business plan

Download Business Plan

Post on 06-Jul-2015

5.312 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis tujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat, anugrah, karunia, dan kekuatan kepada Tim Penyusun untuk menyusun Business Plan. Business Plan ini diajukan sebagai syarat kelulusan untuk mata kuliah Banyak kesulitan yang Tim Penyusun hadapi ketika menyusun Business Plan ini, namun berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan Business Plan ini. Akhir kata kesempurnaan hanya milik Tuhan Yang Maha Esa dan kekurangan pasti dari Tim Penyusun yang menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari sempurna disebabkan karena keterbatasan baik pengetahuan maupun pengalaman yang Tim Penyusun miliki. Untuk itu Tim Penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk menjadi perbaikan di masa yang akan datang.

Jakarta, 7 Juni 2011

Tim Penyusun

BAB I RINGKASAN EKSEKUTIF

PT. Magenta Ecolite Travel merupakan perusahaan yang menyediakan jasa penyelenggaraan perjalanan insentif (incentive) yang mengedepankan konsep ekowisata. Perusahaan ini berdiri dengan tujuan memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan dalam memberikan penghargaan (rewards) berupa perjalanan insentif (incentive) bagi karyawan atau distributor yang telah berhasil mencapai suatu target tertentu yang memberikan keuntungan bagi perusahaan. PT. Magenta Ecolite Travel berdiri pada tanggal 9 Januari 2011 oleh. Nama Magenta sedangkan nama Ecolite diambil sebagai penggambaran perusahaan kami yang bergerak khusus dalam merancang perjalanan insentif (incentive) yang mengedepankan konsep ekowisata. PT Magenta Ecolite Travel berlokasi di Pasar yang dibidik oleh PT. Magenta Ecolite Travel adalah perusahaan-perusahaan yang ingin memberikan penghargaan (rewards) berupa perjalanan insentif (incentive) dengan mengedepankan konsep Eco Tourism. Saat ini bentuk perjalanan insentif juga dapat berfungsi untuk meningkatkan image dari suatu perusahaan. Seperti perjalanan insentif yang dilakukan PT. Prudential Life Assurance yang dilakukan pada tahun 2008 yang membawa sebanyak 1500 orag winner keliling Eropa selama 10 hari dan mendaftarkannya ke Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Perusahaan Permberi Perjalanan Insentif dengan Grup Terbanyak. Hal ini membuktikan bahwa bentuk reward melalui perjalanan insentif dapat memberikan dampak yang positif bagi perusahaan bukan hanya lingkungan internal perusahaan dengan tujuan meningkatkan motivasi dan

loyalitas karyawan tetapi juga dapat berpengaruh terhadap lingkungan eksternal perusahaan, yaitu berpengaruh terhadap pencitraan dari perusahaan tersebut. PT. Magenta Ecolite Travel memiliki produk unggulan yaitu: jasa penyelenggaraan perjalanan insentif (INECO). Selain itu PT. Magenta Ecolite Travel juga memiliki produk pendukung sebagai penunjang kegiatan operasional perusahaan yakni jasa konsultasi perjalanan insentif (INCOPACK), paket wisata bagi kalangan pelajar atau pelajar ekspatriat (E-TRIP) dan seminar yang bertujuan untuk menumbuhkan awareness perusahaan mengenai keuntungan (benefit) dari program perjalanan insentif (incentive) bagi perusahaan. Dalam memasarkan produk, PT. Magenta Ecolite Travel melakukan strategi pemasaran melalui peningkatan networking, direct mail marketing berupa fax blasting, email blast dan pengiriman company profile ke beberapa target perusahaan, telemarketing, mengikuti berbagai event MICE, pemasaran melalui internet marketing dengan membuat website perusahaan dan mendaftarkan diri pada free account instant messaging, serta meletakkan materi perusahaan pada media advertising baik cetak maupun elektronik. PT. Magenta Ecolite Travel dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan operasional, pelayanan terhadap para klien meliputi : 1) 1 buah komputer yang dilengkapi dengan sistem online internet untuk reservasi hotel, airlines, dan kebutuhan informasi bagi perusahaan 2) 3) 3 buah laptop sebagai pendukung operasional 2 buah printer digunakan untuk mencetak kebutuhan administrasi dan kegiatan operasional perusahaan 4) 1 buah saluran telepon masuk yang memudahkan klien atau suplier untuk

melakukan bisnis secara online melalui telepon. 5) 1 buah mesin faximile yang digunakan untuk mengirim dan menerima dokumen-dokumen kegiatan operasional perusahaan.

BAB II LATAR BELAKANG PERUSAHAAN2.1 Data Perusahaan Pariwisata menjadi salah satu industri yang tumbuh dominan dan memiliki peran penting dalam aspek kehidupan manusia di berbagai belahan dunia. Dalam dunia pariwisata saat ini muncul isu mengenai Greenspeak dan Go Green. Kedua isu ini berkaitan erat dengan wisata yang berbasis pemeliharaan dan pelestarian alam. Lingkungan alam dijadikan basis pengembangan hampir keseluruhan industri, dan pariwisata merupakan salah satu industri yang tidak luput dari tuntunan aplikasi pengembangan industri berwawasan pemeliharaan alam (konservasi) yang sustainable way (berkelanjutan). Dengan hadirnya konsep ekowisata yang merupakan konsep gaya wisata hijau dengan menekankan kepedulian terhadap ancaman kerusakan lingkungan, termasuk pemanasan global diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan peninggalan sejarah, seni dan budaya yang sangat besar sebagai daya tarik pariwisata dunia Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia adalah banyaknya

potensi destinasi yang dapat dikembangkan sebagai tujuan ekowisata. Hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki ekowisata unggulan seperti Oleh karena itu PT Magenta Ecolite Travel hadir sebagai perusahaan jasa penyedia perjalanan wisata yang berkonsep ekowisata bagi perusahaan yang ingin memberikan penghargaan kepada karyawannya sebagai bentuk motivasi dan loyalitas kepada perusahaan.

VISI Menjadi perusahaan perjalanan insentif terbaik di Indonesia dengan mengutamakan konsep ekowisata serta mengembalikan konsep pariwisata dari, oleh, dan untuk lingkungan. MISI 1. Sebagai pelopor perusahaan perjalanan insentif yang mengedepankan konsep ekowisata 2. 3. 4. Memperkenalkan konsep ekowisata sebagai salah satu trend dalam pariwisata Mengedukasi pasar tentang ecotourism Menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dalam mendukung perjalanan insentif berbasis ekowisata 5. Memberikan pelayanan perjalanan insentif dengan kualitas terbaik dan berbeda dari yang lain kepada klien 6. 7. Menumbuhkan kesadaran cinta lingkungan Mempromosikan destinasi berbasis ekowisata dalam bentuk perjalanan insentif

TUJUAN 1. Di tahun pertama, Ecolite Travel berusaha mengedukasi pasar tentang program incentive travel melalui kegiatan seminar dan paket-paket konsultasi bagi perusahaan yang ingin melakukan perjalanan insentif serta menjual paket wisata E-Trip untuk kalangan pelajar di tingkat SD-SMP serta kalangan ekspatriat. 2. Di tahun kedua, Ecolite Travel mempunyai target meningkatkan proyeksi penjualan

dengan merebut 8% pasar untuk penyelenggaraan program insentif. 3. Di tahun ketiga, Ecolite Travel memiliki kantor tetap di kawasan Jakarta Selatan untuk mempermudah kegiatan operasional perusahaan. Gambar 2.1 Logo PT. Magenta Ecolite Travel

QuickTime and a TIFF (LZW) decompressor are needed to see this picture.

Filosofi Logo:

a. Magenta merupakan nama yang di ambil dari b. Ecolite, pengucapan light yang berarti sinar. Penggabungan dua kata tersebut bermakna usaha jasa intensif travel yang kami jalankan berbasis lingkungan dan diharapkan mampu menjadi pelopor yang mengedepankan konsep pariwisata berbasis lingkungkungan dalam industri pariwisata. c. Tiga buah daun yang disusun melingkar melambangkan bumi yang hijau. Artinya perusahaan kami yang bergerak di bidang ecotourism ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih baik kepada kerusakan lingkungan yang sudah terjdi beakangan ini.

