANAI%20PANAS%20(Bj.P)%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20LEMBARAN,%20PELAT%20DAN%20GULUNGAN%20CANAI%20PANAS%20(Bj.P)%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20CANAI%20DINGIN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20CANAI%20DINGIN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20CANAI%20DINGIN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20CANAI%20DINGIN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20CANAI%20DINGIN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAWAT%20BAJA%20PRATEKAN%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAWAT%20BAJA%20PRATEKAN%202014.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [25]

    51 SNI 7701:2011 Kawat Baja Kuens (quench) Temper untuk Konstruksi Beton Pratekan

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 83/M-IND/PER/10/2014

    SNI 7701:2011 masih berlaku

    52 SNI 1154:2011 Tujuh Kawat Baja tanpa lapisan dipilin untuk Konstruksi Beton Pratekan

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 83/M-IND/PER/10/2014

    SNI 1154:2011 masih berlaku

    53 SNI 07-7178-2006 Baja profil WF Peraturan Menteri Perindustrian No. 43/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 20/M-IND/PER/4/2011

    SNI 07-7178-2006 masih berlaku

    54 SNI 2610-2011 Baja profil H Peraturan Menteri Perindustrian No. 43/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 20/M-IND/PER/4/2011

    SNI 2610-2011 masih berlaku

    55 SNI 07-2054-2006 Baja profil siku sama kaki

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 43/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 20/M-IND/PER/4/2011

    SNI 07-2054-2006 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/KAWAT%20BAJA%20PRATEKAN%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAWAT%20BAJA%20PRATEKAN%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAWAT%20BAJA%20PRATEKAN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KAWAT%20BAJA%20PRATEKAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [26]

    56 SNI 07-0329-2005 Baja profil I-Beam Peraturan Menteri Perindustrian No. 43/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 20/M-IND/PER/4/2011

    SNI 07-0329-2005 masih berlaku

    57 SNI 07-0052-2006 Baja profil kanal U Peraturan Menteri Perindustrian No. 43/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 20/M-IND/PER/4/2011

    SNI 07-0052-2006 masih berlaku

    58 SNI 0139:2008 Penyambung pipa berulir dari besi cor meleabel hitam

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 82/M-IND/PER/10/2014

    SNI 0139:2008 masih berlaku

    59 SNI 0076:2008 Tali Kawat Baja Peraturan Menteri Perindustrian No. 45/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 45/M-IND/PER/4/2011

    SNI 0076:2008 masih berlaku

    file:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAJA%20PROFIL%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PENYAMBUNG%20PIPA%20BERULIR%20CORMELEABEL%20HITAM%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PENYAMBUNG%20PIPA%20BERULIR%20CORMELEABEL%20HITAM%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/PENYAMBUNG%20PIPA%20BERULIR%20CORMELEABEL%20HITAM%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TALI%20KAWAT%20BAJA%20MIGAS%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TALI%20KAWAT%20BAJA%20MIGAS%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TALI%20KAWAT%20BAJA%20MIGAS%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TALI%20KAWAT%20BAJA%20MIGAS%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TALI%20KAWAT%20BAJA%20MIGAS%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [27]

    60 SNI 0727:2008 Kawat Baja untuk Minyak dan Gas Bumi

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 45/M-IND/PER/2/2012 Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 45/M-IND/PER/4/2011

    SNI 0727:2008 masih berlaku

    61 SNI 7275-2008 Keramik tabelware Peraturan Menteri Perindustrian No No.82/M-IND/PER/8/2012

    SNI 7275-2008 masih berlaku

    62 SNI 03-0797-2006 Kloset duduk Peraturan Menteri Perindustrian No No.83/M-IND/PER/8/2012

    SNI 03-0797-2006 masih berlaku

    63 SNI ISO 13006:2010

    Keramik ubin Peraturan Menteri Perindustrian No No.84/M-IND/PER/8/2012

    SNI ISO 13006:2010 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/TALI%20KAWAT%20BAJA%20MIGAS%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TALI%20KAWAT%20BAJA%20MIGAS%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TALI%20KAWAT%20BAJA%20MIGAS%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TALI%20KAWAT%20BAJA%20MIGAS%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TALI%20KAWAT%20BAJA%20MIGAS%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KERAMIK%20TABLEWARE.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KERAMIK%20TABLEWARE.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KLOSET%20DUDUK.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KLOSET%20DUDUK.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/UBIN%20KERAMIK%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/UBIN%20KERAMIK%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [28]

