antara fitnah baik dan buruk · pdf filedaftar isi fitnah dan tujuannya timbulnya fitnah khair...

Click here to load reader

Post on 03-Mar-2019

219 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Antara Fitnah Baik

dan Buruk

2012

DIROSAH TAFSIRIYYAH NIA

SPIRIT ISLAM INSIDE | taimullah.wordpress.com

Daftar Isi

Fitnah dan Tujuannya

Timbulnya Fitnah Khair dan Syarr

Timbulnya Fitnah Khair

Timbulnya Fitnah Syarr

Sikap Manusia

Golongan Pertama

Golongan Kedua

Golongan Ketiga

Sabar dan Syukur

Manakah yang lebih berat

.

. . .

Ini adalah pembahasan seputar ayat Al-Quran pada surat Al-Anbiya35. Semoga bermanfaat

untuk segenap kaum Muslimin.

Fitnah dan Tujuannya

Allah berfirman;

Kami akan menguji kamu dengan Syarr (keburukan) dan Khair (kebaikan) sebagai cobaan

(yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (Al-Anbiya 35)

Ibnu Abbas berkata tentang ayat ini;

..

Kami mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai firnah, dengan susah dan

senang, sehat dan sakit, kaya dan miskin, halal dan haram, taat dan maksiat, petunjuk dan

kesesatan

Yang dimaksud fitnah disini adalah sesuatu yang mampu mengakibatkan kecelakan. Cinta

harta dunia, pangkat kekuasaan, wanita adalah fitnah karena mampu memalingkan dari

dzikir Allah, dan barang siapa berpaling dari dzikir Allah, maka baginya adzab yang pedih;

Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya

ke dalam azab yang amat berat. (Al-Jin 17)

Begitu juga bencana-bencana, akan berakibat celaka jika tidak diterima dengan sabar.

Perbuatan Ibadat dan taat juga merupakan fitnah karena mampu menimbulkan sifat

sombong seperti yang terjadi pada Iblis sehingga ia mendapat laknat dari Allah. Perbuatan

maksiat adalah fitnah bagi pelakunya juga bagi orang yang mengetahui karena dapat

tergoda untuk melakukan sehingga akhirnya sama-sama terjerumus kedalam kecelakaan.

Petunjuk itu berat bagi nafsu, sedang kesesataan ringan baginya, maka jadilah nafsu lebih

condong kepada kesesatan dari pada petunjuk, dari itu keduanya menjadi fitnah.

Tujuan dari cobaan-cobaan itu adalah agar terlihat siapakah yang paling bagus amalnya;

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang

lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. (Al-Mulk 2)

Jadi, ujian adalah untuk melihat siapa yang paling baik amalnya, bukan siapa yang paling

banyak. Ini menunjukkan bahwa kualitas amal lebih penting dari kuantitas. Amal yang sedikit

tapi berkualitas lebih baik dari amal yang banyak tapi tidak berkualitas. Kualitas suatu amal

ditentukan dengan banyaknya Dzikir dalam amal tersebut;

Dari sahl bin Muadz bin Anas Al Juhani, dari ayahnya Rasulullah, sesungguhnya seorang laki-

laki menanyai beliau,"jihad apakah yang paling besar pahalanya? Beliau menjawab, Yang

paling banyak diantara mereka berdzikir kepada Allah Tabaroka Taala" lalu dia bertanya:

orang puasa apakah yang paling besar pahalanya? Beliau menjawab, Yang paling banyak

diantara mereka berdzikir kepada Allah Tabaroka Taala. Dan dia menanyakan juga sholat

zakat, haji dan shodakoh . setiap itu pula Rasulullah menjawab: Yang paling banyak

diantara mereka berdzikir kepada Allah Tabaroka Taala. (HR. Ahmad)

Timbulnya Fitnah Khair dan Syarr

a-Timbulnya Fitnah Khair

Fitnah Khair bisa timbul dari perbuatan baik yang atau dari perbutan dosa. Adapun yang

timbul dari perbuatan dosa adalah seperti Firman Allah Swt;

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun

membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka

bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan

sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al-Anam 44)

Dari ayat diatas dapat dilihat bahwa tujuan dari diberikannya kesenangan-kesenangan para

pendosa adalah untuk menambah kecelakan pada mereka.

Karena itu Rasul Saw bersabda;

:

}

{

Jika engkau melihat Allah memberikan kepada seorang hamba kenikmatan duniawi yang dia

senangi dengan melakukan kemaksiatan, sesungguhnya itu adalah istidraj. Kemudian

Rasulullah membaca ayat yang artinya-:

Maka tatkala mereka telah melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka,

Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila

mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka

secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa. (Q.S al-Anam:44)(H.R Ahmad)

Harta benda dan kekayaan mereka selain merupakan fitnah bagi diri mereka, juga

merupakan fitnah bagi Kaum Mukminin. Dari itu Allah memperingatkan;

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada

golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka

dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. (Thaha 131)

Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah

menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka

dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam

keadaan kafir. (At-Taubah 55)

Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam

negeri.

Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan

Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. (Ali Imron 19-6-197)

Akan tetapi sungguh disayangkan kelakuan para munafikin yang lemah iman. Mereka tertipu

dengan kemegahan Negara-negara kafir, kemajuan dan kecanggihan teknologi yang mereka,

sehingga mereka mengikuti sunan mereka lagi meninggalkan sunan Nabi Muhammad yang

mulia.

Apakah mereka mencari kemuliaan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya kemuliaan

semuanya adalah kepunyaan Allah. (An-Nisa 139)

Dan adapun Fitnah Khair yang timbul dari perbuatan baik adalah seperti yang Allah Swt

firmankan;

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan

melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. (Al-Arof 96)

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al

Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat

makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. (Al-Maidah 66) Karena fitnah Khair dapat timbul dari maksiat maupun taat, maka terdapat dua pendapat

dalam menafsiri Firman Allah Swt;

,

Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap teguh di atas jalan itu, benar-benar Kami akan

memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak), supaya kami

menimpakan fitnah kepada mereka dengannya. (Al-Jin 16-17)

Yang pertama, yang dimaksud dengan Thoriqoh (jalan) adalah Thoriqoh Islam. Jadilah makna

ayat jikalau mereka tetap teguh pada Islam, dengan melaksanakan taat dan menjauhi

maksiat, maka Kami benar-benar akan memberi mereka rizki yang melimpah, untuk menguji

mereka siapakah yang tetap istiqomah dan siapakah yang berpaling dan lalai.

Yang kedua, yang dimaksud dengan Thoriqoh (jalan) adalah Thoriqoh Kufur. Jadilah makna

ayat; jikalau mereka tetap teguh di atas jalan kufur dan kesesatan, maka Kami benar-benar

akan memberi mereka rezki yang melimpahkan supaya kami menimpakan fitnah kepada

mereka dengannya. 1

1 Lihat tafsir Ibnu Katsir.

b-Timbulnya Fitnah Syarr

Sedang timbulnya fitnah Syarr adalah akibat terjadinya perbuatan salah, walau tidak sampai

ke derajat Haram atau bahkan tidak sampai ke derajat Makruh.2 Allah berfirman;

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS 42/30)

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. (An-Nisa 79)

Tujuan dari ditimpakannya fitnah ini adalah supaya manusia tersadar dari kesalahannya;

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (Al-Anam 42)

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Ar-Ruum 41)

Allah juga berfirman;

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

2 Ini banyak terjadi pada hamba-hamba yang terpilih, yang mempunyai kedekatan khusus dengan Allah sehingga kesalahan kecilpun bisa berakibat fatal.

(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang hilang dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadam