bab iv stilistika pemaparan kisah nabi sulaiman · pdf filesinopsis kisah nabi sulaiman nabi...

Click here to load reader

Post on 15-Feb-2018

241 views

Category:

Documents

7 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 74

    BAB IV

    STILISTIKA PEMAPARAN KISAH NABI SULAIMAN DALAM AL-QURAN

    PERSPEKTIF SAYYID QUTB

    A. Sinopsis dan Deskripsi Kisah Nabi Sulaiman

    1. Sinopsis Kisah Nabi Sulaiman

    Nabi Sulaiman adalah putra dari Nabi Daud. Kepada mereka, Allah

    memberi karunia berupa ilmu, kerajaan. Nabi Sulaiman diberi karunia mampu

    memahami bahasa burung, dan binatang lain yaitu semut. Sekaligus beliau

    mampu menundukkannya menjadi pasukan, juga menundukkan jin dan angin.

    Selain itu beliau juga diberi karunia berupa ilmu peradilan yang mewarisi

    orang tuanya.

    Suatu ketika terjadi pawai besar-besaran, terdiri dari golongan jin,

    manusia dan burung dengan disiplin dan tertib. Sejak barisan pertama sampai

    terakhir sangat rapi. Di pertengahan jalan beliau mendengar percakapan semut

    yang menyuruh kawanannya agar masuk ke dalam sarangnya. Beliau

    tersenyum, beliau bersyukur sebab bisa mendengarnya sehingga beliau pun

    tak menginjak kawanan tersebut.

    Nabi Sulaiman menginspeksi pasukan, namun beliau tidak menemukan

    Hudhud berada dalam barisan burung.

    Kemudian terbukti bahwa burung Hudhud itu absen, dan tanpa ijin

    sebelumnya. Pada saat seperti itu tindakan tegas harus dilakukan Nabi

    Sulaiman agar tidak terjadi kekacauan. Tidak ada lagi urusan yang ditutup-

    tutupi, Dan, bila tidak diambil tindakan tegas, akan menjadi preseden buruk

    bagi seluruh sisa pasukan, Oleh karena itu, kita dapati Nabi Sulaiman yang

    tegas mengancam seorang tentaranya yang absen dan melanggar aturan.

    Nabi Sulaiman akan menghukum Hudhud jika pergi tanpa mempunyai

    alasan. Akan tetapi kedatangan Hudhud justru mencengangkan hati beliau

    ketika berkata, Aku mempunyai kabar yang belum pernah engkau dengar.

  • 75

    Burung Hudhud pun menceritakan tentang apa yang diketahuinya,

    yaitu kerajaan yang dipimpin perempuan. Sangat disayangkan kerajaan yang

    sangat besar, namun sang ratu itu masih menyembah matahari. Ratu itu

    bernama Bilqis dan kerajaan itu bernama Saba.

    Hudhud diperintah Nabi Sulaiman untuk mengirimkan surat kepada

    kerajaan itu. Surat itu dijatuhkan di sisi Bilqis. Bilqis melaporkan kepada para

    pembesar kerajaan bahwa ada surat dari Nabi Sulaiman. Mereka

    bermusyawarah. Setelah semua berpendapat dan keputusan di tangan Bilqis.

    Ratu Bilqis memutuskan untuk mengirim utusan dengan membawa hadiah.

    Sebab ia tak menghendaki adanya peperangan. Rencananya, bila hadiah itu

    diterima Nabi Sulaiman, maka yang diinginkan Nabi Sulaiman adalah harta

    dunia. Sedangkan kalau menolak, mungkin lantaran masalah prinsip yang

    tidak mau ditundukkan harta.

    Nabi Sulaiman menolak dengan membuat alasan bahwa hadiah itu tak

    bernilai. Beliau pun membiarkan utusan itu pulang tanpa meninggalkan

    hadiah itu untuk Nabi Sulaiman.