    64 SNI 1452:2011 Tabung baja LPG Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 47/M-IND/PER/3/2012 Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 129/M-IND/PER /12/2010 Tanggal 13 Desember 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 85/M-IND/PER/11/2008 (dicabut)

    SNI 1452:2011 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/TABUNG%20BAJA%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TABUNG%20BAJA%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TABUNG%20BAJA%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TABUNG%20BAJA%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TABUNG%20BAJA%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TABUNG%20BAJA%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TABUNG%20BAJA%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TABUNG%20BAJA%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TABUNG%20BAJA%20LPG%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/TABUNG%20BAJA%20LPG%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [29]

    65 SNI 7368:2011 Kompor gas bahan bakar LPG satu tungku dengan sistem pemantik mekanik

    Peraturan Menteri Perindustrian No 62/M-IND/PER/11/2013 Perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 48/M-IND/PER/3/2012 Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 129/M-IND/PER /12/2010 Tanggal 13 Desember 2010 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 85/M-IND/PER/11/2008 (dicabut)

    SNI 7368:2011 masih berlaku

    66 SNI 01-3553-2006 Air minum dalam kemasan

    Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 49/M-IND/PER/3/2012 Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 69/M-IND/PER/7/2009 Tanggal 3 Juli 2009 (dicabut)

    SNI 01-3553-2006 telah direvisi menjadi SNI 3553:2015

    file:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOMPOR%20GAS%20SATU%20TUNGKU%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/AMDK%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/AMDK%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/AMDK%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/AMDK%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/AMDK%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [30]

    67 SNI 01-6242-2000 Air mineral alami Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 49/M-IND/PER/3/2012 Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 69/M-IND/PER/7/2009 Tanggal 3 Juli 2009 (dicabut)

    SNI 01-6242-2002 telah direvisi menjadi SNI 6242:2015

    68 04-6629.3-2006 Kabel berinsulasi PVC dengan tegangan pengenal sampai dengan 450/750 V - Bagian 3: Kabel nirselubung untuk perkawatan magun

    Peraturan Menteri Perindustrian No 84/M-IND/PER/10/2014 Tentang Pemberlakuan SNI Kabel Secara Wajib

    04-6629.3-2006 masih berlaku

    69 04-6629.4-2006 Kabel berinsulasi PVC dengan tegangan pengenal sampai dengan 450/750 V - Bagian 4: Kabel berselubung untuk perkawatan magun

    Peraturan Menteri Perindustrian No 84/M-IND/PER/10/2014 Tentang Pemberlakuan SNI Kabel Secara Wajib

    04-6629.4-2006 masih berlaku

    70 04-6629.5-2006 Kabel berinsulasi PVC dengan tegangan pengenal sampai dengan 450/750 V - Bagian 5: Kabel fleksibel

    Peraturan Menteri Perindustrian No 84/M-IND/PER/10/2014 Tentang Pemberlakuan SNI Kabel Secara Wajib

    04-6629.5-2006 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/AMDK%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/AMDK%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/AMDK%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/AMDK%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/AMDK%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdfhttp://websisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7367http://websisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7367http://websisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7367http://websisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7367http://websisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7367http://websisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7367http://websisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7367file:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [31]

    71 SNI IEC 60502-1:2009

    Kabel daya dengan insulasi terektrusi dan lengkapan- nya untuk voltase pengenal dari 1 kV (Um = 36 kV) - Bagian 1: Kabel untuk voltase pengenal 1 kV (Um = 1,2 kV) dan 3 kV (Um = 3,6 kV)

    Peraturan Menteri Perindustrian No 84/M-IND/PER/10/2014 Tentang Pemberlakuan SNI Kabel Secara Wajib

    SNI IEC 60502-1:2009 masih berlaku

    72 SNI IEC 60502-2:2009

    Kabel daya dengan insulasi terekstruksi dan lengkapnya untuk voltase pengenal dari 1 kV (Um = 1,2 kV) sampai dengan 30 kV (Um = 36 kV) - Bagian 2: Kabel untuk voltase pengenal 6 kV (Um = 7,2 kV) sampai dengan 30 kV (Um = 36 kV)

    Peraturan Menteri Perindustrian No 84/M-IND/PER/10/2014 Tentang Pemberlakuan SNI Kabel Secara Wajib

    SNI IEC 60502-2:2009 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KABEL%202014.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [32]

    73 SNI 0098-2012 Ban mobil penumpang Peraturan Menteri Perindustrian No 68/M-IND/PER/8/2014 Tentang Pemberlakuan SNI Ban secara WajibPerubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No 58/M-IND/PER/5/2012 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No 11/M-IND/PER/1/2012 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Ban Secara Wajib (dicabut)

