buku 24 hours of contemporary zakat karya muhammad zen, s.ag, lc, ma

of 119 /119
0

Upload: muhammad-zen

Post on 27-May-2015

5.414 views

Category:

Documents


2 download

DESCRIPTION

ada dua ilustrasi yang menggambarkan antara orang yang berzakat dengan yang tidak berzakat. Pertama; kalau orang yang berzakat diilustrasikan apabila dihidangkan sebuah jeruk, tentu sebelum jeruk tersebut dimakannya/dikonsumsinya umumnya setiap orang melakukan terlebih dahulu berusaha membuka kulit jeruk tersebut dan dibuang kulitnya, bahkan biji dan serabutnya yang ada di dalam jeruk itu pun berusaha dibuang juga. Maka boleh jadi jeruk tersebut akan menjadi jeruk yang bervitamin dan bagus untuk kesehatan tubuh. Demikian halnya dengan orang yang berzakat, sebelum dia memakan harta yang didapatinya dari berbagai macam usaha atau pekerjaan, maka terlebih dahulu dia keluarkan hak orang lain dengan berzakat dan hartanya tidak tercampur dengan harta orang lain, sehingga boleh jadi hartanya menjadi bersih dan sehat. Firman Allah Swt: “..dan keluarkanlah zakat saat memetik panen/hasil” (QS. Al-An’am: 141). “Dan pada harta-harta mereka ada hak --orang lain seperti-- orang miskin yang meminta-meninta dan dan orang miskin yang tidak mendapat bagian”(QS. Adz-Dzariat: 19) “Sungguh telah beruntung orang yang telah menyucikan jiwanya (dengan bersyukur atas nikmat dan berzakat)” (QS. Asyams: 9)Sebaliknya, kedua, orang yang tidak berzakat diilustrasikan dengan dihidangkan sebuah jeruk, tentunya tipe orang ini berbeda dengan yang pertama. Jeruk tersebut langsung dimakannya/dikonsumsinya tanpa terlebih dahulu kulit jeruk tersebut dikupas dan dibuang kulitnya, bahkan biji dan serabut yang ada di dalam jeruk itu pun tidak berusaha dibuang juga. Bukankah akhirnya ketika mengkonsumsi jeruk itu menjadi pahit, tidak bervitamin bahkan tidak bagus untuk kesehatan tubuh. Demikian halnya dengan orang yang tidak berzakat, meskipun secara kasat mata harta tersebut adalah harta kita yang mendapatkannya namun ada hak orang lain yang wajib dikeluarkan. Tipe ini ketika memakan/medapatkan harta yang diperolehnya dari berbagai macam usaha baik kerja/hasil konsultan/pengacara/dosen/guru maupun dokter dsb, maka tidak terlebih dahulu dia keluarkan hak orang lain dengan berzakat dan hartanya tercampur dengan harta orang lain, sehingga boleh jadi hartanya tidak menjadi bersih, tidak sehat bahkan dapat menimbulkan penyakit/musibah. Hal ini sesuai sabda Rasulullah Saw:”Zakat menolak bahaya/musibah/penyakit” (HR. Muslim) Allah juga mengkategorikan mereka yang enggan berzakat karena bakhil/kikir dan tidak mempercayai akan ganjaran pahala di sisi Allah baik di dunia maupun di akhirat maka mereka akan dimudahkan oleh Allah menuju kesukaran/kesulitan/musibah/penyakit. (QS. Al-Lail (92): 4-5)

TRANSCRIPT

Page 1: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

0

Page 2: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

MUHAMMAD ZEN, MA

“24 HOURS Of CONTEMPORARY ZAKAT:Tanya jawab seputar keseharian zakat

MUHAMMAD ZEN, MA

24 HOURS Of CONTEMPORARY ZAKAT:Tanya jawab seputar keseharian zakat

Logo sponsor

1

24 HOURS Of CONTEMPORARY ZAKAT:Tanya jawab seputar keseharian zakat

Page 3: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

2

PENDAHULUAN

Alhamdulillâhi robbil âlamîn. Puji dan syukur kehadirat Allah yang Maha Pengasih lagi Mahapenyayang. Shalawat beserta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw.

Sejalan dengan perkembangan ekonomi dalam kehidupan umat manusia, kegiatan penghasilanmelalui keahlian/profesi dan perusahaan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Bahkanmenjadi kegiatan ekonomi yang utama, seperti terjadi pada negera-negara industri sekarangini. Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayat al-Mujtahid menjelaskan zakat itu terbagi menjadi duabagian zakat nafs atau dikenal zakat al-fithri dan zakat mâl. Menurut ulama kontemporer zakatmâl dibagi menjadi dua: pertama zakat mâl bersifat tafsili (terinci) sebagaimana telahdipraktekkan Rasulullah Saw bahwa obyek zakat ada lima obyek, dan kedua zakat mâl bersifatijmali (global/umum) yang menjadi tren kajian kontemporer seperti zakat tabungan, investasi,profesi, perusahaan dan sebagainya.

Kajian zakat kontemporer di dunia ini tak lekang dari kajian tersebut, yang paling fenomenaldipelopori Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam Fiqh az-Zakat. Di mana di dalam buku tersebutdijelaskan harta objek zakat (al-amwâl az-Zakawiyyah) tidak hanya mencakup lima obyek zakat(kemudian dikenal zakat mal yang bersifat tafsili/terinci): pertama; zakat emas, perak danperhiasan, kedua; zakat pertanian, ketiga; zakat peternakan, keempat zakat perdagangan, dankelima; zakat barang tambang (rikaz).

Harta objek zakat juga mencakup semua harta maupun penghasilan/pendapatan yang dimilikioleh setiap muslim (kemudian dikenal zakat mal bersifat ijmali/global), yaitu seluruh bidangpekerjaan yang halal telah mencapai nishab, wajib dikeluarkan zakatnya. Termasuk didalamnya penghasilan yang didapatkan melalui keahlian tertentu secara perorangan maupunbersama-sama, atau yang sering disebut dengan zakat profesi (mihnah/ mâl al-mustafâd).Misalnya dokter, ahli hukum, arsitek, dosen/guru, penjahit, karyawan, dan lain-lain. Selain itu,termasuk pula pada obyek zakat adalah perusahaan yang dikelola seorang muslim atausekumpulan orang muslim, misalnya dalam sebuah PT. perusahaan ini disebut syakhsiyyahi’tibariyyah (pribadi/dianggap orang). Demikian juga dengan hasil kajian para pesertaMuktamar International I tentang zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 H/30 April 1984 M) telahsepakat tentang wajibnya zakat profesi, perusahaan dan zakat yang bersifat ijmali lainnya.

Adapun landasan kewajiban zakat yang bersifat ijmali tersebut menurut ulama kontemporeradalah adanya nash-nash yang bersifat umum tentang kewajiban zakat QS. Al-Baqarah (2): 267dan QS. At-Taubah (9): 103. Untuk memperkuat pendapat tersebut dalam Kitab al-Amwal karyaAbu Ubaid dijelaskan, zakat atas penghasilan/pendapatan (zakat profesi) ternyata telahdipraktekkan oleh para sahabat seperti Utsman bin Affan, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas dan jugadipraktekkan masa tabiin seperti Umar bin Abdul Aziz. Berbeda dengan Malik bin Anas dalamkitab al-Muwaththa menjelaskan orang pertama yang mengambil zakat dari pendapatan adalahMuawiyah bin Abi Sufyan.

Saudaraku yang dimuliakan Allah, buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan upayasederhana penulis yang dikumpulkan dari berbagai pertanyaan yang sudah dipublikasikanmelalui situs eramuslim.com dan majalah sharing sebanyak tiga puluh Sembilan (39) tulisan.

Page 4: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

3

Berbagai kalangan banyak menyarankan tulisan tersebut untuk segera dibukukan agarmanfaatnya dapat lebih banyak di rasakan oleh para pembaca. Sebab, di dalam buku inipembaca akan menemukan pertanyaan sehari-hari atau 24 jam seputar zakat kontemporer yangsering muncul di sekitar kita baik mengenai niatnya, saat menunaikannya,mendistribusikannya apakah langsung atau melalui lembaga, hakikat zakat mal itu sendiri darisegi obyek zakat (zakat profesi, perusahaan, tabungan, investasi dsb) maupun subyek zakat(orang yang menunaikan zakat). Semoga kesadaran menunaikan zakat semakin dapatdirasakan oleh para fakir miskin.

Oleh karena itu, ada dua ilustrasi yang menggambarkan antara orang yang berzakat denganyang tidak berzakat. Pertama; kalau orang yang berzakat diilustrasikan apabila dihidangkansebuah jeruk, tentu sebelum jeruk tersebut dimakannya/dikonsumsinya umumnya setiaporang melakukan terlebih dahulu berusaha membuka kulit jeruk tersebut dan dibuangkulitnya, bahkan biji dan serabutnya yang ada di dalam jeruk itu pun berusaha dibuang juga.Maka boleh jadi jeruk tersebut akan menjadi jeruk yang bervitamin dan bagus untuk kesehatantubuh. Demikian halnya dengan orang yang berzakat, sebelum dia memakan harta yangdidapatinya dari berbagai macam usaha atau pekerjaan, maka terlebih dahulu dia keluarkanhak orang lain dengan berzakat dan hartanya tidak tercampur dengan harta orang lain,sehingga boleh jadi hartanya menjadi bersih dan sehat. Firman Allah Swt: “..dan keluarkanlahzakat saat memetik panen/hasil” (QS. Al-An’am: 141). “Dan pada harta-harta mereka ada hak --oranglain seperti-- orang miskin yang meminta-meninta dan dan orang miskin yang tidak mendapatbagian”(QS. Adz-Dzariat: 19) “Sungguh telah beruntung orang yang telah menyucikan jiwanya(dengan bersyukur atas nikmat dan berzakat)” (QS. Asyams: 9)

Sebaliknya, kedua, orang yang tidak berzakat diilustrasikan dengan dihidangkan sebuah jeruk,tentunya tipe orang ini berbeda dengan yang pertama. Jeruk tersebut langsungdimakannya/dikonsumsinya tanpa terlebih dahulu kulit jeruk tersebut dikupas dan dibuangkulitnya, bahkan biji dan serabut yang ada di dalam jeruk itu pun tidak berusaha dibuang juga.Bukankah akhirnya ketika mengkonsumsi jeruk itu menjadi pahit, tidak bervitamin bahkantidak bagus untuk kesehatan tubuh. Demikian halnya dengan orang yang tidak berzakat,meskipun secara kasat mata harta tersebut adalah harta kita yang mendapatkannya namun adahak orang lain yang wajib dikeluarkan. Tipe ini ketika memakan/medapatkan harta yangdiperolehnya dari berbagai macam usaha baik kerja/hasil konsultan/pengacara/dosen/gurumaupun dokter dsb, maka tidak terlebih dahulu dia keluarkan hak orang lain dengan berzakatdan hartanya tercampur dengan harta orang lain, sehingga boleh jadi hartanya tidak menjadibersih, tidak sehat bahkan dapat menimbulkan penyakit/musibah. Hal ini sesuai sabdaRasulullah Saw:”Zakat menolak bahaya/musibah/penyakit” (HR. Muslim) Allah jugamengkategorikan mereka yang enggan berzakat karena bakhil/kikir dan tidak mempercayaiakan ganjaran pahala di sisi Allah baik di dunia maupun di akhirat maka mereka akandimudahkan oleh Allah menuju kesukaran/kesulitan/musibah/penyakit. (QS. Al-Lail (92): 4-5)

Sebab mereka tidak mengeluarkan zakat, menurut ulama menjadi berdosalah mereka. Bahkangolongan ini dikategorikan Allah termasuk orang yang tidak berbahagia/beruntung melainkanorang yang merugi karena telah mengotori jiwa/hartanya dengan tidak berzakat (QS. Asy-Syams : 10) Mereka juga tidak memperoleh kebahagiaan justru mendapatkan siksa yang pedihdi sisi Allah SWT (QS. At-taubah (9): 34-35) Mereka pasti dijebloskan oleh Allah ke dalamSyaqr/neraka (QS. Al-Mudatstsir: 42-45) naûdzu billâhi min dzâlik.

Page 5: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

4

Karena itu, menurut jumhur ulama jika seseorang sewaktu hidupnya memiliki kewajibanberzakat kemudian tidak sempat menunaikannya sampai meninggal dunia, meskipun adahutang dengan manusia dan hutang kepada Allah. Maka, menurut ulama wajib mendahulukanyaitu menunaikan hutang kepada Allah (yaitu zakat) baru kemudian hutang kepada manusia.Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayatul Mujtahid.

Dengan demikian, betapa dahsyatnya perhatian Islam terhadap zakat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam al-Qur’ân, menurut Dr. Fuad Abdul Baqi dalam al-Mu’jam al-Mufahrats li al-FadzilQur’ân al-Karîm, kata zakat senantiasa bergandengan dengan kata shalat sebanyak dua puluhtujuh. Berarti dengan demikian zakat pun memiliki peranan strategis sama halnya denganshalat. Adanya perintah dari Allah kepada hambanya untuk wajib sholat maka diperintahkanjuga untuk zakat. “Dirikanlah sholat dan bayarkanlah zakat, dan ber ruku’lah bersama orang-orangyang ruku’”, (Q.S. Al-Baqarah (2): 43)

Fungsi zakat ternyata lebih luas dibandingkan shalat. Kalau shalat memiliki fungsi secaravertikal saja di mana orang yang menunaikannya akan meningkat ketakwaannya kepada Allahdan akan tenang jiwanya. Berbeda dengan zakat, memiliki fungsi ganda selain fungsi secaravertikal juga secara horizontal. Zakat berfungsi untuk menyucikan harta dan jiwa disampinguntuk membantu meringankan beban orang-orang yang dalam hal kehidupan duniawi kurangdiuntungkan atau kelompok masyarakat miskin. Dengan kata lain, secara vertikal zakat bisamenyucikan jiwa orang yang berzakat fitrah (zakat an-Nafs/zakat al-fitri) dari sifat tamak,kikir dan bakhil dan senantiasa bersyukur atas nikmat/rizki yang telah diberikan Allah, sebabjiwa ini ternyata perlu untuk dizakati atau dibersihkan. Namun, sering orang memahami zakathanya zakat fitrah yang ditunaikan setahun sekali. Padahal masih ada harta yang wajib dizakatiyaitu dikenal zakat mâl atau harta yang wajib dikeluarkan dari harta kita agar bisamembersihkan harta kita.

Adapun secara horizontal zakat memiliki peran strategis bagi masyarakat atau delapankelompok. Zakat merupakan ibadah ijtimaiyyah (kemasyarakatan), oleh karenanya paradigmabahwa zakat adalah urusan pribadi ansich menjadikan sosialisasi kesadaran berzakat perludikembangkan. Hasil survey Pusat Bahasa dan Budaya (PBB) UIN Jakarta 2004-2005menunjukkan hampir semua masyarakat muslim Indonesia pernah berderma. Kalau ditotal,ternyata rupiah yang dizakatkan-sedekahkan mencapai 19,3 triliun pertahun. Tentunya, angkatersebut menjadi isapan belaka saat tingkat kesadaran masyarakat berzakat menurun.Kesadaran mengeluarkan zakat akan meningkat saat umat Islam memahami bahwa harta yangmereka miliki ada hak orang lain untuk segera ditunaikan. Rasulullah Sawmenegaskan,”Bukanlah seorang muslim yang sebenarnya, orang yang kenyang perutnyasementara tetangganya kelaparan” (HR. Bukhori). Sebab, Islam mewajibkan zakat selainsebagai rukun agama, juga sebagai sistem distribusi kekayaan untuk menciptakankesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut tidak menjadi utopia belaka, terbukti dalam catatan sejarah, Abu Ubaid dalamKitab al-Amwal menjelaskan Khalifah Umar bin Abdul Azis –yang menjabat tidak sampai duatahun-- mampu membuat rakyatnya tidak seorangpun yang mau menerima zakat sebabkemakmuran dan kesejahteraan rakyat sangat tampak diantaranya karena adanya manfaat

Page 6: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

5

zakat. Harapan juga semoga di negeri yang kita cintai ini aktivitas zakat dapat memilikiperanan strategis bagi kesejehteraan kaum mustad’afin.

Sebagaimana yang diharapkan Mohammad Daud Ali saat menjelaskan tujuan zakat antara lainyaitu: pertama; mengangkat derajat fakir miskin dan membantunya keluar dari kesulitan hidupserta penderitaan, kedua; membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh paragharimin, ibnu sabil, dan mustahik, ketiga; membentangkan dan membina tali persaudaraansesama umat Islam dan manusia pada umumnya, keempat menghilangkan sifat kikir dan lobapemilik harta, kelima; Membersihkan sifat dengki dan iri dari hati orang-orang miskin, keenam;menjembatani jurang pemisah antara kaya dengan yang miskin, ketujuh; mengembangkan rasatanggung jawab sosial pada diri seseorang, terutama pada mereka yang mempunyai harta,kedelapan; mendidik manusia untuk berdisiplin menunaikan kewajiban dan menyerahkan hakorang lain yang ada padanya, dan kesembilan; sarana pemerataan pendapatan (rezeki) untukmencapai keadilan sosial.

Dalam pembahasan buku ini akan terbagi ke dalam lima bagian, pertama; pertanyaan seputarpengertian zis dan niat. Bab ini akan membahas enam pertanyaan tentang pengertian zakat,infak dan sedekah, niat, zakat langsung, bayar zakat tahun lalu, syarat untuk zakat, dan dasarhukum zakat. Pada bagian kedua; pertanyaan seputar obyek dan subyek zakat modern. Bab inimembahas zakat rumah dan kendaraan, zakat jual rumah, barang pribadi, mobil kredit,asuransi pendidikan, zakat tanah kavling, barang gadai, zakat investasi bisnis, zakat investasidari hutang, zakat orang kaya dan yang tidak, zakat tabungan dan deposito dan zakat ibuhamil.

Bagian ketiga; pertanyaan seputar zakat perdagangan atau perusahaan. Bab ini dibahas tentangzakat usaha, Perdagangan menggunakan Komputer, mengalami kerugian, zakat hasil usaha,zakat perusahaan dan zakat saham. Bagian keempat; pertanyaan seputar zakat profesi. Bab inimembahas tentang zakat penghasilan gaji, berapa bulan sekali bayar zakat, cara menghitungzakat dan zakat untuk yang berhutang.

Pada bagian terakhir, kelima tentang pertanyaan seputar pendistribusian zakat. Dalam bab iniakan diuraikan tentang membantu biaya kuliah keponakan, miskin karena malas berhakkahzakat fitrah, zakat kepada bapak ibu, zakat diberikan kepada adik membayar hutang, zakat maldiberikan kepada kakak, zakat keluarga dekat, zakat kepada saudara jauh, zakat kepada suami,upah amil zakat, zakat dalam bentuk barang kepada anak yatim dan zakat untuk piutang.

Ucapan terima kasih tak terhingga kepada Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ) terutama IbuIr. Nana Mintarti, MSi (Direktur Utama), Bapak Kushardanta, MM (Direktur Eksekutif), dankawan-kawan TIM IMZ yang sudah mempercayakan penulis dalam mengasuh rubrikkonsultasi zakat dan memberikan dukungannya untuk menerbitkan buku ini. Mas ArifinPurwakananta (DD Republika) guru zakat yang tak henti-hentinya menyemangati penulisuntuk punya buku dan bergelut di dunia zakat. Tak lupa ucapan terima kasih kepada kolegakerja sama IMZ yaitu media situs internet eramuslim.com dan majalah Sharing: InspirasiEkonomi dan Bisnis Syariah yang memberikan kesempatan penulis untuk berkarya.Terimakasih juga kepada PT Indosat, Tbk atas dukungan penuh untukmendanai/mensponshori penerbitan buku ini Jazakallah Khairan Katsiraa.

Page 7: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

6

Terima kasih atas masukan yang berarti dari kawan-kawan pengurus LAZ dan Baz dalampenyempurnaan buku ini yaitu mas Ganjar (LAZIS Amaliah Astra), Yudi (Direktur LAZ PTLG,Tbk), Kholil (Rumah Zakat), Ir. H. Amir (Ketua Bazda Lebak), Yuyun (Bazis DKI Jakarta)dan Lili Bariadi (Ketua Lazis FDK UIN Jakarta).

Ucapan terima kasih tak lupa kepada maha guru Prof. Dr. KH Ali Mustofa Ya’qub, MApengasuh Pesantren Luhur Mahasiswa “Darus-Sunnah” High Institute for Hadith Sciencesyang memberi semangat penulis untuk terus tetap berkarya “wa lâ tamûtunna illâ wa antumkatibûn”. Ucapan terima kasih juga kepada kedua orang tua tercinta HM. Saman dan Hj.Masturoh yang tak henti-hentinya menyemangati untuk menulis buku, terima kasih jugapenulis sampaikan kepada mertua KH. Ahmad Syatibi Hanbali (Ketua MUI KabupatenLebak/Pengasuh Ponpes Qothrotul Falah Lebak-Banten) dan Ibu Hj. Amah atas diskusi danmasukkan yang berharga dalam buku ini. Nurul Huda Ma’arif, MA (Kepala Sekolah SMAPonpes Qothrotul Falah Lebak-Banten) kerap memberikan inspirasi penulis. Kepada istritercinta Hj. Dede Mardiah Syatibi, S.Hi dan putri pertama penulis Najwa Hafizah Zen terimakasih atas dukungan moril untuk segera menyelesaikan penulisan buku ini. Demikian jugaucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, menggunakan, danmensosialisasikan buku ini kepada seluruh masyarakat di Indonesia. Semoga Allah jua yangmembalas segala amal kebajikannya. Amin.

Akhir kata, “tak ada gading yang tak retak” buku ini tentulah memiliki kekurangan. Karenanyakritik dan saran pembaca selalu menjadi harapan kami. Semoga buku ini bermanfaat bagimasyarakat luas terutama bagi peningkatan kesadaran umat Islam dalam mengeluarkan zakatdan dijadikan oleh Allah sebagai amalan investasi di akhirat kelak bagi penulis. Amin.

Ciputat, 21 Sya’ban 1431 H02 Agustus 2010 M

Muhammad Zen

Page 8: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

7

DAFTAR ISI

Pengantar Direktur Utama IMZ ............................................................................. iii

Pengantar Direktur PT Indosat, Tbk ...................................................................... v

PENDAHULUAN ................................................................................................. vii

DAFTAR ISI .........................................................................................................xii

BAB I: PERTANYAAN SEPUTAR PENGERTIAN ZIS DAN NIAT ........................ 1

- Pengertian ZIS ...................................................................................................... 2

- Niat ....................................................................................................................... 6

- Zakat Langsung ................................................................................................... 9

- Bayar Zakat Tahun Lalu .....................................................................................12

- Syarat untuk Zakat ..............................................................................................14

- Dasar Hukum Zakat ............................................................................................17

BAB II: PERTANYAAN SEPUTAR OBYEK DAN SUBYEK

ZAKAT MODERN ................................................................................... 21

- Zakat Rumah dan Kendaraan .............................................................................22

- Zakat Jual Rumah ...............................................................................................24

- Barang Pribadi ....................................................................................................26

- Mobil Kredit .........................................................................................................29

- Asuransi Pendidikan ...........................................................................................31

- Zakat Tanah Kavling ...........................................................................................33

- Barang Gadai ......................................................................................................35

- Zakat Investasi Bisnis .........................................................................................37

- Zakat Investasi dari Hutang ................................................................................40

- Zakat Orang kaya dan yang Tidak ......................................................................42

- Zakat Tabungan dan Deposito ...........................................................................46

- Zakat Ibu Hamil ..................................................................................................49

BAB III: PERTANYAAN SEPUTAR ZAKAT PERDAGANGAN

ATAU PERUSAHAAN ........................................................................... 51

- Zakat Usaha .........................................................................................................52

- Perdagangan menggunakan Komputer ...............................................................55

- Mengalami Kerugian ............................................................................................58

- Zakat Hasil Usaha ................................................................................................60

- Zakat Perusahaan ................................................................................................ 62

- Zakat Saham ........................................................................................................64

BAB IV: PERTANYAAN SEPUTAR ZAKAT PROFESI ...................................... 66

- Zakat Penghasilan Gaji ......................................................................................67

Page 9: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

8

- Berapa Bulan sekali bayar zakat ........................................................................69

- Cara Menghitung Zakat .......................................................................................71

- Zakat Untuk yang Berhutang ..............................................................................73

BAB V: PERTANYAAN SEPUTAR PENDISTRIBUSIAN ZAKAT ...................... 75

- Membantu Biaya Kuliah Keponakan ....................................................................76

- Miskin Karena Malas Berhakkah Zakat Fitrah .....................................................80

- Pembagian Zakat Bapak Ibu ................................................................................82

- Zakat diberikan kepada Adik Membayar Hutang .................................................85

- Zakat Mal diberikan kepada Kakak ......................................................................88

- Zakat Keluarga Dekat ..........................................................................................90

- Zakat kepada Saudara Jauh ................................................................................93

- Zakat kepada Suami ............................................................................................95

- Upah Amil Zakat ...................................................................................................98

- Zakat Dalam Bentuk Barang kepada Anak Yatim .............................................100

- Zakat Untuk Piutang ...........................................................................................103

PENUTUP.......................................................................................................... 106

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 107

INDEKS ............................................................................................................ 109

BIODATA PENULIS .......................................................................................... 111

Page 10: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

9

BAB IPERTANYAAN SEPUTAR

PENGERTIAN ZIS DAN NIAT

- Pengertian ZIS- Niat- Zakat Langsung- Bayar Zakat Tahun Lalu- Syarat untuk Zakat- Dasar Hukum Zakat

Page 11: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

10

Pengertian ZIS1

Assalâmu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah setiap bulannya walaupun uangnya sedikit saya rutin mengeluarkanzakat/infaq 2,5% dari gaji saya. Yang kemudian zakat/infaq tersebut saya bagi-bagikankepada: keponakan (yang kebetulan ponakan saya adalah anak yatim) dan kepada saudara-saudara saya yg kurang mampu.

Yang jadi pertanyaan saya adalah

1. Apa arti dan perbedaan sedekah, zakat dan infaq?2. Salahkah saya? Kalau selama ini ketika saya memberikan uang tersebut saya niatkan

membayar sedekah dan infaq?3. Apakah saya menyalahi aturan kalau zakat/infaq tsb saya berikan kepada saudara-

saudara saya yang kurang mampu seperti keponakan, kakak atau adik saya sendiri?

Atas segala perhatiannya saya ucapkan terima kasih

Wassallâmu alaikum Wr. Wb.

Ishendar

Jawaban

Wa’alaikum salam Wr. Wb.Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Ishendar yang budiman.

1. Zakat, infaq, dan shodaqoh merupakan kebuktian iman kita kepada Allah SWT dansesama muslim yang membutuhkannya. Kalau kita melihat dari penggunaan ayat-ayat Al-Quran istilah shadaqah, zakat, dan infaq sebetulnya menunjuk kepada satu pengertian yaitusesuatu yang dikeluarkan. Zakat, infaq dan shadaqah memiliki persamaan dalam peranannyamemberikan kontribusi yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan.

Adapun perbedaannya yaitu zakat hukumnya wajib sedangkan infaq dan sedekah hukumnyasunnah. Atau zakat yang dimaksudkan adalah sesuatu yang wajib dikeluarkan, sementarainfaq dan shadaqah adalah istilah yang digunakan untuk sesuatu yang tidak wajib dikeluarkan.Jadi pengeluaran yang sifatnya sukarela itu yang disebut infaq dan shadaqah. zakat ditentukannishab-nya sedangkan infaq dan sedekah tidak memiliki batas, zakat ditentukan siapa saja yangberhak menerimanya sedangkan infaq boleh diberikan kepada siapa saja.

1 Jumat, 04/12/2009 10:26 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/infaq-dan-zakat.htm

Page 12: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

11

Perbedaannya juga dapat dicermati antara lain yaitu; 1) Zakat itu sifatnya wajib dan adanyaketentuannya/batasan jumlah harta yang harus zakat dan siapa yang boleh menerima. 2.Infaq: sumbangan sukarela atau seikhlasnya (materi). 3.Sedekah: lebih luas dari infaq, karenayang disedekahkan tidak terbatas pada materi saja.

Sedangkan pengertian sedekah, zakat dan infaq yaitu sebagai berikut;

a) Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalahorang yang benar pengakuan imannya. Adapun secara terminologi syariat shadaqah maknaasalnya adalah tahqiqu syai'in bisyai'i, atau menetapkan/menerapkan sesuatu pada sesuatu.Sikapnya sukarela dan tidak terikat pada syarat-syarat tertentu dalam pengeluarannya baikmengenai jumlah, waktu dan kadarnya. Atau pemberian sukarela yang dilakukan olehseseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin setiap kesempatan terbukayang tidak di tentukan baik jenis, jumlah maupun waktunya, sedekah tidak terbatas padapemberian yang bersifat material saja tetapi juga dapat berupa jasa yang bermanfaat bagiorang lain. Bahkan senyum yang dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang laintermasuk kategori sedekah. Shadaqoh mempunyai cakupan yang sangat luas dan digunakanAl-qur'an untuk mencakup segala jenis sumbangan.

Sedekah juga berarti memberi derma, termasuk memberikan derma untuk mematuhi hukumdimana kata zakat digunakan didalam Al-qur'an dan sunnah. Zakat telah disebut pulasedekah karena zakat merupakan sejenis derma yang diwajibkan sementara sedekah adalahsukarela. Zakat dikumpulkan oleh pemerintah sebagai suatu pengutan wajib, sedangkansedekah lainnya dibayarkan secara sukarela. Jumlah dan nishab zakat di tentukan, sedangkanjumlah sedekah yang lainnya sepenuhnya tergantung keinginan yang menyumbang.

Pengertian sedekah sama dengan pengertian infaq, termasuk juga hukum dan ketentuan-ketentuannya. Hanya saja shadaqah mempunyai makna yang lebih luas lagi dibanding infaq.Jika infaq berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas, menyangkut juga halyang bersifat non-materiil. Shadaqah ialah segala bentuk nilai kebajikan yang tidak terikatoleh jumlah, waktu dan juga yang tidak terbatas pada materi tetapi juga dapat dalam bentuknon-materi, misalnya menyingkirkan rintangan di jalan, menuntun orang yang buta,memberikan senyuman dan wajah yang manis kepada saudaranya, menyalurkan syahwatnyapada istri dan sebagainya. Dan shadaqoh adalah ungkapan kejujuran (shiddiq) iman seseorang.

Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah menyatakan bahwa jika tidakmampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, takbir, tahmid, tahlil, berhubungansuami-istri, atau melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar adakah sedekah.Dalam hadist Rasulullah memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburuterhadap orang kaya yang banyak bershadaqah dengan hartanya, beliau bersabda: "Setiaptasbih adalah shadaqah, setiap takbir shadaqah, setiap tahmid shadaqah, setiap amar ma'ruf adalahshadaqah, nahi munkar shadaqah dan menyalurkan syahwatnya kepada istri shadaqah". (HR. Muslim)

Page 13: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

12

b) Zakat secara bahasa (lughat) berarti: tumbuh, berkembang, dan berkah (HR. At-Tirmidzi)atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 10). Seorang yangmembayar zakat karena keimanannya nicaya akan memperoleh kebaikan yang banyak. AllahSWT berfirman : "Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamumembersihkan dan mensucikan mereka.". (QS : At-Taubah : 103). Sedangkan menurutterminologi syari'ah zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah hartatertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

Zakat juga berarti derma yang telah ditetapkan jenis, jumlah, dan waktu suatu kekayaan atauharta yang wajib diserahkan; dan pendayagunaannya pun ditentukan pula, yaitu dari umatIslam untuk umat Islam. Atau zakat adalah nama dari sejumlah harta tertentu yang telahmencapai syarat tertentu (nishab) yang diwajibkan Allah SWT untuk dikeluarkan dandiberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula (QS. 9:103 danQS. 30:39).

Ulama' Hanafiyyah mendefinisikan zakat dengan menjadikan hak milik bagian harta tertentudan harta tertentu untuk orang tertentu yang telah ditentukan oleh Syari' karena Allah.

Demikian halnya menurut mazhab Imam Syafi'I, zakat adalah sebuah ungkapan keluarnyaharta atau tubuh sesuai dengan secara khusus. Sedangkan menurut mazhab Imam Hambali,zakat ialah hak yang wajib dikeluarkan dari harta yang khusus untuk kelompok yang khususpula, yaitu kelompok yang disyaratkan dalam Al-Qur'an. Zakat mempunyai fungsi yang jelasuntuk menyucikan atau membersihkan harta dan jiwa pemberinya.

c) Infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu (harta) untuk kepentingansesuatu. Menurut terminologi syariat, infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta ataupendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan Islam. Jika zakat adanishabnya, infaq tidak mengenal nishab.