Data Perusahaan

1. Nama Perusahaan 2. Bidang Usaha 3. Jenis Produk / Jasa

: PT. Magenta Ecolite Travel : Incentive Travel : Incentive Travel Packages, Incentive Travel Consulting dan School Trip Packages yang mengedepankan konsep ekowisata. Keseluruhannya

4. Alamat Perusahaan 5. Nomor Telepon 6. Nomor Fax 7. Bank Perusahaan 8. Bentuk Badan Hukum 9. Nomor Akte Pendirian 10. N P W P 11. Mulai Berdiri

: : : : Bank BCA cabang : Perseroan Terbatas (PT) : : : Januari 2011

2.2 Struktur Oranisasi

Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT. Magenta Ecolite Travel

RUPS

Managing Director

Financial Operational Manager

Marketing Manager

Administration Staff

Sales Executive

Ket:

hallo : Tahun Kedua Hallo : Tahun Ketiga

Job Description pada PT. Magenta Ecolite Travel adalah sebagai berikut: A. RUPS Dalam RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham, semua pemegang saham sebesar/sekecil apapun sahamnya memiliki hak untuk mengeluarkan suaranya. Dalam RUPS sendiri dibahas masalah-masalah yang berkaitan dengan evaluasi kinerja dan kebijakan perusahaan yang harus dilaksanakan segera. Bila pemegang saham berhalangan, dia bisa melempar suara miliknya ke pemegang lain yang disebut proxy. Hasil RUPS biasanya dilimpahkan ke komisaris untuk diteruskan ke direksi untuk dijalankan.

Isi RUPS : 1. Menentukan direksi dan pengangkatan komisaris 2. Memberhentikan direksi atau komisaris 3. Menetapkan besar gaji direksi dan komisaris 4. Mengevaluasi kinerja perusahaan 5. Memutuskan rencana penambahan/pengurangan saham perusahaan 6. Menentukan kebijakan perusahaan 7. Mengumumkan pembagian laba ( dividen )

B. Managing Director Bertanggung jawab atas jalannya perusahaan, bekerja sama dengan Finance & Operational Manager dan Marketing Manager.

Tujuan Untuk memastikan perusahaan beroperasi secara menguntungkan dan memenuhi tujuan dengan etika bisnis yang baik.

Tugas dan Tanggung Jawab 1. Merencanakan dan memonitor kemajuan proyek-proyek yang dijadwalkan. 2. Otorisasi semua dokumen hukum. 3. Memantau dan mengendalikan sistem management perusahaan. 4. Merencanakan jadwal kerja agar permintaan klien dapat terpenuhi dengan tepat waktu. 5. Menjalin kerjasama, baik dengan klien maupun pemasok (supplier). 6. Memonitor tingkat saham. 7. Menyetujui kebijakan harga, estimasi biaya pekerjaan dan menetapkan harga kontrak. 8. Mewakili perusahaan pada asosiasi industri dan komite diluar. 9. Monitor dan kontrol kinerja perusahaan dan keuangan sesuai dengan anggaran. 10. Memastikan semua staf bekerja secara efektif, beretika, dan bertanggung jawab sesuai dengan tugasnya. 11. Memastikan perusahaan memenuhi persyaratan legal, termasuk memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja. 12. Memastikan jasa yang diberikan kepada klien adalah yang terbaik. 13. Bertanggung jawab atas pemanfaatan aset fisik dan non fisik perusahaan. 14. Mengadakan pengevaluasian terhadap kinerja perusahaan melalui rapat rutin.

C. Financial & Operational Manager Bertanggung jawab kepada Managing Director sebagai atasan langsung.

Tujuan Merencanakan, mengembangkan, dan mengontrol fungsi keuangan dan akuntansi di perusahaan dalam memberikan informasi keuangan secara komprehensif dan tepat waktu untuk membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan yang mendukung pencapaian target financial perusahaan.

Tugas dan Tanggung Jawab

a. Finance, 1. Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data dan informasi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat dan tepat waktu. 2. Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan dan pembayaran kewajiban pajak perusahaan agar efisien, akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku. 3. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus kas perusahaan (cashflow), terutama pengelolaan piutang dan hutang, sehingga memastikan ketersediaan dana untuk operasional perusahaan dan kesehatan kondisi keuangan. 4. Merencanakan dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran perusahaan, dan mengontrol penggunaan anggaran tersebut untuk memastikan penggunaan dana

secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan. 5. Merencanakan dan mengkoordinasikan pengembangan sistem dan prosedur keuangan dan akuntansi, serta mengontrol pelaksanaannya untuk memastikan semua proses dan transaksi keuangan berjalan dengan tertib dan teratur, serta mengurangi risiko keuangan. 6. Mengkoordinasikan dan melakukan perencanaan dan analisa keuangan untuk dapat memberikan masukan dari sisi keuangan bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis, baik untuk kebutuhan investasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan lainnya. 7. Merencanakan dan mengkonsolidasikan perpajakan seluruh perusahaan untuk memastikan efisiensi biaya dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan. 8. Memastikan penagihan dan pembayaran kepada pihak klien dan supplier. 9. Mengatur pengeluaran rutin bulanan perusahaan.

b. Operational, 1. Mengatur pemilihan dan penetapan harga terhadap supplier. 2. Pembuatan kontrak kerja, baik terhadap klien maupun supplier. 3. Bertanggung jawab terhadap kualitas barang dan jasa yang diberikan oleh supplier. 4. Bertanggung jawab atas ketersediaan peralatan dan perlengkapan kantor.

D. Marketing Manager Bertanggung jawab kepada Managing Director dan melakukan koordinasi dengan Finance & Operational Manager.

Tujuan Mengembangkan, membangun dan mempertahankan strategi pemasaran untuk memenuhi tujuan perusahaan.

Tugas dan Tanggung Jawab 1. Merencanakan, mengontrol dan mengkoordinir proses penjualan dan pemasaran untuk mencapai target penjualan serta mengembangkan pasar secara efektif dan efisien. 2. Menganalisa dan mengembangkan strategi marketing untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan area sesuai dengan target yang ditentukan. 3. Melakukan evaluasi kepuasan pelanggan dari hasil survey seluruh untuk memastikan tercapainya target kepuasan pelanggan yang ditentukan. 4. Menentukan harga jual, produk yang akan dilaunching, jadwal kunjungan serta sistem promosi untuk memastikan tercapainya target penjualan. 5. Melakukan riset pasar untuk menentukan persyaratan pasar untuk produk yang ada dan masa depan. 6. Menganalisa pelanggan, kondisi pasar saat ini dan informasi pesaing. 7. Mengembangkan strategi harga serta sebagai penghubung dengan media dan periklanan. 8. Menerapkan budaya, sistem, dan peraturan intern perusahaan serta menerapkan manajemen biaya, untuk memastikan budaya perusahaan dan sistem serta peraturan dijalankan dengan optimal.

E. Administration Staff Bertanggung Jawab langsung kepada Finance & Operational Manager.

Tujuan Melaksanakan kegiatan pelayanan kantor, penyediaan fasilitas dan layanan administrasi perkantoran sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk membantu kelancaran operasional perusahaan.

Tugas dan Tanggung Jawab 1. Membantu Finanve & Operational Manager dalam mempersiapkan dokumen bisnis. 2. Mengumpulkan Database usaha 3. Membantu dalam mengurus tiket dan hotel booking 4. Membuat perkiraan biaya tahunan yang berkaitan dengan administrasi kantor sebagai rekomendasi pembuatan anggaran departemennya 5. Menangani korespondensi perusahaan 6. Mampu membuat dan melaksanakan manajemen kesekretariatan dan administrasi 7. Membantu menyusun jadwal kegiatan perjalanan 8. Bertanggung jawab dalam mengurus pembelian peralatan dan perlengkapan operasional 9. Membuat laporan perjalanan

F. Sales Executive Bertanggung jawab langsung kepada Marketing Manager.

Tujuan Melakukan kegiatan telemarketing, promosi dan penjualan produk.

Tugas dan Tanggung Jawab 1. Membuat rencana promosi dan implementasinya 2. Melakukan penjualan produk 3. Melakukan koordinasi dengan Marketing Manager dalam melakukan kegiatan promosi dan penjualan

2.3 Jadwal Kegiatan Pra Operasional Proses pendirian perusahaan PT Magenta Ecolite Travel ini menghabiskan waktu selama 3 bulan terhitung dari bulan September hingga November. Berikut adalah jadwal rencana praoperasional yang dilaksanakan oleh Ecolite Travel dalam memperlengkapi seluruh kebutuhan pendirian perusahaan yang terdapat pada Tabel 2.1

Tabel 2.1 Jadwal Rencana PraOperasional Ecolite TravelBulan Agustus1 2 3 4 5 6 7 Riset Pasar Penyusunan Profil Perusahaan (Latar belakang, Visi & Misi, Tujuan, dll) Pembuatan Logo Perusahaan Pemilihan Lokasi Kantor Pengurusan Perijinan Perusahaan Pemenuhan Kebutuhan Perlatan Kantor Pembuatan Website

No.