    SNI 0098-2012 masih berlaku

    file:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [33]

    74 SNI 0099-2012 Ban truk dan bus Peraturan Menteri Perindustrian No 68/M-IND/PER/8/2014 Tentang Pemberlakuan SNI Ban secara WajibPerubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No 58/M-IND/PER/5/2012 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No 11/M-IND/PER/1/2012 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Ban Secara Wajib (dicabut)

    SNI 0099-2012 masih berlaku

    file:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [34]

    75 SNI 0100-2012 Ban truk ringan Peraturan Menteri Perindustrian No 68/M-IND/PER/8/2014 Tentang Pemberlakuan SNI Ban secara WajibPerubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No 58/M-IND/PER/5/2012 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No 11/M-IND/PER/1/2012 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Ban Secara Wajib (dicabut)

    SNI 0100-2012 masih berlaku

    file:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [35]

    76 SNI 0101-2012 Ban sepeda motor Peraturan Menteri Perindustrian No 68/M-IND/PER/8/2014 Tentang Pemberlakuan SNI Ban secara WajibPerubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No 58/M-IND/PER/5/2012 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No 11/M-IND/PER/1/2012 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Ban Secara Wajib (dicabut)

    SNI 0101-2012 masih berlaku

    file:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [36]

    77 SNI 6700-2012 Ban dalam kendaraan bermotor

    Peraturan Menteri Perindustrian No 68/M-IND/PER/8/2014 Tentang Pemberlakuan SNI Ban secara WajibPerubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No 58/M-IND/PER/5/2012 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No 11/M-IND/PER/1/2012 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Ban Secara Wajib (dicabut)

    SNI 6700-2012 masih berlaku

    78 SNI 7655:2010 Karet Perapat (Rubber Seal) Pada Katup Tabung LPG

    Peraturan Menteri Perindustrian No 67/M-IND/PER/6/2012

    SNI 7655:2010 masih berlaku

    79 SNI 7617:2013 Tekstil - Persyaratan zat warna azo, kadar formaldehida dan kadar logam terekstraksi pada kain

    Peraturan Menteri Perindustrian No.7/M-IND/PER/2/2014

    SNI 7617:2013 masih berlaku

    file:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/1.%202011-2012/3.SNI%20WAJIB/1.%20Rekap%20SNI%20Wajib/9.Rekap%20SNI%20WAJIB%20(per%2031%20Desember%202012)/PERMEN/BAN%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/RUBBER%20SEAL%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/RUBBER%20SEAL%202012.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/ZAT%20WARNA%20AZO%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/ZAT%20WARNA%20AZO%202014.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [37]

    80 SNI ISO 8124-1:2010

    Keamanan mainan - Bagian 1: Aspek keamanan yang berhubungan dengan sifat fisis dan mekanis

    Peraturan Menteri Perindustrian No.55/M-IND/PER/11/2013 Tentang Perubahan atas Peraturan menteri Perindustian No. 24/M-IND/PER/4/2013

    SNI ISO 8124-1:2010 masih berlaku

    81 SNI ISO 8124-2:2010

    Keamanan mainan - Bagian 2: Sifat mudah terbakar

    Peraturan Menteri Perindustrian No.55/M-IND/PER/11/2013 Tentang Perubahan atas Peraturan menteri Perindustian No. 24/M-IND/PER/4/2013

    SNI ISO 8124-2:2010 masih berlaku

    82 SNI ISO 8124-3:2010

    Keamanan mainan Bagian 3: Migrasi unsur tertentu

    Peraturan Menteri Perindustrian No.55/M-IND/PER/11/2013 Tentang Perubahan atas Peraturan menteri Perindustian No. 24/M-IND/PER/4/2013

    SNI ISO 8124-3:2010 masih berlaku

    83 SNI ISO 8124-4:2010

    Keamanan mainan - Bagian 4: Ayunan, seluncuran dan mainan aktivitas sejenis untuk pemakaian di dalam dan di luar lingkungan tempat tinggal

    Peraturan Menteri Perindustrian No.55/M-IND/PER/11/2013 Tentang Perubahan atas Peraturan menteri Perindustian No. 24/M-IND/PER/4/2013

    SNI ISO 8124-4:2010 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [38]

    84 SNI IEC 62115:2011

    Mainan elektrik - Keamanan

    Peraturan Menteri Perindustrian No.55/M-IND/PER/11/2013 Tentang Perubahan atas Peraturan menteri Perindustian No. 24/M-IND/PER/4/2013