Infaq dikeluarkan setiap orang yang beriman, baik yang berpenghasilan tinggi maupunrendah, apakah ia di saat lapang maupun sempit (QS. 3:134). Jika zakat harus diberikan padamustahik tertentu (8 asnaf), maka infaq boleh diberikan kepada siapapun. Misalnya, untukkedua orang tua, anak-yatim, dan sebagainya (QS. 2:215).

Infaq adalah pengeluaran sukarela yang di lakukan seseorang, setiap kali ia memperoleh rizki,sebanyak yang ia kehendakinya. Allah SWT memberi kebebasan kepada pemiliknya untukmenentukan jenis harta, berapa jumlah yang yang sebaiknya diserahkan.

Terkait dengan infak ini Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Bukharidan Muslim ada malaikat yang senantiasa berdo'a setiap pagi dan sore : "Ya Allah SWT berilahorang yang berinfak, gantinya. Dan berkata yang lain : "Ya Allah jadikanlah orang yang menahan infak,kehancuran". (HR. Bukhori)

Page 14: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

13

2. Melakukan amal kebajikan semuanya agar bernilai ganjaran pahala di sisi Allah Swt.Semuanya tergantung pada niat. Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya sahya perbuatan itu hanyalahdengan niat”. (HR. Muslim). Jika Bapak mengeluarkan harta diniatkan sedekah maka akanbernilai ibadah sedekah yang besar ganjarannya dari Allah SWT. Pun demikian jika diniatkanberinfak akan bernilai pahala infak. Tentunya hendaknya terlebih dahulu dimantapkan niatbapak yang manakah amal karitatif (sedekah atau infak) yang bapak pilih dan ditunaikan.

3. Zakat/infaq diberikan kepada saudara-saudara yang kurang mampu seperti keponakan,kakak/adik sendiri menurut ulama diperbolehkan atau tidak berdosa untuk memberikepadanya zakat. Sebab, mereka bukan menjadi tanggung jawab bapak Ishendar dan dengancatatan bahwa mereka adalah mustahik zakat yaitu apakah mereka masuk kriteria fakir ataumiskin. Meskipun demikian, alangkah lebih arifnya jika bapak mengeluarkan harta tersebutsebagai sedekah yang juga tidak kalah besar amalan pahalanya. Dan mengeluarkan zakatmaal-nya pada lembaga amil zakat baik BAZ maupun LAZ yang amanah agar zakat dapatlebih merata tersalurkannya dan dapat terberdayakan mustahiknya.

Berdasarkan penjelasan tersebut jelas bahwa sedekah, infak dan zakat memiliki sisi perbedaanbaik penghimpunannya maupun penyalurannya. Dengan mengeluarkan sedekah/infak/zakatsebetulnya untuk bekal investasi nanti di akhirat bahkan akan dijauhkan dari musibah.Rasulpun menjelaskan orang yang mengeluarkan sedekah/zakat akan terhindar darimarabahaya/musibah. Bahkan zakat dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa,memurnikan jiwa (menumbuhkan akhlak mulia, menjadi murah hati, peka terhadap rasakemanusiaan) dan mengikis sifat bakhil (kikir) serta serakah. Dengan begitu, akhirnya terciptasuasana ketenangan batin yang terbebas dari tuntutan Allah SWT dan kewajibankemasyarakatan, yang selalu melingkupi hati.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 15: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

14

Niat2

Assalâmualaikum Wr. Wb.

Saya mempunyai keponakan (anak dari kakak istri) yang sekarang tinggal di rumah saya danmenjadi tanggungan saya termasuk pendidikannya. Keponakan saya itu anak yatim, ibunyabekerja sebagai buruh tani di kampung. Sejak masih di kampung sampai keponakan saya itutinggal di rumah saya, saya selalu membantu dalam masalah keuangan yang jumlahnya InsyaAllah 2,5 % dari penghasilan saya sebulan, malah kadang lebih. Tetapi selama ini saya tidakpernah mengatakan bahwa itu zakat kepada yang bersangkutan, saya hanya pernahmengatakan kepada istri saya bahwa bantuan yang saya berikan itu untuk membersihkanharta atau zakat. Pertanyaan saya, apakah yang saya berikan itu benar zakat harta, jika salahapa istilah bantuan saya itu dan apakah saya masih diwajibkan membayar zakat? Sebagaitambahan, saya juga memiliki tabungan.

Wassalâm

Mickey Mouse

Jawaban

Wa’alaikum Salam Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Mickey Mouse yang baik.

1. Zakat adalah rukun Islam yang ketiga. Secara harfiah Zakat berarti "Tumbuh","Berkembang" , "Menyucikan" atau "Membersihkan". Zakat artinya memberikan sebagiankekayaan untuk orang yang berhak menerimanya (mustahiq) jika sudah mencapai nisab(jumlah kekayaan minimal) dan haul (batas waktu) zakat.

Zakat juga adalah harta yang kita keluarkan dengan ketentuan-ketentuan yang telahdigariskan oleh agama dan disalurkan kepada orang-orang tertentu pula sebagaimana yangdijelaskan dalam al-Qur’an. Ada ketentuan lain dari zakat yaitu bahwa zakat tidak bolehdisalurkan kepada orang-orang yang menjadi tanggungan kita. Misalnya istri dan anak, karenamereka semua adalah tanggung jawab kita untuk memberikan nafkah kepada mereka, dalamartian, mereka adalah tanggungan kita.

Adapun menurut ulama, pemberian zakat kepada keponakan termasuk pendidikannya makaboleh menyalurkan zakat kepada mereka. Bagi yang menjadi tulang punggung keluarga.Hendaknya bergembira karena dijanjikan surga oleh Rasulullah SAW, yakni selama kamu

2 Selasa, 17/11/2009 22:41 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/menganggap-zakat-tapi-tidak-pernah-mengatakan-zakat.htm

Page 16: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

15

berada di dalam Jihad Tarbiyah, saat kamu menanggung bebannya, bersabar atas keletihanyang dirasakan dan berjuang melawan kesulitan-kesulitannya. Berikanlah harta kepadakeluarga yang terdekat (kerabat) terlebih dulu: “Mereka bertanya tentang apa yang merekanafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak,kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." ...[QS. Al Baqarah (2):215] Terhadap orang yang berzakat kepada keluarganya Nabi sawbersabda, "Dia mendapatkan dua pahala, yaitu pahala menyambung kekerabatan dan pahala sedekah."[HR Bukhari]

Menurut ulama fiqih bahwa orang yang membayarkan zakatnya harus dengan niat, baikdiucapkan maupun tidak diucapkan secara langsung. Adapun pelaksanaan niat itu ialah padawaktu melaksanakan zakat.. Niat itu dengan ikhlas lillahi ta'ala, artinya zakat itu dilaksanakankarena diperintahkan diwajibkan oleh Allah, berharap semoga zakatnya diterima oleh Allahyang dengan sendirinya ia akan mendapat pahala balasan dan penuh keyakinan. Kesemuanyaitu berdasar atas Al Qur'an surat Al Bayyinah (98:5): ”Mereka tidak disuruh kecuali supayamenyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”.

Bahkan saat berzakat tidak diperkenankan untuk menyebut/menyakiti mustahik “Hai orangorang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut~yebutnya danmenyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepadamanusia”. (QS. Al Baqarah (2) : 264). Jika zakat yang dikeluarkan diniatkan zakat makamenjadi ibadah zakat, tetapi kalau tidak diniatkan untuk zakat maka tidak menjadi zakat.Oleh karena itu, maka berarti Bapak wajib zakat lagi. Demikian halnya jika diniatkansedekah/nafkah maka menjadi amalan sedekah/nafkah.

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallambersabda: "Bersedekahlah. " Lalu seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah, aku mempunyai satudinar? Beliau bersabda: "Bersedekahlah pada dirimu sendiri." Orang itu berkata: Aku mempunyai yanglain. Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk anakmu." Orang itu berkata: Aku masih mempunyai yanglain. Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk istrimu." Orang itu berkata: Aku masih punya yang lain.Beliau bersabda: "Sedekahkan untuk pembantumu." Orang itu berkata lagi: Aku masih mempunyai yanglain. Beliau bersabda: "Kamu lebih mengetahui penggunaannya. " Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i

Alhasil, keponakan tidak termasuk dalam tanggungan Bapak Mickey Mouse secara langsungsebagai mana telah disebutkan yaitu istri dan anak. Maka, sebagai saudara bapak memilkiperan tanggung jawab langsung yang diberikan kepada keponakan bapak. Sehingga bolehmemberikan zakat kepada keponakan. Pada dasarnya menyalurkan zakat secara langsungtanpa melalui pengelola zakat adalah sah, karena tidak ada dalil yang melarangnya. Namunmeskipun begitu, penyaluran zakat sangat dianjurkan melalui sebuah pengelola ataupunlembaga yang khusus menangani zakat, karena hal ini sudah dipraktekkan sejak zamanRasulullah. Dahulu, dalam menangani zakat Rasulullah membentuk tim yang merupakanpetugas zakat yang terdiri dari para sahabat untuk memungut zakat, dan hal ini diteruskanoleh generasi sahabat sesudahnya yang memiliki manfaat yang lebih besar dan lebih merata.

Page 17: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

16

2.TabunganMenurut Dr. Yusuf Al-Qardhawi tabungan yang dimiliki lebih nishab 85 gram emas makawajib zakat. Dahulu, Rasulullah telah mewajibkan zakat emas dan perak, padahal Rasulullahpun tahu bahwa emas dan perak yang mereka miliki adalah dari hasil usaha mereka sepertiperdagangan. Jika kita berfikiran bahwa kita tidak wajib mengeluarkan zakat emas denganalasan bahwa kita sudah mengeluarkan zakat penghasilan kita, tentu Rasulullah pun tidakakan mewajibkan zakat emas dan perak, karena tentu zakat emas dan perak sendiri berasaldari hasil usaha mereka yang hasil usaha merekapun Rasulullah memerintahkan untukdikeluarkan zakatnya. Contoh lain yang semisal dengannya adalah seseorang yangmempunyai tabungan yang sudah dikeluarkan zakatnya, apabila dari tabungan tersebut tahunberikutnya cukup nishab maka wajib atasnya berzakat 2,5%.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 18: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

17

Zakat Langsung3

Ustadz, dalam Zakat seharusnya ada ijab Qobul. Apakah sah, Jika dakat diberikan langsung

kepada penerima dengan perantara pihak ke-3 (Bukan Panitia Zakat)?

Heni Nurbaini

JAWABAN

Wa’alaikum Salâm Wr.Wb. Terima kasih bu Heni Nurbaini atas pertanyaannya yang baik.

Ada ulama yang menjelaskan bahwa ijab qabul zakat hendaknya disebutkan secara jelas yaitu

dengan menyatakan: “Aajaraka Allahu fi maa a'thaita wa baraka fi maa abqaita” (mudah-

mudahan Allah memberikan pahala pada harta yang telah engkau berikan dan mudah-

mudahan pula Allah memberikan keberkahan pada harta anda yang lainnya). Demikian

halnya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan dalam bukunya ”Al-Fiqh al-Islam wa

adillatuhu” menyerahkan zakat kepada mustahik atau kepada wakilnya yaitu imam atau

petugas zakat (BAZ/LAZ) merupakan rukun zakat.

Ada juga ulama yang menjelaskan bahwa ijab kabul di dalam penyerahan harta zakat

sesungguhnya bukan hal yang mutlak menjadi syarat. Sehingga, bila tidak ada ijab kabul

dalam zakat, maka zakat itu menjadi sah. Banyak pakar dan penggeliat zakat menjelaskan

bahwa pembayaran zakat di masa datang, tak akan dikenali lagi ijab kobul. Jadi, orang tak lagi

membaca doa pemberi zakat dan si penerima zakat tak perlu lagi mengucapkan doa penerima

zakat sambil bersalaman seperti banyak terjadi di tempat penerima zakat yang dikenal selama

ini.

Menurut hemat kami, mungkin masa kini dan beberapa tahun mendatang orang lebih banyak

membayar zakat tanpa ijab kabul, sebab adanya kemudahan transaksi keuangan dan ditopang

3 Selasa, 20/10/2009 10:09 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-langsung.htm

Page 19: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

18

kemajuan teknologi di berbagai perbankan membuat orang mempunyai banyak pilihan

sehingga tak perlu bersusah payah dalam membayar zakat. Sebab perkembangan teknologi

era kini boleh jadi orang berzakat sudah sangat mudah baik bisa via sms, kartu kredit,

transfer maupun via internet dan sebagainya. Bahkan dalam jual beli yang sangat

memperhatikan masalah ijab kabul, tetap bisa dilakukan secara online atau by-phone tanpa ijab

qabul. Apalagi dalam masalah setoran uang zakat, tentu lebih mudah lagi.

Tentunya, sekali lagi dalam kajian agama sah dilakukan. Mayoritas mazhab fuqaha

berpendapat, bahwa niat itu merupakan syarat dalam mengeluarkan zakat, karena zakat itu

adalah ibadah, sedang ibadah tidak sah kecuali dengan niat. Allah berfirman QS. Al-bayyinah

(98):5 dan Rasulullah bersabda: ”Sesungguhnya sahya perbuatan itu hanyalah dengan niat”. (HR.

Muslim)

Hal ini dimaksud bahwa urgensi niat bagi muzakki yaitu meyakini bahwa zakat yang

dikeluarkan itu adalah zakat hartanya. Dr. Yusuf Al-Qardhawi menjelaskan niat boleh

dilaksanakan cukuplah bagi muzakki berniat secara umum saja pada waktu mengeluarkan

zakat, sehingga tidak perlu lagi bagi dia meniatkan setiap kali dia memberikan kepada setiap

mustahik yang menerima zakatnya.

Meskipun demikian, ijab dan qabul intinya dalam hati yang menunjukkan keridhaan dan

keikhlasan saat niat menyerahkan zakat. Para pakar hukum sepakat bahwa mewakilkan orang

lain untuk membagikan zakat itu dibolehkan, dengan ketentuan ada niat dari orang yang

mewakilkan atau orang yang menyerahkan zakat. Kalau muzakki sudah berniat membayarkan

zakat atau menyerahkan kepada wakil, menurut mazhab hanafi dan syafiie, atau berniat sesaat

sebelum penyerahan zakat menurut mazhab hanbali, atau berniat sewaktu melepaskannya

menurut mazhab Maliki, hanbali dan Syafiie, lalu diserahkan oleh wakil kepada orang fakir

tanpa niat maka diperbolehkan.

Jika seseorang berzakat diberikan langsung ke penerima dengan perantara ke-3 (bukan

panitia), sesungguhnya dia telah memiliki niat untuk berzakat bahkan yakin kalau zakat

tersebut sampai kepada mustahiknya. Karena itu, sah-sah saja berzakat melalui orang yang

amanah meskipun ijab qabulnya tidak disertai dengan bersalaman antara muzakki dengan

amil.

Maka, pada dasarnya menyalurkan zakat secara langsung tanpa melalui pengelola zakat adalah

sah, karena tidak ada dalil yang melarangnya. Namun meskipun begitu, penyaluran zakat

sangat dianjurkan melalui sebuah pengelola ataupun lembaga yang khusus menangani zakat,

karena hal ini sudah dipraktekkan sejak zaman Rasulullah. Dahulu, dalam menangani zakat

Page 20: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

19

Rasulullah membentuk tim yang merupakan petugas zakat yang terdiri dari para sahabat

untuk memungut zakat, dan hal ini diteruskan oleh generasi sahabat sesudahnya.

Untuk itulah mengapa dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa salah satu orang yang berhak

menerima zakat adalah petugas zakat, karena memang zakat itu sendiri harus ada petugas

yang mengelola, baik pemungutan maupun penyaluran, sebagaimana yang telah dipraktekkan

semenjak zaman Rasulullah. Disamping itu, Allah telah berfirman QS. At-Taubah (9): 103:

“Ambillah zakat dari harta mereka...” ayat ini menegaskan bahwa zakat harus ada yang

memungut dan yang memungut zakat adalah petugas zakat. Jadi, menyalurkan zakat kepada

pengelola zakat adalah lebih utama dan lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 21: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

20

Bayar Zakat Tahun Lalu4

Assalâmu'alaikum Wr. Wb,

Pak Ustadz saya ingin menanyakan bagaimana caranya bayar Zakat untuk yang telah lalu.Karena saya merasa saya sering lupa bayar zakat di masa lampau dan saya inginmemperbaikinya. mohon petunjuk .

Wa'alaikumsalâm Wr.Wb

wiwin

Jawaban

Wa’alaikum salam Wr. Wb.Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Wiwin yang baik.

Yang diwajibkan berzakat ialah orang Islam yang memiliki kekayaan yang cukup nisab.Apabila ada keinginan yang baik dari Ibu Wiwin untuk membayar zakat maka hendaknyabersegeralah ditunaikan zakatnya, apabila memungkinkan masih ada rizkinya (harta yangingin dikeluarkan tahun lalu).

Sebab, apabila muzakki berlaku lalai bahkan enggan mengeluarkannya maka Allah Swt akanmenyiksa mereka dan dimasukkan ke dalam neraka (QS. Al-Humazah (104):2-9)Namun, Allah sangat mencintai orang-orang yang melakukan amal kebajikan termasukberzakat, bahkan akan memasukkan mereka kedalam surga firdaus (QS. Al-Mu’minun : 1-11)dan mereka dipredikatkan sebagai orang yang memperoleh keberuntungan (QS. Al-‘ashr : 1-3)

4 Kamis, 05/11/2009 14:13 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/bayar-zakat-yang-telah-lampu.htm

Page 22: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

21

Menurut ulama fiqih apabila sebelumnya muzakki belum mengetahui tentang zakat hartayang wajib dizakati. Maka dimaafkan oleh Allah SWT, sebab Allah Maha Pemaaf dan tidakmemberatkan umat-Nya. Oleh karena itu, jika Ibu Wiwin ingin memperbaikinya hendaknyabersegeralah mengeluarkan zakat pada tahun ini yang masih mudah untuk dihitung danditunaikan baik dikeluarkan secara langsung setahun sekali atau boleh juga dengan diangsurmelalui pengeluarannya perbulan. Selagi masih diberikan peluang atau kesempatan usiapanjang kepada kita, sehingga Allah masih memperkenankan kita untuk menunaikan hakorang lain dengan berzakat. Namun apabila tidak ada uangnya dan lupa sama sekali bukanlupa yang dibuat-buat, dalam hal ini cukup dikeluarkan zakat tahun ini saja.

Sebab pada harta kita tersebut ada hak orang lain. Allah Swt berfirman: “Dan pada hartamereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”(Adz-Dzariyat : 19)

Ibnu Qudamah menjelaskan: “Barang siapa yang mengingkari (tidak berzakat) karena jahil (tidaktahu) atau dia termasuk orang yang tidak tahu karena baru masuk Islam atau dia tinggal di daerahterpencil yang jauh dari daerah yang mengetahui akan wajibnya maka tidak dikafirkan. Adapun kalaudia seorang muslim yang tinggal di negeri Islam di tengah-tengah ahli ilmu maka hukumnya murtad.”(Mughni 4:6-7)

Banyak dalil-dalil baik itu dari Al-Kitab ataupun As-Sunnah tentang ancaman keras bagiorang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannya. Firman Allah Swt :“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah makaberitahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih". (At Taubah (9): 34)“Sekali-sekali janganlah orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka darikaruniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalahburuk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di harikiamat.” (Ali Imron : 180)

Dengan demikian harta yang tidak ditunaikan zakatnya maka pemiliknya akan disiksadengannya pada hari kiamat. Menurut Ulama Fiqih, mengenai hukum Bagi yang Tidak MauMembayar Zakat ada beberapa pendapat:

Pertama; Seorang yang tidak mau membayar zakat tapi masih meyakini akan wajibnya.Para ulama memberikan hukuman bahwa pelakunya berdosa dan tidak mengeluarkannya darike-Islam-annya. Kepada penguasa (hakim) agar memaksa pelakunya supaya mau membayarzakat serta memberikan hukuman pelajaran kepadanya.

Adapun Ibnu Taimiyah menghukumi orang yang seperti itu adalah kafir dalam batinnya,walaupun secara dzahir tidak dikafirkan, akan tetapi disikapi seperti sikapnya orang-orangmurtad yang diberi kesempatan bertaubat tiga kali, kalau tidak mau bertaubat makahukumnya dibunuh. (Lihat Fatawa 7:611, mausu’ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2:877)

Page 23: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

22

Kedua; Kalau yang tidak mau membayar zakat itu sekelompok orang yang mereka memilikikekuatan tapi masih berkeyakinan akan wajibnya. Para ulama menghukumi agar diperangisampai mereka mau membayar zakat sebagaimana kisahnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dalammemerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat. (HR. Jama’ah dari Abu Hurairah)

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Syarat untuk Zakat5

Assalâmualaikum Wr. Wb

Pa Ustadz, saya memiliki dua pertanyaan dengan kasus yang agak mirip.

Sepengetahuan saya, salah satu syarat harta untuk dizakatkan (zakat mal) adalah telah

mencapai al haul (berlaku satu tahun).

1. Pada Ramadhan tahun lalu, tabungan saya belum mencapai nisab untuk zakat. Kemudian

bertambah secara periodik setiap bulannya hingga melebihi nisabnya pada ramadhan tahun

ini. Apakah ini sudah mencukupi syarat al haul tersebut ?

2. Apabila saya memiliki harta yang telah melebihi nisab untuk zakat, kemudian enam bulan

kemudian mengalami penyusutan hingga di bawah nisab, dan enam bulan selanjutnya

berkembang kembali hingga memenuhi nisab zakat, apakah itu juga dapat dihitung telah

berlalu satu tahun?

Mohon pencerahannya. Sebelumnya saya sampaikan terima kasih.

Jazâkumullâh khairan katshîrâ.

Wassalâmu'alaikum Wr. Wb.

DY

JAWABAN

5 Sabtu, 19/09/2009 11:35 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/syarat-untuk-zakat-mal.htm

Page 24: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

23

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb.Terima kasih atas pertanyaannya Saudara DY yang baik.

1. Betul yang diungkapkan oleh saudara DY. Zakat tabungan adalah zakat harta yang

diperoleh dari hasil harta simpanan/tabungan. Allah SWT mengecam orang yang enggan

berzakat dengan firman-Nya: “…dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak (termasuk

tabungan/deposito) dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka,

(bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. At-Taubah (9): 34) Bahkan Rasulullah

bersabda: “Tiadalah bagi pemilik simpanan yang tidak menunaikan zakatnya, kecuali dibakar

diatasnya di neraka jahanam” (HR. Bukhori) lihat subussalam II, hal.129.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka seluruh harta harta simpanan/tabungan yang sudah

dimiliki selama satu tahun (haul) dan cukup nishabnya setara dengan emas 85 gram maka

wajib zakat. Jadi, zakat tabungan diwajibkan jika sudah cukup nishab dan sudah haul. Nisab

adalah jumlah minimal harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Tetapi, kalau belum cukup

nishab tidak wajib zakat.

Adapun haul adalah waktu wajib mengeluarkan zakat yang telah memenuhi nisabnya. Haul

juga adalah syarat yang paling penting dalam zakat harta yang berjalan atau bergerak seperti;

peternakan, uang, perdagangan, perusahaan, tabungan dan sebagainya. Sebagaimana

Rasulullah saw bersabda : “Tidak ada kewajiban zakat atas harta sehingga telah berlalu atasnya satu

tahun” (Abu Daud).

2. Zakat harta/tabungan menurut Yusuf Al-Qardhawi adalah bahwa zakat kekayaan

diwajibkan satu kali dalam setahun jika cukup nishab. Hitungan berlalu Setahun, maksudnya

bahwa pemilikan yang berada di tangan si pemilik sudah berlalu masanya dua belas bulan

Qomariyah.

Menurut mazhab Hanafi, Maliki dan mayoritas ulama bahwa kesempurnaan nisab dilihat

pada awal dan akhir haul, kekurangan dan kelebihan di antara awal dan akhir haul tidak

mempengaruhi nisab. Harta zakat beserta penghasilannya digabungkan di akhir haul cukup

atau tidak nishabnya. Misalnya, tahun lalu mengeluarkan zakat di bulan Ramadhan, tinggal

dihitung pada tahun ini yaitu bulan ramadhan jika cukup nishab maka wajib zakat. Namun,

jika tidak cukup nishab maka tidak wajib zakat dan sangat dianjurkan mengeluarkan

Shadaqah.

Mengenai kapan dimulainya perhitungan haul, Ustman ibnu Affan r.a. pernah menyerukan

kepada kaum muslimin ketika bulan Muharram tiba “Bulan ini adalah bulan kalian membayar

zakat kalian, siapa yang memiliki hutang hendaklah dibayarnya sehingga kalian daapat menunaikan

kewajiban zakat harta kalian”. Tapi sebagian ulama memberikan kebebasan untuk menentukan

Page 25: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

24

perhitungan tahun tersebut, yang penting genap satu tahun dengan tidak mempermasalahkan

harus dimulai pada bulan Muharram atau bulan yang cukup nishab satu tahun.

Menurut Yusuf Al-Qardhawi, persyaratan setahun ini hanyalah buat barang yang dapat

dimasukkan ke dalam istilah "zakat modal" seperti: ternak, uang (termasuk tabungan), harta

benda dagang, dll. Adapun hasil pertanian, buah-buahan, madu, logam mulia (barang

tambang), harta karun, dll yang sejenis semuanya termasuk ke dalam istilah "zakat

pendapatan" dan tidak dipersyaratkan satu tahun (maksudnya harus dikeluarkan ketika

diperoleh).

Al-hasil, zakat tabungan adalah termasuk dari zakat simpanan/mal/harta. Maka yang

bersangkutan hendaknya wajib mengeluarkan zakatnya jika sudah cukup nishab dan haulnya.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 26: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

25

Dasar Hukum Zakat6

Assalâmu'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz saya mau bertanya apa dasar hukum zakat perusahaan, dalam kajian kitab klasikkami tidak menemukan?

Wa'alaikum Salâm Wr. Wb.

Deden, Tasik Malaya

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih Pak Deden atas pertanyaannya yang super.

"Zakat perusahaan" (Corporate Zakat) adalah sebuah fenomena baru, sehingga hampirdipastikan tidak ditemukan dalam kitab fiqih klasik. Ulama kontemporer melakukan dasarhukum zakat perusahaan melalui upaya qiyas, yaitu zakat perusahaan kepada zakatperdagangan.

Zakat perusahaan hampir sama dengan zakat perdagangan dan investasi. Bedanya zakatperusahaan bersifat kolektif. Gejala ini dimulai dengan prakarsa para pengusaha dan manajermuslim modern untuk mengeluarkan zakat perusahaan. Kaum cendekiawan muslim ikutmengembangkan sistem ini, dan akhirnya BAZ (Badan Amil Zakat) dan LAZ (LembagaAmil Zakat) juga ikut memperkokoh pelaksanaannya.

Para ulama peserta muktamar internasional menganalogikan zakat perusahaan kepada zakatperdagangan, karena dipandang dan aspek legal dan ekonomi kegiatan sebuah perusahaanintinya adalah berpijak pada kegiatan trading atau perdagangan. Oleh karena itu, nishabnyaadalah sama dengan nishab zakat perdagangan yaitu 85 gram emas.

6 Jumat, 26/06/2009 18:39 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/dasar-hukum-zakat-perusahaan.htm

Page 27: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

26

Berdasarkan prinsip-prinsip di atas dapat dipahami bahwa modernisasi dalam bidangmuamalah diizinkan oleh syariat Islam, selama tidak bertentangan dengan prinsip dan jiwasyariat Islam itu sendiri. Menyadari bahwa kehidupan dan kebutuhan manusia selaluberkembang dan berubah, maka syariat Islam dalam bidang muamalah, pada umumnyahanya mengatur dan menetapkan dasar-dasar hukum secara umum. Sedangkan perinciannyadiserahkan kepada umat Islam, dimana pun mereka berada. Tentu perincian itu tidakmenyimpang apalagi bertentangan dengan prinsip dan jiwa syariat Islam. Dalam konteksinilah perusahaan ditempatkan sebagai muzakki/wajib zakat.

Perusahaan wajib mengeluarkan zakat, karena keberadaan perusahaan adalah sebagai badanhukum (recht person) atau yang dianggap orang. Oleh karena itu diantara individu itu kemudiantimbul transaksi meminjam, menjual, berhubungan dengan pihak luar, dan juga menjalinkerjasama. Segala kewajiban dan hasil akhirnya pun dinikmati secara bersama-sama, termasukdi dalamnya kewajiban kepada Allah SWT dalam bentuk zakat.

Demikian halnya juga, para ulama sepakat bahwa hukum menginvestasikan harta melaluipembelian/pemilikan saham adalah sah secara syar’i dan keuntungannya wajib dizakatkan.Pemegang saham merupakan bagian dari pemilik perusahaan yang mewakilkanoperasionalnya kepada pihak manajemen untuk menjalankan operasional perusahaan dimanakeutungan dan kerugian perusahaan ditanggung bersama oleh pemegang saham. Keuntungandan kerugian perusahaan dapat diketahui pada waktu Rapat Umum Pemegang Saham(RUPS) dan pada saat itulah zakat di wajibkan. Namun para ulama berbeda tentangkewajiban pengeluaran zakatnya.

Pendapat pertama yang dikemukakan oleh Syeikh Abdurrahman isa dalam kitabnya “al-Mu’âmalah al-Hadîtsah Wa Ahkâmuha ”, mengatakan bahwa yang harus diperhatikan sebelumpengeluaran zakat adalah status perusahaannya, untuk lebih jelasnya sebagai berikut:

- Jika perusahaan tersebut adalah perusahaan yang bergerak dibidang layanan jasasemata, misalnya biro perjalanan, biro iklan, perusahaan jasa angkutan (darat, laut,udara), perusahaan hotel, maka sahamnya tidak wajib dizakati. Hal ini dikarenakansaham–saham itu terletak pada alat–alat, perlengkapan, gedung–gedung, sarana danprasarana lainnya. Namun keuntungan yang diperoleh dimasukkan ke dalam hartapara pemilik saham tersebut, lalu zakatnya dikeluarkan bersama harta lainnya jikatelah mencapai nisab dan haul.

- Jika perusahaan tersebut adalah perusahaan dagang murni yang melakukantransaksi jual beli barang tanpa melakukan proses pengolahan, seperti perusahaanyang menjual hasil–hasil industri, perusahaan dagang Internasional, perusahaanekspor-impor, dan lain lain, maka saham–saham perusahaan tersebut wajibdikeluarkan zakatnya disamping zakat dari keuntungan yang diperoleh. Caranyaadalah dengan menghitung kembali jumlah keseluruhan saham kemudian dikurangiharga alat-alat, barang-barang ataupun inventaris lainnya, baru kemudian dikeluarkanzakatnya sebesar 2,5 %. Hal ini dapat dilakukan setiap akhir tahun.

Page 28: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

27

- Jika perusahaan tersebut bergerak dibidang industri dan perdagangan, artinyamelakukan pengolahan suatu komoditi dan kemudian menjual kembali hasilproduksinya, seperti perusahaan Minyak dan Gas (MIGAS), perusahaan pengolahanmebel, marmer dan sebagainya, maka sahamnya wajib dizakatkan. Carapenghitungan dan pengeluaran zakatnya adalah sama dengan cara penghitunganzakat perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan.

Pendapat kedua yaitu pendapat Abû Zahrah yang mengatakan bahwa saham adalah hartayang beredar dan dapat diperjual–belikan, dan pemiliknya mendapatkan keuntungan darihasil penjualan tersebut, karena itu wajib dizakati. Ini termasuk dalam kategori barangdagangan dan besarnya suku zakat adalah 2,5%. Caranya adalah setiap akhir tahun,perusahaan melakukan penghitungan harga saham sesuai dengan harga yang beredardipasaran, kemudian menggabungkannya dengan keuntungan yang diperoleh. Jika besarnyaharga saham dan keuntungannya mencapai nisab maka wajib dizakatkan.

