01_se_1977 cuti pns

Click here to load reader

Post on 06-Jul-2015

2.412 views

Category:

Documents

29 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Per.Cuti PNS

TRANSCRIPT

  • 5/8/2018 01_SE_1977 cuti pns

    1/31

    Ayat (3)C u k u p j el as .

    Pasal27Cukupjelas.Pasal28

    Pem berian cuti di luar tanggungan N egara tidak dapat didelegasikanoleh pejabat yang berw enang m em berikan cuti sebagai dim aksud da-l am P as al 2 avat (1)

    Pasal29Ayat (1)P egaw ai N egeri Sipil yang sedang m enjalankan ~ uti di I~ ar tang-gungan N egara tidak berhak m enerim a pe~ ghasllan dan. N ~gara,terhitung mulai bulan berikutnya ia menialankan cuu di luartanggungan N egara itu, dan segala fasilitas yang diperolehnyaharus dikem balikan kepada instansi tem p at ia bekerja.

    Ayat (2)S elam a m enjalank an cuti di luar tang gungan N egara tidak diper-hitungkan sebagai m asa kerja P egaw ai N egeri Sipil, baik sebaqaimasa kerja untuk perhitungan pensiun, m aupun sebaqai masakerja untuk kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala dan lain-lain.

    Pasal30A pabila m asa m enjalankan cuti di luar tanggungan N egara habis, Pe-gaw ai N egeri Sipll yang bersangkutan tidak m elaporkan diri kem balikepada instansinya, m aka Pegaw ai N egeri Sipil yang be rs a ngkuta ndiberhentikan dengan horm at sebagai P egaw ai N egeri Sipil, Pember-hentian ini dilakukan dengan surat keputusan pejabat yang berwe-nang m engangkat dan m em berhentikan Pegaw ai N egeri Sipil.

    Pasal 31 s am pa i d en ga n Pasal 40C uk up j el as .

    TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NO-MO R 3 09 3.

    37 8

    Jakarta 25, Pebruari 1977KepadaYth. 1. Sem ua M enteri yang m em im pin

    Departemen.2. Jaksa Agung.3. S em ua P im p in an K es ek re ta ri at anL em baga T ertinggi/T inggi N egara.4. Semua Pimpinan Lembaga Perner in ta h N on D ep ar te me n.

    5. S em ua K ep ala P erw ak ila n R Iluar N egeri .6. Sem ua G ubernur K epala D aeraTingkat I.7. S em ua B up ati/W alik ota ma dy aKepala Daerah T ingkat II.di TEMPAT.

    SURAT - EDARANNOMOR : 0 1/S E/ 19 77

    TENTANGPERM INTAAN DAN PEM BERIAN CUTIPEGA WA I N EG ERI SIPIL

    I. PENDAHULUAN1. UMUM

    a. D alam U ndang-undang N om or 8 Tahun 1974 tentang Poko-pokok K ep eg aw ai an P as al 8, terdapat ketentuan bahw a stiap Pegaw ai N egeri S ipil berhak atas cuti.Tujuan cuti adalah dalam rangka usaha untuk m enjam in kse gara n ja sm an i d an ro kh an i P eg aw ai N eg eri S ip i\'

    b. Sebagai pelaksanaan dari U ndang-undang N om or 8 Tahu1974 Pasal 8 tersebut, m aka telah dikeluarkan PeraturanP em erin tah N om or 24 Tahun 1976 tentang Cuti PegawaNe ge ri S ip i\ .

    37 9

  • 5/8/2018 01_SE_1977 cuti pns

    2/31

    Untuk menjamin keseragaman dalam pelaksanaannya, makac. dipandang perlu mengeluarkan Surat Edara~ tenta~g petun:

    juk-petunjuk teknis permintaan dan pembenan cut IPegawalNegeri Sipil.