    Nabi Sulaiman mengetahui bahwa Ratu Bilqis akan mengunjungi

    kerajaannya. Beliau pun berdiskusi dengan para tentaranya. Dalam

    rencananya beliau ingin memberikan kejutan kepada Bilqis. Beliau

    menawarkan siapa yang bisa memindahkan kerajaan Bilqis ke kerajaan Nabi

    Sulaiman. Seorang yang berilmu dari tentaranya bersedia memindahkan

    kerajaan Bilqis sebelum mata berkejap.

    Ketika ratu Bilqis datang, ia merasa heran. Ia mencurigai kalau yang di

    hadapannya adalah istananya. Ia takjub. Bagaimana Nabi Sulaiman bisa

    memindahkannya?

    Nabi Sulaiman mempersilakan masuk ke dalam istana. Bilqis

    mendapatkan kejutan lagi, istana dari kristal yang fondasinya di atas air.

    Tampak seperti air kolam besar. Nabi Sulaiman menjelaskan bahwa istana

  • 76

    licin itu terbuat dari kaca. Lantas Bilqis pun mendapat hidayah untuk berserah

    diri pada Allah.

    Nabi Sulaiman dalam masa tuanya diuji, tentang nikmat yaitu kuda

    yang disukainya, sehingga melalaikan diri kepada Allah. Beliau bertaubat

    kepada Allah. Wafatnya dirahasiakan, tidak ada yang mengetahui perihal

    wafatnya, termasuk para jin.

    2. Deskripsi Kisah Nabi Sulaiman

    Kisah Nabi Sulaiman ditampilkan sebanyak kurang lebih 47 ayat

    dalam 5 surat; QS. al-Naml (27), al-Baqarah (2), al-Anbiya> (21), Saba> (34)

    dan Sha>d (38).1 Kisah dengan episode panjang terletak dalam QS. an-Naml

    dan yang lainnya adalah kisah-kisah pelengkap episode atau sekedar repetisi

    dengan maksud tujuan tersendiri.

    Surat/Ayat Tentang

    Al-Anbiya (21): 78-79 Nabi Daud Dan Nabi Sulaiman memberi

    keputusan mengenai makanan yang

    dirusaki oleh kambing kaumnya.

    Al-Anbiya (21): 81-82 Allah menundukkan angin dan segolongan

    setan bagi Nabi Sulaiman

    Saba (34): 12-13

    Perjalanan dengan angin di waktu sore

    sama dengan perjalanan yang ditempuh

    dalam satu bulan

    Al-Baqarah (2): 102 Orang Yahudi menuduh Nabi Sulaiman

    melakukan perbuatan sihir, padahal tidak

    demikian

    Al-Naml (27): 15

    Nabi Daud dan Nabi Sulaiman bersyukur

    atas keutamaan yang diberikan Allah

    Al-Naml (27): 16-17

    Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan ayahnya,

    Nabi Daud

    Al-Naml (27): 20-26 Pembicaraan Nabi Sulaiman dengan

    Hudhud yang tidak hadir dalam barisan,

    Hudhud ternyata membawa kabar tentang

    1 Choiruddin Hadhiri SP, Klasifikasi Kandungan al-Qur'an, (Jakarta: Gema Insani Press,

    2005), h. 147.

  • 77

    Saba

    Al-Naml (27): 28-31 Nabi Sulaiman berkirim kabar kepada

    Bilqis, ratu Saba'

    Al-Naml (27): 35-37 Bilqis pun mengirim seorang utusan

    dengan membawa hadiah, namun

    ditolaknya.

    Al-Naml (27): 38-40 Jin Ifrit dan orang yang berilmu

    menyetujui akan membawa singgasana

    Bilqis dalam sekejap

    Al-Naml (27): 42-44 Bilqis terpukau dan memasrahkan dirinya

    mengikuti ketauhidan Nabi Sulaiman.

    Saba (34): 15

    Saba merupakan negeri yang melimpah

    rizki

    Saba (34): 16

    Namun ketika mereka ingkar terhadap

    nikmat Allah, maka bencana banjir pun

    menimpanya

    Shad (38):34-39

    Nabi Sulaiman mendapat cobaan dari

    Allah berupa kenikmatan dan sakit

    Saba (34): 16 Tidak ada yang dapat menunjukkan

    kematian Nabi Sulaiman.

