daftar pustaka

Download daftar pustaka

Post on 14-Jul-2016

9 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

dc

TRANSCRIPT

BAB 4

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangASI merupakan makanan pertama dan utama bagi bayi yang bernilai gizi tinggi serta terjangkau. Pola pemberian ASI yang dianjurkan ialah pemberian ASI segera atau 30 menit hingga satu jam setelah melahirkan, selanjutnya pemberian ASI saja atau menyusui secara ekslusif hingga bayi usia enam bulan dan pemberian makanan tambahan setelah umur enam bulan serta tetap memberian ASI diteruskan sampai umur dua tahun. 1,2

Kejadian diare dapat terjadi 3-14 kali lebih tinggi pada anak-anak yang diberi susu formula dibandingkan dengan anak yang hanya diberi ASI. Memberikan ASI kepada bayi anda bukan saja memberikan kebaikan bagi bayi tapi juga keuntungan untuk ibu, proses menyusui menguntungkan ibu dengan terdapatnya lactational infertility, hingga memperpanjang child spacing.2,

Salah satu penyebab rendahnya pemberian ASI eksklusif yaitu kurangnya pengetahuan ibu yang berdampak pada perilaku ibu dalam menyusui. Untuk mengubah perilaku ibu dalam pemberian ASI tersebut diperlukan banyak upaya, salah satunya melalui pendidikan kesehatan (Penkes). Pemberian Penkes tentang ASI eksklusif mampu merubah perilaku, sikap ibu dalam menyusui dan dapat menambah pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif. 3,4

1.2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang diatas, maka disusun rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimanakah gambaran tingkat pengetahuan dan sikap ibu mengenai ASI eksklusif sebelum dan setelah diberikan penyuluhan di posyandu Leuhan dibawah area kerja Puskesmas Johan Pahlawan?

1.3 Tujuan Penelitian1.3.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan ASI eksklusif terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil wilayah kerja Puskesmas Johan Pahlawan khususnya di posyandu Leuhan.

1.3.2. Tujuan Khusus 1. Mengidentifikasi pengetahuan responden tentang ASI Eksklusif. 2. Mengidentifikasi sikap responden tentang ASI Eksklusif.3. Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan ASI ekskusif terhadap pengetahuan ibu.4. Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan ASI eksklusif terhadap sikap ibu.

1.4 Manfaat Penelitian1. Sebagai bahan masukan bagi puskesmas dalam upaya peningkatan cakupan program2. Sebagai sumber informasi untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian ASI Eksklusif. 3. Mempromosikan tentang pentingnya pemberian ASI Eksklusif, dan saran yang membangun untuk penelitian selanjutnya.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Air Susu Ibu (ASI)2.1.1 Pengertian ASIAir Susu Ibu adalah suatu emulsi dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang disekresi oleh kalenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayi yang mengandung nutrisi-nutrisi dasar dan elemen dengan jumlah yang sesuai, untuk pertumbuhan bayi yang sehat.ASI tidak memberatkan fungsi traktus digestivus dan ginjal yang belum berfungsi baik pada bayi yang baru lahir. Karena ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yangmasih rentan, bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan fisik yang optimum. 1,4

2.1.2 Volume ASI Pada minggu bulan terakhir kehamilan, kelenjar-kelenjar pembuat ASImulai menghasilkan ASI. Apabila tidak ada kelainan, pada 4 hari pertama sejakbayi lahir akan dapat menghasilkan 100-300 ml ASI dalam sehari, dari jumlah ini akan terusbertambah sehingga mencapai sekitar 300-450 ml/hari pada waktu bayi mencapaiusia minggu kedua. Pada hari ke 10 sampai seterusnya volume bervariasi yaitu 300850 ml/hari tergantung pada besarnya stimulasi saat laktasi. Volume ASI pada tahun pertama adalah 400850 ml/hari, tahun kedua 200400 ml/hari, dan sesudahnya 200 ml/hari. 4

2.1.3 Komposisi ASIKomposisi ASI berubah menurut stadium penyesuaian sesuai dengan kebutuhan bayi pada saat itu. ASI yang dihasilkan sampai minggu pertama (kolostrum) komposisinya berbeda dengan ASI yang dihasilkan kemudian (ASI peralihan dan ASI matur). ASI yang dihasilkan ibu yang melahirkan kurang bulan komposisinya berbeda dengan ASI yang dihasilkan oleh ibu melahirkan cukup bulan. Demikian pula komposisi ASI yang dihasilkan saat bayi mulai menyusui dan akhir fase menyusui.

Menurut stadium laktasinya, terdapat tiga bentuk ASI dengan karakteristik dan komposisi berbeda yaitu:a. Stadium Kolostrum Di sekresi pada 4 hari pertama setelah persalinan yang diproduksi sebesar 150300 ml/hari. Komposisi kolostrum ASI lebih banyak mengandung protein dibandingkan ASI matur, tetapiberlainan dengan ASI matur dimana protein yang utama adalah casein, pada kolostrum protein yang utama adalah globulin, khususnya tinggi dalam level immunoglobulin A (IgA), yang membantu melapisi usus bayi yang masih rentan dan mencegah kuman memasuki bayi. IgA ini juga mencegah alergi makanan. Kolostrum juga berfungsi sebagai pencahar (pembersih usus bayi) yang membersihkan mekonium sehingga mukosa usus bayi yang baru lahir segera bersih dan siap menerima makanan selanjutnya. Jumlah energi dalam kolostrum hanya 58 kalori/100 mlb. ASI transisi / peralihan ASI yang diproduksi pada hari ke 5 sampai pada hari ke 10. Jumlah volume ASI semakin meningkat tetapi komposisi protein semakin rendah, sedangkan lemak dan hidrat arang semakin tinggi, hal ini untuk memenuhi kebutuhan bayi karena aktivitas bayi yang mulai aktif dan bayi sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan. Pada masa ini pengeluaran ASI mulai stabil.c. ASI matang / maturadalah ASI yang dikeluarkan pada hari ke 10 sampai seterusnya dengan volume bervariasi yaitu 300850 ml/hari tergantung pada besarnya stimulasi saat laktasi. ASI matur merupakan nutrisi bayi yang terus berubah disesuaikan dengan perkembangan bayi sampai 6 bulan. Setelah 6 bulan bayi mulai dikenalkan dengan makanan pendamping selain ASI.4,5,6