    2. 0 ASA RUndang-undang Nomor 8Tahun 1974 tentang Pokok-pokok

    a. Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55,Tambaha n Lemba ran Negara Nomor 3041).Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976 t en tang Cut i

    b. Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1976 Nomor57, Tambahan Lembaran Nega ra Nomor 3093).

    c. Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1984 t en tang Kedu-dukan, Tugas, Fungsi, dan Organisasi Badan AdministrasiKepegawa ian Nega ra .. .. )

    1. Pejabat yang berwenang memberikan cuti adalah :a. Pimpinan Lembaga Tertinggil:in~gi .Neg.ara bagi Pimpinan

    Kesekretar ia tan Lembaga Tertmggl /TlOggl Negara .b. Menteri, Jaksa Agung, Pimpinan Kesekretariatapn Le~batg~

    Tertinggi/Tinggi Negara, Pimpinan t.embaqa ernerrn aNon Oepartemen, dan pejabat lain yan~ ditentukan olehP residen bagi Pegawai Negeri Sipil dalam Imgkungannya ma -sing-masi ng.

    c. Kepala Perwakilan R I bagi Pegawai Ne.geri Sipil yang ditu-gaskan pad a Perwakilan RI di luar negen.

    2. Oenga n tida k mengura ngi ketentuan yang diteta hpkTa.n0k1ehtMden~teri Dalam Negeri, maka Gubernur Kepala Oaera mg a aBupati/Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II, berwenang

    3. T U J U ANSurat Edaran ini adalah sebagai pedoman bagi pejabat yan~ ber-sangkutan dalam menetapkan ~ember~an cuti bagi Pegawal Ne-geri Sipil di lingkungannya masmg-masmg.

    PEJABAT YANG BERWENANG MEMBERIKAN CUTIII.

    membe rikan cuti ke pada Pegawa i Nege ri Sipil dalam linqkunqa nnya masing-masing, kecuali cuti di luar tanggungan Negara dmaksud da lam Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun1976 bagi Pe gawai Negeri Sipil Pusat dipekerja ka n atau dipe rba ntukan pada Oae rah Otonom.CATATANCuti di luar tanggungan Negara yang dimaksud dalam Pasal 26Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976, bag i Pegawa i Negeri Sipil Pusat dipekerlakan atau diperbantukan pada DaerahOtonom hanya dapat diberikan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga yang bersangkutan.

    3. Pejabat yang berwenang memberikan cuti yang dimaksudatas, dengan surat keputusan dapat mendelegasikan se ba gia n wwenangnya kepada pejabat bawahannya untuk memberikan cuPegawai Negeri Sipil, kecuali cuti di luar tanggungan Negarayang dimaksud dalam Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 2Tahun 1976. Pemberian cuti di luar tanggungan Negara yang drnaksud da lam Pasal 19 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor24 Tahun 1976 yaitu cuti di luar tanggungan Negara untuk pesalinan keernpat dan seterusnya, dapat didelegasikan.

    4. Untuk menjamin kelancaran pemberian cuti, maka pendelegasi-an wewenang pemberian cut; yang dimaksud di atas hendaknyadapat diberikan sampai kepada pimpinan satuan organisasi yanterendah.

    5. Cuti di luar tanggungan Negara yang dimaksud dalam Pasal 2hanya dapat diberikan oleh pejabat yang berwenang rnernberi-kan cuti yang dimaksud dalam Pasal 2 Peraturan PemerintahNomor 24 Tahun 1976.

    6. Contoh surat keputusan pendelegasian wewenang tentang pemberian cuti adalah sebagai tersebut dalam lampiran I Surat Edaan ini .

    III, PERMINTAAN DAN PEMBERIAN CUTI1. JEN IScun

    Cuti Pegawai Negeri Sipil terdiri dari :a. Cuti tahunan.

    381

  • 5/8/2018 01_SE_1977 cuti pns

    3/31

    b. Cuti besar.c. Cuti sakit.d . Cu ti bersa lin .e. Cuti karena alasan penting.f. Cuti di luar tanggungan Negara.2. CUTI TAHUNAN.a. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang telah beker ja sekuranq-ku-

    r angnya 1 (satu) tahun secara terus menerus berhak a tas cut~tahunan. Lamanya cuti tahunan adalah 12 (dua belas) hankerja dan tidak dapat dipecah-pecah hingga iangka waktuyang kurang dari 3 [t iqa ) hari kerja,

    b. Cuti tahunan yang tidak diambil dalam tahun yang ber-sangkutan, dapat diambil dalam tahun berikutnya untukpaling lama 18 (delapan belas) har i ker ja termasuk cutl tahunan dalam tahun yang sedang ber jalan.