Kegiatan September

Oktober

Nopember Desember

Penjabaran kegiatan :

1. Riset Pasar Sebelum melakukan pendirian perusahaan, tahapan yang pertama kali dilakukan adalah melakukan riset pasar yang meliputi kegiatan analisis kebutuhan pasar, analisis target pasar, pesaing yang bermain dalam bidang tersebut, uji kelayakan produk, serta presentase cakupan pangsa pasar yang ingin diambil. 2. Penyusunan Profil Perusahaan Setelah melakukan riset pasar dan uji kelayakan produk, maka tim melakukan penyusunan profil dan data perusahaan yang meliputi penentuan nama perusahaan, penentuan jenis usaha, visi dan misi perusahaan, susunan kepemilikan, struktur organisasi dan job specification, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan data

perusahaan. 3. Pembuatan Logo Perusahaan Logo Ecolite Travel dibuat dengan menggunakan jasa dari pihak ketiga dengan melakukan tahapan pemilihan terhadap berbagai jenis design yang ditawarkan oleh designer tersebut. Penentuan logo perusahaan ini cukup memakan waktu karena logo perusahaan harus mampu merepresentasikan tentang pendiri Ecolite Travel serta jenis usaha yang ditawarkan oleh Ecolite Travel. 4. Pemilihan Lokasi Kantor Untuk memenuhi kebutuhan kegiatan operasional sekaligus sebagai pemenuh unsur legalitas pendirian perusahaan, maka Ecolite Travel perlu mencari lokasi kantor yang tepat dan strategis yang dapat menunjang kegiatan tersebut. Namun dikarenakan kegiatan operasional perusahaan yang belum maksimal serta tidak cukupnya modal untuk penyewaan kantor maka kami memutuskan untuk menggunakan rumah salah satu pendiri Ecolite Travel yang berlokasi di Kompleks Perumahan Villa Bintaro Indah sebagai kantor sementara dan akan melakukan penyewaan kantor di tahun ketiga. 5. Pengurusan Perijinan Perusahaan Pengurusan perijinan perusahaan meliputi Pengurusan perijinan perusahaan meliputi : a. Menghubungi notaris, selanjutnya notaris bertugas 1) Melakukan pengecekan nama perseroan yang dipilih sudah dimiliki perusahaan lain atau belum, jika belum nama tersebut langsung bisa didaftarkan oleh NOTARIS melalu SISMINBAKUM. Lama proses kerja satu hari. 2) Mengajukan permohonan untuk mendirikan suatu perusahaan ke Departemen

Hukum dan HAM seperti; Surat Keterangan Domisili, Akta Pendirian dan SIUP. 3) Membuat Akta Pendirian Perusahaan Akta Pendirian PT akan dibuat dan ditandatangani oleh notaris yang dan dibuat dalam bahasa Indonesia sesuai dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 Tentang Pendirian Perseroan Terbatas. Persyaratan : melampirkan Copy KTP Pendiri Perseroan dan

menyerahkan data perusahaan. b. Surat Keterangan Domisili Permohonan Surat Keterangan Domisili diajukan kepada Kepala Kantor Kelurahan setempat sesuai dengan Alamat Kantor perusahaan berada, sebagai bukti keterangan/keberadaan alamat perusahaan, Persyaratan lain yang dibutuhkan : Copy Kontrak/Sewa tempat usaha dan surat keterangan dari pemilik gedung atau bukti kepemilikan tempat usaha, Asli pengantar RT/RW untuk domisili di perumahan dan Copy PBB tahun terkahir. Lama Proses Kerja dua hari. c. NPWP Permohonan pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak diajukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak sesuai dengan keberadaan domisili perusahaan. Lama Proses dua hari kerja Persyaratan lain yang dibutuhkan : Copy Bukti PBB tahun terkahir atau Bukti PPN atas sewa/kontrak Tempat usaha bagi yang berdomisili di Gedung Perkantoran. d. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) Permohonan SIUP diajukan kepada Dinas Perdagangan Kota/Kabupaten/Propinsi sesuai dengan keberadaan domisili Perusahaan. Lama Proses sepuluh hari kerja.

Persyaratan yang harus dilengkapi adalah fotokopi SK Menteri Hukum dan HAM RI, Fotokopi Surat Izin Domisili Perusahaan, fotokopi NPWP, fotokopi pemegang saham, fotokopi pengurus perseroan dan fotokopi akta pendirian. e. TDP (Tanda Daftar Perusahaan) Tanda Daftar Perusahaan diperoleh di Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota Tangerang Selatan. Persyaratan yang harus dilengkapi adalah fotokopi Akte Pendirian, fotokopi Surat Izin Domisili, NPWP, SIUP dan fotokopi KTP. Lama proses kerja seminggu.

6. Pemenuhan Kebutuhan Peralatan Kantor Pembelian peralatan dan perlengkapan kantor guna memenuhi keperluan rutinitas kantor dilakukan pada bulan Nopember setelah mendapatkan kepastian tentang lokasi kantor. Mengingat pada tahun pertama, Ecolite Travel hanya menggunakan rumah pribadi sebagai kantor sementara, sebagian dari peralatan kantor merupakan milik pribadi dari pemilik perusahaan sehingga hal-hal yang perlu dilengkapi hanyalah berupa perlengkapan kantor seperti stationery, tinta printer, kertas HVS, kertas fax, dan lain sebagainya. Pembelian kebutuhan kantor ini dilakukan di beberapa tempat baik itu Hypermarket maupun Agen Lokal.

7. Pembuatan Website Perusahaan Ecolite Travel akan menampilkan sebuah website yang berisi tentang informasi mengenai perusahaan, produk/jasa yang kami tawarkan, lokasi, kontak telepon serta

informasi lainnya untuk memudahkan calon klien maupun target pasar dalam mengakses atau melakukan kontak dengan perusahaan kami. Pembuatan website ini akan diluncurkan pada bulan November 2010.

BAB III

ANALISIS PASAR DAN RENCANA PEMASARAN

3.1 Produk/Jasa yang Dihasilkan PT Magenta Ecolite Travel merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa perjalanan insentif (incentive travel). Ecolite Travel menyediakan jasa konsultasi bagiperusahaan yang mempunyai program perjalanan insentif sekaligus juga

menyediakan jasa penyelenggaraan perjalanan insentif. Seperti yang tengah berkembang saat ini bahwa perjalanan insentif merupakan salah satu cara yang banyak dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan penjualan mereka. Perjalanan insentif dapat diberikan kepada karyawan sebagai rewards atas suatu pencapaian/target (biasanya dalam bentuk sales/penjualan) atau juga kepada customer atau klien sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas yang sudah diberikan kepada perusahaan. Keunggulan dari produk perjalanan insentif perusahaan kami dibanding dengan perusahaan lain adalah program perjalanan insentif yang kami adakan mengandung konsep ecotourism. Sebagaimana issue yang sedang menjadi topik hangat perbincangan yaitu mengenai pemanasan global dan pengrusakan lingkungan. Produk yang dihadirkan oleh Ecolite Travel terbagi ke dalam tiga jenis yaitu : 1. INECO (Incentive Eco Organizer) INECO merupakan produk unggulan dari Ecolite Travel yang melayani jasa penyelenggaraan perjalanan insentif secara keseluruhan bagi perusahaanyang ingin memberikan reward kepda karyawan maupun customer perusahaan mulai dari penyusunan program, budget, dan penyelenggaraan dari awal hingga akhir yang sesuai dengan yang perusahaan/klien inginkan (tailor made). Perusahaan/klien dapat

menentukan program perjalananinsentif yang diinginkan dengan tetap mengacu kepada konsep dan misi perusahaan yang menjadi unggulan kami yaitu

memasukkan unsur ekowisata dalam setiap aktifitas dan program dalam incentive travel yang ingin diselenggarakan. Klien juga akan secara otomatis mendapatkan paket konsultasi Full Package selama proses perancangan program hingga penyelenggaraan perjalanan insentif berakhir.

2.

INCOPACK (Incentive Consultant Package) Sebagai salah satu cara perkenalan kepada pasar terhadap perusahaan kami, maka Ecolite Travel akan menghadirkan beberapa event seminar untuk menumbuhkan awareness pasar terhadap perjalanan insentif, serta menyediakan sarana konsultasi bagi perusahaan. INCOPACK merupakan pelayanan jasa konsultasi yang diberikan bagi perusahaan yang ingin memberikan program perjalanan insentif bagi karyawan maupun customernya, dimana perusahaan dapat mengetahui lebih jauh informasi mengenai aktifitas dalam incentive travel, benefit yang dihasilkan dan lain sebagainya dengan cara melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan orang- orang yang berpengalaman dalam industri ini. Ecolite Travel menyediakan berbagai macam pilihan paket konsultasi seperti Single Package maupun Full Packege, yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tujuan dari paket konsultasi yang kami tawarkan adalah : a. Perusahaan dapat memilih sendiri jenis informasi mengenai perjalanan insentif yang ingin diketahui secara lebih dalam melalui bentuk konsultasi dengan pelaku bisnis yang sudah berpengalaman dalam industri incentive

travel. b. Perusahaan atau klien dapat mempelajari, merancang dan belajar membuat program incentive travel sendiri dalam program perusahaan mereka setelah melakukan konsultasi dengan perusahaan kami.

Di halaman berikut merupakan tabel pilihan paket jasa konsultasi INCOPACK Single Package yang menjadi salah satu produk unggulan Ecolite Travel.

