aliran air tanah

Download Aliran Air Tanah

Post on 16-Aug-2015

87 views

Category:

Education

11 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. GROUND WATER FLOW (ALIRAN AIRTANAH) Oleh : Muhammad Riyadi 1113015000051
  2. 2. Sumber Air Tanah Vados water/meteoric water : air tanah yang berasal dari curah hujan Connate water/fosil water/air tanah turbir : air tanah memang sudah ada sejak lama dan tersimpan dalam batuan sedimen Juvenile water : air tanah yang berasal dari aktivitas magma
  3. 3. HUBUNGAN AIR TANAH DENGAN GEOLOGI, HIDROLOGI, DAN MEKANIKA FLUIDA (3)(1) (2)(2) AIR TANAH GEOLOGI HIDROLOGI MEKANIKA FLUIDA 1: Mempengaruhi distribusi air tanah 2: Menentukan supply air ke dalam tanah 3: Menjelaskan mengenai gerakan air tanah
  4. 4. Media peresapan air Pori-pori tanah. Tanah yang gembur atau berstruktur remah akan meresapkan air lebih banyak daripada tanah yang pejal Retakan-retakan lapisan tanah akibat kekeringan yang pada musim hujan sangat basah dan becek, seperti tanah liat dan lumpur Rongga-rongga yang dibuat cacing dan rayap Rongga-rongga akibat pencairan berbagai kristal yang membeku
  5. 5. PROSES TERJADINYA ALIRAN AIRTANAH Air tanah merupakan bagian dari daur hidrologi, dimana air hujan yang turun ke bumi/lahan sebgaian mengalir kepermukaan tanah dan sebagian lainnya masuk ke dalam tanah yang nantinya mengalir sebagai air
  6. 6. Pembagian Air Tanah Berdasarkan kedalamannya Air Tanah freatik/dangkal Air Tanah artesis/ dalam
  7. 7. Lapisan tanah kaitannya dengan kemampuan menyimpan dan meloloskan air dibedakan atas empat lapisan yaitu : 1 Aquifer, adalah lapisan yag dapat menyipan dan mengalirkan air dalam jumlah besar. Lapisan batuan ini bersifat permeable seperti kerikil, pasir dll. 2 Aquiclude, adalah lapisan yang dapat menyimpan air tetapi tidak dapat mengalirkan air dalam jumlah besar, seperti lempung, tuff halus dan silt. 3 Aquifuge, adalah lapisan yang tidak dapat menyimpan dan mengalirkan air, contohnya batuan granit dan batuan yang kompak. 4 Aquifard, adalah lapisan atau formasi batuan yang dapat menyimpan air tetapi hanya dapat melooskan air dalam jumlah yang terbatas.
  8. 8. SIFAT BATUAN YANG DAPAT SEBAGAI AKUIFER Untuk mengetahui keadaan dan kedudukan airtanah, maka harus diketahui daerah geologinya yang berkaitan dengan kemampuan menahan, menampung dan mengalirkan air serta besar kapasitasnya. Lapisan tanah yang memiliki susunan sedemikian rupa sehingga mampu melepaskan air dalam jumlah yang cukup besar disebut AKUIFER
  9. 9. Todd (1980), Berdasarkan pengamatan lapangan, akifer dijumpai pada bentuk lahan sebagai berikut: Lintasan air (water course), materialnya terdiri dari aluvium yang mengendap di sepanjang alur sungai sebagai bentuk lahan dataran banjir serta tanggul alam. Bahan aluvium itu biasanya berupa pasir dan karikil. Lembah yang terkubur (burried valley) atau lembah yang ditinggalkan (abandoned valley), tersusun oleh materi lepas-lepas yang berupa pasir halus sampai kasar. Dataran (plain), ialah bentuk lahan berstruktur datar dan tersusun atas bahan aluvium yang berasal dari berbagai bahan induk sehingga merupakan akifer yang baik. Lembah antar pegunungan (intermontane valley), yaitu lembah yang berada diantara dua pegunungan, materialnya berasal dari hasil erosi dan gerak massa batuan dari pegunungan di sekitarnya. Batu gamping (limestone), air tanah terperangkap dalam retakan-retakan atau diaklas-diaklas. Porositas batu gamping ini bersifat sekunder.