    SNI IEC 62115:2011 masih berlaku

    85 SNI IEC 60335-2-7:2009

    Peralatan listrik rumah tangga dan peralatan serupa-Keselamatan-Bagian 2-7: Persyaratan khusus untuk mesin cuci

    Peraturan Menteri Perindustrian No Permenperind No.34/M-IND/PER/7/2013

    SNI IEC 60335-2-7:2009 telah direvisi menjadi SNI IEC 60335-2-7:2010

    86 SNI IEC 60335-2-24:2009

    Peralatan listrik rumah tangga dan peralatan serupa-Keselamatan-Bagian 2-24: Persyaratan khusus untuk peranti pendingin, peranti es krim dan pembuat es

    Peraturan Menteri Perindustrian No Permenperind No.34/M-IND/PER/7/2013

    SNI IEC 60335-2-24:2009 telah direvisi menjadi SNI IEC 60335-2-24:2010

    file:///H:/2.%20PERMEN/MESIN%20CUCI,KULKAS,AC%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MESIN%20CUCI,KULKAS,AC%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MESIN%20CUCI,KULKAS,AC%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MESIN%20CUCI,KULKAS,AC%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MESIN%20CUCI,KULKAS,AC%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MESIN%20CUCI,KULKAS,AC%202013.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [39]

    87 SNI IEC 60335-2-40:2009

    Peralatan listrik rumah tangga dan peralatan serupa-Keselamatan-Bagian 2-40: Persyaratan khusus untuk pompa kalor listrik, pengkondisi udara dan pengering udara

    Peraturan Menteri Perindustrian No Permenperind No.34/M-IND/PER/7/2013

    SNI IEC 60335-2-40:2009 telah direvisi menjadi SNI IEC 60335-2-40:2010

    88 SNI 7709:2012 Minyak goreng sawit Peraturan Menteri Perindustrian No. 35/M-IND/PER/3/2015 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 87/M-IND/PER/12/2013

    SNI 7709:2012 masih berlaku

    89 SNI 0030:2011 Asam Sulfat teknis Peraturan Menteri Perindustrian No. 63/M-IND/PER/12/2013

    SNI 0030:2011 masih berlaku

    90 SNI 2109:2011 Sodium Tripolifosfat (STPP) mutu teknis

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 64/M-IND/PER/12/2013

    SNI 2109:2011 masih berlaku

    91 SNI 2861:2011 Kalsium Karbida (CaC2) Peraturan Menteri Perindustrian No. 65/M-IND/PER/12/2013

    SNI 2861:2011 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/MESIN%20CUCI,KULKAS,AC%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MESIN%20CUCI,KULKAS,AC%202013.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/MESIN%20CUCI,KULKAS,AC%202013.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [40]

    92 SNI 0085:2009 Seng Oksida Peraturan Menteri Perindustrian No. 66/M-IND/PER/12/2013

    SNI 0085:2009 masih berlaku

    93 SNI 0032:2011 Aluminiun Sulfat Peraturan Menteri Perindustrian No. 67/M-IND/PER/12/2013

    SNI 0032:2011 masih berlaku

    94 SNI 7618:2012 Regulator Tekanan Tinggi Tabung Baja LPG

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 06/M-IND/PER/2/2014

    SNI 7618:2012 masih berlaku

    95 SNI 7614:2010 Baja Batangan Untuk Keperluan Umum/ Bj. KU

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 35/M-IND/PER/5/2014

    SNI 7614:2010 masih berlaku

    96 SNI 15-4756-1998 Cermin kaca lembaran berlapis aluminium

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 50 /M-IND/PER/6/2014

    SNI 15-4756-1998 masih berlaku

    97 SNI ISO 25537:2011

    Cermin kaca lembaran berlapis perak

    Peraturan Menteri Perindustrian No. 50 /M-IND/PER/6/2014

    SNI ISO 25537:2011 masih berlaku

    98 SNI 2983:2014 Kopi Instan Peraturan Menteri Perindustrian No.55/M-IND/PER/6/2015 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian No. 87/M-IND/PER/10/2014

    SNI 2983:2014 masih berlaku

    file:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%20TEKANAN%20TINGGI%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/REGULATOR%20TEKANAN%20TINGGI%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20BATANGAN%20UNTUK%20KEPERLUAN%20UMUM%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/BAJA%20BATANGAN%20UNTUK%20KEPERLUAN%20UMUM%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/CERMIN%20KACA%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/CERMIN%20KACA%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/CERMIN%20KACA%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/CERMIN%20KACA%202014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOPI%20INSTAN_2014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOPI%20INSTAN_2014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOPI%20INSTAN_2014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOPI%20INSTAN_2014.pdffile:///H:/2.%20PERMEN/KOPI%20INSTAN_2014.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [41]

