css gangguan kecemasan

Click here to load reader

Download CSS Gangguan Kecemasan

Post on 13-Dec-2015

28 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

CSS GANGGUAN KECEMASAN

TRANSCRIPT

  • Gangguan KecemasanDila LarasatiErva Monica SaputroNarjis Khameneii Amizah Hamzah

    Preseptor: Tuti Kurnianingsih, dr., SpKJ

  • KECEMASAN NORMALSensasi kecemasan sering dialami oleh hampir semua manusia. Perasaan tersebut ditandai oleh rasa ketakutan yang difus, tidak menyenangkan, dan samar-samar, seringkali disertai oleh gejala :

  • Manifestasi Perifer dari KecemasanDiarePusing, melayang Hiperhidrosis Hiperrefleksia Hipertensi Palpitasi Midriasis pupilGelisah (misalnya, mondar-mandir) SinkopTakikardiaRasa kesemutan di anggota gerakTremorUpset stomach(butterflies)Frekuensi urin, hesitansi, urgensi

  • Ketakutan dan KecemasanRasa takut adalah respon dari suatu ancaman yang asalnya diketahui, eksternal, jelas, atau bukan bersifat konflik; Kecemasan adalah respon terhadap suatu ancaman yang sumbernya tidak diketahui, internal, samar-samar, atau konfliktual.

  • Fungsi Adaptif dari KecemasanKecemasan segera mengarahkan seseorang untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah ancaman atau meringankan akibatnya

  • Stres dan KecemasanSuatu peristiwa dirasakan dapat menyebabkan stres adalah tergantung pada sifat peristiwa dan kekuatan seseorang, pertahanan psikologis, dan mekanisme mengatasinya(coping mechanism)Seseorang yang egonya berfungsi dengan baik adalah dalam keseimbangan adaptif dengan dunia eksternal maupun internal; Jika ego tidak berfungsi dengan tepat dan ketidakseimbangan yang dihasilkannya berlangsung cukup lama, orang mengalami kecemasan kronis.

  • Baik ketidakseimbangan eksternal, antara tekanan dunia luar dan ego seseorang, atau ketidakseimbangan internal, antara impuls pasien (contoh: impuls agresif, seksual, dan ketergantungan) dan kesadaran, akan menghasilkan suatu konflik.

  • Gejala Kecemasankecemasan mempengaruhi berpikir, persepsi, dan belajar. Kecemasan cenderung menghasilkan kebingungan dan distorsi persepsi, tidak hanya pada ruang dan waktu tetapi pada orang dan arti peristiwa

  • KECEMASAN PATOLOGISTeori:PsikoanalitikperilakuEksistansial

  • PsikoanalitikFreud menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu sinyal kepada ego bahwa suatu dorongan yang tidak dapat diterima menekan untuk mendapatkan perwakilan dan pelepasan sadar Sebagai suatu sinyal, kecemasan menyadarkan ego untuk mengambil tindakan defensif terhadap tekanan dari dalam

  • PerilakuTeori perilaku menvatakan bahwa kecemasan adalah suatu respon yang dibiasakan terhadap stimuli lingkungan spesifik.

  • Eksistansial

    Konsep inti dari teori eksistansional adalah bahwa seseorang menjadi menyadari adanya kehampaan yang menonjol didalam dirinya, perasaan yang mungkin lebih mengganggu daripada penerimaan kematian mereka yang tidak dapat dihindari. Kecemasan adalah respon seseorang terhadap kehampaan eksistansi dan arti yang berat tersebut.

  • Teori BiologisSistem saraf otonomNeurotransmiter

  • Sistem saraf otonomStimulasi sistem saraf otonom menyebabkan gejala tertentu kardiovaskular (sebagai contohnya, takikardia), muskular (sebagai contohnya, nyeri kepala)diperkirakan bahwa kecemasan sistem saraf pusat mendahului manifestasi perifer dari kecemasan

  • Neurotransmiter

    Norepinefrinserotoningamma-aminobutyric acid (GABA)

  • NorepinefrinPenelitian pada manusia menunjukkan bahwa, pada pasien dengan gangguan panik, agonis adrenergik-beta-sebagai contohnya, isoproterenol dan antagonis adrenergik-alfa2 sebagai contohnya,dapat mencetuskan serangan panik parah dan sering. Sebaliknya, clonidine, suatu agonis adrenergikalfa2, menurunkan gejala hecemasan pada beberapa situasi percobaan clan terapetik. Temuan yang kurang konsisten adalah bahwa pasien dengan gangguan kecemasan, khususnya gangguan panik: memiliki kadar metabolit noradrenergik yaitu 3-methoxy-4-hydroxyphenylgiycol (MHPG) dalam CSF dan urin yang meninggi.

  • Serotoninpengamatan bahwa antidepresan serotonergik memiliki efek terapetik pada beberapa gangguan kecemasan Beberapa laporan menyatakan bahwa m-chlorophenylpiperazine (mCPP), suatu obat dengan efek serotonergik dan nonserotonergik yang multipel, dan fenfluramine (Pondimin), yang menyebabkan pelepasan serotonin, memang menyebabkan peningkatan kecemasan

  • Gamma-Aminobutyric acid (GABA) benzodiazepine yang tidak dapat dipungkiri, yang meningkatkan aktivitas GABA pada reseptor GABA-A, di dalam pengobatan, beberapa jenis gangguan kecemasan peneliti.menghipotesiskan bahwa beberapa pasien dengan gangguan kecemasan memiliki fungsi reseptor GABA yang abnormal, walaupun hubungan tersebut belum terbukti secara langsung.

