chapter ii

Click here to load reader

Post on 07-Jul-2015

98 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. 1.

Organisasi Nirlaba Defenisi Organisasi Nirlaba Organisasi Nirlaba sering juga disebut dengan istilah organisasi nonprofit atau

organisasi nonbisnis. Jika dilihat dari istilah nirlaba, maka dapat kita lihat bahwa organisasi nirlaba ini didirikan dengan alasan-alasan di luar daripada usaha memperoleh laba untuk para pemilik atau investor. Menurut J. Salusu yang menyatakan bahwa organisasi nonprofit adalah organisasi atau badan yang tidak menjadikan keuntungan sebagai motif utamanya dalam melayani masyarakat. Atau disebut juga sebagai korporasi yang tidak membagikan keuntungan sedikitpun kepada para anggota, karyawan serta eksekutifnya. 2. Karakteristik Organisasi Nirlaba Dalam ruang lingkup PSAK No. 45 (2004 : Pr.01), dikatakan bahwa sebuah organisasi nirlaba harus memenuhi karakeristik sebagai berikut : a. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan b. Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan kalau suatu entitas menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut c. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, 5

Universitas Sumatera Utara

dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikantersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuidasi atau pembubaran entitas.

Menurut Anthony dan Young, karakteristik umum sebuah organisasi nirlaba adalah sebagai berikut : a. b. c. d. e. Tidak bermotif mencari keuntungan Adanya pertimbangan khusus dalam pembebanan pajak Ada kecenderungan berorientasi semata-mata pada pelayanan Banyak mengahadapi kendala yang besar pada tujuan dan strategi Kurang banyak menggantungkan diri pada kliennya untuk mendapatkan bantuan keuangan f. Dominasi pfofesional g. Pengaruh politik biasanya memainkan peranan yang sangat penting

Dari penjelasan diatas secara umum yang dikatakan organisasi nirlaba yaitu organisasi yang tidak mempunyai motif untuk mencari keuntungan. Inilah yang membedakan organisasi bisnis lainnya. Selain perbedaan, terdapat persamaan karakteristik dengan organisasi bisnis lainnya yaitu salah satunya merupakan bagian yang integral dari sistem perekonomian yang sama dan memanfaatkan sumber daya serupa dalam rangka mencapai tujuan,

3.

Klasifikasi Organisasi Nirlaba Menurut Rosenbaum (1996 : hal. 15), pengategorian organisasi adalah

berdasarkan sumber dana, yaitu : a. Komersial, yaitu organisasi yang dibiayai oleh laba atau keuntungan dari kegiatannya b. Pemerintahan, yaitu organisasi yang dibiayai oleh masyarakat lewat pajak dan retribusi 6

Universitas Sumatera Utara

c. Organisasi Nirlaba, yaitu organisasi yang dibiayai oleh masyarakat lewat donasi atau sumbangan

Dari pengklasifikasian diatas, yayasan (termasuk LSM) yang mendapatkan donasi dari lembaga donor luar negeri termasuk kategori lembaga nirlaba donasi. Yayasan yang mendirikan sekolah atau rumah sakit termasuk golongan lembaga nirlaba yang komersial karena pendapatannya diperolehdari pemakai jasanya. Menurut Kotler (2003 : hal.23), organisasi nirlaba dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Badan pemerintahan yang dibentuk dengan Undang-Undang dan diberi wewenang untuk memberi pelayanan dan memungut pajak b. Organisasi nonprofit swasta atau sektor independen yang biasanya beroperasi sebagai organisasi bebas pajak, tetapi diorganisir di luar wewenang pemerintah dan perundang-undangan. Organisasi itu mungkin bergerak di bidang pendidikan, pelayanan kemanusiaan, perdagangan, atau perhimpunan profesi c. Organisasi swasta kuasi-pemerintah yang dibentuk dengan wewenang legislatif dan biasanya diserahi monopoli yang terbatas untuk memberikan pelayanan atau menyediakan barang kebutuhan tertentu kepada kelompok-kelompok masyarakat. Organisasi umumnya bergerak di bidang utilitas, seperti listrik, air, dan gas.

Pengategorian lain menurut Priyono (1996 : hal. 30-32) tentang organisasi nirlaba di Indonesia membaginya menjadi empat golongan besar sebagai berikut : a. Lembaga keagamaan termasuk lembaga yang bergerak dibidang keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah b. Organisasi kesejahteraan sosial seperti BKKBN (Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Nasional) c. Organisasi kemasyarakatan termasuk dalam golongan ini adalah organisasi sosial yang berdasarkan profesi seperti Organisasi Keluarga Berencana Indonesia d. Lembaga swadaya masyarakat mencakup yayasan-yayasan amal dan filantropis, asosiasi kepentingan khusus. 7

Universitas Sumatera Utara

Pengkategorian yang berbeda-beda menggambarkan organisasi nirlaba bergerak dalam berbagai variasi bentuk kegiatan. Beberapa fokus kegiatan advokasi dan pendampingan masyarakat, sedangkan yang lainnya terjun ke implementasi program untuk secara langsung menyelesaikan suatu isu yang berkembang. Berawal dari organisasi nirlaba yang mengurusi kebutuhan dasar seperti peningkatan pendapatan masyarakat, kini sudah merambah ke arah persamaan hak, kesadaran berdemokrasi, dan lainnya.