Sedikit berbeda, Yûsuf Al-Qardhâwi mengatakan jika saham perusahaan berupa barang ataualat seperti mesin produksi, gedung, alat transportasi dan lain-lain, maka saham perusahaantersebut tersebut tidak dikenai zakat. Zakat hanya dikenakan pada hasil bersih ataukeuntungan yang diperoleh sebesar 10%. Hukum ini juga berlaku untuk aset perusahaanyang dimiliki oleh individu/perorangan. Lain halnya kalau saham perusahaan berupakomoditi yang diperdagangkan. Zakat dapat dikenakan pada saham dan keuntungannyasekaligus karena dianalogikan dengan urûd tijârah. Besarnya suku zakat adalah 2,5 %. Hal inijuga berlaku untuk aset serupa yang dimiliki oleh perorangan.

Alhasil, dalam konteks Indonesia, mengenai zakat perusahaaan, belum lama ini telahmencuat Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui sidang ijtima yang diadakan padaJanuari lalu telah mewajibkan zakat perusahaan. Menurut Agustianto dasar hukum kewajibanzakat perusahaan ialah dalil yang bersifat umum sebagaimana terdapat dalam (Q.S. 2:267 danQ.S. 9:103). “Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah (zakatkanlah) sebagian dari hasil usaha-usahamu yang baik-baik...”.

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu, kamu membersihkan danmensucikan mereka...

Kewajiban zakat perusahaan juga didukung sebuah hadist riwayat Bukhari dari Anas binMalik, bahwasanya Abu Bakar menulis surat kepadanya yang berisikan pesan tentang zakatbinatang ternak yang didalamnya ada unsur syirkah. Sebagian isi surat itu antara lain:“...Jangan dipisahkan sesuatu yang telah tergabung (berserikat), karena takut mengeluarkanzakat. Dan apa-apa yang telah digabungkan dari dua orang yang telah berserikat (berkongsi),maka keduanya harus dikembalikan (diperjuangkan) secara sama”

Teks hadist tersebut sebenarnya, berkaitan dengan perkongsian zakat binatang ternak, akantetapi ulama menerapkannya sebagai dasar qiyas (analog) untuk perkongsian yang lain, sepertiperkongsian dalam perusahaan. Dengan dasar ini, maka keberadaan perusahaan sebagai

Page 29: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

28

wadah usaha di pandang sebagai syakhsiah hukmiyah (badan hukum). Para individu diperusahaannya. Segala kewajiban ditanggung bersama dan hasil akhirpun dinikmati bersama,termasuk di dalamnya kewajiban kepada Allah, yakni zakat harta.

Namun harus diakui bahwa, kewajiban zakat bagi perusahaan yang dipandang sebagaisyakhsiah hukmiah, masih mengandung sedikit khilafiayah di kalangan ulama kontemporer.Perbedaan pendapat ini disebabkan karena memang lembaga badan hukum sepertiperusahaan itu memang belum ada secara formal dalam wacara fiqih klasik.

Meskipun ada semacam khilafiyah, tetapi umumnya ulama kontemporer yang mendalamimasalah zakat, mengategorikan lembaga badan hukum itu sebagai menerima hukum taklifdari segi kekayaan yang dimilikinya, karena pada hakekatnya badan hukum tersebutmerupakan gabungan dari para pemegang saham yang masing-masing terkena taklif. Justruitu, maka tidak sah lagi ia dapat dinyatakan sebagai syakhsyiyah hukmiyah yang bertanggungjawab dalam pengelolaan perusahaan.

Dr. Wahbah Az-Zuhaily dalam karya monumentalnya “Al-fiqh Al-Islâmi wa Adillatuhû”menuliskan: Fiqih Islam mengakui apa yang disebut dalam hukum positif sebagai syakhsyiyahhukmiyah atau syakhsyiyah I’tibariyah/ma’nawiyah atau mujarradoh (badan hukum) denganmengakui keberadaannya sebagai lembaga-lembaga umum, seperti yayasan, perhimpunan danperusahaan, sebagai syakhsiyah (badan) yang menyerupai syakhsyiyah manusia pada segikecakapan memiliki, mempunyai hak-hak, menjalankan kewajiban-kewajiban, memikultanggung jawab yang berdiri sendiri secara umum”.

Sejalan dengan Wahbah, Dr.Mustafa Ahmad Zarga dalam kitab “Madkhal Al-Fiqh al’Âm”mengatakan, “Fiqih Islam mengakui adanya syakhsyiyah hukmiyah atau I’tibariyah (badanhukum). (Volume III, halaman 256).

Dengan demikian, zakat perusahaan, analogi dari zakat perdagangan, maka perhitungan,nishab dan syarat-syarat lainnya, juga mengacu pada zakat perdagangan. Dasar perhitunganzakat perdagangan adalah mengacu pada riwayat yang diterangkan oleh Abu ‘Ubaid dalamkitab al-Amwal dari Maimun bin Mihram. “Apabila telah sampai batas waktu untuk membayarzakat, perhatikanlah apa yang engkau miliki baik uang (kas) atau pun barang yang siap diperdagangkan(persediaan), kemudian nilailah dengan nilai uang. Demikian pula piutang. Kemudian hitunglah hutang-hutangmu dan kurangkanlah atas apa yang engkau miliki”.

Lebih mendetail lagi, Agustianto menjelaskan berdasarkan kaedah di atas, maka mayoritasulama berpendapat bahwa pola perhitungan zakat perusahaan sekarang ini, adalah didasarkan pada neraca (balance sheet), yaitu aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar (metodeasset netto). Metode ini biasa disebut oleh ulama dengan metode syari’ah. Waallâhu A’lam.

Page 30: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

29

BAB IIPERTANYAAN SEPUTAR

OBYEK DAN SUBYEK ZAKAT MODERN

- Zakat Rumah dan Kendaraan- Zakat Jual Rumah- Barang Pribadi- Mobil Kredit- Asuransi Pendidikan- Zakat Tanah Kavling- Barang Gadai- Zakat Investasi Bisnis- Zakat Investasi dari Hutang- Zakat Orang kaya dan yang Tidak- Zakat Tabungan dan Deposito- Zakat Ibu Hamil

Page 31: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

30

Zakat Rumah dan Kendaraan7

Assalâmu'alaikum Wr. Wb.

Selain saya punya penghasilan tetap & tabungan, saya juga punya 1 rumah yang saya tempati& kendaraan bermotor yang saya gunakan. Apakah rumah & kendaraan tersebut wajibdizakatkan setiap tahun ?

Terimakasih & saya tunggu Jawabannya

Wassalâmu’alaikum Wr. Wb.

Abu Hanif

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Abu Hanif yang baik.Syeikh Yusuf Qardhawi menjelaskan untuk penghasilan tetap dan tabungan jika dihitungsetahun sudah memenuhi nishab 85 gram emas maka wajib zakat 2,5%.

Syaikh Ibnu Baz dalam, Fatawa Az-Zakah, menjelaskan jika kendaraan tersebut digunakanuntuk sehari-hari, tidak disewakan dan rumah hanya dijadikan tempat tinggal maka tidak adakewajiban zakat atasnya. Namun jika dipergunakan untuk diperjualbelikan atau disewakanyang menghasilkan uang, maka nilai barang tersebut wajib dikeluarkan zakatnya setiap kaligenap satu haul.

Sebaliknya, jika uang itu digunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau kebutuhan lainnya,sebelum genap satu tahun, maka tidak ada kewajiban zakat atas anda. Berdasarkan dalil-dalilumum dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang berkenaan dengan masalah ini. Dan berdasarkanhadits riwayat Abu Dawud dengan sanad yang hasan dari Rasulullah SAW bahwa beliaumemerintahkan supaya mengeluarkan zakat atas barang yang dipersiapkan untukdidagangkan.

"Sayyidina Ali telah meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: Apabila kamu mempunyai (uangsimpanan) 200 dirham dan telah cukup haul (genap setahun) diwajbkan zakatnya 5 dirham, dan tidakdiwajibkan mengeluarkan zakat (emas) kecuali kamu mempunyai 20 dinar dan telah cukup haulnyadiwajibkan zakatnya setengah dinar. Demikian juga kadarnya jika nilainya bertambah dan tidakdiwajibkan zakat dalam sesuatu harta kecuali genap setahun". (HR Abu Daud)

Berdasarkan penjelasan tersebut jelas bahwa jika rumah dan kendaraan tersebut tidakmenghasilkan uang tidak disewakan dan hanya dipakai sendiri, ulama menjelaskan tidak wajibzakat. Namun dianjurkan untuk bersedekah/ berinfak agar lebih berkah. Namun, jika rumahdan kendaraan tersebut disewakan/dijual atau mendapatkan keuntungan melalui usaha yang

7Selasa, 25/08/2009 23:12 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/apakah-rumah-kendaraan-juga-

di-zakatkan.htm

Page 32: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

31

dimaksud dan telah genap setahun dan jumlahnya melebihi batas nisab (nilai 85 gram emas)maka wajib dikeluarkan zakatnya sebanyak 2.5 % dari jumlah pendapatan tersebut.

Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islam waadillatuhu” menjelaskantentang rumah dan kendaraan yang dipaikai sendiri dan tidak menghasilkan pendapatansemua tidak wajib dizakati, kecuali benda tersebut menghasilkan pendapatan/keuntunganyang diperoleh maka wajib dizakati. Umpamanya mobil tersebut disewakan/direntalkan.Maka keuntungan yang didapatilah yang dizakati. Kalau keuntungannya/pendapatannyacukup nishab 85 gram emas (umpama satu gram emas Rp. 300.000 x 85 (gram) =25.500.000) maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.

Allah berfirman yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik...” (QS. Al-Baqarah(2): 267)

Alhasil, jika rumah dan kendaraan itu dipakai untuk kebutuhan sehari-hari yang tidakmenghasilkan uang, maka tidak wajib zakat. Namun, jika rumah dan kendaraan yangdigunakan untuk usaha wajib zakat. Misalnya untuk disewakan/ dijual, taksi, rent a car,angkutan penumpang, barang dan sejenisnya. Intinya rumah dan kendaran tersebut jikamenghasilkan uang dari usaha itu, maka penghasilan dari hasil usaha itulah yang adapenghitungan zakatnya. Tetapi jika rumah dan kendaraan itu hanya digunakan sebagaikendaraan pribadi, tanpa memberikan pemasukan usaha, para ulama umumnya tidakmemasukkan adanya kewajiban pengeluaran zakat dari rumah dan kendaraan tersebut.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 33: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

32

Zakat Jual Rumah8

Assalâmu'alaikum Wr. Wb.

Yth. Bpk. Ustad!

Saya ingin bertanya, apakah hasil penjualan rumah wajib dikeluarkan zakatnya? Kalau iyaberapa perhitungannya. Karena hasil jual rumah itu juga akan saya gunakan untuk membelirumah lagi.

Demikian pertanyaan saya atas perhatian Bapak saya ucapakan terima kasih.

Aferino

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan Bapak Aferino yang baik.

"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap merekadan tidak (pula) mereka bersedih hati " (QS. Al Baqarah (2): 274)

Menurut ulama Fiqih mengenai harta rumah, tanah, perabotan dan kendaraan apabila dipakaisendiri tidak disewakan dan rumah hanya dijadikan tempat tinggal sendiri maka tidak adazakat. Sebab, barang tersebut tidak bergerak dan tidak menghasilkan keuntungan. Kecualijika harta tersebut disewakan/direntalkan atau dijual yang menghasilkan uang, apabila cukupnishab maka wajib zakat. Ulama fiqih menjelaskan jika barang tersebut bergerak atau rumahitu menghasilkan uang dengan disewakan atau dijual, maka wajib zakat.

Syeikh Yusuf Qardhawi menjelaskan untuk penjualan rumah beliau meng-qiyas-kan denganzakat pertanian yaitu dikeluarkan zakatnya saat menghasilkan uang/keuntungan ketikamenjualnya dengan prosentase 5 % atau 10 % dari total penjualan rumah. Demikian jugaProf. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islam waadillatuhu” menjelaskan tentangrumah apabila menghasilkan pendapatan/keuntungan yang diperoleh baik dengandisewakan/dijual maka wajib dizakati. Senada juga Syaikh Ibnu Baz dalam, "Fatawa Az-Zakah" menjelaskan jika rumah dipergunakan untuk diperjual belikan atau atau disewakanyang menghasilkan uang, maka nilai barang tersebut wajib dikeluarkan zakatnya.Hal ini sesuai dengan dalil-dalil umum dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang berkenaandengan masalah ini. Sebagaimana Allah Swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman,

8 Senin, 23/11/2009 07:16 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-jual-rumah.htm

Page 34: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

33

nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yangKami keluarkan dari bumi untuk kamu.“ (QS, Al-Baqarah (2): 267) Dan berdasarkan haditsriwayat Abu Dawud dengan sanad yang hasan dari Rasulullah Saw. bahwa beliaumemerintahkan supaya mengeluarkan zakat atas barang yang dipersiapkan untukdidagangkan.

Salah satu bentuk harta yang harus dikeluarkan zakatnya adalah harta kekayaan dagang.Namun bagaimana dengan orang yang menjual sesuatu misalnya rumah atau kendaraan tapibukan dengan niat berdagang. Menurut para ulama, bahwa salah satu syarat orang yangberdagang adalah mereka menjual sesuatu dengan niat berdagang. Adapun orang yangmenjual sesuatu tanpa niat berdagang dan ia hanya menjual barang pada waktu itu saja, iatetap harus membayar zakat dari harta yang telah ia dapatkan dengan syarat memenuhinishab.

Dari berbagai sumber yang kami dapati umumnya ulama fikih menjelaskan ada zakat padaharta kekayaan apabila menjual rumah. Hal inilah yang pernah dibahas pada muktamar ulamaIslam kedua di Kairo, bahwa ada kewajiban zakat pada keuntungan atau hasil pendapatanpenjualan rumah kalau sudah mencapai nishab dan ditunaikan saat menjual rumah. Meskipuningin beli rumah lagi, hendaknya ditunaikan terlebih dahulu zakatnya agar hartanya dapatbersih dan menjadi berkah hidup di dunia dan di akhirat.

Alhasil, berdasarkan penjelasan tersebut jelas bahwa jika rumah tersebut disewakan/dijualatau mendapatkan keuntungan melalui usaha yang dimaksud melebihi batas nisab (520 Kgberas @4000/Kg = Rp. 2.080.000,-) maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 5% (denganasumsi rumah tersebut ada biaya perawatannya/renovasi) atau 10 % (dengan asumsi rumahtersebut tidak ada biaya perawatan/renovasi) dari jumlah pendapatan tersebut. Contohnya:rumah pak Aferino dijual Rp. 500.000.000,- x 5% (ada biaya perawatan/renovasi) = Rp.25.000.000,-

Demikian semoga dapat dipahami. Amin. Waallâhu A’lam.

Page 35: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

34

Barang Pribadi9

Assalâmualaikum Wr.Wb. pak ustadz,

Apakah benar semua barang yang kita miliki selama 1 tahun dan bila di-rupiah-kan telahmemenuhi nisab harus di-zakati? barang apa sajakah itu? Apakah termasuk rumah, tanah,perabotan, kendaraan, perhiasan, pakaian meskipun dibeli dari hasil gaji yang telahdikeluarkan zakatnya?

Apakah juga setahun sekali zakatnya atau cukup sekali seumur hidup? Lalu bagaimanadengan barang-barang pemberian orang lain, berapa zakat yang harus dibayarkan? Lalumisalkan saya terkena wajib zakat Rp. 700.000/tahun ( zakat gaji ) lalu saya bagikan sendiridengan niat zakat kepada anak yatim Rp. 350.000 dan orang miskin 350.000 di sekitar rumahsaya, apakah boleh? sekian pertanyaan saya, mohon maaf bila terlalu panjang.

Terimakasih atas penjelasannya. Jazâkumullâh khoiron katsiro

Arum Isdwijanarti

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Arum Isdwijanarti yang luarbiasa cukup banyak pertanyaannya. Mudah-mudahan kita diberikan dan diperkaya oleh Allahdengan nur/cahaya ilmu-Nya yang bermanfaat selalu. Amin

Kita akan mengawali terlebih dahulu melalui simulasi contoh perhitungan zakat Ibu ArumIsdwijanarti :

A. Pemasukan

Pemasukan/pendapatan setahun diasumsikan Rp. 28.000.000,-

B. Nishab

Nishab senilai emas 85 gram (harga emas sekarang @se-gram Rp. 300.000) = Rp.25.500.000,-

C. Zakatkah?

Berdasarkan simulasi data di atas, betul ibu Arum jika kita memiliki barang perhiasan/uangselama 1 tahun dan bila di-rupiah-kan telah memenuhi nisab harus di-zakati. Pemasukan IbuArum Isdwijanarti berdasarkan data tersebut (sebesar Rp. 28.000.000,- x 2,5% = Rp.

9Jumat, 31/07/2009 09:26 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/apkh-barang-barang-pribadi-

juga-harus-di-zakati.htm

Page 36: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

35

700.000,-) berarti memang betul langkah yang Ibu Arum lakukan bahwa ibu wajibmengeluarkan zakat bisa setahun sekali sebesar Rp. 700.000,- atau bisa juga mengeluarkanzakatnya perbulan besar Rp. 58.334,-, sebab sudah melewati nishab zakat (85 gram emas =Rp. 25.500.000,-).

Adapun pendistribusian zakat secara langsung kepada mustahik, ulama kebanyakanmemperbolehkan. Namun akan lebih afdhal bila pendistribusiannya dilakukan melaluilembaga pengelola zakat BAZ/LAZ (UPZ) yang terpercaya/ amanah agar pendistribusianzakat tidak menumpuk hanya kepada orang tertentu dan lebih adil dan merata. Allahberfirman: "Sesungguhnya zakat diperuntukan itu, hanya kepada orang fakir, orang miskin, penguruszakat, para muallaf untuk (memerdekakan budak), orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orangyang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah ; dan Allah mahamengetahui lagi maha bijaksana" (QS At-Taubah (9):60)

Berdasarkan ayat tersebut tindakan yang dilakukan Ibu dengan membagikan zakatnya sendirisebesar Rp.700.000/tahun dengan niat zakat kepada anak yatim 350.000 dan orang miskin350.000 di sekitar rumah ibu diperbolehkan oleh ulama dan sudah sesuai dengan petunjukfirman Allah (QS At-Taubah (9):60). Yaitu ibu telah menyalurkannya melalui dua mustahik(orang yang berhak mendapatkan zakat); pertama, fuqara (orang-orang fakir) dan kedua,masakin (orang-orang miskin). Anak yatim dikategorikan juga oleh ulama mufassirin sebagaikategori fuqara. Hal inilah yang telah dijelaskan oleh Prof. Dr. Amin Suma, bahwa anak yatimberdasarkan ayat tersebut dikategorikan sebagai golongan fakir (yang tidak punyapenghasilan).

Untuk menjawab pertanyaan barang apa sajakah yang wajib dizakati,menurut Abdurrahman al-Jaziri dalam kitabnya “Kitabu al-Fiqhi `ala al-Madhhibi al-Arba'ah”,para ulama mazhab yang empat setuju mengatakan bahwa jenis harta yang wajib dizakatkanada lima macam. Yaitu : Pertama; Binatang Ternak (unta, sapi, kerbau, kambing/domba),kedua; Emas dan perak, ketiga; Perdagangan, keempat; Pertambangan dan harta temuan. dankelima; Pertanian (gandum, korma, anggur).

Selanjutnya, ulama kontemporer Yusuf al-Qardhawi mengemukakan bahwa jenis-jenis hartayang wajib dizakati, adalah : Pertama; Binatang ternak, kedua; Emas dan perak, ketiga; HasilPerdagangan, keempat; Hasil Pertanian, kelima; Hasil sewa tanah, keenam; Madu dan produksihewan lainnya, ketujuh; Barang tambang dan hasil laut, kedelapan; Hasil investasi, pabrik dangudang, kesembilan; Hasil Pencaharian dan profesi, kesepuluh; Hasil saham dan obligasi.

Memperhatikan pendapat di atas, maka jenis harta yang wajib dizakati ini mengalamiperubahan dan perkembangan. Artinya jenis-jenis harta sebagaimana disebut di atas, masihdapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yangberdampak pada perkembangan dan kemajuan ekonomi dan dunia usaha.

Apakah termasuk rumah, tanah, perabotan, kendaraan, perhiasan, pakaian dikenakan zakat?Ulama fiqih menjelaskan ada dua penjelasan; pertama, jika barang tersebut tidak bergerak dantidak menghasilkan keuntungan maka tidak berzakat. Sebab, barang tersebut hanya dipakaiuntuk kebutuhan sehari-hari. Kecuali jika perhiasan tidak dipakai dan melebihi nishab 85gram emas wajib zakat. Berbeda jika perhiasan yang dipakai sewajarnya maka tidak wajibzakat. Umpama punya emas sebanyak 160 gram yang sewajarnya dipakai adalah 40 gram

Page 37: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

36

emas, jadi yang dizakati adalah 120 gram emas dikali 2,5%. Sebab sudah melebihi nishab 85gram emas (wajib zakat).

Kedua jika barang tersebut bergerak dan dapat menghasilkan keuntungan, maka wajib zakatsetahun sekali (haul) tidal seumur hidup sekali, dengan catatan cukup nishab atau lebih.Demikian halnya dengan barang-barang pemberian orang lain jika sudah dimiliki sendiriselama setahun, jika cukup nishab wajib juga dizakati 2,5%. Atau harta-harta kekayaansebagaimana disebutkan di atas, wajib dikeluarkan zakatnya apabila telah memenuhiketentuan wajib zakat (mencapai nisab, kadar dan waktu/haul). Allah Swt berfirman: “Haiorang-orang yang beriman, nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baikdan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.“ (QS, Al-Baqarah (2): 267)

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Mobil Kredit10

10Sabtu, 15/08/2009 17:38 WIB , http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/mobil-kredit-apakah-wajb-

dzakat.htm

Page 38: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

37

Assalâmu’alaikum ada informasi yang mengatakan bahwa mobil kredit juga wajib zakat, sesuaidengan jumlah kredit yang sudah dibayar. Mohon penjelesannya ? Syukron.

Candra

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Candra yang baik.Ulama fiqih menjelaskan berdasarkan pentunjuk Al-qur'an dan hadits Rasul memberi syaratadanya wajib zakat adalah kepemilikan penuh (milk at-tam). Mobil kredit berarti kita belummemilikinya secara penuh kecuali kalau sudah lunas. Jelas kalau begitu hukumnya tidak adazakat untuk mobil kredit.

Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islam waadillatuhu” menjelaskantentang harta yang wajib zakat dan yang tidak wajib zakat. Beliau menjelaskan pendirianbangunan, pabrik-pabrik, sarana transportasi udara, laut dan darat (termasuk mobil kredit)semua tidak wajib dizakati, kecuali benda tersebut menghasilkan pendapatan/keuntunganyang diperoleh maka wajib dizakati. Umpamanya mobil tersebut setelah lunasdisewakan/direntalkan. Maka keuntungan yang didapatilah yang dizakati. Kalaukeuntungannya/pendapatannya cukup nishab 85 gram emas (umpama @se-gram emas Rp.300.000 x 85 (gram) = 25.500.000) maka wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.

Jadi dari berbagai sumber yang kami dapati umumnya ulama fikih menjelaskan tidak adazakat bagi pada harta kekayaan tersebut termasuk mobil kredit. Kecuali, kalau adanya unsurekonomis dari benda tersebut yaitu adanya pertumbuhan/pendapatan/keuntungan daribenda yang kita miliki maka wajib zakat jika cukup nishab.

Hal inilah yang pernah dibahas pada muktamar ulama Islam kedua di Kairo, tidak wajibdizakati harta kekayaan berupa bangunan produktif, pabrik, kapal-kapal, pesawat terbang,kendaraan. Namun keuntungan bersihnya (hasil keuntungan pelayanan jasanya sepertigedung disewakan, mobil disewakan, mobil diomprengi, pabrik memproduksi sesuatu untukdijual) wajib dizakati kalau sudah mencapai nishab dan kepemilikan waktu satu tahun.

Allah berfirman yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik...” (Al-Baqarah: 267)

Jadi, jika mobil kredit itu sudah lunas dan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari yang tidakmenghasilkan uang, maka tidak wajib zakat. Kalau pun ada pendapat yang menyatakanadanya zakat mobil, umumnya mereka mensyaratkan harus mobil yang digunakan untukusaha. Misalnya untuk taksi, rent a car, angkutan penumpang, barang dan sejenisnya. Intinya

Page 39: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

38

mobil itu menghasilkan uang dari usaha menggunakan mobil itu. Tetapi jika mobil itu hanyadigunakan sebagai kendaraan pribadi, tanpa memberikan pemasukan usaha, para ulamaumumnya tidak memasukkan adanya kewajiban pengeluaran zakat dari mobil tersebut.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 40: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

39

Asuransi Pendidikan11

Assalâmu’alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, Apakah asuransi pendidikan wajib dikeluarkan juga zakatnya. Jika iya, bagaimanaperhitungannya. Terima kasih atas penjelasannya.

Wassalâm,

Meiza Idriansyah

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan Ibu Meiza Idriansyah yang luarbiasa.

Allah Swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian darihasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.“(QS, Al-Baqarah (2): 267) Rasul bersabda: "Bila engkau memiliki 20 dinar emas dan sudahmencapai satu tahun maka zakatnya setengah dinar (2,5%)". (HR Ahmad)

Secara bahasa, zakat memiliki arti antara lain, yaitu al-Barakatu (keberkahan), al-Namaa(petumbuhan dan perkembangan), al-Thaharatu (kesucian) dan al-Shalahu (keberesan). (MajmaLughah al-Arabiyah,1972: 396). Berarti, dengan berzakat yakinlah bahwa harta kita akansemakin bertambah, suci dan berkah, karena Allah pasti memuliakan orang-orang yangmenjaga dan mengutamakan memelihara kebersihan harta dengan mengeluarkan zakatdarinya. Dalam asuransi syariah ada prinsip bagi hasil dan komponen Tabarru (amalkebajikan).

Ikut program asuransi adalah bentuk suatu komitmen jangka panjang antara peserta denganpihak asuransi. Bisa 6 tahun, 15 tahun juga bisa 20 tahun. Mengenai asuransi ulamakontemporer mengharamkan transaksi asuransi pendidikan konvensional. Oleh karena itumeskipun harta klaimnya melebihi nishab maka tidak ada zakat baginya. Sebab, Allah tidakakan menerima amal kebajikan termasuk berzakat jika digapai dengan cara yang tidak halaldan tidak toyyib. Rasul bersabda: “Allah tidak akan menerima sedekah (zakat) dari kekayaan hasilghulul (tidak syah cara memperolehnya dengan berlaku curang atau khianat—termasuk praktek denganbunga/riba)” (HR. Muslim)

Lain halnya, apabila seluruh peserta atau nasabah asuransi syariah pendidikan yangmendapatkan klaim asuransi pada saat menerimanya wajib mengeluarkan zakatnya sebesar

11 Jumat, 06/11/2009 09:15 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/wajib-zakatkah-asuransi-pendidikan.htm

Page 41: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

40

2,5 persen dari seluruh klaim yang diterimanya jika jumlahnya mencapai lebih atau samadengan senilai 85 gram emas atau setara dengan Rp. 25.500.000,- (@se-gram Rp. 300.000 x85 (gram) = Rp. 25.500.000,-) Jika kurang dari nishab maka tidak wajib zakat.

Adapun contoh Simulasi perhitungan Zakat asuransi pendidikan yaitu:

A. Pemasukan

Pemasukan/pendapatan klaim asuransi pendidikan Ibu Meiza diasumsikan Rp. 30.000.000,-

B. Nishab

Nishab senilai emas 85 gram (harga emas sekarang @se-gram Rp. 300.000) = Rp.25.500.000,-

C. Zakatkah?

Berdasarkan simulasi data di atas, berarti ibu Meiza mendapatkan klaim asuransi pendidikanmelebihi nishab (Rp. 25.500.000,-). Maka, berarti ibu wajib berzakat 2,5% (Rp. 30.000.000,- x2,5% = Rp. 750.000,-). JIka khawatir memberatkan boleh diangsur perbulan menjadi Rp.62.500.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 42: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

41

Zakat Tanah Kavling12

Assalâmualaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan seputar Zakat :

1. Jika saya mempunyai tanah kavling/kosong yang belum digunakan atau rumah kosongyang tidak ditempati/dikontrakan apakah wajib Zakat ? Jika ya berapa besarnya dari hargabeli atau harga pasar yang berlaku dan apakah setiap tahun harus dibayar zakatnya ?

2. Apakah hutang/pinjaman bank pada saat diterima wajib dibayarkan zakatnya?

3. Jika saya mempunyai saudara kandung yang kurang mampu, bolehkah seluruh zakat sayaberikan pada saudara saya tersebut?

Terima kasih atas pencerahanya.

Wassalâmualaikum Wr. Wb.

Yuni Tjahyono

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Yuni Tjahyono yang baik.

1. Ulama fiqih umumnya menjelaskan kekayaan,tanah kavling atau rumah kosong yang tidakditempati atau tidak dikontrakan maka tidak terkena zakat. Termasuk juga jika tanah kavlingatau rumah tersebut digunakan untuk tempat tinggal maka tidak ada kewajiban zakat atasnya.

Tetapi, menurut Dr. Yusuf Al-Qardhawi jika kekayaan (termasuk tanah atau rumah tersebut)mengalami pertumbuhan dengan disewakan atau dijual maka wajib dizakatkan dengan duamodel zakat. Pertama kekayaan dengan besar zakat 2.5% dihitung dari modal ditambahkeuntungan, jika tanah atau rumah tersebut diniatkan dijual dan sudah laku terjual. Ulamameng-qiyas-kan model ini kepada zakat perdagangan. Kedua kekayaan dengan besar zakat5% dan 10% dihitung dari hasil keuntungan saja didapatkan (seperti disewakan). Model inidiqiyaskan dengan zakat pertanian dikeluarkan saat mendapatkan hasil panen/keuntungan/uang sewa.

Hal tersebut berdasarkan dalil-dalil umum dari Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah (2): (267) dan As-Sunnah yang berkenaan dengan masalah ini. Diantaranya berdasarkan hadits riwayat AbuDawud dengan sanad yang hasan dari Rasulullah Saw bahwa beliau "memerintahkan supayamengeluarkan zakat atas barang yang dipersiapkan untuk didagangkan".

12Jumat, 18/09/2009 14:31 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-atas-tanah-kavling.htm

Page 43: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

42

2. Menurut Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya “Fiqh al-Islam wa adillatuhu”hutang/pinjaman bank pada saat diterima yang sudah mencapai nishab dan m emasuki haulwajib dibayarkan zakatnya. Sebab, sudah menjadi hak milik penuh atas harta tersebut.Namun, jika hutang tersebut belum mencapai nishab dan memasuki haul maka tidak wajibzakat atasnya. Hal ini pula dijelaskan Madzhab Hanafi, Maliki, Hanbali dan Syafii bahwahutang yang sudah mencapai haul wajib zakat. Sebagai mana Sabda Nabi Saw: “Tidak adazakat dalam satu harta (termasuk berasal dari hutang) sehingga mencapai setahun umur kepemilikannya.”(HR. Abu Dawud)

3. “ Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat-zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orangmiskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang di bujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak.Orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagaisuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. al-Taubah/9:60).

Dari penjelasan ayat di atas, jelaslah bahwa zakat hanya boleh didistribusikan kepada delapanasnâf (kelompok), yaitu : Kelompok fakir, Kelompok miskin, Kelompok Amil, Kelompokmuallafatu qulûbuhum, Kelompok fi ar-riqâb, Kelompok al-ghârimin, Kelompok fi sabilillah,dan Kelompok ibnu sabil.

Berdasarkan dalil tersebut zakat ternyata memiliki pos-pos penerimaan khusus yang telahditentukan Allah, yaitu yang disebut sebagai mustahik (orang-orang yang berhak menerimazakat).. Selain daripada itu, mereka bukanlah termasuk mustahik.

Dr. Yusuf Al-Qardhawi menjelaskan orang yang bukan menjadi tanggung jawab langsungkita – seperti saudara kandung yang kurang mampu—maka zakat boleh diberikan kepadamereka atas dasar kefakiran/kemiskinan. Firman Allah SWT, “Sesungguhnya Allah menyuruh(kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dariperbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapatmengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl [16]: 90)

Namun, tidak diperkenankan memberikan zakat seluruhnya. Sebab, yang perlu diingat masihbanyak mustahik/orang yang berhak mendapatkan dana dari zakat tersebut. Umumnyaulama menyarankan lebih utama kita menyalurkan zakat kepada lembaga yang amanah agarlebih adil dan tidak menumpuk pada satu orang/mustahik. Justru dengan penyaluran melaluilembaga tersebut akan banyak lagi masyarakat miskin (para mustahik) yang dapatterberdayakan.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 44: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

43

Barang Gadai13

Assalâmu'alaikum warohmatullâhi wabarokâtuh,

Mohon Jawaban Ustadz untuk 2 pertanyaan berikut.