2.1.4 Zat Gizi dalam ASI1. Karbohidrat Karbohidrat dalam ASI yang utama adalah laktosa, yang jumlahnya berubah-ubah setiap hari menurut kebutuhan tumbuh kembang bayi. Misalnya hidrat arang dalam kolustrum untuk tiap 100 ml ASI adalah 5,3 gram, dan dalam ASI peralihan 6,42 gram, ASI hari ke 9 adalah 6,72 gram; ASI hari ke 30 adalah 7 gram. Rasio jumlah laktosa dalam ASI dan PASI adalah 7:4 yang berarti ASI terasa lebih manis dibandingkan dengan PASI, kondisi ini yang menyebabkan bayi yang sudah mengenal ASI dengan baik cenderung tidak mau minum PASI.Produk dari laktosa adalah galaktosa dan glukosamin. Galaktosa merupakan nutrisi vital untuk pertumbuhan jaringan otak dan juga merupakan nutrisi medula spinalis, yaitu untuk pembentukan myelin (pembungkus sel saraf). Laktosa meningkatkan penyerapan kalsium dan magnesium yang sangat penting untuk pertumbuhan tulang, terutama pada masa bayi untuk proses pertumbuhan gigi dan perkembangan tulang. Hasil pengamatan yang dilakukan terhadap bayi yang mendapat ASI ekslusif menunjukkan rata-rata pertumbuhan gigi sudah terlihat pada bayi berumur 5 atau 6 bulan, dan gerakan motorik kasarnya lebih cepat. Laktosa oleh fermentasi di dalam usus akan diubah menjadi asam laktat. Asam laktat ini membuat suasana di usus menjadi lebih asam. Kondisi ini sangat menguntungkan karena akan menghambat pertumbuhan bakteri yang berbahaya dan menjadikan tempat yang subur bagi bakteri usus yang baik yaitu lactobacillus bifidus karena proses pertumbuhan dibantu oleh glukosamin.

2. ProteinProtein dalam ASI merupakan bahan baku pada pertumbuhan dan pekembangan bayi. Protein ASI sangat cocok karena unsur protein didalamnya hampir seluruhnya terserap oleh sistem pencernaan bayi. Hal ini disebabkan karena protein ASI merupakan kelompok protein Whey, protein yang sangat halus, lembut, dan mudah dicerna sedangkan komposisi protein yang ada di dalam susu sapi adalah kasein yang kasar bergumpal dan sangat sukar dicerna oleh bayi.

3. LemakJenis lemak yang ada dalam ASI mengandung lemak rantai panjang yang merupakan lemak kebutuhan sel jaringan otak dan sangat mudah dicerna serta mempunyai jumlah yang cukup tinggi. Docosahexaenoic acid (DHA) dan Arachidonic acid (AA) merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak (myelinasi) yang optimal. Jumlah DHA dan AA dalam ASI sangat mencukupi untuk menjamin pertumbuhan dan kecerdasan anak. Selain itu DHA dan AA dalam tubuh dapat disintesa dari substansi prekusornya yaitu asam linolenat (Omega 3) dan asam linoleat (Omega 6). Sumber utama kalori dalam ASI adalah lemak. Walaupun kadar lemak dalam ASI tinggi tetapi mudah diserap oleh bayi karena trigliserida dalam ASI lebih dulu dipecah menjadi asam lemak dan gliserol oleh enzim lipase dalam ASI.

4. MineralZat besi dan kalsium didalam ASI merupakan mineral yang sangat stabil dan jumlahnya tidak dipengaruhi oleh diet ibu. Walaupun jumlah kecil tidak sebesar susu sapi tetapi dapat diserap secara keseluruhan dalam usus bayi. Berbeda dengan susu sapi yang jumlahnya tinggi namun sebagia besar harus dibuang melalui sistem urinaria maupun pencernaan karena tidak dapat dicerna. Kadar mineral yang tidak dapat diserap akan memperberat kerja usus bayi untuk mengeluarkan, menganggu keseimbangan dalam usus bayi, dan meningkatkan pertumbuhan bakteri yang merugikan yang akan mengakibatkan kontraksi usus bayi tidak normal sehingga bayi kembung, gelisah karena konstipasi atau gangguan metabolisme.

5. Vitamin Vitamin K yang berfungsi sebagai katalisator pada proses pembekuan darah terdapat dalam ASI dalam jumlah yang cukup. Namun pada minggu pertama usus bayi belum mampu membentuk vitamin K, sedangkan bayi setelah persalinan mengalami pendarahan perifer yang perlu dibantu dengan pemberian vitamin K untuk proses pembekua darah. Dalam ASI vitamin A, D, C ada dalam jumlah yang cukup, sedangkan golongan vitamin B kecuali riboflavin dan pantotenik sangat kurang. Tetapi tidak perlu ditambahkan karena bisa diperoleh dari menu yang dikonsumsi ibu.7

2.2 ASI Eksklusif2.

Recommended

View more >