21247273 karya ilmiah b indonesia sastra melayu

Download 21247273 Karya Ilmiah b Indonesia Sastra Melayu

Post on 16-Jul-2015

103 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Melihat perkembangan global secara umumnya dan bangsa secara khususnya, tidaklah heran apabila tidak setiap orang mengetahui dan mengenal tentang perkembangan sastra Indonesia. Bahkan, tidak sedikit orang pula yang sampai dengan saat ini masih mencintai dan menghargai sastra sebagai sesuatu yang patut dijaga dan dijunjung tinggi, sebab disanalah kekayaan bangsa tertimbun. Pembelajaran sastra di lembaga pendidikan formal dari hari ke hari semakin sarat dengan berbagai persoalan. Tampaknya,

pembelajaran sastra memang pembelajaran yang bermasalah sejak dahulu. Keluhan-keluhan para guru, siswa, dan sastrawan tentang rendahnya tingkat apresiasi sastra selama ini menjadi bukti konkret adanya sesuatu yang tak beres dalam pembelajaran sastra di lembaga pendidikan formal (Nestapa, 2005). Orang-orang pada setiap jaman mengalami perubahan, baik kemajuan ataupun kemunduran dalam bidang tertentu. Seperti halnya sastra Indonesia pun terus mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Sastra yang semakin baik dan mendidik memberikan dampak positif bagi pembacanya.

Jika kita membicarakan mengenai sastra, maka tentunya pasti menyinggung para pujangga bangsa yang tak habis-habisnya berkarya. Para sastrawan pun melimpahkan bakat dan kemampuannya dalam bidang sastra. Penulis juga sebagai seorang pelajar yang masih rentan terhadap perkembangan jaman, masih ingin mengenal lebih dalam mengenai sastra Indonesia, khususnya puisi, dengan tidak meninggalkan budaya dan tetap memperlihatkan kekhasan sastra pada setiap jamannya. Oleh karena itu untuk membuktikannya, penulis akan memaparkan hasil pencarian dari beberapa sumber.

B.

Perumusan Masalah Dengan melihat latar belakang yang telah dikemukakan, maka beberapa rumusan masalah dapat diuraikan sebagai berikut. a. Bagaimana perkembangan sastra Indonesia dari jaman ke jaman? b. Seperti apa saja bentuk puisi dan pantun? C. Tujuan Penelitian Penulisan karya ilmiah ini dilakukan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia semester genap. Secara terperinci, tujuan dari penelitian dan penulisan karya ilmiah ini adalah : a. Mengenal lebih dalam sejarah dan perkembangan sastra Indonesia.

b. Membagikan

pengetahuan

kepada

orang-orang

yang

membaca karya ilmah ini.

D.

Metode Penelitian Untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan, penulis melakukan metode observasi dan kepustakaan. Adapun teknik-teknik yang dilakukan adalah sebagai berikut.

a.

Teknik Pengamatan Langsung Dalam teknik ini, penulis terjun langsung sebagai seorang pelajar yang tidak mengetahui perkembangan sastra Indonesia. Penulis pun terjun ke dalam komunitas pelajar yang mempelajari Bahasa Indonesia sejak SD namun tidak mengetahui

perkembangannya sama sekali. b. Studi Pustaka Pada metode ini, penulis membaca buku dan mencari melalui website yang berhubungan dengan penulisan karya ilmiah ini. E. Waktu dan Lokasi Penelitian Jangka waktu penelitian adalah 7 hari (1 minggu), tepatnya selesai 17 Maret 2008. Penelitian ini dimulai dari perumusan masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pengamatan hingga penulisan hasil penelitian. Lokasi dalam melakukan penelitian ini dibatasi hanya sekitar SMAN 78.

F. Sistematika Penulisan Pada karya ilmiah ini, penulis akan menjelaskan hasil observasi dimulai dengan bab pendahuluan. Bab ini meliputi latar belakang masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, waktu dan lokasi penelitian, dan sistematika penulisan. Bab berikutnya, penulis akan memaparkan mengenai perkembangan sastra Indonesia. Bab ketiga Penulis akan memaparkan mengenai contoh-contoh puisi dan pantun yang berkembang sesuai dengan jamannya. Bab keempat merupakan bab penutup dalam karya ilmiah ini. Pada bagian ini, Penulis memaparkan kesimpulan dari bab sebelumnya dan saran dari Penulis sendiri.

BAB II PERKEMBANGAN SASTRA INDONESIA

Secara metode penyampaian sastra Indonesia terbagi atas 2 bagian besar, yaitu lisan dan tulisan. Secara urutan waktu maka sastra Indonesia terbagi atas beberapa angkatan: Pujangga Lama

Sastra "Melayu Lama" Angkatan Balai Pustaka Pujangga Baru Angkatan '45 Angkatan 50-an Angkatan 66-70-an Dasawarsa 80-an Angkatan Reformasi Pujangga Lama Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan sebelum abad ke-20. Pada masa ini karya satra di Indonesia di dominasi oleh syair, pantun, gurindam dan hikayat.

A.