1. Apakah barang kita yang sedang digadaikan harus dikeluarkan zakatnya ? Umpama, emas100 gram digadaikan selama 1 tahun, sehingga terpenuhi syarat haul dan nishabnya.

2. Misal kita rutin mengeluarkan zakat mal setiap bulan muharam. Pada tahun ini bulan rajabdan ramadhan, harta simpanan saya di bawah nishab, namun bulan-bulan selanjutnya di atasnishab. Apakah kita tetap mengeluarkan zakat mal pada bulan muharam tahun depan ataupada bulan syawwal tahun depan (setahun setelah harta simpanan diatas nishab lagi)

Jazâkumullâhi khoiron katsîron.

Wassalâmu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

sp

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya saudara sp yang baik.

1. Kepemimilikan setahun jika cukup nishab memang betul wajib zakat. Menurut jumhurulama harta/barang yang sedang digadaikan umpama emas sebesar 100 gram jika saudarayakin barang yang digadaikan itu bisa dalam penguasaan dan dapat ditebus maka wajibmenunaikan zakat 2.5 % x 100 gram yaitu sebesar 2,5 gram emas. Tetapi jika saudara belumyakin untuk menguasainya/memilikinya kembali maka tidak wajib zakat menunggukeyakinan untuk menebusnya.

2. Mengenai kapan waktu mengeluarkan zakat, Ustman ibnu Affan r.a. pernah menyerukankepada kaum muslimin ketika bulan Muharram tiba “Bulan ini adalah bulan kalian membayarzakat kalian, siapa yang memiliki hutang hendaklah dibayarnya sehingga kalian dapat menunaikankewajiban zakat harta kalian”. Tapi sebagian ulama memberikan kebebasan untuk menentukanperhitungan tahun tersebut, yang penting genap satu tahun dengan tidak mempermasalahkanharus dimulai pada bulan Muharram tergantung kebiasaan. Rasulullah saw bersabda : “Tidakada kewajiban zakat atas harta sehingga telah berlalu atasnya satu tahun” (HR. Abu Daud). Hauladalah perputaran harta satu nisab dalam 12 bulan kamariah. Haul juga adalah syarat yang

13Senin, 14/09/2009 08:42 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-barang-gadai-dan-harta-

yang-tidak-selalu-diatas-nishab.htm

Page 45: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

44

paling penting dalam zakat mal seperti; peternakan, uang, perdagangan, perusahaan, dansebagainya.

Mengenai nishab zakat, Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada zakat kecuali bagi orang yang benar-benar kaya”. (HR. Bukhori) Dari Jabir, dari Rasulullah SAW “… Tidak wajib bayar zakat padakurma yang kurang dari 5 awsuq” (HR Muslim).

Dari hadist tersebut jelas kalau harta yang kita miliki belum cukup nishab tidak wajib zakat.Namun sangat dianjurkan untuk bersedekah.

Jadi, zakat mal yang mencapai nisab dan haul wajib diambil zakatnya, sebagaimana yangdikatakan Zuhri dan Auza'i. Demikian Makhul menjelaskan bahwa kekayaan yang sudahsampai bulan pengeluaran zakat harus dikeluarkan zakatnya pada waktu tertentu. Jika tahunini sebagaimana seperti biasanya pengeluaran zakat pada bulan muharrom maka tahunberikutnya bulan muharrom. Apabila tidak cukup nishab maka tidak wajib menunaikan zakatsampai mencapai nisab bersama dengan kekayaan lain yang harus dikeluarkan zakatnya padawaktu itu dan masa sampainya dimulai dari saat tersebut. Sebab, jumhur ulama mensyaratkanadanya haul dan nishab (yaitu sampainya nilai harta pada kadar tertentu yang telahditentukan, dan apabila harta tersebut belum mencapai batas tadi maka tidak ada kewajibanzakat baginya).

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 46: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

45

Zakat Investasi Bisnis14

Pak Ustadz.. ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan :

1. Apakah harta (milik penuh & mencapai nishab 85gr emas) yang saya investasikan ke suatubisnis harus dikeluarkan zakatnya setiap tahunnya?

2. Apakah keuntungan/deviden setiap tahun yang didapat dari bisnis itu juga harusdikeluarkan zakatnya jika mencapai nishab?

Terimkasih atas Jawabanya.

Afid

Jawaban

“Hai orang-orang yang beriman keluarkanlah sebagian usaha kalian" (QS. Al-Baqarah (2):267).

1. Betul Pak Afid, bahwa harta (milik penuh & mencapai nishab 85gr emas) yangdiinvestasikan ke suatu bisnis harus dikeluarkan zakatnya setiap tahunnya. Zakat investasiadalah zakat yang dikenakan terhadap harta yang diperoleh dari hasil investasi. Ulama fiqihmenjelaskan bahwa persyaratan yang harus diperhatikan oleh muzakki dalam mengeluarkanzakat diantaranya harta milik penuh & mencapai nishab 85 gram emas.

Dr. Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa Mazhab Hanbali berpendapat pemilik modalharus mengeluarkan zakat modal dan labanya. Demikian juga Mazhab Syafi’i dan MazhabMaliki berpendapat bahwa pemilik modal wajib menunaikan zakatnya dari modal dankeuntungannya.

Penunaian zakatnya dalam hal ini ulama menjelaskan ada dua pendapat; pertama, bisadilaksanakan setahun sekali atau sebulan sekali (atau jika ditotal setahun besar zakat yangdikeluarkan akan sama), atau kedua, bisa juga ditunaikan zakatnya saat mendapatkan hasilkeuntungan/terjual. Namun ingat, ia baru wajib mengeluarkan jika penghasilannyamencapai/melebihi nisab. Jika tidak, maka tidak wajib mengeluarkan zakat.

Ustadz Taufik Ridlo menjelaskan bahwa harta penghasilan itu sendiri dapat dibedakanmenjadi :

14 Minggu, 22/11/2009 18:19 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-dari-harta-yang-diinvestasikan-ke-suatu-bisnis.htm

Page 47: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

46

(1) Penghasilan yang berkembang dari kekayaan lain, misalnya uang hasil menjual poduksipertanian yang sudah dikeluarkan zakatnya 10% atau 5%, yang tentunya uang hasil penjualantersebut tidak perlu dizakatkan pada tahun yang sama karena kekayaan asalnya (produksipertanian, dan sebagainya) sudah dizakatkan. Ini untuk mencegah terjadinya apa yangdisebut double zakat.

(2) Penghasilan yang berasal karena penyebab bebas, seperti gaji, upah, honor, investasimodal dan lain-lain. Zakat yang dikeluarkan 2,5 %. Ulama menjelaskan bahwa zakatpenghasilan ini wajib dikeluarkan zakatnya langsung ketika diterima tanpa menunggu waktusatu tahun. Diantara ulama kelompok ini adalah: Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, Muawiyyah, dll,juga Umar bin Abdul Aziz.

Dengan demikian, model zakat investasi bisa dilaksanakan dengan dua model. Pertama, yaitumodel pertanian yaitu 10% dan 5% atau juga bisa dengan model kedua, dengan qiyas syabahyaitu nishab qiyas (analogi) pertanian dan persentase qiyas (analogi) perdagangan 2,5 %.

Dari kedua pendapat tersebut, ulama menyarankan bahwa muzakki akan mendapatkanberkah dan berkeadilan harta zakat investasi yang ditunaikannya saat mendapatkan hasildengan tidak harus menunggu satu tahun. Akan timbul pula keadilan dan hikmah islam yangtampak dengan mewajibkan adanya zakat, bukan sebaliknya.

Misalnya seorang petani menanam tanaman pada tanah sewaan hasilnya dikenakan zakatsebanyak 10% atau 5%, sedangkan pemilik tanah yang dalam satu jam kadang-kadangmemperoleh beratus-ratus dinar berupa uang sewa tanah tersebut tidak dikenakan zakatberdasarkan fatwa-fatwa dalam mazhab-mazhab yang ada, dikarenakan adanya persyaratansetahun bagi penghasilan tersebut sedangkan jumlah itu jarang bisa terjadi di akhir tahun.

2. Betul keuntungan/deviden setiap tahun yang didapat dari bisnis itu juga harus dikeluarkanzakatnya jika mencapai nishab. Contoh investasi yang dilakukan dalam bentuk membelisaham. Kebanyakan ulama membolehkan kepemilikan atas saham atau melakukan investasikarena hal tersebut adalah merupakan gambaran kepemilikan kita atas asset perusahaantersebut. Pada dasarnya suatu perusahaan ketika akan membagi deviden harus menghitungzakatnya. Jika perusahaan yang kita miliki sahamnya tidak mengeluarkan zakat perusahaannyamaka pemilik saham tersebut harus mengeluarkan zakat saham yang dimilikinya denganketentuan sebagai berikut:

a. Jika kepemilikan saham tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan hasilnya dan investasimaka tarif yang dikenakan adalah 10% dari deviden dianalogikan pada zakat pertanian.

b. Tapi jika pemilik saham tersebut dengan niat jual beli, maka tarif zakatnya dikenakan 2,5% dari asset yang dimiliki berikut deviden dengan memperhatikan hal-hal berikut:

1) Zakat dihitung dengan panduan laporan keuangan perusahaan tersebut yaitu equity perjumlah saham sebelum pembagian deviden untuk mengetahui harga saham

Page 48: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

47

2) Jika tidak mendapatkan data laporan keuangan perusahaan maka untuk mengetahui nilaisaham adalah dengan harga pasar yang berlaku pada hari dimana zakat telah wajib (sampaibatas haul) ditambah dengan deviden yang didapat dengan tarif 2,5%

3) Keputusan Mu’tamar Zakat 1404 H menyatakan jika si pemilik saham tidak dapatmengetahui harga pasarnya yang mengakibatkan dia tidak dapat memperkirakan nilaizakatnya maka zakatnya adalah 10% dari deviden yang didapat dianalogikan pada zakatpertanian.

Untuk lebih jelasnya marilah kita simak simulasi perhitungan zakat investasi:

Pak Afid menginvestasikan hartanya dan memiliki 50.000 lbr saham PT. Anugerah Ilahi.Harga nominal Rp. 5.000,- per lbr. Pada Akhir tahun buku tiap lbr, lembar sahammemperoleh deviden Rp. 300,-

Penghitungan ZakatØ Nilai saham (book value) Rp. 250.000.000,-(50.000 x Rp. 5.000,-)Ø Deviden (50.000 x Rp.300,-) Rp. 15.000.000,-Ø Total Rp. 265.000.000,-

Zakat 2,5% x Rp. 265.000.000,- = Rp. 6.675.000,-

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 49: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

48

Zakat Investasi Dari Hutang15

Assalâmualaikum Pak Ustadz

Salam kenal saya Novi dari Sidoarjo.

Saya ingin bertanya perihal bilamana saya berinvestasi emas batangan sebanyak 100 gramyang saya beli dari utang ke Bank sebanyak 30 jt. Cicilan utang tersebut sebesar 342 rbperbulan selama 13 th. Saya telah membayar zakat profesi (gaji dikurangi cicilan) saya tiapbulan sebesar 2,5%. Apakah saya masih wajib membayar zakat emas batangan tersebut?

Demikian terimakasih sebelumnya

Wassalâm

Novi Widiharno

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Salam kenal juga wong sidoarjo. Semoga Allah memberikankemanfaatan atas silaturrahim ini. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Novi Widiharnoyang baik.

Ulama fiqih menjelaskan berdasarkan pentunjuk Al-qur'an dan hadits Rasul bahwa adanyakewajiban zakat bagi umat Islam adalah memiliki syarat adanya kepemilikan penuh (milk at-tam) akan harta/ atau sudah lunas. Berinvestasi emas batangan 100 gram yang dilakukandengan cicilan utang selama 13 tahun, berarti bapak belum memiliki emas tersebut secarapenuh, meskipun sudah 12 tahun kreditnya sebab belum lunas dan dikategorikan belummemiliki harta secara penuh. Dengan demikian bapak dalam hal ini tidak ada kewajibanberzakat.

Kecuali jika cicilan emas sudah lunas, dan perhitungan harta emas bapak tersebut dalammemilikinya sudah satu tahun (haul) maka hukumnya wajib berzakat 2,5 % x 100 gram = 2,5gram (harta emas yang dizakati) atau bisa saja mengeluarkan zakat dengan diuangkan setara@se-gram emas Rp. 300.000,- x 2,5 gram = Rp. 750.000,-

15 Selasa, 27/10/2009 11:35 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-investasi-dari-hutang.htm

Page 50: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

49

Zakat profesi yang sudah dikeluarkan sudah betul yaitu dilaksanakan perbulan sebesar2,5%.Sebab hal ini sesuai adanya keumuman lafadz perintah Allah dalam firman-Nya yangartinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yangbaik-baik...” (Q.S. Al-Baqarah (2): 267) dan Firman Allah : “…dan orang-orang yang menyimpanemas dan perak (termasuk tabungan/deposito/emas) dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah,Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. At-Taubah (9): 34

Apakah bapak masih wajib membayar zakat emas batangan padahal sudah zakat profesi?Umumnya, ulama kontemporer seperti Dr. Yusuf Al-Qardhawi menjelaskan meskipun sudahberzakat profesi maka jika harta simpanan baik berbentuk tabungan/deposito/emas sudahcukup haul (satu tahun) dan cukup nishab (85 gram emas )maka wajib zakat. Sebab hartadizakati setiap tahunnya. Sebagaimana Sabda Rasulullah yang Artinya: “Tidak wajib membayarzakat sampai sudah berlalu satu tahun” (HR. Abu Dawud) Bahkan Rasulullah mengecam bagiorang yang enggan berzakat sebagaimana dalam sabdanya: “Tiadalah bagi pemilik simpanan yangtidak menunaikan zakatnya, kecuali dibakar diatasnya di neraka jahanam” (HR. Bukhori)

Alhasil, investasi zakat emas kredit diwajibkan berzakat dengan syarat jika sudah lunas ataukepemilikan penuh (milk at-tam), cukup nishab dan sudah haul. "Bila engkau memiliki 20 dinaremas dan sudah mencapai satu tahun maka zakatnya setengah dinar (2,5%)". (HR Ahmad). Tetapi,apabila harta emas tersebut masih belum lunas maka tidak wajib zakat dan sangat dianjurkanuntuk bersedekah agar harta kita menjadi berkah dan terhindar dari musibah/bala. Semoga.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 51: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

50

Zakat Orang Kaya dan Tidak Kaya16

Assalâmualaikum.

Ustadz, saya masih suka bingung dengan kasus-kasus zakat.

Misalkan saya orang kaya memiliki 1 mobil dan tabungan 300 juta. Sebelum tabungan sayagenap 1 tahun, saya belikan 1 mobil lagi untuk istri, sehingga sisa tabungan saya ketika haulhanya 15 juta. Apakah saya wajib zakat untuk kedua mobil saya? (Jika tidak ada zakat nya,maka orang kaya akan cenderung untuk berbelanja barang atau property dibandingkanmenyimpan dalam bentuk uang atau emas). Jika saya punya rumah kedua yang disewakan 15juta per-tahun, apakah zakatnya dihitung berdasarkan dari uang sewa nya saja atau besertanilai rumahnya?

Contoh kedua, saya keluarga sederhana, belum punya rumah tapi punya tabungan 30 juta.Saya berniat bahwa tabungan itu untuk membangun rumah kelak jika telah cukup. Apakahsaya wajib zakat setiap tahun?

Contoh ketiga, saya usaha berdagang dengan modal pinjaman (hutang) dari bapak sayasebesar 50 juta. Hutang itu akan saya cicil setelah tahun ke 3. Pada tahun pertama dari hasilusaha saya tersisa untung bersih 20 juta setelah dikurangi biaya hidup. Apakah modal hutang50 juta wajib dizakati juga?

Demikian pertanyaan saya, terima kasih.

Ferry Gunawan

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Ferry Gunawan yangbaik.

Perintah adanya kewajiban zakat yaitu Firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Ambillah zakat darisebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.” (QS. At-Taubah (9):103) “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasilusahamu yang baik-baik...” (Al-Baqarah (2): 267)

1. a. Prof. Dr. Wahbah Zuhaili dalam kitabnya, “Al-Fiqh al-Islam waadillatuhu” menjelaskantentang rumah dan kendaraan yang dipakai sendiri dan tidak menghasilkan pendapatansemua tidak wajib dizakati, termasuk dua mobil yang dimiliki bapak tersebut, kecuali benda

16 Rabu, 28/10/2009 16:44 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-orang-kaya-dan-tidak-kaya.htm

Page 52: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

51

tersebut menghasilkan pendapatan/keuntungan yang diperoleh maka wajib dizakati.Umpamanya mobil tersebut disewakan/direntalkan. Maka keuntungan yang didapatilah yangdizakati. Kalau keuntungannya/pendapatannya cukup nishab 85 gram emas (umpama @se-gram emas Rp. 300.000 x 85 (gram) = 25.500.000) maka wajib mengeluarkan zakat sebesar2,5%.

Kasus jika tidak ada pengenaan zakat atas orang kaya yang cenderung untuk berbelanjabarang atau property dibandingkan menyimpan dalam bentuk uang atau emas. Justru dalamhal ini, ulama menjelaskan Islam sangat mengecam orang yang enggan mengeluarkan zakatdengan berbagai akal-akalan agar hartanya tidak kena zakat. Banyak dalil yang menjelaskanancaman keras bagi orang yang bakhil dengan zakat dan enggan untuk mengeluarkannyadengan cara apapun. Firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Dan orang-orang yang menyimpan emasdan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah maka beritahukanlah kepada mereka (bahwamereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. At Taubah (9): 34) “Sekali-sekali janganlah orangyang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwakebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yangmereka bakhilkan itu kelak akan dikalungkan di lehernya di hari kiamat.” (QS. Ali Imron (3):180)

Bahkan Rasulullah bersabda: “Tiadalah bagi pemilik simpanan yang tidak menunaikan zakatnya,kecuali dibakar diatasnya di neraka jahanam” (HR. Bukhori) lihat subussalam II, hal.129.Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah seseorang yang memiliki emas atau perak kemudian tidakditunaikan haknya, apabila datang hari kiamat dibentangkan baginya batu-batu yang lebar dari nerakakemudian dia akan dipanggang di atas batu-batu itu di dalam neraka jahannam kemudian disetrika perut,dahi dan punggungnya. Setiap kali sudah dingin maka akan dikembalikan seperti semula yang satu hariadalah sama dengan 50.000 tahun sampai diputuskan perkaranya di antara manusia maka dia akanmelihat jalannya, apakah ke surga atau neraka.” (HR. Muslim Kitab Zakat 7:67 no. 2287 darihadits Abu Hurairah)

Apabila dia mengakal-akali, atau sebab tidak mau membayar zakat tapi masih meyakini akanwajibnya. Para ulama dalam hal ini menghukumi bahwa pelakunya berdosa dan tidakmengeluarkannya dari keislamannya. Kepada penguasa (hakim) agar memaksa pelakunyasupaya mau membayar zakat serta memberikan hukuman pelajaran kepadanya (tahdzir). IbnuTaimiyah bahkan menghukumi orang yang seperti itu adalah kafir dalam batinnya, walaupunsecara dzahir tidak dikafirkan, akan tetapi disikapi seperti sikapnya orang-orang murtad yangdiberi kesempatan bertaubat tiga kali, kalau tidak mau bertaubat maka hukumnya dibunuh.(Lihat Fatawa 7:611, mausu’ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2:877; Mughni 4:67; majalah BuhutsIslamiyah Darul ifla’ edisi 58 tahun 1420H hal. 11; Fiqh Sunnah 1:403)

b. Menurut para ulama fiqih cara perhitungan zakat sewa rumah dihitung dari nilai sewarumah yaitu 15 juta per-tahun, zakatnya dihitung berdasarkan dari uang sewanya saja. Jikamemenuhi nishab maka wajib zakat, jika tidak memenuhi nishab maka sangat dianjurkanuntuk bersedekah.

Page 53: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

52

2. Kasus berikutnya yaitu keluarga sederhana yang belum punya rumah tapi punya tabungan30 juta. Maka menurut para ulama jika sudah satu tahun dan cukup nishab 85 gram emas(umpama @se-gram emas Rp. 300.000 x 85 (gram) = 25.500.000) maka dari kasus tersebutwajib mengeluarkan zakat sebab sudah melebihi nishab. Sehingga zakat yang dikeluarkansebesar 2,5% dari Rp. 30.000.000,- yaitu sebesar Rp. 750.000,-

3. Zakat hasil usaha wajib dizakati setelah dikurangi dengan kewajiban, seperti hutang danpajak. Modal dagang yang ditekankan wajib zakat adalah berupa kekayaan cair atau bergerak.Sedangkan bangunan, timbangan, kendaraan dan perabot toko tak bergerak yang tidakdiperjual-belikan dan tidak bergerak tidak termasuk yang dizakati.

Mujahid mengatakan: hasil usahamu adalah perdagangan. Dalam sunan Abu Daud dariSamurah, katanya: “Nabi SAW menyuruh kami untuk mengeluarkan zakat atas barang yang kamipersiapkan untuk dijual.” HR. Abu Daud 1562. Dan para sahabat pun sepakat atas adanyazakat perdagangan. (Lihat majmu' fatawa, Syaikhul Islam ibn Taimiyah, Kitab Al-Zakah).Menurut ulama fiqih dalam perhitungan modal hutang perdagangan yang 50 juta jika belumlunas berarti masih dikategorikan kita belum memiliki penuh akan modal tersebut (milk at-tam). Sedangkan keuntungan sebesar Rp. 20.000.000,- belum cukup nishab dan tidak wajibzakat. Sangat dianjurkan untuk bersedekah.

Contoh simulasi perhitungan zakat perdagangan:

Pada bulan Muharram tahun ketiga (usaha bapak sudah lunas) bapak memiliki:- Barang dagangan senilai Rp. 50 juta- Keuntungan Rp. 20 juta- Uang Cash Rp. 20 juta

Maka Harta wajib Zakat (HWZ) bapak adalah:= (modal + keuntungan +uang cash) – (sewa kios +Peralatan+biaya-biaya)= (50 Juta + 20 Juta + 20 Juta) – (sewa kios +Peralatan+biaya-biaya)= Rp. 90 Juta – (Rp. 8 Juta+ Rp. 2 juta+Rp. 4 juta)= Rp. 90 juta – Rp. 14 juta= Rp. 76 jutaMaka HWZ sebanyak Rp. 76 Juta

Berapa Zakatnya?Zakatnya = 2,5% X Rp. 76 JutaZakatnya = Rp. 1,9 Juta

Jadi, berdasarkan penjelasan tersebut, berarti keuntungan yang didapati oleh pedagangdihitung dan ditambahkannya dengan modal perdagangan (yang sudah dimiliki penuh) bukanhanya keuntungannya saja. Jika sudah ditotal modal dan keuntungan dalam setahun ternyatalebih dari nisab emas 85 gram maka wajib berzakat.

Page 54: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

53

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Zakat Tabungan dan Deposito 17

Assalâmu’alaikum Wr. Wb,

Pak Ustadz yg Insya Allah dirahmati oleh Allah SWT,

Saya ada beberapa pertanyaan yang mengganjal mengenai zakat sbb:

Dari penghasilan saya, sudah saya keluarkan zakat bulanan sebesar 2,5% langsung dari totalpengasilan, jadi Insya Allah penghasilan saya sudah bersih. Nah dari sisa penghasilan yangsaya sudah keluarkan zakatnya tsb, Alhamdulillah saya masih bisa menyimpan dalam bentukdeposito, tabungan, asuransi anak-2, emas dll. Pertanyaannya adalah:

1. Apakah atas simpanan saya tersebut saya masih harus mengeluarkan zakat?

2. Bagaimana cara penghitungannya?

3. Kapan saya harus membayar zakatnya?

17Kamis, 20/08/2009 07:59 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/serba-serbi-zakat.htm

Page 55: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

54

Mohon pencerahannya. Sebelumnya saya sampaikan terima kasih.

Jazâkumullâh khairan katshirâ.

Wassalâmu'alaikum Wr. Wb.

Mas In

JAWABAN

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Mas In yang baik. Selamat yaMas sudah mengeluarkan zakatnya semoga dikategorikan oleh Allah sebagai orang yangberuntung/sukses di dunia dan di akhirat. amin.

Untuk menjawab pertanyaan pertama Mas In, apakah harta simpanan (deposito, tabungan,asuransi anak-2, emas dll) masih harus mengeluarkan zakat?

Allah SWT berfirman yang artinya: “…dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidakmenafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akanmendapat) siksa yang pedih.” (QS. At-Taubah (9): 34)

Dr. Yusuf Qardhawi dalam kitabnya “Fiqh az-Zakat” menjelaskan ayat tersebut condongkepada emas dan perak dalam artian uang/harta simpanan. Ayat tersebut menunjukkanancaman Allah dalam dua hal yaitu pertama; penyimpanannya (termasuk harta simpananemas, perak, deposito, tabungan, asuransi anak-2 dan lain-lain) dan kedua; dan orang yangtidak menginfakkanya (berzakat) di jalan Allah ketika sudah cukup harta simpanannya akannishabnya.

Bahkan Rasulullah bersabda: “Tiadalah bagi pemilik simpanan yang tidak menunaikanzakatnya, kecuali dibakar diatasnya di neraka jahanam” (HR. Bukhori) lihat subussalam II,hal.129.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka seluruh harta baik gaji/penghasilan/keuntunganmaupun harta simpanan yang sudah dimiliki selama satu tahun (haul) dan cukup nishabnyasetara dengan emas 85 gram maka wajib zakat. Jadi sekali lagi, kalau harta simpanan dimilikisudah setahun atau lebih maka wajib juga dizakati.

Oleh karenanya maka kita harus menghitung secara total pendapatan gaji dan harta simpananyang Mas miliki. Atau diakumulasikan pendapatan selama setahun. Dengan kata lain apabilatelah berlalu satu haul dan telah sempurna, bersama pemilikan, serta mencapai nisabnya,maka diwajibkan padanya zakat, baik itu gaji bulanan, atau harta yang yang Mas simpan selaindari gaji bulanannya, atau selainnya, maka wajib zakat senilai 2,5% pada harta yang ada.

Pertanyaan kedua cara perhitungan zakat harta Mas In ditotal selama setahun sebagai berikut:A. Pemasukan(1) - Total Pemasukan/gaji

@Rp. 5.000.000,- x 12 = Rp. 60.000.000,-- Harta Simpanan dalam bentuk deposito,Tabungan, asuransi, saham dll. Rp. 150.000.000,-

Page 56: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

55

- Emas 90 gram@Rp. 300.000,- x 90 = Rp. 27.000.000,-Total : Rp. 237.000.000,-

(2) Hutang dan pajak Rp. 5.000.000,-Saldo (total 1- total 2) Rp. 232.000.000,-

B. NishabNishab senilai emas 85 gram (harga emas sekarang @se-gram Rp. 300.000) = Rp.25.500.000,-

C. Zakatkah?

Berdasarkan simulasi data pemasukan Mas In tersebut (sebesar Rp. 232.000.000,-), berartiMas In wajib mengeluarkan zakatnya secara menyeluruh dari harta kekayaan yang dimiliki(baik dari gaji maupun harta simpanan) sebab sudah melebihi nishabnya (85 gram emas =Rp. 25.500.000,-). Jadi perhitungan zakatnya 2,5% x Rp. 232.000.000,- = Rp. 5.800.000,-.(berarti zakat yang dikeluarkan oleh mas toni jika ingin pertahun yang dikeluarkan zakatnyasebesar bilangan tersebut) atau dicicil jika takut memberatkan sebesar Rp. 483.333,- (jikaperbulan zakat profesi dan harta simpanan yang dikeluarkan).

Pertanyaan ketiga kapan waktu mengeluarkan zakatnya? Khalifah Utsman bin Affanmenyarankan mengeluarkan zakat setiap bulan Islam yaitu setiap bulan Muharram. Namun,jumhur ulama tidak membatasi waktu mengeluarkan zakat terserah mulai bulan apa saja.Bahkan jumhur ulama menjelaskan boleh kita mengeluarkan zakat tersebut sekaligus setahunsekali atau dengan perbulan sekali (jika dikhawatirkan dapat menyulitkan dan memberatkansaat mengeluarkan zakat) terserah yang dipilih adalah apakah yang tidak memberatkan ataumau sekaligus. Yang jelas, jika ditotal setahun besar zakat yang dikeluarkan akan samadengan perbulan yang dicicil.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 57: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

56

Zakat Ibu Hamil18

Assalâmu’alaikum Wr.Wb.

pak ustadz kami hanya ingin menanyakn, apakah bayi dalam kandungan (umur kandungan >5 bulan) sudah wajib untuk di zakati (bayar zakat).demikian pertanyaan dari kami dan terimakasih.

Wassalâmu'alaikum Wr.Wb

Nur Diyatno

JAWABAN

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Nur Diyatno yang baik.Semoga Allah memberikan keselamatan, kesehatan yang prima pada Ibu dan calon bayinyamasih dalam kandungan. Amin

Dalam ajaran Islam, hukum Zakat fithrah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan adalahwajib bagi setiap muslim dan muslimah yang terlahir hidup baik fisik maupun rohani, hal ini

18Senin, 14/09/2009 13:31 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-untuk-ibu-hamil.htm

Page 58: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

57

telah diwajibkan oleh Rasulullah saw berlandaskan hadits riwayat Bukhari Muslim dariAbdullan bin Mas’ud: "Sesungguhnya Rasulullah saw mewajibkan zakat fithrah pada bulan Ramadhankepada manusia berupa satu sho’ kurma, atau satu sho’ gandum, baik orang yang merdeka, budak laki-laki atau perempuan". (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas)

Berdasarkan hadits tersebut jelas bahwa wajib mengeluarkan zakat fithrah yaitu seluruh kaummuslimin baik laki-laki maupun perempuan, merdeka atau budak, kecil atau besar merekayang sudah terlahir termasuk bayi yang baru usia beberapa jam atau beberapa menit sebelumberangkat sholat idul fitri atau sebelum khotib turun dari mimbar. Nabi Saw bersabda“Barang siapa mengeluarkan (zakat Fitrah) sebelum shalat (‘Idul Fitri), maka zakatnya sah. Barangsiapa mengeluarkannya setelah shalat maka dianggap sedekah sunah.” (HR. Ibnu Majah) “RasulullahSAW telah mewajibkan zakat Fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas oaring muslim baikbudak dan orang biasa, laki-laki dan wamita, anak-anak dan orang dewasa, beliau memberitahukanmembayar zakat Fitrah sebelum berangkat (ke masjid) ‘Idul Fitri” (HR Bukhari dan Muslim)Namun, menurut para ulama tentang hukum zakat fitrah jika memiliki calon anak yaitu bayimasih dalam kandungan maka tidak terkena zakat fitrah.

Kewajiban zakat fitrah tentu juga dikhususkan bagi yang mempunyai keluarga atautanggungan maka wajib baginya untuk menzakatinya seperti: istrinya, anaknya (meskipunbaru beberapa jam atau beberapa menit lahir), pembantunya yang mengurusi urusannya dania bertanggung jawab atas gajinya. Termasuk wajib bagi orang miskin yang memilikikelebihan makanan pada waktu itu untuk mengeluarkan zakat.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 59: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

58

BAB IIIPERTANYAAN SEPUTAR

ZAKAT PERDAGANGAN ATAU PERUSAHAAN

- Zakat Usaha- Perdagangan Menggunakan Komputer- Mengalami Kerugian- Zakat Hasil Usaha- Zakat Perusahaan- Zakat Saham

Page 60: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

59

Zakat Usaha19

Assalâmualaikum Wr. Wb.

Saya mempunyai usaha di bidang penjualan pulsa, dimana untuk keuntungan bulan-bulansebelumnya saya tidak menghitungnya karena campur aduk dengan pengeluaran sehari-hari.oleh karena itu, saya bingung untuk mengeluarkan zakat. Untuk menghindari beratnyapembayaran zakat, maka saya berencana untuk mengeluarkan zakat secara bulanan danmemperbaiki sistem keuangan saya, pertanyaan saya:

1. Cara menghitung zakat secara bulanan? 2. Berapa nisabnya, jika saya inngin membayarzakat secara perbulan? 3. Kemana saya harus membayar zakat, karena saya tidak pernahmembayar zakat sebelumnya?

