1.kimia koloid ppt - copy

Click here to load reader

Post on 18-Dec-2014

203 views

Category:

Documents

18 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Disusun oleh : Yelmida A

1

TOPIK

2 SKS

Pengantar Kimia Koloid &Kimia Permukaan Larutan Non-Elektrolit & Larutan Elektrolit Energi Bebas Gibbs & Kesetimbangan KimiaKesetimbangan Fasa dan Diagram Fasa

Elektrokimia dan Sel ElektrokimiaKinetika Reaksi2

Referensi1. 2.

3.

4.

Bird, T.,(1987) , Physical Chemistry, Alih bahasa Kwee Ie Tjien, Cet. I, Gramedia, Jakarta R.A., Alberty dan F. Daniels, (1983), Kimia Fisika , Erlangga, Jakarta, Sukarjo, (1985), Kimia Fisika , Penerbit Bina Aksara, Yokjakarta S.K Dogra and S.Dogra, Physical Chem. Through Problems, Wiley Eastern Limited 1984

Kontrak perkuliahan

PERTEMUAN ke.1

Perkenalan :

Bioda Dosen Pengampu Nama : Dra. DRASTINAWATI, MSi Nip : 19590823 198702 2 001 Alamat : Jl. Limbat No. 09 Labuh Baru Barat Keluarga : 2 orang putra (kuliah) dan

Tata tertib sebelum kuliah dimulai : 1. Hubungi Dosen 1 hari sebelumnya untuk memastikan diadakan perkuliahan 2. Hubungi Dosen 2 jam sebelum masuk kelas 3. 15 menit sebelum mulai kuliah persiapkan ruangan, infokus, leptop dll oleh komtim

Kontrak Perkulianhan 1.

2.

3.

4.

5.

6.

Tata tertib selama kuliah berlangsung Diharapkan 10 menit sebelum kuliah dimulai mahasiswa/I harus sudah berada didalam kelas. Setelah kuliah berlangsung, tidak dibenarkan lagi mahasiswa masuk (mengikuti perkuliahan), setelah usai kuliah mahasiswa yang terlambat tsb harap menghadap dosen di ruang Prodi Kehadiran perlu diperhatikan, bagi mahasiswa yang 3 kali absen tanpa kabar maka tidak dibenarkan ikut UTS / UAS Tidak dibenarkan memakai pakaian yang kurang sopan, makan dan minum di kelas, Hp dimatikan dan harus memakai sepatu Pada waktu UTS/UAS, mahasiswa harus memakai pakaian hitam putih dan memakai sepatu serta membawa tanda pengenal ujian dan peralatan tulis Jika 30 menit dosen belum tiba, maka perkuliahan ditiadakan

Penilaian :

UTS ( 40 % ) UAS ( 40 % ) Kuis ( 10 % ) Tugas / pekerjaan rumah ( 10 % ) Absen berpengaruh (3 x absen tanpa kabar tidak dibenarkan ikut UTS/UAS)

Tiga macam campuran yang penting: Larutan, Dispersi koloid, Suspensi Larutan adalah suatu campuran yang bersifat homogen Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang berbeda dari sifat larutan atau suspensi. Suspensi dapat dipisahkan dengan penyaringan atau dengan sentrifugasi.7

Tabel 1. Perbedaan larutan, koloid dan suspensiLARUTAN DISPERSI KOLOID SUSPENSI

Semua bentuk partikel Partikel paling sedikit satu Partikel paling sedikit satu dari atom,ion atau komponen atom, ion atau komponen yang dapat dilihat dibawah mikroskop molekul (0,1 1 nm) molekul kecil (1 1000 nm)Stabil terhadap gravitasi Homogen Tembus Cahaya Kurang Stabil Perbatasan homogen Buram Tidak stabil Tidak Homogen Tidak tembus Tidak transparan

Tidak ada efek Tyndall Efek Tyndall

Tidak ada gerak BrownTidak dapat dipisahkan denganpenyaringan

Gerak BrownTidak dapat dipisahkan dengan penyaringan

Partikel terpisahDapat dipisahkan dengan penyaringan8

Penyelidikan terhadap zat yang berupa larutan pertama kali dilakukan oleh Thomas Graham (1861) Kecepatan difusi : - cepat - lambat - tidak berdifusiGraham membagi larutan berdasarkan kecepatan diffusi menjadi : 1. KRISTALOID : Bila zat dilarutkan dalam suatu pelarut maka diperoleh larutan yang homogen yang tidak dapat dibedakan dan mudah berdifusi melalui membran larutan gula larutan garam.9

2. KOLOID : campuran yang juga bersifat homogen tapi dapat dibedakan. Kecepatan difusi koloid sangat lambat , hampir tak berdiffusi Perbedaan utama antara KOLOID dan KRISTALOID berdasarkan ukuran partikelnya : - KRISTALOID : 10 Ao ( Larutan sejati ) - KOLOID : 10 Ao - 10.000 Ao - SUSPENSI : > 10.000 Ao

10

Koloid tidak dapat berdifusi melalui membran. Proses pemisahan berdasarkan difusi pada membran semipermiable : DIALISIS

11

KOLOID :suatu campuran (sistem dispersi) dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak dijumpai pengendapan, misalnya.12

Di dalam larutan koloid secara umum, selalu terdiri dari dua fase:

Fase terdispersi, yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid, berupa partikel-partikel berukuran koloid

Fase pendispersi, yakni zat pelarut di dalam larutan koloid, merupakan medium tempat partikel koloid tersebut tersebar.

