candi singosari

Click here to load reader

Post on 16-Sep-2015

239 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

CANDI SINGHASARI

LAPORAN STUDI LAPANG

ditulis untuk memenuhi tugas matakuliah Sejarah Kebudayaan

Oleh:

28

Acy Astiyana(120210302068)Lukman Hakim(120210302069)Anisatul Khoir A.(120210302070)Diyan Dwi Nur I.(120210302071)Vivin Wulandari(120210302073)Yaumil Qoriah(120210302074)Guruh Prasetyo(120210302076)M. Fajar S.(120210302077)Zahratul Ulla(120210302078)Shinta Wilandari(120210302080)Anny Miftaqul R.(120210302081)Adam Sukarno P.(120210302082)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAHJURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIALFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANUNIVERSITAS JEMBER2015PRAKATA

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan yang berjudul Candi Singhasari. Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan tugas mata kuliah Sejarah Kebudayaan Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.Penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penyusun menyampaikan terima kasih kepada : 1. Drs. Sumarno, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Sejarah Kebudayaan.2. Teman-teman semua yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini.Penyusun juga menerima segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan laporan ini. Akhirnya penyusun berharap, semoga laporan ini dapat bermanfaat.

Jember, 22 Mei 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

PRAKATA2DAFTAR ISI3BAB 1. PENDAHULUAN41.1 Latar Belakang41.2 Rumusan Masalah51.3 Tujuan Penelitian6BAB 2. PEMBAHASAN72.1 Nama72.2 Letak72.3 Riwayat Penemuan dan Perawatan72.4 Uraian Bangunan Candi Singhasari92.5 Gambaran dan Fungsi Candi Singhasari14a.Gambaran Candi Singhasari14b.Fungsi Candi Singhasari172.6 Arca-Arca di Halaman Candi Singhasari172.7 Proses Pemugaran Candi Singhasari25BAB 3. PENUTUP273.1 Simpulan273.2 Saran27DAFTAR PUSTAKA28LAMPIRAN29

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangCandi Singhasari terletak di dukuh Krajan Kelurahan Candirenggo Kecamatan Singhasari Kabupaten Malang, merupakan candi yang paling banyak dikaji dan diteliti daripada candi-candi di kabupaten Malang lainnya. Sejak dilaporkan penemuannya tahun 1803 hingga sekarang, tidak habis-habisnya penelitian dilakukan terhadap bangunan yang penuh misteri tersebut. Candi peninggalan kerajaan Singhasari ini memang memiliki ciri yang khas jika dibanding dengan candi-candi lain yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Timur. Ciri khas tersebut dapat dilihat dari bentuk dan struktur bangunannya. Pada candi-candi lain, terutama dari jenis candi agama Hindu, bentuknya menjulang atau tambun dengan struktur bangunannya terdiri dari bagian kaki, badan dan puncak. Arca-arca ditempatkan pada bagian tubuh candinya.Ditinjau dari struktur candi secara umum, candi Singhasari menunjukkan penyimpangan. Bentuk badan yang terkesan menjulang ramping ditopang oleh kaki candi yang terkesan sangat tambun di atas batur. Kaki candi yang tambun itu ternyata adalah sebuah ubahan dari bangunan penampil yang memiliki ruangan yang masing-masing mengelilingi kaki bangunan induknya, sehingga tubuh candinya terangkat agak tinggi. Arca-rca ditempatkan pada kaki candi dalam bentuk bangunan penampil tersebut. Tubuh candinya dirancang untuk tidak memiliki ruangan tempat arca sebagai layaknya candi Hindu. Sebagai gantinya dibuatlah relung-relung yang tidak terlalu dalam di setiap sisi dinding luar badan candi, dan menghadap ke arah empat penjuru mata angin pusat. Sebagai catatan bahwa sejak candi itu ditemukan, tidak didapati arca maupun fragmen arca yang menempati relung-relung tersebut. Kalaupun terlepas dari tempatnya, tidak ditemukan pula di pelataran percandian, juga daerah sekitarnya.Penyimpangan struktur yang demikian itu bukanlah merupakan hal yang kebetulan atas dasar kreatifitas dari arsitek pembangunnya. Tentunya ada sebab-sebab atau pertimbangan yang melatarbelakangi ke lokal geniusan akan rencana para arsiteknya, mengapa bentuk serta struktur candi Singhasari dibangun seperti itu. Puncak puncak dari bangunan penampil sekarang tampak pejal, seolah-olah puncaknya rata, oleh karena itulah bagian badan terkesan langsing menjulang, sementara bagian kaki terkesan gemuk tambun. Menurut perencanaan kembali di atas kertas yang dibuat oleh Leydie Melville, arsitektur candi Singhasari merupakan bangunan induk dengan puncak yang menjulang tinggi, yang dikelilingi oleh empat bangunan penampil yang memiliki puncak lebih rendah dari puncak bangunan induknya.Kesan yang dapat dilihat di lapangan saat ini menampilkan sosok bangunan yang pernah runtuh, sehingga tidak utuh lagi. Apalagi jika dicermati bagian-bagian hiasannya, banyak ornamen yang tidak selesai dikerjakan, terutama bagian badan dan kaki candinya. Kondisi semacam itu menambah kekaburan terhadap bentuk arsitekturnya serta latar belakang keagamaan yang melandasinya. Apalagi pertanyaan yang menyangkut tujuan didirikannya bangunan tersebut.Dari pengumpulan informasi serta beberapa teori yang terdapat pada literatur pendukung, didapat keterangan bahwa candi Singhasari merupakan tempat penyimpanan abu jenasah Raja Kertanegara dan sekaligus sebagai tempat pemujaan kepada para dewa baik dewa dari agama Hindu maupun Budha. Namun, demikian perlu dicermati kembali fungsi dari Candi Singhasari berdasarkan pengamatan struktur bangunan serta arti penting kedudukannya sebagai replika gunung Meru (kahyangan para dewa) di masa lampau. Dengan mengkaji struktur bangunan atas dasar landasan keagamaan yang mendasarinya waktu itu, serta tata letak bangunan berdasar topografi sekitarnya, maka diharapkan fungsi serta kedudukan Candi Singhasari dapat terungkapkan.