Atas jawabannya saya ucapkan jazâkallah khairan katsîra…

Wassalâmualaikum Wr. Wb.

Andi

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan Bapak Andi yang baik.

Tanggapan 1 dan 2. Menurut Ulama fiqih, zakat perdagangan adalah harta perdagangan yangdipergunakan untuk diperjual-belikan atau segala sesuatu (baik produk maupun jasa) yangdibeli atau dijual untuk tujuan memperoleh keuntungan. Dalil atas wajibnya zakatperdagangan adalah Allah berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah(di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik...” (QS. Al-Baqarah (2): 267) "dan padaharta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapatbahagian". (QS. Adz-Dzaariyaat (51): 19) "Rasulullah SAW memerintahkan kami agarmengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk berdagang." ( HR. Abu Dawud )Sabda Rasulullah s.a.w.: "Kain-kain yang disediakan untuk dijual, wajib dikeluarkan zakatnya."(HR.Al Hakim)

19 Jumat, 15/01/2010 16:55 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/ingin-bayar-zakat-per-bulan-tentang-nisab.htm

Page 61: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

60

Perhitungan zakat perdagangan yang ditunaikan perbulan, ulama fiqih dalam hal inimembolehkan dalih tidak memberatkan muzakki dalam berzakat dengan diangsur secarabertahap. Namun, ulama berbeda pendapat dalam hal nishab ada yang menggunakan qiyasemas 85 gram (umpama @se-gram emas Rp. 300.000 x 85 (gram) = 25.500.000) maka bapakwajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%. Dan ada juga yang menggunakan qiyas hasilpertanian 520 Kg beras (asumsi @Rp. 4000/Kg beras x 520 Kg Rp. 2080.000,-). maka bapakwajib mengeluarkan zakat sebesar 5% atau 10%.

Adapun lebih jelasnya kriteria pendapat tersebut sebagai berikut :

1. Jika perdagangan bergerak dalam bidang usaha penjualan maka diqiaskan denganemas. Harta perdagangan/ perusahaan tersebut dikeluarkan zakatnya pertahun jikasama atau melebihi nishab (pertahun 85 gram emas /Rp. 25.500.000,- atau juga bolehperbulan 7.08 gram emas/ Rp. 2.125.000,-) dan kadar zakat yang dikeluarkan sebesar2,5 %

2. Jika perdagangan tersebut bergerak dalam bidang produksi maka zakat yangdikeluarkan sesuai dengan aturan zakat pertanian atau diqiaskan dengan hasilpertanian. Nishabnya 520 Kg beras/ Rp. 2080.000,- Dengan demikian zakatperusahaan dikeluarkan pada saat menghasilkan panen sedangkan modal tidak dikenaizakat. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 5 % atau 10 %. 5 % untuk penghasilankotor dan 10 % untuk pengahasilan bersih.

Berdasarkan penjelasan tersebut maka yang sesuai dengan usaha penjualan pulsa Pak Andiyaitu menggunakan model pertama di mana usaha perdagangan diqiaskan dengan nishabemas 85 gram.

Mengenai dasar perhitungan zakat perdagangan adalah mengacu pada riwayat yangditerangkan oleh Abu ‘Ubaid dalam kitab al-Amwal dari Maimun bin Mihram. “Apabila telahsampai batas waktu untuk membayar zakat, perhatikanlah apa yang engkau miliki baik uang(kas) atau pun barang yang siap diperdagangkan (persediaan), kemudian nilailah dengan nilaiuang. Demikian pula piutang. Kemudian hitunglah hutang-hutangmu dan kurangkanlah atasapa yang engkau miliki”. Lebih jelasnya, perhitungan zakat perdagangan adalah:(Modaldiputar + Keuntungan + piutang yang dapat dicairkan) - (hutang + kerugian) x 2,5 %

Contoh :

Harta perniagaan usaha Pak Andi di bidang penjualan pulsa diasumsikano Perkiraan Pendapatan atau keuntungan selama setahun (A) : Rp. 42.000.000,- atau tiapbulan memperoleh untung Rp. 3.500.000,-o Uang kas modal diputar 15.000.000,- (B): Rp. 15.000.000,-o Utang yang dapat ditagih (C) : Rp. 3.000.000,-o Tabungan dari hasil transaksi usaha (D) : Rp. 4.000.000,-o Hutang jatuh tempo yang harus dibayarkan untuk gaji (E) @ Rp. 1.000.000,-/perbulan =Rp. 12.000.000,-

Page 62: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

61

Setelah haul satu tahun, maka perhitungan zakat perdagangannya sebagai berikut :{(A+B+C+D)-E)}=Rp. 64.000.000-Rp.12.000.000=Rp. 52.000.000

Nishab zakat perdagangan adalah 20 dinar (setara dengan 85 gram emas murni). Artinya jikasuatu usaha pada akhir tahun (tutup buku) memiliki kekayaan (modal kerja dan untung) lebihbesar atau setara dengan 85 gram emas (asumsi jika pergram Rp 300.000,- = Rp 25.500.000),maka ia wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5 %

Berarti dalam simulasi tersebut Pak Andi wajib mengeluarkan zakatnya yaitu; Rp. 52.000.000x 2,5% = Rp. 1.300.000 (dalam setahun), atau Rp. 108.333 (kalau ingin diangsur perbulanulama memperbolehkannya untuk meringankan)

Tanggapan 3. Kemana harus membayar zakat? Hendaknya dalam membayar zakat diberikankepada lembaga yang amanah baik BAZ/LAZ seperti Dompet Dhuafa Republika dansebagainya. Keuntungan membayar zakat di lembaga tersebut yaitu dana zakat lebihdiberdayakan dan bermanfaar besar bagi pengentasan kemiskinan dan bahkan muzakki(orang yang berzakat) sendiri dapat surat dari lembaga tersebut sebagai bukti pengurangpajak bapak sebab telah berzakat sesuai dengan UU 38 Tahun 1998 dan UU No.17 Tahun2000.

Al-hasil, perhitungan zakat atas usaha yang Pak Andi bisa ditunaikan setahun sekali sebesar2,5% (atau jika ditakutkan memberatkan boleh perbulan ditunaikan) Jika pendapatan usahaBapak di atas nishab 85 gram emas maka wajib zakat sebesar 2.5 %., tetapi sebaliknya jikatidak mencukupi maka sangat dianjurkan untuk bersedekah.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 63: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

62

Perdagangan Menggunakan Komputer 20

Saya membuka studio photo kecil-kecilan dengan dua unit komputer spesifikasi tinggi dan 4unit printer (photo) dan perlengkapan photografi dan shooting yang kalau saya jumlahkansemuanya mencapai sekitar Rp. 50.000.000. Pertanyaannya, apakah inventaris itu jugadihitung zakatnya?. jika ya, modal dihitung ketika membeli atau harga jual saat ini? saya jugamencicil motor dan laptop dari keuntungannya, lalu apakah kendaraan dan laptop itu jugadikenai zakat. ataukah saya hanya perlu membayar zakat dari laba bersih usaha saya setelahdipotong operasional dan gaji karyawan?. karena pembukuan yang kurang teratur, sayasedikit sekali menyimpan uang hasil usaha saya. padahal jika dihitung berdasarkan pemasukansetiap hari potong modal operasioanal dan gaji, seharusnya bisa lebih banyak. mana yang jadipatokan?. uang yang tersisa, atau hitung-hitungan di buku pemasukan dan pengeluaran?Jazâkallah.

Guntur Alamsyah

Jawaban

Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Guntur Alamsyah yang baik.

Dalil atas wajibnya zakat perdagangan adalah Allah berfirman yang artinya:“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik...” (QS. Al-Baqarah: 267)

Yusuf Al-Qardhawi menjelaskan harta perdagangan adalah semua yang dipergunakan untukdiperjual-belikan atau segala sesuatu yang dibeli atau dijual untuk tujuan memperolehkeuntungan. Para fuqaha mengelompokkan harta “perdagangan” pada u`rûdh tijârah (komoditiyang akan diperjual belikan) dikatagorikan sebagai asset bergerak dan “u`rûdh qoniyyah”(komoditas yang berkaitan dengan perdagangannya tapi tidak diniatkan untukdiperjualbelikan) pada harta yang tidak bergerak.

Zakat Perdagangan dikenakan kepada perniagaan yang diusahakan baik secara peroranganmaupun perserikatan (seperti PT, CV, Yayasan, Koperasi, Dll) baik yang bergerak di bidangperdagangan, industri, agroindustri, ataupun jasa. Hadits yang mendasari kewajiban

20 Jumat, 09/10/2009 09:02 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/bagaimana-dengan-usaha-

memakai-komputer.htm

Page 64: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

63

menunaikan zakat ini adalah : "Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakatdari semua yang kami persiapkan untuk berdagang." ( HR. Abu Dawud ) Sabda Rasulullah s.a.w.:"Kain-kain yang disediakan untuk dijual, wajib dikeluarkan zakatnya." (HR.Al Hakim)

Adapun mengenai perhitungan zakat perdagangan, Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwamayoritas pakar hukum Islam menyatakan tidak diwajibkannya zakat pada modalinvestasi/aktiva tetap seperti; kendaraan, harta alat-alat kerja dan alat perdagangan (inventarisseperti computer atau alat studio).

Pada mu’tamar ulama Islam kedua di Kairo menjelaskan tidak wajib dizakati harta kekayaanberupa bangunan produktif, pabrik, kapal-kapal, pesawat terbang, kendaraan. Namunkeuntungan bersihnya (hasil keuntungan pelayanan jasanya seperti gedung disewakan, mobildisewakan, pabrik memproduksi sesuatu untuk dijual) wajib dizakati kalau sudah mencapainishab dan kepemilikan waktu satu tahun.

Berdasarkan informasi dari buku Panduan Zakat Praktis yang diterbitkan IMZ, bahwa zakatperdagangan acuan perhitungannya adalah annual report basis (laporan buku tahunan). Apabilausaha dagang bapak tidak punya pencatatan yang baik, maka perhitungan zakatnyaberdasarkan taksiran atau perkiraan. Umpamanya kalau perhitungan keuntungan/pendapatantersebut cukup nishab 85 gram emas (umpama satu gram emas Rp. 300.000 x 85 (gram) =25.500.000) maka bapak wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%.

Zakat perdagangan hanya membayar zakat dari laba bersih usaha setelah dipotongoperasional dan gaji. Di mana aktiva lancar dikurangi kewajiban jangka pendek. Bila telahtiba waktu pembayaran zakat, maka pedagang muslim atau pun perusahaan dagang harusmelakukan inventarisasi dan menghitung harga komoditas dagangnya kemudianmenggabungkannya dengan kekayaan uang lain serta piutang yang diharapkan dapat dilunasilalu dikurangi dengan utang yang menjadi tanggungan terhadap orang atau pihak lain danmenzakati sisanya sebesar 2,5%. Hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut:Volume zakat = ( Modal yang diputar + keuntungan + piutang yang dapat dicairkan ) –(hutang-kerugian) x 2,5 %

Contoh:Perdagangan (usaha studio photo) Bapak Guntur Alamsyah yang tercampur antara modaldengan kebutuhan rumah tangga Pada bulan Muharram 1430H.o Perkiraan Pendapatan atau keuntungan selama setahun (A) : Rp. 40.000.000,-o Uang kas (B): Rp. 5.000.000,-o Utang yang dapat ditagih (C) : Rp. 3.000.000,-o Tabungan dari hasil transaksi usaha (D) : Rp. 4.000.000,-o Hutang jatuh tempo yang harus dibayarkan untuk gaji dan kredit motor dan laptop (E) @Rp. 1.000.000,-/perbulan = Rp. 12.000.000,-

Setelah haul satu tahun, maka perhitungan zakat perdagangannya sebagai berikut :{(A+B+C+D)-E)}=Rp. 52.000.000-Rp.12.000.000=Rp. 40.000.000

Page 65: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

64

Zakatnya adalah ; Rp. 40.000.000 x 2,5% = Rp. 1.000.000 (dalam setahun), atau Rp. 83.333(kalau ingin diangsur perbulan ulama memperbolehkannya)

Al-hasil, perhitungan zakat atas usaha yang bapak jalankan yaitu harus ditunaikan setahunsekali sebesar 2,5% (atau jika ditakutkan memberatkan boleh perbulan ditunaikan) darikeuntungan bersih yaitu: (penerimaan - biaya operasional - biaya SDM - cicilan utang jatuhtempo). Jika pendapatan usaha Bapak di atas nishab 85 gram emas maka wajib zakat sebesar2.5 %., tetapi sebaliknya jika tidak mencukupi maka sangat dianjurkan untuk bersedekah.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallahu A’lam.

Mengalami Kerugian21

21 Jumat, 16/04/2010 14:43 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/saya-menglami-kerugian-apa-masih-zakat.htm

Page 66: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

65

Dear Ust Muhammad Zen.

Assalâmualaikum Wr. Wb.

Hari ahad kemarin aku memanen jagung dan menghasilkan 8 ton jagung kering (setelahditimbang gelondongan/dg janggelnya),setelah kami jual (gelondongan juga),ternyata akumendapat uang sebesar Rp 8,600,000.setelah dipotong biaya sewa dan produksi sisanyatinggal Rp 400,000,kalau demikian apa saya masih wajib zakat ? Afwan wa syukron.

abuanas

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Abuanas yang baik.

Landasan bahwa zakat wajib atas tanaman dan buah-buahan adanya perintah Allah Swt: “Haiorang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dansebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah (2): 267)

Menurut ulama kontemporer zakat dikenakan pada hasil perkebunan --termasuk panenjagung-- dianalogikan dengan zakat pertanian. Dari Salim Ibnu Abdullah, dari ayahnya r.a,bahwa Nabi SAW bersabda: "Tanaman yang disiram dengan air hujan atau dengan sumber air ataudengan pengisapan air dari tanah, zakatnya sepersepuluh (10%), dan tanaman yang disiram dengan tenagamanusia, zakatnya seperduapuluh (5%). " [HR. Bukhari]. "Tanaman yang (hasilnya) kurang dari limawasaq tidak wajib dizakati." (HR. Bukhori Muslim) “Bayarlah zakat kekayaan kalian ” (HR.ِAt-Tirmidzi)

Dr. Mahmud Syaltut eks Rektor Universitas Al-Azhar Mesir berpendapat bahwasegala hasil pertanian/perkebunan (hasil bumi) diqiyaskan dengan hasilpertanian/perkebunan yang telah ditetapkan zakatnya. Kadar zakat untuk hasil pertanian,apabila diairi dengan air hujan, atau sungai/mata/ air, maka 10%, apabila menggunakanpengairan buatan. diairi dengan cara disiram / irigasi (ada biaya tambahan) maka zakatnya5%. Nishab hasil pertanian adalah 5 wasq atau setara dengan 653 kg. Apabila hasil pertaniantermasuk makanan pokok, seperti beras, jagung, gandum, kurma, dll, maka nishabnya adalah653 kg dari hasil pertanian tersebut.

Menurut ulama fiqih karakteristik zakat pertanian dikeluarkan langsung dari hasilpemanfaatan tanah ketika ada hasil buah-buahan makanan pokok atau hasil lainnya yangdihasilkan oleh bumi. Zakat hasil pertanian tidak mengenal haul, dikeluarkan langsung ketikadipanen. Zakat hasil pertanian pada asalnya dikeluarkan dari hasilnya dan boleh dengannilainya. Dan diupayakan untuk segera dikeluarkan zakatnya sesuai firman Allah “ Dantunaikan haknya (zakatnya) pada hari dipanennya “ (QS. Al-An’am (6): 141)

Page 67: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

66

Apabila sulit diketahui berapa nilai biaya yang dihabiskan maka boleh di taksir antaraseperempat sampai sepertiga sebagaimana hadist Rasulullah SAW. “Apabila kalian telah selesaipanen ambillah zakatnya, dan biarkan sepertiganya, kalau tidak seperempatnya” (H R Ahmad)

Zakat pertanian itu pada prinsipnya dikeluarkan apabila telah mencapai nishab, yaitu senilai653 kg jagung (653 x asumsi harga jangung per/kg Rp 1.075 = Rp 701.975) adapun zakatnyaRp 701.975 x 5% = Rp 35.098,75, bukan ditentukan oleh untung atau rugi semata-mata. Jikabapak sudah panen jagung sebanyak 8 ton (8000 kg) berarti sudah melebihi nishab yangwajib ditunaikan 5% (karena ada biaya yang dikeluarkan). 8000 x 5% = 400 Kg yang wajibditunaikan. Ada juga ulama yang membolehkan menunaikan zakat dengan diequivalenkan keuang. Rp. 8,600,000 x 5% = Rp 430.000,- atau 400 Kg x Rp. 1075 = Rp. 430.000,- (wajibzakat) meskipun panen bapak merugi karena harta tersebut melebihi nishab maka harusberzakat.

Tetapi, jika panen tidak/belum mencapai nishab tidak terkena kewajiban zakat. Karenaketika seseorang belum memiliki kekayaan yang mencapai nishab, berarti masih masukkategori miskin dan berhak mendapat zakat.

Al-hasil, berdasarkan penjelasan tersebut maka zakat atas panen jagung ditunaikan langsungsaat mencukupi nishab, apabila tidak cukup nishab maka tidak ada kewajiban zakat dansangat dianjurkan untuk sedekah atau berinfak sebab hidup kita akan lebih berkah danbermanfaat.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Zakat Hasil Usaha22

Assalâmu’alaikum Wr. Wb.

22 Rabu, 22/07/2009 08:05 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-hasil-usaha.htm

Page 68: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

67

Ustadz ,saya mau tanya mengenai zakat hasil usaha. Dalam tahun ini saya dapat keuntunganusaha 10 juta. Apakah benar zakatnya 2,5% x 10 juta ?

Wassalâmu’alaikum Wr. Wb.

Abu Taufiq

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Abu Taufiq yang baik,semoga senantiasa diberikan keberkahan didalam meraih keuntungan dari setiap usaha yangdilakukannya dengan berzakat.

Mengenai zakat hasil usaha dalam kajian kitab fiqih dikenal sebagai zakat at-Tijarah (zakatperdagangan/ perniagaan). Menurut Dr. Yusuf Qhardawi dalam kitabnya Fiqhu az-Zakât,seseorang yang memiliki kekayaan perdagangan, masanya memang harus mencapai satutahun, dan nilainya sudah mencapai nisab seharga dengan 85 gram emas. Jika sudah melebihinisab maka orang itu wajib mengeluarkan zakatnya 2.5% dihitung dari modal dankeuntungan, bukan dari hasil perhitungan keuntungan saja.

Hal ini sesuai Firman Allah Swt:“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.“ (QS, Al-Baqarah (2): 267)

Imam Tabari dalam kitabnya Tafsir at-Tabari (jilid V:555-556) mengatakan dalammenafsirkan ayat ini bahwa maksud ayat ini adalah, “Zakatkanlah sebagian yang baik yangkalian peroleh dengan usaha kalian, baik melalui perdagangan atau pertukangan, yang berupaemas dan perak”.

Menurut ulama-ulama fiqih bahwa yang dimaksud dengan barang dagangan adalah barangyang diperjual belikan dengan maksud mencari keuntungan. Rasulullah Saw memerintahkankita agar mengeluarkan zakat dari segala yang diperuntukkan untuk diperjual-belikan. Sebagaimana beliau bersabda:” Bayarlah zakat kekayaan kalian” (HR. Turmizi)

Zakat hasil usaha wajib dizakati setelah dikurangi dengan kewajiban, seperti hutang danpajak. Modal dagang yang ditekankan wajib zakat adalah berupa kekayaan cair atau bergerak.Sedangkan bangunan, timbangan, kendaraan dan perabot toko tak bergerak yang tidakdiperjual-belikan dan tidak bergerak tidak termasuk yang dizakati. Berdasarkan penjelasantersebut, jelas berarti keuntungan yang didapat pak Abu Taufiq dihitung denganditambahkannya modal perdagangan bukan hanya keuntungannya saja. Jika sudah ditotalmodal dan keuntungan dalam setahun ternyata lebih dari nisab harga satu gram emassekarang Rp. 300.000 x 85 (gram) = 25.500.000 maka dikali 2,5% (wajib zakat). Tetapi kalaukurang dari nisab maka tidak wajib zakat.

Page 69: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

68

Lebih jelas mari kita simak simulasi contoh Usaha dagang pak Abu Taufiq:Stok barang seharga Rp. 30.000.000Keuntungan Rp. 10.000.000Hutang Rp. 5.000.000Saldo Rp. 35.000.000

Maka, sebab saldo usaha bapak lebih dari 85 (gram) = 25.500.000, maka dikali 2,5% x35.000.000,- = Rp. 875.000,- (zakat yang dikeluarkan). Tetapi jika pendapatan bersih tahunini bapak hanya Rp. 10.000.000. berarti belum cukup untuk berzakat. Demikian semogadapat dipahami. Waallahu A’lam.

Zakat Perusahaan23

Assalâmu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana hukum zakat perusahaan apakah ada dalil yang mewajibkannya? Dan tolongdijelaskan juga cara perhitungannya?

23 Majalah Sharing (Inspirasi Ekonomi dan Bisnis Syariah) edisi 41 Thn. IV bulan Mei 2010, h. 57

Page 70: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

69

Terima kasihWassalâmu’alaikum Wr. Wb.

Lutfi

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Lutfi yang baik.

Perusahaan adalah kegiatan atau aktivitas usaha yang diselenggarakan dengan tujuan mencarikeuntungan (dengan menghasilkan sesuatu) mengolah atau membuat barang-barang,berdagang atau memberikan jasa. Zakat perusahaan merupakan fenomena baru. Gejala inidimulai dengan prakarsa para ulama, pengusaha dan manajer muslim modern untukmengeluarkan zakat perusahaan.

1. Menurut ulama fiqih kontemporer landasan hukum zakat perusahaan karena adanyaperintah kewajiban zakat bersifat umum firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah (2) : 267dan Q.S. Al-Taubah (9): 103. Kewajiban zakat perusahaan juga didukung hadits riwayatBukhari dari Anas bin Malik”…Jangan dipisahkan sesuatu yang telah tergabung (berserikat), karenatakut mengeluarkan zakat. Dan apa-apa yang telah digabungkan dari dua orang yang telah berserikat(berkongsi), maka keduanya harus dikembalikan (diperjuangkan) secara sama”. (HR. Bukhori)”....Sesungguhnya Rasulullah memerintahkan kepada kami agar mengeluarkan sedekah(zakat) dari segala yang kami maksudkan untuk dijual” (HR. Abu Daud)

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 tahun 1999 tentang PengelolaanZakat, bab IV pasal 11 ayat (2) bagian (b) dikemukakan bahwa di antara obyek zakat yangwajib dikeluarkan zakatnya adalah perdagangan dan perusahaan. Muktamar InternasionalPertama tentang Zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 H) menyatakan kewajiban zakat sangatterkait dengan perusahaan. Perusahaan, menurut hasil muktamar dikategorikan syakhsani'tibaran (badan hukum yang dianggap orang) atau syakhsiyyah hukmiyyah karenanya perusahaantermasuk muzakki atau subyek zakat. Bahkan di Indonesia sendiri sudah ada Fatwa MajelisUlama Indonesia (MUI) yang mewajibkan zakat perusahaan.

Perusahaan wajib mengeluarkan zakat, karena keberadaan perusahaan adalah sebagai badanhukum (recht person) atau yang dianggap orang. Oleh karena itu di antara individu itukemudian timbul transaksi meminjam, menjual, berhubungan dengan pihak luar, dan jugamenjalin kerjasama. Menurut ulama, zakat perusahaan dianalogian kepada zakatperdagangan maka pola penghitungan, nishab dan syarat-syarat lainnya juga mengacu padazakat perdagangan; nishab senilai 85 gram emas, mencapai haul, tarifnya 2,5%.

2. Simulasi Contoh Penghitungan Zakat Perusahaan PT Bapak Lutfi

Page 71: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

70

Kas Rp 6.050.000.000

Bank

(Rp 19.200.000.000 – Rp 70.000.000(bunga)) 19.130.000.000

Piutang Usaha 30.000.000.000

Persediaan 90.000.000.000

Jumlah Rp 145.180.000.000

Kewajiban yang mengurangi harta kena zakat

Hutang Usaha Rp 30.500.000.000

Hutang Gaji 2.100.000.000

Pendapatan Diterima Dimuka 1.000.000.000

Jumlah Rp 33.600.000.000

Selisih Rp 111.580.000.000

Nishab 85 gram emas (asumsi @/gram Rp.300.000,-) = Rp. 25.500.000,-

Zakat: 2,5 % x Rp 111.580.000.000 Rp 2.789.500.000

Berdasarkan simulasi tersebut, berarti Bapak Lutfi wajib menunaikan zakat perusahaankarena melebihi nishab (85 gram emas = Rp. 25.500.000,-) dari 145.180.000.000 –33.600.000.000 = 111.580.000.000 (Assset yang wajib dizakati) sehingga 111.580.000.000 x2.5% = 2.789.500.000 (Zakat Yang wajib dibayarkan).

Al-hasil, para ulama kontemporer menganalogikan zakat perusahaan kepada zakatperdagangan, karena dipandang dari aspek legal dan ekonomi, kegiatan sebuah perusahaanintinya berpijak pada kegiatan trading atau perdagangan. Demikian semoga dapat dipahami.Waallahu A’lam.

Zakat Saham24

Assalâmu’alaikum Wr. Wb.

Saya memiliki saham 80.000 lembar saham pada perusahaan Islam dengan harga saham

24 Majalah Sharing (Inspirasi Ekonomi dan Bisnis Syariah) edisi 41 Thn. IV bulan Mei 2010, h. 57

Page 72: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

71

perlembar Rp. 1.000 total Rp 80.000.000 dan deviden 200/lembar. Apakah wajib zakat atassaham dan keuntungannya? Dan bagaimana menghitungnya?

Wasalâmu’alaikum Wr. Wb.

Yusup

Jawaban

Saham merupakan surat tanda bukti penyertaan modal seseorang/badan pada sebuahperusahaan yang menerbitkan saham tersebut dan besarnya hak kepemilikan seseorang atasharta perusahaan ditentukan oleh jumlah lembar saham yang dimilikinya.

Menurut ulama kontemporer landasan hukum kewajiban zakat saham sama dengan zakatperusahaan, sebab saham itu terkait dengan kegiatan perusahaan. Di antara dalil adanyakewajiban zakat Saham "Sayidina Ali telah meriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: Apabila kamumempunyai (uang simpanan) 200 dirham dan telah cukup haul (genap setahun), maka diwajbkanzakatnya 5 dirham. Dan tidak diwajibkan mengeluarkan zakat (emas) kecuali kamu mempunyai 20dinar. Dan apabila kamu memiliki 20 dinar dan telah cukup setahun, maka diwajibkan zakatnyasetengah dinar. Demikian juga kadarnya jika nilainya bertambah, dan tidak diwajibkan zakat suatuharta kecuali genap setahun". (HR Abu Daud)

Menurut Abu Zahrah saham wajib dizakatkan karena saham adalah harta yang beredar dandapat diperjual–belikan, dan pemiliknya mendapatkan keuntungan dari hasil penjualantersebut. Caranya adalah: setiap akhir tahun, yang bersangkutan melakukan penghitunganharga saham pada harga pasar, lalu menggabungkannya dengan dividen (keuntungan) yangdiperoleh. Jika besarnya harga saham dan keuntungannya tersebut mencapai nishab makawajib dizakatkan. Yusuf Al-Qardhawi juga menjelaskan saham dianalogikan dengan urûdtijârah (komoditi perdagangan), seperti nishab mata uang dan kadar zakat sebesar 2½%. Nishab = 85 gram emas zakat (diasumsikan @pergram emas Rp. 300.000 x 85 = Rp.25.500.000,-).

Lebih jelas mari kita perhatikan contoh untuk menghitung simulasi saham.

Pak Yusup memiliki saham PT A 80.000 lembar dengan harga perlembar adalah Rp. 1.000maka total Rp.80.000.000,- dan deviden Rp. 200/lembar = 80.000 x 200 = Rp. 16.000.000.Jadi total saham ditambah deviden = 80.000.000 + 16.000.000 = 96.000.000,- Karena hartaPak Yusup lebih dari Nishab (85 gram emas= Rp. 25.500.000,-) maka wajib dikeluarkanzakatnya sebesar 2,5% x 96.000.000,- = Rp.2.400.000,- (wajib zakat)

Alhasil, zakat saham perusahaan dikenakan pada saham dan keuntungannya sekaligus karenadianalogikan dengan perdagangan besarnya 2,5 persen, jika harta tersebut cukup nishab danhaul saat itulah zakat diwajibkan. Waallahu A’lam.

Page 73: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

72

BAB IVPERTANYAAN SEPUTAR

ZAKAT PROFESI

- Zakat Penghasilan Gaji- Berapa Bulan Sekali Bayar Zakat- Cara Menghitung Zakat- Zakat Untuk yang Berhutang

Page 74: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

73

Zakat Penghasilan Gaji25

Assalâmu'alaikum Wr. Wb.

Semoga Allah SWT selalu merahmati Ustadz dan para pejuang Islam dimana pun merekaberada. amin. Apakah ada syariat islam yang memerintahkan untuk melakukan zakatpendapatan. Sebagai contoh tiap bulan saya mendapatkan gaji dua juta, dari gaji itu tiap bulanapa ada zakat 2,5% dari pendapatan.

Tolong Jawaban Pak Ustadz..!

Jazakallâhu khoiron katsîr.

Wassalâmu'alaikum Wr. Wb.

Diqqi

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih Pak Diqqi atas pertanyaannya yang bagus.

Dalam kitab fiqih kontemporer zakat pendapatan/penghasilan lebih dikenal sebagai zakatprofesi. Menurut Dr. Yusuf Qardhawi dalam Fiqhu az-Zakât, zakat profesi adalah pendapatanberupa gaji/upah yang diperolehnya berdasar profesinya. seperti dokter, pegawai negeri,konsultan, notaris, kontraktor, sekretaris, manajer, direktur, mandor, guru, karyawan dan lainsebagainya. Zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari hartanya orang-orang yang sudah cukup nisabnya untuk dibagikan kepada para mustahik zakat.

Zakat profesi memang belum dikenal terutama pada khasanah ulama klasik. Sedangkanulama kontemporer –berdasarkan hasil muktamar Internasional Pertama tentang zakat--bersepakat bahwa zakat profesi hukumnya wajib dikeluarkan, apabila telah mencapai nisabberdasarkan dalil-dalil firman Allah Swt: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orangmiskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”(QS. Adz-Dzariyat (51): 19)

25Selasa, 14/07/2009 17:33 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-penghasilan-apakah-ada-

dalam-syariat-islam.htm

Page 75: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

74

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.“ (QS, Al-Baqarah (2): 267)"Pungutlah zakat dari kekayaan mereka, berarti kau membersihkan dan mensucikan mereka denganzakat itu, kemudian doakanlah mereka, doamu itu sungguh memberikan kedamaian buat mereka. AllahMaha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. at-Taubah (9): 103)

Zakat profesi sejalan dengan tujuan disyariatkannya zakat, seperti untuk membersihkan danmengembangkan harta serta menolong para mustahiq. Zakat profesi juga mencerminkan rasakeadilan yang merupakan ciri utama ajaran Islam, yaitu kewajiban zakat pada semuapenghasilan dan pendapatan.

Zakat profesi ini oleh para ulama kontemporer diatur mengenai nisab, besar, dan waktupembayarannya, ada dua model pendekatan, yaitu; Pertama, setelah diperhitungkan selamasatu tahun. Model bentuk harta yang diterima ini sebagai penghasilan berupa uang, sehinggabentuk harta ini di-qiyas-kan dalam zakat harta (simpanan/ kekayaan). Nisabnya adalah jikapendapatan satu tahun lebih dari senilai 85 gram emas (harga emas sekarang @per gram Rp.300.000) dan zakatnya dikeluarkan setahun sekali sebesar 2,5% setelah dikurangi kebutuhanpokok. Contohnya: minimal zakat profesi yaitu @per gram Rp. 300.000 x 85 (gram) =25.500.000. Adapun penghasilan total yang diterima oleh Pak Diqqi Rp. 24.000.000 (kurangdari nisab), jadi tidak wajib zakat. Namun sangat dianjurkan untuk bersedekah sebab berkahdan terhindar dari Malapetaka.