    99 SNI 8022:2014 Selang termoplastik elastomer kompor LPG

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 15/M-IND/PER/1/2015 Tentang Pemberlakuan SNI selang kompor LPG secara wajib

    SNI 8022:2014 masih berlaku

    100 SNI 7469:2013 Kompor Gas Tekanan Rendah Jenis Dua dan Tiga Tungku dengan Sistem Pemantik

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 37/M-IND/PER/3/2015 Tentang Pemberlakuan SNI Kompor Gas Tekanan Rendah Jenis Dua dan Tiga Tungku dengan Sistem Pemantik secara wajib

    SNI 7469:2013 masih berlaku

    101 SNI ISO 21690:2013

    Kaca Untuk Bangunan- Blok Kaca

    Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 54/M-IND/PER/06/2015 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Kaca untuk Bangunan-Blok Kaca secara wajib

    SNI ISO 21690:2013 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [42]

    102 SNI 2973:2011 Biskuit Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 60/M-IND/PER/7/2015 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Biskuit secara wajib

    SNI 2973:2011 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [43]

    DIREKTORI SNI WAJIB YANG DIREGULASI OLEH KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBERDAYA

    MINERAL

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [44]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [45]

    No Nomor SNI Judul SNI Peraturan Pemberlakuan Status SNI

    1 SNI 19-6659-2002 Tanda keselamatan Pemanfaat listrik

    207/ K/30/MEM/2003 SNI 19-6659-2002 masih berlaku

    2 SNI 04-6292.1-2003

    Keselamatan pemanfaat listrik untuk rumah tangga dan sejenisnya. Bagian 1: Persyaratan umum

    Permen 0038 Tahun 2005 tanggal 15 September 2005 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia 04-6292.1-2003 Mengenai Peranti Listrik Rumah Tangga Dan Sejenisnya - Keselamatan - Bagian 1 : Persyaratan Umum, Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6292.1-2003 masih berlaku

    3 SNI 04-1922-2002 Frekuensi standar Permen 0034 Tahun 2005 tanggal 15 September 2005 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia 04-1922-2002 Mengenai Frekuensi Standar Khusus Untuk Frekuensi Sistem Arus Bolak-Balik Fase Tunggal Dan Fase Tiga 50 Hertz, Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-1922-2002 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [46]

    4 SNI 04-0225-2000 SNI 04-0225-2000/Amd1-2006

    Persyaratan umum instalasi listrik 2000 (PUIL 2000)

    Permen 008 Tahun 2007 tanggal 3 Agustus 2007 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia 04-0225-2000/Amd1-2006 Mengenai Amandemen 1 Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000, Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-0225-2000 SNI 04-0225-2000/Amd1-2006 masih berlaku

    5 SNI 04-3892.1-2006

    Tusuk-kontak dan kotak-kontak untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya. Bagian 1: Persyaratan umum

    Permen 012 Tahun 2007 tanggal 3 Agustus 2007 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia 04-3892.1-2006 Mengenai Mengenai Tusuk-Kontak Dan Kotak-Kotak Untuk Keperluan Rumah Tangga Dan Sejenisnya-Bagian 1 : Persyaratan Umum, Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-3892.1-2006 masih berlaku

    6 SNI 04-6203.1-2006

    Sakelar untuk instalasi listrik tetap rumah tangga dan sejenisnya. Bagian 1: Persyaratan umum

    Permen 010 Tahun 2007 tanggal 3 Agustus 2007 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia 04-6203.1-2006 Mengenai Saklar Untuk Instalasi Listrik Tetap Rumah Tangga Dan Sejenisnya Bagian 1 : Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6203.1-2006 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [47]

    7 SNI 04-6507.1-2002

    Pemutus sirkit untuk proteksi arus lebih pada instalasi rumah tangga dan sejenisnya - Bagian 1: Pemutus sirkit untuk operasi arus bolak-balik

    Permen 09 Tahun 2007 tanggal 3 Agustus 2007 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia 04-06507-1-2002 Dan Standar Nasional Indonesia 04-06507-1-2002/Amd1-2006 Mengenai Mengenai Pemutus Sirkit Untuk Proteksi Arus Lebih Pada Instalasi Rumah Tangga Dan Sejenisnya-Bagian-1 : Pemutus Sirkit Untuk Operasi Arus Bolak-Balik, Sebagai Standar Wajib

