bab 1 - daftar pustaka

Download BAB 1 - Daftar Pustaka

Post on 19-Jan-2016

59 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

daftar pustaka

TRANSCRIPT

BAB 1PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang MasalahKandidiasis (kandidosis, oral thrust) merupakan penyakit infeksi jamur oportunistik pada rongga mulut dan vagina. Penyakit infeksi ini disebabkan oleh Candida albicans, meskipun beberapa spesies lain seperti C. glabarata, C. tropicalis, C. krusei, C. parapsilosis juga dapat menyebabkan infeksi ini. C. albicans merupakan normal oral mikroflora, dengan 30% sampai 50% manusia membawa flora ini di mulut mereka tanpa ada infeksi dan gejala klinis1. Amphotericin B dan Fluconazole merupakan dua agen penting dalam melawan jamur pathogen pada manusia, obat-obatan jenis ini memiliki efek samping seperti efek toksik. Sehingga dibutuhkan antifungi yang lebih baik untuk melawan infeksi oleh beberapa jenis jamur, terutama spesies Candida 2.Dalam dua dekade terkahir, beberapa penelitian sedang fokus untuk menggunakan bahan-bahan herbal ataupun alami, dimana bahan-bahan ini memeliki efek samping yang lebih sedikit dibanding obat-obatan non-alami. Ekstrak komponen obat dari tanaman herbal ini seperti minyak esensial yang terkandung di dalamnya, dapat digunakan sebagai agen antimikroba, antivirus, dan antifungal. Beberapa dari minyak esensial yang didapat dari tumbuhan telah biasa digunakan untuk sakit kepala, radang sendi, merawat perubahan warna kulit, infeksi, dan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh parasit. Beberapa minyak esensial dari tumbuhan telah digunakan pada pengobatan kuno untuk melawan infeksi2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa thyme memiliki sifat atibakteri, antifungal, antiviral, antiparasitik yang kuat, lalu spasmolitik dan aktivitas antioksidan3.

1.2. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan masalah, yaitu : Apakah ekstrak thyme ( Thymus vulgaris ) dapat digunakan sebagai antifungi terhadap jamur Candida albicans ?

1.3. Tujuan Penelitian1.3.1. Tujuan UmumPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui daya antifungal ekstrak daun thyme (Thymus vulgaris) terhadap koloni Candida albicans

1.3.2. Tujuan Khusus

1.4. Manfaat PenelitianManfaat yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah memberikan informasi ilmiah mengenai efektivitas daya antifungal ekstrak daun thyme (Thymus vulgaris). Selain itu hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan gigi dan mulut, khususnya tentang penggunaan bahan alami sebagai antifungi jamur Candida albicans di rongga mulut

BAB 2TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tumbuhan Thyme ( Thymus vulgaris )2.1.1. Deskripsi UmumThymus vulgaris merupakan famili Lamiaceae, merupakan tanaman asal mediterania, dan tumbuh meluas di daerah Prancis, Spanyol, Portugal, Itali, Algeria, dan Moroko. Selebuhnya, tanaman ini juga dibudidayakan di beberapa negara lain seperti Eropa, Amerika Utara, Asia utara dan Oseania4. Thymus vulgaris (thyme) merupakan tanaman aromatik, tanaman ini digunakan untuk penggunakan dan sebagai tambahan bumbu dapur di seluruh dunia. Dalam dekade terakhir banyak penelitian in vitro di bidang farmakologi meneliti tanaman ini dan hasilnya menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki aktivitas farmakologi, baik minyak esensial yang terkandung di dalamnya, maupun ekstrak dari tumbuhan tersebut. Penggunaan non-medis tumbuhan ini patut diperhatikan, karena thyme biasa digunakan dalam makanan dan industri wewangian. Secara umum thyme digunakan dalam bidang kuliner dan digunakan sebagai pengawet untuk makanan khususnya karena tanaman ini memiliki antioksidan3.Di daerah morocco, Thymus vulgaris dikenal dengan nama zaatra or zaitra, di turkey thymus dikenal dengan nama kekik yang digunakan dalam pengobatan kuno sebagai ekspektoran, antitusif, antibronkolitik, antispasmodik, antihelmintik dan obat diuretik. Sifat aromatik dan medis dari tanaman ini membuatnya terkenal di seluruh dunia. Spesies Thymus biasanya digunakan sebagai teh herbal, bumbu masak, dan tumbuhan obat3,5,.Minyak esensial dan ekstrak tumbuhan telah digunakan selama ribuan tahun, terutama dalam pengawet makanan. Minyak esensial tumbuhan dikenal memiliki sifat antimikroba, dan secara tradisional digunakan untuk meningkatkan kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa thyme memiliki sifat atibakteri, antifungal, antiviral, antiparasitik yang kuat, lalu spasmolitik dan aktivitas antioksidan4.

2.1.2. Klasifikasi IlmiahKingdom:PlantaeSubkingdom:TracheobiontaSuperdivisi:SpermatophytaDivisi:MagnoliophytaKelas:MagnoliopsidaSubkelas:AsteridaeOrdo:LamialesFamili:LamiaceaeGenus:ThymusSpesies :Thymus vulgaris6

2.1.3. Kandungan Thyme (Thymus vulgaris)Kandungan minyak esensial Thymus vulgaris dikenal memiliki sifat medis untuk pengobatan bronkitits, batuk, maupun sakit gigi. Infusa dari tanaman herba ini juga diberikan untuk beberapa penyakit. Hal ini mungkin karena kandungan flavonoid berperan penting dalam aktivitas spasmolitik pada otot usus dan trakhea. Komponen utama dari minyak esensial pada thyme memiliki andungan thymol dan carvacrol yang memiliki sifat aktivitas antimikrobial melawan jamur, virus, cacing, bakteri gram positif dan negatif4.

Tabel 2.1 Kandungan ekstrak daun Thymus vulgarisKomponenKonten %

1,3-Octadiene0.3

1,7-Octadiene0.1

2,4-Dymethyl-2,4-heptadiene1.5

-Pinene0.8

Camphene0.3

Sabinene0.1

para-Menthene-11.8

para-Menthene-30.1

Myrcene2.4

-Phellandrene0.3

-Terpinene1.8

p-Cymene18.6

Limonene0.8

(Z)--Ocimene0.1

(E)--Ocimene0.1

-Terpinene16.5

Mentha-3,8-diene0.4

-Terpinolene0.2

p-Cimenene0.1

Borneol0.5

trans-Dihydrocarvone0.2

Thymol metil ether0.1

Thymol44.7

Carvacrol2.4

Carvacrol acetate