Kedua, dikeluarkan langsung saat menerima pendapatan ini dianalogikan pada zakat tanaman.Model memperoleh harta penghasilan (profesi) mirip dengan panen (hasil pertanian),sehingga harta ini dapat diqiyaskan ke dalam zakat pertanian. Jika ini yang diikuti, maka besarnisabnya adalah senilai 653 Kg gabah kering giling setara dengan 522 Kg beras dandikeluarkan setiap menerima penghasilan/gaji sebesar 2,5% tanpa terlebih dahulu dipotongkebutuhan pokok (seperti petani ketika mengeluarkan zakat hasil panennya). Contoh:Pemasukan gaji Pak Diqqi Rp. 2.000.000/bulan, nishab (552 kg beras, @Rp. 4000/kg = Rp.2.208.000). Dengan demikian maka Pak Diqqi tidak wajib zakat.

Al-hasil, berdasarkan penjelasan tersebut maka zakat profesi itu bisa dilaksanakan setahunsekali atau sebulan sekali, atau berapa bulan sekali, terserah. Yang jelas, jika ditotal setahunbesar zakat yang dikeluarkan akan sama. Namun ingat, ia baru wajib mengeluarkan jikapenghasilannya, seandainya ditotal setahun setelah dikurangi kebutuhan-kebutuhannyaselama setahun melebihi nisab. Jika tidak, tidak wajib zakat. Waallâhu A’lam.

Page 76: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

75

Berapa Bulan Sekali Bayar Zakat26

Assalâmu’alaikum Wr. Wb.

Setiap bulan saya dapat gaji Rp 4.500.000. Berapa zakat yang harus saya bayarkan bisakahperbulan ditunaikan? Apakah langsung dipotong 2.5% atau dipotong setelah kita gunakanuntuk keperluan harian atau bulanan ?

Terima kasihWasalâmu’alaikum Warahmatullâh Wabarakâtuh.

Jodi

Jakarta

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan Bapak Jodi yang baik.

Zakat penghasilan atau zakat profesi adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan ataukeahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama denganorang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) halal yang memenuhi nisab(batas minimum untuk wajib zakat). Para ulama klasik dan kontemporer dalam menentukantarif zakat profesi juga berbeda, pendapat yang masyhur adalah pendapat Umar bin AbdulAzis, Muhammad Abu Zahrah, Abdurahman Hasan, Abdul Wahhab Khollaf, YusufQaradhawi, Syauqy Shahatah dan yang lainnya sepakat bahwa tarif zakat penghasilan profesiadalah 2,5%. Ulama menjelaskan zakat bisa ditunaikan perbulan dengan analogi zakattanaman atau setahun sekali dengan analogi zakat perdagangan. Namun untuk kehati-hatianumumnya menyarankan setiap bulan sekali saat mendapatkan penghasilan/gaji.

Perintah adanya zakat profesi adalah perintah keumuman lafadz Firman Allah Swt yangartinya:“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik...” (QS. Al-Baqarah(2): 267)

26 Majalah Sharing (Inspirasi Ekonomi dan Bisnis Syariah) edisi 39 Thn. IV bulan Maret 2010, h. 45.

Page 77: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

76

Keumuman hadits, Rasulullah SAW bersabda,:

"Tidak ada zakat pada hasil tanaman yang kurang dari lima wasaq." (HR Ahmad dan al-Baihaqidengan sanad Jayyid)

Menurut Yusuf Qardhawi perhitungan zakat profesi dibedakan menurut dua cara, yaitu:1. Secara langsung, zakat dihitung dari 2,5% dari penghasilan kotor secara langsung, baikdibayarkan bulanan atau tahunan. Metode ini lebih tepat dan adil bagi mereka yang diluaskanrezekinya oleh Allah. Contoh: Penghasilan Bapak Jodi dengan gaji Rp 4.500.000 tiap bulan,nishab zakat penghasilan adalah setara dengan 520 kg beras (asumsi harga beras @Rp4.000/kg, maka nishabnya 520 x 4000 = Rp 2.080.000), Karena penghasilan bapak melebihinishab berarti wajib zakat sebesar: 2,5% x 4.500.000= Rp 112.500 perbulan sekali.

2. Setelah dipotong dengan kebutuhan pokok, zakat dihitung 2,5% dari gaji setelah dipotongdengan kebutuhan pokok. Metode ini dianggap lebih adil diterapkan bagi mereka yangpenghasilannya pas-pasan. Contoh: Penghasilan Bapak Jodi dengan gaji Rp 4.500.000 tiapbulan dan kebutuhan pokok/hutang Rp. 1.500.000,- nishab zakat penghasilan adalah setaradengan 520 kg beras (asumsi harga beras @Rp 4.000/kg, maka nishabnya 520 x 4000 = Rp2.080.000), oleh karena itu perhitungan zakatnya sebesar : 2,5% x (4.500.000 - 1.500.000) =Rp 75.000 perbulan. Berarti, karena penghasilan bapak melebihi nishab wajib zakat sebesar:2,5% yaitu Rp 75.000 perbulan sekali.

Al-hasil, Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa ada dua pendapat ulama yang menjelaskanzakat profesi 2.5% boleh diambil dengan cara netto (penghasilan bersih setelah dipotongdengan kebutuhan pokok ) dan brutto (penghasilan kotor secara langsung) yang ditunaikansebulan sekali.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 78: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

77

Cara Menghitung Zakat27

Assalamu alaikum Wr.Wb.

Ustadz. Saya mau bertanya bagaimana cara menghitung jumlah zakat yang harus kitakeluarkan dari zakat yang mau dikeluarkan itu berasal dari penghasilan bulanan (Gaji ).

Terima kasih.

Wassalâm.

Nasir

Jawaban

Wa’alaikum salam wr. wb. Terima kasih atas pertanyaan Bapak Nasir yang baik.

Zakat penghasilan gaji bulanan zakat profesi adalah zakat yang dikenakan pada setiappekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersamadengan orang atau lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) halal yangmemenuhi nisab (batas minimum untuk wajib zakat). Para ulama kontemporer dalammenentukan tarif zakat profesi juga berbeda, pendapat yang masyhur adalah pendapatMuhammad Abu Zahrah, Abdurahman Hasan, Abdul Wahhab Khollaf, Yusuf Qaradhawi,Syauqy Shahatah dan yang lainnya sepakat bahwa tarif zakat penghasilan profesi adalah 2,5%. Menurut Didin Hafiduddin Zakat penghasilan bulanan (Gaji) dianalogikakan denganzakat pertanian dikeluarkan saat mendapatkan panen/hasil gajian. Jika seorang muslimmemperoleh pendapatan dari hasil gaji atau profesi tertentu, maka dia boleh mengeluarkanzakatnya langsung 2.5 % pada saat penerimaan.

Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, Umar bin Abdul Aziz dan ulama modern seperti Yusuf Qardhawitidak mensyaratkan haul (satu tahun) mengeluarkan zakat profesi, tetapi zakat profesidikeluarkan langsung ketika mendapatkan harta tersebut. Mereka mengqiyaskan dengan zakatpertanian yang dibayar pada setiap waktu panen. (haul: lama pengendapan harta).

Dalil atas wajibnya zakat profesi/penghasilan gajian adalah keumuman lafadz, Allahberfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari

27 Selasa, 30/03/2010 06:58 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/cara-menghitung-zakat-penghasilan.htm

Page 79: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

78

hasil usahamu yang baik-baik...” (QS. Al-Baqarah (2): 267) "dan pada harta-harta mereka ada hakuntuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapat bahagian". (QS. Adz-Dzaariyaat(51): 19)

Zakat profesi oleh para ulama kontemporer dibedakan yaitu; Pertama, berdasarkan fatwaMUI 2003 tentang zakat profesi setelah diperhitungkan selama satu tahun dan ditunaikansetahun sekali atau boleh juga ditunaikan setiap bulan agar tidak memberatkan. Modelbentuk harta yang diterima ini sebagai penghasilan berupa uang, sehingga bentuk harta ini di-qiyas-kan dalam zakat harta (simpanan/ kekayaan). Nisabnya adalah jika pendapatan satutahun lebih dari senilai 85 gram emas (harga emas sekarang @per gram Rp. 300.000) danzakatnya dikeluarkan setahun sekali sebesar 2,5% setelah dikurangi kebutuhan pokok.Contohnya: minimal zakat profesi yaitu @per gram Rp. 300.000 x 85 (gram) = 25.500.000.Adapun penghasilan total yang diterima oleh pak Nasir Rp. 30.000.000 (gaji perbulan Rp.2.500.000) harta ini sudah melebihi nishab dan wajib zakat Rp. 30.000.000 x 2,5 %= sebesarRp. 750.000,- (pertahun) Rp. 62.500 (perbulan)

Kedua, dikeluarkan langsung saat menerima pendapatan ini dianalogikan pada zakattanaman. Model memperoleh harta penghasilan (profesi) mirip dengan panen (hasilpertanian), sehingga harta ini dapat dianalogikakan ke dalam zakat pertanian. Jika ini yangdiikuti, maka besar nisabnya adalah senilai 653 kg gabah kering giling setara dengan 520 kgberas dan dikeluarkan setiap menerima penghasilan atau gaji sebesar 2,5% tanpa terlebihdahulu dipotong kebutuhan pokok (seperti petani ketika mengeluarkan zakat hasilpanennya). Contoh: Pemasukan gaji Pak Nasir Rp. 2.300.000/bulan, nishab (520 kg beras,@Rp. 4000/kg = Rp. 2.080.000). Dengan demikian maka Pak Nasir wajib zakat Rp.2.300.000 x 2,5% = sebesar Rp. 57.500,-

Al-hasil, jika Bapak Nasir memiliki penghasilan gaji perbulan: Rp 3.000.000,- asumsi nishabdengan 520 kg beras x @ Rp. 4000 = Rp 2.080.000, Berarti Bapak sudah melebihi nishabdan wajib zakat sebesar Rp. 3.000.000 x 2,5 % =Rp. 75.000,- (wajib zakat yang dikeluarkanperbulan) atau boleh juga menunaikannya sebesar Rp 900.000 per tahun). Sebaliknya, jikapendapatan gaji Pak Nasir kurang dari nishab (Rp 2.080.000), maka Bapak tidak wajibmembayar zakat dan dianjurkan bersedekah.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallahu A’lam.

Page 80: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

79

Zakat Untuk Yang Berhutang28

Ass. Pak Ustad

Saya seorang istri bekerja sebagai PNS dan sementara masih dalam posisi CPNS denganpenghasilan 80% dari seharusnya sebesar Rp. 1.500.000, saat ini saya mengambil hutang kekoperasi untuk biaya pengobatan dan perbulannya dikenakan potongan Rp.950.000 sehinggasisa gaji saya Rp. 450.000.(dikurangi iuran sosial dll) gaji saya ini saya gunakan untuktransfportasi, biaya makan dan keperluan pribadi saya.

Sedangkan suami saya bekerja dengan penghasilan 5.000.000 dan harus membiayaikehidupan orangtuanya perbulan 2.000.000. selain itu gaji suami untuk biaya kontrak rumahdan merintis bisnis baru.

Sebagai muslim saya memiliki kewajiban membayar zakat secara personal dan dikarenakanada hutang dan penghasilan berkurang, bagaimana cara menghitung zakat saya? apakahmengambil 2.5% dari Rp.1.500.000 atau 2.5% dari 450.000 tersebut ?

Terimakasih pak Ustad

Wassalâmu'alaikum Wr. Wb.

Ziza

Jawaban

Wa’alaikum Salam Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan Ibu Ziza yang baik.

Zakat pendapatan atau penghasilan dalam kajian fiqh kontemporer lebih dikenal sebagaizakat profesi, apabila harta tersebut cukup nishab maka wajib berzakat. Menurut ulama,zakat profesi adalah pendapatan berupa gaji atau upah yang diperoleh seseorang berdasarprofesinya. Baik itu dokter, pegawai negeri, konsultan, notaris, kontraktor, sekretaris,manajer, direktur, mandor, guru, karyawan dan lain sebagainya.

Zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang hartanya sudahcukup nisabnya untuk dibagikan kepada para mustahik zakat. Abu Said Al-Khudri r.a.

28 Selasa, 27/04/2010 23:33 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-untuk-yg-

berhutang.htm

Page 81: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

80

berkata: Nabi saw. bersabda: “Tidak wajib zakat emas perak yang kurang dari lima uqiyah (20mitsqal), dan tidak wajib zakat unta yang kurang dari lima ekor, dan tidak wajib zakat padi, gandumdan kurma yang kurang dari lima wasaq [setara 520 Kg Beras].” (HR. Bukhari Muslim).

Ada dua pendapat ulama tentang zakat profesi; pertama, ada yang menghitung daripendapatan kasar/brutto (di mana zakat dikeluarkan dan dihitung dikali 2,5% dari totalpendapatan tanpa dikurangi hutang/kebutuhan) dan kedua, ada yang menghitung daripendapatan bersih/netto (di mana zakat dikeluarkan dan dihitung dikali 2,5% dari totalpendapatan setelah dikurangi hutang/kebutuhan). Menurut Dr. Yusuf Al-Qardhawi kitaboleh menggunakan salah satu pendapat tersebut, dan disarankan bagi mereka yangberpendapatan sangat tinggi/berkecukupan rizkinya dengan brutto. Sebaliknya, bagi merekayang berpendapatan rendah jika hartanya cukup nishab, maka boleh berzakat dengan netto.Dalam hal ini, Imam Abu Hanifah menjelaskan di antara syarat adanya kewajiban zakat yaitukepemilikan atas harta penuh dan bebas adanya hutang.

Adapun perhitungan Zakat profesi dikeluarkan langsung saat menerima pendapatan/penghasilan hal ini dianalogikan pada zakat tanaman. Model memperoleh harta penghasilan(profesi) mirip dengan panen (hasil pertanian). Jika ini yang diikuti, maka besar nisabnyaadalah senilai 653 kg gabah kering giling setara dengan 520 kg beras dan dikeluarkan setiapmenerima penghasilan atau gaji sebesar 2,5% tanpa terlebih dahulu dipotong kebutuhanpokok (seperti petani ketika mengeluarkan zakat hasil panennya). Contoh: Pemasukan gajiIbu Zizza Rp. 1.500.000/bulan, nishab (520 kg beras, @Rp. 5000/kg = Rp. 2.600.000).Dengan demikian Ibu Izza tidak wajib zakat, karena belum cukup nishab dan sangatdianjurkan bersedekah yang besar pahalanya.

Berbeda dengan suami Ibu karena berpenghasilan perbulan Rp. 5.000.000 x 2,5% = Rp.125.000,- Berarti wajib berzakat sebesar Rp. 125.000,- perbulan karena sudah melebihinishab (520 kg beras = setara Rp. 2.600.000).

Al-hasil, berdasarkan penjelasan di atas bahwa ada dua pendapat ulama yang menjelaskanzakat profesi 2.5% boleh diambil dengan cara netto (penghasilan bersih setelah dipotongdengan kebutuhan pokok ) dan brutto (penghasilan kotor secara langsung). Jika penghasilangaji Ibu Zizza dianggap berkecukupan rizkinya maka sangat disarankan dengan bruttoWaallâhu A’lam.

Page 82: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

81

BAB VPERTANYAAN SEPUTAR

PENDISTRIBUSIAN ZAKAT

- Membantu Biaya Kuliah Keponakan- Miskin Karena Malas Berhakkah Zakat Fitrah- Zakat Kepada Bapak Ibu- Zakat diberikan kepada Adik Membayar Hutang- Zakat Mal diberikan kepada Kakak- Zakat Keluarga Dekat- Zakat kepada Saudara Jauh- Zakat kepada Suami- Upah Amil Zakat- Zakat Dalam Bentuk Barang kepada Anak Yatim- Zakat Untuk Piutang

Page 83: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

82

Membantu Biaya Kuliah KeponakanApakah Sudah Termasuk Zakat29

Assalâmualaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz yang dimuliakan Allah,

Saya bekerja di luar negeri dengan pendapatan kurang lebih 14jt perbulan selama ini sayatidak sempat mengeluarkan zakat untuk para penerima zakat seperti yang disebutkan olehIslam. Saya sangat ingin mengeluarkan zakat 2.5% seperti yang Bapak jelaskan, tapi sayasedang banyak kebutuhan pokok yang belum bisa saya selesaikan seperti membangun rumahtinggal kami dan membantu keluarga yang sangat membutuhkan biaya sekolah/ kuliah.Bagaimanakah hukum wajib zakat saya pak ustadz....

Jazâkallâh khairon atas jawabannya...

Ibu Linda

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan Ibu Linda yang super. Mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing umat-Nya untuk menjalankan segala yangdiperintahkan-Nya termasuk mengeluarkan zakat. Amin.

Konsep terpenting dari zakat pada intinya adalah bagaimana mendidik para aghniyaa (orang-orang kaya) agar mempunyai kepedulian dan tanggungjawab sosial terhadap mereka yangdiuji Allah dengan kemiskinan. Supaya mereka tetap bersabar dalam penderitaan dan tidakterjebak godaan dunia yang dapat memaksannya berpaling kepada kekufuran.

Firman Allah: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan danmensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka, sesungguhnya doamu akan memberikan ketentramanjiwa kepada mereka (orang-orang yang berzakat itu) dan Allah Maha Mendengar lagi MahaMengetahui." (QS. At-Taubah: 109).

Membersihkan dalam ayat di atas memberi makna bahwa zakat dapat membersihkan hati

29 Senin, 27/07/2009 08:32 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/membantu-biaya-kuliah-keponakan-apakah-sudah-termasuk-zakat.htm

Page 84: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

83

orang-orang yang berzakat dari kekikiran dan cinta berlebihan terhadap harta benda. Karenacinta terhadap harta dan diri sendiri dapat bisa mengakibatkan seorang muslim jatuh kejurang kehancuran. Mumpung masih ada waktu dan kesempatan untuk berzakat,keluarkanlah zakat insya Allah kita akan suci baik harta dan jiwa kita dari noda/kotoran.

Mengenai pertanyaan Ibu Linda bagaimanakah hukum wajib zakat sedangkan banyakkebutuhan pokok yang belum bisa diselesaikan seperti membangun rumah tinggal danmembantu keluarga yang sangat membutuhkan biaya sekolah/kuliah?

Untuk menjawab tentang kebutuhan membangun rumah perlu kita ingat, bahwa kewajibanzakat adalah langsung dari Allah wajib hukumnya ditunaikan jika sudah cukup nishabnyamumpung masih diberi kesempatan rezeki dan usia. Jika ditunda, khawatir sifat malas dankikir menunaikan zakat kita terjangkit. Sedangkan membangun rumah adalah bisa dilakukansewaktu-waktu atau kapan saja. Adapun mengenai membantu saudara (keponakan) jumhurulama menjelaskan tidak termasuk dikategorikan berzakat. Tetapi dianggap berinfaq danbersedekah.

Ibu Linda yang dimuliakan Allah, kita harus bersyukur (dengan berzakat/sedekah) sebabmendapatkan pendapatan perbulan Rp. 14.000.000,-. ” Kalau dikali 12 bulan berartipendapatan Ibu setahun Rp. 168.000.000,- (berarti melebihi nishab zakat). Sedangkan nishabpendapatan adalah jika pendapatan satu tahun lebih dari senilai 85gr emas (harga emassekarang @se-gram Rp. 300.000) = 25.500.000. dan zakatnya dikeluarkan setahun sekalisebesar 2,5% setelah dikurangi kebutuhan pokok.

Firman Allah (yang artinya): "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah(nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangatpedih". (QS Ibrohim (14): 7). "Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur (kepadaAllah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur,Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji". (QS. Luqman (31): 13)

Untuk lebih jelas, mari kita simak conntoh Perhitungan zakat Ibu:A. PemasukanPendapatan Total Ibu Linda

Rp. 14.000.000,-/bulan x 12 = Rp. 168.000.000,-Hutang Rp. 8.000.000,-Total Rp. 160.000.000,-

B. NishabNishab senilai emas 85 gram (harga emas sekarang @se-gram Rp. 300.000) = Rp.25.500.000,-

C. Zakatkah?

Page 85: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

84

Berdasarkan simulasi data pemasukan Ibu Linda tersebut berarti wajib mengeluarkanzakatnya sebesar 2,5%.

Zakat: 2,5% x Rp. 160.000.000,- = Rp. 4.000.000,-

Mengenai beasiswa, untuk lebih jelasnya. Menurut ulama pemberian zakat dalam bentukbeasiswa sangat diperbolehkan/dianjurkan dalam Islam. Tetapi mereka bukan famili/saudara(keponakan) kita sendiri, Sebab Rasul menjelaskan zakat itu tidak bisa diberikan kepadakeluarga sendiri (apalagi diberikan kepada orang tua sendiri). Namun kewajiban kita untukmembantu saudara kita dengan infaq/sedekah diberikan kepada mereka yang sedangkekurangan terutama biaya sekolah. Islam memerintahkan untuk membantu sesama manusiaterutama yang terdekat. Firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimudan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. (QS. At-Tahrim(66): 6)

Jadi, sekali lagi zakat tidak bisa untuk keluarga kita sendiri. Zakat hanya diberikan kepadamereka yang berhak (mustahiq zakat) bukan sanak famili kita bisa berupa beasiswa. Bahkanpemberian beasiswa dikategorikan oleh para ulama sebagai mustahiq zakat yaitu Ibnu sabil.

Yang dimaksud ibnu sabil adalah musafir, orang yang bepergian jauh, yang kehabisan bekal.Pada saat itu, ia sangat membutuhkan belanja bagi keperluan hidupnya. Ia berhakmendapatkan bagian zakat sekadar keperluan yang dIbutuhkan sebagai bekal dalamperjalanannya sampai tempat yang dituju. (Muhammad Abdul Qadir Abu Faris, tt: 15) Sesuaidengan perkembangan zaman, dana zakat ibnu sabil dapat disalurkan antara lain untukkeperluan : beasiswa bagi pelajar mahasiswa yang kurang mampu, mereka yang belajar jauhdari kampung halaman, mereka yang kehabisan atau kekurangan belanja, penyediaan saranapemondokan yang murah bagi musafir muslim atau asrama pelajar dan mahasiswa. Padaawalnya, ibnu sabil dipahami sebagai orang yang kehabisan biaya di perjalanan ke suatutempat bukan untuk tujuan berbuat maksiat. Penerima zakat pada kelompok ini disebabkanoleh ketidakmampuan yang bersifat sementara, karenanya mereka diperbolehkan menerimabantuan zakat meskipun di tempat asalnya mereka adalah orang yang mampu.

Namun secara periodik dan kondisional, pengertian tentang ibnu sabil menjadi lebihkompleks. Dalam konteks ini zakat dapat diberikan kepada penuntut ilmu yang berada jauhdari keluarganya, atau para pengungsi yang terusir dari tempat tinggalnya akibat kekacauanekonomi dan politik. Selain itu zakat dapat juga diberikan kepada para tunawisma/anakjalanan yang terpaksa tidur dipinggir jalan karena tidak ada tempat yang dapat menaungimereka, karena tujuan pemberian zakat pada kelompok ini adalah untuk mengayomi danmelindungi mereka yang terlantar.

Islam memberikan perhatian kepada orang yang terlantar di manapun dan kapanpun.Seseorang yang menderita dalam perjalanannya tetapi ia tidak dapat menggunakan hartanyakarena jauh dari rumahnya ia memerlukan bantuan untuk menyempurnakan perjalanannyayang bukan untuk tujuan-tujuan yang diharamkan.

Page 86: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

85

Demikian semoga dapat dipahami dan mudah-mudahan kita termasuk orang yangmengeluarkan zakat. Amin. Waallâhu A’lam.

Miskin Karena Malas,

Page 87: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

86

Berhakkah Mendapat Zakat Fitrah30

Assalâmualaikum Wr. Wb.

Bapak Ustad yang dirahmati Allah Swt, Saya ingin bertanya, apakah termasuk golongan yangberhak mendapat zakat fitrah jika suatu kelurga tersebut miskin, tetapi kemiskinannyatersebut akibat sang ayah malas bekerja, padahal usianya masih produktif, sehat jasmani danrohani, mempunyai skill, dan didaerah dia menetap tersebut banyak lowongan pekerjaanuntuk jenis skill sang ayah tersebut. Dia lebih suka menghabiskan hari-harinya memancing,sementara anak-anaknya terlantar.

Atas jawaban dar pak ustad saya ucapkan terima kasih.

Wassalâm

Ariyo Utomo. DS

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Ariyo Utomo DS yangbaik.

Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan kepada setiap muslim sebagai santunan kepadaorang-orang miskin, tanda berakhirnya bulan Ramadhan sebagai pembersih dari hal-hal yangmengotori puasa. Zakat fitrah dikhususkan diberikan hanya kepada fakir miskin. Orang Fakiradalah orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untukmemenuhi penghidupannya. Sedangkan orang Miskin adalah orang yang tidak cukuppenghidupannya dan dalam keadaan kekurangan.

Berdasarkan penjelasan, meskipun kelurga tersebut miskinnya akibat ayah malas bekerjatampaknya keluarga tersebut dikategorikan sebagai fakir yang tidak memiliki sumberpenghasilan. Menurut ulama mereka itu dikategorikan sebagai mustahiq akibat kefakirannya.Sehingga kita sangat dianjurkan untuk membantunya dengan berzakat fitrah yang merupakansebagai pembersih bagi yang melakukannya dari kesia-siaan dan perkataan buruk, demikianpula sebagai salah satu sarana pemberian makan kepada fakir miskin. Dari Ibnu Abbas ra:"Rasulullah Saw telah mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan

30 Senin, 14/09/2009 09:57 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/miskin-karena-malas-berhakah-mendapay-zakat-fitrah.htm

Page 88: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

87

ucapan kotor, dan sebagai pemberian makan kepada fakir miskin”. (HR. Bukhori) "Sesungguhnyaberuntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu diashalat" (Al-A'la: 14-15)

Namun, Islam jelas-jelas sangat mengecam umatnya untuk bermalas-malasan/tidak bekerjakeras dan dijelaskan oleh ulama akan berdosa bagi siapa saja yang melalaikan kewajibannyasebagai orang tua. Sebab, orang tua adalah pemimpin atas keluarganya dan juga memilikikewajiban untuk menafkahki anak-anaknya. Jika tidak memberikan nafkah dan hanyabermalas-malasan justru nanti akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat. “Setiapkamu adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya (oleh Allah Swt)” (HR. Muslim)

Karena itu, Islam memotivasi umatnya untuk bekerja keras dan gigih mencari anugerah ataurezeki-Nya jika ingin memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Allahberfirman:“Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeriakhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah(kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu.”(QS. Al-Qashash (28): 77)“Apabila Telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allahdan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. “ (QS. Al-Jumu’ah (62):10)

Bahkan Rasul bersabda: “Tangan yang diatas (memberi) lebih baik tangan yang di bawah (meminta-minta)” (HR. Bukhori)

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 89: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

88

Zakat Kepada Bapak Ibu31

Assalâmualaikum Warahmatullâhi Wabarakâtuh.

Saya ingin bertanya bolehkan memberikan zakat kepada orang tua sendiri karena orang tuasangat kekurangan. Perlu diketahui saya saat ini telah berkeluarga dan tinggal di tempatberbeda dari orang tua. Sementara bila saya ingin berzakat kepada orang lain hati saya merasaiba karena orang tua dirumah juga sangat membutuhkan. Saya juga menanggung biayasekolah kedua adik. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih. WassalâmualaikumWarahmatullâhi Wabarakâtuh

Yedi Hidayat

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan Bapak Yedi Hidayat yang baik.

Orang tua menurut ulama fikih mereka dikategorikan berada di bawah tangggungan nafkahBapak Yedi Hidayat langsung sebagai anak, dan mereka tidak berhak mendapatkan zakat dariharta Bapak. Oleh karenanya ulama menjelaskan, selaku anak harus memperlakukan orangtuanya dengan sebaik-baiknya meskipun sudah berkeluarga atau tinggal jauh dari orang tuasendiri.

Mazhab Imam Malik dan Syafi’i melarang pemberian zakat mal kepada orang tua yangmenjadi tanggung jawabnya dalam mencukupi rezkinya (termasuk juga kelompok ini yaituorang yang tidak berhak menerima zakat tersebut misalnya anak dan istri). Jumhur ulamajuga menjelaskan siapa saja kategori orang-orang yang tidak boleh menerima zakat, diantaranya Bapak, Ibu atau kakek, nenek hingga ke atas atau anak-anak hingga ke bawah atauisteri dari orang yang mengeluarkan zakat, karena nafkah mereka di bawah tanggung jawabkita sebagai anak/menantu. Rasulullah Saw bersabda: “Kamu dan hartamu itu untuk ayahmu”(HR. Ahmad dari Anas bin Syu’aib)

Allah Swt menjelaskan pemberian/pendistribusian zakat hanya diberikan kepada delapanasnaf (kelompok) yaitu:“Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat-zakat) itu hanyalah untuk orang¬orang fakir, orang-orangmiskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang di bujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak.Orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah,dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagaisuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. al-Taubah/9:60).

31 Selasa, 02/03/2010 09:42 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-kepada-orang-tua.htm

Page 90: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

89

Berdasarkan dalil tersebut, zakat ternyata memiliki pos-pos penerimaan khusus yang telahditentukan Allah, yaitu yang disebut sebagai mustahiq (orang-orang yang berhak menerimazakat). Selain itu, mereka bukanlah termasuk mustahiq. Ayat tersebut menjelaskan, tidak adapemberian zakat untuk orang tua sendiri. Hal inilah yang dijelaskan oleh Ibnu Mundzirdalam kitabnya “Al-Bahr az-Zahrar”, bahwa Islam mengajarkan kepada setiap anak hendaknyaberlaku baik (ihsan) dan adil kepada kedua orang tua sendiri termasuk mertua. “ … danhendaklah kamu berbuat baik pada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antarakeduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlahkamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka danucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” (QS. Al-Isra (17): 23)

Dengan demikian, zakat hanya diberikan kepada para orang yang berhak menerimanya yaitudelapan asnaf. Sebab, secara istilah zakat berarti memberikan sebagian kekayaan untuk orangyang berhak menerimanya (mustahiq) jika sudah mencapai nishab (jumlah kekayaan minimal)dan haul (batas waktu) zakat. Zakat juga adalah harta yang kita keluarkan dengan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh agama dan disalurkan kepada orang-orang tertentu pulasebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an. Ada ketentuan lain dari zakat yaitu bahwazakat tidak boleh disalurkan kepada orang-orang yang menjadi tanggungan kita. Misalnyaistri, orang tua dan anak, karena mereka semua adalah tanggung jawab kita untukmemberikan nafkah kepada mereka, dalam artian, mereka adalah tanggungan kita.

Dalam pandangan Islam perbuatan yang dilakukan oleh Bapak Yedi Hidayat denganmemberikan zakatnya kepada orang tua sendiri tidak dibenarkan. Untuk menumbuhkan rasasolidaritas dan kegotongroyongan menuju kebaikan dan ketakwaan tidak hanya dengan zakatmelainkan juga dengan nafkah dan sedekah. Untuk membantu keluarga yang kurang mamputerutama orang tua sendiri sangat dianjurkan dalam Islam yaitu membantunya dengansumber dana yang lain nya bukan dari zakat melainkan dari infaq/sedekah yang besarkeutamaan pahalanya. Allah Swt berfirman: "Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allahakan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS. Saba': 39) "Orang-orangyang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, makamereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula)mereka bersedih hati " (QS. Al Baqarah (2): 274)

Dari Abu Hurairah Ra. bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Bersedekahlah". Lalu seorang laki-laki berkata: Wahai Rasulullah, aku mempunyai satu dinar? Beliau bersabda: "Bersedekahlahpada dirimu sendiri." Orang itu berkata: Aku mempunyai yang lain. Beliau bersabda:"Sedekahkan untuk anakmu." Orang itu berkata: Aku masih mempunyai yang lain. Beliaubersabda: "Sedekahkan untuk istrimu." Orang itu berkata: Aku masih punya yang lain. Beliaubersabda: "Sedekahkan untuk pembantumu." Orang itu berkata lagi: Aku masih mempunyaiyang lain. Beliau bersabda: "Kamu lebih mengetahui penggunaannya. " (HR. Abu Dawud danNasa'i)

Sebaliknya, menurut ulama pemberian zakat kepada adik termasuk memberikan beasiswa

Page 91: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

90

pendidikannya maka tidak berdosa atau diperbolehkan menyalurkan zakat kepada mereka.Sebab, mereka dikategorikan bukan tanggungan nafkah secara langsung Bapak sendiri,melainkan orang tua. Ada sisi keutamaan saat kita mengeluarkan zakat kepada keluargaterdekat. Nabi saw bersabda, "Dia mendapatkan dua pahala, yaitu pahala menyambung kekerabatandan pahala sedekah." [HR. Bukhari]

Pada dasarnya menyalurkan zakat secara langsung tanpa melalui pengelola zakat adalah sah,karena tidak ada dalil yang melarangnya. Namun meskipun begitu, penyaluran zakat sangatdianjurkan melalui sebuah pengelola ataupun lembaga yang khusus menangani zakat (sepertiBAZ/LAZ/OPZ) yang amanah, terpercaya dan adil. Agar zakat dapat terdistribusi denganbaik, tidak menumpuk pada satu orang atau beberapa orang dan lebih bermanfaat, karena halini sudah dipraktekkan sejak zaman Rasulullah. Dahulu, dalam menangani zakat Rasulullahmembentuk tim yang merupakan petugas zakat yang terdiri dari para sahabat untukmemungut zakat, dan hal ini diteruskan oleh generasi sahabat sesudahnya dan jugaBAZ/LAZ yang memiliki manfaat lebih besar dan lebih merata.

