2.perencanaan perkerasan jalan beton semen

Click here to load reader

Post on 28-Nov-2015

93 views

Category:

Documents

45 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Pd T-14-2003

    Perencanaan perkerasan jalan beton semen

    DEPARTEMEN PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH

  • i

    Daftar isi

    Halaman Daftar isi ........ i Prakata . ii Pendahuluan ... iv 1 Ruang lingkup ... 1 2 Acuan Normatif ..... 1 3 Istilah dan definisi . 1 4 Simbol dan Singkatan...... 5 5 Ketentuan/ Persyaratan ... . 6 5.1 Umum.............................................................................................................................. 6 5.2 Struktur dan jenis perkerasan beton semen..................................................................... 7 5.3 Persyaratan teknis ........................................................................................................... 7

    5.3.1 Tanah dasar ...................................................................................................... 7 5.3.2 Pondasi bawah .................................................................................................. 8 5.3.2.1 Pondasi bawah material berbutir ....................................................................... 9 5.3.2.2 Pondasi bawah dengan bahan pengikat (Bound Sub-base) ............................. 9 5.3.2.3 Pondasi bawah dengan campuran beton kurus (Lean-Mix Concrete) .............. 9 5.3.2.4 Lapis pemecah ikatan pondasi bawah dan pelat............................................... 9 5.3.3 Beton semen ..................................................................................................... 9 5.3.4 Lalu-lintas ........................................................................................................ 10 5.3.4.1 Lajur rencana dan koefisien distribusi ............................................................. 10 5.3.4.2 Umur rencana.................................................................................................. 11 5.3.4.3 Pertumbuhan lalu-lintas................................................................................... 11 5.3.4.4 Lalu-lintas rencana .......................................................................................... 12 5.3.4.5 Faktor Keamanan beban ................................................................................. 12 5.3.5 Bahu ................................................................................................................ 13 5.3.6 Sambungan ..................................................................................................... 13 5.3.6.1 Sambungan memanjang dengan batang pengikat (tie bars)........................... 13 5.3.6.2 Sambungan pelaksanaan memanjang ............................................................ 13 5.3.6.3 Sambungan susut memanjang........................................................................ 14 5.3.6.4 Sambungan susut dan sambungan pelaksanaan melintang........................... 14 5.3.6.5 Sambungan susut melintang ........................................................................... 14 5.3.6.6 Sambungan pelaksanaan melintang ............................................................... 15 5.3.6.7 Sambungan isolasi .......................................................................................... 16 5.3.6.8 Pola sambungan.............................................................................................. 18 5.3.6.9 Penutup sambungan ....................................................................................... 19 5.4 Perkerasan beton semen untuk kelandaian yang curam . 19

  • ii

    6 Prosedur perencanaan .. 20 6.1 Perencanaan tebal pelat ................................................................................................ 20 6.2 Perencanaan tulangan ................................................................................................... 29

    6.2.1 Perkerasan beton semen bersambung tanpa tulangan................................... 29 6.2.2 Perkerasan beton semen bersambung dengan tulangan................................ 29 6.2.3 Perkerasan beton semen menerus dengan tulangan 30 6.2.3.1 Penulangan memanjang.................................................................................. 30 6.2.3.2 Penulangan melintang..................................................................................... 31 6.2.3.3 Penempatan tulangan ..................................................................................... 31

    7 Perencanaan lapis tambahan... 31 7.1 Pelapisan tambahan perkerasan beton semen di atas perkerasan beton aspal.. ... 32 7.2 Pelapisan tambahan perkerasan beton semen di atas perkerasan beton semen ............................................................................................................................ 32

    7.2.1 Pelapisan tambahan perkerasan beton semen dengan lapis pemisah . 32 7.2.2 Pelapisan tambahan langsung........................................................................ 33

    7.3 Pelapisan tambahan perkerasan lentur di atas perkerasan beton semen ..................... 33

    Lampiran-lampiran (Informatif). A.1 Contoh Perhitungan Tebal Pelat Beton Semen . 36 A.2 Perhitungan Perkerasan Lapis Tambah Perkerasan beton Semen di Atas

    Perkerasan Beton Semen .. . 40 A.3 Perhitungan Lapis Tambah Perkerasan Beton Aspal di Atas Beton Semen .. 42 B Grafik Penentuan Perkiraan awal Tebal Pelat Beton Semen .. 43

  • iii

    Prakata

    Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen ini disiapkan oleh Sub Panitia Teknik Bidang Prasarana Transportasi di Pusat Litbang Prasarana Transportasi dengan konseptor : Dr. Ir. Furqon Affandi, MSc., Dr. Djoko Widajat, MSc., Ir. A. Tatang Dachlan, MEng Sc., Ir. Roestaman, MSc., Ir. Joko Purnomo., Ir. Suhaili. Maksud pedoman ini adalah untuk perencanaan perkerasan beton semen bagi jalan dengan beban lalu-lintas berat, dan ditujukan sebagai pegangan bagi para perencana pembangunan jalan sehingga terwujud jaminan mutu produk dan jasa. Pedoman ini mencakup ruang lingkup, acuan, istilah dan definisi, ketentuan dan persyaratan serta prosedur perencanaan. Dalam pedoman ini disajikan pula contoh perhitungan. Tatacara penulisan ini mengacu pada pedoman BSN No. 8 th 2000.