Tabel 3.1

Produk Konsultasi dan Seminar Ecolite TravelJenis Produk Nama Produk Harga

Single PackageMerupakan paket konsultasi yang dapat dipilh sesuai dengan kebutuhan klien dalam merencanakan sesuatu perjalanan insentif Creating Incentive Travel Program (INCO 1) Winner Activation (INCO 2) Destination Selection (INCO 3) Incentive Travel Budgeting (INCO 4) Post Activity (INCO 5) Rp Rp Rp Rp Rp 7.270.047 8.460.297 9.650.547 12.034.618 8.460.297

Full PackageMerupakan paket konsultasi penuh yang terdiri dari 5 sesi yang memudahkan klien dalam menentukan destinasi, program, hingga anggaran yang dibutuhkan Creating Incentive Travel Program (INCO 1) Winner Activation (INCO 2) Destination Selection (INCO 3) Incentive Travel Budgeting (INCO 4)

Rp 36.421.650

Paket konsultasi (INCOPACK) SeminarPaket seminar yang bertujuan menumbuhkan awareness pasar terhadap intencive travel Early Bird (50%) Regular (35%) Onsite (15%) Rp 1.300.000 Rp 1.450.000 Rp 1.600.000

Post Activity (INCO 5)

3.

E-Trip (Eco Trip)

Dalam memperkenalkan konsep ekowisata kepada masyarakat, Ecolite Travel juga menghadirkan berbagai pilihan paket tour sebagai kegiatan pendukung operasional perusahaan, dengan target pasar meliputi kategori para pelajar SD-SMP lokal

maupun internasional, kaum ekspatriat, maupun organisasi masyarakat dimana di dalamnya terdapat aktifitas ekowisata sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat mengenal dan sadar lingkungan. Paket E-Trip sendiri terdiri dari 3 jenis paket wisata yaitu Desa Wisata, Wisata Forest, dan Wisata Bahari.

3.2

Gambaran Pasar Program incentive travel sudah mulai banyak diberlakukan di perusahaan-

perusahaan sebagai bentuk reward yang diberikan kepada karyawan atas suatu prestasi atau pencapaian target tertentu atau bentuk penghargaan atas loyalitas karyawan. Dahulu, pemberian reward bagi karyawan hanya diberikan dalam bentuk uang atau barang. Namun seiring perkembangan zaman, pemberian uang atau barang dianggap kurang berkesan dan kurang bermanfaat karena uang akan habis dipakai untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sedangkan barang kurang merepresentasikan prestasi atau loyalitas karyawan. Untuk itu, konsep pemberian insentif mulai beralih ke dalam bentuk perjalanan karena setiap orang akan mempunyai pengalaman tersendiri yang dapat dikenang atau diceritakan kembali kepada orang lain perihal pengalaman kunjungannya ke kota atau negara lain yang pernah mereka datangi. Saat ini, bentuk perjalanan insentif juga dapat berfungsi untuk meningkatkan image dari suatu perusahaan. Seperti perjalanan insentif yang dilakukan pleh PT Prudential Life Assurance pada tahun 2008 yang membawa sebanyak 1500 orang winner keliling Eropa

selama 10 hari dan mendaftarkannya ke Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Perusahaan Pemberi Perjalanan Insentif dengan Grup Terbanyak. Hal ini membuktikan bahwa bentuk reward melalui perjalanan insentif dapat memberikan dampak yang positif bagi perusahaan bukan hanya lingkungan internal perusahaan dengan tujuan meningkatkan motivasi dan loyalitas karyawan tetapi juga dapat berpengaruh terhadap lingkungan eksternal perusahaan yaitu berpengaruh terhadap pencitraan dari perusahaan tersebut. Berdasarkan riset yang telah Ecolite Travel lakukan, berikut beberapa perusahaan yang secara rutin menyelenggarakan program perjalanan insentif yaitu :

Tabel 3.2 Kategori Winners pada Perusahaan yang Menyelenggarakan Perjalanan Insentif

Winner No. Nama Perusahaan Produk Agent / Top Customer Best Sales Distributor Manager / Client Staff / Dealer Loyal / Pension Staff

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

PT SOHO Industri Pharmacy PT Bakrie Sumatera Plantation PT Astra Internasional TBK PT Prudential Life Assurance PT Bank CIMB Niaga PT Griya Miesejati PT Toyota Astra Motor PT Sari Melati Kencana PT Geographe Energy indonesia Global Jaya Internasional School (SMP)

Fitkom, Diapet, Curcuma Plus Rubber Plantation Daihatsu Asuransi Perbankan Restoran Bakmi GM Toyota Kijang Restoran Pizza Hut Jasa Perbaikan Alat Migas Sekolah Internasional

Tabel 3.3

Jumlah Perjalanan Insentif Per Tahun Berdasarkan PerusahaanTahun No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Perusahaan PT SOHO Industri Pharmacy PT Sari Melati Kencana PT Astra Internasional TBK PT Toyota Astra Motor PT Prudential Life Assurance PT Bank CIMB Niaga Global Jaya Internasional School (SMP) PT Griya Miesejati PT Bakrie Sumatera Plantation PT Geographe Energy indonesia Total Perjalanan 2008 1 2 2 1 1 1 1 1 1 1 12 2009 2 2 2 1 2 1 2 1 1 1 15 2010 2 2 3 2 2 1 2 2 1 2 19 Estimasi Anggaran >2m >1m >1m >1m > 500 jt < 500 jt < 100 jt >1m < 500 jt < 200 jt Penyalenggara Jalan Tours Pacto Tours Jalan Tours Pacto Tours Panaroma Tour EO EO Kepanitiaan Kepanitiaan Kepanitiaan

Tabel 3.4 Jumlah Perjalanan Insentif Per Tahun Berdasarkan PenyelenggaraNo. 1 2 3 4 5 Nama Perusahaan Jalan Tour Panorama Tour Pacto Tour EO Kepanitiaan Total 2008 3 1 3 2 3 12 2009 4 2 3 3 3 15 2010 5 2 4 3 5 19

Dari data pada Tabel 3.3 diatas menunjukkan bahwa bentuk-bentuk winner dalam

incentive travel yang diberikan oleh perusahaan dapat terbagi dalam beberapa kategori yaitu Top Manager, Customer/Client, Sales, Dealer/Agen, Best Staff dan juga karyawan dengan loyalitas tertinggi atau karyawan yang akan pensiun. Selain itu, data di atas menunjukkan bahwa setidaknya dalam satu tahun, tiap perusahaan memberikan satu kali program incentive travel baik kepada karyawan maupun klien. Data pada Tabel 3.4 diatas juga memberi keterangan bahwa saat ini terdapat 3 pemain besar yang menggarap bisnis ini yaitu Panorama Tours, Pacto Tours dan Jalan Tour. Selebihnya penyelenggaraan kegiatan incentive travel ini banyak dilakukan sendiri dengan membentuk kepanitiaan kecil yang pengurusnya berasal dari dalam perusahaan atau melibatkan EO atau travel agent dalam pengurusan travel document atau transportasi. Di bawah ini merupakan grafik penyelenggaraan perjalanan insentif yang berdasarkan kategori perusahaan penyelenggaranya. Grafik 3.1 Perkkembangann Penyelenggaraan Perjalanan Insentif Berdasarkan Perusahaan Penyelenggara Tahun 2008-2010

QuickTime and a TIFF (LZW) decompressor are needed to see this picture.

Melalui data grafik 3.1 di atas, dapat dilihat bahwa perkembangan perjalanan

insentif mengalami peningkatan tiap tahunnya. Bahkan keinginan perusahaan yang menyelenggarakan perjalanan insentif dengan membentuk kepanitiaan sendiri di dalam perusahaan jauh lebih tinggi proyeksinya dari pada perusahaan penyelenggara itu sendiri. Di bawah ini merupakan diagram presentase penyelenggaraan dari Jalan Tour, Panorama Tour, Pacto Tour, EO, Kepanitiaan internal perusahaan untuk periode tahun 2008 2010. Diagram 3.1 Presentase Perusahaan Penyelenggara Incentive Travel

QuickTime and a TIFF (LZW) decompressor are needed to see this picture.

Menunjuk kepada data riset yang telah dilakukan oleh Ecolite Travel, maka Ecolite Travel dapat melihat dan mengambil peluang dalam bisnis incentive travel ini untuk dapat masuk ke pasar dank arena masih banyaknya perusahaan yang tidak menggunakan jasa penyelenggara khusus untuk perjalanan intensif. Untuk itu, Ecolite Travel akan berusaha memasuki pasar yang belum menggunakan jasa perusahaan di bidang perjalanan dan masih melakukan kepengurusan internal (kepanitiaan) sebesar 8%.

Berikut merupakan pembagian marketshare yang akan dimasuki oleh Ecolite Travel.

Diagram 3.2 Presentase Marketshare Penyelenggaraan Incentive Travel

QuickTime and a TIFF (LZW) decompressor are needed to see this picture.

