cara berwudhu nabi muhammad saw

Click here to load reader

Post on 04-Aug-2015

120 views

Category:

Spiritual

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. 1 MAKALAH TATA CARA BERWUDHU MENURUT NABI MUHAMMAD SAW Nama Kelompok : 1. Faisal Agus 12131046 2. Anang Febrianto 12130918 3. Panji Biru 12132689 4. Hadwi Septafandhi 12130920 5. Rian Pambudi 12133396 Kelas: 12.2A.09 JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA Mata Kuliah : Pendidikan Agama Islam 2. 2 KATA PENGANTAR Puji Syukur hanya milik Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kasih sayang Nya dan meluangkan waktu kepada kami untuk menyelesaikan makalah Pendidikan Agama Islam yang berjudul " Tata Cara Berwudhu Menurut Tuntunan Nabi Muhammad Saw.". Makalah tentang tata cara berwudhu menurut tuntunan Nabi Muhammad Saw. ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Agama Ialam. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memberikan informasi lebih jauh tentang tata cara berwudhu menurut tuntunan Nabi Muhammad Saw. Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Hal itu dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata, kami memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak kesalahan. 3. 3 DAFTAR ISI Kata Pengantar 2 Daftar Isi 3 BAB I PENDAHULUAN 4 A. Latar Belakang 4 B. Rumusan Masalah 5 C. Tujuan 5 BAB II PEMBAHASAN 6 A. Pengertian Wudhu 6 B. Syarat-syarat Wudhu 6 C. Tata Cara Wudhu 6 D. Sunnah Wudhu 16 E. Hal-hal yang Membatalkan Wudhu 22 F. Hadits-hadits Tentang Wudhu 24 BAB III PENUTUP 28 A. Kesimpulan 29 B. Saran 30 DAFTAR PUSTAKA ..............33 4. 4 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dikarenakan wudhu adalah ibadah yang sangat agung yang merupakan syarat sah ibadah shalat seseorang. Wudhu merupakan bukti keimanan yang tak terlihat secara kasat mata. Mirip dengan orang yang berpuasa. Tak ada orang yang menjaga wudhunya kecuali karena alasan keimanan. Wudhu telah ditetapkan berdasarkan Alquran, as-sunnah, dan ijma, Yang menjadi dasar Al-quran adalah firman Allah SWT , Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan 5. 5 kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al Maidah :6) Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, kemudian dia membasuh wajahnya maka akan keluar dari wajahnya bersama air itu -atau bersama tetesan air yang terakhir- segala kesalahan yang dia lakukan dengan pandangan kedua matanya. Apabila dia membasuh kedua tangannya maka akan keluar dari kedua tangannya bersama air itu -atau bersama tetesan air yang terakhir- segala kesalahan yang dia lakukan dengan kedua tangannya. Apabila dia membasuh kedua kakinya maka akan keluar bersama air -atau bersama tetesan air yang terakhir- segala kesalahan yang dia lakukan dengan kedua kakinya, sampai akhirnya dia akan keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa. (HR. Muslim dalam Kitab at-Thaharah) B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana tata cara berwudhu ? 2. Hadist yang menjelaskan tentang berwudhu ? C. Tujuan Tujuan membuat makalah ini selain daripada untuk melengkapi tugas, juga yang paling sangat pentingnya yaitu untuk bahan belajar dan untuk menambah wawasan pengetahuan kami dan semua orang yang membaca makalah ini. 6. 6 BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian wudhu Berwudhu adalah mensucikan bagian tubuh terhadap hadast kecil sebelum melaksanakan ibadah kepada Allah SWT, berwudhu biasanya dilakukan dengan menggunakan air bersih, mengalir dan tidak berbauh serta tidak berubah warna airnya. Tetapi air dapat diganti dengan debuh apabila keadaan tidak memungkinkan yang biasanya disebut sebagai tayamum, Misalnya seperti sakit tidak boleh terkena air atau memang bahkan sama sekali tidak ada air. B. Syarat-syarat wudhu Wudhu mempunyai syarat-syaratnya yang sebagiannya merupakan syarat-syarat ibadah yang lainnya juga. Yaitu Islam, berakal, tamyyiz, niat, menggunakan air yang suci, menghilangkan apa yang dapat menghalangi sampainya air ke kulit, seperti tanah, cat, dan yang lainnya. C. Tata cara wudhu Cara Berwudhu Nabi Muhammad SAW : 1. Pertama, siapkan air yang suci, kemudian berniat untuk berwudhu dengan tujuan melaksanakan kewajiban yang membolehkan melaksanakan shalat. Tidak diisyaratkan menghadirkan niat dengan suara keras bahkan melebih-lebihkannya, tetapi cukuplah berniat dalam hati bahwa berniat untuk berwudhu. Selanjutnya membaca basmalah. Rasulullah bersabda: 7. 