  • iv

    Pendahuluan

    Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen ini merupakan penyempurnaan Petunjuk Perencanaan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) yang diterbitkan oleh Departemen Pekerjaan Umum Tahun 1985 SKBI 2.3.28.1985, sehingga para Perencana mempunyai pegangan dalam melakukan perencanaan perkerasan beton semen di Indonesia. Dalam penerapan jalan beton semen, pengambil kebijakan harus mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan disekitar lokasi proyek, sehingga tidak terjadi kesulitan ataupun permasalahan dikemudian hari setelah perkerasan beton semen dilaksanakan. Pedoman ini telah dibahas dan dikonsensuskan serta memperoleh masukan dari Instansi Perguruan Tinggi, Konsultan Pengawas dan Perencana serta Instansi di lingkungan Direktorat Jenderal Prasarana Wilayah, Departemen KIMPRASWIL. Pedoman ini merupakan adopsi dari AUSTROADS, Pavement Design, A Guide to the Structural Design of Pavements (1992), sehingga dengan diterbitkannya Pedoman ini, maka Pedoman yang terdahulu tidak berlaku lagi.

  • Pd T-14-2003

    1 dari 46

    Perencanaan perkerasan jalan beton semen

    1 Ruang Lingkup Pedoman ini mencakup dasar-dasar ketentuan perencanaan perkerasan jalan, yaitu : - Analisis kekuatan tanah dasar dan lapis pondasi. - Perhitungan beban dan komposisi lalu-lintas. - Analisis kekuatan beton semen untuk perkerasan Pedoman Perkerasan Beton semen ini menguraikan Prosedur Perencanaan Tebal Perkerasan dan contoh Perhitungan. Perkerasan beton semen pra-tegang tidak termasuk di dalam buku ini. Prosedur ini tidak direkomendasikan untuk perencanaan tebal perkerasan di daerah permukiman dan kawasan industri. 2 Acuan Normatif SNI 03-1731-1989 : Pengujian insitu CBR SNI 03-1973-1990 : Metode pengujian kuat tekan beton AASTHO T-222-81 : Non repetitive Static Plate Test of Soil and Flaxible

    Pavement Components, for Use in Evaluation and Designe of Airport and Highway Pavement.

    AASHTO T-128-86 (1990) : Fineness of Hydroulic Cement by the No. 100 (150-.m) and No. 200 (75-.m).

    ASTM C 78 : Test Method for Flexural Strength of Concrete (Using Simple Beam with Third-Point Loading).

    SNI 03-6388-2000 : Spesifikasi agregat lapis pondasi bawah, lapis pondasi atas dan lapis petutup.

    SNI 03-1743-1989 : Metoda pengujian kepadatan berat isi untuk tanah. SNI 03-1744-1989 : Metota pengujian CBR laboratorium. SNI 03-2491-1991 : Metoda pengujian kuat tarik belah beton. AASHTO M - 155 : Granular Material to Control Pumping Under Concrete

    Pavemant. AASHTO M-30-1990 : Zinc-Coated Steel Wire Rope and Futtings for Highway

    Guardrail. Austroads (1992) : Pavement Design., A Guide to the Structural Design of

    Road Pavements. Design of New Rigid Pavements. 3 Istilah dan definisi 3.1 balok angker melintang (transverse log) sistem konstruksi sambungan yang dibuat pada ujung-ujung perkerasan beton bertulang menerus dengan balok beton ditanamkan ke dalam tanah dasar guna memegang gerakan dari pelat. 3.2 batang pengikat (tie bars) sepotong baja ulir yang dipasang pada sambungan memanjang dengan maksud untuk mengikat pelat agar tidak bergerak horizontal.

  • Pd T-14-2003

    2 dari 46

    3.3 bahan pengisi sambungan (joint filler) suatu bahan yang bersifat plastis yang dipasang pada celah sambungan muai, guna mencegah masuknya benda-benda asing ke dalam celah. 3.4 bahan penutup sambungan (joint sealer) suatu bahan yang bersifat elastis yang dipasang pada bagian atas dari sambungan yang dimaksudkan untuk mencegah masuknya benda-benda asing ke dalam celah. 3.5 batang ulir (deformed bars) batang tulangan prismatis atau ya

View more