    SNI telah diabolisi

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [48]

    8 SNI 04-6507.1-2002/Amd1-2006

    Pemutus sirkit untuk proteksi arus lebih pada instalasi rumah tangga dan sejenisnya - Bagian 1: Pemutus sirkit untuk operasi arus bolak-balik, Amandemen 1

    Permen 09 Tahun 2007 tanggal 3 Agustus 2007 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia 04-06507-1-2002 Dan Standar Nasional Indonesia 04-06507-1-2002/Amd1-2006 Mengenai Mengenai Pemutus Sirkit Untuk Proteksi Arus Lebih Pada Instalasi Rumah Tangga Dan Sejenisnya-Bagian-1 : Pemutus Sirkit Untuk Operasi Arus Bolak-Balik, Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6507.1-2002/Amd1-2006 masih berlaku

    9 SNI 04-6292.2.80-2006

    Piranti listrik untuk rumah tangga dan sejenisnya - Keselamatan - bagian 2-80: Persyaratan khusus untuk kipas angin

    Permen 011 Tahun 2007 tanggal 3 Agustus 2007 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia 04-6292.2-2006 Mengenai Piranti Listrik Rumah Tangga Dan Sejenisnya-Keselamatan-Bagian 2-80 : Persyaratan Khusus Kipas Angin Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6292.2.80-2006 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [49]

    10 SNI 13-3473-2002 Sistem Transportasi Cairan untuk Hidrokarbon

    Permen No.15 Tahun 2008 tanggal 16 Mei 2008 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Sistem Transportasi Cairan untuk Hidrokarbon dan Standar Nasional Indonesia Mengenai Sistem Perpipaan Trasnmisi dan Distribusi Gas sebagai Standar Wajib

    SNI 13-3473-2002 telah direvisi menjadi SNI 3473:2011

    11 SNI 13-3474-2002 Sistem Perpipaan Transmisi dan Distribusi Gas

    Permen No.15 Tahun 2008 tanggal 16 Mei 2008 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Sistem Transportasi Cairan untuk Hidrokarbon dan Standar Nasional Indonesia Mengenai Sistem Perpipaan Trasnmisi dan Distribusi Gas sebagai Standar Wajib

    SNI 13-3474-2002 telah direvisi menjadi SNI 3474:2009

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [50]

    12 SNI 04-6959.1-2003

    Perlengkapan - Kendali lampu - Bagian 1: Persyaratan umum dan keselamatan

    Peraturan Menteri ESDM No.19 Tahun 2012 tentang perubahan atas Permen No.15 Tahun 2009 tanggal 11 Agustus 2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Perlengkapan Kendali Lampu Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6959.1-2003 masih berlaku

    13 SNI 04-6959.2.3-2003

    Perlengkapan - Kendali lampu - Bagian 2-3: Persyaratan khusus ballas elektronik disuplai a.b. untuk lampu fluoresen

    Peraturan Menteri ESDM No.19 Tahun 2012 tentang perubahan atas Permen No.15 Tahun 2009 tanggal 11 Agustus 2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Perlengkapan Kendali Lampu Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6959.2.3-2003 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [51]

    14 SNI 04-6956.1-2003

    Pemutus sirkit arus sisa tanpa proteksi arus lebih terpadu untuk pemakaian rumah tangga dan sejenisnya (RCCB) - Bagian 1: Umum

    Peraturan Menteri ESDM No.20 Tahun 2012 tentang perubahan atas Permen No.16 Tahun 2009 tanggal 11 Agustus 2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Pemutus Sirkit Arus Sisa Tanpa Proteksi Arus Lebih Terpadu Untuk Pemakaian Rumah Tangga Dan Sejenisnya (RCCB) Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6956.1-2003 masih berlaku

    15 SNI 04-6956.2.1-2005

    Pemutus sirkit arus sisa tanpa proteksi arus lebih terpadu untuk pemakaian rumah tangga dan sejenisnya (RCCB) - Bagian 2-1: Penerapan persyaratan umum RCCB yang berfungsi tak tergantung dari tegangan saluran

    Peraturan Menteri ESDM No.20 Tahun 2012 tentang perubahan atas Permen No.16 Tahun 2009 tanggal 11 Agustus 2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Pemutus Sirkit Arus Sisa Tanpa Proteksi Arus Lebih Terpadu Untuk Pemakaian Rumah Tangga Dan Sejenisnya (RCCB) Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6956.2.1-2005 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [52]