Koloid memiliki bentuk bermacam-macam, tergantung dari fasa zat pendispersi dan zat terdispersinya.13

Tabel 2. Jenis-jenis Dispersi KoloidFASA MEDIA TERDISPERSI PENDISPERSI Gas Gas Cair Cair Cair Padat Gas Cair JENIS Busa Busa Padat Aerosol Cair Emulsi CONTOH Busa sabun Batu apung Kabut, halimun, awan Krim, susu, saos

CairPadat Padat

PadatGas Cair

Emulsi PadatAsap Sol

Mentega, kejuDebu, partikulat dalam asap Pati dalam air, jeli, cat

padat

padat

Sol Padat

Aloy, mutiara

14

Klasifikasi Koloida. Ditinjau dari jenis partikelnya, koloid dibedakan atas : - dispersi koloid- larutan koloid sejati / larutan makromolekul. - koloid asosiasi.

15

DISPERSI KOLOID :Terdiri dari zat-zat yang tidak larut dengan partikel partikel yang terdiri dari gabungan banyak molekul. Misal : - dispers koloid Au , AS2 S3 - minyak dalam air.-

-

Kedua fase terdispersi dan dispers medium dapat berupa gas, padat, cair, Secara termodinamik, dispers koloid tidak stabil karena nisbah permukaan dan volume sangat besar16

LARUTAN KOLOID SEJATI / LARUTAN MAKRO MOLEKUL

Terdiri dari larutan dengan zat terlarut yang BM nya tinggi ( makro molekul : misal pati, protein ). Secara termodinamik sistim ini stabil. Dapat disintesis, misal polistiren, nylon Sifat larutan polimer ini mirip sol liofil17

KOLOID ASOSIASI

KOLOID ELEKTROLIT :

Sistim terdiri dari molekul yang BM nya rendah yang beragregasi membentuk partikel berukuran koloid. Secara TD sistim ini juga stabil.

Contoh : larutan sabun dan deterjen, alkil sulfat dan sulfonat.18

SABUN

molekul organik - gugus liofil ( hidrofilik ) - gugus liofob ( hidrofobik )

19

BAGAIMANA SABUN DAN DETERGENT BEKERJA

20

Klasifikasi Koloid

b. Berdasarkan sifat adsorpsi partikel koloid terhadap medium pendispersinya, dikenal 2 macam koloid :1. Koloid liofil yaitu koloid yang senang cairan (bahasa Yunani : liyo = cairan; philia = senang). Partikel koloid akan mengadsorpsi molekul cairan, sehingga terbentuk selubung di sekeliling partikel koloid itu. Mis : kanji,protein, agar-agar 2. Koloid liofob yaitu koloid yang benci cairan (phobia = benci). Partikel koloid tidak mengadsorpsi molekul cairan. Misal : sol sulfida dan sol logam21

Klasifikasi Koloid

c. Berdasarkan jenis muatannya dikenal dua

macam koloid, yaitu :

Koloid bermuatan positif , misal koloid +

Fe(OH)3 mengadsorbsi ion H , sehingga menjadi bermuatan (+). Karena muatan senama maka koloid Fe(OH)3, akan tolak-menolak sesamanya sehingga partikel-partikel koloid tidak akan saling menggerombol. mengadsorbsi ion OH dalam larutan sehingga akan bermuatan (-)22

Koloid bermuatan negatif, misal koloid As2S3 -

Karena muatannya sejenis, maka terdapat gaya tolak menolak antar partikel koloid, sehingga memberikan kestabilan pada sistem koloid. Namun secara keseluruhan system koloid bersifat netral, karena partikel koloid yang bermuatan ini akan menarik ion-ion dengan muatan berlawanan dalam medium pendispersinya.23

Klasifikasi Koloid

d. Koloid berdasarkan fasa zat pendispersi dan zat terdispersinya:

SOL , EMULSI , BusaSOL :Dispersi koloid dimana fase terdispersinya merupakan zat padatSol Liofobik Sol Liofilik butir butir koloid tidak suka pelarut. butir butir koloid suka pelarutnya.24

Berdasarkan medium pendispersinya, sol dapat dibagi menjadi:1.

2.

3.

Sol Padat, merupakan sol di dalam medium pendispersi padat. Contoh : paduan logam, gelas berwarna, dan intan hitam. Sol Cair (Sol), merupakan sol di dalam medium pendispersi cair. Contoh : cat, tinta, tepung dalam air, tanah liat, Sol Gas (Aerosol Padat), merupakan sol di dalam medium pendispersi padat. Contoh : debu di udara, asap pembakaran, dll.25

EMULSI :Dispersi koloid dimana fase terdispersinya adalah zat cair

Berdasarkan medium pendispersinya, emulsi dapat dibagi menjadi:

Emulsi Gas (Aerosol Cair) : medium pendispersi

gas. Aerosol cair seperti hairspray dan baygon, Emulsi Cair : medium pendispersi cair , yang melibatkan campuran dua zat cair yang tidak dapat saling melarutkan Emulsi Padat atau Gel, merupakan emulsi didalam medium pendispersi zat padat. Gel dapat dianggap terbentuk akibat penggumpalan sebagian sol cair.26

Emulsi Cair yang paling dikenal :

Emulsi minyak dalam air (O / W ) Emulsi air dalam minyak ( W / O )Agar stabil

EMULGATOR

Sifat emulsi cair yang penting ialah:

Demulsifikasi. Kestabilan emulsi cair dapatrusak akibat pemanasan, pendinginan, proses sentrifugasi, penambahan elektrolit, dan perusakan zat pengelmusi. Pengenceran. Diencerkan dengan medium pendispersinya27

Ditinjau dari segi kepolaran, emulsi merupakan campuran cairan polar dan cairan non polar. Salah satu emulsi adalah susu, di mana lemak terdispersi dalam air. Dalam susu terkandung kasein suatu protein yang berfungsi sebagai zat pengemulsi.28

Emulsi Padat / Gel

Gel merupakan emulsi didal