ahmad sarwat, lc., ma - 115.124.74.133115.124.74.133/dropbox/booklet-pdf/word/pdf/4.pdfآ  2....

Download Ahmad Sarwat, Lc., MA - 115.124.74.133115.124.74.133/Dropbox/BOOKLET-PDF/word/pdf/4.pdfآ  2. Syarat

Post on 02-Jun-2020

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 1

    Ahmad Sarwat, Lc., MA

  • 2

    c

  • 3

    Perpustakaan Nasional : Katalog Dalam terbitan (KDT)

    Fiqih Shalat Jenazah

    Penulis : Ahmad Sarwat, Lc.,MA

    40 hlm

    Hak Cipta Dilindungi Undang-undang. Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.

    Judul Buku

    Fiqih Shalat Jenazah

    Penulis

    Ahmad Sarwat, Lc. MA

    Editor

    Fatih

    Setting & Lay out

    Fayyad & Fawwaz

    Desain Cover

    Faqih

    Penerbit

    Rumah Fiqih Publishing

    Jalan Karet Pedurenan no. 53 Kuningan

    Setiabudi Jakarta Selatan 12940

    23 Agustus 2018

  • 4

    Daftar Isi

    Daftar Isi ................................................................. 4

    A. Hukum dan Syarat ............................................... 8

    1. Hukum Shalat Jenazah ...................................... 8 2. Syarat Berjamaah ............................................. 8

    a. Tidak Disyaratkan Berjamaah ........................... 8 b. Disyaratkan Berjamaah .................................... 8

    B. Pensyariatan ...................................................... 10

    C. Keutamaan ......................................................... 11

    1. Hadits Pertama ............................................... 11 2. Hadits Kedua .................................................. 12 3. Hadits Ketiga .................................................. 13 4. Hadits Keempat .............................................. 13

    D. Tata Cara ........................................................... 15

    E. Rukun ................................................................ 16

    1. Niat ................................................................ 16 2. Berdiri Bila Mampu ......................................... 17 3. Takbir 4 kali .................................................... 17 4. Membaca Surat Al-Fatihah ............................. 18 5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW .. 18 6. Doa Untuk Jenazah ......................................... 18

  • 5

    7. Salam ............................................................. 19

    F. Syarat ................................................................ 20

    1. Semua Syarat Sah Shalat ................................ 20 2. Jenazahnya Beragama Islam ........................... 20 3. Jenazah Suci dari Najis .................................... 21 4. Jenazah Sudah Dimandikan ............................ 21 5. Aurat Jenazah Tertutup .................................. 22 6. Jenazah Diletakkan di Depan .......................... 22 7. Berbagai Perbedaan Pendapat ........................ 22

    a. Harus Diletakkan di Atas Tanah ...................... 23 b. Harus Berjamaah ............................................ 23 c. Tanpa Kehadiran Jenazah ............................... 23

    G. Posisi Imam ...................................................... 25

    1. Al-Hanafiyah : Dada Jenazah ........................... 25 2. Al-Malikiyah ................................................... 25

    H. Yang Dishalati dan Tidak Dishalati ..................... 26

    1. Beragama Islam .............................................. 26 2. Jenazah Orang Bunuh Diri ............................... 26 3. Jenazah Anak-anak ......................................... 27

    a. Mazhab Al-Hanafiyah ..................................... 28 b. Mazhab Al-Malikiyah ...................................... 29 c. Mazhab Asy-Syafi'iyah .................................... 29 b. Al-Hanabilah ................................................... 29

    4. Jenazah Orang Fasik ....................................... 30 5. Ahlu Bid'ah ..................................................... 31

    a. Jumhur Ulama ................................................ 31 b. Al-Hanabilah ................................................... 31

    6. Jenazah Yang Sudah Dikuburkan..................... 33 a. Pendapat Yang Membolehkan ....................... 33 b. Pendapat Yang Memakruhkan ....................... 33

  • 6

    I. Shalat Ghaib ....................................................... 35

    1. Pengertian ...................................................... 35 2. Dalil ................................................................ 35 3. Pendapat Yang Tidak Mendukung .................. 36 4. Pendapat Yang Mendukung ............................ 37

    a. Ibnu Taimiyah ................................................. 38 b. Masalah Jarak ................................................. 39

    5. Bahtsul Masail NU .......................................... 40

    J. Penutup .............................................................. 41

  • 7

    Shalat Jenazah termasuk shalat yang unik, karena barangkali itulah satu-satunya shalat yang tidak perlu ruku' dan sujud, bahkan tidak ada istilah rakaat. Karena intinya hanya berdiri, takbir sebanyak empat kali dengan diselingi bacaan dan doa tertentu lalu salam.