Data penyelenggaraan perjalanan insentif yang dilakukan oleh kepanitiaan internal perusahaan mencapai 25% (lihat Diagram 3.1). Selama tahun 2008 2010 perusahaan seperti PT Griya Mie Sejati, PT Geographe Energy, dan PT Bakrie Sumatera Pantation melakukan perjalanan sebanyak 11x perjalanan selama 3 tahun terakhir. Dari Total 25% marketshare tersebut sebanyak 8% dengan target penyelenggaraan program perjalanan insentif sebanyak 1x setahun.

3.3

Target/Segmen Pasar Yang Dituju Target Pasar yang dituju dalam fungsi utama oerusahaan kami yaitu sebagai

penyelenggara bagi perjalanan insentif perusahaan yang focus pada kegiatanekowisata, maka segmen pasar yang kami tuju adalah perusahaan-perusahaan di bidang : 1. Dealer Automotive (Toyota, Astra International) 2. Perbankan (Bank BNI, Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga)

3. Asuransi (Prudential, Bumiputera, Jasa Raharja) 4. Telekomunikasi (Bakrie, Telkom, Indosat) 5. Food & Beverage (Pizza Hut, Bakmi GM) 6. Pertambangan (Bakrie Group, Pertamina) 7. MLM (Sophie Martin, Oriflame

Pemilihan perusahaan-perusahaan pada Tabel 3.5 dibawah ini didasarkan kepada adanya peluang bagi Ecolite Travel untuk memasuki pasar mengingat banyak diantara perusahaan tersebut yang tidak menggunakan jasa dari pihak ke tiga untuk penyelenggaraan program incentive travel, dan kebutuhan untuk adanya program reward dalam bentuk incentive travel cukup tinggi, sehingga Ecolite Travel yakin dapat bersaing dengan perusahaan penyelenggara incentive travel maupun EO lainnya.

Tabel 3.5

Daftar Perusahaan Target Market Ecolite TravelNo.12 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Nama PerusahaanPT SOHO Industri Pharmacy PT Griya Miesejati PT Sarimelati Kencana PT Astra Internasional Tbk PT Toyota Astra Motor PT Prudential Life Assurance PT AXA Insurance PT Honda Astra Motor PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Rakyat Indonesia PT Telekomunikasi Indonesia Tbk PT Indosat Tbk PT Bakrie Telecom Indonesia PT Bakrie Sumatera Plantation PT Bank CIMB Niaga PT Geographe Energy Indonesia Global Jaya Internasional School High Scoop Indonesia Jakarta International School

ProdukFitko, Diapet, Curcuma Plus, dll Bakmi GM Pizza Hut Daihatsu Toyota Kijang Asuransi Asuransi Motor Perbankan Perbankan Simpati, Kartu Halo Mentari, IM3 Esia Rubber Plantation Kartu Kredit, Perbankan Jasa pebaikan alat Migas Sekolah Internasional Sekolah Internasional Sekolah Internasional

Estimasi Anggaran>2m >1m >1m >1m >1m >1m >1m >1m >1m >1m >1m >1m >1m < 500 jt < 500 jt < 200 jt < 100 jt < 100 jt < 100 jt

3.4

Trend Perkembangan Pasar Dilihat dari perkembangan penyelenggaraan perjalanan insentif yang terjadi pada

tahun 2008 2010, maka jumlah perjalanan per tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan. Jumlah perjalanan insentif tiap tahunnya dapat dilihat pada diagram 3.3 berikut ini.

Diagram 3.3

Jumlah Frekuensi Perjalanan Tahun 2008 2010

QuickTime and a TIFF (LZW) decompressor are needed to see this picture.

Dari diagram di atas dapat dilihat bahwa jumlah perjalanan insentif pada tahun 2009 mengalami peningkatan sebesar 25% dan pada tahun 2010 kenaikan bertambah sebesar 1,67%, sehingga meningkat sebesar 26,67%. Berdasarkan perhitungan presentase per tahun tersebut dapat disimpulkan bahwa rata-rata kenaikan jumlah perjalanan insentif selama tiga tahun terakhir adalah sebesar 25,85% (berdasarkan data dari tiga perusahaan di bidang perjalanan, perusahaan EO dan kepanitiaan internal perusahaan). Berdasarkan hasil rata-rata tersebut, maka kami dapat melakukan perkiraan jumlah pejalanan untuk tiga tahun ke depan. Kami memperkirakan dalam 3 tahun ke depan presentase kenaikan perjalanan insetif adalah sebesar 26%.

3.5

Proyeksi Penjualan Dilihat dari tren perkembangan pasar yang mengalami peningkatan sebesar 26%

tiap tahunnya, maka Ecolit Travel dapat menentukan perkiraan proyeksi penjualan selama 3 tahun ke depan. Di tahun pertama EcoliteTravel akan terlebih dahulu mengadakan seminar untuk meningkatkan awareness pasar terhadap program perjalanan insentif. Sete;ah melakukan

seminar, maka kami akan melakukan pendekatan kepada klien dengan menawarkan produk paket konsultasi (INCOPACK) dan program E-Trip sebagai produk pendukung perusahaan kami agar tetap berjalan sekaligus sebagai perkenalan kepada target perusahaan.

3.6

Strategi Pemasaran

3.6.1 Pesan Pemasaran Ecolite Travel mengusung slogan When Travelling are from and for the nature sebagai pesan pemasaran, yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian bagi para traveller (wisatawan) dalam berwisata yang dapat membawa dampak bagi lingkungan serta memberi pemahaman untuk mengembalikan konsep pariwisata ke dalam konsep cinta lingkungan, sehingga aktifitas pariwisata bukan hanya kegiatan yang sifatnya bersenang-senang (leisure) tetapi juga bisa membawa dampak bagi lingkungan. Oleh karena itu, Ecolite Travel akan memasukkan aktifitas ngan unsur lingkungan dalam setiap perjalanan insentif perusahaan maupun produk pendukungnya yaitu paketpaket tour, agar setiap peserta atau winner yang terlibat dalam pariwisata tersebut dapat lebih peduli dengan kondisi lingkungan. Tujuan inilah yang ingin dicapai oleh Ecolite Travel dalam slogan perusahaan sebagai salah satu pesan pemasaran yang ingin ditonjolkan. Slogan When Travelling are from and for the nature akan dimunculkan dalam setiap materi promosi perusahaan seperti stempel, kop surat, website perusahaan, email, papan nama perusahaan, kartu nama, dan semua media promosi yang digunakan dalam setiap event yang diselenggarakan. Slogantersebut dapat menjadi salah satu karakteristik

perusahaan yang membedakan Ecolite travel dengan perusahaan perjalanan sejenis lainnya.

3.6.2 Strategi Pemasaran Mengingat Ecolite Travel merupakan perusahaan baru, maka dibuttuhkan strategi pemasaran yang efektif dan efisien untuk memperkenalkan perusahaan kepada calon klien dan juga suplier. Kegiatan pemasaran yahg akan dilakukan adalah : 1. Networking Kekuatan sebuah pemasaran berada pada banyaknya jaringan yang dimiliki perusahaan ke berbagai lapisan baik target market yang akan dibidik perusahaan, maupun kepada pihak-pihak suplier. Untuk itu, Ecolite Travel akan membangun networking kepada perusahaan-perusahaan, institusi, asosiasi maupun organisasi yang berada di wilayah Jakarta, Tangerang dan sekitarnya. Kegiatan networking ini akan dilakukan melalui pendekatan ke bagian HRD, Marketing Department, atau pihak internal yang berwenang sebagai pengambil keputusan. 2. Direct Marketing Bentuk pemasaran langsung (direct marketing) merupakan bentuk pemasaran yang umum dilakukan oleh perusahaan dengan cara menggunakan media langsung dalam berkomunikasi dengan calon klien. Bentuk pamasaran langsung yang akan dilakukan oleh Ecolite Travel antara lain : a. Direct Mail Ecolite Travel akan mengirimkan company profile perusahaan ke beberapa perusahaan yang menjadi target potensial perusahaan. Selain itu, perusahaan juga

akan melakukan pengiriman melalui fax blasting sebagai perkenalan perusahaan untuk meningkatkan awareness calon klien terhadap eksistensi perusahaan.

b. Online Channel Kegiatan pemasaran yang dilakukan melalui media online channel ini yaitu menggunakan media email (email blasting) dimana dalam setiap email yang dikirimkan berisi perkenalan perusahaan serta penawaran produk unggulan Ecolite Travel. Setiap staff akan diberikan email khusus perusahaan sebagai identitas dari perusahaan sekaligus untuk mempermudah kegiatan operasional perusahaan. Contohnya: [email protected]

c. Telemarketing Kegiatan telemarketing merupakan kelanjutan dari kegiatan email dan fax blasting untuk mem-follow up klien sekaligus melihat respon dari target perusahaan yang sudah menerima informasi mengenai Ecolite Travel. Pada saat aktifitas telemarketing, target perusahaan akan diberi informasi lebih rinci lagi mengenai produk dan jasa yang ditawarkan oleh Ecolite Travel. Dan jikalau calon klien ingin mengetahui lebih banyak informasi terperinci maka, staff sales kami dapat membuat temu janji dengan klien sesuai dengan waktu yang telah disepakati oleh klien.