    16 SNI 04-6973.1-2005

    Luminer - Bagian 1: Persyaratan umum dan pengujian

    Peraturan Menteri ESDM No.21 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Permen No.17 Tahun 2009 tanggal 11 Agustus 2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Luminer Sebagai Standar Wajib

    SNI telah diabolisi

    17 SNI 04-6973.2.1-2005

    Luminer - Bagian 2-1: Persyaratan khusus - Luminer magun kegunaan umum

    Peraturan Menteri ESDM No.21 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Permen No.17 Tahun 2009 tanggal 11 Agustus 2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Luminer Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6973.2.1-2005 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [53]

    18 SNI 04-6973.2.2-2005

    Luminer - Bagian 2-2: Persyaratan khusus - Luminer tanam

    Peraturan Menteri ESDM No.21 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Permen No.17 Tahun 2009 tanggal 11 Agustus 2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Luminer Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6973.2.2-2005 masih berlaku

    19 SNI 04-6973.2.3-2005

    Luminer - Bagian 2-3: Persyaratan khusus - Luminer untuk pencahayaan jalan umum

    Peraturan Menteri ESDM No.21 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Permen No.17 Tahun 2009 tanggal 11 Agustus 2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Luminer Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6973.2.3-2005 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [54]

    20 SNI 04-6973.2.5-2005

    Luminer - Bagian 2-5: Persyaratan khusus - Luminer lampu sorot

    Peraturan Menteri ESDM No.21 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Permen No.17 Tahun 2009 tanggal 11 Agustus 2009 Tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Mengenai Luminer Sebagai Standar Wajib

    SNI 04-6973.2.5-2005 masih berlaku

    21 SNI 04-6958-2003 Pemanfaat tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya- Label tanda hemat energi

    - Peraturan Menteri ESDM No.18 Tahun 2014 (utk produk lampu swaballast) dan - Peraturan Menteri ESDM No.7 Tahun 2015 (utk produk AC)

    SNI 04-6958-2003 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [55]

    22 SNI 5015:2011 Pedoman pelaporan Sumberdaya dan Cadangan Batubara

    Peraturan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No.569.K/30/DJB/2015 Tentang Penerapan Standard Nasional Indonesia dan Kode Komite Cadangan Mineral Indonesia dalam Pelaporan Hasil Kegiatan Eksplorasi, Estimasi, Estimasi Sumberdaya, dan Estimasi Cadangan Mineral dan Batubara

    SNI 5015:2011 masih berlaku

    23 SNI 4726:2011 Pedoman pelaporan Sumberdaya dan Cadangan Mineral

    Peraturan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No.569.K/30/DJB/2015 Tentang Penerapan Standard Nasional Indonesia dan Kode Komite Cadangan Mineral Indonesia dalam Pelaporan Hasil Kegiatan Eksplorasi, Estimasi, Estimasi Sumberdaya, dan Estimasi Cadangan Mineral dan Batubara

    SNI 4726:2011 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [56]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [57]

    DIREKTORI SNI WAJIB YANG DIREGULASI OLEH KEMENTERIAN PERTANIAN

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [58]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [59]

    No Nomor SNI Judul SNI Peraturan Pemberlakuan Status SNI

    1 SNI 01-3140.1-2001

    Gula kristal mentah (raw sugar)

    03/Kpts/KB.410/1/2003 SNI 01-3140.1-2001 telah direvisi menjadi SNI 3140.1:2008 dan dilengkapi dengan SNI 3140.1:2008/Amd1: 2011

    2 SNI 6729:2013 Sistem pertanian organik 64/Permentan/OT.140/5/2013 SNI 6729:2013 masih berlaku

    3 SNI 3140.3:2010/ Amd1:2011

    Gula kristal putih 68/Permentan/OT.140/6/2013 SNI 3140.3:2010/Amd1:2011 melengkapi SNI 3140.3:2010

    file:///H:/2.%20PERMEN/GULA%20KRISTAL%20MENTAH%202003.pdf

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [60]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [61]

    DIREKTORI SNI WAJIB YANG DIREGULASI OLEH BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [62]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [63]

    No Nomor SNI Judul SNI Peraturan Pemberlakuan Status SNI

    1 SNI 01-6993-2004 Bahan tambahan pangan pemanis buatan - Persyaratan penggunaan dalam Produk Pangan

    Surat Keputusan Kepala Badan POM RI No.00.05.5.1.4547

    SNI 01-6993-2004 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [64]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [65]

    DIREKTORI SNI WAJIB YANG DIREGULASI OLEH KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [66]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [67]