Al-hasil, zakat tidak boleh diberikan kepada orang tua sendiri sebab mereka adalah masihtanggungan nafkah dari seorang anak meskipun jarak rumah anak berjauhan dan sudahberkeluarga. Hal ini sebagai bentuk bakti anak –adab anak– terhadap orang tuanya,memperlakukan orang tua dengan sebaik-baiknya termasuk memberikan nafkah/sedekah.Adapun terhadap adik, ulama membolehkan pemberian zakat terutama beasiswa kepadamereka, sebab mereka bukan tanggungan nafkah langsung dari Bapak. Maka, sebagai saudaraBapak memiliki peran tanggung jawab tidak langsung yang diberikan kepada adik sendiri.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 92: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

91

Zakat Diberikan Ke Adik

Untuk Bayar Utang32

Assalâmualaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz yang terhormat

Adik saya pinjam uang ke bank untuk usaha dengan agunan mobil dan tanah milik Ibu saya.Sekarang bisnis merugi dan utangnya macet. Adik saya kerja sebagai PNS juga tapi gajitidak mencukupi untuk mencicil utang bank (utang pokok dan bunganya. Apakah zakat sayaselama beberapa tahun ke depan dapat diberikan ke adik saya untuk menutup utang tersebut?soalnya zakat setahun saya tidak mencukupi untuk menutup hutang adik saya tersebutsedangkan pinjaman bank perlu segera ditutup.

Terima kasih, mohon jawabannya

Salam hormat

Setiabudi

Jawaban

Wa’alaikum salam wr. wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Setiabudi yang budiman.

"Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat-zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang di bujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak. Orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatuketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. al-Taubah(9):60).

Dari penjelasan ayat di atas, jelaslah bahwa zakat hanya boleh didistribusikan kepada delapanasnâf (kelompok), yaitu : Kelompok fakir, Kelompok miskin, Kelompok Âmil, Kelompokmuallafatu qulûbuhum, Kelompok fî ar-riqâb, Kelompok al-ghârimin, Kelompok fî sabilillâh, danKelompok ibnu sabîl.

Berdasarkan dalil tersebut zakat ternyata memiliki pos-pos penerimaan khusus yang telah

32 Minggu, 06/12/2009 16:42 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-diberikan-ke-adik-untuk-bayar-utang.htm

Page 93: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

92

ditentukan Allah, yaitu yang disebut sebagai mustahiq (orang-orang yang berhak menerimazakat). Selain daripada itu, mereka bukanlah termasuk mustahiq.

Menurut ulama fikih dengan kategori yang telah disebutkan, adik Bapak merupakan bukanberada dibawah tangggungan Bapak secara langsung. Jika mereka memenuhi syaratfakir/miskin atau Ghorimin (orang yang berhutang) berdasarkan ayat tersebut, maka merekaberhak mendapatkan zakat dari harta Bapak. Oleh karenanya, ulama menjelaskan bahwasebab dengan kefakiran/kemiskinan atau Ghorimin (orang yang berhutang)-lah mereka bisadikategorikan sebagai orang yang berhak menerima zakat (mustahiq zakat).

Adapun pengertian al-ghârimîn dalam sebagian besar literatur fiqh dibatasi pada orang yangpunya hutang untuk keperluannya sendiri dan zakat diberikan untuk membebaskannya darihutang. Ulama Hanafiah mendefinisikan al-ghârim adalah sebagai orang yang berhutang dantidak mempunyai harta yang mencapai nishab zakat. (Lihat Wahbah Zuhaili, Al-Fiqhu IslâmiWaadillatuhu, h. 873-874)

Namun sebagian ulama memperluas pengertiannya dan membagikannya ke dalam duakelompok, yaitu orang yang berhutang untuk keperluannya sendiri dan orang yang berhutanguntuk kepentingan orang lain. (Lihat Abdullah Nâsih ‘Ulwân, Ahkâm al- Zakâh, h. 55-57)Untuk lebih jelasnya sebagai berikut: Kelompok Pertama adalah mereka yang berhutanguntuk kepentingan pribadi, seperti untuk memenuhi nafkah/kebutuhan hidupnya, untukbiaya perkawinan, biaya pengobatan, untuk membangun tempat tinggal, membeli perabotanrumah tangga, ataupun berhutang untuk membayar ganti rugi atas barang orang lain yangrusak atau hilang tanpa disengaja. Untuk mereka yang termasuk dalam kategori ini bolehdiberikan bantuan dari dana zakat, dengan persyaratan sebagai berikut:

a. Si peminjam haruslah orang yang benar-benar tidak mampu untuk melunasihutangnya, namun jika ia termasuk orang kaya yang mempunyai kemampuan untukmelunasinya baik dengan uang ataupun dengan barang-barang lain yang mempunyainilai ekonomis (kecuali rumah, pakaian dan lain-lain yang merupakan kebutuhanpokok manusia), maka ia tidak berhak mendapatkan bantuan zakat.

b. Besarnya hutang adalah apabila dibayarkan akan mengurangi ataupun menghabiskannishab harta yang wajib dizakatkan. Sebagai contoh seseorang memiliki hartasebanyak Rp.10.000.000, di mana harta tersebut telah mencapai nishab (berdasarkanperhitungan nishab emas). Tetapi ia mempunyai hutang yang besarnya Rp.2.000.000.yang jika dibayarkan akan mengurangi nishab hartanya tersebut. Atau besarnya hutangmenyamai jumlah harta yang dimiliki, Dalam kondisi ini ia tidak diwajibkan zakat,bahkan berhak menerima zakat.

c. Hendaknya hutang tersebut adalah hutang yang harus dilunasi dengan segera,sedangkan hutang yang pembayarannya bisa ditunda sampai waktu yang ditentukan,jumhur ulama berpendapat tidak boleh diberikan zakat karena tidak termasuk kedalam kebutuhan mendesak.

Page 94: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

93

d. Hendaknya hutang tersebut adalah hutang yang berkaitan dengan hak sesamamanusia, adapun hutang yang merupakan hak Allah, seperti pembayaran kafarat, tidakdiperbolehkan mengambilnya dari zakat.

e. Hutang tersebut haruslah hutang untuk hal-hal yang diperbolehkan syara’, sedangkanhutang untuk sesuatu yang mengandung unsur maksiat, seperti untuk membeliminuman keras, berjudi, berzina, dan lain-lain, maka haram memberikan zakat kepadasi peminjam sampai mereka benar-benar bertaubat.

f. Hutang tersebut hendaknya benar-benar untuk hal yang dibutuhkan oleh si pengutangtanpa melebihi batas-batas kewajaran, karena berhutang untuk hal-hal yangmengandung unsur pemborosan merupakan hal yang dilarang oleh agama.

Kelompok Kedua yaitu orang-orang yang berhutang untuk kepentingan masyarakat, sepertimembangun rumah sakit untuk fakir miskin, membangun fasilitas ibadah, sarana pendidikanagama, dan lain-lain yang bertujuan untuk kebaikan masyarakat. Mereka yang termasuk kedalam kategori kedua ini berhak dibantu melunasi hutangnya sekalipun mereka termasukorang yang mampu.

Al-hasil, berdasarkan penjelasan tersebut maka memberikan zakat mal kepada adik yangkondisi perekonomiannya betul-betul sulit (fakir) dan terlilit hutang yang tidak bisa lagi untukmembayar dengan harta yang dimilikinya dan hartanya tidak cukup satu nishab maka sangatdianjurkan/diperbolehkan untuk membantunya. Namun, jika adik Bapak mampumembayarnya sendiri dengan hartanya maka adik Bapak tidak berhak mendapatkan zakat.Oleh karena itu, hendaknya zakat yang diberikan tersebut tidak diperkenankan untukdiberikan hanya kepada satu orang mustahiq saja melainkan masih banyak orang-orang yangberhak menerima zakat (mustahiq) dari zakat Bapak dan mereka sangat membutuhkan. Disamping, tentu saja akan menjadi lebih baik lagi, jika zakat Bapak tersebut juga disalurkankepada Amil Zakat (BAZ/LAZ/OPZ) yang amanah, terpercaya, adil dan terdistribusidengan baik tidak menumpuk pada satu orang atau beberapa orang dan sangat terbuka sekaliuntuk menyalurkan zakat kepada yang lebih berhak.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 95: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

94

Zakat Mal Untuk Kakak33

Assalâmualaikum…

Saya mempunyai seorang kakak perempuan (dengan dua anak), yang empat bulan terakhir,kondisi perekonomiannya sedang buruk. Suaminya sakit keras, butuh biaya banyak untukberobat. Kakak saya adalah seorang PNS dengan gaji yang lumayan, tapi saya tahu persis kalobeliau saat ini tidak mempunyai tabungan sama sekali, dan gajinya tinggal sedikit karenauntuk membayar angsuran hutang. Bahkan rumah dan kendaraan juga tidak punya. Untukkehidupan sehari-hari, karena beliau tinggal di rumah orang tua saya, jadi masih seringdibantu oleh orang tua (kedua orang tua saya pensiunan PNS). Untuk biaya berobat, keluargasuami kakak juga ikut membantu.

Selama ini, setiap bulan, zakat mal keluarga saya, saya berikan kepada saudara ayah saya (bibi)yang hidupnya kekurangan, tapi dengan kondisi keuangan kakak yang seperti ini, bolehkahzakat mal, saya berikan kepada kakak,tapi tanpa memberitahunya kalo ini adalah zakat, sayatakut kakak saya tersinggung (biasanya dalam setiap memberi uang ke bibi saya jelaskan kaloini adalah zakat mal keluarga saya). Uang zakat mal ini bisa saya titipkan ke orang tua danmereka yang akan menyampaikannya kepada kakak, mungkin sampai kondisiperekonomianya normal kembali.

Terimakasih atas jawabannnya

Verlianda _depok

Jawaban

Wa’alaikum Salam Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Ibu Verlianda yang baik.

Kakak menurut ulama fikih dikategorikan bahwa mereka itu bukan berada dibawahtangggungan Ibu langsung, jika mereka memenuhi syarat fakir atau miskin mereka berhakmendapatkan zakat dari harta Ibu. Oleh karenanya ulama menjelaskan, Sebab dengankefakiran dan kemiskinanlah mereka bisa dikategorikan sebagai orang yang berhak menerimazakat (mustahiq zakat).

33 Rabu, 30/09/2009 09:46 WIB, http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-mal-untuk-kakak.htm

Page 96: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

95

Hal ini sesuai dengan keumuman nash orang-orang fakir sebagai sasaran zakat, tanpamembedakan antara kakak dengan orang lain, Allah SWT telah menjelaskan distribusi zakatkepada orang-orang yang berhak menerima zakat dalam surat At-Taubah (9) ayat 60:“Sesungguhnya shadaqah (zakat-zakat) itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,” (QSAt-Taubah [9]: 60)

Mazhab Imam Malik dan Syafi’i melarang pemberian zakat mal kepada kerabat yang menjaditanggung jawabnya dalam mencukupi rezekinya (kelompok orang yang tidak berhakmenerima zakat tersebut misalnya anak, istri, dan orangtua). Dan boleh memberikan zakatkepada kerabat seperti kakak yang bukan menjadi tanggung jawabnya, hal inilah yangdijelaskan oleh Ibnu Abbas dan Abu Ubaid. Dr. Yusuf Qardhawi menjelaskan dalamkitabnya “Fiqhu az-Zakât” pemberian zakat kepada kakak yang tidak wajib bagi orang yangberzakat memberi nafkah kepadanya, maka tidak berdosa memberi kepadanya zakat.

Zakat sangat dianjurkan diberikan kepada keluarga yang bukan menjadi tanggungan bagimuzakki. Kewajiban kita untuk membantu saudara sendiri kepada mereka yang sedangkekurangan. Islam memerintahkan untuk membantu sesama manusia terutama yang terdekat.

Firman Allah SWT, "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya kepadaorang miskin dan orang yang dalam perjalanan." (Al Isra': 26) Nabi saw. Beliau juga berkata kepadaAbu Thalhah ra tentang sedekah yang akan ia berikan, “Berikanlah kepada kerabat dekat!” (HRal-Bukhari). Bahkan sedekah yang diberikan kepada saudara dekat mengandung dua nilaiyaitu sedekah biasa dan sedekah pererat silaturrahim “Sedekah bagi orang miskin adalah sedekahsaja, sedangkan sedekah pada kerabat mengandung dua hal, yaitu sedekah dan mempererat talipersaudaraan” (HR. Bukhori, Muslim, An-Nasai, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah)

Adapun pemberian harta kepada kakak Ibu Verlianda yang sedang membutuhkan bantuantergantung pada niatnya. Jika diniatkan zakat bisa dikatakan sebagai zakat baik diberikansecara jahron/terang-terangan (dengan dikasih tahu bahwa bantuan tersebut adalah zakat Ibuyang ditunaikan) maupun sirron/sembunyi-sembunyi (tidak diinformasikan bahwa bantuantersebut adalah zakat Ibu, takut kakak Ibu tersinggung). Tetapi jika diniatkan infaq, statusnyajuga sebagai infaq.

Al-hasil, berdasarkan penjelasan tersebut maka memberikan zakat mal kepada kakak yangkondisi perekonomiannya sulit (fakir) maka sangat dianjurkan/diperbolehkan. Dan tentu sajaakan menjadi lebih baik lagi, jika zakat tersebut disalurkan kepada Amil Zakat(BAZ/LAZ/OPZ) yang amanah, terpercaya, adil dan terdistribusi dengan baik tidakmenumpuk pada satu orang atau beberapa orang dan sangat terbuka sekali untukmenyalurkan zakat kepada yang lebih berhak (termasuk mustahiq fakir-miskin/kakak Ibuyang sedang membutuhkan sehingga tidak secara langsung Ibu memberikan zakat tersebutkepada yang membutuhkan),

Demikian semoga dapat dipahami dan mudah-mudahan kita termasuk orang yangmengeluarkan zakat. Amin. Waallâhu A’lam.

Page 97: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

96

Penerima Zakat Dari Keluarga Terdekat34

Ass. Wr. Wb.

Apakah mereka-mereka ini bisa menerima zakat (profesi/mal)? (kondisi ekonomi merekasangat terbatas ):

1. Saudara nenek saya dan/ istri saya;

2. Saudara Ibu/ayah saya dan/ istri saya;

3. Sepupu Ibu/ayah (baik sepupu sekali, dua kali dst) saya dan istri saya;

4. Paman Ibu/ayah saya dan/ istri saya;

5. Keponakan dari suami tante saya dan/ istri saya;

6. Sepupu s.d. anak sepupu saya dan/ istri saya.

Mereka bukan orang yang berada dibawah tangggungan saya, tapi saya pernah mendengarbahwa keluarga tidak boleh menerima zakat dan ada juga yang bilang yang paling baikberzakat adalah kepada keluarga dulu, mohon pencerahan.

Wassallâm,

Emza Abdillah

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaannya Bapak Emza Abdillah.

Mengenai siapa saja yang berhak menerima zakat, Allah Swt berfirman:“Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat-zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang di bujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak. Orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah,dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatuketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. al-Taubah/9:60).

34 Sabtu, 05/09/2009 07:00 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/penerima-zakat-dari-keluarga-terdekat.htm

Page 98: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

97

Dari penjelasan ayat di atas, jelaslah bahwa zakat hanya boleh didistribusikan kepada delapanasnâf (kelompok), yaitu : pertama; fakir, kedua; miskin, ketiga; Amil, keempat; muallaf,kelima; ar-riqâb (budak), keenam; al-ghârimin (orang yang berhutang), ketujuh; fî sabîlillâh,kedelapan; ibnu sabîl.

Mereka yang bukan berada dibawah tangggungan Bapak Emza seperti tersebut di atas makajika memenuhi syarat fakir atau miskin mereka berhak mendapatkan zakat dari harta Bapak.Menurut Prof. Dr. M. Amin Suma, pemberian harta kepada saudara tersebut tergantung padaniatnya. Jika diniatkan zakat bisa dikatakan sebagai zakat. Tetapi jika diniatkan infaq,statusnya sebagai infaq.

Adapun keluarga yang tidak boleh menerima zakat yaitu mereka yang berada dalamtanggungan Bapak Emza. Jumhur ulama menjelaskan ada kategori siapa saja orang-orangyang tidak boleh menerima zakat di antaranya Bapak, Ibu atau kakek, nenek hingga ke atasatau anak-anak hingga ke bawah atau isteri dari orang yang mengeluarkan zakat, karenanafkah mereka di bawah tanggung jawab kita sebagai anak/menantu. Rasulullah Sawbersabda: “Kamu dan hartamu itu untuk ayahmu” (HR. Ahmad dari Anas bin Syu’aib) Dr. YusufQardhawi menjelaskan dalam kitabnya “Fiqhu az-Zakât” pemberian zakat kepada kerabatyang tidak wajib bagi orang yang berzakat memberi nafkah kepadanya, maka tidak berdosamemberi kepadanya zakat.

Jadi, diperbolehkan menyalurkan zakat kepada kerabat yang bukan tanggungan langsung dariBapak seperti saudara laki-laki, saudara perempuan, paman dan bibi dengan syarat merekadalam keadaan membutuhkan (fakir atau miskin). Setiap muslim hendaknya berhati-hatidalam menyalurkan zakatnya dan berusaha sesuai dengan anjuran syari’at Islam agar zakatnyasampai pada yang berhak.

Firman Allah SWT, "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya kepadaorang miskin dan orang yang dalam perjalanan." (Al Isra': 26) “...Sesungguhnya kebajikan itu ialahberiman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan hartayang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukanpertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya...” [QS. AlBaqarah (2):177]

Dengan demikian, zakat sangat dianjurkan diberikan kepada keluarga yang bukan menjaditanggungan bagi muzakki. Kewajiban kita untuk membantu saudara sendiri kepada merekayang sedang kekurangan. Islam memerintahkan untuk membantu sesama manusia terutamayang terdekat.

Alhasil, zakat bisa diberikan kepada keluarga Bapak sendiri yang bukan tanggungan bagiBapak Emza Abdillah. Sebab, dengan kefakiran dan kemiskinan mereka bisa dikategorikansebagai orang yang berhak menerima zakat (mustahiq zakat). Tetapi, Menurut Prof Dr. M.Amin Suma pemberian rutin harta kepada orang tua tidak boleh dianggap zakat, karenaorang tua merupakan tanggung jawab anak (yang menjadi muzakki). Pemberian anak kepada

Page 99: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

98

orang tua adalah dianggap infaq yang sangat besar pahalanya di sisi Allah SWT, sebagaimanadinyatakan dalam firman-Nya QS Al Baqarah ayat 215.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Zakat Diberikan ke Saudara Jauh35

35 Jumat, 28/08/2009 08:21 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-diberikan-ke-saudara-jauh.htm

Page 100: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

99

Assalâmualaikum,

Pak, boleh tidak zakat mal diberikan ke saudara jauh yang kondisi perekonomiannya sulit ?

Mohon penjelasannya

Terima kasih

Yuli

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan Ibu Yuli yang baik.

Zakat tidak boleh diberikan kepada Bapak, kakek, Ibu, nenek anak laki-laki atau perempuandan cucu orang yang membayar zakat (muzakki). Demikian menurut Fiqhussunnah jilid I :"Para ulama sepakat tidak boleh memberikan zakat kepada mereka, karena si pemberi zakatberkewajiban memberi nafkah kepada mereka meskipun fakir."

Mazhab Imam Malik dan Syafi’i melarang pemberian zakat mal kepada kerabat yang menjaditanggung jawabnya dalam mencukupi rezkinya (kelompok orang yang tidak berhak menerimazakat tersebut misalnya anak, istri, dan orang tua). Dan boleh memberikan zakat kepadakerabat yang bukan menjadi tanggung jawabnya, hal inilah yang dijelaskan oleh Ibnu Abbasdan Abu Ubaid.

Yusuf Al-Qardhawi menegaskan jika kerabat menjadi tanggung jawab muzakki dengan wajibmemberikan nafkah kepada mereka (seperti istri, orang tuanya dan anak-anaknya) sehinggatidak boleh berzakat kepada mereka. Namun jika kerabatnya bukan termasuk keluarga yangmenjadi tanggung jawab muzakki (keluarga jauh), maka mereka berhak menerima zakat daripada orang lain apabila mereka fakir atau miskin. Wajib bagi kerabat yang kaya untukmemberi kecukupan pada kerabatnya yang fakir dan miskin.

Hal ini sesuai dengan keumuman nash orang-orang fakir sebagai sasaran zakat, tanpamembedakan antara kerabat dengan orang lain, Allah SWT telah menjelaskan distribusi zakatkepada orang-orang yang berhak menerima zakat dalam surat At-Taubah (9) ayat 60:“Sesungguhnya shadaqah (zakat-zakat) itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,” (QSAt-Taubah [9]: 60)

Page 101: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

100

Adanya sabda Rasul yang merangsang untuk memberi sedekah kepada kerabat, “Sedekah bagiorang miskin adalah sedekah saja, sedangkan sedekah pada kerabat mengandung dua hal, yaitu sedekahdan mempererat tali persaudaraan” (HR. Bukhori, Muslim, An-Nasai, At-Tirmizi, dan IbnuMajah)

Rasulullah tidak mensyaratkan sedekah tersebut sebagai sedekah sunnah dengan sedekahwajib. Syaikh Mahmud Syaltut menjelaskan Islam telah mewajibkan atas seseorang yangberkecukupan untuk membantu kepada keluarganya yang membutuhkan, sebagai bentuksilaturrahmi, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT,“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaumkerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberipengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl [16]: 90)

Alhasil, berdasarkan penjelasan tersebut maka memberikan zakat mal kepada saudara jauhyang kondisi perekonomiannya sulit (fakir) maka sangat dianjurkan/ diperbolehkan.Demikian semoga dapat dipahami dan mudah-mudahan kita termasuk orang yangmengeluarkan zakat. Amin. Waallâhu A’lam.

Page 102: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

101

Zakat Kepada Suami36

Assalâmu'alaikum Wr. Wb,

Saya sudah tujuh tahun menikah dan memiliki tiga putra. Sudah empat tahun ini suami tidakmemiliki penghasilan tetap dan hampir setiap usaha yang dilakukan kurang berhasilsehingga otomatis semua pengeluaran keluarga dan suami saya yang membiayai. Dua tahunbelakangan saya tidak lagi membayar zakat krn saya baca beberapa literatur bahwadiperbolehkan untuk berzakat kepada suami.

Pertanyaannya:1. Bisakah saya tdk berzakat krn menganggap semua yang saya berikan kepada suami sebagaizakat saya (saya juga selalu memberi modal untuk usaha-usahanya)

2. Apakah zakat tersebut harus saya ucapkan kepada suami?

3. Apakah zakat harus dikeluarkan sesuai perhitungannya? bagaimana kalau tidak sesuaiperhitungan tapi kita yakin bahwa zakat yang diberi lebih besar dari perhitungan zakat yangharus dikeluarkan?

4. Jika ada satu tahun saya tidak meniatkan untuk berzakat terhadap suami tapi saya tetapmembayar seluruh pengeluarannya, apakah saya harus membayar ulang zakat di tahun tsb(karena tidak diniatkan dan tidak juga membayar zakat kepihak lain)

Mohon penjelasan Bapak.Wassalâmualaikum Wr.Wb.

Annisa

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih Ibu Annisa atas pertanyaannya yang baik.Semoga Allah memberikan penghidupan solusi terbaik untuk Ibu dan keluarga danmenjadikannya lebih baik lagi dari keadaan sekarang ini. Amin. Orang yang senantiasaberzakat maka akan memperoleh kesuksesan hidup di dunia dan di akhirat. "Sesungguhnyaberuntunglah orang yang mensuci-kan jiwa itu". (QS. Asy-Syams: 9),

36 Kamis, 04/02/2010 09:27 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-kepada-suami.htm

Page 103: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

102

1. Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan tidak ada masalah bagi wanita yang mengeluarkanzakat perhisannya atau zakat lainnya kepada suaminya yang fakir atau memiliki utang yangtidak mampu dilunasinya. Jika harta cukup nishab maka wajib zakat. Atau tidak berdosa siistri memberi zakatnya kepada orang yang bukan menjadi tanggungan nafkahnya termasuksuami. Jadi, diperbolehkan menyalurkan zakat kepada suami dalam keadaan membutuhkan.Menurut jumhur ulama suami bukanlah tanggungan istri dalam mencari nafkah, sehinggadiperbolehkan berzakat kepada suami yang fakir. Sebab, kefakiran suamilah yang termasukke dalam golongan mustahiq delapan asnaf yang dijelaskan oleh Allah Swt dalampendistribusian zakat (QS. al-Taubah/9:60). Ini adalah pendapat madzhab Imam Syafi’i, AtsTauri, Abu Yusuf, Muhammad bin Hasan asy Syaibani danYusuf Al-Qardhawi.

Dalam sebuah riwayat –kitab Shohih Bukhori– ; ”Zaenab berkata : “Wahai Rosululloh,engkau tadi memerintahkan untuk bershodaqoh, sedangkan saya memiliki perhiasan , dansaya kepingin menshodaqohkannya, namun Ibnu Mas’ud (suamiku) mengatakan bahwa diadan anaknya lebih berhak untuk diberi harta shodaqoh tersebut.”Maka Rasululloh bersabda :“ Ibnu Mas’ud benar, suami dan anakmu lebih berhak engkau beri shodaqoh.” (HR. Bukhori) Dalamriwayat lainya Rasululloh bersabda : “Boleh memberikan shodaqoh (kepada kerabat atau suami) dandia mendapatkan dua pahala, pahala menyambung hubungan kekeluargaan dan pahala shodaqoh.” (HR.Bukhori)

Meskipun menurut ahli hadits bahwa kedua hadits tersebut adalah anjuran sedekah sunnahbukan sedekah wajib (zakat), namun ulama menjelaskan suami merupakan bukan tanggunganwajib nafkah dari istri, jadi tidak dilarang berzakat kepada suami yang fakir.

Lain halnya jika mereka yang menjadi tanggungan Ibu maka mereka tidak bolehmendapatkan zakat dari Ibu. Jumhur ulama menjelaskan siapa saja kategori orang-orang yangtidak boleh menerima zakat di antaranya Bapak, Ibu atau kakek, nenek hingga ke atas atauanak-anak hingga ke bawah, karena nafkah mereka di bawah tanggung jawab Ibu. RasulullahSaw bersabda: “Kamu dan hartamu itu untuk ayahmu” (HR. Ahmad dari Anas bin Syu’aib)

2. Sahnya sesuatu perbuatan atau ibadah tergantung niatnya. sebagaimana sabda Rasul;“Sesungguhnya sahnya sesuatu tergantung niatnya” (HR. Muslim). Jika ibadah zakat tanpa niat makatidak menjadi amalan ibadah zakat. Menurut ulama fiqih pengucapan lafal niat zakat wajibdilakukan boleh dilakukan terang-terangan niatnya dan boleh juga tidak diucapkan secaraterang-terangan melainkan diniatkan di dalam hati bahwa harta tersebut sebagai zakat.Firman Allah yang artinya: "Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan siang hari secaratersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak adakekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati" (QS. Al Baqarah (2): 274)

3. Berdasarkan penjelasan ulama fiqih klasik dan kontemporer zakat itu dikeluarkan sesuaidengan perhitungan dan prosentase yang telah ditentukan (yaitu ada yang 2,5%, 5%, 10%dan 20%). Kalau tidak sesuai perhitungan yang ditentukan dan melebihi kadar zakat makamenjadi bernilai ibadah sedekah yang besar fadilahnya.

Page 104: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

103

4. Seperti penjelasan nomor 2, bahwa menjadi mutlak syahnya ibadah seseorang termasukberzakat adalah niat. Asy-Syuyuthi –dalam kitab Al-Asbah wa an-Nadhoir– menjelaskan”segala sesuatu urusan tergantung maksud/tujuannya (niatnya)”. Kalau zakat Ibu di tahun lalu tidakdiniatkan maka ada kewajiban untuk menunaikan zakatnya lagi. Dalil naqli tentang zakatsecara umum adalah surat Al Baqarah ayat 267:

"Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik...". (QS. Al-Baqarah (2): 267) " Bila engkau membayar zakat kekayaan maka berarti engkau telah membuang yangtidak baik darinya". (H.R. Hakiem)

Alhasil, berdasarkan penjelasan tersebut maka memberikan zakat mal kepada suami yangkondisi perekonomiannya sulit (fakir) maka sangat tidak berdosa atau diperbolehkan. Ibuwajib mengeluarkan zakat dari harta yang dimiliki jika harta Ibu itu telah mencapai nishabatau melebihinya.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 105: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

104

Upah Amil Zakat37

Assalâmu’alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz saya mau bertanya apa definisi amil itu? Soalnya, di kampung saya amil itudipahami masyarakat, mereka yang bekerja mengurus jenazah, para asatidz, tokoh ulama danKUA. Apakah dibenarkan memberikan zakat kepada mereka sebagai amil, Mohonpenjelesannya? Apakah boleh sebagai amil zakat mengambil upah dari zakat yangdikelolanya?

Wassalâmu’alaikum Wr. Wb.

Khoirunnisa, Garut

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb.

Terima kasih Bu Nisa atas pertanyaannya yang bagus. Amil adalah berasal dari kata bahasaArab ‘amila-ya’malu yang berarti bekerja. Berarti amil adalah orang yang bekerja. Dalamkonteks zakat, amil dipahami sebagai pihak yang bekerja dan terlibat secara langsung maupuntidak langsung dalam hal pengelolaan zakat. Jika yang mengelola adalah lembaga, makasemua pihak yang terkait dengannya adalah amil, baik itu direkturnya, para pegawai di bidangmanajemen, keuangan, pendistribisian, pengumpulan, keamanan dan lain-lain. Mereka inimendapatkan gaji dari bagian amil zakat.

Lebih lanjut, dalam memahami pengertian Amil dapat dicermati surat At-Taubah ayat 60maka sesungguhnya merupakan petunjuk yang kuat tentang adanya petugas yang memungutzakat dan membagikan zakat dan mereka itulah yang ditugaskan oleh pemerintah, sertamenjadi profesinya yang mereka mendapat gaji dari pekerjaan tersebut, tidak seperti yangterjadi pemahaman banyak orang sekarang tentang kriteria amil. Sebab para smil yang adasekarang ini sifatnya panitia yang bergerak dalam bidang sosial dan bertugas membantukeberlangsungan zakat, dan tugas itu sendiri sifatnya insidental bukan menjadi pekerjaanrutinitas, kecuali jika diantara anggota badan sosial tersebut (panitia) ada yang termasukbagian dari delapan asnaf (golongan) maka ia berhak atas bagian zakat, disisi lainmengingatkan akan suatu kebenaran adalah tugas seluruh umat islam, inilah yang menjadipembeda definisi Amil zakat yang sebenarnya. Lihat Fiqh as-Sunnah karya Dr As Sayyid SabiqI hal 327.

37 Senin, 22/06/2009 10:54 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/upah-amil-zakat.htm

Page 106: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

105

Hal senada juga diperjelas oleh imam Al Qurthubi “Bahwasanya Amil adalah petugas yangdiangkat oleh pemerintah (imam atau khalifah) untuk mengambil dan mengumpulkan zakatseijin dari imam tersebut “. Imam Nawawi berkata “Wajib bagi seorang imam menugaskanseorang petugas untuk mengambil zakat sebab nabi dan para kholifah sesudah beliaupunselalu mengutus petugas zakat ini hal tersebut dilakukan karena diantara manusia ada yangmemiliki harta tetapi tidak tahu (tidak bisa menghitung) apa yang wajib dikeluarkan baginya,selain itu adapula orang-orang yang kikir sehingga wajib bagi penguasa mengutus seseoranguntuk mengambilnya”. (Majmu’ syarah Muhadzab VI hal 167) Pendapat inilah yang diminatidan diikuti oleh para madzhab ahli Hadits, berbeda dengan madzhab ahli Fiqih

Jadi, melihat pengertian tersebut, jelas amil itu tidak dipahami sebagai mereka yang mengurusjenazah, para asatidz, tokoh ulama dan KUA. Yang sering terjadi bahwa tampak terjadikesalah-pahaman di tengah-tengah masyarakat kita bahwa mereka adalah di antara kategoridari delapan (8) asnaf. Kecuali; jika mereka yang telah disebutkan tersebut memang betul-betul sebagai pengelola zakat.