B. 1.

Akuntansi Keuangan Organisasi Nirlaba Siklus Akuntansi Organisasi Nirlaba Siklus akuntansi organisasi nirlaba sama dengan siklus akuntansi pada

organisasi bisnis. Siklus akuntansi diawali dengan menganalisis serta menjurnal transaksi dan diakhiri dengan neraca saldo setelah penutupan. Hasil terpenting dari siklus akuntansi adalah laporan keuangan.

8

Universitas Sumatera Utara

Langkah-langkah dalam siklus akuntansi terlihat pada gambar dibawah ini : Gambar 1. Siklus Akuntansi TAHAP PENCATATANStep 1 Dokumen transaksi diterima atau disiapkan Step 2 Transaksi dicatat dalam jurnal Step 3 Transaksi jurnal diposting ke perkiraan masing-masing

TAHAP PERINGKASAN

Step 4 Perkiraan disusun dalam neraca percobaan

Step 5 Memasukkan penyesuaian yang diperlukan

Step 6 Pembuatan laporan keuangan

Step 7 Pembuatan jurnal penutup

Step 8 Membuat jurnal pembalik

Dikutip dari: Cara Mudah Memahami Akuntansi, Pahala Nainggolan, PPM Jakarta 2003

9

Universitas Sumatera Utara

2.

Metode Pencatatan Organisasi Nirlaba Dalam akuntansi terdapat metode pencatatan yang membedakan cara

pencatatan pendapatan dan biaya dalam laporan pendapatan dan biaya organisasi nirlaba secara signifikan. Adapun metode tersebut adalah : a. Cash Basis (basisi kas) Pengertian biaya menurut basis kas adalah seluruh pengeluaran yang dibayar oleh organisasi nirlaba. Dengan demikian, total biaya yang dilaporkan pada suatu periode adalah total pengeluaran yang tercatat pada buku bank organisasi nirlaba. Pengertian pendapatan adalah seluruh penerimaan uang kas oleh organisasi nirlaba. Pada akhirnya, surplus atau defisit merupakan selisih antara pendapatan dengan biaya. Bila digunakan basis kas, dapat diketahui secara cepat dengan menghitung berapa saldo kas yang ada pada akhir periode b. Accrual Basis (basis akrual) Basis akrual melakukan pencatatan berdasarkan apa yang seharusnya menjadi pendapatan dan biaya organisasi nirlaba pada suatu periode. Apa yang seharusnya menjadi pendapatan organisasi nirlaba adalah semua pendapatan yang telah menjadi hak organisasi nirlaba terlepas apakah hak ini telah diwujudkan dalam bentuk penerimaan kas atau tidak

10

Universitas Sumatera Utara

C. 1.

Laporan Keuangan Tujuan Pelaporan Organisasi Nirlaba Dalam PSAK No. 45 (2004 : Pr.06) dinyatakan bahwa tujuan utama dari

pembuatan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang relevan untuk memenuhi kepentingan para penyumbang, anggota organisasi, kreditur, dan pihak lain yang menyediakan sumber daya bagi organisasi nirlaba. Secara lebih rinci dijelaskan pula bahwa tujuan laporan keuangan organisasi nirlaba, termasuk catatan atas laporan keuangan, adalah untuk menyajikan informasi mengenai : 1. jumlah dan sifat aktiva, kewajiban, dan aktiva bersih suatu organisasi; 2. pengaruh transaksi, peristiwa dan situasi lainnya yang mengubah nilai dan sifat aktiva bersih 3. jenis dan jumlah arus masuk arus keluar sumber daya dalam satu periode dan berhubungan antara keduanya 4. cara suatu organisasi mendapatkan dan membelanjakan kas, memperoleh pinjaman dan melunasi pinjaman, dan factor lainnya yang berpengaruh pada likuiditasnya; dan 5. usaha jasa suatu organisasi

Setiap laporan keuangan menyediakan informasi yang berbeda, dan informasi dalam suatu laporan keuangan biasanya melengkapi informasi dalam laporan keuangan yang lain. Dalam exposure draft FASB tentang tujuan pelaporan keuangan oleh organisasi non-bisnis, yang diterbitkan pada tanggal 15 September 1980, menyatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan khusus pemakai informasi organisasi non-bisnis, laporan keuangan organisasi nirlaba disusun dengan tujuan sebagai berikut :

11

Universitas Sumatera Utara

a. b. c. d.

Informasi berguna dalam membuat keputusan alokasi sumber daya Informasi berguna untuk menilai jasa dan kemampuan untuk menyediakan jasa Informasi berguna untuk menilai pekerjaan manajemen dan kinerja Informasi tentang sumber daya ekonomi, kewajiban, sumber daya bersih, dan beban e. Kinerja organisasi f. Likuiditas g. Penjelasan manajer dan interpretasi

2.

Jenis Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba Laporan keuangan organisasi nirlaba terdiri dari :

a. Laporan posisi keuangan Laporan posisi keuangan identik dengan neraca (balance sheet) pada perusahaan komersial. Tujuan dari laporan posisi keuangan adalah menyediakan informasi mengenai aktiva, kewajiban, dan aktiva bersih organisasi nirlaba pada satu titik waktu tertentu dan menyajikan hubungan di antara unsure-unsur yang membentuknya. b. Laporan aktivitas