1.2 Rumusan MasalahDari latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian tentang Candi Singhasari adalah sebagai berikut:1. bagaimana asal nama dan letak Candi Singhasari?2. bagaimana riwayat penemuan dan perawatan Candi Singhasari?3. bagaimana struktur bagunan Candi Singhasari?4. bagaimana gambaran dan fungsi Candi Singhasari?5. bagaimana keadaan arca-arca di Candi Singhasari?6. bagaimanakah proses pemugaran Candi Singhasari?

1.3 Tujuan PenelitianDari rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian atas Candi Singhasari adalah sebaga berikut:1. untuk mengetahui asal nama dan letak Candi Singhasari,2. untuk mengetahui riwayat penemuan dan perawatan Candi Singhasari,3. untuk mengetahui struktur bangunan Candi Singhasari,4. untuk mengetahui gambaran dan fungsi Candi Singhasari,5. untuk mengetahui keadaan arca-arca di Candi Singhasari,6. untuk mengetahui proses pemugaran Candi Singhasari,

BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 NamaCandi Singhasari sekitar awal abad 19 (tahun 1800-1850) disebut oleh orang Belanda dengan nama Candi Menara. Mungkin karena bentuknya yang seperti menara. Seorang ahli purbakala bangsa Eropa lainnya bernama W.F. Stutteirheim, pernah member nama candi ini dengan sebutan Candi Cella sebagai ganti dari nama Candi Menara. Alasannya karena Candi tersebut mempunyai celah sebanyak empat buah pada dinding-dinding di bagian tubuh candinya. Tetapi nama tersebut tidak banyak yang memakainya. Juga menurut laporan dari W. Van Schmid yang mengunjungi candi ini pada tahun 1856, penduduk setempat menamakan Candi Cungkup.Akhirnya nama yang hingga sekarang dipakai adalah Candi Singhasari, karena letaknya di Singhasari. Adapula sebagian orang menyebut Candi Renggo, karena letaknya di Desa Candirenggo. Tidak diketahui dengan pasti nama asli dari Candi Singhasari. Hanya dalam kitab Pararaton disebutkan tentang tempat pendharmaan raka Kertanegara yaitu sebagai berikut: Ciri Ciwabudha dhinarma ring Tumapel, Bhisekaning dharma ring Purwapatapan. Artinya adalah Sri Suwabudha (sebutan raja Kertanegara) didharmakan (dibuatkan bangunan peringatannya) di Tumapel, nama bangunan peringatannya Purwapatapan.2.2 LetakLetak Candi Singhasari berada di Jalan Kertanegara Desa Candirenggo Kecamatan Singhasari Kabupaten Malang. Dari Kota Malang 10 km ke arah utara. Dari Kota Surabaya 88 km ke arah selatan.2.3 Riwayat Penemuan dan PerawatanCandi Singhasari mulai dikenal kembali oleh masyarakat akademis maupun siapa yang mengetahui pertama kali keberadaannya tidak diketahui dengan pasti. Orang pertama yang membuat laporan kepustakaan tentang candi singgosari adalah Nicolaus Engehard, seorang berkebangsaan Belanda yang mulai menjabat sebagai gubernur partai Timur Laut Jawa (Govermen van Javas Noord-Oost-Kust) tahun 1801 dan berkedudukan di Pasuruan. Ia melaporkan adanya reruntuhan bangunan candi di daerah dataran tandus Malang dalam tahun 1803.Sejak saat itu candi Singhasari mendapat perhatian dari orang Eropa lainnya. Merekapernah berkunjung dan membuat catatan laporannya adalah:1) Thomas Stamford Raffles pada tahun 1815,2) C. G. C. Reinwardt dan J. Th Bik pada tahun 1822,3) H. J. Dornis pada tahun 1829 dan tahun 1836,4) H. N Sieburgin pada tahun 1837,5) J. B. Jukes tahun 1844,6) Jonathan Rigg tahuun 1854 dan tahun 1847,7) J. F. G. Brumund tahun 1854 dan 1863,8) W. Van Schmid tahun 1856,9) R. Verbeek tahun 189110) De Bruyn, Routffaer dan para ahli sejarah dan purbakala lainnya.Tahun 1901 Komisi Archeologi Belanda mengadakan penyelidikan. Tahun 1904 diadakan penyelididkan ulang dan penggalian. Tahun 1934 Departemen Survey Archeologi dari Hindia Timur Belanda mengadakan pembinaan kembali (restorasi bangunan) candi Singhasari. Restorasi selesai pada tahun 1937. Tahun penyelesaian pekerjaan digoreskan pada batu kaki candi di sudut barat daya.Pada 1934 keadaan Candi Singhasari sangat rusak, sehingga Pemerintah Hindia Belanda melakukan usaha untuk menyelamatkannya dengan membongkar sampai kepada baturnya, kemudian membangun kembali selapis demi selapis. Pembangunan kembali seluruhnya tidak memungkinkan, karena banyak bahan asli yang hilang, terutama dari puncak-puncak bilik samping. Candi dibangun kembali sampai kepada atap tingkat dua dan itu pun tidak lengkap. Pekerjaan pembangu