  10. 10. Litologi atau penyusun batuan dari lapisan akuifer di Indonesia yang penting adalah: Endapan aluvial : merupakan endapan hasil rombakan dari batuan yang telah ada. Endapan ini terdiri dari bahan-bahan lepas seperti pasir dan kerikil. Airtanah pada endapan ini mengisi ruang antar butir. Endapan ini tersebar di daerah dataran Endapan volkanik muda : merupakan endapan hasil kegiatan gunungapi, yang terdiri dari bahan-bahan lepas maupun padu. Airtanah pada endapan ini menempati baik ruang antar butir pada material lepas maupun mengisi rekah-rekah/rongga batuan padu. Endapan ini tersebar di sekitar wilayah gunungapi. Batugamping : merupakan endapan laut yang mengandung karbonat, yang karena proses geologis diangkat ke permukaan. Airtanah di sini mengisi terbatas pada rekahan, rongga, maupun saluran hasil pelarutan (Gb. 4). Endapan ini tersebar di tempat- tempat yang dahulu berwujud lautan. Karena proses geologis, fisik, dan kimia, di beberapa daerah sebaran endapan batuan ini membentuk suatu morfologi khas, yang disebut karst
  11. 11. KLASIFIKASI AIR TANAH YANG BERSANGKU- TAN DENGAN PENGEMBANGAN AIR Air Tanah Dataran Alluvial : - Air susupan (influent water) - Air tanah di lapisan yang dalam - Air tanah sepanjang pantai Air Tanah di dalam Kipas aluvial Air Tanah di dalam Terras aluvial Air Tanah di kaki Gunung Berapi Air Tanah di Zona Retakan 11
  12. 12. Kerikil dan Pasir Batu Kapur Batuan Gunung berapi Batu Pasir Tanah liat yg bercampur dgn bahan yg lebih kasar Konglomerat Batuan Kristalin Susunan geologi yg dapat berfungsi sebagai akuifer :
  13. 13. JENIS-JENIS AKUIFER : 1. Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer) Suatu akuifer dimana muka airtanah merupakan batas atas dari daerah jenuh air dan disebut juga Phreatic Aquifer. 2. Akuifer Terkekang (Confined Aquifer) Suatu akuifer yang terletak diantara dua lapisan kedap air (impermiable) dan mempunyai tekanan yang lebih besar dari tekanan atmosfer dan disebut juga Pressure Aquifer.
  14. 14. 3. Akuifer Setengah Terkekang (Leakage/Leaky-artesian Aquifer atau Semiconfined Aquifer) Suatu akuifer yang sepenuhnya jenuh air dan lapisan atas dibatasi oleh lapisan setengah kedap air. 4. Akuifer menggantung (Perched Aquifer) Suatu akuifer diman massa airtanahnya terpisah dari airtanah induk oleh lapisan yang relatif kedap air yang begitu luas & terletak di atas daerah jenuh air.
  15. 15. Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer) Lap. Kedap Air (K = 0) Muka airtanah Permukaan tanah H o Akuifer Bebas
  16. 16. Akuifer Terkekang (Confined Aquifer) Lap. Kedap Air (K = 0) Lap. Kedap Air (K = 0) Permukaan tanah D Akuifer Terkekang
  17. 17. Akuifer Setengah Terkekang (Semiconfined Aquifer) Lap. Kedap Air (K = 0) Permukaan tanah D Akuifer Setengah Terkekang Lap. Setengah kedap air (K > 0)
  18. 18. Akuifer menggantung (Perched Aquifer) Lap. Kedap Air (K = 0) Permukaan tanah D Akuifer Bebas Lap. kedap air (K = 0) Akuifer menggantung
  19. 19. A BC A BC SZe St S Zr A St WWW A S U :Lapisanpermeable :Batuandasar(lapisantidak permeable :Permukaanairbebas :Sumur :zoneaerasi :permukaanairtanahdari airtumpang :Akuiferairterkekang S Ba f W a Ze :Lapisanimpermeable :Permukaantanah :Permukaanairterkekang :Saringan :Zonepenuhdenganair :Akuiferairbebas A c c St Zf A:Permukaanairdalamtanki B:Pipapenyalur C:Pembuangan Permukaanairterkekang
  20. 20. Karakteristik airtanah bebas dan terkekang
  21. 21. Mutu Air Tanah Jenis litologi penyusun akuifer Jenis tanah/batuan yang dilalui air tanah Serta jenis air asal air tanah. Sifat Fisika dan komposisi kimia airtanah Layak atau tidaknya airtanah untuk dikonsumsi
  22. 22. PENDUGAAN AIRTANAH : Penyelidikan permukaan (Surface Investigation) 1. Metode Geologi. Didasarkan pada pengumpulan, analisis dan interpretasi data dari peta topografi, peta geologi dan peta geohidrologi serta informasi dari daerah setempat. 2. Metode Gravitasi Didasarkan pada sifat medan garavitasi yang disebabkan oleh perbedaan kontras rapat massa batuan dengan daerah sekelilingnya. Namun metode ini jarang digunakan karena biayanya cukup mahal.
  23. 23. 3. Metode Magnit Bertujuan untuk mendeteksi variasi medan magnit yang disebabkan oleh batuan yang mempunyai kerentanan (suspectibilitas) yang berbeda-beda atau disebabkan oleh perubahan susunan geologi. 4. Metode Seismik Didasarkan pada sifat perjalanan gelombang elastik yang merambat dalam batu-batuan.
  24. 24. 5. Metode Listrik Didasrkan pada sifat-sifat listrik dari batuan penyusun kerak bumi. Berdasarkan sumbernya, metode ini dapat dibagi dua yaitu : a. Bergantung pada kandungan arus atau medan listrik alami yang terdapat pada kerak bumi. Salah satu contohnya adalah Metode Potensial Diri (Self Potential) b. Menggunakan arus/medan listrik buatan, bisa menggunakan arus serah atau bolak-balik. Contohnya untuk arus searah (DC) dengan metode tahanan jenis, sedangkan untuk arus bolak-balik (AC) dengan metode listrik magnit.
  25. 25. Penyelidikan Bawah Permukaan (Sub-surface Investigation) - Pemboran Uji (Test Drilling) : Memberikan kelengkapan data dari lapisan batuan/ tanah secara vertikal dari permukaan tanah sampai kedalaman yg diinginkan. Disamping melakukan pemboran uji juga dilakukan pengukuran logging dengan maksud untuk membantu mendapatkan data yang paling mendekati kondisi yang sebenarnya. Salah satu metode yang cukup baik yaitu : Metode Geologic Log, yaitu dengan cara mengumpulkan contoh tanah setiap kedalaman selama dilakukan pemboran uji.
  26. 26. Contoh Hasil Logging : Kedalaman (m) 0 - 2 Lapisan penutup, coklat tua 2 - 35 Lempung, biru kecoklatan 35 - 38 Lempung Gampingan, coklat kekuningan 38 - 52 Gamping Pasiran, abu-abu, cutting berbutir 52 - 63 Gamping, abu-abu putih, cutting berbutir 2 - 5 cm. 63 - 66 Gamping, abu-abu, cutting berbongkah 3 - 8 cm. 66 - 71 Gamping, abu-abu, kecoklatan, cutting 3 - 5 cm. 71 - 74 Gamping, abu-abu, cutting berbongkah, berongga. 74 - 78 Gamping, abu-abu, cutting 3 - 15 cm. 78 - 100 Gamping, putih keabu-abuan, cutting bongkah 3 - 10 cm, jasad-jasad fosil moluska, gamping terumbu. Diskripsi Geologi
  27. 27. TERIMA KASIH Bahan Kuliah Airtanah