3. Events Untuk dapat lebih mengembangkan jaringan sekaligus mendekatkan perusahaan dengan calon klien, Ecolite Travel juga akan mengikuti berbagai jenis event pameran

baik yang diadakan oleh asosiasi maupun pemerintah (dinas pariwisata) yang mulai banyak digelar saat ini. Ke depannya, Ecolite Travel juga akan meningkatkan kegiatan pemasaran melalui kegiatan sponsorship atau mitra kerja (barter sponsor) dalam event lainnya seperti seminar, kongres, dan lain sebagainya.

4. Advertising Ecolite Travel juga akan meletakkan materi promosi pada beberapa media cetak maupun elektronik untuk setiap event yang akan diselenggarakan. Hal ini bertujuan selain untuk menjangkau target pasar yang lebih luas juga dapat menjadi salah satu media agar Ecolite travel lebih banyak dikenal oleh publik.

5. Internet Marketing Penggunaan media internet saat ini lebih banyak berkembang di masyarakat sehingga pemasaran melalui internet menjadi salah satu cara yang efektif untuk menjangkau pasar. Untuk itu, Ecolite Travel juga akan melakukan pemasaran melalui blog, free account, twitter, dan membuat serta mengupdate perkembangan aktifitas perusahaan melalui website perusahaan agar dapat diakses dengan mudah oleh publik.

3.7

Analisis Pesaing Dalam bisnis pariwisata yang banyak bergerak dalam bidang jasa, kepuasan klien

merupakan hal yang paling utama sebagai indikator keberhasilan perusahaan. Terlebih untuk produk perjalanan insentif (incentive travel), interaksi dengan klien dan kedekatan secara personal dengan klien merupakan hal yang utama yang akan mempengaruhi

kualitas dalam pelayanan yang akan diberikan. Hal tersebut merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Ecolite Travel yang tidak dimiliki oleh perusahaan perjalanan lainnya. Sebagai perusahaan yang baru saja berdiri, Ecolite Travel perlu melakukan pengamatan terhadap beberapa perusahaan perjalanan di bidang insentif yang merupakan pesaing dari Ecolite Travel. Pengamatan tersebut meliputi keunggulan dan kelemahan pesaing yang dapat dijadikan acuan bagi Ecolite Travel dalam mengembangkan usaha dan pemasaran Selain melakukan pengamatan terhadap kekuatan dan kelemahan pesaing, Ecolite Travel juga melakukan analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) terhadap keunggulan dari perusahaan dan produk kami. Berikut analisis SWOT daro Ecolite Travel. Tabel 3.6 Analisis SWOT Ecolite Travel KekuatanProduk

KelemahanKepercayaan Klien

Keunggulan dari produk kami adalah Dikarenakan Ecolite Travel merupakan adanya unsure unik dan berbeda dengan perusahaan yang baru berdiri dan belum adanya karakteristik yang ditonjolkan, dikenal oleh pasar maka akan cukup sulit yaitu ecotourism (pelestarian lingkungan) untuk mendapatkan kepercayaan klien. yang membuat Ecolite Travel mempunyai ciri tersendiri dari paket perjalanan insentif lainnya. Strategi Pemasaran Ecolite Travel akan melakukan pemasaran yang tepat guna, dengan melibatkan semua Minim Pengalaman Sebagai perusahaan baru Ecolite Travel masih minim dalam pengalaman lapangan

elemen dalam pemasaran seperti direct mail marketing dan advertising, mengikuti event (pameran atau bazaar), pemasaran melalui internet (website perusahaan) dan free account dalam networking seperti facebook terkait. Harga yang Kompetitif Ecolite Travel akan memberikan harga yang relatif lebih urah namun dengan kualitas yang terbaik. Pelayanan Terbaik Eclite Travel akan memberikan pelayanan yang terbaik melalui produ-produk yang dotawarkan baik paket konsultasi maupun tailor made untuk yang penyelenggaraan ke semuanya incentive travel, dan diri twitter, kepada serta asosiasi menggabungkan

bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi klien dalam melakukan pemberian reward dalam bentuk kepada karyawan/klien. inentive travel

PeluangKebutuhan Pasar

AncamanDukungan Pemerintah dan pemeliharaan terhadap seluruh destinasi

DIlihat dari adanya kebutuhan pasar akan Kurangnya dukungan pemerintahterhadap program incentive travel sebagai pengganti pembenahan rewards dalam bentuk uang atau barang untuk perusahaan. peningkatan produktvitas infrasruktur komponen dalam pariwisata yang meliputi bahkan wisata itu sendiri. Kondisi Politik

Sedikitnya Pemain

Masih sangat sedikitnya pemain atau Tidak menentunya kondisi politik dalam negeri seperti banyaknya demo dan

pelaku

bisnis

yang

professional

dan kericuhan yang menyebabkan orang takut untuk melakukan perjalanan wisata.

kompeten dalam bidang incentive travel. Target Tanggap travel hanya dapat dilakukan Pasar Banyak yang

Belum Kekuatan Pesaing Dengan kekuatan yang dimiliki oleh pesaing oleh berpengalaman, maka akan cukuo sulit untuk memasuki pasar.

Kecenderungan bahwa selama ini incentive baik dari segi finansial maupun SDM yang perusahaan-perusahaan besar. Destinasi Lokal Jarang Dijadikan

Tujuan Dalam Incentive Travel Kecenderungan bahwa incentive travel biasanya dilakukan di luar negri.

3.8

Jejaring Usaha Untuk memperlancar kegiatan operasional dari Ecolite Travel maka kami juga perlu

memiliki banyak jejaring usaha yang akan menunjang kualitas dan produktivitas dari perusahaan kami. Untuk itu, Ecolite Travel akan bekerjasam dengan beberapa pihak dari bidang akomodasi, transportasi, travel agent, asuransi, bank, media, asosiasi Go Green, dan supplier di bidang percetakan maupun penyediaan alat-alat penunjang aktifitas.

BAB IV ANALISIS DAN RENCANA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) YANG DIBUTUHKAN

4.1

Analisis Kompetensi SDM Sumber Daya Manusia (SDM) Ecolite Travel harus mempunyai kompetensi yang

memenuhi standar, karena dalam mengembangkan perusahaan sumber daya manusia mempunyai peranan cukup kuat. Seiring dengan sumber daya manusia yang berkompeten maka perusahaan akan berkembang untuk mencapai target yang diharapkan.

4.2

Analisis Kebutuhan dan Pengembangan SDM Dalam rencana memajukan perusahaan, Ecolite Travel memerlukan analisis

kebutuhan serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Kebutuhan yang dimaksud disini adalah posisi dalam setiap bagian atau departemen dalam menjalankan perusahaan serta kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap individu yang akan menempati jabatan atau posisi yang dimaksud. Adapun analisis kebutuhan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diperlukan adalah sebagai berikut : 1. Managing Director Tingkat Pendidikan Pengalaman Keterampilan Khusus : Min S1 : Min 1 Tahun : Mempunyai wawasan mengenai usaha perjalanan insentif

2. Finance & Operational Manager Tingkat Pendidikan Pengalaman : Min S1 : Min 1 Tahun

Keterampilan Khusus

: Memiliki keahlian dalam bidang keuangan dan negosiasi dengan supplier

3. Marketing Manager Tingkat Pendidikan Pengalaman Keterampilan Khusus : Min S1 : Min 1 Tahun : Pintar berkomnikasi dan berpenampilan menarik

4.3

Rencana Pemenuhan Kebutuhan Di tahun pertama, Ecolite Travel belum memerlukan tenaga tambahan, sehingga

kegiatan operasional perusahaan hanya dikelola oleh pemilik. Di tahun kedua, mulai adanya perkembangan kegiatan operasional perusahaan sehimgga Ecolite Travel perlu untuk menambah sumber daya manusia dalam bidang design dan juga sales untuk membantu dalam hal packaging dan penjualan produk. Sedangkan di tahun ke tiga, karena aktifitas perusahaan sudah mulai berkembang, Ecolite Travel berencana untuk menyewa kantor baru untuk mempermudah akses bagi para klien dan juga menambah dua orang karyawan untuk memenuhi kebutuhan administrasi perusahaan dan penanggung jawab dalam peralatan teknologi informasi.