    B. Gaya Pemaparan Kisah Nabi Sulaiman Menurut Sayyid Qutb

    1. Karakteristik Pemaparan

    Dilihat dari munculnya penokohan, kisah Nabi Sulaiman ditampilkan

    dimulai ia telah menginjak dewasa, seperti seusia ayahnya ditampilkan dalam

    al-Qur'an, di mana ia duduk bersama dan memutuskan kasus tanaman (QS. al-

    Anbiya> (21): 78). Keputusan yang dijatuhkannya dalam perkara ini, saat ia

    masih berusaha dini, merupakan suatu bukti yang menunjukkan bahwa Allah

    telah mempersiapkan Nabi Sulaiman untuk mengatur kerajaan yang sangat

    besar.2

    Dilihat dari panjang pendeknya episode yang ditampilkan, kisah Nabi

    Sulaiman ditampilkan dalam bentuk episode-episode yang panjang. Nabi

    Sulaiman menjadi hakim dalam perkara tanaman, diangkat menjadi raja,

    2 Sayyid Qutb, Tash}wi>r al-Fanni> fi al-Qura>n, (Kairo: Da>r al-Syuru>q, 2002), h. 164.

  • 78

    tergoda oleh kuda-kuda yang bagus, dan ia memohon ampunan kepada Allah

    dari fitnah ini. Setan-setan dan angin ditundukkan baginya. Kemudian fitnah

    lainnya yang tidak disebutkan penyebabnya dalam al-Qur'an tetapi menurut

    kitab Taurat fitnah itu adalah wanita kisahnya bersama semut, burung

    Hudhud serta Ratu Bilqis. Dan kematiannya dalam keadaan bertopang pada

    tongkatnya dan setan-setan tidak mengetahui kematiannya.3 Demikian adalah

    episode-episode kisah itu ditampilkan secara terpisah.

    2. Ilustrasi

    Kisah Nabi Sulaiman menurut Sayyid Qutb, mempunyai karakteristik

    ilustrasi yang khas, di mana kisah ini menyimpan banyak keindahan, namun

    tanpa luput dari pesan keagamaan.4

    .

    Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak

    melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku

    benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-

    benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku

    dengan alasan yang terang". (QS. Al--Naml (27):20-21).

    Ini merupakan episode pertama. Dalam episode ini, memaparkan

    episode seorang raja yang tegas dan nabi yang adil, juga seorang lelaki yang

    bijak. Nabi Sulaiman adalah raja yang selalu memperhatikan dan mengontrol

    rakyatnya.5 Tafaqqada berarti mencari sesuatu yang tidak hadir.6

    3 Ibid., h. 166.

    4 Ibid., h. 210

    5 Ibid.

    6 Ibn Manz}ur al-Ansa>ri, Lisa>n al-Arabi> Jilid 3, (Beirut: Dar al-Kutb al-Ilmiah, 2005), h. 336.

  • 79

    Pada ayat tersebut, pemeriksaan Nabi Sulaiman menggunakan gaya

    istifha>m yang khas. ma> adalah kata untuk menanyakan keterangan nama atau

    hakikat sesuatu yang bernama.7 Namun dalam ayat di atas ma> dilanjutkan

    dengan liya menggantikan pengganti al-alif yang membutuhkan am

    setelahnya. Ma> di situ membedakan antara ma> mubtada dan ma> at}af.

    Sedangkan ya adalah ya nafs (diri). Ma> liya menggambarkan keadaan diri

    Nabi Sulaiman, di mana seorang raja yang menggerutu kesal tak melihat

    kehadiran Hudhud, ia merasa kecolongan dari pada etika seorang pasukan

    yang harus teratur dalam barisan.8

    Kemudian pada QS. Al--Naml (27): 22-26 adalah