  • Penelitian pencitraan otak. Penelitian struktural sebagai contohnya, pemeriksaan tomografi komputer (CT) dan pencitraan resoiiansi magnetik (MRI) kadang-kadang menemukan suatu peningkatan ukuran ventrikel serebral tomografi komputer emisi foton tunggal (SPECT (EEG) pada pasien dengan gangguan kecemasan telah secara beragam melaporkan adanya kelainan di korteks frontalis

  • Penelitian genetikaPenelitian genetika telah menghasilkan data yang kuat bahwa sekurangnya suatu komponen genetika berperan terhadap perkembangan gangguan kecemasan. Hampir separuh dari semua pasien dengan gangguan panik memiliki sekurangnya satu sanak saudara yang menderita gangguan cemas

  • Pertimbangan neuroanatomis Sistem limbikKorteks serebral frontalis

  • Gangguan Panik

  • Gangguan panik adalah ditandai dengan terjadinya serangan panik yang spontan dan tidak diperkirakan. Serangan panik adalah periode kecemasan atau ketakutan yang kuat dan relatif singkat (biasanya kurang dari satu tahun), yang disertai oleh gejala somatik tertentu seperti palpitasi dan takipneaGangguan panik seringkali disertai dengan agorafobia, yaitu ketakutan berada sendirian di tempat-tempat publik (sebagai contohnya, supermarket) agorafobia hampir selalu berkembang sebagai suatu komplikasi pada pasien yang memiliki gangguan panik.

  • EPIDEMIOLOGIPenelitian epidemiologis telah melaporkan prevalensi seumur hidup untuk gangguan panik adalah 1,5 sampai 3 persen dan untuk serangan panik adalah 3 sampai 4 persen.Wanita adalah dua sampai tiga kali lebih sering' terkena daripada laki-laki, paling sering berkembang pada dewasa muda - usia rata-rata timbulnya adalah kira-kira 25 tahunPrevalensi seumur hidup agorafobia telah dilaporkan sebagai terentang antara terendah 0,6 persen sampai 6 persen.

  • ETIOLOGIFaktor BiologisFaktor GenetikaFaktor Psikososial

  • Faktor BiologisHipotesis hasil penelitian menyebutkan bahwa gangguan panik melibatkan regulasi sistem saraf perifer dan pusat di dalam patofisiologi gangguan panik (peningkatan tonus simpatetik). Sistem neurotransmitter utama yang terlibat adalah norepinefrin, serotonin, dan gamma-aminobutyric acid (GABA).

  • Faktor GenetikaAdanya peningkatan risiko gangguan panik sebesar empat sampai delapan kali lipat pada sanak saudara derajat pertama pasien dengan gangguan panik dibandingkan dengan sanak saudara derajat pertama dari pasien dengan gangguan psikiatrik lainnya.

  • Faktor PsikososialTeori kognitif perilakuTeori perilaku menyatakan bahwa kecemasan adalah suatu respon yang dipelajari baik dari perilaku modeling orang tua atau melalui proses pembiasaan klasik.

  • DiagnosisKriteria diagnosis DSM-5 untuk gangguan

  • Diagnosis BandingGangguan medis : Infark miokard, kelainan tiroid, paratiroid, adrenal, intoksikasi obat, gangguan saraf perifer atau sentral.Gangguan mental : Pura pura, gangguan buatan, hipokondriasis, gangguan depersonalisasi, fobia sosial dan spesifik, gangguan stress paskatraumatik, gangguan somatoform, gangguan depresif dan skizofrenia

  • Perjalanan Penyakit dan Prognosis

    Gangguan panik biasanya memiliki onset selama masa remaja akhir atau masa dewasa awal, walaupun onset selama anak anak, remaja awal, dan usia pertengahan dapat terjadi. Pada umumnya gangguan panik adalah suatu gangguan kronis. Frekuensi dan keparahan serangan panik mungkin berfluktuasi. Serangan panik dapat terjadi beberapa kali sehari atau kurang dari satu kali dalam sebulan.

  • Depresi dapat mempersulit gambaran gejala pada kira kira 40 80 % dari semua pasien. Walaupun pasien tidak cenderung berbicara tentang gagasan bunuh diri, mereka berada dalam risiko yang meninggi untuk melakukan bunuh diri. Prestasi di sekolah dan pekerjaan dan interaksi keluarga seringkali terganggu. Pasien dengan fungsi pramorbid yang baik dan lama, gejala yang singkat cenderung memiliki prognosis yang baik

  • TerapiFarmakoterapiObat trisiklik (clomipramine dan imipramine) dan tetrasiklik, inhibitor monoamine oksidase (MAOIs : phenelzine , tranylcypromine), inhibitor ambilan kembali spesifik serotonin (SSRIs : fluoxetine, sertraline, paroxetine), dan benzodiazepine adalah efektif di dalam pengobatan gangguan panik..

  • Terapi Kognitif dan PerilakuDua pusat utama terapi kogitif untuk gangguan panik adalah instruksi tentang kepercayaan salah dari pasien dan informasi tentang serangan panik. Relaksasi, latihan pernafasan

  • AGORAPHOBIA

  • Agoraphobia berasal dari kata agora dan phobos dalam bahasa Yunani yang artinya fear of the marketplace. Agoraphobia adalah rasa takut atau cemas terhadap suatu tempat yang sulit untuk keluar dari tempat tersebut. Seseorang akan merasa takut bila terkena serangan panik mendadak di tempat umum sehingga orang tersebut cenderung akan mengurung diri.

  • EpidemiologiBerdasarkan DSM-5 usia diatas 65 tahun memiliki prevalensi 0.4 persen mengalami agoraphobia. 50% penderita agoraphobia juga memiliki gangguan panik, dan biasanya agoraphobia muncul setelah adanya kejadian traumatis.

  • Diagnosis dan Gejala Klinis

  • Diagnosis Banding

    Mayor depresif diso