Adapun kadar upah atau gaji yang diberikan kepada mereka adalah disesuaikan denganpekerjaan atau jabatan yang diemban yang kira-kira dengan gaji tersebut ia dapat hidup layak.Ukuran kelayakan itu sendiri sangat relatif, tergantung pada waktu dan tempat. Ini adalahpendapat mazhab Mâliki dan jumhur ulama, hanya saja, Abû Hanîfah membatasi pemberianupah amil tersebut jangan sampai melebihi setengah dari dana yang terkumpul. Sementara ituImam Syafi’ie membolehkan pengambilan upah sebesar seperdelapan dari total dana zakatyang terkumpul. Bahkan ada juga pendapat ulama sebagai bentuk hati-hati upah amil bisadiambil 10% dari total zakat yang terkumpul.

Penulis sendiri lebih cenderung ke pendapat jumhur ulama, di mana gaji para amil diambildari dana zakat. Besarnya gaji disesuaikan dengan standar kehidupan masyarakat yangberlaku, jenis tugas serta posisi jabatan yang diemban dengan tidak mengabaikan rambu-rambu yang telah ditetapkan Islam dalam rangka peningkatan kesejahteraan para pegawai,seperti yang disebutkan dalam Hadits Nabi Saw. yang berbunyi: “Barang siapa yang bekerja(melakukan pekerjaan) untuk kami, jika ia belum memiliki tempat tinggal, maka ia berhakmendapatkannya, atau jika ia belum memiliki isteri, maka ia berhak untuk kawin, atau jika ia belummempunyai pembantu maka ia berhak mempunyainya, atau ia belum mempunyai binatang kendaraan,maka ia berhak memilikinya, dan barangsiapa yang memperoleh (mengambil) sesuatu selain itu maka iaadalah seorang pengkhianat."(HR Ahmad)

Hadits di atas menjelaskan bahwa seorang pekerja/pegawai berhak memperoleh fasilitas daritempat ia bekerja, yang disesuaikan dengan kebutuhannya dan tanpa melebihi batasan-batasan yang diperbolehkan. Namun apabila ia mengambil lebih dari yang dibutuhkannyamaka ia adalah seorang pengkhianat yang mengkhianati kepercayaan yang diberikankepadanya. Pemberian fasilitas kepada para pegawai/pekerja ini dimaksudkan agar merekabisa bekerja dengan tenang dan sungguh-sungguh tanpa terbebani oleh problema ekonomi.Wa’allâhu A‘lam

Zakat Dalam Bentuk Barang

Page 107: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

106

kepada Anak Yatim38

Assalâmualaikum,

Pak, kalau zakat mal boleh tidak diberikan ke anak yatim piatu tetapi dalam bentuk barang,seperti perlengkapan sholat?

Mohon pencerahannya

Terima kasih

Yuli

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr. Wb. Terima kasih atas pertanyaan Ibu Yuli yang baik.

Pertanyaan pertama Ibu boleh tidak zakat diberikan ke anak yatim piatu?

Allah Swt berfirman dalam QS At-Taubah (9): 60 menjelaskan tentang orang yang berhakmendapatkan zakat ada delapan golongan yaitu orang-orang fakir, orang-orang miskin, parapengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orangyang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.

Berdasarkan ayat tersebut, madzhab syafi’i berpendapat wajib mengeluarkan zakat (fitrah danmal) kepada delapan kelompok. Sedangkan mayoritas ulama (hanafi, maliki dan hanbali)memperbolehkan pembagian zakat hanya kepada satu kelompok saja. Dengan demikianberarti zakat boleh diberikan kepada satu kelompok saja yang sangat membutuhkandibandingkan dengan lainnya. Namun sangat dianjurkan untuk memberikan zakat kepadadelapan kelompok yang ada.

Zakat adalah sebuah kewajiban yang bersifat sosial pemberdayaan. Pandangan ini didasarkanatas argumen: urutan pertama asnaf zakat (fakir) adalah kelompok ekonomi lemah, tidakmampu memenuhi sebagian kebutuhan dasar hidupnya dan tanggungannya. Ini menegaskanperan krusial sosial dari zakat. Orang fakir yaitu orang yang tidak memiliki harta ataupenghasilan yang layak dalam memenuhi keperluannya seperti sandang, pangan, tempattinggal dan segala keperluan pokok lainnya, baik untuk dirinya maupun untuk menjaditanggungannya. Dengan kata lain fakir bisa diartikan orang-orang yang sehat atau jujur, tetapitidak mempunyai pekerjaan sehingga tidak mempunyai penghasilan. Ada sebagian ulama

38 Selasa, 25/08/2009 13:21 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-dalam-bentuk-barang.htm

Page 108: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

107

yang menjelaskan juga tentang kategori fakir mereka adalah orang-orang jompo, termasukanak yatim piatu bahkan orang-orang cacat yang tidak mempunyai penghasilan,.

Alhasil, berarti zakat boleh diberikan kepada anak yatim piatu sebab mereka dikategorikansebagai kelompok orang-orang fakir (mustahiq zakat)

Pertanyaan berikutnya boleh tidak zakat dengan barang seperti perlengkapan sholat?

Pada dasarnya zakat komoditas dagang atau zakat profesi, dibayar dalam bentuk uangberdasarkan harga yang berlaku pada waktu kewajiban zakat itu tiba, bukan berupa barang.Pendapat ini berdasarkan riwayat dari Umar bin Khatthab r.a. yang berkata kepada Hammas,"Bayarlah zakat hartamu!" Hammas menjawab, "Saya hanya memiliki beberapa buah kantongkulit." Umar menyuruh, "Taksir harganya lalu bayar zakatnya." Pendapat ini lebih bergunabagi kaum fakir supaya mereka dapat memenuhi hajat hidupnya yang bermacam-macam.

Menurut pendapat Syekh Yusuf Qardhawi, bahwa membayar zakat dengan menggunakanuang adalah yang lebih sesuai untuk kondisi zaman sekarang, karena lebih memudahkankaum muslimin dalam pembayaran zakat dan lebih mudah dalam perhitungannya.

Walau demikian, boleh mengeluarkan zakat dalam bentuk barang untuk mempermudah danmeringankan si pembayar zakat ketika kondisi perdagangan sedang lesu atau arus likuidasilemah, atau karena sangat bermanfaat sekali dengan memberikan barang sepertiperlengkapan alat sholat dengan syarat barang tersebut harus dapat dimanfaatkan dan sangatdibutuhkan oleh kaum miskin. Sehingga akan sangat berbekas bahwa zakat lebih besarmanfaatnya dari hanya sekedar pemenuhan kebutuhan primer.. Kalau tidak, sangat lebihbijak pemberian zakat dengan uang sebab bisa memenuhi kebutuhan pokok makananmustahiq. Hal ini akan lebih bermanfaat bagi mereka dan mereka dapat membelanjakannyasesuai dengan kebutuhan mereka sehari-hari. Jika kita menyalurkannya dalam bentuk barang,belum tentu barang yang disalurkan kepada mereka adalah barang yang mereka butuhkan.Apabila barang tersebut memang merupakan barang yang menjadi kebutuhan mereka, makahal tersebut tidaklah masalah.

Namun jika barang tersebut bukan merupakan barang yang menjadi kebutuhan mereka,maka hal ini akan menyulitkan mereka, karena mereka harus menjual terlebih dahulu barangyang mereka dapatkan dari zakat, untuk kemudian ditukarkan dengan barang yang menjadikebutuhan mereka. Misalnya Ibu menyalurkan zakat dalam bentuk pakaian/perlengkapansholat, tapi sebenarnya yang dibutuhkan para mustahiq adalah makanan, tentu para mustahiqtidak akan secara langsung mendapatkan manfaat dari zakat tersebut, karena mereka harusterlebih dahulu bersusah payah menjualnya, setelah laku baru mereka dapatmembelanjakannya untuk sesuatu yang menjadi kebutuhan mereka seperti makanan.

Dengan zakat itulah solidaritas dapat direntangkan antara kaum yang mampu dengan kaumyang lemah. Sekaligus berarti menunaikan salah satu rukun Islam yang merupakan kewajibanpokok kita dan dengan itu pula partisipasi kita dalam pembangunan menjadi nyata.

Page 109: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

108

Keberhasilan zakat tergantung kepada pendayagunaan dan pemanfaatannya. Walaupunseorang wajib zakat (muzakki) mengetahui dan mampu memperkirakan jumlah zakat yangakan ia keluarkan, tidak dibenarkan ia menyerahkannya kepada sembarang orang yang iasukai. Zakat harus diberikan kepada yang berhak (mustahiq) yang sudah ditentukan menurutagama. Penyerahan zakat boleh dilakukan sendiri langsung namun lebih afdhal (utama)adalah melalui badan amil zakat, lembaga amil zakat atau melalui unit pungutan zakat (UPZ)agar lebih adil dan amanah tersalurkannya.

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 110: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

109

Zakat Untuk Piutang39

Assalâmualaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya punya 2 pertanyaan:

1. Apakah kewajiban zakat juga berlaku pada harta yang berupa piutang kepada saudara yangkebetulan membutuhkan uang?

2. Misalnya saya punya investasi 25 juta, 4 dinar emas, sepeda motor (misalnya seharga 10 jt).Apakah kewajiban zakat mal-nya pada masing-masing harta itu secara terpisah ataukahdigabungkan menjadi satu (Karena apabila terpisah, masing-masing belum memenuhinishob).

Demikian pertanyaan dari saya terima kasih.

Wassalâmualaikum Wr. Wb.

&y

Jawaban

Wa’alaikum Salâm Wr.Wb. Terima kasih Saudara &y atas pertanyaannya yang baik.

1. Piutang adalah sesuatu harta atau uang yang dipinjam oleh debitor untuk jangka waktutertentu sesuai kesepakatan bersama. Piutang terkena kewajiban zakat jika mencapai nishab,haul, dan adanya kemungkinan bisa mengembalikan dari debitornya.

Menurut Yusuf Al-Qardhawi bahwa piutang tidak dikenai zakat sepanjang masih belumdibayarkan oleh debitor, hal itu didasarkan pada prinsip bahwa harta yang tidak likuidmemang tidak dikenai zakat. Dan dalam kasus piutang yang sudah jatuh tempo tetapi belumdibayar, Syafi'iyah mewajibkan zakat juga dengan alasan bahwa piutang yang sudah jatuhtempo hukumnya sama dengan harta likuid meskipun secara aktual belum dibayarkan.

Sesuai dengan hasil majelis ikatan ulama fiqh Islam dalam konferensi II di Jeddah, SaudiArabia, tanggal 10 – 16 Rabi’ul Akhir 1406H/22 – 28 Desember 1985 tentang “ZakatPiutang”, maka diputuskan sbb.: Pertama, zakat piutang diwajibkan kepada pemilik modal

39 Kamis, 21/01/2010 12:21 WIB, http://eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-untuk-piutang.htm

Page 111: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

110

(kreditur), setiap tahun sekali, jika debitur (peminjam/saudara yang kebetulan membutuhkanuang) mampu membayar hutangnya, dan kedua, zakat diwajibkan kepada kreditur setelahpiutangnya mencapai haul sejak tanggal transaksi.

Lebih jelasnya, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam Fatawa Az-Zakahmenjelaskan piutang apabila mudah menagihnya, maka harus menzakatinya setiap kali genapsetahun. Adapun jika orang yang berhutang sulit membayarnya dan tidak dapat mengambilpiutang darinya, maka tidak wajib membayar zakatnya.

Jika sang pengutang adalah orang miskin yang tidak punya apa-apa sehingga ia tidak bisamelunasi hutangnya. Tentang ini, Allah menyuruh kita untuk memberikan toleransikepadanya. Allah berfirman: "Maka, jika ia memiliki kesulitan, maka berilah ia tenggang waktuhingga ia bisa melunasimu." Q.S. Al-Baqarah: 280. Dengan demikian, jika harta kita ada ditangan orang yang keadaannya seperti itu, maka sekali lagi tidak ada kewajiban zakat.

Persoalan kemudian; Bisakah piutang macet menjadi zakat?

Dalam hal ini ada dua pendapat ulama; Pertama, menggugurkan piutang dan menghitung halitu sebagai pembayaran zakatnya adalah tidak boleh. Karena, apabila orang yang melakukanzakat dengan cara ini adalah orang yang sudah putus asa dari mengambil/menarik kembalipiutangnya yang ada di tangan orang lain. Maka, dengan cara ini seakan-akan ia telahmenyerahkan sebagian hartanya sebagai zakat sehingga terbebaslah dirinya dari tanggung-jawab zakat yang seharusnya ia berikan kepada orang fakir-miskin.

Kedua, menggugurkan piutang dan menghitung hal itu sebagai pembayaran zakatnya adalahboleh, dengan catatan harus dilakukan terlebih dahulu memberi tempo kepada orang yangberhutang hingga mereka memiliki kelebihan rezeki lalu melunasi hutang mereka itu. Maka,di saat itulah jika ia ingin memberikan zakatnya kepada orang fakir atau mengembalikan lagikepada mereka untuk mengurangi hutangnya, maka hal itu boleh. Sebagai mana menurutsebagian ulama --diantaranya Al Hasan Al Basri, 'Atha' dan Ibnu Hazm lihat Al-Muhalla,5/105—yaitu membolehkan membayar zakat dengan piutang, artinya jika seseorangmempunyai piutang pada orang lain sementara orang tersebut susah hidup, maka bolehpiutang tersebut dibebaskan sebagai zakat yang dibayarkan kepada orang tersebut karenademikian itu sama halnya membayar zakat kepada orang yang sedang membutuhkan.

2. Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada ganda dalam zakat". (H.R. Bukhari dan Muslim)

Apabila harta setelah disatukan sudah mencapai nishab maka tentu saja wajib dikeluarkanzakatnya. Dalam sebuah hadits sahih riwayat Imam Bukhari menyatakan bahwa RasulullahSAW bersabda: ''Tidak boleh disatukan antara dua harta yang terpisah dan tidak boleh dipisahkanantara dua harta yang bergabung karena takut mengeluarkan zakat”. Meskipun hadits tersebutberbicara tentang syirkah (usaha bersama), boleh juga diterapkan dalam harta kita. Hal iniuntuk menghindari terjadinya double zakat dalam mengeluarkannya. Jika harta kita telahsampai pada nishabnya, maka keluarkanlah zakatnya.

Page 112: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

111

Firman Allah:

“Dan tegakkanlah shalat, dan tunaikanlah zakat.” Q.S. Al-Baqarah (2): 110. , “Dan jika merekabertaubat, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, maka mereka sudah menjadi saudara-saudarakalian dalam agama Islam ini.” Q.S. Al-Taubah (9): 11

Menurut Dr. Husein Sahata, Pakar Ekonomi Islam Mesir, dalam kitabnya Dalil Hisâb al-Zakât, prinsip penggabungan harta kekayaan yang sejenis diperbolehkan menggabungkandua (atau lebih) macam kekayaan dari jenis yang sama. Seperti zakat profesi dengan barangdagangan, atau rental. Dan tidak boleh melakukan penggabungan harta kekayaan yangberlainan jenis, misalnya hewan ternak digabung dengan barang dagangan atau hasilpertanian dan buah-buahan yang berbeda nishabnya masing-masing.

Menurut ulama fiqih zakat ada yang dapat digabungkan dan ada juga yang dipisah.Kalau motor tidak ada zakat, sebab sebagai kendaraan yang dipakai aktivitas pribadi sehari-hari, kecuali kalau motor tersebut dijual (sebesar Rp.10 juta), maka perhitungan zakatnya bisadigabungkan dengan investasi yang lainnya. Adapun investasi 25 juta, dan 4 dinar emas dapatdijadikan satu yaitu dengan qias simpanan yang wajib dikeluarkan zakatnya.

Investasi diwajibkan berzakat dengan syarat cukup nishab dan sudah haul. "Bila engkaumemiliki 20 dinar emas (simpanan, tabungan, investasi) dan sudah mencapai satu tahun maka zakatnyasetengah dinar (2,5%)". (HR Ahmad). Bahkan Rasulullah mengecam bagi orang yang engganberzakat sebagaimana dalam sabdanya: “Tiadalah bagi pemilik simpanan (investasi) yang tidakmenunaikan zakatnya, kecuali dibakar diatasnya di neraka jahanam” (HR. Bukhori)

Adapun Perhitungan zakat Saudara & d dapat dicermati sebagai berikut:A. Investasi- investasi dalam bentuk tabungan Rp. 25.000.000,-- investasi 4 dinar emas,- @asumsi 1 dinar Rp. 1300.000 X 4 = Rp. 5.200.000Total Investasi: Rp. 32.000.000,-

B. NishabNishab senilai emas 85 gram (harga emas sekarang @se-gram Rp. 300.000) = Rp.25.500.000,-

C. Zakatkah?

Berdasarkan simulasi data Saudara &y tersebut (sebesar Rp. 32.000.000,-) berarti saudarawajib mengeluarkan zakat 2,5% x Rp. 32.000.000,- = Rp. 800.000,- sebab sudah melebihinishabnya (85 gram emas = Rp. 25.500.000,-).

Demikian semoga dapat dipahami. Waallâhu A’lam.

Page 113: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

112

PENUTUP

Ibnu Rusyd dalam kitabnya Bidayat al-Mujtahid menjelaskan zakat itu terbagi menjadi dua zakatnafs atau dikenal zakat al-fithri dan zakat mâl. Menurut ulama kontemporer zakat mâl dibagimenjadi dua: pertama zakat mâl bersifat tafsili (terinci) sebagaimana telah dipraktekkanRasulullah Saw bahwa obyek zakat ada lima obyek, dan kedua zakat mâl bersifat ijmali(global/umum) seperti zakat tabungan, investasi, profesi, perusahaan dan sebagainya.

Zakat profesi atau penghasilan dan zakat perusahaan adalah diantara istilah yang munculdewasa ini yang tak lekang dari aktivitas kita bekerja selama 24 jam. Umumnya ulamakontemporer berpendapat wajib dikeluarkan zakatnya berdasarkan dalil-dalil yang umum danbeberapa riwayat dari para sahabat Nabi Saw serta praktek orang setelahnya seperti Umar binAbdul Aziz.

Oleh karenanya semua harta yang cukup nisab, menurut ulama kontemporer wajib dizakati,sebagaimana sabda Rasulullah “Tunaikanlah zakat harta kamu” (HR. Tirmidzi) Perlu diketahuiharta yang kita keluarkan untuk zakat pada hakikatnya tidak berkurang melainkan bertambah.“Tidak berkurang harta orang yang berzakat, tetapi bertambah” (HR. Tirmidzi) Bahkan, orangyang menunaikan zakat dikategorikan Allah mereka memperoleh kemenangan/kebahagiaan(QS. Al-A’la: 14-15) Allah juga mudahkan segala urusannya menjadi gampang, akandiganjarkan pahala di sisi sepuluh kali lipat bahkan sampai 700 kali lipat. Mereka juga akandijanjikan oleh Allah dimasukkan ke dalam syurga Firdaus. (Qs. Al-mu’minun : 10-11)

Hal ini sesuai dengan makna zakat secara bahasa zaka (suci), thaharoh (bersih), an-nama`(berkembang), al-barakah (berkah), ash-Shulhu (beres). Oleh karenanya orang yang berzakatmaka jiwanya menjadi suci, hartanya menjadi bersih, berkembang, berkah dan beresdihindarkan oleh Allah Swt segala mara bahaya. “Zakat menolak musibah/bala/cobaan” (HR.Muslim)

Sebaliknya mereka yang enggan berzakat dan tidak mempercayai akan ganjaran pahala di sisiAllah baik di dunia maupun di akhirat maka mereka akan dimudahkan oleh Allah menujukesukaran/kesulitan. (QS. Al-Lail (92): 4-5) Mereka juga dikategorikan orang yang telahmengotori jiwa/hartanya (QS. Asy-Syams : 10) Mereka tidak memperoleh kebahagiaan justrumendapatkan siksa yang pedih di sisi Allah SWT (QS. At-taubah (9): 34-35) Mereka dijebloskanke dalam Syaqr/neraka (QS. Al-Mudatstsir: 42-45)

Alhasil, ingatlah saudaraku, pada dasarnya saat kita melakukan amal kebajikan denganberzakat dan melakukan amal keburukan tidak menjalankan perintah Allah seperti zakatuntuk diri kita sendiri. (QS. Al-Isra (17):7)

Demikianlah telah selesainya tulisan ini dihadapan pembaca, penulis memanjatkan rasa syukurke hadirat Allah Swt atas tersusunnya buku ini. Meskipun buku ini merupakan kumpulan daritulisan-tulisan jawaban atas pertanyaan seputar zakat kontemporer sehari-hari, namundiharapkan semoga memberikan manfaat dan menunjang khazanah perzakatan di Indonesia.Waallâhu a’lam

Page 114: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

113

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ubayd, Kitab al-Amwal, Beirut: Dar al-Kutub, 1986

Abu Yusuf, Kitab al-Kharaj, Beirut: Dar al-Ma’arif, 1979

Adam, Yahya bin, Kitab al-Kharaj, Beirut: Dar al-Ma’arif, 1979.

Ahmed, Ziauddin, Munawar Iqbal; M Fahim Khan, Fiscal policy and resource allocation inIslam, (Islamabad, Pakistan : the International Centre for Research in Islamic Economics,King Abdul Aziz University, Jeddah, by Institute of Policy Studies, 1983)

Al-Baladhuri, Ahmad ibn Yahya Ibn Jabir, Futûh al-Buldân, (Al-Kutub al-‘Arabiyyah, 1901)

Farid, F.R., A Theory of fiscal Policy in An Islamic State, Reading in Public Finance in Islam,

Islamic Research dan Training Institute (IRTI), Islamic Development Bank (IDB), 1996.

Hassanuzaman, Economic Functions of An Islamic State (The Early Experience), The Islamic

Foundation, Leicester UK, 1991. (Dikutip dari Ali Sakti, 2007)

Hafiduddin, Didin, “Zakat dalam Perekonomian Modern”, (Jakarta, Disertasi IAIN Jakarta,

2001)

Hitti, Philips K. , History of the Arabs, London: R & R. Clark, 1958.

Ibn al-Jawzi, Abdurrahman, Sirat wa Manaqib Umar Ibn Abdul Aziz al-Khalifat az-Zahid,

Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1984/1404.

Ibn Hazm, Al-Muhalla (Mesir: Mathba’ah al-Nahdhah, 1347H)

Ibn Katsir, Sirat al-Nabawi, Beirut: Dar al-Fikr, 1978.

Ibn Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim, Beirut: Dar al-Fikr, 1966.

Ibn Taimiyyah, Majmu’ Fatawa Syaikh al-Islam, Riyadh: Mathba’ah al-Riyadh, 1963.

Ibn Zanzawaih, Kitab al-Amwal, Riyadh: King Faisal Center for Islamic Research and Studies,

1986.

Ibnu Rusyd, Bidayat al-Mujtahid, (Beirut: Dar al-Fikr, tt)

Al-Jami’ie, Hamzah, Al-Zakah Hiya al-Hallu, Maktabah Nahdhah Mashriyyah, Cairo,tt

Al-Jauziyah, Ibn al-Qayyim, I’lam al-Muwaqi’in, Kairo: Dar al-Mu’ashirah, t.t.

Mirakhor, Abbas, Moslem Contribution to Economics, dalam Baqir Al-Hasani dan AbbasMirakhor (ed)., Essay on Iqtishad: The Islamic Approach to Economic Problems, USA:Nur Corporation, 1989.

Al-Mawardi, Al-Ahkam al-Sulthaniyyah, Beirut: Dar al-Kutub, 1978.

Al-Nawawi, Minhaj al-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, Mesir: Dar al-Ihya’ al-Kutub al-

‘Arabiyyah, 1343.

Page 115: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

114

Rajab, Ibnu, al-Istikhraj li Ahkam al-Kharaj, Beirut: Dar al-Fikr, 1995.

Al-Razi, Fakhruddin, Tafsir al-Kabir, Beirut: Al-Tijariyah, 1993.

Asy-Syatibi, al-Muwafaqat, Beirut: Dar al-Fikr, 1995.

asy-Syaukani, Muhammad bin Ali, Fath al-Qadir al-Jami’ baina Fann ar-Riwayah wa ad-

Ditayah fi ‘Ilm at-Tafsir, Mesir: Maktabah Dar al-Kutub, 1992.

Sabzwari, M.A. , Fiscal policies in Early Islam, dalam Essays on Iqtisad the Islamic Approach to

Economic Problems, Baqir al-Hasani dan Abbas Mirakhor, ed. United State of Amerika,

Nur Corp, 1989

Salim, Arskal , The shift in Zakat practice in Indonesia : from piety to an Islamic socio-political-economic system, (Chiang Mai : Asian Muslim Action Network, 2008.)

Shad, Abdur Rahman, Zakat and 'Ushr, (California: Kazi Publications, 1986)

Syahatah, Sauqi Ismail, Muhâsabah Zakat al-Mâl ‘Ilman wa ‘Amalan, (Kairo: Maktabah Angelo

al-Mishriyyah, 1970)

Ridlo, Taufik, Zakat Profesi dan Zakat Perusahaan, (Jakarta: IMZ, 2007)

Zallum, Abdul Qadim, al-Amwal fi ad-Daulah al-Khilafah, Malaysia: Dar al-‘Ilmi, 1988.

Al-Zuhaily, Wahbah, Al-Fiqh al-Islamy wa adillatuhu,(Damaskus: Dâr el-Fikr, 1997), juz 3

Page 116: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

115

INDEKS

AAbdullah bin Baz 104Abu Ubaid vii, ixAbu Yusuf 96Al-Amwâl az-Zakawiyyah viiAyah 80, 82, 90Amil Zakat 98, 102Asuransi Pendidikan 21, 31, 32

BBAZ 5, 9, 17Brutto 70, 74Bisnis 21, 37, 38

CCara 52, 58, 66

DDistribusi 89, 94Dagang 60, 61Dampak 27

EEkonomi vii, 17, 27Emas vii, 17, 28

FFakir 96, 100

GGaji 68, 69, 71Gadai 21, 35

HHukum 62, 63

IImam Malik 82Infak 4, 5Istri 90, 96,

Ibu Hamil 49Investasi 21, 27

JJual Rumah 21, 24

KKeadilan 68Kemiskinan 91Keponakan 75, 76Keluarga 77, 78Kakak 88, 89Kebutuhan sehari-hari 27Kerugian 51, 53Kendaraan 29, 30

LLAZ 9,17Langsung 91

MMUI 72Miskin 93Malas 75,77Menghitung Zakat 73Mobil 42

NNiat 6Netto 74

OOrang Kaya 86Obyek Zakat viid

PPajak 61Piutang 63Pendapatan 53Perdagangan 69

Page 117: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

110

RRumah 21, 22

SSaham 64Sedekah 7Saudara 88, 90Subyek Zakat viiiSyarat 14

TTanggung Jawab 91, 93Tanah Kavling 21, 33Tabungan 21, 42

UUmar bin Abdul Azis ixUtsman bin Affan viiUpah 98

WWahbah az-Zuhaili 9, 23, 56

YYatim 75, 100, 101Yusuf Al-Qardhawi 8, 19, 55

ZZakat 1, 2, 76Zakat Profesi 70, 71, 72,73Zakat Perusahaan 51, 53, 62, 64Zakat Fitrah 75, 80, 81Zakat Mal 35, 36ZIS 1, 2,3

Page 118: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

i

BIODATA PENULIS

Muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA lahir di Bekasi, 12 Januari 1978.

Menyelesaikan pendidikan tingkat dasar sampai menengah atas di Pesantren

Sullamul Istiqomah Bekasi 1997 di bawah asuhan KH. Muhammad Ahyad

Noer. Kemudian penulis melanjutkan studinya pada Jurusan Manajemen

Dakwah Fakultas Dakwah IAIN Jakarta dan lulus 2001 dengan predikat

kelulusan “Cum Laude” dan juga memperoleh penghargaan sebagai

Mahasiswa Terbaik. Di samping itu, penulis juga menimba ilmu pengetahuan

di bidang Hadis dan Ilmu Hadis pada High Institute for Hadith Sciences Darus-Sunnah di

bawah bimbingan Prof. Dr. KH. Ali Mustofa Ya’qub, MA dan memperoleh gelar “Licence” 2002.

Penulis juga memperoleh gelar pendidikan “MA” pada Konsentrasi Ekonomi Islam Sekolah

Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2007. Kini penulis sedang menyelesaikan

program Doktor di kampus yang sama -- pada Program S-3 Konsentrasi Ekonomi Islam

Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta—dengan judul disertasi: “Zakat

Penghasilan pada Masa Awal Islam: Studi pada Abad I H sampai Abad 3 H”.

Sejak tahun 2009 hingga kini penulis adalah Konsultan Syariah pada Indonesia Magnificence of

Zakat (IMZ) salah satu jejaring pada Dompet Dhuafa. Penulis juga mengasuh Rubrik Konsultasi

Zakat di Majalah Sharing (Inspirasi Ekonomi dan Bisnis Syariah), dan di situs eramuslim.com.

Aktivitas penulis juga tak bisa dilepaskan dari aktivitas berdakwah, sosialisasi zakat dan

ekonomi Islam. Beliau sering mengisi seminar nasional/training tentang zakat dan ekonomi

Islam di berbagai perusahaan, masjid, majlis taklim dan BAZ/LAZ di Indonesia.

Penulis pernah menjabat sebagai Wakil Ketua III Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)

Binamadani 2009. Kegiatan mengajar sebagai Dosen telah dilakukan penulis di berbagai

kampus diantaranya STEI SEBI Jakarta, FIDKOM UIN Jakarta, STAI Binamadani dan FSH UIN

Jakarta. Beliau juga pernah mengajar Ekonomi Islam di Pesantren Luhur Mahasiswa

Sabilussalam Ciputat 2001-2002.

Di samping itu, penulis aktif di berbagai lembaga ekonomi Islam dan lembaga dakwah.,

Sekretaris BMT Cita Sejahtera Ciputat (2005-2008), Sekjen LAZIS FDK UIN Jakarta (2007-2009),

Sekjen Pusat Pengkajian Ekonomi Islam (P3EI) UIN Jakarta (2005-2009), menjadi pengurus

Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Komisyariat UIN Jakarta, Manajer Training Marketting

CIRTIE 2009, sebagai peneliti pada Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun

2003, peneliti pada Badan Perencanaan Daerah (BAPEDA) DKI Jakarta tahun 2003. Menjadi

Wakil Sekretaris Forum Mahasiswa Pascasarjana (Forum Wacana) PPs UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta 2003-2005. Kini penulis sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI)

Kecamatan Medan Satria Bekasi Jawa Barat (2008-kini), Wakil Ketua Korps Muballigh Uswatun

Page 119: Buku 24 hours of  contemporary zakat karya  muhammad Zen, S.Ag, Lc, MA

ii

Hasanah Jakarta (2009-kini), Sekretaris Ikatan Da’i Ar-Risalah Ciputat (2007–kini), Pengasuh

Majelis Taklim Darul Qur’an Bekasi. Penulis juga pernah menjabat sebagai Presiden Badan

Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah (BEMF-D) IAIN Jakarta 1999-2000. Aktivis HMI Cabang

Ciputat. Ketua Divisi Public Relation Keluarga Penerima Beasiswa (KARIBIS) Dompet Dhuafa

Republika. Di samping itu sebagai Sekretaris Jenderal Lembaga Kajian Ekonomi Islam (LKEI)

Jakarta 2002-2004.

Dalam belajar ilmu bisnis, penulis pernah menjadi Direktur Syahid Computer (SC) Koperasi

Pegawai Negeri UIN Jakarta (2002-2006). Penulis juga pernah mengisi pengajian di radio Suara

Edukasi 14.40 am dan tv dnk FIDKOM UIN Jakarta, di samping aktif di berbagai media massa

nasional, buletin, jurnal, majalah, baik sebagai penulis, pemimpin redaksi maupun redaktur

pelaksana.