bab ii pembahasan struktur cerita lima teori yang digunakan dalam analisis struktural ini adalah...

Click here to load reader

Post on 25-Dec-2019

33 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 30

    BAB II

    PEMBAHASAN

    A. Struktur Cerita Lima Cerkak Karya Nono warnono

    Bab ini memaparkan sebuah analisis struktural kelima cerkak karya Nono

    Warnono yang dimuat dalam Antologi CerkakMalaikat Jubah Putih (2014). Analisis

    struktural dalam karya sastra sangat penting dilakukan agar dapat mengetahui

    kandungan isi cerita yang dapat dicapai dengan memahami unsur-unsur yang

    membangun struktur ceritanya. Teori yang digunakan dalam analisis struktural ini

    adalah analisis cerkak yang dikemukakan oleh Stanton dalam bukunya yang berjudul

    Teori Fiksi (2007).

    Menurut Stanton struktur cerita dibangun oleh unsur-unsurnya, yaitu fakta-fakta

    cerita (alur, latar,tema,dan penokohan/karakter) dan sarana-sarana sastar (judul, sudut

    pandang, ironi, gaya dan tone, dan simbolisme).Kelima cerkak karya Nono warnono

    yang menjadi objek penelitian akan diberikan nomer urut satu hingga lima, sehingga

    berturut-turut diberikan kode “cerkak 1” hingga “cerkak 5”, tanda urut ini

    merupakan singkatan yang berlaku di dalam keseluruhan penelitian, tutjuannya untuk

    mempermudah analisis ini.

    Cerkak 1 berjudul Malaikat Jubah Putih

    Cerkak 2 berjudul Tanggapan Ing Cungkup Dhompoh

    Cerkak 3 berjudul Dhemit gunung Pegat Mantu

    Cerkak 4 berjudul Tendha Sanga Wolu

    Cerkak 5 berjudul Ula Memba-Memba

    1. Fakta Cerita

    Fakta-fakta cerita atau unsur faktual terdiri dari alur/plot, karakter, dan latar. Ketiga

    unsur tersebut menjelaskan berbagai bentuk peristiwa/kejadian yang menjadi bagian

  • 31

    penting dari masing-masing cerita.Berikut ini disajikan deskripsi unsur-unsur cerita

    sebagaimana dimaksud.

    A. Alur

    Alur merupakan tulang punggung cerita, sebuah cerita tidak akan pernah seutuhnya

    dimengerti tanpa adanya pemahaman terhadap peristiwa-peristiwa yang

    mempertautkan alur. Sama halnya dengan elemen-elemen lain alur memeiliki hukum-

    hukum sendiri, alur hendaknya memiliki bagian awal, tengah, dan akhir yang

    memunculkan sekaligus mengalhiri ketegangan-ketegangan(Stanton, 2077:28).

    Alur memiliki beberapa tahapan dalam sebuah karya sastra.Tahap alur merupakan

    rangkaian peristiwa dalam sebuah cerita.Terdapat tiga jenis alur, yaitu alur progresif

    atau kronologi atau disebut juga alur maju, regresif atau flashback atau disebut juga

    alur mundur, yang terakhir alur campuran. Alur dibagi menjadi lima bagian yaitu,

    tahap awal, tahap tengah (konflik dan klimaks) dan akhir.

    Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kelima cerkak karya Nono Warnono ini

    memiliki alur yang beraneka ragam. Tidak semua cerkak menggunakan jenis alur yang

    sama. Ada beberapa cerkak yang menggunakan jenis alur maju, beberapa

    menggunakan jenis alur mundur, dan juga alur campuran.

    a) Awal

    Cerkak 1Malaikat Jubah putih

    Cerkak 1 memiliki alur progresif atau alur maju.Di awal menceritakan tentang

    seorang tokoh “aku” yang sedang menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Dikatakan

    alur maju karena di awal cerita ini, dijelaskan mulai dari kedatangan tokoh “aku” di

    kota madinah, yang lalu melaksanakan beberapa rangkaian ibadah haji secara

    berurutan di kota tersebut, bersama istri dan romobongannya dari Indonesia.

  • 32

    Cerkak 2Tanggapan Ing cungkup dhompoh

    Cerkak 2 menggunakan alur campuran, menceritakan tentang Joko Karim atau

    orang-orang biasa memanggilnya Joko Tarub, karena profesinya sebagai Pegawai

    Negeri Sipil, dan juga menyewakan tarup atau terop. Dikatakan alur campuran karena

    di awal cerita diceritakan tentang sejarah Joko Karim mendirikan usaha sewa tarup

    yang sudah lama sekali, jauh sebelum ia menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil. Dulu

    usahanya sangat kecil dan seiring berjalannya waktu menjadi usahanya terus

    berkembang menjadi besar, ini merupakan alur regresif atau mundur, setelah itu alur

    kembali ke progresif di tengah hingga akhir cerita.

    Cerkak 3Dhemit Gunung Pegat Mantu

    Cerkak 3 menggunakan alur maju atau progresif, alur ini menceritakan tentang

    seorang tokoh yang bernama Nono yang berprofesi sebagai MC (Master Of

    Ceremony) atau pembawa acara di acara pernikahan. Malam itu Nono akan

    memimpin sebuah acara pernikahan, namun Nono merasa aneh ia merasa malam itu

    berbeda, padahal sudah hampir sepuluhtahun lebih ia menekuni profesi tersebut,

    namun baru kali ini ia merasa tidak tenang, hatinya merasa khawatir dan berdebar-

    debar. Kegelisahannya bertambah ketika waktu mulai beranjak malam namun,

    jemputan dari tuan rumah seperti yang dijanjikan belum juga datang.Terlihat pada

    kutipan berikut.