A.1 Karya Sastra Pujangga Lama

Sejarah Melayu : Hikayat Abdullah - Hikayat Andaken Penurat - Hikayat Bayan Budiman - Hikayat Djahidin - Hikayat Hang Tuah - Hikayat Kadirun - Hikayat Kalila dan Damina - Hikayat Masydulhak - Hikayat Pandja Tanderan - Hikayat Putri Djohar Manikam - Hikayat Tjendera Hasan - - Tsahibul Hikayat

Syair Bidasari - Syair Ken Tambuhan - Syair Raja Mambang Jauhari Syair Raja Siak

dan berbagai Sejarah, Hikayat, dan Syair lainnya B. Sastra Melayu Lama Karya sastra di Indonesia yang dihasilkan antara tahun 1870 1942, yang berkembang di lingkungan masyarakat Sumatera seperti "Langkat, Tapanuli, Padang dan daerah sumatera lainnya", orang Tionghoa dan masyarakat Indo-Eropa. Karya sastra pertama yang terbit sekitar tahun 1870 masih dalam bentuk syair, hikayat dan terjemahan novel barat. B.1 Karya Sastra Melayu Lama Robinson Crusoe (terjemahan) Lawan-lawan Merah Mengelilingi Bumi dalam 80 hari (terjemahan)

Graaf de Monte Cristo (terjemahan) Kapten Flamberger (terjemahan) Rocambole (terjemahan) Nyai Dasima oleh G. Francis (Indo) Bunga Rampai oleh A.F van Dewall Kisah Perjalanan Nakhoda Bontekoe Kisah Pelayaran ke Pulau Kalimantan Kisah Pelayaran ke Makassar dan lain-lainnya Cerita Siti Aisyah oleh H.F.R Kommer (Indo) Cerita Nyi Paina Cerita Nyai Sarikem Cerita Nyonya Kong Hong Nio Nona Leonie Warna Sari Melayu oleh Kat S.J Cerita Si Conat oleh F.D.J. Pangemanan Cerita Rossina Nyai Isah oleh F. Wiggers Drama Raden Bei Surioretno Syair Java Bank Dirampok Lo Fen Kui oleh Gouw Peng Liang Cerita Oey See oleh Thio Tjin Boen Tambahsia Busono oleh R.M.Tirto Adhi Soerjo

Nyai Permana C. Angkatan Balai Pustaka Karya sastra di Indonesia sejak tahun 1920 - 1950, yang dipelopori oleh penerbit Balai Pustaka. Prosa (roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini. Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda; dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Bali, bahasa Batak dan bahasa Madura. C.1 Pengarang dan Karya Sastra Balai Pustaka

Merari Siregaro o o o

Azab dan Sengsara: kissah kehidoepan seorang gadis (1921) Binasa kerna gadis Priangan! (1931) Tjinta dan Hawa Nafsu

Marah Roesli

o o o

Siti Nurbaya La Hami Anak dan Kemenakan

Nur Sutan Iskandaro o o o

Apa Dayaku Karena Aku Seorang Perempuan Hulubalang Raja (1961) Karena Mentua (1978) Katak Hendak Menjadi Lembu (1935)

Abdul Muiso o

Pertemuan Djodoh (1964) Salah Asuhan

Tulis Sutan Satio o o

Sengsara Membawa Nikmat (1928) Tak Membalas Guna Memutuskan Pertalian (1978)

Aman Datuk Madjoindoo o

Menebus Dosa (1964) Si Tjebol Rindoekan Boelan (1934)

Suman Hs.o

Kasih Ta' Terlarai (1961)

o o

Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957) Pertjobaan Setia (1940)

Adinegoroo o

Darah Muda Asmara Jaya

Sutan Takdir Alisjahbanao o o

Tak Putus Dirundung Malang Dian jang Tak Kundjung Padam (1948) Anak Perawan Di Sarang Penjamun (1963)

Hamkao o o o

Di Bawah Lindungan Ka'bah (1938) Tenggelamnya Kapal van der Wijck (1957) Tuan Direktur (1950) Didalam Lembah Kehidoepan (1940)

Anak Agung Pandji Tisnao o

Ni Rawit Ceti Penjual Orang (1975) Sukreni Gadis Bali (1965)

Said Daeng Muntuo o

Pembalasan Karena Kerendahan Boedi (1941)

Marius Ramis Dayoho o

Pahlawan Minahasa (1957) Putra Budiman: Tjeritera Minahasa (1951)

Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai Raja Pengarang Bali Pustaka oleh sebab banyaknya karya tulisnya pada masa tersebut. D. Pujangga Baru Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut, terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual, nasionalistik dan elitis menjadi "bapak" sastra modern Indonesia. Pada masa itu, terbit pula majalah "Poedjangga Baroe" yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisjahbana, Amir Hamzah dan Armijn Pane. Karya sastra di Indonesia setelah zaman Balai Pustaka (tahun 1930 1942), dipelopori oleh Sutan Takdir Alisyahbana dkk. Masa ini ada dua kelompok sastrawan Pujangga baru yaitu 1. Kelompok "Seni untuk Seni" yang dimotori oleh Sanusi Pane dan Tengku Amir Hamzah dan; 2. Kelompok "Seni untuk Pembangunan Masyarakat" yang dimotori oleh Sutan Takdir Alisjahbana, Armijn Pane dan Rustam Effendi.

D.1 Penulis dan Karya Sastra Pujangga Baru

Sutan Takdir Alisjahbanao o

Layar Terkembang (1948) Tebaran Mega (1963)

Armijn Paneo o o o o

Belenggu (1954) Jiwa Berjiwa Gamelan Djiwa - kumpulan sajak (1960) Djinak-djinak Merpati - sandiwara (1950) Kisah Antara Manusia - kumpulan cerpen (1953)

Tengku Amir Hamzaho o o

Nyanyi Sunyi (1954) Buah Rindu (1950) Setanggi Timur (1939)

Sanusi Paneo o o o o o

Pancaran Cinta (1926) Puspa Mega (1971) Madah Kelana (1931/1978) Sandhyakala ning Majapahit (1971) Kertadjaja (1971)

Muhammad Yami