    No Nomor SNI Judul SNI Peraturan Pemberlakuan Status SNI

    1 SNI 03-7046-2004 Terminal penumpang bandar udara

    KM. 20 Tahun 2005 SNI 03-7046-2004 masih berlaku

    2 SNI 03-7095-2005 Marka dan rambu pada daerah pergerakan pesawat udara di bandar udara

    KM. 21 Tahun 2005 SNI 03-7095-2005 masih berlaku

    3 SNI 03-7094-2005 Rambu-rambu di terminal bandar udara

    KM. 22 Tahun 2005 SNI 03-7094-2005 masih berlaku

    4 SNI 03-7051-2004 Pemberian tanda dan pemasangan lampu halangan (obstacle lights) disekitar bandar udara

    KM. 23 Tahun 2005 SNI 03-7051-2004 masih berlaku

    5 SNI 03-7067-2005 Teknis fasilitas pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKP-PK) di bandar udara

    KM. 24 Tahun 2005 SNI 03-7067-2005 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [68]

    6 SNI 03-7066-2005 Pemeriksaan penumpang dan barang yang diangkut pesawat udara

    KM. 25 Tahun 2005 SNI 03-7066-2005 masih berlaku

    7 SNI 03-7050-2004 Kriteria penempatan Distance Measuring Equipment (DME)

    KM. 26 Tahun 2005 SNI 03-7050-2004 masih berlaku

    8 SNI 03-7097-2005 Peralatan komunikasi darat udara berfrekuensi amat tinggi (VHF-AIR Ground) di bandar udara

    KM. 27 Tahun 2005 SNI 03-7097-2005 masih berlaku

    9 SNI 03-7041-2004 Kriteria penempatan rambu udara tak terarah (Non Directional Beacon/NDB)

    KM. 28 Tahun 2005 SNI 03-7041-2004 masih berlaku

    10 SNI 03-7047-2004 Terminal kargo bandar udara

    KM. 29 Tahun 2005 SNI 03-7047-2004 masih berlaku

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [69]

    11 SNI 03-7048-2004 Kriteria penempatan fasilitas komunikasi darat-udara berfrekuensi amat tinggi (VHF AIR GROUND/VHF-A/G)

    KM. 30 Tahun 2005 SNI 03-7048-2004 masih berlaku

    12 SNI 03-7049-2004 Perancangan fasilitas bagi pengguna khusus di bandar udara

    KM. 31 Tahun 2005 SNI 03-7049-2004 masih berlaku

    13 SNI 03-7040-2004 Kriteria penempatan pemancar sinyal ke segala arah berfrekuensi amat tinggi (VHF omnidirectional range/VOR)

    KM. 32 Tahun 2005 SNI 03-7040-2004 masih berlaku

    14 SNI 03-7112-2003 Kawasan keselamatan operasi penerbangan

    KM. 44 Tahun 2005 SNI 03-7112-2003 telah direvisi menjadi SNI 03-7112-2005 (SK No. 50/KEP/BSN/05/2005)

    http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7079http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7079http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7079http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7079

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [70]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [71]

    DIREKTORI SNI WAJIB YANG DIREGULASI OLEH KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM*

    *Sekarang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [72]

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [73]

    No Nomor SNI Judul SNI Peraturan Pemberlakuan Status SNI

    1 SNI 03-1728-1989 Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung

    PERMEN Pekerjaan Umum No. 66/PRT/1993 tanggal 23 Oktober 1993 tentang Persyaratan Teknis Penyelenggaraan bangunan Industri Dalam Rangka Penanaman Modal

    SNI 1728-1989 masih berlaku

    2 SNI 03-1748-1989 Tata Cara Pemasangan Hidaran

    PERMEN Pekerjaan Umum No. 66/PRT/1993 tanggal 23 Oktober 1993 tentang Persyaratan Teknis Penyelenggaraan bangunan Industri Dalam Rangka Penanaman Modal

    SNI 1748-1989 masih berlaku

    3 SNI 03-1726-2002 Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk rumah dan gedung

    PERMEN PU No. 29/PRT/M/2006 tanggal 1 Desember 2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan dan Gedung

    SNI 03-1726-2002 telah direvisi menjadi SNI 1726:2012 (SK No. 220/KEP/BSN/12/2012)

    http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/14568http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/14568http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/14568http://sisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/14568

  • Direktori SNI Wajib 2015 | Badan Standardisasi Nasional

    [74]

    4 SNI 03-1727-1989 Tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung

    PERMEN PU No. 29/PRT/M/2006 tanggal 1 Desember 2006 tentang Pedoman Pers