7 "Tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah" (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-Albani di dalam kitab Al-Irwa' (81). Dan apabila ia lupa, maka dia bisa membacanya tatkala dia ingat ketika masih berwudhu, namun apabila dia ingat tatkala selesai berwudhu maka tidaklah mengapa dia tidak membaca basmalah. Adapun dalil gugurnya kewajiban mengucapkan basmalah kalau lupa atau tidak tahu adalah_hadits: Dimaafkan untuk umatku, kesalahan dan kelupaan. Sambil mencuci kedua telapak tangan sampai pergelangannya, tiga kali dengan menyela-nyelai sela-sela jari dan menggosok-gosok kedua telapak tangan dengan baik. Kemudian mengambil air dengan kedua telapak tangan dan memasukkan air itu kedalam mulut, lalu berkumur-kumur tiga kali dan usahakanlah menggunakan bersiwak (atau menyikat gigi) untuk membersihkan gigi dalam berkumur. Jika tidak menggunakan siwak (sikat gigi), maka gosoklah gigi dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. 8. 8 Kemudian mengambil air dengan telapak tangan kanannya sambil sebagian dimasukkan kedalam mulut ( madhmadhoh ) dan sebagian dimasukkan / di hirup ke dalam hidung ( istinsyaq ) kemudian membuangnya dengan bantuan tangan kirinya ( istintsar ). Tatkala air masih di dalam mulut maka di usahakan air tersebut dikumur-kumur ( Bhs jawa : kemu ), begitu juga dengan yang ada di dalam hidung sehingga kotorannya dapat keluar 2. Setelah membersihkan hidung dilanjutkan dengan membasuh wajah sebanyak tiga kali dan harus benar-benar meratakan air ke seluruh wajah, bagian luar bulu mata dan seluruh wajah. 9. 9 Dan jika rambut yang ada pada muka tipis, maka wajib dicuci hingga pada kulit dasarnya. Tetapi jika tebal maka wajib mencuci bagian atasnya saja, namun disunnahkan mencelah-celahi rambut yang tebal tersebut. Karena Rasulullah selalu mencelah-celahi jenggotnya di saat berwudhu. (Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa) 10. 10 3. Setelah membasuh wajah, selanjutnya mencuci kedua tangan sampai sikut, tiga kali, dimulai dari tangan kanan, lalu tangan kiri. Dari Aisyah radhiyallahuanha, beliau berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam biasanya sangat menyukai mendahulukan yang kanan dalam hal mengenakan sandal, bersisir, bersuci, dan dalamsegala macam urusan beliau. (HR. Bukhari dalam Kitab al-Wudhu) Membasuh kedua telapak tangan tiga kali Dari Ibnu Syihab yang mengatakan bahwa Atha bin Yazid al-Laitsi mengabarkan kepadanya 11. 11 Humran bekas budak Utsman memberitakan kepadanya bahwa Utsman bin Affan radhiyallahuanhu meminta diambilkan air wudhu kemudian dia berwudhu dengan membasuh kedua telapan tangannya sebanyak tiga kali. Kemudian dia berkumur-kumur dan ber-istintsar (mengeluarkan air yang dihirup ke hidung, pent). Kemudian dia membasuh wajahnya tiga kali. Kemudian dia membasuh tangan kanannya hingga siku sebanyak tiga kali. Kemudian dia membasuh tangan kiri seperti itu pula. Kemudian dia mengusap kepalanya. Kemudian dia membasuh kaki kanannya hingga mata kaki sebanyak tiga kali. Kemudian dia membasuh kaki kiri seperti itu pula. Kemudian Utsman berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dulu berwudhu seperti yang kulakukan tadi. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barang siapa yang berwudhu seperti caraku berwudhu ini kemudian bangkit dan melakukan sholat dua rakaat dalam keadaan pikirannya tidak melayang-layang dalam urusan dunia niscaya dosa-dosanya yang telah berlalu akan diampuni. Ibnu Syihab mengatakan, Para ulama kita dahulu mengatakan bahwa tata cara wudhu seperti ini merupakan tata cara wudhu paling sempurna yang hendaknya dilakukan oleh setiap orang. (HR. Muslim dalam Kitab at-Thaharah, diriwayatkan pula oleh Bukhari dalam Kitab al-Wudhu dengan redaksi yang agak berbeda) 12. 12 4. Selanjutnya mengambil air dengan telapak tangan, lalu mengibaskannya, kemudian usap usap kepala dengan kedua telapak tangan dari mulai bagian depan sampai ke bagian belakang. Boleh juga mengusap sebagian kepala dengan satu telapak tangan. Mengusap kepala, haruslah dibedakan dengan mengusap dahi atau sebagian kepala. Sebab Allah swt memerintahkan: Dan usaplah kepala-kepala kalian (Al-Maidah: 6). Rasulullah mencontohkan tentang caranya mengusap kepala, yaitu dengan kedua telapak tangannya yang telah dibasahkan dengan air, lalu ia menjalankan kedua tangannya mulai dari bagian depan kepalanya ke belakangnya tengkuknya kemudian mengambalikan lagi ke depan kepalanya. (HSR. Bukhari, Muslim, no. 235 dan Tirmidzi no. 28 lih. Fathul Baari, I/251) Setelah itu tanpa mengambil air baru Rasulullah langsung mengusap kedua telingannya. Dengan cara memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap-usap kedua daun telinga. Karena Rasulullah bersabda: Dua telinga itu termasuk kepala. (HSR. Tirmidzi, no. 37, Ibnu Majah, no. 442 dan 444, Abu Dawud no. 134 dan 135, Nasai no. 140) 13. 13 Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits adh-Dhaifah, no. 995 mengatakan: Tidak terdapat di dalam sunnah (hadits-hadits nabi saw) yang mewajibkan mengamb