BAB V PEMANFAATAN TEKNOLOGI

5.1

Rencana Pemanfaatan Teknologi Informasi Teknologi merupakan bentuk inovasi untuk memudahkan kerja manusia. Kemajuan

teknologi baik dari teknologi informasi dan teknologi komunikasi memberikan akses kemudahan terhadap dunia usaha. Perjalanan insentif sebagai dunia usaha yang berjaringan global dengan kegiatan yang terus bergerak menembus batas wilayah, ruang dan waktu . tentu tak lepas dari kebutuhan akan teknologi. Untuk itu Ecolite Travel melakukan analisis rencana kebutuhan pemanfaatan teknologi sebagai berikut : 1. Marketing Dalam usaha memasaran produk perusahaan, Ecolite Travel membutuhkan bantuan teknologi untuk mencapai hasil maksimal. Teknologi yang di manfaatkan dalam proses pemasaran adalah : a. Telepon Penggunaan teknologi komunikasi ini merupakan sarana praktis

menghubungkan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada calon klien perusahaan. b. Faksimili Penggunaan mesin faksmili dimanfaatkan sebagai sarana pengiriman bukti-bukti pembayaran, korespodensi, invoice dan catatan lainnya, yang memudahkan perusahaan untuk bertransaksi dengan klien maupun supplier secara cepat tanpa membuang waktu dengan penggunaan lewat pos ataupun kurir. c. Internet Teknologi internet menjadi sarana utama memasarkan produk dan jasa yang

dimiliki perusahaan kepada para calon klien melalui teknologi website dan email blast. d. Telepon Selular Smartphone Kemajuan teknologi komunikasi untuk telepon selular smartphone memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan komunikasi dan penyampain

informasi dengan klien dan supplier walaupun tidak sedang berada di dalam kantor. 2. Operasional Kegiatan operasional perusahaan merupakan bagian yang penting dalam menjalankan perusahaan. Untuk itu Ecolite Travel melakukan analisis peralatan teknologi yang dibutuhkan dalam kegiatan operasional diantaranya : a. Software computer Software atau perangkat lunak merupakan program teknologi yang digunakan bertujuan untuk mempermudah pekerjaan non teknis, diantaranya seperti penimpanan database, persiapan bahan presentasi serta desain . 1) Ms Office 2007 2) Adobe Reader 3) Macromedia Freehand 4) Adobe Photoshop CS3

b. Internet Internet merupakan sarana memperoleh kemudahan informasi bagi perusahaan untuk mempermudah perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha guna

memenuhi permintaan pasar. Untuk itu, guna mempermudah akses internet Ecolite Travel menggunakan media seperti : 1) Fastnet 2) Flocks 3) Wireless Modem Vodafone

c. Peralatan Teknologi Peralatan teknologi yang digunakan Ecolite Travel dalam memperlancar aktivitas kegiatan perusahaan meliputi : 1) LCD + Proyektor 2) Mouse portable 3) Laptop 4) Mesin fax 5) Scanner

5.2

Tahapan Pengembangan Teknologi Dalam usaha mengembangkan teknologi untuk kegiatan perusahaan, Ecolite Travel

merencanakan tiga tahapan yang akan ditempuh, Ketiga tahapan tersebut dilakukan pada periode tahun pertama, tahun kedua dan tahun ketiga di awal pendirian perusahaan.

5.2.1 Tahun Pertama Pada awal pendirian perusahan, Ecolite Travel merencanakan pengembangan teknologi lebih banyak untuk kegiatan pemasaran perusahaan seperti yang terlihat dalam

tabel dibawah ini. Tabel 5.1 Tahapan Pengembangan Teknologi Tahun INo.1 2 3 5

TeknologiWireless modem internet Wireless pointer Eksternal Hard Disc 50 GB Handy Cam

Jumlah2 unit 1 unit 1 unit 1 unit

5.2.2 Tahun Kedua Di tahun kedua, Ecolite Travel merencanakan menambah peralatan teknologi yang dibutuhkan untuk menunjang jalannya kegiatan usaha perusahaan seperti melakukan pembelian infokus sebagai upaya memberikan pelayanan yang baik pada saat presentasi di kantor Ecolite Travel. Selain itu, Ecolite Travelmerencanakan menambah jaringan internet untuk kemudahan mengakses informasi. Tabel 5.2 Tahapan Pengembangan Teknologi Tahun IINo.1 2 3

TeknologiAC Standing 3/4 pk LG LCD Projector Pesawat Telephone

Jumlah1 unit 1 unit 1 unit

5.1.3 Tahun ketiga Pada tahun ketiga perusahaan berjalan, Ecolite Travel akan berusaha untuk mengimbangi kemajuan teknologi yang dapat memperlancar kegiatan usaha jasa

perusahaan. Tabel 5.3 Tahapan Pengembangan Teknologi Tahun IIINo.1 2 3 4 5 6 7

TeknologiAC Panasonic 3/4 pk Meja Meeting Furniture Lemari Scanner Komputer PC Meja Kerja Kursi

Jumlah3 unit 1 set 1 set 1 unit 2 unit 1 set 4 buah

BAB VI LAPORAN KEUANGAN

6.1

Tahun Pertama (2011) Pada tahun pertama pendirian perusahaan, Ecolite Travel memiliki modal awal

uang (liquid asset) sebesar Rp 75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah) dan memiliki modal peralatan dengan nilai peralatan sejumlah Rp 14.550.000,- (empat belas juta lima ratus lima puluh ribu rupiah). Ecolite Travel ditahun pertama pendirian belum melakukan penyewaan ruang kantor di sebuah gedung perkantoran melainkan berlokasi pada tempat tinggal salah seorang dari pendiri perusahaan dengan hanya dikenakan biaya listrik, biaya pemakaian internet dan biaya pemakaian telepon. Selama tahun pertama berjalan, Ecolite Travel belum mendapatkan pemasukan pendapatan dari produk utama Ecolite Travel yaitu INECO produk. Pendapatan yang masuk berasal dari produk pendukung Ecolite Travel seperti kegiatan INCO dan ETRIP. Pengeluaran terbesar dari Ecolite Travel yaitu untuk membayar gaji sehingga pada tahun pertama Ecolite Travel belum melakukan rekruitmen karyawan baru, melainkan hanya teridir dari 3 orang pendiri sekaligus karyawan. Pada akhir tahun pertama, laba bersih perusahaan Ecolite Travel sebesar Rp 4.141.000,- (empat juta seratus empat puluh satu ribu rupiah).

6.2

Tahun Kedua ( 2012) Memasuki tahun kedua, Ecolite Travel meningkatkan target penjualan, terutama

terjualnya produk unggulan Ecolite Travel yaitu INECO dengan begitu memberikan

pendapatan kas menjadi lebih besar. Di tahun kedua, Ecolite Travel rekruitmen karyawan baru sebanyak satu orang sebagai staff administrasi.

melakukan

Pada akhir proyeksi perhitungan laporan laba rugi Ecolite Travel, dilihat bahwa Ecolite Travel mengalami kenaikan perhitungan laba bersih sebesar Rp 73.011.000,(tujuh puluh tiga juta sebelas ribu rupiah). Melalui proyeksi laporan laba rugi ditahun kedua tersebut, RUPS di akhir tahun kedua Ecolite Travel memberikan keputusan untuk tidak memberikan deviden, keseluruhan laba bersih ditahun 2012 di jadikan laba ditahan untuk tahun berikutnya. Hal ini dilakukan, mengingat rencana Ecolite Travel untuk tahun ketiga setelah perusahaan berdiri akan melakukan penyewaan kantor baru ditempat yang lebih strategis dan memberikan nilai prestige bagi perusahaan.

6.3

Tahun Ketiga ( 2013) Pada tahun ketiga, Ecolite Travel melakukan pindah lokasi kantor, dengan

menyewa ruangan di gedung perkantoran seluas 180m2. Ecolite Travel juga melakukan pembelian inventaris untuk mengisi keperluan ruang kantor yang baru. Selain itu, Ecolite Travel menambah jumlah karyawannya satu orang lagi dibidang sales dan marketing untuk meningkatkan penjualan produk. Di akhir tahun ketiga proyeksi laporan keuangan, Ecolite Travel mendapatkan laba bersih sebesar Rp 103.796.000,- (seratus tiga juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu rupiah). Melalui RUPS pada tahun ketiga Ecolite Travel memutuskan untuk memberikan deviden sebesar 50% dari laba bersih bagi para pemegang saham sesuai dengan porsi persentase saham dari para pemegang saham. Sisanya sejumlah 50% lagi dari laba bersih

dijadikan laba ditahan Ecolite Travel untuk tahun berikutnya.

BAB VII ANALISIS DAMPAK DAN RISIKO USAHA

7.1

Aspek Hukum Pendirian Ecolite Travel yang bergerak dalam bidang jasa perjalanan insentif

mengacu kepada hukum yang berlaku di Indonesia, yakni Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan. Dalam Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa jasa perjalanan insentif termasuk dalam bidang usaha yang mendukung kegiatan kepariwisataan di Indonesia. Perjalanan insentif sendiri merupakan jasa penyelenggara untuk perjalanan wisata bagi para pemenang penghargaan atau prestasi (winners). Acuan hukum lain adalah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Beserta Peraturan Pelaksanaannya. Undang- undang tersebut mengatur syarat-syarat dalam pendirian Perseroan Terbatas (PT). Bidang jasa Ecolite Travel lebih mengarah kepada ecotourism sebagai produk unggulan. Dalam kaitannya dengan itu, aspek hukum yang menjadi landasan mengarah kepada Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Undang-Undang tersebut mengatur mengenai potensi alam dan lingkungan yang mendukung bagi kegiatan pariwisata beserta ketentuan pengaturannya.