  • 8

    A. Hukum dan Syarat

    1. Hukum Shalat Jenazah

    Shalat atas jenazah adalah ibadah yang masyru' dan dilakukan oleh Rasulullah SAW dan juga para shahabat. Rasulullah SAW menshalati jenazah An- Najasyi, raja Habasyah, ketika wafat jarak jauh.

    Jumhur ulama berpendapat bahwa hukum shalat jenazah adalah fardhu kifayah. Dimana bila sudah ada satu orang yang mengerjakannya, gugurlah kewajiban orang lain.

    Namun Al-Ashbagh berkata bahwa hukumnya sunnah kifayah, sehingga bila tak seorang pun yang melakukannya, tidak ada yang berdosa kecuali hanya kehilangan kesunnahan.

    2. Syarat Berjamaah

    a. Tidak Disyaratkan Berjamaah

    Al-Hanafiyah, Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah sepakat juga bahwa tidak disyaratkan berjamaah dalam shalat jenazah. Sehingga shalat ini tetap sah meski dikerjakan sendirian atau seorang saja.

    b. Disyaratkan Berjamaah

    Sedangkan Al-Malikiyah mengatakan bahwa disyaratkan harus berjamaah dalam mengerjakan shalat jenazah. Hukumnya mirip dengan shalat Jumat. Dan bila dikerjakan tanpa berjamaah, harus diulangi lagi dengan berjamaah.

  • 9

    Shalat jenazah juga menjadi salah satu ciri dari umat Muhammad SAW, dimana shalat ini belum pernah disyariatkan sebelumnya pada umat terdahulu.

  • 10

    B. Pensyariatan

    Ada banyak dalil tentang pensyariatan shalat jenazah, salah satunya yang paling mashur adalah hadits berikut ini :

    َّ َعْن َأِبي ُهَري ْ لرَّ َرَة َأنَّ النَّبي ُجلي امل ُتَ َوىفَّ َعَلْيهي الدَّْين كَاَن يُ ْؤَتى ِبي فَ َيْسَأُل َهْل تَ َرَك ليَديْنيهي َفْضاًل؟ فَإيْن َحَدَث أَنَّهُ تَ َرَك َوفَاًء َصلىَّ

    بيُكمْ َوإيالَّ، قَاَل ليْلُمْسليميْْيَ َصلُّوا َعلَى َصاحي Dari Abi Hurairah radhiyallahuanhu berkata,"Telah didatangkan kepada Rasulullah SAW jenazah yang punya hutang. Beliau bertanya,"Apakah dia meninggalkan harta utnuk membayar hutangnya? Kalau ada maka Rasulullah SAW akan mensyalatinya, tetapi bila tidak (tidak dishalati)". Beliau berkata kepada umat Islma,"Shalatilah jenazah saudara kalian". (HR. Bukhari dan Muslim)

    َما ميْن ُمْسليٍم ََيُوُت فَ ُيَصل يى َعَلْيهي َثالَثَةُ ُصُفوٍف ميَن اْلُمْسليميَْي إيالَّ َأْوَجبَ

    "Tidaklah seorang muslim mati lalu dishalatkan oleh tiga shaf kaum muslimin melainkan do'a mereka akan dikabulkan." (HR. Tirmidzi dan Abu Daud)

  • 11

    C. Keutamaan

    Ada beberapa hadits yang mengungkapkan keutamaan shalat jenazah. Antara lain :

    1. Hadits Pertama

    Dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda :

    َها فَ َلهُ قيريَاٌط َوَمْن َشهيدَ َمْن َشهيَد اْْلََنازََة َحَّتَّ ُيَصل يىَ َحَّتَّ َعَلي ْ ْثُل اْْلَبَ َلْْيي ُتْدَفَن َكاَن َلهُ قيريَاطَاني . قييَل َوَما اْلقيريَاطَاني قَاَل مي

    اْلَعظييَمْْيي "Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud dua qiroth?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas menjawab, "Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar." (HR. Bukhari dan Muslim)

    Dalam riwayat Muslim disebutkan,

    بَ ْعَها فَ َلُه قيريَاٌط فَإيْن تَبيَعَها فَ َلُه َمْن َصلَّى َعَلى َجَنازٍَة َوَلَْ يَ ت ْ ْثُل ُأُحد قيريَاطَانيقييَل َوَما اْلقيريَاطَاني قَاَل : َأْصَغُرُُهَا مي

    "Barangsiapa shalat jenazah dan tidak ikut mengiringi jenazahnya, maka baginya (pahala) satu qiroth. Jika ia sampai mengikuti jenazahnya,

  • 12

    maka baginya (pahala) dua qiroth." Ada yang bertanya, "Apa yang dimaksud dua qiroth?" "Ukuran paling kecil dari dua qiroth adalah semisal gunung Uhud", jawab beliau shallallahu 'alaihi wa sallam. (HR. M

Recommended

View more >