    “Wengi iki beda karo adate. Ati tidha-tidha.Awak sakojur krasa gemeter.Ana rasa

    aneh rumasuk. Embuh daya kekuatan apa sing nyawabi. Kamangka luwih saka

    sepuluh taun mrangguli panggung pranatacara.”(Nono,2014:68)

    Terjemahan :

    “Malamini berbeda dengan biasanya.Hati terasa gelisah.Seluruh badan terasa

    gemetar.Ada rasa aneh yang merasuk. Entah kekuatan apa yang menghampiri.

    Padahal lebih dari sepuluh tahun menggeluti panggung pembawa acara.”

  • 33

    Cerkak 4 Tendha Sanga Wolu

    Cerkak 4 menggunakan alur maju, pada bagian awal diceritakan tokoh “aku”

    dijadikan sebagi ketua panitia kegiatan perjusami di tempat kerjanya yang baru.

    Tokoh “aku” merasa keberatan dan khawatir, karena ia belum begitu mengenal

    bagaimana cara kerja teman-teman barunya di sana, walaupun sebenarnya sudah

    lama terjun di dalam duina Pramuka. Sehubungan dengan hal tersebut dapat

    dibuktikan pada kutipan teks berikut.

    “Satemene aku rumangsa kabotan ketiban tugas dadi ketua panitia.

    Senadyan wis lawas ambyur ing donyaning pramuka, nanging ing papan

    nyambutgawe anyar iki aku durung ngaweruhi kanthi gamblang cara

    nyambutgawene kanca-kanca satemene.”(Nono, 2014:30)

    Terjemahan :

    “Sebenarnya aku merasa keberatan diberikan tugas sebagai ketua panitia.

    Walaupun sudah lama terjun di dunia pramuka, tapi bekerja di tempat baru

    ini aku belum tahu bagaimana cara kerja teman-teman yang sebenarnya.

    Cerkak 5

    1. Anisa Rahmatika S (C0314004)

    2. Melsiana Shera RR (C0314025)

    3. Ridha Adiati (C0314037)

    Ula Memba-Memba

    Cerkak 5 menggunakan alur campuran, di awal cerita menceritakan tentang roda

    kehidupan yang dialami oleh tokoh utama yang bernama Sasmita. Bagian awal

    diceritakan tentang sejarah hidup Sasmita sebelum ia menjadi pengusaha sukses

    seperti sekarang, di sinilah terdapat letak alur flasbback, cerita kembali ke masa lalu,

  • 34

    dan selanjutnya alur cerita kembali pada alur maju yaitu menceritakan tentang masa

    sekarang dan masa depan. Hal ini dapat dilihat dari kutipan teks sebagai berikut.

    “Lelakon uripe Sasmita kena kanggo tepa tuladha. Bungah susah ngaurip wis

    dadi sega jangan. Yen ditimbang, isih akeh susahe tinimbang rasa bungah.

    Senajan ngono ora tau ngresula nampa pandume Pangeran. Kabeh disengguh

    kadidene panodhi kesabaran sing klebu pangibadah.”(Nono,2014:144)

    Terejmahan :

    “Jalan hidup Sasmita bisa dijadikan contoh.Susah senang dalam kehidupan sudah

    biasa baginya.Jika ditimbang lebih banyak susahnya daripada rasa

    senang.Walaupun begitu tidak pernah mengeluh menerima takdir dari

    Tuhan.Semua dierima dengan sabar dan dijadikan sebagai ibadah.”

    b) Tengah

    Di tahap tengah cerita dibagi menjadi dua bagian lagi, yaitu konflik dan klimaks,

    dimana di dalam sebuah cerita konflik terjadi pada tahap tengah cerita, sedangkan

    klimaks merupakan penyelesaian dari konflik yang ada.

    Cerkak IMalaikat Jubah putih

    a. Konflik

    Di tengah cerita terdapat konflik yang di alami oleh tokoh. Konflik dalam

    cerkak 1ini bermula ketika tokoh” aku” dan bersama rombongan haji sampai di kota

    madinah dan akan melanjutkan perjalanan ke hotel, di sana semua jama’ah haji

    dipersilahkan mencari koper barangnya masing-masing. Pekerjaan tersebut

    bukanlah pekerjaan yang mudah, sangat butuh ketelitian dan kesabaran karena

    terdapat ribuan koper yang bertiumpukan disana. Dapat dibuktikan pada kutipan

    sebagai berikut .

    “Rampung dipriksa kelengkapan dokumen paspor, lan visa, kabeh banjur

    goleki kopere dhewe-dhewe. Wektu goleki koper sing ewon gungunge, klebu

    pakaryan sing abot. Akeh nguras tenaga lan pikiran. Luwih-luwih mungguhe

    jama’ah sing yuswa sepuh krasa ribet lan abot banget.”(Nono, 2014:95)

    Terjemahan :

  • 35

    “Selesai diperiksa kelengkapan dokumen paspor, dan visa, semua lalu mencari

    kopernya sendiri-sendir.Saat mencari koper yang ribuan banyaknya, merupakan

    pekerjaan yang berat.Banyak menguras tenaga dan pikiran.Lebih-lebih untuk

    jama’ah yang sudah tua usianya terasa ribet dan berat sekali.

    b. Klimaks

    Analisis klimaks pada cerkak 1 adalah ketika semua rangkaian ibadah haji telah

    terselesaikan oleh tokoh aku beserta istri dan rombongan jama’ah haji

    lainnya.Terdapat kutipan sebagai berikut.

    “kanthi tinengeran tawaf wada’. Jama’ah kudu enggal ninggalake

    pamon