7.2

Dampak Terhadap Lingkungan Bidang usaha yang dijalankan oleh Ecolite Travel mempunyai dampak yang positif

bagi lingkungan karena Ecolite Travel lebih mengarah kepada konsep ecotourism sebagai dasar dalam menjalankan bisnis. Konsep tersebut mempengaruhi lingkungan secara tidak

langsung, yaitu dengan program-program yang lebih berbasis ramah lingkungan. Ecolite Travel mempunyai tagline when traveling are from and for the nature, dimana perjalanan adalah dari dan untuk alam, dari tagline tersebut dapat dengan jelas terlihat komitmen dan dampak yang ditimbulkan Ecolite Travel terhadap lingkungan. Berikut produk-produk yang dimiliki oleh Ecolite Travel seperti; 1. Produk unggulan a. Jasa penyelenggara perjalanan Insentif (incentive) Produk ini memiliki dampak kepada lingkungan khususnya para perusahaanperusahaan yang memiliki program pemberian penghargaan (rewards) yaitu merancang perjalanan yang berbasis ekowisata beserta program acara dengan tujuan memotivasi para winners untuk meningkatkan prestasi yang berguna untuk perusahaan itu sendiri.

2.

Produk pendukung a. Jasa konsultasi Produk ini membatu kepada setiap perusahaan yang ingin merencanakan pemberian penghargaan (rewads) yang berbentuk perjalanan insentif (incentive) atau hanya sekedar berkonsultasi. b. Ecotrip (tour) Produk ini dikhususkan kepada para pelajar baik setingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Internasional (kalangan ekspatriat). Produk ini bermanfaat bagi para generasi pelajar dalam tahap memperkenalkan

kegiatan yang ramah lingkungan dengan konsep edukasi yang dipadu dengan perjalanan wisata.

Selain itu, dampak yang ditimbulkan dari usaha kami adalah meningkatkan pendapatan daerah karena kunjungan wisata yang dilakukan. Hal tersebut secara langsung berdampak pula kepada industri kerajinan atau pengrajin yang berada di daerah kunjungan wisata. Dampak positif lainnya adalah promosi secara tidak langsung bagi daerah yang menjadi tempat kunjungan wisata dengan memperkenalkan potensi pariwisata yang diunggulkan.

7.3

Analisis Risiko Usaha Dalam mendirikan suatu perusahaan tentu tidak selamanya akan berjalan lancar, ada

resiko-resiko yang mungkin terjadi dalam perjalanannya. Berikut ini adalah analisis resiko yang mungkin dihadapi oleh Ecolite Travel, antara lain; 1. Risiko Keuangan Ecolite Travel dalam hal ini dapat mengalami risiko keuangan dalam hal

perubahaan fluktuasi mata uang asing karena paket-paket incentive travel yang dibuat berdasarkan mata uang asing International yaitu dollar. Selain itu jenis jenis risiko keuangan yang dapat terjadi yaitu: a. Risiko pasar Ecolite Travel dapat terpengaruh oleh pasar karena bisa saja terjadi krisis ekonomi yang melanda dunia yang menyebabkan pasar kegiatan incentive dalam waktu tersebut menjadi menurun pasarnya.

1) Risiko nilai tukar yang merupakan bagian dari jenis risiko pasar dapat pula mempengaruhi karena paket-paket yang ditawarkan atau dijual oleh perusahaan kami ini melalui transaksi mata uang asing.

b. Risiko Likuiditas Berdasarkan permodalan yang di dapat Ecolite Travel yang mengandalkan modal 80%nya dari Investor bisa jadi terdapat risiko likuiditas yang menyebabakan ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek terhadap kewajiban kepada investor.

c. Risiko Sulvensi Perusahaan dapat mengalami risiko sulvensi dimana kemungkinan tidak dapat menutup kerugian sehingga mempengaruhi kelangsungan berjalannya

perusahaan.

2.

Risiko Operasional Ecolite Travel mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang professional dan juga melakukan sistem pengoperasian berbasis teknologi sehingga dapat pula terjadi risiko operasional yang terjadi pada dua tingkatan yaitu berupa risiko teknis misalnya salah mencantumkan harga pada produk insentif yang ditawarkan sehingga menyebabkan kerugian, atau berupa risiko organisasi dari perusahaan kami yang terjadi karena sistem dan prosedur suatu kebijakan yang dibuat tidak berjalan semestinya.

3.

Risiko Strategis Keputusan strategis perusahaan bisa saja mempengaruhi linkungan eksternal dan internal perusahaan misalnya Ecolite Travel membuat strategi pasar yang salah sasaran sehingga menyebabkan produk insentif tidak berkembang menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

4.

Risiko Eksternal Seperti yang dijelaskan pada risiko strategis dimana perusahaan membuat strategi pasar yang tidak tepat sasaran sehingga mempengaruhi dari faktor eksternal perusahaan. Yang termasuk faktor eksternal perusahaan yang mungkin dihadapi misalnya : a. Risiko reputasi Dengan strategi pasar yang tidak focus kepada masalah lingkungan, perusahaan dapat terkena dampak risiko lingkungan karena telah menggganngu atau mencemari lingkungan padahal perusahaan insentif travel ini focus terhadap masalah lingkungan dalam berwisata. b. Risiko hukum Dengan permasalahan yang muncul seperti yang dijelaskan diatas bisa saja terjadi ketika ternyata pihak yang terkait mengadukan ke ranah hukum yang menyebabkan perusahaan mengalami permasalahan hukum.

Berdasarkan akibat yang ditimbulkan Ecolite Travel dapat mengalami pula 1. Risiko murni Risiko murni yang dapat terjadi pada perusahaan ini ketika terjadi bencana alam,kerusuhan pada saat pelaksanaan kegiatan incentive. 2. Risiko spekulatif Risiko spekulatif terjadi jika perusahaan melakukan penambahan investor perusahaan disaat perusahaan dalam keadaan krisis keuangan dilain sisi perusahaan dapat suntikan dana baru yang dapat mengembagkan perusahaan tetapi jika ternyata perusahaan tetap gagal mengakibatkann perusahaan semakin mempunyai risiko permodalan yang lebih besar. Berdasarkan aktivitas yang dilakukan Ecolite Travel dapat mengalami ; 1. Risiko perjalanan Sesuai dengan kegiatan perusahaan yaitu perusahaan perjalanan wisata (insentif). Perusahaan ini dapat mengalami risiko perjalanan ketika sedang melakukan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Selain itu risiko yang mungkin saja dihadapi Ecolite Travel dengan adanya risiko SDM, dimana SDM merupakan asset penting bagi perusahaan karena semakin tinggi nilai SDM semakin tinggi pula nilai perusahaan itu sendiri. Untuk itu risiko sdm yang mungkin di alami perusahaan yaitu : 1. Seringnya terjadi perputaran keluar masuk karyawan 2. Kebijakan perusahaan yang menyebabkan ketidakpuasan karyawan

7.4

Antisipasi Resiko Usaha Dalam setiap menjalankan usaha tidak terlepas akan adanya risiko yang mungkin

muncul seperti pada pembahasan sebelumnya. Ecolite Travel berusaha mengantisipasi risiko usaha yang mungkin akan dihadapi dengan mengikuti kontrak usaha dan asuransi. 1. Kontrak Usaha Kontrak usaha ini dibuat dengan para supplier atau klien berdasarkan hukum kontrak kerja yang berlaku dan dibuat diatas materai sebagai bukti bahwa kontrak tersebut legal atau sah dimata hukum. Kontak usaha ini dibuat untuk mengantisipasi adanya pelanggaran oleh pihak kedua (supplier atau klien). Apabila pelanggaran yang dilakukan dapat menyebabkan kerugian, maka kontrak usaha tersebut sebagai tanda bukti yang dapat diajukan ke meja hukum. 2. Asuransi Antisipasi lain yang digunakan Ecolite Travel adalah mengikuti asuransi sebagai proteksi keamanan dari resiko yang mungkin akan terjadi. Asuransi yang digunakan oleh Ecolite Travel terbagi atas dua, yaitu: 1. Asuransi tenaga kerja Asuransi ini digunakan untuk melindungi jajaran komisaris dan karyawan Ecolite Travel dari kecelakaan dalam bekerja. Asuransi ini sebagai perlindungan (protect) jaminan keamanan dan kenyamanan dalam bekerja dengan ganti rugi yang sepadan. 2. Asuransi perjalanan Asuransi ini digunakan untuk melindungi para calon klien Ecolite Travel selama mengikuti program perjalanan dari resiko perjalanan yang tidak

diharapkan namun mungkin dapat terjadi seperti kecelakaan perjalanan dan kerugian dalam perjalanan. Antisipasi mengikuti program asuransi perjalanan ini diharapkan mampu meminimalisir resiko usaha.