    Umpamanya: Seorang Pegawai Negeri Sipil dalam tahun1976 dan tahun 1977 tidak menga jukan per-min taan cuti t ahunan. Yang bersangkutanbarulah dalam tahun 1978 menga jukan per-mintaan cuti tahunan untuk tahun 1976,1977, dan 1978. Dalam hal ini pejabat yangberwenang memberikan cuti hanya dapatmemberikan cuti tahunan kepada Pegawai

    Umpamanya: Seorang Pegawai Negeri Sipil dalam tahun 1976tidak menqajukan permintaan cuti tahunan.Yang bersangkutan barulah dalam tahun 1977mengajukan permintaan cuti tahunan, untuktahunan 1976 dan tahun 1977. Dalam hal rrumaka pej aba t yang berwenang memberikan cutihanya dapat memberikan cuti tahunan kepadaPegawai Negeri Sipil yang bersangkutan selama18 (delapan betas] had ker ja. Pegawai Negeri Si-pil te rsebut barulah berhak meminta cut i tahun-an yang berikutnya pada tahun 1978.

    c. Cuti tahunan yang tidak diambil 2 ldua) tahun berturut-tu-rut atau lebih dapat diambil dalam tahun beriku tnya untukpaling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk cutitahunan dalam tahun yang sedang ber jalan.

    Neger i Sipil bersangkutan selama 24 (dua puluh empat) hari ke rja . Pegawai Negeri Siptersebut barulah berhak meminta cuti tahunan yang beriku tnya pada tahun 1979.d. Cuti tahunan yang tidak diambil secara penuh dalam tahunyang bersangkutan, dapat diambil dalam tahun ber ikutnyauntuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasukcuti tahunan dalam tahun yang sedang ber jalan.

    Umpamanya : Seorang Pegawai Negeri Sipi l yang dalam tahun 1976 mengambil cuti tahunan selama(t iqa ] hari ke rja . Da lam tahun 1977 ia mengaj ukan permintaan cuti t ahunan untuk 197dan sisa cuti tahunan tahun 1976. Dalamhal ini pejabat yang berwenang memberikancut i hanya dapat memberikan cuti tahunankepada Pegawai Negeri Sipil tersebut selam18 (delapan belas ) har i ker ja.e . Cu ti tahunan yang tidak diambil seca ra penuh da lam bebera~a tahun, dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk pling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk cuti thunan yang sedang berjalan.f. Cuti tahunan yang akan dijalankan ditempat yang sulperhubungannya, jangka waktu cuti tahunan tersebut dpat ditambah untuk paling lama 14 (empat belas) hari temasuk hari libur. Ketentuan ini tidak berlaku bagi cutahunan yang diambi l kurang dari 12 (dua belas) hari kerjg. Cuti t ahunan yang d itangguhkan pe laksanaannya oleh pe jbat yang berwenang memberikan cuti dapat diambil oleh Pgawai Negeri Sipil yang bersangkutan dalam tahun ber ikutnya selama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk cutahunan yang sedang berjalan.h. Pegawai Negeri Sipil yang telah berhak atas cuti tahunandan bermaksud akan mengambil cutl tahunan tersebutharus menga jukan permintaan cut i t ahunan secara te rtu likepada pe jabat yang berwenang memberikan cuti melalusaluran hirarkhi, menurut contoh sebagai tersebut dalamlampiran II Surat Edaran ini .i. Cuti tahunan diberikan oleh pejabat yang berwenang memberikan cutl secara ter tulis menurut contoh sebagai tersebudalam lampiran III Surat Edaran ini .

    383

  • 5/8/2018 01_SE_1977 cuti pns

    4/31

    3. CUTI BESARa. Setiap Pegawai Negeri Sipil yang telah beker ja sekurang-ku-rangnya 6 (enaml tahun secara terus menerus berhak atascuti besar selama 3 (t iga) bulan termasuk cuti t ahunan da-lam tahun yang bersangkutan.

    Umpamanya: Seorang Pegawai Negeri Sipil t elah bekerjasecara terus men

View more